Review Asus Zenfone 5 ZE620KL: Pasca-Poco Masihkah Layak Beli?

Kehadiran Pocophone F1 sukses menarik perhatian banyak pihak. Produsen dan distributor ponsel terperangah karena harganya relatif sangat murah. Joki dan spekulan flash sale terkejut karena ponsel dengan Snapdragon 845 itu ternyata kurang gaib. Pasukan Tentara Langit kali ini mungkin gagal mendapatkan banyak penghasilan tambahan.

Namun, bukan berarti pergerakan F1 di pasar mulus tanpa hambatan. Ditemukannya kutu (bug) di kamera dan problem layar langsung jadi viral. Untunglah respons Xiaomi sangat cepat. Tak kalah trengginas dibandingkan Samsung, ketika kata “kontrol” di salah satu menu Galaxy S4 dulu tertulis kurang satu huruf.

Hal yang tidak bisa dimungkiri, relatif lancarnya pasokan F1 telah mengganggu penjualan ponsel merek dan tipe tertentu. Salah satunya, Asus Zenfone 5 ZE620KL. “Sejak Pocophone keluar, tidak ada lagi konsumen yang menanyakan Zenfone 5,” kata beberapa pemilik toko ponsel di WTC dan Plasa Marina Surabaya.

Diluncurkan pada pertengahan Mei lalu, Zenfone 5 dibekali layar super IPS+ 6,2 inci beresolusi full HD+ 2.246 x 1.080 piksel. Layar berponi itu memiliki rasio 19:9. Permukaan layar dan sisi belakang ponsel memanfaatkan Corning Gorilla Glass. Ketika dipandang maupun digenggam, kesan mewah terpancar kuat dari Zenfone 5.

Untuk membuka layar yang terkunci, selain cara konvensional, pengguna bisa memanfaatkan sensor sidik jari di sisi belakang ponsel. Tersedia pula face unlock. Ehmm… adakah usulan terjemahan kata yang paling tepat untuk face unlock? Maksimal dua kata. Pembuka wajah terasa kurang tepat. Sebab, yang dibuka bukan wajah, melainkan layar yang terkunci.

Di sisi kiri bodi Zenfone 5 terdapat selot kartu yang siap menampung dua kartu nano SIM. Salah satunya bisa diganti dengan kartu microSD. Tombol volume dan power berada di kanan bodi. Sedangkan konektor audio 3,5 milimeter, USB tipe C, dan speaker terletak di sisi bawah ponsel.

Anggaplah pengguna memasangkan dua nano SIM. Sepasang nomor itu dapat siaga bersamaan. Berada di jaringan 4G LTE secara simultan pun bukan hal yang mustahil.

Mengacu kepada uji pakai yang dilakukan penulis alias HSW, Zenfone 5 terbukti kompatibel dengan layanan 4G LTE Telkomsel, Indosat, XL, Tri, dan Smartfren. Di atas kertas, ia seharusnya juga bisa dipadukan dengan 4G LTE Axis dan Bolt. Sayang ponsel berdimensi fisik 153 x 75,65 x 7,7 milimeter dan berat 165 gram itu belum mendukung native VoLTE Smartfren.

Prosesor delapan inti Qualcomm Snapdragon 636 1,8 GHz, Wi-Fi, bluetooth, GPS, NFC, RAM 4 GB, dan ROM 64 GB merupakan sebagian spesifikasi Zenfone 5. Saat kali pertama diaktifkan, ruang kosong di memori internal ponsel mencapai 52,22 GB.

Fitur mengetuk layar dua kali untuk memadamkan atau mengaktifkan layar tetap dapat dijumpai di Zenfone 5. Ada pula twin apps yang memungkinkan pengguna mengaktifkan masing-masing dua akun Twitter, WhatsApp, dan YouTube di satu unit ponsel.

Kamera di sisi belakang ponsel Android 8.0 Oreo itu berlensa ganda. Lensa normalnya sanggup menghasilkan foto beresolusi 12 megapiksel dan klip video 4K. Sedangkan lensa sudut lebarnya siap memproduksi foto delapan megapiksel dan klip video 2.160 x 1.080 piksel. Efek bokeh dan mode profesional tersedia di kamera dengan fokus otomatis dan lampu kilat tersebut. Aneka parameter pemotretan bisa diatur manual. Misalnya, kecepatan rana dapat diubah menjadi ekstracepat 1/10.000 detik atau superlambat 32 detik.

Saatnya membicarakan kamera depan. Ia mampu menghasilkan foto beresolusi maksimal delapan megapiksel. Kalau difungsikan sebagai perekam video, klip video beresolusi 2.160 x 1.080 piksel atau sedikit lebih besar daripada full HD 1.920 x 1.080 piksel siap disodorkannya. Tidak tersedia lampu kilat fisik di kamera depan Zenfone 5. Namun, bila diperlukan, layar ponsel dapat difungsikan sebagai “lampu kilat” darurat.

Sumber daya ponsel berasal dari baterai tanam berkapasitas 3.300 mAh. Dengan perilaku pemakaian ala HSW, baterai itu rata-rata sanggup bertahan 14 jam sebelum perlu dihubungkan dengan charger.

Bila dirangkum, Zenfone 5 adalah sebuah ponsel dengan tampilan fisik yang terlihat mewah dan elegan. Layarnya pantas dipuji karena tajam dan sedap dipandang mata. Kendati diminta menjalankan beragam aplikasi, lalu berpindah dari aplikasi satu ke aplikasi lain, ia tetap terasa gegas. Tampaknya kata lemot tidak ada di “kamus bahasa” Zenfone 5.

Performa lensa normal di kamera utama Zenfone 5 sangat layak diberi predikat bagus. Sebaliknya, lensa sudut lebarnya yang setara dengan lensa 12 milimeter di kamera konvensional, harus diakui lumayan buruk. Saran HSW, gunakan lensa sudut lebar itu hanya di luar ruangan dengan pencahayaan memadai. Misalnya, memotret pemandangan alam. Foto yang dihasilkan akan terlihat cukup mengesankan.

Fitur kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI) di kamera Zenfone 5 cukup cepat mengenali objek yang dibidik. Sayang tidak tersedia pilihan untuk menonaktifkan fitur tersebut. Padahal, kadang ada sebagian pengguna yang lebih suka memotret tanpa AI.

Saat ini harga ritel resmi Zenfone 5 dipatok Rp4,499 juta. Angka itu berarti sama dengan harga Pocophone F1 varian RAM 6 GB dan ROM 64 GB. F1 memanfaatkan prosesor Snapdragon 845 yang kelasnya lebih tinggi daripada Snapdragon 636. Kapasitas baterai F1 juga lebih besar, 4.000 mAh vs 3.300 mAh.

Apakah Zenfone 5 masih layak dibeli pasca-kehadiran F1? Masih! Pengguna yang mengutamakan tampilan fisik, kombinasi performa layar-audio-kamera, dan ketersediaan NFC lebih cocok membeli Zenfone 5 daripada F1. Sedangkan pengguna yang mementingkan daya tahan baterai (dan sepertinya gemar bermain game) lebih disarankan meminang F1.

Satu pekerjaan berat yang harus dibereskan Asus Indonesia, kalau tak ingin Zenfone 5 terbenam, adalah menekan lonjakan harga pasar. Sama-sama memiliki harga ritel resmi Rp4,499 juta, realitanya harga Zenfone 5 lebih tinggi ketimbang F1 varian 6/64. Harga pasar Zenfone 5 kini minimal menembus Rp4,7 juta. Penjual yang mematok harga Rp5 juta pun mudah ditemukan. Sementara itu, harga pasar F1 tak lebih dari Rp4,7 juta.

Ayo Asus, jangan makan mie terus! Ingat, yang terganggu Pocophone F1 bukan hanya Asus Zenfone 5. Kalau tak segera bertindak, Asus Zenfone 5Z juga berpotensi layu sebelum berkembang.

***

Berikut contoh foto yang dihasilkan kamera Zenfone 5.

Satu contoh perbedaan area tangkapan lensa normal dengan lensa sudut lebar.

Kini mencoba kamera depan.

***

Tangkapan layar Antutu Benchmark, Sensor Box for Android, kondisi awal RAM, dan versi firmware yang digunakan dalam uji pakai.

90 thoughts to “Review Asus Zenfone 5 ZE620KL: Pasca-Poco Masihkah Layak Beli?”

    1. Om herry saya menacari di kolom kategori tp tak terlihat tulisan “honor” padahal saya penasaran tentang review anda tentang honor. Kenapa om di tiadakan?

      1. Pak Dudung Wirabrata,

        Ketika Honor konfirm akan beredar resmi di sini dengan membawa tiga tipe ponsel (Honor 9 Lite, View 10, dan 7x), saya langsung memutuskan bakal me-review View 10. Aksesori ponsel langsung saya beli untuk persiapan. Ternyata, nasib penjualan ponsel itu tak jelas. Jadwal molor berbulan-bulan. Gugur deh.

        Saya lalu beralih ke Honor 9 Lite. Kinerjanya ternyata sangat mengecewakan. Saya hanya tahan memakainya beberapa hari, kemudian saya jual. Batal review.

        Masih tentang Honor, silakan baca kultwit berikut https://twitter.com/herrysw/status/1027820725241929728

  1. Ulasan yang bagus pak, saya sebagai pengguna sejak bulan Juni juga merasa hal yang kurang lebih sama seperti yang bapak tuliskan. Satu catatan kecil saja pak, Snapdragon 636 yang digunakan disini menurut saya sedikit lebih bertenaga daripada yang ada di Asus Zenfone Max Pro M1, belum lagi kalau diperlukan mode AI Boost cukup membantu performa ponsel. Menurut saya kalau tidak perlu processing power yang terlalu besar dan juga ingin ponsel yang segala bisa ya ponsel ini masih sangat layak. Oh ya pak, mungkin untuk face unlock menurut saya bisa digantikan dengan pemindai wajah karena fungsinya yang memindai wajah untuk membuka kunci layar, selain itu saya temui di beberapa merek ponsel, mereka menyebutnya seperti itu dalam bahasa Indonesia, atau mungkin kalau boleh berkelakar, bisa dirundingkan dengan pak Ivan Lanin hahahaha. Sekian pak mohon maaf kalau terlalu panjang. Terima kasih dan selamat malam

  2. face unlock: pemindai wajah
    om.. menurut opini om herry redmi note 5 varian 3/32 yang sekarang harganya cuman 2.2 di gardencell apakah ga undeprice banget om.. eh lha kok muncul redmi 6 varian 3/32 harga 1.999 jadinya berasa ampas banget.. layar kecil, batere kecil, prosesor yang yaa begitulah, bodinya plastik, kamera depan cuman 5mp
    dipasaran juga ada vivo y81 3/16 dengan bodi yang lebih cakep harga juga cuman 1.8an
    oppo a3s 2/16 dengan batere gede, dual camera dan snapdragon 450 harga 1.8an
    xiaomi pengen marketsharenya turun lagi nih?

    1. Pak Iskandar Zulkarnaen,

      * Terima kasih atas masukannya. Iya, pemindai wajah terasa pas.
      * Underprice kan malahan bagus buat kita sebagai konsumen. Underprice takkan menurunkan market share deh.

  3. Kalau boleh tau fitur mengetuk layar untuk memadamkan layar ada disebelah mana ya, saya cari ga ketemu..

    Saya search ‘tap’, muncul bacaan ‘tap to wake’ hanya diarahkan ke setting display, dicari2 ga ketemu..

    Saya search ‘sleep’, hanya muncul waktu layar untuk padam aja

  4. Sudut lebarnya bagus juga, tanpa vignetting..

    Saya pribadi lebih suka yg beda sudut seperti ini, baik lebar maupun telefoto, ataupun monokrom; daripada yg sekedar bokeh.

    Perbandingan kamera & baterainya pak, apakah ada yg lebih baik dgn harga dibawahnya?

  5. Pak Herry SW, kualitas kamera Zenfone 5 apakah setara dg zenfone zoom S atau lebih baik? Karena saya baca artikel diatas jika kamera Zenfone 5 lebih baik daripada Pocophone F1. Setau saya mereka pake sensor kamera yg sama IMX363 kenapa bisa beda hasil kualitas fotonya? Terima kasih

    1. Pak Roy Agustinus,

      Lebih baik. Sensor hanya salah satu faktor yang menentukan. Lensa yang digunakan dan optimasi firmware juga menentukan.

  6. Om mau tny
    Buat hp baterai tanam kalo nge lag bagaimana ya? Klo baterai biasa kan dicopot,lha kalo yang tidak bisa dicopot bagaimana? Trims buat jalur khusus redmi 6a

    1. Pak Erwin,

      Maksudnya bila ponsel hang ya? Di ponsel dengan baterai tanam selalu ada kombinasi tombol untuk memaksa ponsel padam. Sama fungsinya dengan melepaskan baterai.

    1. Pak Gaia,

      Saya kok belum sreg dengan seri A. A yang diikuti angka rendah kurang nendang. Sedangkan A yang diikuti angka besar harganya keterlaluan.

      Seri S dan Note yang dulu selalu saya rekomendasikan pun mulai saya pikir-pikir lagi kok. Semuanya bermula dari pengalaman pribadi membeli Samsung Galaxy S9+. Baru dipakai sehari, sensor sidik jarinya sudah bermasalah.

  7. Maaf Pak Herry OOT Nokia 6.1 Plus diulas ya? Mau pre order tapi nunggu review Pak Herry dulu biar tahu plus minusnya karena ada beberapa yang spesifikasinya mirip2

  8. Yth. Pak Herry
    Gimana dengan ketahanan baterai Asus Zenfone 5, apakah tergolong boros?
    Dan dibandingkan dengan layar Samsung galaxy a6 plus yg sudah super amoled, kejernihan layarnya bagusan mana?
    Terima kasih

    1. Pak Pramu,

      Dengan memperhatikan kapasitas baterainya, tidak tergolong boros.

      Tak tahu. Saya tidak pernah dan tak berminat mencoba Galaxy A6+.

  9. Pak Herry, saya ada rencana mengganti hp ortu saya yang moto e3 power dengan hp baru selain merk Asus, Moto, dan Xiaomi.
    Budget mentog di 2.5
    Prioritas kamera seperti moto e3 power (menurut saya bagus hasilnya, jernih).
    Keluaran tahun kemarin tidak apa2 (antara Januari 2017 sampai sekarang).
    Ada rekomendasi hp apa pak?
    Terimakasih.

    1. Bu Anna,

      Hmmm… tidak mau Asus, Motorola, dan Xiaomi, berarti ketemunya dengan Samsung atau Nokia. Samsung di harga segitu nggak ada yang bagus deh. Nokia ada Nokia 6, tetapi saya belum pernah mengujipakainya.

  10. 1. utk sektor low light, lebih baik mana dengan redmi note 5 ?
    2. mode manual di zenfone 5 ini bisa mengatur apa saja?
    3. lebih layak beli mana ketimbang redmi note 5? (dilihat dr performa kamera saja)

    1. Pak Reza,

      1. Agak berimbang.
      2. Pemfokusan, kecepatan rana, ISO, kompensasi pencahayaan, dan white balance.
      3. Zenfone 5.

  11. Setuju Pak Herry.
    Zenfone 5 lebih cocok untuk orang yang ingin ponsel terjangkau namun sudah paket komplit. Jangan lupakan stereo speaker di Zenfone 5.

    Sedangkan Pocophone F1 cocok untuk orang yang mementikan tenaga penuh dan tidak memerdulikan hal yang lainnya.

    Saya tertarik Zenfone 5 yang kemarin dilego oleh Pak Herry. Sayang saya tidak bisa mengambil barangnya karena tidak berada di dua kota tersebut.

    Semoga Asus segera mengatasi masalah ini. Seperti Maxpro M1 yang sekarang sudah banjir dimana-mana.

  12. Dear Pak Hery,

    Pada lensa sudut lebar, apakah kamera bisa manual mode? Pada manual mode, apakah HDR bisa diaktifkan juga?

    Terima kasih

  13. hai koh herry. untuk yang suka perpaduan layar sound dan kamera lebih disarankan memilih zenfone 5 ketimbang pocco f1, apakah artinya di ketiga sektor itu zenfone 5 lebih unggul? khisisnya di bagian kamera, apakah perbedaannya cukup jauh?
    terimakasih

  14. Terimakasih pak HSW buat reviewnya..

    Ada yang hendak saya tanyakan :
    1. Menurut bapak berdasarkan pengalaman bapak di dunia per-ponsel-an, apakah harga Asus ZF5 ini bakal disesuaikan (baca:diturunkan) agar bisa lebih bersaing dengan Pocophone ?
    2. Kualitas video belum dibahas. Bagaimana menurut bapak, baguskah ? Apakah ada OIS ? Bagaimana kualitas perekaman suaranya?
    3. Dibandingkan dengan Xiaomi Mi 8 SE, menurut bapak mending mana ?

    Thanks in advance.

    1. Pak Vinvanid,

      1. ZF5 itu benda apa ya, Pak?

      2. Bagus. Ada OIS. Suara biasa saja.

      3. Mi8 SE tanpa garansi resmi. Saya tidak mau mengomentari barang BM.

  15. Koh Herry, saya hanya ingin minta masukan saja. Menurut koh Herry, gawai yang bagus dengan budget 2.5-2.7 juta apa saja? Terimakasih sebelumya.

  16. pak herry ada saran kah, hp apa yg kameranya bagus, baterai irit, rasio layar minimal 18:9, dan layarnya nggak rounded corners? plus fitur AI pada kamera (kalau ada) bisa dimatikan, karena saya nggak suka AI.
    matur nuwun…

      1. hahaha… satu pemikiran sama saya. ya sudahlah, rounded corner biarlah apa adanya karena memang tak ada yang sempurna.
        saya akui redmi note 5 ini bagus banget. di situs resminya xiaomi menyebutnya redmi tercanggih kami saat ini. karena tulisan pak herry sw pula akhirnya saya batal melamar zenfone zoom s, atau zenfone 5, dan lebih memilih melamar redmi note 5 ini. padahal sejak mula saya penggemar asus zenfone. sukses terus pak herry..

    1. Pak Ignatius,

      Gino Feruci Kebonjati Bandung. Sekitar Rp400 ribu. Karpet kamar terlihat usang. Makan pagi kurang oke. Selain dua hal itu, baik-baik saja.

  17. kalo fitur dual app ada gak ya pak di Asus Zenfone 5 ZE620KL.?
    gimana dengan Asus Zenfone 5z ZS620KL hasil foto nya pak bagus mana pak.?
    saya orangnya jarang gonta ganti hp (suka nya foto2 & main game2 ringan aja sekedar nya saja), untuk pemakaian dari sekarang sampai 4 atau 5 tahun kedepan apa masih layak pak atau sekalian ambil Asus Zenfone 5z ZS620KL ya.?
    ma’af kalo ada bahasa saya yg kurang dimengerti (mohon maklum 🙂 ). terimakasih.

    1. Bu Zahra Irawati,

      * Ada. Namanya, twin apps. Saya bahas di naskah kok.
      * Tak tahu. Saya belum pernah mencoba Zenfone 5Z.
      * Tak tahu. Lha belum pernah coba.

  18. Halo Om Herry, saya ingin bertanya, sebenarnya perlukah untuk selalu meng-update versi firmware ponsel sesuai dengan yang terbaru yang dikeluarkan oleh vendor? Bila dengan versi firmware yang sekarang digunakan tidak ada masalah, apakah tidak apa-apa untuk tetap bertahan pada versi firmware tersebut dan tidak perlu melakukan update? Terimakasih sebelumnya Om, sukses selalu.

    1. Pak Cedric,

      Pembaruan firmware biasanya menyembuhkan kutu (bug) di firmware terdahulu dan meningkatkan stabilitas ponsel. Kalau Anda merasa firmware lama sudah bagus, boleh-boleh saja tidak melakukan pembaruan.

  19. Dear Ko HSW

    mau carikan HP buat adek, rekomendasi HP dana di 2,5jt apa y? kebutuhan baterai awet, kamera dan gegas.

    terima kasih

  20. Ada rencana untuk review zenfone 5Q / zenfone lite pak? Saya amati seperti juga 5Z barangnya juga masih langka atau istilah anak sekarang ghoib….:-) Buat saya 5Q lebih menarik karena sim slot-nya bukan hybrid.

  21. siang koh, dari segi kamera bila diadu dengan LG V20 bagus mana ? Karena kamera yg kedua zenfone 5 juga bisa sudut lebar seperti LG V20 , Apakah kamera kedua LG V20 yg wide lebih baik daripada kamera wide nya zenfone 5 ? Trims

  22. Sorry out of topic,
    Denger² harga Xiaom Redmi Note 5 turun yah pak? Itu kira² yang garansi resmi atau tidak? Trus harganya sekarang berapa pak?
    Terimaksih.

  23. 1. Untuk kualitas kamera mana yg lbh bagus asus zenfone 5 atau asus zenfone 5z ?
    2. Apakah samsung note 9 akan HSW review?
    3. Apakah poco phone sudah support quick charge bervoltase tinggi, seperti quick charge 3.0 ?
    Terimakasih

    1. Pak Jefri,

      1. Tak tahu. Saya belum pernah mencoba Zenfone 5Z.
      2. Tidak, kecuali Samsung Electronics Indonesia menawarkan pinjaman.
      3. Sudah.

  24. Apakah pak HSW ada kontrak promosi berbayar dengan Xiaomi? Khususnya di produk Xiaomi yang masih hangat peluncurannya. Dugaan saya ini muncul karena kultwit pak HSW di Twitter lebih persuasif dari biasanya.

  25. Pak HSW, saya tertarik dengan zenfone 5 ini tapi sepertinya kok tidak banyak dibahas dan diiklankan. Apakah stoknya tersedia di WTC atau Marina? Kemudian, menurut bapak gmn perbandingan ZenUI dengan interface punya Samsung? Selama ini saya terbiasa dengan Samsung, takutnya kecewa dengan ZenUI.
    Terima kasih pak 🙂

  26. Pak Herry, setelah saya baca ‘Review Infinix Zero 5: Bisa Diandalkan, Sayang Nakal’ disana pak Herry membatasi sampai 26 September.

    Nah jika saya belinya bulan depan, pilihan beli hp selain Nokia 6 ya Infinix ya pak?

    Kalau Lenovo bagaimana?

    Saya mencarinya yang hasil foto mendekati atau lebih bagus dari moto e3 power, yang hargany mentog 2.5 serta merk diluar Xiaomi, Moto dan Asus. Suwun.

    1. Bu Anna,

      Infinix Zero 5 untuk saat ini sudah tidak menarik lagi. Xiaomi Redmi Note 5 lebih menarik.

      Wah… kalau anggaran Anda segitu, kriterianya begitu, tetapi tak mau Xiaomi dan Asus ya susah deh. Harga segitu kalau dibelikan ponsel Samsung pasti dapat barang jelek. Lenovo dan Motorola di Indonesia sudah setengah angkat kaki. Jadi, saya tak merekomendasikannya lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *