Review Asus MeMO Pad ME172V: Modal Tampang dan Nama Besar

Tidak seperti Acer yang kadang diplesetkan menjadi “awas cepat rusak”, Asus relatif bebas dari plesetan bercitra negatif seperti itu. Namun, hal tersebut bukan bermakna semua produk Asus pantas dibeli. Asus MeMO Pad ME172V merupakan salah satu contoh nyata. Menurut penulis, tablet itu layak diberi label hanya bermodal tampang dan nama besar. Kok bisa?

Saat penulis telah mencoba tablet Android Acer Iconia B1-A71 yang dibanderol Rp 1,599 juta, penulis baru bisa melihat lembaran kertas mengilap yang menyajikan gambar dan spesifikasi MeMO Pad. Ia terlihat lebih cantik ketimbang Iconia B1-A71.

Asus-1

Berminggu-minggu kemudian, ketika MeMO Pad asli bersentuhan dengan telapak tangan penulis, penilaian penulis tidak berubah. Tablet bersistem operasi Android 4.1 Jelly Bean itu memang lebih cantik daripada Iconia B1-A71. Tampilan fisiknya tidak terkesan murahan dan plastik banget. Tekstur berbentuk ala berlian di sisi belakang membuat tablet itu lebih kasat saat dipegang.

Sayang, kesan positif terhadap MeMO Pad hanya berhenti sampai di situ. Selanjutnya, satu demi satu sisi tidak menarik bermunculan. Tombol power dan volume yang diletakkan di bagian kiri membuat penulis merasa kurang nyaman ketika hendak menekannya. Hal serupa mungkin takkan dialami oleh pengguna yang kebetulan kidal.

Saat digunakan untuk berakvitas, baik untuk beralih dari satu menu ke menu lain maupun diajak kembali ke home screen, MeMO Pad ternyata kurang gegas. Sangat sering terasa ada jeda sepersekian detik. Istilah gaulnya, tablet itu suka nge-lag. Ada “ujian kesabaran” yang harus dilalui oleh pengguna.

Layar sentuh tujuh inci beresolusi 1.024 x 600 piksel, prosesor VIA WM8950 1 GHz, RAM 1 GB, baterai 4.270 mAh, Wi-Fi, bluetooth, dan selot microSD merupakan sebagian spesifikasi MeMO Pad. Saat tablet masih dalam kondisi segar, tercatat ada 5,28 GB memori internal yang leluasa dioptimalkan pengguna. Tidak tersedia selot kartu SIM dan GPS terintegrasi di tablet tersebut.

Kamera tunggal di MeMO Pad terletak di sisi muka. Kamera tanpa fokus otomatis dan lampu kilat itu mampu menghasilkan foto beresolusi satu megapiksel dan klip video berdefinisi tinggi 720p.

Asus-2

Kalau dicermati, Asus telah menanamkan beberapa aplikasi untuk memperkaya tablet itu. Misalnya, App Backup untuk mem-backup aplikasi dan data yang tersimpan di MeMO Pad. Ada pula App Locker yang berfungsi untuk mem-password aplikasi tertentu. Tetapi, praktiknya, biarpun password telah diaktifkan, aplikasi yang sebenarnya telah dikunci kadang masih bisa diakses tanpa password.

Pengguna juga akan menjumpai BuddyBuzz yang siap dipadukan dengan akun Facebook, Twitter, dan Plurk milik pengguna. Ironisnya, setiap kali penulis mengakses BuddyBuzz, tak lama kemudian muncul notifikasi Unfortunately, BuddyBuzz has stopped.

Suka membuat catatan di tablet? Manfaatkan saja aplikasi SuperNote Lite. Pengguna MeMO Pad mendapatkan jatah penyimpanan awan (cloud storage) sebesar lima GB yang berlaku seumur hidup.

Di tablet berdimensi fisik 196,2 x 119,2 x 11,2 mm dan berat 358 gram itu, pengguna bisa pula menikmati mode floating app. Contoh kegunaan nyatanya, anggaplah pengguna sedang mencari suatu barang di internet. Ia lalu ingin melakukan perhitungan singkat. Dengan mudah, pengguna dapat menampilkan kalkulator tanpa menutup browser.

Saat penulis mengetikkan tulisan ini, harga jual ritel yang disarankan untuk MeMO Pad Rp 1,699 juta. Paket penjualan termasuk kabel berkonektor micro USB, kepala charger dengan output dua Ampere, dan adapter USB on the go.

Keputusan pembelian berada di tangan Anda. Sekali lagi, bagi penulis, MeMO Pad merupakan tablet Android bermodal tampang dan nama besar belaka. Tampilan fisiknya memang cantik, tetapi kinerjanya tidak mengesankan.

Di sisi lain, harus diakui Asus relatif terkenal di Indonesia. Namun, kondisi itu hanya berlaku untuk produk laptop. Di kategori ponsel dan tablet, Asus belum pantas dibilang populer. Bahkan, Asus terkesan setengah hati dalam memasarkan ponsel dan tablet Android di Indonesia.

Bukankah Asus baru saja menjalin kerja sama dengan perusahaan raksasa di industri ponsel Indonesia? Iya sih. Tetapi, hal itu belum mampu menghapus noktah merah Asus dalam memasarkan seri Transformer, PadFone, dan Nexus 7 di negara ini.

69 thoughts to “Review Asus MeMO Pad ME172V: Modal Tampang dan Nama Besar”

  1. kalo untuk BuddyBuzz , saya mengalami hal yang sama, tetapi setelah di upgrade software nya (ada notifikasi dari asus), jadi tidak ada masalah lagi

    btw saya membeli dapet harga 1,499 di kliknklik

  2. wah kok lumayan mengenaskan gitu yah spesifikasi nya apalagi dari segi prosesor nya (1 Ghz, merk CPU nya gak sering dengar pula). Rasanya itu alasannya Asus ni nge-lag deh.
    Oh iya pak Herry, saya akhirnya berhasil mendapat 1 unit P770, pak (hasil inden di GT). Kapan nih mau direview juga Lenovo P770 nya di blognya ni 😀

    ama juga apa benar kalo tablet-tablet yang merk lokal Cina (Ainol, dsb) itu firmware bawaan nya selalu bermasalah, lalu juga non-SIM ?

  3. Pak Rianto,

    Iya, benar. Padahal Asus bukan merek abal-abal. Eh, ternyata kinerjanya seperti itu.

    He.. he.. sampai detik ini saya belum mencoba P770, Pak.

    Tentang tablet, ini yang dimaksud merek China atau merek lokal buatan China ya? Ainol termasuk merek China. Apa pun yang dimaksud, firmware-nya tidak selalu bermasalah kok. Ada pula tablet kategori tersebut yang dibekali selot kartu SIM.

  4. Bu/Pak Memel,

    Maaf, saya belum pernah mencoba Galaxy Tab 2 7.0 yang P3110. Jadi, belum bisa memberikan perbandingan.

  5. maaf pak henry saya mau nanya yg banyak dan ga nyambung dengan yg di bahas di atas..
    saya baru kehilangan hp dan mau membeli lagi dengan dana yg sangat terbatas

    menurut pak henry lebih baik beli yg mana dengan harga rata2 Rp 1.650.000
    lenovo s560 atau sony xperia E yg baru itu.?

    atau dengan harga rata2 Rp 1.250.000 lebih baik mana
    LG optimus L3 E400 atau L3 E405 atau L3 E435 atau samsung galaxy chat atau sony xperia Tipo.?

    mungkin tidak semua pernah pak henry coba atau review, tapi pak henry kan lebih pengalaman di bidang ponsel di banding saya
    mohon pencerahannya ya pak, maaf saya yg banyak tanya
    terima kasih pak, sehat selalu..

  6. Pak Anton,

    Pak Henry siapa ya yang Anda maksud? Nama saya Herry. Bolehkah saya menjawab? 🙂

    Saya belum pernah mencoba Xperia E. Yang pernah saya adalah Xperia E dual. S560 dan Xperia E dual sama-sama menarik. Ambil S560 kalau ingin yang berlayar cukup besar, sebaliknya pilih Xperia E dual kalau ingin yang mungil.

    Kalau di kisaran Rp 1,25 juta, dengan perbedaan harga yang tipis, E405 lebih menarik daripada E400. Namun, RAM ponsel itu terbatas ya, Pak. Silakan membaca review-nya di http://ponselmu.com/indikator-radio-fm-meleset/

    E435 saya belum pernah mencobanya. Galaxy Chat lumayan, tetapi agak lemot. Xperia tipo melebihi anggaran Bapak, respons menu kurang gegas, dan tampilan layar kurang cemerlang.

    Di antara aneka tipe yang Bapak sebutkan, kalau harus mengambil pilihan, dengan segala plus minusnya, saya menuding S560 dan E405.

  7. oh ya.? hehe.. beberapa kali saya komen di ponselmu.com selalu memanggil dengan nama pak henry
    dan tidak ada komen dari anda, tapi kalo di perhatikan setiap anda komentar selalu di tulis Herry SW
    hehe..sorry saya baru sadar

    oh begitu, terima kasih saran anda
    tapi apa ada hp lain yg anda sarankan di luar tipe yg saya sebutkan.?
    terima kasih

  8. Pak Anton,

    He.. he.. sesekali saya memang iseng ngusilin orang yang salah menyebutkan nama saya. Kadang saya usilin dengan bilang setelah ini bakal ada selametan makan bubur merah putih. Kadang diusilin dengan kalimat yang lain lagi.

    Anggaran maksimal buat beli ponselnya berapa, Pak?

  9. untung saya belum pernah di isengin pak herry ya..hehe

    sama kayak lenovo S560, 1.6jutaan
    terima kasih pak..

  10. Sekedar info aja (sebenernya niatan ngeracuni Pak Herry untuk segera beli P770 sih. Hehehe), setelah saya pegang Lenovo P770 (punya adik saya sih sebenarnya tapi saya yang utak-utik dulu) ternyata USB otg memang jalan dan dibawakan, trus yang saya kagum banget, external microSD ternyata sudah bisa langsung dijadikan default write disk.
    Jadi ext. SD yang saya beli 16GB, lalu 16GB tsb sudah bisa langsung diisi dengan aplikasi-aplikasi dari Playstore (tanpa root, dsb, hanya masuk Setting doang)
    User interface IdeaDesktop versi JellyBean juga sangat friendly dan lengkap terutama di menu utamanya.
    Cuman game berat-berat yang >200MB serasa “kurang” lancar (nda sampe parah gitu sih) dibanding K860 saya. Hehehe.
    Battery tahan sih dari awal jam 6 pagi 100%, trus dibuat adik saya gaming NON-STOP pake wifi waktu hari libur (game standard, bukan yang HD ato yang size besar-besar) sampe jam 8-an malem, masih sisa 40% 😀
    Tapi sayang charge nya lumayan lama sekitar 4 jam-an kalo dari abis (charger output hanya 1A)

    Maksud saya sih tablet lokal China awalnya, tapi setelah denger Ainol bukan lokal, saya jadi bingung sekarang.
    Saya mau cari tablet 10″ yang RAM 2GB, internal 16GB, OS minim ICS, punya SIM, dan GPS tapi yang murah (karena itu saya awalnya mikir yang China murah-murah gitu) Selama ini saya lihat sih baru ketemu Samsung Note 10″ sama Huawei Mediapad 10 FHD (belum ready stock Indo). Mungkin ada saran lain, pak ? Lokal China juga gpp asal ada kriteria yang saya sebutin di atas 😀

    Maaf post puanjang :S
    Terima kasih.

  11. Pak Rianto,

    Wah, sudah pakai P770 ya. Kalau berbicara mengenai kesepadanan antara harga, kinerja, dan spesifikasi, menurut Bapak, lebih layak beli P770 atau K860?

    Beberapa waktu terakhir kebetulan saya banyak ke luar kota. Jadi, belum sempat jalan-jalan ke pusat penjualan ponsel. Lagipula, saat ini stok acang yang antre di-review masih mencukupi sampai beberapa minggu ke depan.

    Iya, Ainol itu termasuk merek China buatan China. Kalau melihat spesifikasi yang Bapak cari, yang siap beli sepertinya memang baru Samsung Note 10.1 ya.

  12. untuk pak Rianto
    masa iya maen game yg baru >200 MB di P770 kurang lancar sih.? saya saja yg make tablet axxio yg bermerk lokal dengan spec CPU 1,2 single core, GPU mali 400, ram 512 dan harga waktu saya beli 1,5juta
    dalam bermain game >200 MB lancar lancar saja, kalau sudah mencapai >500 MB baru lah terjadi lag dan serasa kurang nyaman
    masa iya lenovo kalah dengan axxio.?
    kalau boleh tau, game >200MB apa yg di instal di P770.? ntar ingin saya coba di tablet saya
    terima kasih..

  13. @Pak Herry:
    Menurut saya sih untung banget dengan harga 2,5 juta ini dengan fitur yang dewa seperti itu. Ukuran juga nda kebesaran, tapi juga nda kekecilan dipegang. Tapi tentu dibalikkan ke user juga sih, bagi gamer sepertinya kualitas prosesor MTK (P770) dibanding Exynos (K860) masih lebih bagus Exynos, jadi untuk yang butuh kinerja CPU hebat seperti gaming, pasti saya recommend K860 aja, tapi konsekuensi battery standard seperti Android biasanya gitu. P770 memang dinilai dari fitur, memang untuk orang-orang yang fungsional kerja dianggap penting banget, dan ini dilihat dari fitur USB otg, battery life nya, aplikasi bawaan HH-nya.
    Tapi sayangnya jika hendak mencari Lenovo K860 sekarang, sudah termasuk barang LANGKA dimana-mana sejak turun harga jadi 3,5 juta di GT & Oke langsung banyak yang beli sampe abis stock (lounge Kaskus nya sampe mengalami pengingkatan anggota secara sangat signifikan). Sejak barang abis, katanya belum tahu kapan restock tapi sepertinya berdasarkan berita-berita yang pernah saya baca, Samsung nge-stop produksi chipset Exynos ke Lenovo, jadi sepertinya produksi K860 juga ikut ter-stop untuk selamanya (gak ada prosesornya, mau pake apa dong 🙁 ) Di Kaskus lounge K860 juga banyak yang laporan gak nemu stock K680 inu dimana-mana padahal kota besar pula. Jadi sedih juga untuk yang cari K860 sekarang 🙁
    Jadi ya sekarang orang-orang pada menunggu K900 (si dualcore Intel tapi rumornya benchmark mengalahkan Samsung S4 sekalipun) Tau bagi yang punya saudara / teman / mau ke China, beli langsung kembarannya, si K860i yang RAM dah 2GB dan internal 16GB.

    Wah kalo boleh tau list HH yang mau direview apa aja yah ??? Gak sabar ngikutin. Hehehehe

    Iya tapi ayah saya pake Note 10″ dan serasa berat banget dan body terlalu lebar (antara luas layar & luas tabletnya, terlalu besar luas tabletnya), juga harga mahal 6 juta+. Kalo 6 juta mending saya tukar tambah laptop saya sekalian dapet laptop yang dewa. Hehehehe

    @Pak Anton:
    Nah GPU nya Axioo bapak kan udah Mali. GPU P770 “hanya” PowerVR yang menurut setahu saya di bawah kualitas Mali & Adreno. Apalagi Mali400 bapak malah sudah sama dengan GPU Lenovo K860 (dan Samsung S3) saya. Kalo Ram sih menurut saya nda pengaruh mengenai masalah jalan gamenya.
    Yang saya masalahkan sih prosesornya yang termasuk “murah” yaitu MTK. Game yang saya maksud itu Cytus, game rhythm yang seperti Taptap tapi jauh lebih sip.
    Kurang lancarnya itu maksudnya ya kadang gerakannya nda selalu 100% smooth setiap saat, tapi mungkin 80-90% smooth nya, sisanya nda sampe kesandet yang parah gitu tapi cuma sedikit melambat dari tempo lagu itu seharusnya (bukan faktor lagu yang saya pilih).

    1. Pak Rianto,

      Terima kasih atas sharing-nya soal P770.

      Harga ritel yang disarankan untuk K860 setahu saya sudah turun lagi lho. Saya lupa jadi Rp 3.349.000 atau Rp 3.399.000.

      Kalau beli ponsel Android langsung di China, siap-siap nggak ada Play Store-nya ya.

      Soal Note 10.1, iya sih. Selain mahal, bodinya terlihat plastik banget.

    2. Pak Rianto,

      Sori ada yang terlewat karena saya balas langsung dari ponsel yang bagaimana pun layarnya jauh lebih kecil daripada laptop 14 inci saya.

      Acang yang antre di-review: LG Optimus G, Acer W511, charger Innergie, GoJo Handsfree, tiga unit ponsel merek Ninetology, dan BlackBerry Z10.

  14. Sama-sama, pak Herry. Saling membantu apalagi Pak Herry yang lebih banyak jawab pertanyaan saya dulu-dulu, nah sekarang mumpung ada chance to return the favor 😀

    Wah harga turun terus tapi barang kemungkinan ada lho kecil banget, saya baru inget bacanya berita Samsung enggan stock Exynos untuk Lenovo itu ada di News Tabloid P*lsa tapi sudah beberapa minggu yang lalu. Benar-benar aneh deh Gt & Oke ini :S

    Iya juga sih Note gitu. Oh iya Note 10″ dibanding tablet Android lain yang 10″ (merk apapun) apakah bentuk layarnya selalu memang terkesan melebar sekali ya body & layarnya ? Saya jejerkan dengan iPad 2 baru terasa lebarnya dengan Note 10.

    Wih balas dari ponsel yang Oppo ini ?? atau Sony Xperia Z nya ??? Hehehehe (pembaca tweet Pak Herry juga nih saya)

    Oh iya LG optimus G itu se-level dengan note ya kalo gak salah ? Bisa diteskan Antutu ya nanti ? Mau lihat kualitas CPU & GPU nya dibanding Leny K860 saya 😀
    Hanya sayang saya kurang suka dengan UI milik LG yang kaku.
    BB Z10 pernah saya iseng pegang-pegang milik salah satu pegawai Global di Galaxy Mall (GM1 depannya McD, semoga dia masih pegang) itu body bentuk njiplak sekali iPhone (beda bahan aja), tampilan menu ya lumayan juga lah & menurut saya mirip Touchwiz tapi yang untuk Android 2.3.
    Sayangnya BB Z10 nya belum diset up BBM jadi belum sempat melihat tampilan BBM nya bagaimana, trus juga sedikit membingungkan jika pertama kali pake mengenai command-command nya di OS10 karena gak ada tombol fisik (seperti iPhone) maupun softkey (seperti Android) jadi kalo Pak herry pegang awal dijamin bingung cara “back” nya gimana. Hehehehehe
    Sayang sisanya saya lupa isi-isinya BB Z10 detailnya..

    Oh iya, pak. Pernah dengar-dengar tablet comingsoon Lenovo S6000 ???
    Bingung juga, sama-sama orang Surabaya tapi kok jalan-jalan di mall gak pernah ketemu / keliatan yah :p

    1. Pak Rianto,

      Mungkin dulu K860 masuknya memang nggak banyak dan ternyata lumayan laku ya. Akibatnya, ketika harga turun, akhirnya kian sulit ditemukan.

      Soal Note 10.1, kebetulan saya dulu belum pernah meletakkannya berdampingan dengan iPad atau tablet 10 inci lain.

      Saya membalas dari Xperia Z. Kalau sekarang dari laptop. Belum punya Oppo, Pak.

      Ok, kelak saya cobakan Antutu-nya LG.

      Saya belum pernah dengar Lenovo S6000. Belum coba Googling juga.

      Saya seringnya numpang ngetik di WTC dan food court Grand City, Pak. Sesekali di food court Ciputra World.

    1. Pak Anton,

      Jadi penasaran. Ragu Lenovo karena apa, Pak? Kalau soal kesepadanan harga dengan fitur, saya rasa Lenovo saat ini menjadi ponsel merek global yang paling menarik.

      Kalau ragunya soal layanan purna jual, nah… hal itu memang belum terbukti dalam jangka panjang sih. Sebab, Trikomsel belum sampai setahun jadi distributor Lenovo.

  15. Tergantung sih, pak Anton. Ragunya karena masalah apa ini emangnya ?
    Saya sih sebenernya Lenovo lover terutama dengan harga & kualitas yang didapat 😀

  16. pak Rianto, saya tau kalo cpu MTK ga begitu bagus. tapi kalo gpu juga ga begitu bagus apa enak make hp nya.?
    mau nanya pak, selama make P770 suka ngelag ga.? misal saat mencet home, atau buka file maneger yg udah lebih dari 8gb, atau saat browser2 di inet, atau saat mau buka aplikasi apa suka lama.? dan lain2 yg suka ngelag
    trus bisa nyetel video format .mkv dan resolusi 720p.?
    trus bisa di sambungin ke lcd tv ga via micro usb dan hdmi.?
    makasih ya pak maaf banyak nanya, hehe..

  17. pak kalau bisa jelaskan juga apa bedanya android yg make gpu dan yg ga make..
    terima kasih, maaf kalo kayak maksa ya

    1. Pak Rianto, silakan menjawab pertanyaan Pak Anton ya.

      Pak Anton, terus terang saya pribadi nggak paham hal teknis sampai mendalam. Satu hal yang pasti, saat membeli ponsel, saya tidak sepenuhnya mempercayai spesifikasi dan hasil benchmark. Yang penting saya pakai terasa nyaman, cukup deh.

  18. untuk pak Herry
    saya juga mau beli lenovo S560 tapi kemaren liat di koran ada iklan ntar tgl 25 April akan di jual samsung galaxy fame yg harganya 1,8juta. saya jadi mikir2 lagi
    bagaimana menurut pak Herry SW
    galaxy fame udah make jelly bean dan kamera udah ada blitz, tapi saya tidak mengerti pada gal. fame menggunakan GPU apa.? saya browsing2 hanya tertera tulisan “YA” pada bagian GPU. kemudian pada gal. fame apa resolusi tidak kekecilan 320×480 untuk layar 3.5inch.?
    dan pada gal. fame udah ada NFC

    tapi setelah di pikir2 dari segi plus minus nya sepertinya lebih menarik dan lebih apik S560

    bagaimana menurut pak Herry SW tentang pendapat saya.?
    terima kasih sekali

    1. Pak Anton,

      Saya belum pernah memegang Galaxy Fame. Jadi, belum tahu ponsel itu seperti apa. Iklannya dimuat di mana, Pak?

  19. satu lagi pak Herry, apa kah anda punya informasi tentang smartphone apa saja yg akan masuk indonesia tahun ini.? selain dari samsung galaxy fame dan galaxy young yg baru
    hehe..makasih sekali

    1. Pak Anton,

      Smartphone yang akan beredar di sini pada tahun ini terbagi tiga:
      * Akan beredar, sudah diketahui, dan telah menjadi konsumsi publik. Nah, ini tinggal dilihat saja beritanya di aneka media.
      * Akan beredar, sudah diketahui, tetapi masih rahasia. Nah, ini nggak bisa dibocorkan dulu.
      * Akan beredar dan belum diketahui. Nah, ini yang tahu cuma karyawan pabrikan ponsel. Itu pun hanya orang-orang tertentu.

  20. @ Pak Anton:
    Sebenarnya sih MTK tu ya bukan merk CPU yang abal-abal banget gitu seperti bapak pikirkan sih. Tapi kualitas masih kalah gitu saja. Anggepannya Qualcomm itu laptop Vaio, Exynos itu laptop Acer / Lenovo, sedangkan MTK itu laptop Fujitsu gitu. Dari lihat pertanyaannya bapak saya jadi takut pemikiran bapak “jeleknya sedikit terlalu extreme” sih. Hehehehe
    GPU itu sebenarnya baru keliatan untuk aplikasi game yang high class & juga kalo gak salah untuk aplikasi seperti AutoCAD yang untuk arsitek itu biasanya, kalo untuk seperti menu home, file manager itu dilihat dari CPU saja.
    Selama saya pake ini P770 gak pernah lag, yang kapan hari saya ngomong kan bukan sampe “lag” gitu, pak tapi cuma nda smooth gitu aja dan itu hanya terjadi sesekali saja.
    Kalo video saya terus terang kurang tahu karena saya bukan tipe penonton video di HP sih, layarnya kan masih enakan laptop sekalian.
    Sambungin ke LCD TV juga belum pernah coba, tapi HDMI memang sudah disediakan tapi nda pernah saya coba karena gak mungkin saya / adik saya pake juga fitur tersebut.

    Kalo GPU di Android sih saya belum bisa banyak ngomong sebenarnya, tapi menurut logika di dunia per-laptop an ngertinya.
    Jadi dianggap saja android ini sebuah laptop, laptop ini sebenarnya semua punya GPU tapi kualitas GPU beda-beda. Yang terkenal tuh pasti pernah dengar semua seperti nVidia dan ATI Radeon. Laptop yang pake GPU “khusus” seperti nVidia dan ATI ini memungkinkan agar PC tersebut bisa optimal dalam mbuka aplikasi-aplikasi yang membutuhkan grafis tingkat tinggi seperti game-game HD untuk laptop yang gambarnya realistis banget (seperti Call of Duty, Skyrim, Crysis, Assassin’s Creed) itu butuh GPU yang tinggi supaya kualitas grafis yang ditampilkan sebaik mungkin dan tentu tidak menyandet fungsional dari PC tersebut; selain game aplikasi berhubungan dengan arsitektur itu juga butuh grafis yang kuat.
    Kalo pernah dengar laptop yang gak punya GPU seperti netbook yang kecil-kecil itu, sebenarnya salah. mereka juga punya GPU tapi mungkin yang GPU standard bawaan si processor itu sendiri seperti kalo pernah denger Intel graphics. GPU ini gunanya supaya bisa menjalankan program grafis tadi, bisa jalan, tapi kualitasnya nda sebaik GPU khusus tadi. Jadi misal kalo pake nVidia game Skyrim anda bisa diset grafiknya menjadi High dan masih berjalan lancar, sedangkan kalo GPU standardnya Intel supaya jalan lancar hanya bisa grafik Low atau Mid; High mungkin sanggup tapi “maksa” jadi ya efek sampingnya nge-lag tadi.
    Jadi semua tergantung kegunaan Pak Anton sendiri juga.

    (maaf kosakata saya kosakata gamer)

    Oh iya tentang anggapan saya kalo milih Samsung / Lenovo sih saya tentu lebih suka Lenovo. Coba dilihat Lenovo P770 sering disetarakan levelnya dengan Grand, tapi nyatanya ???
    Spesifikasi : hampir sama (so-so)
    Battery : P770 menang
    Harga : Beda hampir sejuta murahan P770

    P770 paling cuma kalah nama saja dari Grand gitu aja, kalo saya jelas berani P770.
    Yang saya kurang suka dari Htc dan Samsung sekarang tu harganya yang “out of range” sekali karena sudah “punya nama” gitu.

    Sama juga mengenai fitur layar, sebenarnya jangan dilihat pixelnya, tapi dilihat ppi aja itu lebih tepatnya (pixel per inch). Kalo ppi diatas 150-200 sudah dianggap lumayan, kalo diatas 200 (apalagi layarnya lebih dari 5 inch) itu sudah termasuk sangat tajam.
    @Pak Herry:
    Udah nih barusan saya jawab, pak. Maaf postingnya penuh OOT jadinya :capedes
    Iya Oke mungkin prediksi banyakan orang ambil S880 tapi nyatanya setelah pake banyak yang lanjut pula ke K860 jadi K860 ikut ludes.

    Wah mall-mall daerah sono yah pantes jarang ketemu, saya daerah selatan dan ke mall yang rame remaja-remajanya 😀

    1. Pak Rianto,

      Terima kasih atas sharing-nya. Sungguh memberikan pencerahan kepada para pembaca thread ini.

  21. Pak Rianto,
    wah banyak yg saya dapatkan dari anda, terima kasih banyak pak
    saya jadi mantap kembali membeli lenovo aja
    makasih untuk pak Rianto, salam kenal juga ya

  22. pak Herry,
    saya liat iklannya di koran harian umum Pikiran Rakyat : kamis, 18 april 2013
    di situ di sebutkan periode promo 25 april – 5 mei 2013, samsung galaxy fame. bakal di jual di hypermart sepertinya

    oh begitu kah.? jadi tetap tak bisa tau ya apa aja yg mungkin bakal masuk ke indo
    ya sudah deh..hehe
    makasih pak Herry

    1. Pak Anton,

      Oh ok. Thanks infonya.

      Ya, mustahil kalau ingin tahu daftar semua ponsel yang akan masuk tahun ini.

  23. @Pak Herry:
    Maaf baru bisa balas reply nya, saya baru pulang dari Bali ini (yang 3 bis nya tabrakan di tol jika Pak Herry tahu)
    Iya sama-sama, pak.
    Semua itu sepengatuhan saya, tapi kalo ada yang lebih ddetail / tepat lagi tolong CMIIW 😀

    @Pak Anton:
    Sama-sama, pak. Saya senang bisa membantu Pak Anton dalam memberikan info yang saya ketahui..

  24. Pak Rianto,

    Saya malahan nggak tahu kalau ada tiga bus kecelakan di tol. Bapak dan rombongan baik-baik saja kan?

  25. Wah Pak Herry nya sangking sibuk nda ikut berita Suara Surabaya ya.
    Hahahaha

    Iya gak apa-apa hanya beberapa luka ringan saja kok. Saya ini salah satu dari murid SMA swasta yang kena kecelakaan tersebut.

  26. Pak Rianto,

    He.. he. .iya, Pak. Kalau sudah duduk manis di depan laptop atau sedang keliling kota naik motor, saya tak memantau radio.

    Syukurlah bila tak ada yang sampai terluka parah.

  27. Pak, kalo untuk kelas tablet murmer mana pilihan yang paling ok yah? saya sempet browsing2 dan menemukan bbrp pilihan:
    – Acer Iconia B1-A71
    – Asus MemoPad ME172V
    – Ainol Novo 7 Venus

    Kisaran harga di 1.2 – 1.5jt

    Kira-kira mana pilihan yang paling baik yah, Pak?

  28. Pak Stephen,

    Ainol Novo 7 Venus saya sama sekali belum pernah menyentuhnya.

    Acer Iconia B1-A71 boleh dilirik.

    Asus MeMO Pad ME172V silakan dicoret.

  29. thanks, Pak… cuma pernah baca2x kalo Acer Iconia agak boros batere…apakah benar, Pak?

    pernah coba tablet Treq Turbo, Pak?

  30. Pak Stephen,

    Baterai Iconia B1-A71 masih memadai untuk saya pakai beraktivitas mulai pagi sampai malam kok.

    Treq Turbo belum pernah coba. Mending cari merek global deh, Pak.

  31. pak saya mau tanya,saya mau membeli tablet murang dengan buget 1,5 jutaan, dan saya menemukan acang Acer Iconia B1-A71 dan Asus MemoPad ME172V ini , tapi yang saya mau tanya katanya asus tidak ada bluetoothnya ya ?? tapi ada USB OTG nya, tapi prosesornya juga masih single core walaupun RAMnya menggoda hehehe…. kira kira lebih pilih mana ya ? atau ada rekomendasi lain dengan budget kurang lebih sama ?

  32. Halo pak Herry. Pernah coba asus nexus 7? Yg lama ataupun yg 2nd gen? Kalo dgn asus memopad beda apanya ya? Thanks before

    1. Pak Hartono,

      Nexus 7 yang lama pernah towel-towel sebentar milik teman. Kalau yang baru sama sekali belum pernah menyentuhnya.

      Apa bedanya dengan Asus MeMO Pad? Wah ada banyak banget dan sebenarnya MeMO Pad nggak layak diadu dengan Nexus 7. Serasa mengadu hotel melati dengan hotel berbintang deh. Nexus 7 unggul jauh.

  33. Agan herry, apa sudah di update Fwnya sudah di update, sayang sekali jika menu saja terasa lag. Mohon penjelasan update’an yang sudah terupdate kalau tidak salah mei atau juni ini sudah ada juga updatetannya jika sudah mengupdate apakah terasa perbedaan yang berarti. Thx pak herry.

    1. Pak Fauzan,

      Maaf, mohon tidak menggunakan kata sapaan agan di blog ini.

      Saya sudah lama sekali tidak memakai MeMO Pad ME172V. Jadi, saya tak tahu bagaimana kondisinya setelah muncul update.

  34. Pak Herry saya mau tanya, kalau hanya sekedar digunakan untuk social media dan game apakah tablet ini sudah cukup bagus?

    Adakah tablet dengan kisaran harga yang sama merk lain yang lebih bagus?

    Terimkasih

  35. Dear pak herry..

    Saya mau menanyakan soal asus zenfone 2.. Apakah menurut pak herry,mengenai hh tersebut layak untuk di beli,pak??? saya baca baca di internet,tentang hh tersebut spec nyaa sih lumayan wah banget,pak.. Ohyaa..pak,kapan masuk asus zenfone 2 kepasar Indonesia,pak???

    Terimakasih pak herry 🙂

    1. Pak Maulana,

      Saya belum pernah mencoba Zenfone 2. Ponsel itu juga memang belum beredar di sini.

      Saya pribadi terus terang ngeri dengan pengendalian kualitas dan layanan purna jual ponsel Asus. Karena itu, saya biasanya menyarankan orang jangan membeli ponsel tersebut.

      Sekadar informasi, saya sudah mencoba ratusan tipe ponsel. Baru di Asus saya mendapatkan ponsel yang baru gres dan dalam kondisi tersegel, tetapi bodinya cuwil/geripis di tiga sisi.

  36. Ohh.. Sepertii itu pak.. Coba pak sebutkan hh yang setara spec nya sama dengan Asus Zennfone2,apaa saja,pak?? Oh iya.. Kalau brand Xiaomi gimana,pak??

    1. Pak Maulana,

      Sepertinya belum ada yang benar-benar dapat disetarakan ya. Kebetulan populasi ponsel dengan prosesor quad core Intel Atom masih relatif terbatas.

      Xiaomi secara umum oke sih. Harga rasional, barang secara umum lumayan.

  37. Ngebaca kalimat ” Acer yang kadang diplesetkan menjadi
    “awas cepat rusak” saya jd tergelitik utk komen…
    Asus jg ada pelesetannya pak Herry “awas susah sparepart” 😛

    1. Pak Jeffry,

      Kalau kata teman saya, bukan “Awas Susah Sparepart” melainkan “Awas Susah Servisnya”. 🙂

  38. Maaf sedikit OOT.

    Layar LCD Asus Fonepad 7 milik keponakan rusak. Tahu bocoran biaya pergantian di Asus Service Center?

  39. Pak heri mau minta saran, klo untuk tablet yg mumpuni dgn range harga 2.5jt kebawah kira2 apa ya pak? Saya tertarik dgn fonepad 8 pak, kira2 ada rekomendasi lain gk pak?

    1. Pak Harry,

      He… he… lupakan tablet dan ponsel merek Asus deh.

      Apakah bisa menambah anggaran sampai Rp 2,9 juta? Kalau bisa, beli Xiaomi Mi Pad saja. Tablet itu mantap.

      Kalau tak bisa menambah anggaran, sekalian turun di bawah Rp 1,5 juta saja. Silakan melirik Acer Liquid Tab 7 atau HP 7 Voice Tab.

  40. kalo gitu, pak herry juga tidak merekomendasikan asus zenfone dan padfone ya? kirain bagus.. apa karena saya ga paham aja ya hehe

    1. Bu Marta,

      Tablet dan ponsel Asus sebaiknya dilupakan. Namun, bila tetap ingin beli, silakan ambil Padfone S saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *