Review Asus Zenfone 4 Selfie Pro: Bukan Hanya Jualan Swafoto

Tahun ini penulis alias HSW telah menguji pakai puluhan ponsel. Menjajal Asus Zenfone 4 Selfie Pro merupakan aktivitas paling menantang. Selain harus mengubah kebiasaan pengetesan kamera, HSW yang tidak gemar berswafoto alias selfie mesti sok percaya diri. Ehm… lebih tepatnya menahan malu sih.

Betapa tidak. Fitur yang paling ditonjolkan dari Zenfone 4 Selfie Pro adalah kamera depan. Karena itu, kinerja kamera tersebut wajib benar-benar diuji. Kalau saat menguji pakai ponsel HSW biasanya berswafoto 3-4 kali saja, kali ini frekuensinya meningkat ribuan persen. Seolah tak mau kalah dengan “penebalan anggaran” di sebuah daerah.

Ketika HSW sedang berswafoto, berkali-kali orang lain di sekitar melihat dengan ekspresi agak aneh. Kemudian dia berbisik-bisik kepada temannya. Mungkin dia berkata, “Om om itu centil ya. Sudah gendut, nggak fotogenik, eh… selfie berkali-kali.” Cuek deh. Demi review!

Kamera di sisi muka Zenfone 4 Selfie Pro alias ZD552KL berlensa ganda dan dilengkapi lampu kilat. Lensa normalnya memiliki panjang fokal 25 milimeter dan bukaan lensa f/1,8. Ia sanggup menghasilkan foto beresolusi 12 megapiksel dan klip video 4K. Bila mode DuoPixel diaktifkan, resolusi foto yang diproduksi akan berlipat dua menjadi 24 megapiksel.

Satu lensa lain kamera depan memiliki spesifikasi 12 milimeter dengan bukaan lensa f/2,2. Area tangkapan lensa sudut lebar itu seluas 120 derajat. Ia mampu memproduksi foto beresolusi sampai lima megapiksel dan klip video full HD 1080p. Lensa kamera depan mana pun yang dipakai pengguna, tersedia mode portrait yang mempermudah pengguna mendapatkan efek bokeh.

Secara umum, kinerja sepasang kamera depan Zenfone 4 Selfie Pro relatif memuaskan. Mode portrait-nya sanggup memberikan efek bokeh yang artistik, walaupun agak sering terlihat kurang rapi dan natural.

Agar hasil swafoto lebih optimal, HSW memiliki tip sederhana. Saat berswafoto, tingkat pencahayaan di sekitar wajah pengguna idealnya tidak terlalu timpang (Jawa: njomplang) dengan latar belakang. Hindari pula berfoto dengan latar belakang yang terlalu terang.

Bila hal tersebut diabaikan, swafoto yang dihasilkan bakal kurang sedap dipandang mata. Sebab, ponsel berusaha membuat wajah pengguna terlihat terang. Tingkat pencahayaan dinaikkan. Akibatnya, latar belakang pemotretan menjadi banjir cahaya.

Satu catatan HSW berikan untuk fitur DuoPixel. Di atas kertas teknologi itu mengoptimalkan fungsi dual pixel image sensor. Sehingga, jumlah fotodioda yang menangkap cahaya menjadi dua kali lebih banyak ketimbang sensor konvensional.

Hasil uji pakai HSW menunjukkan kalau DuoPixel justru kurang menarik. Benar, DuoPixel sanggup menghasilkan foto beresolusi 12 x 2 megapiksel alias 24 megapiksel. Namun, hal itu ternyata membuat aktivitas pemotretan menjadi lebih lama. Sejak tombol penjepret (shutter button) ditekan sampai kamera siap menjepret lagi, ada jeda sekitar empat detik untuk pemrosesan tambahan.

Ketika foto 24 megapiksel DuoPixel dicermati dengan men-zoom-nya puluhan persen, detail foto yang dihasilkan terlihat kalah prima dibandingkan foto 12 megapiksel non-DuoPixel. Seolah dua gambar ditumpuk secara tidak sempurna. Berikut salah satu contohnya.

Saran HSW untuk pengguna dan calon pengguna Zenfone Selfie Pro, nonaktifkan DuoPixel. Gunakan resolusi 12 megapiksel saja. Resolusi sebesar itu sebenarnya sudah sangat memadai kok. Apalagi, bila foto yang dihasilkan “cuma” dijadikan wallpaper laptop atau diunggah ke media sosial.

Sekarang saatnya membicarakan kamera belakang. Kamera itu berlensa tunggal 26 milimeter dengan bukaan f/2,2. Terdapat fokus otomatis dan lampu kilat. Kemampuan maksimalnya memproduksi foto beresolusi 16 megapiksel dan klip  video 4K alias 3.840 x 2.160 piksel. Pemfokusan berlangsung cepat dan tepat. Foto yang dihasilkan pun tergolong bagus.

Tersedia mode portrait yang siap diaktifkan untuk menghasilkan efek bokeh. Ada pula mode profesional yang mengizinkan pengguna mengubah pemfokusan, kecepatan rana, ISO, kompensasi pencahayaan, dan white balance. Kecepatan rana dapat diatur manual mulai 1/10.000 detik sampai 32 detik, sedangkan ISO mulai 25 sampai 3200.

Zenfone 4 Selfie Pro hadir dengan layar AMOLED 5,5 inci beresolusi full HD 1.920 x 1.080 piksel plus Corning Gorilla Glass. Layar itu sanggup menyajikan gambar maupun huruf dengan prima. Tajam dan cemerlang. Fitur mengetuk permukaan layar dua kali untuk mengaktifkan maupun memadamkan layar masih tersedia.

Di kanan atas layar terdapat LED notifikasi, sedangkan di bawah layar terdapat pemindai sidik jari. Tombol volume dan power berada di bagian kanan bodi ponsel. Sementara itu, di bawah bakal dijumpai konektor audio 3,5 milimeter, konektor micro USB, dan speaker.

Baki penampung kartu SIM terselip di sisi kiri ponsel. Lantaran menganut prinsip hybrid, pengguna mustahil memasangkan dua nano SIM dan satu keping kartu microSD secara bersamaan.

Anggaplah pengguna memilih meletakkan dua nano SIM. Kedua nomor dapat siaga bersamaan. Nomor yang dipakai berinternet, tak peduli berada di selot SIM1 atau SIM2, bebas berkelana dari jaringan 4G LTE, 3G, maupun 2G. Sedangkan satu nomor lainnya masih bisa menduduki jaringan 3G.

Selama menguji pakai Zenfone 4 Selfie Pro, HSW sukses berinternet via jaringan 4G LTE Telkomsel, XL, Indosat, dan Smartfren. Hal itu tak mengherankan. Pasalnya, ponsel Android 7.1.1 Nougat yang kelak bisa diperbarui ke Oreo tersebut mendukung 4G LTE di band 1, 3, 5, 7, 8, 20, dan 40.

Dengan perilaku pemakaian ala HSW, baterai tanam 3.000 mAh di ponsel itu sanggup bertahan 12-14 jam. Durasi masa aktif bakal merosot sekitar dua jam bila ponsel diajak berinternet via jaringan 4G LTE XL. Untuk proses pengisian ulang daya, Zenfone 4 Selfie Pro mendukung fast charging 2A. Ia belum memenuhi standar Qualcomm Quick Charge 2.0 dan generasi sesudahnya.

Spesifikasi lain ponsel itu, di antaranya, prosesor delapan inti (octa core) Qualcomm Snapdragon 625 MSM8953 2 GHz, Wi-Fi, bluetooth, GPS, RAM 4 GB, dan ROM 64 GB. Sisa memori internal saat ponsel baru dikeluarkan dari kardus sebesar 51,19 GB.

Bila rajin menelesuri menu ponsel, pengguna akan menjumpai fitur penyaring panggilan telepon masuk. Ada pula Twin Apps untuk mengkloning suatu aplikasi. Jadi, misalnya, menjalankan dua akun Facebook dan Instagram di Zenfone 4 Selfie Pro bukanlah hal mustahil.

Pengguna yang gemar berswafoto dan berswavideo layak mengeksplorasi aplikasi Selfie Master. Beragam pengaturan untuk mempermak wajah tersedia di sana. Selama menguji pakai kamera depan Zenfone 4 Selfie Pro, HSW sengaja tak menjajal Selfie Master dan mode beauty. Biarkanlah pipi gembul HSW terekam apa adanya. Lebih baik pipi gembul laksana bakpao daripada kepala benjol seukuran bakpao, bukan? Ha… ha… ha….

Kalau dirangkum, kelebihan di ponsel berdimensi fisik 154,02 x 74,83 x 6,85 milimeter dan berat 147 gram itu lebih banyak daripada kekurangannya. Tipis, enak digenggam, dan sangat gegas. Dibandingkan aneka ponsel dengan Snapdragon 625 yang pernah HSW uji pakai, termasuk ponsel Asus tipe lain, Zenfone 4 Selfie Pro adalah yang paling gegas. Responsif banget.

Kamera depan dan belakangnya pantas disebut bagus. Layarnya pun sedap dipandang mata. Pemindai sidik jari di sisi muka ponsel cepat dalam mengenali sidik jari, lalu mengaktifkan layar sekaligus membuka penguncinya.

Kekurangan ponsel itu, menurut HSW, DuoPixel-nya tak seindah yang dipromosikan. Absennya NFC boleh ditambahkan sebagai sisi minus.

Saat ini Zenfone 4 Selfie Pro dipasarkan dengan harga ritel Rp 4,999 juta. Ya, sama persis dengan harga ritel resmi Asus Zenfone Zoom S. Paket penjualan telah termasuk jelly case transparan. Asalkan rajin membandingkan harga, peminat pasti bisa mendapatkan ponsel itu dengan harga lebih murah hingga ratusan ribu rupiah.

Lebih baik membeli Zenfone 4 Selfie Pro atau Zenfone Zoom S? Dua ponsel itu sama-sama bagus, tetapi STP-nya berbeda. Segmentation, targeting, dan positioning-nya tidak sama.

Cara memilihnya sederhana. Kalau Anda mengutamakan performa kamera depan dan mengidamkan ponsel tipis, pilihlah Zenfone 4 Selfie Pro. Sementara itu, bila Anda menginginkan ponsel dengan kamera andal sekaligus baterai tahan lama, membeli Zenfone Zoom S merupakan langkah bijak. Sampai detik ini, setiap kali ada yang meminta rekomendasi ponsel dengan kamera bagus dan baterai tahan lama, Zenfone Zoom S masih menjadi pilihan utama HSW.

***

Inilah contoh foto yang dihasilkan kamera depan Zenfone 4 Selfie Pro. Supaya lebih ringan diakses, seluruh foto telah di-resize dan dikompresi. Tidak ada olah digital lain yang dilakukan.

Pemotretan menggunakan lensa normal. Mode portrait nonaktif.

Lensa normal. Mode portrait aktif.

Lensa sudut lebar. Mode portrait nonaktif.

Lensa sudut lebar. Mode portrait aktif.

Lensa normal. Mode portrait nonaktif. DuoPixel nonaktif.

Lensa normal. Mode portrait nonaktif. DuoPixel aktif.

Lensa normal. Mode portrait aktif. DuoPixel nonaktif.

Lensa sudut lebar. Mode portrait nonaktif. DuoPixel nonaktif.

Lensa sudut lebar. Mode portrait aktif. DuoPixel nonaktif.

Sekarang menjajal satu-satunya kamera di bagian belakang Zenfone 4 Selfie Pro.

***

Tangkapan layar Antutu Benchmark, Sensor Box for Android, dan kondisi awal RAM.

91 thoughts to “Review Asus Zenfone 4 Selfie Pro: Bukan Hanya Jualan Swafoto”

  1. Saya sangat berterima kasih kepada pak hsw yg beberapa waktu lalu telah memberikan saya saran untuk membeli Zenfone 3 ze520kl harga discount. Setelah saya pakai, overall sih kinerja ponselnya cukup memuaskan. GBU pak hsw.

  2. Menarik pengalamannya naik Grab resmi di Bandara yang armadanya dioperasikan Inkoppol.

    Tapi tempe penyet ini benar2 bikin ileran

  3. Keren reviewnya,
    Maaf mau tanya, untuk hp 3 s.d. 4 jtaan hp dengan kamera terbaik apa ya?
    Menurut Koh mana yang lebih bagus kameranya asus zenfone zoom s atau lg g5 atau asus zen 3 biasa untuk kamera utama?
    Terima kasih banyak.

    1. Pak Roni,

      Asus Zenfone Zoom S. Harga ritel resmi Rp 4,999 juta. Harga pasar di bawah itu. Masih termasuk Rp 4 jutaan kan?

      Saya tak pernah menguji pakai G5. Kalau Zenfone Zoom S vs Zenfone 3 (bukan Zen 3, biasakan tidak seenaknya menyingkat nama), lebih bagus kamera Zenfone Zoom S dong.

  4. Saya selalu menantikan review ponsel selfie diblog ini, zenfone 4 selfie pro salah satunya. Saya penasaran dgn fitur beautification & selfie masternya pak, apakah normal, sedang ataukah extreme dalam hal merubah tampilan asli wajah pengguna ?. itu brand ambassador zenfone selfie 4 pro kok mirip saya ya ehmm jangan jangan kita kembarr ??????.
    Pak herry klo boleh saya minta ijin mengambil foto botol sari asam jawa untuk saya upload di akun socmed saya…..
    Thanks .

    1. Pak Randy,

      Oh… itu bergantung pengaturannya. Kalau semua diatur maksimal, jadi ekstrem deh. Ibaratnya Om Herry berubah jadi Tante Henny.

      Silakan.

  5. Selamat malam Om Herry

    Mau tanya om, saya rencana mau beli hp baru dengan budget maksimal 7 juta.

    Pilihan saya ada 3 om, yaitu LG V20, Asus Zenfone Zoom S dan LG G5 SE.

    Menurut Om Herry yang paling baik secara keseluruhan (Kamera, Kegegasan, Baterai dan Harga) yang mana om, dan kira – kira masih bagus untuk di pakai dalam 1 – 2 tahun kedepan.

    Terima kasih

  6. Maaf oot
    1. Apakah hsw akan mereview blackberry key one?
    2. Brp bulan belakangan ink vendor gawai wiko banyak mengeluarkan gawai baru untuk pasar indonesia, apakah hsw tidak berminat untuk mereview salah satu gawai ny?
    3. Mungkin saya sendiri yg selalu menanyakan ini, kapan review nubia m5 akan diterbitkan?
    4. Ini sedikit saran atau keluhan, tahun ini menurut saya hsw lebih sering mereview gawai dari brand besar yg sama, berbeda dengan tahun lalu hsw lebih banyak mereview gawai dr berbagai brand baik brand besar n kecil di pasar indonesia
    Terimakasih

    1. Pak Jefri,

      1. Kemungkinan begitu.

      2. Kalau ada yang meminjamkannya kepada saya, saya akan review. Kalau harus beli sendiri, nggak deh. Harga jual bekasnya hancur lebur.

      3. Nubia M5? Saya tak pernah mencobanya.

      4. Sering mengulas merek kecil bikin galau, Pak. Harga jual ponsel bekasnya hancur lebur. Anggaplah beli di harga Rp 2 juta, ketika dijual cuma laku Rp 1 juta atau Rp 1 juta lebih sedikit.

  7. 1) Di paragraf 5 tertulis:

    “Satu lensa lain kamera depan memiliki spesifikasi 12 milimeter dengan bukaan lensa f/2,2. Area tangkapan lensa sudut lebar….”

    12 milimeter itu merujuk pada focal length atau Pak Herry salah ketik, seharusnya 12 Megapiksel ya, Pak?

    2) Kalau Zenfone 4 Selfie Pro ini diadu dengan Moto Z2 Play yang sudah turun harga di 4,7 jutaan, Pak Herry pilih mana kalau titik beratnya di desain dan kamera? Sebenarnya ingin saya tambah lagi Huawei Nova 2i untuk diadu dengan keduanya, tapi sepertinya belum selesai uji pakainya.

    Terima kasih sebelumnya, Pak HSW.

    1. Pak Argha Premana,

      1. Merujuk kepada panjang fokal. Kalau resolusinya kan lima megapiksel.

      2. Harga Moto Z2 Play sudah turun jadi segitu? Saya pilih Moto Z2 Play. Sebab, ada “fitur ekstra” yang memungkinkan pemindai sidik jari difungsikan sebagai tombol navigasi.

      1. 1) Oh, iya, Pak, sudah jelas sekarang. Kenapa saya bertanya begitu, itu karena sebelumnya saya berpikir DualPixel 24 MP di Zenfone 4 Selfie Pro ini dihasilkan dari jepretan dua buah kamera 12 MP yang dijahit oleh software sehingga saling mengisi piksel yang kosong. Sedangkan kalimat “Ia mampu memproduksi foto beresolusi sampai lima megapiksel….” saya tafsirkan software Asus sengaja mengompres resolusi fotonya untuk foto modus sudut lebar. Ha… ha… Sebuah pembacaan yang overdosis tafsir dari saya.

        2) Iya, Pak. Semua lini Z series-nya Moto sudah turun harga. Entah resmi dari Moto atau bagaimana. Saya dapat info dari Twitter dan Instagram. Bahkan Z Play generasi pertama berwarna putih dan bergaransi resmi sempat dijual 3,3 juta saja di Tokopedia. Stok terbatas dan sudah langsung laku semua setelah saya cek ulang. Makanya nih, bikin saya galau. Mid-range makin panas saja persaingannya.

        1. Pak Argha Permana,

          1. Oh kalau yang 12 megapiksel x 2 itu kamera depan lensa normal, Pak. Bukan kamera depan lensa sudut lebar.

          2. Setahu saya, harga Moto Z saat ini Rp 5,999 juta, sedangkan Moto Z Play Rp 3,999 juta. Moto Z2 Play saya lupa. Sepertinya Rp 4,999 juta.

          Oh, berarti harga yang sebelumnya Anda sebutkan itu harga pasar ya, bukan harga ritel resmi. Sekitar seminggu lalu saya sempat jual Moto Z dalam kondisi 100% baru dan bergaransi resmi Rp 4,5 juta lho. 🙂

    1. Pak Lulut Wijanarko,

      Walaupun sudah membeli aneka case untuk Nokia 6, saya konfirm batal menguji pakai ponsel itu. Mungkin saya akan beralih ke Nokia 5 yang lebih murah.

  8. Selamat siang Pak Herry

    Menurut bapak, Asus Zenfone 3 ZE552KL masih layak kah dibeli untuk saat ini?
    Ada kah rekomendasi hp sekelas yang kamera bagus dan daya tahan baterai lumayan oke?.

    Terima kasih.

    1. Pak Khusnan,

      Masih. Di rentang harga yang sama, dengan kriteria seperti itu, ZE552KL pilihan terbaik deh. Tidak ada rekomendasi lain.

  9. Pak Herry
    Entah ini perasaan saya saja atau memang gawai dari Lenovo sudah lama tdk muncul dsni.Apakah mereka blum meresmikan produk baru atau memang bapak ga tertarik mereviewnya??

  10. Pak Herry maaf OOT. Pak Motorola Moto Z Play sekarang harga online sudah agak terjangkau dikisaran 4 juta kebawah. Kira-kira masih layak beli gak ya. Masih bimbang mau pilih Huawei Nova 2i apa Moto Z Play. Menurut bapak lebih baik pilih yang mana?

  11. pak herry, apakah di rentang harga sama asus zenfone zoom sudah merupakan hp kamera terbaik? dibanding huawei p9/lg v20/ lg g6 juga?

    1. Pak Rudi,

      Kamera P9 sih paling bagus. Namun, konsumsi baterainya boros. Jauh banget dibandingkan Zenfone Zoom S (bukan Zenfone Zoom).

    1. Pak Djunaedi:
      * Mi A1 dijual resmi via jalur online maupun offline. Di WTC sudah banyak. Harga pasar Mi A1 sedikit lebih mahal daripada harga ritel resmi yang dipatok Rp 3,099 juta.

      * Moto G5s Plus resminya hanya dijual lewat Lazada. Namun, praktiknya di pasar offline juga bisa ditemukan. Tentu saja harganya jauh lebih mahal daripada harga ritel resmi yang Rp 2,999 juta. Harga pasar saat ini sekitar Rp 3,4 juta.

      1. Kalo xiaomi mi A1 distributor nya erajaya jadi harusnya di erafone ada. Tp di beberapa outlet erafone sering kosong. Jadi moto G5 plus harus beli online ya?

        1. Pak Djunaedi,

          Iya, sebab permintaan tak sebanding dengan pasokan. Namun, akhir-akhir ini Mi A1 sudah lebih mudah ditemukan kok.

          Moto G5 Plus tidak beredar resmi di sini.

          1. Berarti mi A1 sdh mulai ada di outlet2 ya. Saya baca di Twitter ko herry kalo lenovo P2 turun harga, kalo harganya sesuai yg diupload di Twitter apa layak beli lenovo P2?

          2. Pak Djuanaedi,

            Ya. Pasokan ke pasar offline mulai lancar.

            Tak tahu. Lha nggak pernah coba P2 Turbo.

  12. Mas, screen on time yang didapat berapa jam ya dalam pemakaian ala mas? Saran saya sih untuk kedepannya tolong sertakan screen on time nya juga di review

    1. Pak/Bu Arifah Nur,

      Tak tahu. Tidak saya perhatikan. Saya tidak peduli screen on time.

      Terima kasih atas usulannya. Namun, maaf, saya takkan merealisasikan usulan itu. Bagi saya screen on time tidak bisa dijadikan patokan. Anggaplah ada pengguna yang sering menggunakan ponsel untuk tethering. Screen on time-nya pasti akan sangat rendah. Sedangkan pengguna yang sering melihat foto, tetapi jarang berinternet, screen on time-nya bakal amat tinggi.

  13. Pak Herry, mau tanya hp range harga dibawah 2,5 juta yang bagus kualitas kameranya dan bisa memakai 2 simcard dan 1 memory card sekaligus apa pak?

  14. Permisi Bapak, saya ingin bertanya.

    Untuk saat ini, dengan budget 2.5 jt atau 2 juta kebawah, ponsel apa saja yang bapak sarankan ?
    3-4 Ponsel tidak apa apa bapak, karena biasanya jika hanya 2 ponsel, ponsel tersebut bisa jaadi sudah tidak ready stok di daerah saya.

    Teriamkasih banyak bapak, terimakasih.

    1. Pak/Bu Azzamsa,

      * Rp 2,5 juta: Xiaomi Redmi Note 4 atau Lenovo Vibe Shot.
      * Kurang dari Rp 2 juta: Xiaomi Redmi 4X atau Lenovo Vibe P1 Turbo.

  15. Halo Koh Herry,

    Saya termasuk pembaca setia blog ini. Bahkan saya meminang Xiaomi Redmi Note 4 setelah membaca review dari koh Herry.

    Kali ini saya mau minta saran koh, dengan budget maksimal Rp 3,5 juta, menurut koh Herry, saya mesti ambil apa ya? yang menurut koh herry terbaik aja deh, secara overall memuaskan berdasarkan pengalaman pemakaian Koh Herry.

    Terima kasih sebelumnya koh.

    1. Pak Hendri Prasetyo,

      Kalau boleh keluaran agak lama, Asus Zenfone 3 ZE552KL. Kalau harus keluaran baru, Xiaomi Mi A1.

  16. Pak, Samsung Galaxy note Fe layak beli gak, mau beli Samsung Galaxy note 8 tapi Dana gak mencukupi. Atau ada rekomendasi lain Pak dikisaran harga 9 jutaan

  17. Maaf om, keluar dari topik yg dibahas. Lenovo Vibe P2 Turbo kan harganya dah di bawah 3 juta. Tolong dong direview donk Om. Butuh pencerahan nih

  18. Pak Herry, maaf OOT
    Mau tanya, untuk masa sekarang, apakah masih layak membeli Xiaomi Redmi Note 4 yang 3/32? Dengan harga maks 2.2jt (setara Redmi Note 4) apakah ada rekomendasi tipe lain?
    Thanks

  19. Pak herry mohon bantuan sarannya, nama saya bu lilis. Saya ada dana maks 3,5 juta, menurut bapak hp apa yang layak untuk di beli dengan naga tersebut? Mohon rekomendasinya y pak 2 atau 3 jenis hp, agar bisa saya coba bandingkan nantinya

    1. Bu Lilis,

      Saya sebutkan mulai dari harga yang terendah ya: Motorola Moto G5s Plus, Xiaomi Mi A1, dan Asus Zenfone 3.

  20. Pak Herry, ini kah udah hampir penghujung tahun, biasanya Pak Herry bikin smartphone award/hp ter-. Mohon ditambahkan kategori phablet terbaik dong pak.. kan sudah lumayan banyak kandidatnya. Saya suka banget ponsel besar 6inch keatas 🙂 Terimakasih banyak. Sukses ponselmu!

    1. Bu Rossy,

      Terima kasih atas masukannya. Nah, soal kriteria phablet, saya mulai bingung nih. Dulu sih layar enam inci sudah bisa dianggap sebagai phablet. Dengan munculnya ponsel yang memiliki rasio layar 18:9, bentang layar enam inci lebih terasa sebagai ponsel daripada phablet lho.

  21. Oot ya Om.
    Btw hp apapun kalo yang memfoto om Herry hasilnya bagus. Saya usul Om Herry bisa buat artikel tips trik fotografi dengan Hp. Bagaimana Om??

  22. Pak HSW kapan nih Nokia 6 direview? Atau menunggu Nokia 8 ya Pak? Saya penasaran nih pengen beli tapi nunggu review Pak HSW dulu ditunggu ya Pak…

  23. pak herry, mohon bantuan rekomendasi hp dengan harga maksimal 3,2 juta namun mengutamakan baterai dan kamera. Mohon rekomendasinya ya pak, sebelumnya saya ucapkan terima kasih

    1. Pak Is,

      Hmmm… tak ada. Kalau Anda mengutamakan baterai dan kamera, anggaran perlu ditingkatkan sampai Rp 3,5 jutaan untuk mencari Asus Zenfone 3 ZE552KL.

      Kalau anggaran tak bisa ditambah, berarti kriteria baterai dicoret. Silakan membeli Xiaomi Mi A1.

    1. Pak Sumari,

      Hmmm… kalau memang perlu S-Pen alias stylus sih masih boleh dilirik. Kalau tidak perlu S-Pen, mending lupakan.

  24. Pak, mau tanya, saya butuh handphone RAM 4GB ROM 64 GB sudah NFC dan Volte, Baterei tahan lama lebih disukai, kamera tidak terlalu penting. Kira kira HP apakah itu?

  25. Terima kasih banyak untuk ulasan tentang zenfone 4 selfie pro. Kebetulan, saya berencana membeli produk ini. Makanya lagi rajin cari ulasannya. Dan menurut saya, ini yg paling bagus.
    Dan karena produk ini untuk varian warna merahnya cuma tersedia di toko online (Dinomarket dan blibli), yg saya takutkan lagi adalah soal garansinya.

        1. Pak Syamsul,

          Saya tak banyak mengenal pedagang ponsel di Makassar. Tadi saya sempat tanyakan ke sebuah toko yang saya kenal. Stok warna merah tidak tersedia. Kosong dari distributornya.

          Bagaimana kalau beli online saja, Pak?

  26. Halo Pak Herry,

    Sorry kalo OOT. Secara performa keseluruhan, lebih baik mana antara LG G5 SE dibandingkan dengan Asus Zenfone 3 ZE552KL ? Menilik harganya yang sekarang tidak jauh beda, di kisaran 3-3,5 juta an?
    Terimakasih.

    1. Pak Lucky Luke,

      Selain daya tahan baterai, G5 SE lebih bagus. Masalahnya, stok battery kit G5 SE di seluruh Indonesia telah habis. Jadi, saran saya, lebih baik membeli ZE552KL.

  27. Pak Herry,
    Maaf sebelum nya saya out of topic.
    Tolong berikan saya saran ponsel yang dibawah harga Redmi Note 4, namun yang kamera nya lebih bagus daripada Redmi Note 4. Spesifikasi nya kalau bisa yang se mirip mungkin dan kalau bisa merk Asus atau Xiaomi atau Infinix juga tak apa asal brand nya sudah bernama agak besar di Indonesia.

    Terima kasih sebelumnya Pak

    1. Pak Rayner,

      Harga di bawah Redmi Note 4, spesifikasi semirip mungkin, dan kamera lebih bagus? Jawabannya, tidak ada.

      Kalau yang spesifikasi tidak mirip, harga lebih murah, dan kamera lebih bagus, ada Infinix Zero 3.

  28. Seri Asus Zenfone ini benar-benar mantap.. tapi mengapa Asus menghilangkan NFC ya? Padahal di Zenfone 2 ZE551ML ada.. butuh buat cek kartu flazz

  29. Ketika HSW sedang berswafoto, berkali-kali orang lain di sekitar melihat dengan ekspresi agak aneh. Kemudian dia berbisik-bisik kepada temannya. Mungkin dia berkata, “Om om itu centil ya. Sudah gendut, nggak fotogenik, eh… selfie berkali-kali.” Cuek deh. Demi review!

    Saya mengapresiasi yang ini Pak, demi pembaca setia blognya. Semoga segera keluar rekapan akhir tahun (dimajukan dari biasanya), mana saja yang paling bernilai untuk dibeli di berbagai rentangan harga karena menjelang akhir tahun kan bakalan banyak diskonan. Tetap dijaga kualitas reviewnya (semoga tidak banyak “titipan” dari vendor sehingga tetap independen) dan kuantitasnya diperbanyak tanpa mengurangi kualitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *