Review Evercoss L1C: Dilengkapi dengan Laser Pointer

Sebelas tahun lalu, di Indonesia pernah beredar ponsel Haier P5 yang dilengkapi laser pointer untuk alat bantu presentasi. Tujuh tahun lalu, fitur serupa tersedia di BenQ Siemens E52. Kini laser pointer dapat dijumpai di Evercoss L1C. Evercoss merupakan ponsel merek lokal buatan Tiongkok. Dulu ia bernama Cross, lalu karena alasan tertentu melakukan pergantian nama.

Dimensi fisik L1C tergolong mungil. Di bagian atas ponsel terdapat lubang untuk menyelipkan tali gantungan atau lanyard. Lantaran mungil dan relatif ringan, ponsel itu masih terlihat pantas ketika digantungkan bersebelahan dengan kunci rumah.

L1C-1

Laser pointer terdapat di sisi atas ponsel. Untuk mengaktifkannya, pengguna cukup menekan tombol angka nol selama beberapa detik. Lakukan hal serupa untuk menonaktifkan. Dalam uji pakai yang dilakukan penulis, titik merah yang memancar masih terlihat jelas di dinding ruangan berjarak sekitar 15 meter. Saat itu semua lampu ruangan menyala. Bila sebagian lampu dipadamkan, jarak efektif laser pointer tentu lebih jauh.

L1C memungkinan dua nomor GSM siaga berbarengan. Selain di kartu SIM, pengguna bisa menyimpan data kontak di memori ponsel. Kapasitasnya mencapai 500 nama single entry. Satu nama cuma dapat dipadukan dengan satu nomor ponsel.

Pemutar audio video, perekam suara, kalkulator, kalender, dan radio FM merupakan sebagian spesifikasi lain L1C. Untuk mendengarkan radio, pengguna wajib menancapkan dan selalu menggunakan handsfree berkabel yang disertakan dalam paket penjualan. Suara siaran radio tak bisa didengarkan via speaker internal ponsel.

L1C-2

Ponsel itu juga dibekali bluetooth, selot microSD, dan kamera. Kamera di L1C tanpa fokus otomatis maupun lampu kilat. Resolusi foto yang mampu diproduksi hanya 256 x 320 piksel atau setara dengan 0,08 megapiksel. Sedangkan resolusi klip video yang dihasilkan 144 x 766 piksel. Saran penulis, mengingat performanya sangat buruk, L1C lebih baik dianggap tanpa kamera.

Ditinjau dari segi keunikan, ponsel yang dijual Rp 190 ribuan itu tergolong menarik. Mungil dan mempunyai laser pointer. Namun, kalau faktor kenyamanan pemakaian menjadi pertimbangan utama, L1C tampaknya bukan pilihan terbaik. Setidaknya ada dua hal yang mengurangi daya pikat ponsel berbaterai lithium ion 600 mAh itu.

Pertama, charger dan handsfree berkabel L1C memakai konektor proprietary. Ia tidak memanfaatkan konektor universal yang lebih populer. Misalnya, micro USB, mini USB, dan colokan bundar kecil ala Nokia. Kondisi itu mempersulit pengguna bertukar charger dan handsfree berkabel dengan ponsel lain.

Kedua, tak ada ruang kosong ekstra di memori internal. Dengan demikian, bila ingin menikmati fitur pemutar audio video maupun kamera, pengguna harus menyelipkan kartu microSD ke selot yang tersedia. Tanpa kartu microSD terpasang, sekadar memotret pun takkan bisa.

***

Paket penjualan terdiri atas ponsel, baterai lithium ion 600 mAh, kepala charger 500 mA, kabel data dengan konektor proprietary, handsfree berkabel dengan konektor proprietary, dan tali gantungan (lanyard).

***

Contoh foto yang dihasilkan kamera L1C (sesuai resolusi asli, sama sekali tidak mengalami oleh digital).

L1C-3

L1C-4

L1C-5

15 thoughts to “Review Evercoss L1C: Dilengkapi dengan Laser Pointer”

    1. Pak Dinno,

      Kualitas suara biasa saja. Tidak istimewa, tetapi juga tidak buruk.

      Kenyamanan digenggam sih enak. Namun, kalau mau mengetik, nah… saya yang berjempol besar baru terasa susah.

  1. Dear Pak Herry SW.

    Saya berencana akan membeli Lenovo P770, tapi setelah membaca komentar orang orang di dunia maya saya jadi ragu.
    Apa benar Lenovo P770 bermasalah?? Bagaimana menurut Pak Herry SW tentang lenovo P770 ini berdasarkan pengalaman Pak Herry SW? Mohon sharingnya Pak.
    Kalau boleh memilih, bagus yang mana pak kualitasnya P770 dibandingkan dengan S920.
    Terima Kasih

    1. Pak Wahyu,

      Lain kali cukup mengirimkan pertanyaan satu kali ya. Tak perlu diulang-ulang. Jawaban sudah saya berikan di tempat Anda mengetikkan pertanyaan pertama.

  2. Pak herry sorry agak melenceng dr topik pembicaraan. Sy pernah denger huawei honor 3c sangat laku keras di pasaran. Karena ram sdh 2gb hrg tidak terlalu mahal, Kalau boleh bisa ga minta review nya. Soalnya sy rencana mau beli huawei honor 3c

    1. Pak Glory,

      Saya malahan bingung kalau Anda menyatakan Huawei Honor 3C sangat laku di pasaran. Sebab, setahu saya, ponsel itu belum dijual di sini. Minimal saya belum pernah melihatnya ditawarkan di pusat penjualan ponsel. Saya juga belum pernah mencobanya.

  3. Dear pak Herry,
    maaf bertanya disini, tapi saya butuh saran Anda.

    Saya butuh hape android yg cukupan :: layarnya cukup besar, kamera cukup oke (ada flash), baterai oke, speaker lumayan, pdf oke, untuk memutar video (dan juga main game) oke, cukup tangguh (karena anak saya sedang dalam fase suka banting2), dan tahan lama (karena saya tidak suka gonta-ganti).
    Bujet saya 3jt (yah lebih2 dikit masih bisa lah).

    Menurut pak Herry sebaiknya saya memilih hape apa?

    sebenarnya saya naksir Lenovo, tapi agak gamang karena status “hape cina” membuat saya khawatir dia cepat rusak.. (apa benar begitu?)
    Experia, harga segitu kok dapatnya yg seri sudah agak lama.. atau kalau Samsung dapatnya yg kecil.. (maaf bukan sombong.. tapi rewel)

    mungkin bisa sekaligus rekom toko hape di Sby pak..

    Terima kasih banyak sebelumnya..

    1. Bu Sofia,

      Dengan kriteria yang Anda sebutkan, saya akan mengusulkan Lenovo P780 8 GB. Meskipun merek Tiongkok dan dibuat di sana, kelas Lenovo sebenarnya sudah ponsel merek global. Kalau dibilang cepat rusak sih mestinya tidak. Namun, layanan pusat perbaikan resmi Lenovo di sini memang belum bagus.

      Kalau tak mau Lenovo, Anda boleh melirik LG G Pro Lite. Harga barunya Rp 2,8 juta. Spesifikasi prosesor di bawah P780, tetapi kinerjanya secara umum tergolong cukup bagus.

      Tidak ada rekomendasikan khusus dari saya mengenai toko ponsel.

  4. Lumayan sekali utk orang yg butuh laser pointer dlm pekerjaan sehari2, dibandingkan beli laser pointer biasa (berbentuk mirip pulpen) yg dgn kualitas agak bagus biasanya berharga diatas 150 ribuan. Beli laser pointer berbonus HP, he..he..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *