Review BlackBerry Q10: Nilai Sempurna untuk Kenyamanan Keypad

Tak dapat disangkal, BlackBerry Z10 merupakan peranti bersistem operasi BlackBerry 10 (BB10) pertama yang beredar resmi di pasar. Namun, bagi penulis, the first real BB10 device bukan Z10, melainkan Q10. Alasannya sederhana. Peranti BlackBerry identik dengan papan ketik qwerty fisik. Karena Z10 tanpa papan ketik qwerty fisik, berarti Q10-lah yang lebih pantas menyandang predikat peranti BB10 pertama yang benar-benar nyata.

Penampakan fisik Q10 tampak mewah, elegan, dan berkelas. Siapa pun yang melihatnya takkan memberikan label murahan kepada ponsel tersebut. Rangka bodinya terbuat dari baja tahan karat alias stainless steel, sedangkan bagian belakang bodi berbahan baku glass weave.

Q10-1

Kalau dicermati, posisi kamera dan lampu kilat di sisi belakang Q10 tidak sejajar dengan bodi. Keduanya sedikit menjorok ke dalam. Hal yang sepintas sepele itu menguntungkan pengguna. Sebab, kemungkinan lensa kamera tergores saat Q10 diletakkan di meja dapat diminimalkan.

Q10 dibekali layar sentuh 3,1 inci beresolusi 720 x 720 piksel. Tepat di bawah layar yang responsif terhadap sentuhan itu terdapat papan ketik qwerty. Ukuran keypad yang cukup besar dan menonjol dengan tingkat kemiringan tertentu membuat papan ketik qwerty Q10 cepat akrab dengan sepasang ibu jari penulis. Apalagi, papan ketik itu terasa empuk dan membal saat ditekan. Penulis berani memberikan nilai sempurna untuk kenyamanan keypad Q10.

Kamera utama Q10 dilengkapi fokus otomatis dan lampu kilat. Kamera itu mampu menghasilkan foto beresolusi delapan megapiksel dan klip video full HD 1080p. Sedangkan kamera di sisi depan ponsel, seperti biasa, tanpa fokus otomatis maupun lampu kilat. Foto dua megapiksel dan klip video HD 720p sanggup diproduksi olehnya.

Prosesor berinti ganda (dual core) Qualcomm Snapdragon S4 1,5 GHz, RAM 2 GB, memori internal 16 GB, dan selot microSD merupakan sebagian spesifikasi lain Q10. Ada pula GPS, Wi-Fi, bluetooth, NFC, kompas, dan konektor micro HDMI. Ponsel dengan baterai 2.100 mAh yang bisa dilepas pasang itu telah mendukung layanan LTE.

Q10-2

Jenuh dan ingin menikmati musik? Putar saja via peranti berdimensi fisik 119,6 x 66,8 x 10,35 mm dan berat 139 gram itu. Suara yang diperdengarkan oleh speaker Q10 tergolong bagus. Keras dan cukup jernih.

Selama proses uji pakai ala penulis, sekali diisi ulang sampai penuh, daya tahan baterai Q10 rata-rata mencapai 16 jam. Durasi itu tentu bersifat relatif. Perilaku pemakaian dan performa layanan operator yang digunakan sangat berpengaruh.

Bila dirangkum, akumulasi antara papan ketik qwerty yang sangat nyaman, kamera yang andal, dan performa keseluruhan yang prima membuat Q10 sukses memikat penulis. Penulis semakin senang karena tak perlu menekan tombol apa pun saat ingin “membangunkan” Q10 yang sedang siaga. Cukup sapukan jari dari bawah ke atas layar.

Satu-satunya sisi minus Q10 versi penulis, penulis tak bisa menyaring email yang hendak diteruskan ke ponsel. Kalau ditelusuri, hal itu sebenarnya bukan kesalahan Q10. Ketidakmampuan melakukan filtering email berdasarkan pengirim, subjek, atau kata kunci merupakan salah satu karakteristik bawaan lahir sistem operasi BB10.

Q10 Minion

Bagaimana kalau Q10 diadu dengan BlackBerry Bold 9900 alias Dakota yang dikenal memiliki papan ketik qwerty nyaman? Jawaban singkatnya, Q10 merupakan penyempurnaan besar-besaran Dakota. Keypad Q10 setingkat lebih memanjakan jari daripada keypad Dakota. Kamera yang buruk dan daya baterai yang cepat habis di Dakota tidak ditemukan lagi di Q10. Dalam dua hal itu, Q10 sangat mutlak mengungguli Dakota.

Harga pasar Q10 bergaransi distributor resmi BlackBerry Indonesia (Comtech, SCM, dan TAM) saat ini sekitar Rp 7 juta. Tanpa memperhatikan harga jual, Q10 merupakan ponsel pintar yang pantas sekali dibeli. Sementara itu, kalau kesepadanan antara harga jual dan spesifikasi sangat diperhatikan, Q10 mestinya takkan muncul di urutan teratas daftar ponsel layak bungkus.

33 thoughts to “Review BlackBerry Q10: Nilai Sempurna untuk Kenyamanan Keypad”

  1. Pak HSW

    Pengguna bb fanatik layak membeli hp ini, sedangkan pengguna ios android atau wp lupakanlah.. kira2 begitu penafsiran saya membaca paragraf terakhir. Betulkah demikian hehehe ?

    1. Pak Yusuf,

      Semakin hari semakin banyak pembaca yang piawai memahami kalimat saya. ๐Ÿ™‚

      Tapi, kalau yang dicari kenyamanan papan ketik qwerty, Q10 belum ada tandingannya sih. Seandainya ada acang Android dengan papan ketik qwerty senyaman Q10, wah… asyik banget deh.

  2. Pak HSW

    Saya menyukai gaya penulisan review yg santun seperti ini tanpa harus menjatuhkan atau menjelekkan merk ini itu atau os tertentu. Semoga bisa terus dipertahankan. Oh iya btw mestinya komen ini saya posting di judul sebelah tetapi saya malas baca komentar orang2 yg suka menjelekkan2 merk tertentu seolah2 mereka yang tahu segalanya mengenai sebuah gajet. Padahal untuk nulis review seperti ini saja belum tentu bisa apalagi buat program aplikasinya apalagi mendesain dan memproduksi sebuah acang hehehe.. mirip2 sama komentator sepak bola.

  3. Pak Herry,

    -Saya mau tanya,bagaimana dengan pemakaian menu2 di Q10 yang sama sekali berbeda dengan OS7?

    -apa perlu adaptasi dari awal lagi?

    Apalagi dg tiada nya trackpad di Q10 ini.
    soalnya saya oengguna setia Bold,sy masih ragu untuk Q10 ini (takut kesulitan dalam penggunaan menu2nya,maklum usia mulai sepuh ๐Ÿ™‚ ).
    terimakasih sebelumnya.

    1. Pak Ferry,

      Mohon maklum karena saya baru bisa merespons pertanyaan pada malam ini. Kebetulan beberapa hari terakhir sedang sibuk pindahan ke rumah kontrakan baru.

      1. User interface BlackBerry OS7 sangat berbeda dengan BB10, termasuk BlackBerry Q10. Karena itu pasti diperlukan adaptasi. Berikan kesempatan 3-7 hari untuk beradaptasi plus merasakan sensasi Q10. Kalau Anda baru mencobanya beberapa jam, peranti itu akan terasa sangat aneh.

      2. Hilangnya trackpad tak masalah kok. Layar sentuh Q10 tergolong nyaman. Untuk meng-unlocked layar, Anda juga tak perlu menekan tombol apa pun. Cukup sapukan jari dari bawah ke atas layar.

  4. Selamat malam Pak Herry,
    Skdr sdkt review tg Q10.
    Stlh kira2 setaun lebih saya pakai Q10,mmg benar perlu pembiasaan diri,pertama pakai,blm seminggu,lsg niat saya jual lagi,tp begitu ngikuti channel BBM tg Q10+crackberry+thread Q10 di kaskus,saya urung jual,malah saya pertahan kan s/dd skrg.knapa,bb10 spt hybriddd,stlh upgrade software,androidd app bisa jalan di BB10.
    Selain itu untuk BBM,email,sgt saya sukai,tdddk berubah,sgt cepat.juga keyboardd fisik nya,plg nyaman.
    Cuma 1 kekurangan Q10 mnrt sy,sama seperti keyboard BB qwerty lainnya,yaitu stlh “berumur”,penyakitnya ssama,d tombol d sselalu ada titik kecil,yg selalu terkelupas cat di titik itu.
    juga sll saja ada tombol yang macet+keluar doubel/beruntun.d Q10 saya yang macet tombol D+S.solusi nya hrs ganti keyboard,seharga 250rb.

    Mdh2 an untuk passport penyakit ini sh bisa di atasi.
    Oya,sy tunggu review BB passport nya pak,sayang,harga tll mahal.yg paling saya suka dari passport,layar lbh lebar,keyboard nya juga jadi skaligus trackpad.

    1. Pak Ferry S.,

      Terima kasih atas sharing-nya.

      Soal Passport, saya menanti kiriman Passport dari Pak Ferry ya. Ntar saya review-kan deh.

  5. Selamat malam Pak Herry,
    Mohon infonya….saat ini untuk harga second Q10 seputaran jakarta kena berapa ya pak ?
    maaf …kira2 adakah tempat jualan Q10 yg direkomendasi oleh Pak Herry.
    Secara saya perlu gandget ini untuk menunjang kepentingan e-mail perusahaan.

  6. Maksudnya gmana ya pak ?
    Bila membeli baik second/baru yg bukan garansi resmi (smisal berindo)…jaringan 4Gnya tidak availabel,bukan bgitu pak ?

    1. Pak Bowo,

      Bukan begitu. BlackBerry Q10 yang bukan bergaransi resmi spesifikasi belum tentu sama dengan yang beredar resmi di Indonesia. Nah, kalau Anda kebetulan dapat unit yang LTE-nya, misalnya, 700 atau 1.700 MHz, Anda takkan bisa memakainya untuk menikmati layanan 4G LTE di sini.

  7. Terima kasih infonya pak Herry.
    Selanjutnya langkah apa yg bisa dilakukan ntk mengetahui ponsel q10 yg akan kita beli (baik second/baru) termasuk jaringan LTE indonesia ?
    Apakah dpt kita check ddpan counter/pedagang ponsel tsb ?

    1. Pak Bowo,

      Ya tinggal tanya Q10-nya itu bergaransi resmi, eks-garansi resmi, atau tanpa garansi resmi.

      Bisa pula tanya kode Q10 yang ditawarkan itu apakah SQN100-3? Bila SQN100-3, baru boleh Anda beli.

  8. kode Q10 SQN100-3 itu dapat dilihat/dicheck di hardware (phisik ponsel) atau di softwarenya pak ?
    – klo dapat dilihat di hardware di bagian mananya ?
    – klo dapat dilihat di software di menu apa ya pak?

  9. Maaf tanya nya terlambat mudah2an msh bisa :kalau mengacu tulisan mengenai q20/classic dia (q20) kan support OTG kalau q10 support OTG gak?

  10. Maaf keluar topik sedikit, sy pemakai q10 pingin beralih ke android… Kalau lepas q10 ganti ke hisense pureshot apa rugi gak maksudnya ada sebagian fasilitas yg ada di q10 bakal hilang (mis keamanan data, qualitas body bb q10 dll ,

    1. Pak Jerry,

      Kalau pertimbangannya dua faktor itu, ya jangan pindah ke Pureshot. Gampang tho.

      Built quality Q10 lebih bagus daripada Pureshot. Soal keamanan data, saya tak paham detailnya. Namun, banyak pihak meyakini sampai saat ini peranti BlackBerry paling aman.

  11. Pak HerrySW..
    Blackberry Q10 saya kok gak bisa invite dan accept kontak bbm ya,, awalnya bisa, saya kan agak malas ber bbm dulu, jadi cuma invite 1 teman buat uji coba gitu, terus gak pernah di buka lagi bbm nya.
    Nah sekarang saya coba udah gak bisa, jadi dari dulu kontak bbm nya cuma 1 orang aja

    1. Pak Agus,

      Saya kok menduga sumber permasalahan ada di server BBM ya. Alasannya, beberapa rekan saya yang rutin memakai BBM sejak sekitar sebulan terakhir mengalami masalah yang persis sama dengan Anda.

  12. kemarin saya iseng coba pakai paket Blackberry yang 1 hari, eh bbm nya normal lagi pak..
    terus sekarang balik lagi, gak bisa..

    Apakah harus aktifkan paket bb dulu untuk bisa bbm an, atau emang servernya yang bermasalah..

    Kalau sempet harus beli paket bb baru bisa bbm an, wah bisa repot, harus daftar paket dobel..

    1. Pak Agus,

      Anda pakai peranti BB 10, bukan? Kalau iya, kan nggak perlu berlangganan paket BlackBerry lagi. Cukup berlangganan paket data.

  13. Pak Herry, mulai 2017 kan whatsapp ndak support blackberry lagi. Untuk pengguna blackberry yg masih pengen pake whatsapp di gawai blackberry ada solusinya ndak pak?
    Matur nuwun

    1. Pak Pram,

      Kalau peranti BlackBerry-nya bersistem operasi Android, ya tak ada masalah.

      Kalau peranti BlackBerry-nya yang BB10, bisa disiasati dengan menginstalasikan WhatsApp-nya Android. Entah seluruh fitur bisa berfungsi normal atau tidak.

      Kalau peranti BlackBerry-nya pakai BB OS 7, ya solusinya ganti ponsel. ๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *