Review Alcatel onetouch Pop C7: Separuh Harga Galaxy Grand

Ketersediaan produk ini di pasar relatif tak terdeteksi oleh pemilik toko dan pengguna ponsel. Padahal, Alcatel onetouch Pop C7 sebenarnya cukup menarik. Dengan dana Rp 1,449 juta, konsumen sudah bisa membawa pulang ponsel Android dual SIM GSM-GSM berlayar lima inci dan berprosesor empat inti.

Bodi Pop C7 lumayan prima dan tidak terkesan ringkih. Sepintas setara dengan Samsung Galaxy Grand Duos generasi pertama. Ia dibekali layar sentuh TFT lima inci beresolusi 854 x 480 piksel. Meskipun tampilan layar kurang tajam dan cemerlang, tetapi masih cukup nyaman dipandang mata.

Alcatel Pop C7-1

Ponsel tersebut memiliki dua selot kartu micro SIM. Dua nomor GSM dapat siaga bersamaan. Satu nomor di antaranya, sesuai pilihan pengguna, bisa masuk dan dikunci di jaringan 3G. Asalkan ditunjang layanan operator, pengguna selanjutnya leluasa melakukan video call dan menikmati layanan internet HSPA 21 Mbps.

Sepasang kamera dibenamkan ke Pop C7 yang berdimensi fisik 141 x 71,8 x 9,9 mm dan berat 162 gram itu. Keduanya tanpa fokus otomatis dan lampu kilat. Kamera belakang dapat menghasilkan foto beresolusi sampai lima megapiksel dan klip video full HD 1.920 x 1.080 piksel. Sedangkan kamera depan sanggup memproduksi foto maupun klip video VGA saja. Pengguna yang hobi berfoto narsis pantas menjajal fitur Expression yang menggabungkan empat ekspresi wajah dalam satu foto.

Alcatel Pop C7-2

Spesifikasi lain Pop C7, di antaranya, prosesor empat inti (quad core) MediaTek MT6582M 1,3 GHz, RAM 512 MB, ROM 4 GB, Wi-Fi, bluetooth, GPS, dan selot microSD. Memori internal ponsel hanya terdiri atas satu partisi dan dinamakan phone storage. Saat ponsel baru diaktifkan, ruang kosong memori internal mencapai 1,68 GB.

Ponsel bersistem operasi Android 4.2.2 Jelly Bean itu memanfaatkan baterai lithium ion 2.000 mAh. Kala daya baterai melemah dan pengguna ingin mempertahankan “nyawa” ponsel, tersedia mode ultimate saver. Ponsel menjadi berfitur ala kadarnya yang hemat baterai.

Secara umum, Pop C7 cukup nyaman dan gegas untuk pemakaian yang tak terlalu berat. Sisi minus utamanya ada dua: kapasitas RAM kecil dan performa kamera kurang prima. Bila Anda ingin membeli Samsung Galaxy Grand Duos yang harganya berkisar Rp 3 juta, tetapi dana tak mencukupi, bolehlah melirik Pop C7. Harga separuh lebih murah, sedangkan kinerjanya melebihi separuh.

***

Paket penjualan terdiri atas ponsel, baterai, kepala charger 1 A, kabel micro USB, handsfree berkabel, dan screen protector.

***

Inilah aneka foto yang dihasilkan Pop C7.

Alcatel Pop C7-3

Alcatel Pop C7-4

Alcatel Pop C7-5

Alcatel Pop C7-6

Alcatel Pop C7-7

Kali ini menggunakan kamera depan.

Alcatel Pop C7-8

Lagi-lagi memakai kamera depan. Fitur Expression diaktifkan.

Alcatel Pop C7-9

***

Hasil pengukuran Antutu Benchmark, Quadrant Standard Edition, dan Android Sensor Box.

Alcatel Pop C7-10

Alcatel Pop C7-11

Alcatel Pop C7-12

Alcatel Pop C7-13

40 thoughts to “Review Alcatel onetouch Pop C7: Separuh Harga Galaxy Grand”

  1. Saya kadang heran pak Herry, skor antutu hape alcatel ini bisa tembus 17rb. tapi hape lain quadcore qualcomm ram 1gb skor ‘hanya’ 12rb. Parameter antutu bikin skor sebenarnya bagaimana? Ada juga yg bilang skor antutu gak tepat…. kalo menurut Pak Herry bagaimana?
    Terima kasih

    1. Mas Pram,

      Maaf baru balas. Saya usai “dikunjungi” sakit perut plus masuk angin. Sekarang pun baru pulih sekitar 60 persen.

      Antutu melakukan pengukuran teknis yang sangat beragam. Saya pribadi saat melakukan pembelian ponsel tak pernah berpatokan pada hasil benchmark, baik Antutu maupun yang lain. Buat saya, yang penting nyaman, ya sudah. Kalau pun di naskah review per 1 Januari 2014 saya sertakan hasil pengukuran Antutu dan Quadrant Standard, hal itu untuk memenuhi permintaan pembaca blog Ponselmu.com ini.

  2. Pak Herry, tampaknya gambar di review kali ini kualitasnya tidak bagus (pecah2), apakah ada kesalahan dalam mengupload gambar ?

    1. Pak Yopie,

      Gambar yang mana ya, Pak? Kalau hasil jepretan kamera, kamera Pop C7 memang kurang nendang.

  3. Merk alternatif nih, boleh juga bagi yang berkantong tipis ketimbang beli merk populer dengan harga selangit. Cuma yang jadi persoalan servis after salesnya bagus atau tdak ya..
    Btw, bung Herry belinya di mana?

    1. Pak Riyanto,

      Maaf baru balas. Saya usai “dikunjungi” sakit perut plus masuk angin. Sekarang pun baru pulih sekitar 60 persen.

      Kinerja layanan pusat perbaikan resmi belum diketahui. Bisa dicari di pusat penjualan ponsel, Pak. Btw, punya saya mau dilepas tuh. 🙂 Silakan intip di http://ubaya.com/?p=429

  4. Merk alternatif dari Prancis nih, tapi sudah made in China. Lumayan ngetop di kancah international tapi di Indonesia gak ada gaungnya karena orang Indonesia ‘gila merk’ mainstream. Kayaknya built qualitynya lumayan nih, boleh juga bagi yang berkantong cekak seperti saya, hehehe..
    BTW, bung Herry belinya di mana ya?

  5. Pak Herry, tampaknya yang sedang bermasalah adalah operator yang saya gunakan, karena saya pakai operator lain, gambarnya tidak pecah2.

  6. Ko Herry, saya mau tanya..
    1. BBM yang terinstall di Lenovo P780 apa bisa mendukung fitur panggilan?
    2. Paket internet Simpati FLASH Ultima dan XL Hot Rod 3G bagus mana? Terutama di Kota Surabaya daerah timur (Tambaksari)?
    3. Lenovo P780 punya fitur Lenovo Power untuk menghemat baterai. Apa perlu aplikasi lain dr Android Playstore untuk menghemat baterai? karena meski Li-Po 4000 mA tetap tidak sampai 2 hari (Apa itu normal?)
    Trims

    1. Pak Adrian,

      1. Maaf, saya tak tahu. Sudah lama saya tidak memakai BBM Android.

      2. Secara umum XL unggul tipis.

      3. Tak perlu deh. Normal banget.

  7. Untuk harga segitu, udah cukup bagus ya pak. AnTuTu 4 aja dah tembus 17 rb. Ditunggu reviewnya L70 atau G2 mini. Penasaran nih ama kinerjanya n fiturnya. G2 mini sm L90 AnTuTu juga 17rb.

    1. Pak Hayat,

      Ok, sabar ya. Ponsel LG tersebut bakal saya review kok. Skor Antutu L70 11 ribuan mendekati 12 ribu.

    1. Pak Dinno,

      Asalkan pemakaian tidak terlalu berat dan perlu layar besar, boleh deh meliriknya. Namun, kalau pemakaian berat, ponsel itu kurang tepat dilirik. RAM-nya hanya 512 MB lho.

  8. Pak Herry,

    Ya, pak. Sudah beberapa hari ini kalo internet pake Tri, kadang beberapa gambar (image) tampak pecah2.

    Kalau boleh memberi saran, tampaknya benchmark Quadrant standard koq tidak up to date, dari dulu smartphone pembandingnya itu2 saja, jadi hasil yang direview selalu yang paling atas, jadi menurut saya benchmark Quadrant standard kurang perlu, malah menurut saya lebih penting CPU-Z, dari situ bisa terlihat detail spesifikasi, contohnya GPU yang kadang tidak tercantum di review.

    Maaf jika saran saya kurang berkenan.
    Terima kasih.

  9. Pak Herry,
    Smartphone android layar 5″, merk bebas, harga maksimum 1,5 juta, lebih ditujukan untuk membaca (berita, artikel), whatsapp (jadi harus 3G), dengan huruf yang terbaca dengan jelas (ukuran font bisa diganti menjadi lebih besar), cocok untuk orang tua, brightness bisa auto (sesuai sensor).
    Kira2 saran pak Herry merk dan tipe apa ya ? Terima kasih.

    1. Pak Yopie,

      Dengan kriteria seperti itu, ya berarti Alcatel onetouch Pop C7. Saya tak ingat ada auto brightness atau tidak. Btw, auto brigthness malahan kadang kurang nyaman lho. Mending diatur manual.

  10. Ko Herry mau tanya. Lenovo s650i dibandingan dengan lumia 620 dan samsung galaxy ace 3, prefer yang mana ya pak?

    1. Bu Indriani P.,

      Lenovo S650i? Mungkin yang Anda maksud S650 (tanpa i ya)? Saya belum pernah mencobanya. Di atas kertas sih seharusnya lebih bagus cukup signifikan dibandingkan Lumia 620, apalagi Galaxy Ace 3.

      Poin yang lebih unggul dari Lumia 620 adalah fungsi GPS dan navigasinya. Sedangkan yang lebih unggul dari Ace 3 semata-mata mereknya lebih populer.

  11. Om HSW, ada rekomendasi kalo pengen pake Flip Case buat Pop C7 ini? Apa harus pake punya Galaxy Grand? Thx

    1. Pak Leo,

      Saya belum pernah mencoba memasangkan flip cover Galaxy Grand ke Pop C7. Jadi, tak tahu bisa atau tidak.

  12. pak herry,
    kalo seandainya disuruh milih secaa harga n performa..mana pilihan yg bagus “samsung grand 2 apa lenovo s920”?
    oya, apa benar kalo hp lenovo tu spt hp sekelas mito n “temen2nya”…??
    thanks bwt jawabannya

    1. Bu Nitanito,

      Saya belum pernah mencoba Galaxy Grand 2. Jadi, belum bisa menjawab pertanyaan pertama. Yang pasti, perbedaan harga jual keduanya sangat signifikan. Minimal Rp 1,3 juta.

      Lenovo sekelas Mito dkk? Ya jelas tidak tho. Lenovo itu sudah berkelas merek global. Selama mencoba Lenovo sejak dalam kondisi baru, saya belum pernah mengalami ponsel rusak dalam sehari. Sedangkan Mito, dua tipe terakhir yang saya coba telah rusak dalam 1 x 24 jam.

  13. Pak Herry SW mungkin mau me-review smartfren andromax i3 untuk di bandingkan dengan Pop C7 ini. Luar biasa menurut saya i3 ini, harga 1,5juta sudah dapat snapdragon quad core, layar 5inch, ram 1GB, dual sim cdma-gsm. Terima kasih.

  14. Hallo Pak Herry, apakah bapak tertarik untuk mereview Alcatel Onetouch Flash? karena saya cukup tertarik dengan ponsel ini. Dan jika harus membandingkan dengan ponsel dikisaran range harga 2 juataan, apakah ada saran lainnya?

    1. Pak Reza,

      Sampai saat ini Flash belum tercantum dalam daftar antrean review HSW.

      Kisaran Rp 2 jutaan itu berarti sampai Rp 2,999 juta ya? Anda boleh mempertimbangkan (saya urutkan mulai dari yang termurah) Xiaomi Redmi Note, Acer Liquid Z500, Acer Liquid E3, Sony Xperia M2 Dual, dan LG G2 Mini.

    1. Pak Imam,

      Dulu saya sempat berencana me-review Alcatel onetouch Flash Plus. Tak sampai 24 jam, ponsel itu saya jual karena saya kecewa berat dengan kinerjanya. Penerimaan sinyalnya tergolong lemah.

      Nah, karena cuma memakai ponsel itu sebentar, tak terkumpul informasi yang memadai untuk review.

      Cara membuka ponsel itu? Bodi belakangnya kan memang tak bisa dibuka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *