Review BlackBerry Z30 (2): Awalnya Belum Bisa Misuh

Uji pakai BlackBerry Z30 menyisakan guratan senyum puas. Ponsel itu terasa gegas dan bisa diandalkan. Bila dibandingkan dengan BlackBerry Z10 yang sama-sama berlayar sentuh plus memakai sistem operasi BB10, pergerakan layar Z30 jauh lebih halus (smooth).

Sebuah percobaan sederhana sempat dilakukan. Z30 sengaja diletakkan berdampingan dengan Z10. Oleh teman penulis yang kebetulan bernama sama, Herry, layar sepasang ponsel itu disentuh dan digerakkan bersamaan ke arah yang sama. Hasilnya, jelas terlihat pergerakan layar Z10 tidak mulus. Sempat tampak ada patahan. Hal serupa tidak terjadi dengan Z30.

Review Z30-10

Kalau dikomparasikan dengan ponsel cerdas alias smartphone Android, kecepatan dan kemulusan pergerakan layar Z30 layak diadu dengan ponsel Android berprosesor empat inti (quad core). Sebut saja, Sony Xperia Z1. Bahkan, dibandingkan dengan Samsung Galaxy Note 3 yang memakai prosesor delapan inti (octa core) pun berani.

Pujian ekstra patut pula diberikan kepada papan ketik qwerty virtual Z30. Selain ukuran tombolnya ramah terhadap berbagai ukuran jari, ia piawai menebak kata demi kata yang akan diketikkan pengguna. Semakin sering dipakai, papan ketik itu bakal semakin pintar memprediksi kata. Sebab, ia selalu mempelajari kebiasaan pengguna.

Review Z30-9

Tak hanya bahasa Inggris atau bahasa Indonesia yang dapat diprediksi oleh papan ketik virtual di Z30. Bahasa Jawa dan bahasa Sunda pun mampu lho. Penasaran dengan kemampuan berbahasa Jawa yang tersedia, penulis mencoba mengetikkan kalimat berbahasa Jawa kasar maupun halus. Eh, sejak awal ternyata Z30 sudah cukup pintar. Dengan demikian, aktivitas menuliskan kalimat kowe wis manggon nang omah iku pirang taun? (kamu sudah tinggal di rumah itu selama berapa tahun?) maupun kula sampun dhahar (saya telah makan) bisa diselesaikan dengan cepat.

Lain waktu, setelah mengetikkan kalimat kula sampun dhahar ing griya (saya sudah makan di rumah), penulis ingin menuliskan kata sampeyan (Anda). Baru sampai kata samp, Z30 langsung menawarkan prediksi kata sampeyan. Keisengan spontan muncul. Sebuah uji coba lanjutan penulis lakukan. Hasilnya, Z30 ternyata belum mampu misuh alias memaki dalam bahasa Jawa. Kata (maaf) as tak disambut dengan sodoran huruf U, sedangkan kata jancu juga belum ditawari huruf K sebagai pelengkap.

Kesimpulan akhir versi penulis, Z30 sebenarnya peranti BB10 yang menarik. Bila penjualannya kelak kurang menggembirakan, penyebabnya bukan karena ponsel itu jelek. Penetapan harga jual yang kurang seksi boleh dijadikan kambing hitam. Salahkan pula ekosistem sistem operasi BB10 yang belum sedewasa BlackBerry OS 7, Android, dan iOS. Mendadak penulis mengidamkan Z30 bersistem operasi Android KitKat. Glodaks!

18 thoughts to “Review BlackBerry Z30 (2): Awalnya Belum Bisa Misuh”

  1. BlackBerry yg sedang mencoba bangkit d tengah keterpurukan… Sayang blm punya inovasi seperti perusahaan lain ex/Samsung and sony sdah menatap ke wearable device, apa lg apple yg selau mematenkan inovasi baru..LG layar sdah pke melengkung2 lg…
    Klo hanya keyboard bg yg pake android jgn berkecil hati dg keyboard z30,tgl download SwiftKey d playstore sdah bs merasakan text prediction 3 bahasa sekaligus, ada jawa sm Sundanya jg ko. Hehe
    Saya berharap blackberry mempunyai inovasi2 yg mengguncang jagad teknologi soalnya perkembangan teknologi handphone tumbuh dg sangat cepat, klo BlackBerry trus2 diem mengandalkan keyboard doang bahaya nntinya apa lg sekarang BBM dh free d iphone sm android, pke 3 aon gratis setahun mlhan g perlu paket2n…
    Ayo blackberry bangkit supaya persaingan tambah rame…

    1. Pak Kharis,

      Saya setuju dengan Anda. Swiftkey Keyboard menjadi aplikasi keyboard wajib saya saat memakai Android. Untuk mendukung pengembang aplikasi itu, saya akhirnya memutuskan membeli Swiftkey seharga beberapa dolar AS. Padahal, aslinya saya tak mengetahui perbedaan antara Swiftkey gratisan dan berbayar. Yang gratisan pun sebenarnya sudah memadai.

    1. Pak Kharis,

      Waduh, saya nggak berani sengaja menjatuhkan Z30 yang saya coba. Sebab, ponsel itu bukan disertifikasi khusus untuk dilempar atau dijatuhkan seperti itu.

      Namun, saya memang pernah melihat sendiri ada Z30 yang dilempar dan dipukul-pukulkan ke meja. Jarak antara saya dan pemilik Z30 itu hanya sekitar satu meter. Pascamenjalani tindak kekerasan, Z30 itu tetap berfungsi normal.

  2. saya sangat tertarik dgn tulisan anda yg satu ini, terutama pada kalimat “…Hasilnya, Z30 ternyata belum mampu misuh alias memaki dalam bahasa Jawa…” πŸ™‚

    berarti Z30 merupakan BB10 yg paling “sopan” ya? (klo disetting bahasa penulisannya ke bahasa jawa)

    1. Pak Doni,

      Kalau yang dimaksud adalah menu berbahasa daerah, saya tak ingat pasti sudah bisa atau belum. Kalau prediksi teks saat mengetikkan pesan, konfirm sudah bisa bahasa Jawa dan (bila tak salah) bahasa Sunda.

      Btw, yang Anda inginkan adalah tampilan menu berbahasa daerah mana, Pak?

    1. Pak Doni,

      Saya coba carikan informasi ke pihak terkait dulu ya. Kalau untuk prediksi teks sih pasti bisa.

  3. Ko Herry
    Z30 ini msh layak dipinang kah? Ini kan hp keluaran hampir 2 tahun lalu
    Trus lbh baik beli baru garansi distributor (harga rata2 3- 3,5jt an di lazada). Atau beli bekas yg garansi resmi (harga jg 2,5-3jt di olx)
    Kalau bekas yg garansi resmi rata2 sdh dipakai +- 1 tahun soalnya.
    Harga selisih dikit soalnya

    1. Pak Hanif,

      Kalau Anda mencari peranti BlackBerry yang berlayar sentuh besar, Z30 masih boleh dipinang. Lebih baik membeli yang eks-garansi resmi.

      Apakah tidak lebih baik membeli yang baru, tetapi bergaransi distributor? Pertanyaan itu saya jawab dengan pertanyaan balik. “Apakah Anda yakin itu benar-benar baru? Apakah bukan barang bekas yang diganti casing? Apakah produk tersebut pasti orisinal?” He… he… he….

  4. Thanks sarannya ko herry
    Ada rencana review BB Leap Kah?
    Mau bandingin woth mana beli z30 2nd grnsi resmi atau BB Leap baru grnsi resmi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *