Review BlackBerry Aurora: Android Pertama, Dual SIM Perdana

Rencana menuntaskan pengetikan naskah review BlackBerry Aurora pada 4 Juni 2017 berantakan. Sebab, hari itu penulis alias HSW menerima hujan pertanyaan terkait Nokia 3310 versi lahir kembali alias reborn. Berawal dari pamer foto 3310 via Twitter @herrysw maupun Instagram @herrysw, pertanyaan masuk tak kunjung berhenti.

Keesokan harinya, 5 Juni 2017, rencana mengunggah ulasan lagi-lagi tertunda. Pasalnya, hari itu harga Aurora turun signifikan dari Rp 3,499 juta menjadi Rp 2,499 juta. Koreksi harga tersebut membuat rekomendasi akhir HSW terhadapnya berubah180 derajat. Naskah yang nyaris tuntas mesti dibongkar lagi.

Aurora merupakan ponsel BlackBerry bersistem operasi Android pertama yang beredar resmi di Indonesia. Kalau sebelumnya Anda pernah menjumpai ponsel Android BlackBerry, ponsel itu pasti bukan barang bergaransi resmi. Aurora sekaligus menjadi ponsel dual SIM perdana BlackBerry di dunia.

Gawai tersebut dibekali layar 5,5 inci beresolusi HD 1.280 x 720 piksel. Bodinya sangat nyaman digenggam. Dalam bahasa pasaran, gawai berukuran 152 x 76,8 x 8,55 milimeter dan berat 178 gram itu pantas dinilai, “Grip-nya enak sekali. Pas di tangan.”

Di sisi atas ponsel terdapat konektor audio 3,5 milimeter, sedangkan di sisi kiri tersedia tombol power. Konektor micro USB bakal ditemukan di bagian bawah ponsel.

Sisi kanan menjadi bagian paling ramai. Di sana diletakkan tombol volume dan convenience key. Convenience key adalah satu tombol yang fungsinya bebas diubah dan ditentukan oleh pengguna. Misalnya, hanya dengan menekan tombol itu, suatu aplikasi yang dipilih pengguna spontan terbuka. Bisa pula cukup dengan menekannya sekali, fitur Wi-Fi di Aurora bakal aktif atau nonaktif.

Di manakah selot kartu SIM Aurora? Posisinya di dalam bodi. Pengguna wajib melepaskan cangkang belakang ponsel terlebih dulu. Setelah terbuka, di sisi kanan atas bakal terlihat selot micro SIM pertama. Sedangkan selot micro SIM kedua dan kartu microSD berada di sisi kiri atas. Di bawahnya terbenam baterai berkapasitas 3.000 mAh.

Dua nomor yang diselipkan dapat siaga bersamaan. Pengguna bebas menentukan nomor mana yang akan dipakai untuk berinternet. Nomor itu akan leluasa masuk ke jaringan 4G LTE. Sedangkan satu nomor lainnya terkunci di jaringan 2G.

Merujuk kepada spesifikasi di situs www.bbmerahputih.co.id, Aurora kompatibel dengan LTE di band 1, 3, 5, 7, 8, 26, dan 40. Kalau diterjemahkan, ia cocok dengan semua operator 4G LTE di Indonesia.

Dalam uji pakai yang HSW lakukan, Aurora malahan terbukti pula mendukung native VoLTE Smartfren. Kalau dipadukan dengan kartu 4G LTE Smartfren, di sudut kiri atas layar akan muncul tulisan HD. Itu indikator aktifnya VoLTE. HSW sukses melakukan panggilan keluar dari Smartfren ke operator lain tanpa perlu menginstalasikan aplikasi tambahan.

Sepasang kamera siap digunakan di Aurora. Kamera di sisi belakang dilengkapi fokus otomatis dan lampu kilat. Ia sanggup menghasilkan foto beresolusi maksimal 13 megapiksel dan klip video full HD 1080p. Tersedia mode pro yang memungkinkan pengguna mengatur white balance, ISO, dan kecepatan rana hingga paling lama dua detik.

Menurut HSW, fitur kloning (clone) merupakan hal paling menarik dari kamera Aurora. Sesuai namanya, fitur itu akan membuat kloning alias kembaran objek yang difoto. Orang yang sama, contohnya, bisa tampil lebih dari sekali dalam satu foto. Agar lebih optimal, saat menjajal fitur kloning pengguna disarankan memakai tripod.

Beralih ke kamera depan. Kamera untuk berswafoto itu tanpa fokus otomatis, tetapi dilengkapi lampu kilat. Ia siap menyodorkan foto beresolusi delapan megapiksel kepada pengguna. Bila difungsikan sebagai perekam video, kamera itu mampu memproduksi klip video full HD 1080p.

Dibandingkan mayoritas ponsel Android yang beredar di pasar, Aurora memiliki tiga fitur lain yang pantas dieksplorasi lebih lanjut. Yaitu, Hub, DTEK, dan swipe shortcuts. Mari kita membahasnya satu per satu.

Hub. Pengguna lama BlackBerry seharusnya masih ingat dengan BlackBerry Hub. Fitur itu memungkinkan pesan email, SMS, chatting, dan aneka notifikasi lain berkumpul di satu tempat. Lebih praktis. Kemungkinan ada pesan baru yang terlewat dibaca juga dapat diminimalkan.

Sedangkan DTEK berhubungan dengan status keamanan. Ponsel akan mengecek permission yang diminta oleh aplikasi yang diinstalasikan di Aurora. Fitur lain yang berhubungan dengan keamanan, misalnya penguncian layar, juga dievaluasi. Anggaplah pengguna hanya mengandalkan swipe sebagai pengunci layar. Maka, skor keamanan pasti akan lebih rendah daripada kalau pengguna mengaktifkan pattern lock.

Terakhir, swipe shortcuts. Intinya itu adalah jalan pintas (shortcut) yang dapat diakses berdasarkan arah sapuan jari di layar. Contohnya, bila pengguna mengusapkan jari dari home button ke kiri atas layar, ponsel akan membuka aplikasi BBM. Sedangkan bila arah usapan dari home button lurus ke atas, ponsel bakal mengakses WhatsApp.

Prosesor empat inti (quad core) Qualcomm Snapdragon 425 MSM8917 1,4 GHz, Wi-Fi, bluetooth, GPS, RAM 4 GB, dan ROM 32 GB merupakan sebagian spesifikasi lain Aurora. Saat baru diaktifkan, sisa memori internal ponsel tercatat 22,51 GB. Ponsel bersistem operasi Android 7.0 Nougat itu tidak dibekali sensor sidik jari maupun NFC.

Kalau dituliskan dalam satu paragraf, ini sekaligus menjawab kebingungan calon pembeli, Aurora tidak sama dengan peranti lama BlackBerry yang pernah beredar resmi di sini. Mudahnya, Aurora adalah ponsel Android bermerek BlackBerry yang dilengkapi dengan beberapa fitur khas BlackBerry.

Untuk menginstalasikan aplikasi tambahan, pengguna Aurora tinggal masuk ke Google Play Store. Pilih aplikasi yang diinginkan, unduh, dan instalasikan. Jadi, kalau ada yang ragu apakah setelah pertengahan tahun ini Aurora masih bisa dipakai ber-WhatsApp, jawabannya: sangat bisa!

Dalam pemakaian sehari-hari yang tidak terlalu berat, Aurora masih relatif nyaman. Tingkat kegegasannya mirip dengan, misalnya, Asus Zenfone 2 Laser ZE500KL, Lenovo Vibe K5 Plus, dan Xiaomi Redmi 4A.

Kinerja kameranya tergolong lumayan, kecuali kecepatan pemotretan yang bakal keteteran bila diajak mengabadikan objek bergerak. Dengan perilaku pemakaian ala HSW, baterai Aurora biasanya sanggup bertahan selama 14-16 jam.

Kombinasi memori yang cukup besar di kelasnya, siap ber-4G LTE dengan semua operator Indonesia, plus kompatibel dengan VoLTE Smartfren merupakan kumpulan nilai jual Aurora. Fitur kloning di kamera dan kenyamanan ponsel saat digenggam juga tak boleh diabaikan.

Ponsel yang mendukung USB On-the-Go (USB OTG) itu bukan berarti tanpa cela. Ketiadaan sensor sidik jari di rentang harga segitu bisa dijadikan nilai minus. Harga awal yang dipatok Rp 3,499 juta pantas pula divonis terlalu percaya diri. Sebaliknya, dengan harga terbaru Rp 2,499 juta, BlackBerry Aurora menjadi terlihat lebih menggiurkan. Bungkus sekarang?

***

Berikut contoh foto yang dihasilkan Aurora. Semua menggunakan mode otomatis, kecuali disebutkan khusus. Olah digital yang dilakukan hanya resize foto dan kompresi ukuran file.

Satu foto di bawah ini dijepret memakai mode e-aperture.

Dua foto berikut dihasilkan oleh kamera depan Aurora.

***

Screen capture Antutu Benchmark, Sensor Box for Android, dan kondisi awal RAM.

106 thoughts on “Review BlackBerry Aurora: Android Pertama, Dual SIM Perdana

  1. Terima kasih atas reviewnya Ko HerrySW..
    Mohon dibantu Ko, untuk email BB tetap paling bagus kah pada pelayanan push email? Karena hape android saya, meskipun aktif push email, tetapi terkadang telat masuk.
    Dan kapasitas lampiran emailnya bagaimana? Apakah limit maksimalnya sama seperti email web (email saat buka dari laptop)? Apakah lampiran harus didownload dahulu baru bisa diteruskan ke alamat email lain? Soalnya sampai dengan saat ini saya masih menimbang/membandingkan antara ambil Q20 atau Aurora..

    1. Pak Leody Khaliq,

      Intinya, email di Aurora itu ya sama dengan Android lain. Kalau terlambat masuk, kemungkinan karena koneksi internet Anda kurang stabil.

      Saya tidak pernah mengecek lampiran email maksimal berapa MB. Sampai sekitar 10 MB masih bisa saya buka maupun forward sih.

      1. Terima kasih Koh..
        Mungkin juga karena gangguan pada jaringan.. Karena pengalaman dulu pake bb8520, push emailnya selalu duluan daripada android.. dan dulu maksimal lampiran 300kb, jd agak kesulitan forward email yg lampirannya besar..

        1. menambahkan,

          selama hampir 5 tahun pake Android, makin lama sistem push e-mail di Android makin baik kok. bahkan mungkin bisa saya bilang sangat cepat. selalu tepat waktu.
          saya sudah coba sendiri, suruh teman yang posisi lagi di LN untuk kirim email ke account saya di Android. sekejap langsung masuk notifnya kok kalo ada e-mail masuk.

          Demikian.
          Terima kasih.

    1. Pak Budi,

      Belum tahu. Sampai saya tuntas melakukan uji pakai (akhir Mei) saya dua kali menerima update minor. Namun, pasti berbeda dengan yang Anda maksud.

  2. Kl untuk kerja buka email ; WA buka FB dan Attachment
    Masih cukup oke khan pak?

    Maksud sy tdk lemot?

    Kl sama Lenovo P1 Turbo performanya bagus mana? Baik dr speed maupun kameranya?

    Tks pak Herry

    1. Pak Davy S. Adji,

      Masih cukup oke. Tak sampai lemot parah.

      Kecepatan lebih unggul Vibe P1 Turbo. Kamera sih cenderung imbang.

  3. Selamat pagi pak Hsw…
    Saya ingin tahu mengenai pin BBM-nya, apakah permanen seperti pada Blackberry os10 dan sinyal di sim 1 dan sim 2 apakah bisa 4G dan 3G secara bersamaan, terima kasih.

  4. Maaf koh OOT
    Ada rencana review Moto M ?
    mau tanya, menurut ko Herry Moto M bagaimana dari segi kegeggasan dan foto?
    trus dari segi aftersalesnya gimana koh?
    Trima kasih

    1. Pak Junaedi,

      Sama sekali tak ada rencana.

      Tak tahu. Lha nggak pernah coba.

      Sama dengan ponsel Lenovo. Tergolong cukup bagus.

  5. OOT Pak HSW,

    Yang paling menarik tulisan pada kaus di foto selfie, “Kawan Dulu, Baru Kawin”. Mungkin maknanya baca review dulu, baru beli, hehehe …

  6. Koh HSW,

    Maaf agak OOT, “Aurora malahan terbukti pula mendukung native VoLTE Smartfren”.

    Saya masih awam dengan teknologi volte
    1. Apakah kita harus menggunakan SIM card Smartfren untuk bisa menikmati layanan volte ?
    2. Kalau kita menggunakan sim card dari provider lain apakah bisa menikmati layanan volte dengan menginstall aplikasi volte ?
    3. Android versi apa yang mendukung Volte ?
    4. Seberapa bagus kualitas sambungan & suara layanan volte dibanding layanan Voip dari BBM – WA ataupun Skype ?

    Terima kasih

    1. Pak Eko,

      1. Ya. Sebab, yang sudah meluncurkan layanan VoLTE di Indonesia baru Smartfren.

      2. Cek jawaban nomor 1.

      3. Bukan masalah versi Android-nya, tetapi lebih bergantung ke firmware.

      4. Saya tak memakai BBM dan Skype. Dibandingkan WhatsApp call, VoLTE lebih jernih sih.

    2. Operator selain smartfren sih ga perlu pusing pak walaupun belum bisa VoLTE, mau nelp atau ditelp jg bisa tanpa install aplikasi tambahan karena pake CSFB (user bakalan dipindah “paksa” otomatis ke 2G atau 3G untuk melakukan panggilan telepon atau nerima telp. Kalau smartfren memang mau ga mau harus pake VoLTE. Aplikasi VoLTE diperlukan kalau secara network/jaringan sudah bisa VoLTE tapi HP belum mendukung native VoLTE. Kalo network nya belum bisa VoLTE ya tetap ga akan bisa mau pake aplikasi atau HP nya udah mendukung.

  7. Siang pak Herry,

    Lebih unggul mana jika dibandingkan dengan Asus Zenfone 3 Max versi Mediatek tanpa melihat faktor ketahanan baterai?

  8. siang koh HerrySW
    kalo dibanding dengan Xiaomi Redmi Note 3 Pro resmi bagus mana koh untuk gamin, kamera, baterai?

    1. Pak Fajar Sidik Nugroho,

      Gamin itu apa ya?

      Kamera lebih bagus Aurora. Baterai lebih oke Redmi Note 3 Pro.

  9. Ko..saat ini sy masih pakai Lenovo p70 & berencana ganti Yg lebih baru…kira-kira dg rentang harga 2-3jt smartphone yg menarik serta menggiurkan menurut ko Herry apa ya??mks ko.

  10. Koh mau tanya xiaomi redmi note 4 milih koh herry pke yg mediatek atau snapdragon , mau beli tapi nunggu di review sma koh herry aj . hehehehhe

  11. Pak Herry,
    Secara keseluruhan lebih “nikmat” pakai ini atau P9 Lite?
    Mhn disertakan alasannya ya, pak.
    Trima ksh sebelumnya.

    1. Pak Dimas PP,

      P9 Lite. Alasan utamanya, sensor sidik jari kini telah menjadi bagian dari kebutuhan harian saya. Sama halnya dengan 4G LTE.

  12. Keren reviewnya koh,,, jadi ngiler nih … tapi nunggu review Xiaomi Redmi Note 4, mau saya bandingkan sebelum memilih salah satunya … sama2 layar 5,5″ … kalau menurut koh HSW pilih yg mana antara BB Aurora dan Xiaomi Redmi Note 4 ?

    1. Pak Mochammad Irvan,

      Aurora diadu dengan Redmi Note 4? Saya beri bocorannya sekarang deh. Kalau Anda tak keberatan dengan kamera yang kurang bagus (hanya lumayan saat terang), ambil Redmi Note 4.

  13. Dibanding dengan Lenovo P1 Turbo u kecepatan dan performa buka tutup aplikasi bagusan mana?

    Juga u Kameranya bagus manakah?

    1. Pak Davy Adji,

      Kalau pertanyaan yang sama dikirimkan berulang-ulang, saya jewer lho. He… he… soal jewer menjewernya bercanda.

  14. Pak Herry
    Apakah sistem keamanan BB Aurora dg OS Android ini masih dijamin aman? Seperti BB dg OS terdahulu. Krn setahu saya perangkat BB dg OS bawaan BB sangat aman oleh hacker manapun. Pertanyaan kedua, apakah gadget tsb setelah pemakaian seharian dan dikala dicharger suhunya panas? Pertanyaan ketiga, bagaimana dg kondisi baterei BB Aurora, pemakaian normal bisa berapa jam?
    Terima kasih

    1. Pak Andeket,

      1. Kalau dijamin aman atau tidak, terus terang saya tak tahu. Saya pun tidak melakukan pengujian pengamanan saat review. Namun, kalau memperhatikan beberapa kali pernyataan resmi dari BlackBerry, biarpun sudah pakai Android, mereka tetap memperhatikan faktor keamanan itu.

      2. Tidak.

      3. Sudah saya sebutkan di naskah review lho. 🙂

  15. Saya dulu fans berat BB oom.. sampai sekarang masih ngefans juga meski telah menjadi penghuni laci 9230, 9220, 8520 hehehe

    Di range harga 2.5 juta dg os nougat dan fitur keamanan ala BB sepertinya worth to buy ya oom?

    Saya mau tanya oom, DTEK ini fungsinya apa aja selain menjaga keamanan instalasi app oom?
    Karna saya belum pernah liat ada yg review soal DTEK kcuali di blog oom herry ini.

    Tetap jaya ponselmu.com oom 🙂

    1. Pak Dil,

      Kalau ingin nostalgia dengan BlackBerry, meskipun kini sudah pakai OS berbeda, Aurora boleh Anda coba.

      Jadi, intinya DTEK itu mengevaluasi keamanan ponsel yang Anda gunakan. Mulai dari permisson aplikasi hingga pengaturan ponsel.

  16. Build quality nya gimana pak? Apakah tergolong bagus seperti bb di masa jayanya? Oya sekalian tanya. Menurut pak herry, build quality android untuk range harga 1-4jt yg paling bagus brand apa?

    Sedikit curhat. Dulu saya suka xiaomi pas redmi 1s. Bagus sekali kualitas hardware nya dengan harga yg murah. Sekarang sedikit kecewa. Karena sekelas redmi note 4 resmi, banyak yg terkena bright/dead pixel sejak pertama unboxing.

    1. Pak Rido,

      Bagus kok. Mirip-mirip zaman dulu deh.

      Untuk merek global kualitas pengerjaan fisik sih sekarang rata-rata sudah sama. Di harga Rp 1 jutaan, Xiaomi yang saya nilai build quality-nya di atas rata-rata.

  17. Maaf OOT, Om
    Saya pengguna Xiaomi Mi 6( 6,128 ) distributor. Setiap kali usai jepret objek, hasil fotonya di sebelah kiri bawah selalu ditandai dengan munculnya tulisan ‘SHOT ON MI 6 MI DUAL CAMERA’ . Apakah semua Mi 6 menghasilkan gambar seperti itu?
    Bagaimana cara menghilangkan tanda itu?
    Thanks

    1. Pak Saeful,

      Oh, tulisan itu bisa dihilangkan kok. Masuklah ke kamera, modes (di atas tombol penjepret), tekan roda bergerigi di kanan atas, lalu matikan add watermark.

  18. Bagus sekali reviewnya, Pak. Kalau Pak Herry pilih BlackBerry Aurora atau Redmi Note 4? Penasaran nih, Pak hahaha.
    Terimakasih Pak Herry.

      1. Om HSW, barusan berkunjung ke erafone sebagai dealer resmi xiaomi. Kesannya nih hp disembunyiin.. Saya nanya xiaomi dibilang ada dan varian lengkap, tapi dialihin perhatiannya ke oppo… Sampai sampai krn os nya masih lolipop, salesnya bilang punya dia sengaja downgrade dr marshmallow ke lollipop karena lbh oke.. Sampai segitunya ya pemasaran oppo.. Apa iya oppo bagus?

        1. Pak Dhan,

          He… he… nggak kaget deh saya. Kalau tidak dilayani beli ponsel Xiaomi, ya tinggal keluar dan beli di toko lain.

  19. Om..
    Setelah ini review Wiko Harry yah?? Hehehe
    Abisnya ada duo Harry sih.., wkwkwk
    Ramnya 3GB, Romnya 16 GB, slot SD up to 128GB… Harga terbilang “murmer” gitu,,, dikisaran 1,6jt.
    Os Nougat, menurut saya Wiko mulai serius bersaing di Entry Level deh, meskipun kebanyakan orang belum tahu betul Brand Wiko.

    Saya tunggu jawabannya..
    Lebih berharap kalau Om Herry mereviewnya.. hehehe

    1. Pak Denis,

      Saya tidak berencana me-review Wiko Harry. Lain lagi masalahnya kalau ponsel itu bernama Wiko Herry. 🙂

  20. Oh ya, batre Wiko Harry itu removable apa non removable?
    Setelah saya cermati di situs resminya, tidak dicantumkan keterangan bahwa ponsel tsb dibekali batre tanam (non removable).
    Saya sangat tertarik, sekarang ini saya pengguna Wiko Bloom2.. Pengen naik kelas gitu , tapi harus bersabar… Hahahaha ?

  21. Om HSW, aurora vs gal J7 Prime mending pilih yg mana ya?
    Pemakai nya cewek, pinginnya yg ber merk terkenal, hehe.
    Lumayan selisih harga nya sekarang.

    1. Pak Alan,

      Saya sih masih nggak percaya dengan ponsel Samsung selain seri S dan Note. Aurora juga tak terlalu berkesan. Bagaimana kalau melirik Xiaomi Redmi Note 4 saja? Harga ritel resmi Rp 2,399 juta.

  22. koh herry gak berencana reveiw xiaomi redmi 4x. ane mau beli redmi 4x tapi nunggu reveiw dari koh herry 🙂

    1. Pak Kolak,

      Saya lebih suka Redmi Note 4. Pertimbangan utamanya, ponsel itu memiliki kemampuan 4G-3G simultan. Baterai yang awet menjadi nilai tambahan.

  23. Hi Pade Herry, saya mau nanya perihal spec hp di gsmarena utk infinix kok tidak tersedia sedangkan merk oppo/vivo sendiri ada, mohon penjelasaannya,,,
    Apakah syarat tersendiri brand hp masuk ke situs gsmarena tsb..? TKS

  24. Siang koh,dengan ram 4 giga,kegegasan aurora ini gimana koh?apa ada kendala lag seperti samsung s8 meakipun ramnya juga gede?

  25. Pak hsw

    Bagaimana kualitas penangkapan sinyal di BlackBerry aurora, apakah bagus atau tidak (pengujian dilakukan ditempat yang sinyalnya iurang bagus)?

    Pengalaman, temanku mencoba redmi note 4 garansi resmi di tempat yang sinyalnya kurang bagus, aku juga mencoba pureshot di tempat yang sama (satu kecamatan sama temanku), penangkapan sinyalnya bagus redmi note 4 garansi resmi dibanding pureshot, pureshotku malah panas karena kerja keras menangkap sinyal.(uji coba pakai operator telkomsel)

    Maaf, Aku boleh saran, lain kali jika mau review gawai, tolong review juga penangkapan sinyalnya dari gawai tersebut

    1. Pak Seto,

      Standar. Sama dengan ponsel lain.

      Terima kasih atas usulannya. Kalau tidak menemukan sesuatu yang di luar kebiasaan, saya takkan membahas khusus soal sinyal, GPS, dan sejenisnya.

  26. Misi koh, Adakah niatan mereview Evercoss Winner Y Star, Genpro X & Hisense Pureshot 2(Turun jadi 2,3 JT) ?

    1. Pak Kurniawan Faizal,

      Tidak. Khusus Genpro X, saya sudah sempat akan membelinya. Namun, karena barang kosong dan harga melebihi harga resmi, saya membatalkannya.

        1. Pak Seto,

          Gembar-gembor promonya kan Rp 999 ribu. Rencana menguji pakai Genpro X sudah saya hapus dari kepala.

          1. O ya koh, Cuma ngasih tau kalau Xiaomi redmi note 4 Bisa Dual SIM On 4G & satunya atau di 3G kaya Asus Zenfone 3

          2. Ada yang sudah membeli Evercoss Genpro X katanya baterai cepat habis dan dicharge 4 jam baru penuh, baterai juga cepat panas, touchscreen harus agak ditekan karena kurang responsif, kamera kurang memuaskan.
            Namanya juga HP murah.

  27. Pak Herry, mohon diberikan rekomendasi, saya punya budget 2jt, saya cuma punya 1 nomor hp smartfren yg saya pakai untuk telepon, SMS dan Internet an. Selama ini saya pakai andromax. Kalau saya pengen upgrade, hp apa yg tepat buat saya? Terima kasih pak Herry.

  28. lho saya pakai huawei p9 lite dan sudah updrade nougat free ram nya 1,7-2gb pdhl total ram nya cm 3gb…lha ini kenapa ram 4gb koq free ramnya cm 2,1gb ko? btw huawei p9 lite ini sudah mendukung jaringan 4,5G jd ya trmasuk ponsel murah yg sudah mendukung CAT6 jd saya setuju sekali kalau koq herry rekomendasikan hape huawei p9 lite.

    1. Pak Gigih,

      Hitung-hitungan sisa RAM nggak bisa seperti matematika gitu deh. Aplikasi bawaan yang tersedia, firmware, dll turut menentukan.

  29. Pak Herry,

    Saya ingin bertanya, faktor apa yang menyebabkan sebuah smartphone berjalan dengan jaringan 4Gdan 3G secara bersamaan.
    Lalu, ponsel apa saja yang mendukung fitur tersebut. Saya sudah mulai kesal dengan jaringan 2G di daerah saya yang sudah sangat buruk

    1. Pak Fernando Hose,

      Perpaduan antara hardware (chipset) dan software (firmware).

      Yang pernah saya coba dan masih teringat (saya urutkan dimulai dari yang termurah): Xiaomi Redmi Note 4, Asus Zenfone 3 ZE520KL, Asus Zenfone Zoom S, LG V20, LG G6, dan Samsung Galaxy S8.

  30. skor antutunya setara skor flagship 2013 ya ko kaya lg g2 d802 dan sebangsanya. berarti masih cukup oke ni bb aurora

  31. Pak Herry saya pakai Xiaomi redmi 3 prime dan Lenovo vibe k5+ (3gb), saya punya 2 opsi pak, 1. Rencana saya mau jual lenovonya danmembeli mifi speedup Telkomsel. 2. Saya jual ke duanya, upgrade ke Xiaomi redmi note 4, menurut pak Herry lebih baik mana atau pak Herry punya opsi lain. Kebutuhan kamera + performa buat jual online, terimakasih pak Herry.

  32. Pak Herry,

    BlackBerry Aurora vs Asus Zenfone 3 ZE520KL, lebih bagus mana:
    1) dari segi kamera;
    2) dari segi daya tahan batere.
    Terima kasih

    1. Pak Ignatius Tanoto,

      1. ZE520KL.

      2. Saya agak lupa ZE520KL bisa bertahan berapa jam. Rasanya lebih amet Aurora.

  33. Koh, foto kucing nya lucu bgt.. Lagi tidur dgn gaya yg menggemaskan pula 😀

    Btw di kaskus ada yg bilang klo si aurora punya cacat di layar.. Terus ada masalah lain tp kurang tau detailnya.. Bener gak itu?

    1. Pak You,

      He… he… kucing itu saya foto di pintu masuk sebuah mal.

      Selama memakai Aurora sih saya tidak menemukan masalah di layar.

  34. Koh Herry,

    Blackberry Aurora kini di-bundling Smartfren Rp0 dengan paket BB Plan Rp210 ribu selama 12 bulan, apakah masih worthed, Koh? Apakah push email BB Plan Smartfren nya secepat mungkin email gawai Blackberry OS dulu? Aurora ini apa bisa ketuk layar untuk buka atau kunci?

    1. Pak Andy,

      Bundling di mana tuh? Galeri Smartfren? Kalau harga segitu sih layak beli.

      Tak tahu. Lha saya nggak pernah pakai plan tersebut.

      Tidak bisa.

      1. Ada di website resmi smartfren, Koh Herry. Galeri smartfrennya masih terbatas tapi katanya akan beredar di galeri lainnya. Aurora ini ndak bisa 4G-3G secara simultan ya? RAM Aurora 4GB tapi kenapa di screen capture terakhir di atas Total memory nya 3,5GB yah?

        1. Pak Andy,

          Oh ok.

          Tidak bisa simultan 4G-3G.

          4 GB itu kan saat masih berupa komponen dan belum terpakai. Ketika dipasangkan di ponsel, pasti ada konversi. Hal serupa berlaku untuk memori internal. USB flash disk 4 GB saat Anda pasangkan ke komputer pun, contohnya, takkan tepat 4 GB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *