Review Asiafone AF369: Dua Kartu Gaya Retro

Hanya ada satu alasan yang membuat penulis tertarik membeli Asiafone AF369, lalu membahasnya di halaman ini: bentuknya retro! Ya, tampilan fisik ponsel tersebut mengingatkan penulis dengan ponsel berukuran setara dengan botol minum pada belasan tahun silam.

AF369 berukuran jauh lebih kecil daripada ponsel zaman dulu yang bekerja di jaringan AMPS. Mau dimasukkan ke dalam saku pun bisa. Kala digenggam, AF369 terasa mantap dan berbobot. Hal itu, antara lain, dipicu oleh penutup baterai yang terbuat dari logam.

AF369-1

Ketika dilihat dari samping, AF369 mengingatkan penulis dengan Nokia 8110 alias “Nokia Pisang” keluaran 15 tahun silam. Bedanya, AF369 lebih tebal. Sayang, bagian bawah ponsel itu tidak mendatar sehingga ia tak bisa diletakkan berdiri di atas meja.

Di sisi atas ponsel terdapat lampu senter, konektor mini USB, dan konektor 2,5 mm untuk menghubungkan handsfree berkabel. Meskipun berwujud mini USB, praktiknya pengguna tak dapat menggunakan kabel data atau charger mini USB peranti lain. Sebab, konektor mini USB di AF369 menjorok sekitar dua kali lebih dalam daripada yang lazim dijumpai. Dengan demikian, mau tak mau pengguna mesti memanfaatkan aksesori bawaan AF369.

Kalau ponsel AMPS masa lalu masih menggunakan layar tujuh segmen ala kalkulator, AF369 telah memanfaatkan layar berwarna berukuran dua inci. Keypad ponsel itu tergolong ergonomis. Pengguna berjari besar bakal nyaman, demikian pula dengan pengguna yang memiliki jari berukuran rata-rata.

Dual on GSM-GSM, bluetooth, GPRS, buku telepon 300 nama single entry, dan selot microSD merupakan sebagian spesifikasi lain AF369. Ada pula perekam suara, radio FM, kalkulator, dan alarm.

AF369-2

Sebuah kamera dapat dijumpai di bagian belakang ponsel. Kamera tanpa fokus otomatis dan lampu kilat itu hanya mampu menghasilkan foto berukuran terbesar 176 x 220 piksel atau setara dengan 0,04 megapiksel. Bila difungsikan sebagai perekam video, resolusi maksimal yang sanggup diproduksi cuma 176 x 144 piksel. Merujuk pada performa kamera, menurut penulis, lebih baik AF369 dianggap tanpa kamera.

Kapasitas memori internal AF369 seolah sengaja disembunyikan. Tak ada menu di ponsel yang memungkinkan pengguna mengecek kapasitasnya. Satu hal yang pasti, daya tampung memori internal AF369 sangat terbatas. Indikatornya, ketika memori internal usai diformat pun, penulis gagal memindahkan satu lagu berformat MP3 ke dalamnya. Di layar ponsel muncul notifikasi bahwa sisa memori yang tersedia tidak memadai.

Saat penulis mengetikkan naskah ini, AF369 dijual Rp 260 ribu hingga Rp 285 ribu. Paket penjualannya termasuk baterai yang tertulis berkapasitas 1.600 mAh, kabel mini USB, dan handsfree berkabel. Karena kualitas handsfree yang disertakan sangat buruk, menganggap AF369 tidak dibekali handsfree merupakan langkah bijak.

23 thoughts to “Review Asiafone AF369: Dua Kartu Gaya Retro”

  1. Maaf kalo nanya di luar topik
    Aku liat di pulsa online, ada lenovo Q330 di tulis di situ harganya murah banget 210ribu
    Apa hp itu ada di jual di indo.? Kalo ada beli dimana ya.?
    Makasih banyak..

  2. Pak Anton,

    Sekitar dua tahun lalu ponsel tersebut sempat dijual di sini. Saya kurang tahu apakah sampai sekarang masih ada yang memiliki stok.

  3. Bu Rosita Asmika,

    Saya membeli ponsel itu pada Maret 2013. Mungkinkah sekarang ponsel itu sudah diskontinyu? Sebab, kalau saya cermati, siklus hidup tipe ponsel merek lokal buatan Tiongkok cukup singkat.

    1. Pak Gigie Papaw,

      Saya tak mengetahui alamat spesifik penjualnya di Bandung. Setelah periode Lebaran, cobalah mencarinya di pusat penjualan ponsel di Bandung. Misalnya, di BEC atau Dukomsel.

    1. Pak Rizal,

      Saya sudah lupa bisa bertahan berapa lama. Kalau tak salah ingat, sekitar tiga hari.

      Btw, terus terang saya meragukan kapasitas baterai bawaan ponsel itu benar-benar 1.600 mAh.

  4. kualitas merk asiafone ini sendiri bagaimana Pak?..soalnya saya agak tertarik dgn hp keluaran terbaru merk ini yakni SF 933 yg katanya hp outdoor dgn baterai super -iklannya dibintangi Duo Maia-.agak ragu juga dgn merk ini setelah baca di fp asiafone banyak yg komplain kerusakan setiap tipe merk ini. Trm ksh Pak Herry.

    1. Pak Rizal,

      He.. he… kualitasnya sih biasa-biasa saja. Sama dengan kebanyakan ponsel merek lokal buatan Tiongkok deh. Untuk ponsel utama, saya tetap menyarankan Anda membeli ponsel merek global. Sedangkan untuk coba-coba atau ponsel cadangan, boleh deh iseng membeli merek lokal.

  5. Asalamuallaikum,mhn maaf sy Cari info yg jualan hp asiafone Af 369 di wilayah kebumen dan sekitarnya pak.ni no hpku 08999997728.matur nuwun

    1. Pak Bambang,

      Saat ini mestinya sudah tak ada lagi yang menjual AF369. Sebab, ponsel itu sudah lama diskontinyu.

  6. Maaf saya mau tanya ,bagaimana cara meriset kode sandi d tlp asiafon ya pak.?? Soalnya sya lupa pin nya..

    1. Pak Eka,

      Asiafone feature phone atau smartphone? Kalau smartphone, langsung lakukan factory reset saja deh. Kalau feature phone, mesti mampir ke pusat perbaikan resmi.

  7. Saya beserta kawan menggunakan asifone AF369 sekadar iseng…
    Cuman masalahnya kita gak punya chargernya harus pake destok
    Saya mau tanya dimana cari kabel USB..?
    Saya dari majalengka jabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *