Review BlackBerry Passport: Kenyamanan di Balik Bentuk Aneh

Beragam komentar mengemuka saat melihat penulis memakai BlackBerry Passport. Orang yang mengenali Passport biasanya berkata, “Wuih sekarang pakai Passport. Enak nggak?” Sementara itu, yang tidak mengenal Passport seringkali akan bertanya, “Kamu pakai hape apa, Her? Bentuknya kok aneh.”

Pertanyaan pembuka itu biasanya penulis jawab seraya menyodorkan Passport. “Ini kalau mau coba-coba,” kata penulis. Penulis lalu membiarkan lawan bicara tersebut asyik mencermati, menimang, dan memencet Passport. Tak sampai semenit, nyaris semua di antara mereka sudah berkata-kata lagi. Mayoritas bernada negatif.

Passport-1

Menghadirkan sebuah ponsel dengan bentuk tidak lazim memang berisiko dicibir. Komentar miring berhamburan. Ada banyak contoh nyata. Mulai dari Siemens saat menawarkan ponsel seri Xelibri, 12 tahun silam, hingga Samsung kala mulai mengusung Galaxy Note pada 2011. Waktulah yang akan menjadi saksi kegagalan atau kesuksesan produk itu.

Dibandingkan aneka ponsel terkini yang tersedia di pasar, harus diakui kalau wujud Passport tergolong nyeleneh. Ia dibekali layar sentuh 4,5 inci dengan rasio 1:1. Resolusinya 1.440 x 1.440 piksel. Di bawah layar terdapat qwerty keypad fisik yang terdiri atas tiga deretan huruf. Tanpa angka, tanpa tanda baca.

Cara termudah untuk membayangkannya, anggaplah di hadapan Anda ada bujur sangkar dengan panjang sisi 8,08 sentimeter. Sudah terbayang? Kini tambahkan tiga baris keypad di bawahnya. Itulah Passport.

Alternatif lain untuk mendapatkan gambaran mengenai ukuran Passport, ambillah satu buku paspor. Ya, paspor yang sampulnya berwarna hijau itu. Yang wajib dibawa saat hendak bepergian ke luar negeri. Panjang dan lebar Passport berbeda sedikit sekali dibandingkan buku paspor.

Passport-2

Meskipun tampilan fisiknya terlihat aneh, praktiknya Passport terasa nyaman dipegang dengan dua tangan. Layar kotak yang terkesan janggal, dalam pemakaian sehari-hari terbukti menguntungkan. Email, aneka berita terkini, dan file dokumen berisi tabel dapat dibaca dengan lebih lega. Aktivitas scroll atau bergulir ke kiri-kanan dan atas-bawah bisa diminimalkan. Demikian pula aktivitas zoom in dan zoom out layar.

Deretan papan ketik qwerty Passport juga enak dipencet. Seberapa empuk? Sedikit lebih keras dibandingkan BlackBerry Q10 dan 9900 (Dakota). Namun, jauh lebih nyaman daripada papan ketik serupa di 8520 (Gemini), Q5, dan seri Curve lainnya. Kalau dikomparasikan dengan papan ketik qwerty BlackBerry tipe lama, menurut penulis, tingkat keempukan papan ketik Passport paling mirip dengan 9700 (Onyx) dan 9780 (Onyx 2).

Pada hari-hari pertama memakai Passport, ada dua adaptasi yang harus penulis lakukan terkait papan ketik qwerty fisik. Pertama, soal tombol spasi serta huruf C, B, N, dan M yang relatif sering dipakai saat mengetikkan kalimat.

Di aneka ponsel dengan papan ketik qwerty, deretan tombol biasanya terbagi dalam empat baris. Tombol spasi berada di baris paling bawah. Karena Passport hanya mempunyai tiga baris tombol fisik, tombol spasi dijejalkan ke baris ketiga. Hal itu membuat kelompok huruf Z, X, C, dan V bergeser ke kiri, sedangkan kelompok huruf B, N, dan M sedikit ke kanan. Kala belum terbiasa, penulis yang ingin mengetikkan huruf N, misalnya, malahan menekan B. Kondisi tersebut berkali-kali terjadi sekitar tiga hari. Setelah itu, akurasi pengetikan telah meningkat tajam.

Kedua, saat dua jempol bergantian menekan huruf demi huruf di baris ketiga alias terbawah, ponsel sempat terasa kurang imbang. Bagian atas ponsel terasa lebih berat daripada bagian bawah. Proses adaptasi hal kedua ini jauh lebih singkat. Tak sampai satu jam menggunakan Passport, jari tangan penulis secara alami telah menemukan posisi terbaik untuk menyangga ponsel.

Sampai di sini, sebuah pertanyaan baru mungkin sudah muncul di benak Anda. Tombol-tombol di papan ketik qwerty fisik Passport hanya berisi huruf, spasi, backspace, dan enter. Bagaimana cara mengetikkan tanda baca dan angka? Jawabannya, tombol itu akan disajikan di layar sentuh. Pengguna tinggal memilihnya.

Passport-4

Masih terkait ketik mengetik, bukan tanpa alasan kalau BlackBerry menjuluki papan ketik Passport sebagai touch enable keyboard. Sebab, selain sebagai papan ketik fisik, ia dapat berfungsi layaknya touch pad di laptop. Contohnya, ketika sedang memantau email atau membaca berita di suatu situs, pengguna tak usah menyapukan jari ke layar untuk menggerakkan halaman. Di atas permukaan papan ketik fisik, pengguna cukup menyapukan jari ke atas atau bawah.

Passport-3

Lain waktu, ketika sedang mengetikkan sesuatu, touch enable keyboard itu juga memberikan kenyamanan ekstra. Fitur pemrediksi kata akan menampilkan tiga pilihan kata di bagian bawah layar. Untuk memilih kata tertentu, pengguna tinggal menjentikkan (flick) jari di papan ketik fisik yang terletak satu kolom dengan kata pilihan. Supaya lebih jelas, silakan melihat demonya di http://goo.gl/Wx9JHC.

Sekarang beralih ke kamera. Passport dilengkapi dua kamera. Kamera utama yang berada di sisi belakang dibekali fokus otomatis dan lampu kilat. Ia sanggup menghasilkan foto beresolusi 13 megapiksel dan klip video full HD 1080p.

Di satu sisi, menurut penulis, kamera itu memilih kelemahan di fokus otomatis. Proses pemfokusan seringkali kurang akurat sehingga foto yang dihasilkan akan kabur. Solusinya, sebelum menjepret, pengguna disarankan menyentuh layar untuk memilih titik fokus.

Sebaliknya, di sisi lain kamera utama tersebut penulis nilai mempunyai kelebihan tersendiri. Ia proaktif menawarkan mode pemotretan yang tepat. Ketika pengguna akan memotret orang, kamera berinisiatif menawarkan mode time shift. Dengan mengoptimalkan mode time shift, pengguna berpotensi menghasilkan foto orang yang lebih prima. Kemungkinan memperoleh foto dengan mata terpejam, contohnya, bisa diminimalkan. Sementara itu, bila kamera mendeteksi pencahayaan objek yang dibidik terlalu kontras, ia akan menyodorkan aktivasi mode HDR.

Satu kamera lain Passport terletak di sisi muka. Kamera tanpa fokus otomatis maupun lampu kilat itu sanggup memproduksi foto beresolusi dua megapiksel. Kalau difungsikan sebagai perekam video, ia dapat menghasilkan klip video HD 720p.

Spesifikasi lain Passport, di antaranya, prosesor empat inti (quad core) Qualcomm Snapdragon 801 MSM8974-AA 2,2 GHz, GPS, RAM 3 GB, ROM 32 GB, dan selot microSD. Saat ponsel belum diutak-atik, sisa kapasitas memori internal mencapai 24,8 GB. Kartu SIM yang digunakan berjenis nano SIM.

Passport mendukung USB On-The-Go. Konektivitas ponsel bersistem operasi BlackBerry 10 versi 10.3 itu tergolong komplet, meliputi Wi-Fi, bluetooth, GPS, 3G, dan 4G/LTE. Kalau dicermati, Passport dapat dipakai ber-LTE di frekuensi 900 dan 1800 MHz alias sesuai dengan layanan LTE Telkomsel, XL, maupun Indosat.

Passport-5

Untuk mencari aplikasi tambahan, pengguna ponsel berukuran 128 x 90,3 x 9,3 mm dan berat 196 gram itu mempunyai dua pilihan. Boleh masuk ke BlackBerry World, boleh pula berkelana ke Amazon Appstore. Di BlackBerry World tersedia beragam aplikasi yang dirancang untuk peranti BlackBerry. Sedangkan di Amazon Appstore, pengguna dapat mengunduh aplikasi Android yang diinginkan.

Ketika sedang berada di hadapan laptop atau PC, pengguna mungkin bakal kerepotan kalau harus berkali-kali melirik layar ponsel. Di sisi lain, sepenuhnya mengabaikan ponsel juga tak mungkin dilakukan. Siapa tahu ada pesan penting yang masuk dan harus segera dibalas. Repot dong.

BlackBerry Blend menjadi solusi nyata atas kesulitan itu. Dengan BlackBerry Blend, ponsel dapat dihubungkan ke laptop/PC berbasis Windows dan Mac. Koneksinya bisa memanfaatkan layanan akses data, Wi-Fi, atau kabel micro USB. Lewat BlackBerry Blend Dashboard yang tersaji di layar laptop/PC, pengguna leluasa mengakses email, BBM, SMS, kalendar, kontak, dan file manager. BlackBerry Blend juga memungkinkan pengguna menyambungkan ponsel dengan tablet iOS dan Android versi tertentu.

Passport-6

Ketika penulis mengetikkan ulasan ini, harga ritel resmi Passport dipatok Rp 9,599 juta. Toko-toko offline di pusat penjualan ponsel seringkali menawarkannya Rp 9,2 juta sampai Rp 9,25 juta. Pada saat bersamaan, pedagang online menjualnya dengan harga mulai Rp 8,8 juta.

Selama menguji pakai Passport, penulis merasakan ponsel itu selalu gegas. Tak pernah terasa lemot, apalagi hang sehingga perlu di-reset. Penulis juga tidak khawatir kehabisan baterai. Sebab, baterai 3.450 mAh yang ditanamkan ke Passport selalu sanggup menemani penulis beraktivitas seharian penuh. Diaktifkan mulai pukul 06.00 sampai sekitar pukul 22.00, daya baterai peranti itu kerap kali masih tersisa. Paling sering tersisa 17 persen.

Singkatnya, dari hari ke hari, keraguan soal kenyamanan pemakaian Passport yang berdimensi fisik tak lazim itu terpupus sudah. Penulis tidak memungkiri kalau Passport bakal sulit diselipkan ke saku celana jin. Namun, penulis takkan rutin mengalaminya. Selain karena sehari-hari lebih sering bercelana pendek dan berkaus oblong, penulis tidak mempunyai satu potong pun celana jin.

Apakah Passport layak dibeli? Bergantung siapa Anda dan apa kebutuhan Anda. Kalau termasuk salah satu di antara dua kelompok besar ini, Anda pantas meminang Passport. Kesatu, penggemar berat atau kolektor BlackBerry. Selama ini Anda rutin membeli peranti BlackBerry keluaran terbaru. Mau murah atau mahal, belanja terus deh.

Kedua, Anda sedang mencari ponsel pintar berspesifikasi tinggi dan harus dibekali papan ketik qwerty fisik. Di pasar sebenarnya tersedia aneka ponsel pintar lain yang dilengkapi papan ketik qwerty fisik. Misalnya, Samsung Galaxy Chat, Smartfren Andromax G2 Touch Qwerty, dan beragam tipe BlackBerry. Namun, spesifikasinya lebih rendah daripada Passport. Berbagai ponsel itu tergolong ponsel pintar kelas bawah dan menengah saja.

Sebaliknya, bila Anda tidak termasuk dalam dua kelompok di atas, berarti Passport bukanlah pilihan terbaik. Anda lebih cocok melirik ponsel lain yang harga jualnya lebih murah, tetapi spesifikasinya tidak kalah tinggi. Misalnya, LG G3, Sony Xperia Z3, dan Samsung Galaxy Note 4.

***

Perbandingan Passport dengan buku paspor.

Passport-7

Buku paspor di atas, Passport di bawah.

Passport-8

Kini sebaliknya. Passport di atas, buku paspor di bawah.

Passport-9

Passport-10

Passport-11

***

Aneka tampilan BlackBerry Blend kala Passport dihubungkan ke laptop.

Passport-12

Passport-13

Email, BBM, SMS, kalender, kontak, dan manajer file bisa diakses dari halaman ini.

Passport-14

Tampilan SMS.

Passport-15

Tampilan manajer file.

Passport-16

Tampilan email di layar laptop.

Passport-17

Tampilan isi email di layar Passport.

Passport-18

Tampilan BBM.

Passport-19

***

Inilah contoh foto yang dihasilkan kamera Passport.

Passport-20

Fitur HDR nonaktif.

Passport-21

Fitur HDR aktif.

Passport-22

Passport-23

Fitur HDR nonaktif.

Passport-24

Fitur HDR aktif.

Passport-25

Passport-26

Passport-27

Passport-28

Passport-29

Passport-30

Passport-31

Passport-32

Passport-33

Dua foto di bawah ini dijepret memakai kamera depan.

Passport-34

Passport-35

79 thoughts to “Review BlackBerry Passport: Kenyamanan di Balik Bentuk Aneh”

  1. Akhirnya keluar juga riviewnya ya om.
    Saia sih betah pake ini passport, selain masuk kedua kategori di atas, ya perangkat BlackBerry memang cocok bingit utk urusan kerjaan diluar game..

    Mantap ulasannya om…

  2. Owww kereenn. Qwerty nya itu loohh. Sudah lama pengen ganti ke Q10 atau minimal Q5, tapi masih terkendala harga dan single sim. Kenapa harus 2 sim, karena memakai sim utama (yg saat ini dipakai di BB Onyx) dan flexy/as yg sekarang pakai hp ber genre gsm. Tapi dengan munculnya Passport, sepertinya saya bisa mendapat Q10 ex kakak saya. Soalnya dia seperti yg om HSW bilang diatas, dia masuk 2 katagori sekaligus : pemakai berat BB & pecinta qwerty. Jadi kakak pasti beli Passport dan Q10 nya bisa saya beli dengan kredit lunak. Masalah harus sediakan hp gsm ke 2, tidak masalah deh. Bisa ditoleransi. Hehehe
    Eh tetap saya sedikit “terganggu” dengan kata komparasi. Mengingat om HSW memakai EYD (atau setidaknya mendekati EYD) apa tidak sebaiknya memakai bahasa Indonesia saja ?

    1. Pak Ivan,

      Semoga suatu saat BlackBerry menghadirkan ponsel dual SIM ya. 🙂

      Soal “komparasi”, bukankah itu sudah bahasa Indonesia baku? Kata “komparasi” telah tercantum di Kamus Besar Bahasa Indonesia. Saya memakainya sebagai variasi kata “perbandingan”.

  3. membaca tulisan bapak yg satu ini sy hanya bisa ternganga (smg tidak kemasukan lalat). harganya sangat fantastis utk sebuah smartphone. dgn harga segitu sy bs membeli sepeda motor. tp ponsel mewah memang selalu punya tempat tersendiri. jd ingat nokia 8910 yg dikeluarkan beberapa tahun silam 🙂

    1. Pak Kristianto,

      Kalau Rp 9 jutaan mungkin dapatnya sepeda motor bekas ya, Pak?

      Tahun lalu kebetulan saya baru menjual Yamaha Alfa yang saya pakai sejak 1996. Sepeda motor itu hanya laku Rp 1,5 juta. Untuk transportasi sehari-hari, saya kini memakai Honda Supra yang saya beli dalam kondisi baru dengan harga Rp 17,5 juta.

      Iya, ponsel mahal selalu memiliki tempat tersendiri. Yang beli selalu saja ada.

  4. Bung Herry,setelah melihat harga BB Pasport ini,saya pas saja. Terlalu berat di kantong. Akhirnya saya beli Acer Z500 yang di recomendasi Bung Herry. Kalau saya lihat-lihat dari samping,acer Z500 bentuknya seperti melengkung. Mungkin karena ada warna di samping yang melengkung jadi kelihatannya seperti melengkung. Bung Herry, OOT sebentar,mungkin ada tips membeli Micro SIM Cutter. Di pasaran harganya kok macam-macam. Sebenarnya yang bagus yang bagaimana. Karena di pasaran sekarang banyak barang yang abal-abal,seperti Power Bank Samsung yang lagi marak. Teriama kasih Bung Herry.

    1. Pak Tri Firmansyah,

      Iya, aksen di samping bodi membuat ponsel itu terlihat melengkung seksi.

      Soal pemotong kartu SIM menjadi micro SIM, saya memilih melihat langsung barangnya dulu. Tidak ada preferensi merek tertentu. Saya akan cari yang terlihat kukuh saat digenggam, pegasnya kuat, dan area di sekitar lubang tampak tebal sekaligus cukup tajam. Yang harganya mulai Rp 50 ribuan biasanya memenuhi kriteria itu.

  5. mau tnya nih koh herry, Dengan kapasitas baterai BB Pasport sebesar 3450 mah, berapa lama waktu pengecasannya misal dr 10%-100%? terus charger bawaanya brapa mah outputnya?
    terus itu osnya udah 10.3 ya?

    1. Pak Roni,

      Berapa jam? Wah, terus terang tidak saya perhatikan. Saya charge, lalu saya tinggal beraktivitas atau saya tinggal tidur. Baru dicabut ketika sudah terlihat penuh.

      Charger bawaan memiliki output 1,3 A.

      Iya, versi OS 10.3.

  6. maaf melenceng dari topik

    bisa kasih referensi smartphone 3-3,5 jutaan yg kuat buat nge game dan bagus di kamera (front and back) . thank u koh

    1. Pak Risky,

      Silakan mencoba Sony Xperia C3. Kalau mau yang lebih murah, dengan konsekuensi kamera depan kalah bagus, ada Xiaomi Redmi Note.

  7. Review nya sgt lengkap pak Herry.
    Ada ganjalan bg sy utk semua type qwerty BB,kalo blh sy blg kelemahan nya.
    Semua qwerty BB yang pernah sy pake,baik itu kond baru atau bekas (kond istimewa), stlh sekian lama pake/ bahkan pernah kond baru (9790/onyx3), “hampir” selalu ada keluhan=
    – utk tombol ttt+spasi keluar nya doble atau malah triple.
    – stlh pemakaian agak lama, utk bbrp tombol skaligus mulai rewel,hrs tekan keras atau bahkan tdk bisa d tekan.
    Ini terjadi s/d Q10 sy skrg.6 huruf skaligus macet.
    Utk passport brsn sy liat d group FB BB passport, id a/n Edi Topan Young,jg menyampaikan keluhan yang sama utk passport nya stlh pemakaian 2 bulan.
    Kesimpulan,keyboard qwerty nya krg kuat/rewel.
    Jd ngenes bayangin jk beli dg harga selangit spt itu,kelemahan nya blm jg teratasi dan sell ada.
    Mdh2 an passport nya pak Herry bebas dri penyakit itu utk seterusnya.

  8. oom , os 10.3 passport apa suka error kalau buka apps world. Q10 punyaku iya (pake versi leaked). saya tanya ke BlackBerry help suruh pake wifi dan memang sukses. tapi kan tidak selalu dapat sinyal wifi. kartu saya pake halo.

    1. Pak Yuwono,

      Passport saya baik-baik saja saat dipakai mengakses BlackBerry World. Pernah gagal membuka 1-2 kali saja karena koneksi internet lemot.

  9. Semenjak OS 10 diliris,tidak ada lagi istilah BlackBerry lemot atau hang. Dan sejak itulah BlackBerry menjadi ponsel handal yang sangat cocok bagi yang membutuhkan performa gegas (non gaming). Benarkah demikian pak Herry?

  10. Salam kenal pak Herry. Saya berencana untuk membeli BB Z10,namun saya ragu karena BB Z10 baru yang hadir di pasaran hampir semuanya bergaransi distributor dan dijual seharga 2,45 jt. Pertanyaan saya,apakah barang semacam tersebut layak untuk dibeli ? Terimakasih.

    1. Pak Agustinus,

      Daripada membeli Z10 bergaransi distributor independen, kalau saya lebih memilih Z10 bekas, tetapi bergaransi resmi.

  11. wihh kok jadi ngiler ya, pak….
    Rasanya kok enak banget..

    Eitss bukan Blackberry nya, tapi Yoshi**** nya, Pak Herry.
    Hahahaha

    1. Pak Rianto,

      Ha… ha… ha… Sejak ada Yoshinoya, mama saya yang biasanya suka Hokben telah berpindah ke lain hati.

  12. Pak Herry,

    Dengan pertimbangan harga dan spesifikasi yang hampir sama,lebih baik Iphone 4S baru garansi The One atau IPod Touch 5 16GB ya? (2,7 dan 2,65 jt)

    1. Pak Eko,

      Terus terang saya meragukan tingkat kebaruan iPhone 4 dan 4S bergaransi distributor independen.

      iPod Touch 5-nya garansi mana? Kalau garansi resmi, saya lebih pilih itu.

  13. Iya benar pak, lama-lama ya bosan isinya nasi gorengan mulu kalo di Hokben.
    Enakan di Yoshinoya sih (asal tiap kali makan tidak selalu ke sini), tapi harganya juga lebih “enak” juga yah..
    Hahahaha.

    Btw ini comment benar-benar Out Of Topic at all, mungkin bisa bikin blog kuliner habis gini, Pak Herry.

    1. Pak Rianto,

      Kalau di Hokben saya biasanya pesan nasi putih dan ayam/sapi yakiniku. Saya kurang suka dengan gorengan di Hokben.

      Iya, harga Yoshinoya lebih premium. Jadi, nggak boleh sering-sering makan di sana. 🙂

      Betul… OOT pangkat dua.

  14. Pak Herry,tanya,
    utk os di passport,apa sdh bisa d install google playstore? Jk di os 10.2.1.3442 offcl, msh pilih2, dan tdk bisa berjalan mulus.
    Jk passport sdh bisa full android,wah,bisa jd smartphone Android qwerty, yang paling gegas.

    1. Pak Ferry S.,

      Tidak ada Play Store di Passport. Yang tersedia adalah BlackBerry World dan Amazon AppStore. Kalau mau cari aplikasi Android, masuknya ke Amazon AppStore. Seandainya sudah punya file installer mentahan untuk Android, bisa juga file APK dimasukkan ke Passport, kemudian diinstalasikan.

  15. Bener Koh Herry, seandainya blackberry qwerty ada dual sim, sy ambil. Apalagi dual Sim flagship, beuuh. Sy ud pindah2 OS semuanya ud dicicipi. Alasan bertahan di android skrg krn dual sim. Hehe

  16. Daridulu penasaran dengan smartphone ber OS BB 10 ini… Katanya bisa menjalankan aplikasi Android ya pak? Bagaimana kompatibilitasnya dalam menjalankan aplikasi Android? 🙂

    1. Pak Tuxlin,

      Ya, mulai OS versi 10.2.1, aplikasi Android secara resmi bisa diinstalasikan ke peranti BB10. Tidak selalu kompatibel sih.

  17. Mau tanya pak,kalau lampu tombol qwertynya gak nyala gimana caranya ya,kalau gelap gak bisa ngtik..mohon pentunjuknya ya pak…tks

    1. Pak Fenos,

      Lampu di qwerty keypad Passport seharusnya otomatis menyala saat dipakai di tempat yang kurang terang. Kalau ternyata tidak menyala otomatis, coba lakukan hard reboot. Caranya, ketika Passport siaga, tekan dan tahan tombol volume ke atas dan ke bawah secara bersamaan. Anda baru boleh melepaskannya saat ponsel mulai booting ulang.

  18. Salam Pak Herry. Apakah blackberry passport sekarang masih layak beli? Saya melihat di salah situs belanja online besar 6.5 juta. Saya belum pernah memakai produk blackberry sebelumnya. Mengingat rumornya, blackberry kemungkinan akan menghentikan produk ponsel. Terimakasih

    1. Pak Rizal,

      Kalau Anda membutuhkan peranti BlackBerry dengan qwerty keypad fisik dan baterai tahan lama, Passport masih boleh dilirik.

      Nasib ponsel BlackBerry akan ditentukan oleh performa penjualan sampai akhir 2016. Kalau penjualan tetap seret, BlackBerry mungkin takkan memproduksi ponsel lagi. Mereka bakal fokus ke penyediaan layanan.

    1. Pak Adrian,

      Saya perjelas dulu batas garansi resmi dan garansi distributor di sini ya.
      * Garansi resmi: garansi dari prinsipal/produsen atau garansi dari distributor resmi yang ditunjuk produsen.
      * Garansi distributor: garansi dari distributor independen alias yang bukan resmi ditunjuk oleh produsen. Lazim pula disebut sebagai garansi lain-lain.

      Yang bergaransi resmi:
      1. Produk yang dijual telah diuji kompatibilitasnya dengan jaringan seluler di Indonesia.
      2. Memenuhi segala persyaratan legalitas yang ditetapkan pemerintah.
      3. Barang dalam kondisi 100% baru dan orisinal.
      4. Seandainya terjadi kerusakan, perbaikan dilakukan sesuai standar yang ditetapkan pabrikan.
      5. Biasanya masih “takut” dengan surat pembaca. Artinya, ketika ada sesuatu masalah yang tak kunjung selesai, masukkan saja ke surat pembaca media besar. Biasanya akan cepat direspons.

      Kalau yang bergaransi distributor independen, bukan mustahil kebalikan dari garansi resmi.

  19. Salam pak…
    Sy VITRI
    Terus terang, sy mencari hp yg bisa copytext di FB pd status orang lain.
    Kalau Android, biasanya copytext FB di comment bukan di status.
    Apkh passport bisa copytext di status FB org lain..? Krn berkaitan dgn pekerjaan saya
    Apkh passport bisa install fasilitas TELEGRAM …

    Mohon info y,pak
    Kalau bisa di kirimkan ke email sy.
    Terimakasih pak

    1. Bu Vitri,

      Wah, ini pertanyaan yang sangat unik dan spesifik. Saya tak pernah memperhatikan soal kemampuan mengopi status Facebook via ponsel, baik ponsel Android maupun BlackBerry Passport.

      Telegram belum tersedia resmi untuk peranti BB10, termasuk Passport.

      Maaf, saya tidak melayani permintaan jawaban via email.

    2. Pak… apkh pasport cocok di pakai utk penjual onLine spt saya..?

      Krn sy membutuhkan WA, LINE, LINE@, TELEGRAM, & medsos yg lainnya.

      Apkh pasport bisa tetap onLine jika hanya berkoneksi dgn speedy..? Maksud sy tdk berlangganan paket

      Terimakasih pak

      1. Bu Vitri,

        Tidak cocok. WhatsApp sudah mengumumkan takkan memberikan dukungan terhadap peranti bersistem operasi BB10 lagi, termasuk Passport. Hal itu akan berlaku mulai akhir tahun ini.

  20. trmksh review nya .. sy pemakai bb q10.
    1. Menurut koh Herry setelah terbiasa dengan layout keyboard passport perbandingan mengetik di passport sama di q10 lebih nyaman mana?
    2. kemudian misalnya blackberry di tutup dan tidak mengeluarkan lagi produk smartphone apa masih ada layanan untuk konsumen yang sudah terlajur beli passport.
    3. saya pernah lihat di youtube >video bb passport sistem operasinya memakai android lolipop , yg di tanyakan apa memang bb berencana mengeluakan passport ber OS android?

    terimakasih koh Herry atas waktunya dan review passport nya…salam

    1. Pak Jerry,

      1. Papan ketiknya sih lebih lega Passport. Namun, Passport lebih bongsor ya. Terasa agak mengganjal saat dikantongi.

      2. Passport kan pakai paket internetan biasa. Anggaplah terjadi kondisi terburuk, BlackBerry tutup. Passport tetap bisa dipakai.

      3. Passport memakai sistem operasi BB10 kok, bukan Android. Yang pakai Android itu BlackBerry Priv.

    1. Pak Joe,

      Tak tahu. Lha saya nggak pernah nonton bola via streaming. Saya tidak mengetahui seberapa jelas pergerakan bola di layar Passport.

  21. Pak Herry, kok passport lama kelamaan chargernya susah ya?
    udah pake charger bawaan masih saja bilangnya bukan bawaan jd sy harus gonta ganti charger supaya baterai bisa terisi. serignya malahan ngecas bisa seharian ga penuh penuh karena ke-detect bukan charger bawaan, cape de…repot juga passport “terlalu pintar” bahkan charger bawaan juga tidak dikenali. Jadinya repot sekali ngecas, kenapa bisa begini ya Pak?
    Pernah saya beli charger baru yang ori awal-awal bisa tapi lama kelamaan jadinya tidak ke-detect juga…setiap hari klo ngecas saya harus akalin colok cabut sampe puluhan kali supaya bisa ngecas normal…kayaknya cuma di BB10 aja yg seperti ini, BB versi dibawahnya bisa pake semua charger…Thx
    ada usul/saran?

    1. Pak Jony,

      Kalau membaca cerita Anda, apakah yang bermasalah bukan konektor charger di Passport Anda? Cobalah memeriksakannya ke pusat perbaikan resmi.

      Ada teman yang sehari-hari menggunakan Passport. Dia malahan sudah memakainya sebelum saya memulai uji pakai. Sampai saat ini Passport itu masih baik-baik saja. Tak ada masalah dengan proses charging.

  22. Salam pak Herry. Saya pengguna passport sejak agustus 2015. Waktu itu saya beli online seharga 6,4 wii. Sampai sekarang masih mesra dgn passport ini. Cuman ada 1 pertanyaan soal batere yang non removable, klw suatu saat harus ganti batre gimana ya caranya? Tks pak

    1. Pak Ade Arif,

      Kalau yang garansi resmi sih tinggal dibawa ke pusat perbaikan resmi. Karena milik Anda tanpa garansi resmi, saya tak tahu penggantian baterai bisa dilakukan di mana.

  23. Pak Herry,

    tanya,

    1. utk blackberry passport (atau hp lainnya yg dukung 4GLTE), jika mode network nya di aktifkan di 4G,3G,2G atau AUTO, TANPA berlangganan paket internet 4G =
    – jika di daerah ttt TIDAK ADA signal 4G = apa pengaruh ke konsumsi battery/lbh boros?

    2. saran pak Herry utk passport sy tanpa paket 4G setting network nya d set di AUTO atau 3G,2G saja (signal 4G kembang kempis) ?

    3. jika network 4G aktif, tanpa atau dg paket internet 4G apa pengaruh ke voice call (suara yg lbh jernih? )

    txs sblm nya,aaf,sy msh sgt awam soal 4G, krn di daerah sy 4G baru masuk.

    1. Pak Ferry,

      1. Iya, tetapi tidak signifikan.

      2. Kalau 3G-nya bagus, mending 3G saja.

      3. Di jaringan 4G justru tak bisa menelepon dan ditelepon. Pada mode auto dan dengan asumsi jaringan 4G bagus, Anda akan berinternet via jaringan 4G. Ketika akan menelepon atau ditelepon, ponsel otomatis turun ke jaringan 3G.

  24. Ada yg tahu…BlackBerry passport silver edition keypad ada lampu nya gak? Kalau ada cara menyalakannya gimana?

    1. Pak Rafael,

      Saya belum pernah mencoba Passport silver edition. Namun, saya yakin pasti ada lampunya. Biasanya tak ada pengaturan khusus untuk menyalakannya. Saat Anda berada di lokasi dengan pencahayaan kurang memadai, lampu otomatis akan menyala.

    2. Iya ada lampunya, begitu HP dipakai kan langsung nyala lampu dikeypadnya. Akhirnya, saya pakai juga passport SE. Bentuknya anti mainstream keypad empuk nyaman buat ngetik dan dijamin akurat hasil ketikannya. Langsung install google playstore jadi bisa pakai beberapa aplikasi android dan lancar jaya bekerja.

  25. Pak harry tolong dibantu donk, gmn cara hilangin nada suara(tombol angka) pada bb passport, maaph norak hahaha..

    Makasih

  26. Sepertinya ada yang sama dgn masalah passport sy. Lampu keypadnya susah nyala. Meski di tempat gelap sekalipun. Udh di tekan tombol vol smpe nge reboot tpi ttp keypadnya susah nyala. Gimana ya…

    1. Pak Aldi,

      Apakah Anda memasangkan screen protector yang tebal dan buram? Kalau iya, itu bisa menjadi pemicu.

      Kalau tidak, berarti silakan mampir ke pusat perbaikan resmi BlackBerry untuk melakukan pengecekan.

  27. Salam Pak Herry..
    Tanpa dukungan aplikasi WA,apakah layak lagi untuk dibeli BlackBerry Passport ini Pak? Atau masihkah layak meminang ponsel BlackBerry saat mereka mulai punah? Trims Pak Herry

    1. Pak Rangga,

      Buat saya sih sudah nggak menarik. Namun, kalau Anda tidak memerlukan WhatsApp dan mengidamkan ponsel pintar dengan QWERTY keypad fisik, Passport masih boleh dilirik sih.

  28. Pak Herry,
    WhatsApp support untuk ? BlackBerry dilanjut sampai Juni 2017.
    Dan kalo pendapat saya, meski tak ada lagi WhatsApp for ? BlackBerry, kan di ? BlackBerry 10 bisa jalankan WhatsApp for Android?
    Jadi kan tak ada masalah?

    1. Pak Zulfikar,

      Entahlah. Saya tak tahu bagaimana hasilnya kalau file installer WhatsApp untuk Android diinstalasikan ke BB10. Bisa jadi tidak semua fiturnya dapat dijalankan dengan sempurna.

  29. Selama ini pakai Z30 sangat nyaman untuk urusan kerjaan, urusan push email BB paling top markotop deh. Sinkronisasi BB melalui perangkat lain via BB Blend sangat membantu saya. All over masih suka pakai BB, jadi tertarik pindah ke Passport nih. Dari dulu belum pernah pakai BB dengan qwerty keyboard selalu memilih BB layar sentuh, storm 2, Z3 dan sekarang masih nyaman di Z30. Tapi pengin coba qwerty keyboard biar cepet kalo ketik email.

    1. Iya Bu Lina dicoba aja Passport.

      Apalagi kalo wanita biasanya HP masuk tas, maka ukuran Passport yang bongsor jadi ga masalah.

  30. Pak Herry,
    saya pengguna Blackberry utamanya karena saya rada kuno tidak gadget minded sebatas fungsi utama hp, e mail, browsing dan plus whatsApp cukup sudah, setelah Juni 2017 sudah tidak bisa gunakan WA, masih bisakah install WA for Android seperti pendapat pak Zulfikar… terimakasih

    1. Pak Joe,

      Saya sudah coba Pak & ternyata bisa. Bapak bisa download APK nya di apkpure.com

      Saya jalankan WhatsApp for Android di BlackBerry Passport & bisa!

      Tapi akibatnya WhatsApp versi BlackBerry jadi logged out. Ternyata tidak bisa menjalankan 2 versi WhatsApp sekaligus dalam 1 HP.

      Maka WhatsApp versi BlackBerry nya di Backup dulu Pak trus baru Install WhatsApp versi Android di BlackBerry Passport.

      Setelah WhatsApp versi androidnya sudah terbukti lancar, WhatsApp versi BlackBerry dihapus saja.

    2. Pak Joe,

      Saya sudah coba Pak & ternyata bisa!

      Apk bisa download di apkpure.com
      Search “WhatsApp apk” disitu.

      Setelah download selesai, di klik, dia otomatis Install sendiri. Perhatikan bahwa WhatsApp versi Android yang terinstall akan start dalam keadaan kosong karena chat2 yang lama tidak akan ada.

      Maka sebelum Install WhatsApp for Android, Bapak Backup dulu chat yang penting2 ke email (pilih menu send to email). Setelah itu baru Install WhatsApp for android.

      Setelah WhatsApp for Android terbukti bisa jalan, delete aja WhatsApp for BlackBerry, karena WhatsApp tidak mengijinkan 2 aplikasi WhatsApp dipakai untuk nomor HP yang sama.

  31. Mantaap banget review BB Passport ini. TOP…
    Saya bisa dibilang pengguna yg cukup setia Blackberry. Pertama kali menggunakan product Blackberry mulai dari BB Apollo, trus ke BB Q10, hingga akhirnya sekarang menggunakan BB Passport udah sekitar 1 tahun lebih dan sampai sekarang puas dgn BB Passport.

    Saya bukan penggila game, jadi BB Passport layak buat saya untuk cek dan reply email, keypad empuk dan tangguh. Bahkan ketika ada program Trade-in BB Passport dengan BB Aurora di Central Park, walaupun sempat galau, tapi saya tetap bertahan dgn BB Passport karena butuh dgn qwerty fisik, serta bentuk BB Passport yg unik.

    Ukuran layar cukup memuaskan bagi saya, daya tahan baterai sampai skrg bagus, qwerty keypad oke, dan sepertinya, BB Passport ini sepertinya bukan barang pasaran yg banyak beredar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *