Review Asus Zenfone Max Plus M1: Mulai Akhir Bulan Ini Sulit Bersaing

Asus Zenfone Max Plus M1 diluncurkan resmi di Indonesia pada 1 Maret 2018. Beberapa hari kemudian, ketika sedang berada di Kota Gudeg, penulis alias HSW meminang ponsel itu. Uji pakai pun segera dimulai.

Mencermati riuh rendah persaingan terkini perponselan, HSW yakin ponsel pertama Asus dengan layar full view 18:9 itu segera sulit bersaing. Alasannya akan Anda ketahui usai membaca ulasan ini sampai tuntas.

Zenfone Max Plus M1 alias ZB570TL dibekali layar 5,7 beresolusi HD+ 1.440 x 720 piksel. Karena mengadopsi layar dengan rasio 18:9, dimensi fisiknya jauh dari kata bongsor. Ini ukurannya: 152,6 x 73 x 8,8 milimeter dan berat 160 gram. Setara dengan ponsel pintar yang memanfaatkan layar 5,2 inci berasio 16:9.

Di sisi atas ponsel terdapat konektor audio 3,5 milimeter untuk menancapkan handsfree berkabel. Tombol volume dan power terletak di kanan bodi. Sementara itu, speaker dan konektor micro USB tersedia di bagian bawah ponsel.

Selot berisi satu baki kartu akan dijumpai di sisi kiri ponsel. Dua nano SIM dan satu keping kartu microSD dapat diletakkan bersamaan. Sepasang nomor bakal simultan siaga. Nomor yang digunakan berinternet bisa masuk ke jaringan 4G LTE, sedangkan satu nomor lainnya masih dapat menduduki jaringan 3G.

Dengan mengacu kepada percobaan yang dilakukan HSW, Zenfone Max Plus kompatibel dengan layanan 4G LTE Telkomsel, Indosat, XL, Tri, dan Smartfren. Kemampuan native VoLTE Smartfren menjadi nilai tambah ponsel

Saatnya membicarakan kamera. Kamera di sisi belakang Zenfone Max Plus berlensa ganda. Satu lensa normal beresolusi 16 megapiksel, satu lagi lensa sudut lebar 120 derajat beresolusi delapan megapiksel. Kalau difungsikan sebagai perekam video, kamera itu sanggup menghasilkan klip video beresolusi maksimal full HD 1080p.

Kamera dengan fokus otomatis dan lampu kilat tersebut memiliki pilihan mode profesional. Berbekal mode itu, pengguna bisa mengubah pemfokusan, kecepatan rana (shutter speed), ISO, kompensasi pencahayaan, dan white balance secara manual. Misalnya, kecepatan rana diubah menjadi minimal 1/1.000 detik dan maksimal sepuluh detik. Sedangkan ISO-nya mulai 100 sampai 1600.

Beralih ke kamera depan. Kamera untuk berswafoto itu mampu memproduksi foto beresolusi maksimal 16 megapiksel dan klip video full HD 1080p. Kala berswafoto di lokasi yang temaram, pengguna bisa memanfaatkan cahaya layar sebagai lampu kilat darurat. Baik kamera belakang maupun kamera depan Zenfone Max Plus dapat menghasilkan efek bokeh.

Ponsel bersistem operasi Android 7.0 Nougat itu memakai prosesor delapan inti (octa core) MediaTek MT6750T yang terdiri atas empat inti berkecepatan 1,5 GHz dan empat inti 1 GHz. Spesifikasi lainnya, Wi-Fi, bluetooth, GPS, pemindai sidik jari, twin apps, RAM 4 GB, dan ROM 64 GB. Ketika ponsel baru dikeluarkan dari kardus, sisa memori internal tercatat 50,93 GB. Untuk memadamkan dan mengaktifkan layar, pengguna cukup mengetukkan jari dua kali di permukaan layar.

Sekarang saatnya membicarakan performa. Terus terang kinerja nyata Zenfone Max Plus cukup mengejutkan. Pemindai sidik jarinya terbilang kurang gegas. Sejak ujung jari disentuhkan sampai layar ponsel terbuka, sangat terasa ada jeda sepersekian detik.

Kameranya pun tak layak diberi acungan jempol. Foto yang dihasilkan kamera utama sebenarnya lumayan tajam, tetapi cenderung pucat dan kurang terang. Sedangkan foto yang diproduksi kamera depan biasanya terang. Namun, seringkali terlihat kurang tajam. Terlalu soft.

Seperti yang lazim berlaku di ponsel Asus seri Zenfone Max, daya tahan baterai menjadi nilai jual utama. Masalahnya, dalam pemakaian sehari-hari ala HSW, baterai tanam 4.130 mAh di Zenfone Max Plus ternyata cuma sanggup bertahan 14-16 jam. Lumayan jauh di bawah perkiraan awal yang diduga minimal bisa menembus 20-an jam.

Sekarang harga ritel resmi Zenfone Max Plus dipatok Rp2,799 juta. Dengan memperhatikan performa umum dan riuh rendah industri perponselan, HSW meyakini mulai akhir bulan ini Zenfone Max Plus akan sulit bersaing. Selain kinerjanya tak gemilang, muncul ponsel Asus dan Xiaomi yang lebih menggiurkan. Spesifikasi umum lebih tinggi, tetapi harganya relatif sama, bahkan ada varian yang lebih murah. Contohnya, Asus Zenfone Max Pro M1 dan Xiaomi Redmi Note 5 yang bisa dibeli mulai 25 April mendatang.

Saran HSW untuk pemilik toko, segera habiskan stok Zenfone Max Plus. Kalau perlu lakukan cut loss daripada unit tersisa menjadi barang mati. Sedangkan bagi Anda yang berencana membeli ponsel baru, tunda dulu pembelian sampai minggu depan.

***

Inilah contoh hasil jepretan kamera Zenfone Max Plus M1.

Saatnya membandingkan hasil jepretan lensa normal dengan lensa sudut lebar.

Foto berikut dijepret menggunakan lensa normal.

Sedangkan foto ini dihasilkan oleh lensa sudut lebar.

Lensa normal lagi.

Lensa sudut lebar lagi.

Kini menjajal kamera depan.

***

Tangkapan layar Antutu Benchmark, Sensor Box for Android, dan kondisi awal RAM.

59 thoughts to “Review Asus Zenfone Max Plus M1: Mulai Akhir Bulan Ini Sulit Bersaing”

  1. Untung Ko Herry posting artikel ini. Saya nyaris beli ponsel ini je. Kalau nunggu sampai 25 Spril, beli asusnya yang baru atau xiaomi redmi note 5? Atau ada saran lain direntang harga 2.7 jt ssmpai 3.5 jt ?

    1. Pak Gondo,

      Saya sih condong ke Redmi Note 5 karena memadukan kamera bagus dan baterai tahan lama. Kalau Anda hanya mengutamakan baterai tahan lama, Zenfone Max Pro boleh dilirik. Namun, realita daya tahan baterainya tidak berbeda jauh dengan Redmi Note 5 ya.

  2. Asus itu ngapain mereka bikin hape dengan harga dan spek mirip2? Strategi baru mereka kah untuk menggempur xiaomi?

    1. Pak Amaris,

      Entahlah. Zenfone Max Plus sepertinya difungsikan sekadar sebagai pengisi kekosongan.

  3. Ponsel yg “biasa saja” dengan harga kurang bersaing dan kebetulan berperang melawan saudaranya sendiri si Max Pro M1.
    Apa bisa dibilang hp ini dikeluarkan pada waktu yg tidak tepat ko?

  4. Koh herry, jika dana tersedia 3-4 jutaan, hp apa yg pantas di rekomendasikan utk kamera bagus dan batre tahan lama? Saya kok ragu ragu ya mau beli Asus Zenfone Zoom S….

  5. Dari tulisan pak Herry saya menyimpulkan: Asus ZenFone 4 Max ZC554KL masih lebih bagus daripada Asus Zenfone Max Plus M1 ZB570TL ini.
    Betul?

  6. Walaupun baterainya gede, tapi ternyata boros juga ya om Herry… mungkin karena pakai chipset MediaTek lawas yang boros.

    Oh ya om, kalau menurut om Herry, Xiaomi Redmi Note 5 yang barusan meluncur itu layak beli atau tidak? Bagaimana kalau dibandingkan dengan Nokia 7 plus? Apakah Xiaomi Redmi Note 5 setara dengan Nokia 7 plus? Terimakasih, semoga sukses selalu om.

    1. Pak Yohanes,

      Redmi Note 5 sangat layak dibeli.

      Tak tahu. Lha saya belum pernah mencoba Nokia 7 Plus.

  7. OTT.. Pak Herry, mohon pencerahan untuk paket data internet yg murah tapi stabil operator apa yah ? Sy hanya pakai buat cctv… trims

  8. Foto ponsel di bagian paling atas bagus deh, dijepret pakai … …?

    Pakai kamera Sony NEX-3 kah? Atau Huawei Mate 10?

    Sekalian mau minta saran dari Pak Herry, saya lagi mencari ponsel untuk menelepon dan sms saja, maunya yg memiliki daya baterai yg besar. Saat ini saya masih pakai Nokia jadul tapi baterainya cuma tahan selama 3 hari.
    Ada saran tidak Pak?

    Thanks

    1. Pak Ruslan,

      Saya sudah lupa memotretnya pakai apa.

      Beli Nokia 105 saja, Pak. Walaupun baterainya hanya 800 mAh tetapi bisa bertahan lebih dari tiga hari.

  9. Harganya oveprice koh. Gak sebanding dengan user experience nya. Apalagi yg versi pro sdh resmi diumumkan dengan harga lbh murah. Yg ini bisa2 gak laku…..?

  10. Selamat malam koh, tanya dong, kalau untuk Asus Zenfone Max Pro (M1) vs Xiaomi Redmi Note 5 yv notabene sama-sama pakai Snapdragon 636, mana yang lebih koko rekomendasikan?

    1. Pak Egy,

      Mohon maaf atas keterlambatan jawaban.

      Saya lebih condong ke Redmi Note 5. Sebab, selain kameranya lebih mantap, baterainya pun awet. Cuma kalah tipis (2-3 jam) dengan Zenfone Max Pro. Untuk pemakaian sehari penuh masih bisa kok.

  11. Dari awal ketika perilisan zenfone max plus ini pun, saya cukup kaget dengan spesifikasi tersebut Asus pede yg terbilang cukup tinggi. Seandainya processor yg dipakai snapdragon 435 atau 450, mungkin masih bisa diterima dengan harga tersebut… karena saya ingat seri-seri zenfone max sebelumnya sudah menggunakan snapdragon di rentang harga yg sama.

    Selain itu gak sampai 2 bulan setelahnya, tepatnya hari ini pihak Asus sudah mengumumkan seri zenfone max terbaru yaitu zenfone max pro m1 yg spesifikasinya lebih tinggi dibanding yg versi max plus. Namun yg mengejutkan adalah harga yg ditawarkan justru lebih murah dari zenfone max plus m1. Tadinya saya pikir dengan bocoran hardware yg sudah diumumkan beberapa hari belakangan, saya mengira harganya ada direntang harga 3 s/d 4 juta, tapi perkiraan itu meleset jauh. Sampai detik ini saya masih cukup bingung, karena pertama kalinya semenjak zenfone 3… asus berani “merusak harga pasar” dengan seri zenfone max yg secara spesifikasinya sebenarnya ada dilevel kelas menengah dengan seabrek fitur.

    Saya mau menanyakan pendapat pak herry terkait hal ini
    1. Menurut Pak Herry, bagaimana nasib asus zenfone max plus setelah kehadiran penerusnya ini? Apa akan berhenti produksinya atau di diskon besar-besaran? Kalau pun pangkas harganya, menurut saya pribadi dijual dibawah 2 juta lebih realistis
    2. Menurut Pak herry, apa pertimbangan asus bisa memberikan harga “segila” ini untuk jajaran seri zenfone max pro m1 ini? Apa semata-mata untuk bersaing dengan hape xiaomi note 5 atau ada alasan lain?

    1. Pak Joko,

      Mohon maaf atas keterlambatan jawaban.

      1. Berhenti diproduksi dan tinggal menghabiskan sisa stok. Kemungkinan besar takkan ada diskon besar-besaran.

      2. Mereka tampaknya sangat bernafsu mengembalikan popularitasnya di Indonesia. Ya, termasuk mengalahkan Xiaomi.

  12. Selamat pagi Om Herry,

    Apakah Om berencana mengulas Zenfone 5Q, atau pesaing utamanya vivo V9, dan OPPO F7? Karena Zenfone 5Q ini dari lembaran spesifikasi menantang beberapa ponsel sekaligus, bahkan selain dua ponsel swafoto tersebut juga Asus menantang Galaxy J / A yang berentang harga 3-4 jutaan (karena sama sama ber NFC) dan Huawei Nova 2i.

    Terima kasih.

    1. Pak Ega_32,

      Mohon maaf atas keterlambatan jawaban.

      Tidak. Usai Zenfone Max Pro saya akan langsung lompat ke Zenfone 5 dan mungkin Zenfone 5Z.

      1. Nahh pertanyaan menarik nih setelah Asus akan resmi memasukkan Zenfone 5 | 5Z.

        1. Apakah Om yakin peminat Zenfone 5Z akan mencukupi ekspektasi Asus setelah gagal dengan Zenfone 3 Deluxe (kelihatannya mereka salah memakai gimmick ukuran memori 6/256GB yang dahulu butuh ongkos produksi besar)?
        2. Soal Zenfone 5Q, kok saya sampai saat ini tidak melihat Asus serius memasarkannya? Apa mereka sadar 5Q ter-sandwich oleh Zenfone 5 dan Max Pro M1? Saya awalnya berpikir mereka resmi merilis 5Q karena Zenfone 5Z takkan mungkin masuk resmi.

  13. Wah, dengan harga yang sama dan spesifikasi yang lebih baik kita bisa dapat Redmi Note 5 atau saudaranya, ZenFone Max Pro M1 yang varian 4/64 ya. Diantara smartphone yang beredar saat ini manakah menurut Bung HSW yang paling menarik? Trus info donk, review gawai selanjutnya apa ya?

    1. Pak Adrian,

      Mohon maaf atas keterlambatan jawaban.

      * Saya lebih condong ke Redmi Note 5 karena kameranya lebih bagus.
      * Tergantung anggaran deh.
      * Nokia 8.

  14. Pak Herry, gimana dengan Asus Zenfone Max Pro (ZB602KL) yang sudah pakai Snapdragon 636 dan RAM 6 GB, ROM 64 GB? Apakah masuk dalam daftar gawai yg akan diulas? Kelihatannya dgn harga resmi 3,299 jt cukup menggiurkan tuh.

    1. Pak Alexander Okke,

      Mohon maaf atas keterlambatan jawaban.

      Tidak. Karena saya sudah menguji pakai Zenfone Max Pro M1 varian 3/32, varian 6/64 hampir pasti takkan saya coba.

  15. Om Herry SW,

    mohon review 2 Asus ZenFone Max Pro (ZB602KL) yang versi 4GB/64GB & 6GB/64GB sekaligus.
    Menurut sy 2 versi device ini menarik banget dr sisi price to performance ratio apalagi utk long term (karna katanya d janjiin bakal dpt update android P & Q). Sy jg penasaran utk performa kameranya.
    Utk versi 3GB/32GB sy merasa sudh kurng reliable utk long term nya.
    referensi: https://www.asus.com/id/Phone/ZenFone-Max-Pro-ZB602KL/

    Terimakasih Om.

    1. Pak Denny,

      Mohon maaf atas keterlambatan respons.

      Yang akan saya review hanya varian 3/32. Sebab, dua varian lain yang Anda sebutkan sampai detik ini belum tersedia di pasar.

    1. Pak Alvo,

      Mohon maaf atas keterlambatan respons.

      V20 versus Zenfone Max Plus M1? Ya jelas lebih bagus V20.

  16. Maaf saya mau tanya,ko HSW ada niat review asus zenfone max pro M1 ga? soal nya penasaran,, katanya itu hp pembunuh xiaomi, atau bsa dsebut pesaing berat xiaomi redmi note 5 pro.

    1. Pak Dede Bachtiar,

      Mohon maaf atas keterlambatan respons.

      Ya, saya akan me-review Zenfone Max Pro M1.

  17. Pak Herry, Apakah Asus Zenfone Max Pro M1 nanti juga sudah support native VoLTE Smartfren juga?

  18. Maaf melenceng ko Herry, minta rekomendasi smartphone bekas dengan budget max 1,5jt
    Mohon sarannya, terimakasih

  19. om, yang max plus m1 kan udah native volte tuh,, kalau yg max pro plus m1 sudah bisa juga kah? terimakasih

    1. Pak Dheny Orlando,

      Mohon maaf atas keterlambatan respons.

      Max Pro Plus M1? Tidak ada ponsel bernama itu.

  20. Pak Herry, ada rekomendasi smartphone yg pakai slot kartu sim dan micro sd terpisah, punya spek dan fitur mirip mirip di Moto G5S plus?

    Saya juga tertarik sama hp xiaomi yg baru baru ini, tapi sebagai mantan pengguna xiaomi yg dibuat kesal karena notif yg telat masuk karena di force close MIUI dan multitasking yang reload jika dibuka saya jadi mikir mikir lagi milih xiaomi, gimana menurut Pak Herry?

    1. Pak Isa,

      * Hmmm… LG V20? Namun, harganya jauh lebih mahal.
      * Silakan mencoba Xiaomi lagi. Sekarang sudah lebih mantap kok.

  21. Hallo Pak Herry

    minta sarannya dong pak
    saya mau beli hape baru spek yg diutamakan kamera, memory internal dan baterai
    kira-kira hape apa yaa
    jgn Iphone ya pak,, hehe
    budget dibawah 4 juta

    terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *