Review BlackBerry Z10: Bukan Untuk Cinta Satu Malam

BlackBerry Z10 menjadi salah satu “barang panas” pada kuartal pertama 2013. Kehadirannya sangat dinantikan, apalagi di negara dengan belasan ribu pulau ini. Sebab, Z10 merupakan acang pertama bersistem operasi BlackBerry 10 yang konon menawarkan sensasi baru. Bagi perusahaan BlackBerry yang dulu bernama Research In Motion (RIM) tersebut, Z10 sekaligus menjadi salah satu penentu nasib. Tetap eksis atau tinggal kenangan.

Penulis menguji pakai Z10 varian STL100-1 yang didistribusikan ke pasar Indonesia serta berbagai negara di Timur Tengah dan Asia. Acang berwarna putih itu memiliki versi firmware 10.0.10.82.

BlackBerry Z10-1

Bentuk fisik Z10 terlihat elegan dan cantik. Permukaan sisi belakangnya bertekstur sehingga sama sekali tak terasa licin saat digenggam. Bila diperbincangkan dengan nada bercanda, kecantikan desain Z10 sangat diakui produsen acang terkemuka lain. Buktinya, silakan melihat wujud HTC One yang diperkenalkan belakangan.

Menurut penulis yang telah mencoba aneka tipe peranti BlackBerry sejak 2005 sampai tahun lalu, Z10 merupakan sebuah perubahan radikal. Tampilan antarmuka alias user interface-nya sangat berbeda. Karena itu, pengguna amat mungkin harus beradaptasi selama beberapa jam hingga hitungan hari.

Berbeda dengan tipe BlackBerry sebelumnya, pengguna Z10 tak perlu mengaktifkan paket BlackBerry Internet Services (BIS). Mereka bisa memanfaatkan layanan data ritel maupun berlangganan paket data seperti yang lazim dipakai di acang Android, iOS, Windows Phone, maupun modem USB.

Satu kemampuan lama yang kini hilang, pengguna tak bisa menyaring email masuk berdasarkan, misalnya, judul email dan kata kunci tertentu. Dulu filtering email seperti itu rutin penulis lakukan ketika sangat sibuk atau berada di luar negeri. Hanya email yang memenuhi kriteria yang bakal di-push ke ponsel.

BlackBerry Z10-2

Operasional Z10 sangat bergantung pada sapuan jari. Sapukan jari mulai dari bagian bawah layar ke atas untuk menyalakan layar plus membuka penguncinya. Layar sentuh 4,2 inci beresolusi 1.280 x 768 piksel acang itu memungkinkan pengguna melihat tulisan dan gambar di berbagai kondisi, termasuk di luar ruangan.

BlackBerry OS 10 di Z10 menyodorkan beragam hal baru yang dinamakan BlackBerry Peek, Hub, dan Flow. Intinya, pesan BlackBerry Messenger (BBM), email, SMS, Facebook, Twitter, dan berbagai notifikasi lain dapat dipusatkan di satu layar. Ketika sedang menjalankan aplikasi lain, pengguna cukup menyapukan jari untuk mengintip notifikasi yang masuk.

Papan ketik Z10 layak mendapatkan acungan jempol. Sebab, semakin sering digunakan, ia bakal semakin pintar menebak kalimat yang hendak ditulis pengguna. Proses pengetikan pun menjadi lebih cepat karena pengguna cukup mengusapkan jari ke atas huruf yang menampilkan prediksi kata.

Prosesor dua inti (dual core) TI OMAP 4470 1,5 GHz, RAM 2 GB, memori internal 16 GB, dan selot microSD merupakan sebagian spesifikasi lain Z10. Ada pula Wi-Fi, bluetooth, dan NFC. Acang yang mendukung layanan HSPA+ itu dibekali baterai 1.800 mAh yang mudah dilepas pasang.

BlackBerry Z10-3

Sepasang kamera bisa dijumpai di Z10 yang berdimensi fisik 65,6 x 130 x 9 mm dan berat 136 gram itu. Kamera belakang dilengkapi fokus otomatis, lampu kilat, dan mampu memproduksi foto delapan megapiksel plus klip video full HD 1080p. Sedangkan kamera depan sanggup menghasilkan foto dua megapiksel dan klip video HD 720p. Untuk memilih momen terbaik pemotretan, pengguna pantas mengoptimalkan fitur time shift.

Saat ini Z10 bergaransi resmi mitra distribusi BlackBerry (Comtech, SCM, dan TAM) dijual di rentang harga Rp 6,85 juta sampai Rp 7 juta. Z10 putih biasanya dijual sekitar Rp 100 ribu lebih mahal daripada Z10 hitam.

Penulis memiliki dua kesimpulan tentang Z10. Pertama, Z10 tidak tepat dipakai ber-one night stand. Bukan buat cinta satu malam. Apalagi, bila pengguna baru Z10 itu sebelumnya pernah memakai peranti BlackBerry OS 4, 5, 6, dan 7. Berikan waktu beradaptasi 2-3 hari.

Kedua, buat “katak dalam tempurung” yang dulu sehidup semati dengan BlackBerry, Z10 terasa sangat canggih. Sebuah lompatan besar deh. Namun, bagi pengguna iPhone dan peranti Android, Z10 amat mungkin akan terasa biasa-biasa. Tidak jelek, tetapi juga tak sampai menimbulkan efek wow.

37 thoughts to “Review BlackBerry Z10: Bukan Untuk Cinta Satu Malam”

  1. Pak. bagaimana dengan koneksi Wifi ber Proxy, apakah bisa Z10 ini? Karena jika dibandingkan dengan Ponsel Android, tidak semua Android bisa melakukan koneksi Wifi ber proxy, kalaupun bisa, itu pun hanya sekedar browsing ataupun download google play, kecuali mereka punya akses Root. Trims.

  2. Pak Suryadi,

    Maaf, saya kurang paham, Wi-Fi ber-proxy itu seperti apa ya?

    Yang pernah saya coba, dengan memakai Z10, saya memanfaatkan Wi-Fi di kafe/restoran. Hasilnya, lancar. Saya pernah pula memakai modem USB yang bisa jadi mifi. Itu juga lancar.

  3. Maksud saya, WIFI yang dikasih proxy, biasanya perusahaan contoh seperti saya yang sedang bekerja di Ax*s. Akses Wifi kami dibekali oleh Proxy, jadi hanya yang tahu proxy Wifi saja yang bisa akses Wifinya. 🙂

  4. Sekedar info saja, saya baca detik news via twit ada statement pak gita menteri perdagangan bb z10 ini ilegal krn blm dpt izin, meskipun tam…entah apa maksudnya

  5. Pak Yusuf,

    Iya, tadi saya sempat membacanya juga. Sepertinya yang dimaksud beda dengan izin yang telah terpampang di layar Z10 saya ini ya. pic.twitter.com/kq5SY5MTTw

    Detailnya saya kurang tahu.

  6. Hehehe entahlah mungkin itu izin postel..bukan izin perdagangan…beda kementerian….tapi ini mungkin loh..saya sendiri juga ga paham gitu2. Barangkali ada pembaca lain yg lbh kompeten yg bisa sharing beri pencerahan?

  7. Fitur dan harga benar-benar kurang sebanding jika di jaman sekarang dengan harga Z10 sudah bisa labih dapat fitur lebih banyak seperti di iPhone dan juga Android, bahkan dibandingkan Windows phone aja masih kalah si BB. Serta pula dengan kabar BBM akan segera hadir tahun ini di platform iOS dan Android, tentu Z10 dan Q10 penjualannya bisa tinggal dihitung jari.

  8. Pak Yusuf,

    Ya, saya sangat senang kalau ada pembaca thread ini yang bisa memberikan pencerahan rinci seputar aturan impor dan perizinan acang. Pengin nambah ilmu.

  9. Nah..
    Akhirnya Om Herry review merk blackberry juga, setelah absen sekiaaaaan lama, meskipun ada tipe baru yg sebelum2nya.

    Z10 oke sih, cuma batre boros amat, meskipun sinyal stabil

    Sukses selalu buat buat Om Herry.

  10. Pak Jefry W, SH,

    Ha.. ha… akhirnya ada review BlackBerry ya.

    Baterai Z10, menurut saya, masih lebih hemat dibandingkan Dakota sih.

  11. Dulu BB hapenya businessman, sekarang konotasinya hape nya alayers yg doyan auto-text an, sosial media, etc.

  12. Pak Tukar Cerita Apasaja,

    Konsumen di Indonesia, terutama yang sudah tak bisa lepas dari BlackBerry, tetap melirik Z10. Mereka nggak peduli perusahaan BlackBerry sedang suram atau cerah.

    Bagi kelompok konsumen tersebut, yang penting mereka memakai peranti BlackBerry keluaran terbaru.

  13. Maaf keluar dari konteks pak.
    apakah sudah pernah membahas Fitur BBM yang akan masuk ke Android dan iOS?
    apakah download aplikasi nya akan berbayar?
    Trims.

    1. Pak Andres,

      Saya belum pernah membahasnya. Kan belum bisa dinikmati oleh pengguna di sini. Detail fitur dan skema tarif belum diketahui. Kemungkinan download-nya gratis, tetapi ada lisensi yang harus dibayar. Fitur dasar BBM, termasuk BBM group, sepertinya akan tersedia.

    1. Pak Sigit,

      iPhone 4s bukankah sudah diskontinyu dan tak tersedia lagi di pasar, Pak?

      Kalau pilihannya iPhone 4s atau Z10 dengan harga sama, saya sih pilih iPhone.

  14. Selamat sore pak herry, saya tertarik dengan review tentang blackberry Z10. Kira-kira dengan rentang harga terbaru saat ini, apakah sepadan. Saya juga mempertimbangkan antara z10 dengan HH android lain dengan rentang harga yang sama. Apakah z10 masih meniadi sebuah HH yang cukup mumpuni?

    1. Pak Lulus,

      Ya, saya rasa masih boleh dilirik. Btw, kalau mau yang lebih murah, mestinya minggu depan bakal ada peluncuran BlackBerry Z3. Saya belum mengetahui kinerjanya. Harga pemesanan awal (pre-order) seharusnya tak lebih dari Rp 2 juta.

  15. Pak Herry,

    Saat ini saya masih menggunakan HH BlackBerry dan berencana untuk mengganti HH yang bisa mendukung kegiatan dan pekerjaan saya sehari-hari. Apakah untuk browsing, membaca dokumen, dan social media HH Z10 ini pantas dilirik dengan rentang harganya saat ini? Kiranya juga Pak Herry bisa memberi masukan untuk HH Android dengan kebutuhan saya di atas dengan rentang harga maksimal 2.6juta.

    Terima kasih.

    1. Pak Raden,

      Dengan harga terkini, Z10 pantas dilirik. Namun, sebaiknya Anda membeli satu baterai tambahan. Sebab, satu baterai Z10 seharusnya takkan sanggup menemani Anda mulai pagi sampai malam.

      Dengan rentang harga maksimal Rp 2,6 juta, Anda boleh melirik:
      * Redmi Note, kalau ingin yang layarnya besar. Harga baru sekitar Rp 2,4 juta. Semua yang beredar di pasar pasti tanpa garansi resmi karena ponsel itu memang belum diluncurkan resmi ke sini.
      * LG L90, kalau ingin yang dimensi fisiknya lebih mungil. Harga baru sekitar Rp 2,6 juta.
      * Acer Liquid E700, kalau ingin bodi tidak terlalu bongsor dan mendukung tiga kartu GSM sekaligus. Harga baru Rp 2,499 juta.

  16. z10 ini sungguh mantap jujur selama pakai smartfone z10 ini yg paling mantap genggamanya dan kenyamanan tp sayang dengan terpaksa sy jual hp ini krna di akhir thn 2016 tdk bisa lagi buka fb dan wa. dan akhirnya sy ganti dengan hp xiaomi redmi 3s yg lumayan mantap dengan daya tahan batreinya yg luar biasa

    1. Pak Septian,

      Benar. Bahkan, untuk Facebook, sepertinya sekarang sudah tak bisa deh. Saya tak tahu pasti karena sudah lama tidak memakai peranti BB10.

      Alasannya apa? Sebab, Facebook dan WhatsApp memandang populasi pengguna BB10 terlalu kecil. Jadi, mereka takkan mengembangkan untuk platform tersebut lagi.

  17. Pak Herry,
    Denger denger katanya ada BB Z10 yang sudah bisa 4G LTE ya? Varian STL100-2. Apa benar itu? Ciri ciri nya seperti apa pak?

    1. Pak Helmi,

      Benar. Namun, STL100-2 dulu tidak beredar resmi di sini. Ciri-cirinya? Lihat saja stiker di bagian belakang bodi ponsel. Cari yang ada tulisan STL100-2.

  18. Untuk jaringan 4G nya apa sudah mendukung semua operator di indonesia? Dan untuk saat ini apa masih layak beli pak? Kebetulan saya dari dulu suka blackberry namun beralih ke android. Ya.. Sekedar ingin mencoba OS10 nya pak.

    1. Pak Helmi,

      Tak tahu. Varian STL100-2 pasti tanpa garansi resmi. Saya tidak pernah mencobanya.

      Sudah sangat tidak layak beli sih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *