Review Evercoss Winner T3: Duta Edukasi Ponsel 4G LTE

Sampai sekarang, sebagian konsumen masih menganggap ponsel 4G LTE pasti mahal. Ponsel 4G LTE juga diasosiasikan canggih, komplet, dan bagus. Padahal, realitanya tidak selalu demikian. Ponsel 4G LTE dengan harga jual terjangkau sebenarnya tersedia kok.

Evercoss Winner T3 merupakan salah satu contoh nyata. Ponsel Android dual SIM itu kompatibel dengan layanan 4G LTE di frekuensi 900 dan 1800 MHz. Harga jualnya tak sampai sejuta rupiah. Saat ini rentang harga jual Winner T3 hanya Rp 850 ribu hingga Rp 899 ribu.

Winner T3-1a

Konektor micro USB dan handsfree berkabel terletak di bagian atas Winner T3. Sementara itu, tombol volume dan tombol power bakal ditemukan di sisi kiri ponsel. Tak ada tombol apa pun di bagian bawah dan kanan ponsel.

Ponsel bernama lain Evercoss B74 itu dibekali layar sentuh 4 inci beresolusi 800 x 480 piksel. Tampilan layarnya tak layak disebut tajam dan cerah. Untungnya, layar tersebut masih cukup responsif terhadap sentuhan jari.

Ketika ponsel siaga dan pengguna ingin menyalakan layar, pengguna dapat melakukannya tanpa menekan tombol power. Ketukkan jari sebanyak dua kali di permukaan layar. Maka, layar spontan menyala. Pengguna selanjutnya tinggal menyapukan jari untuk membuka pengunci layar.

Ada satu alternatif lain yang tidak kalah praktis. Saat layar masih padam, tetapi ponsel sebenarnya telah siaga, usapkan jari dari bagian bawah layar ke atas. Sekitar satu detik kemudian layar bakal menyala sekaligus terbuka. Pengguna tak perlu lagi meng-unlock layar secara manual.

Sebagian spesifikasi lain Winner T3, di antaranya, prosesor empat inti (quad core) MediaTek MT6735 1 GHz, Wi-Fi, bluetooth, GPS, RAM 1 GB, dan ROM 8 GB. Saat ponsel baru dikeluarkan dari kardus, kemudian kali pertama diaktifkan, sisa memori internal mencapai 5,11 GB. Untuk menambah kapasitas penyimpanan file multimedia, pengguna tinggal menyelipkan sekeping kartu microSD ke selot yang tersedia.

Dua nomor GSM dapat siaga bersamaan di ponsel itu. Selot SIM1 menggunakan kartu ukuran mini SIM, sedangkan selot SIM2 memakai micro SIM. Nomor di selot mana saja yang dipilih untuk berinternet leluasa masuk ke jaringan 2G, 3G, maupun 4G LTE.

Winner T3-2

Sumber daya Winner T3 berasal dari baterai 1.500 mAh yang mudah dilepas pasang. Dengan perilaku pemakaian ala penulis, baterai itu bertahan sekitar delapan jam saja. Jadi, membawa charger atau power bank merupakan hal mutlak bila berencana memakai Winner T3 sebagai ponsel utama harian.

Sepasang kamera dibenamkan ke ponsel Android 5.1 Lollipop itu. Kamera di sisi belakang dibekali lampu kilat. Ia mampu menghasilkan foto beresolusi lima megapiksel dan klip video HD 720p. Di situs Evercoss, kamera belakang itu tertulis memiliki fitur fokus otomatis. Namun, mengacu kepada uji pakai, penulis alias HSW meyakini kamera tersebut tanpa fokus otomatis.

Beralih ke kamera depan. Kamera tanpa fokus otomatis itu sanggup memproduksi foto beresolusi dua megapiksel. Bila difungsikan sebagai perekam video, kamera tersebut hanya bisa menghasilkan klip video VGA.

Secara umum, menurut HSW, Winner T3 sebenarnya cukup gegas. Masalahnya, ponsel itu memiliki sederet kekurangan yang sangat mengganggu. Jumlahnya jauh lebih banyak daripada sisi menariknya. Apa saja?

Satu, Winner T3 sulit bertahan di jaringan 4G LTE. Supaya dapat masuk dan setia di jaringan 4G LTE, sinyal di lokasi pengguna harus superkuat. Sedikit saja melemah, ponsel langsung berpindah ke jaringan 3G. Padahal, di lokasi dan waktu yang sama, ponsel 4G LTE lain yang HSW gunakan masih bertahan di jaringan 4G LTE.

Dua, fitur getar alias vibrate di Winner T3 sangat sering tidak berfungsi. Perbandingan antara berfungsi dan tidak berfungsi bisa mencapai 20:80. Tiga, performa kamera Winner T3 tergolong buruk sekali. Berbagai contoh foto yang ditampilkan di bagian bawah tulisan ini menjadi bukti nyata.

Empat, ponsel sesekali mendadak diam membisu. Seolah beku alias freeze. Seluruh tombol fisik tak berfungsi. Tampilan layar bergaris tipis dan bergerak bagaikan aliran air. Layar itu sama sekali tidak memberikan respons kala disentuh. Solusinya, ponsel terpaksa “diperkosa”. Baterai dilepaskan, 1-2 detik kemudian dipasangkan lagi, lalu ponsel kembali diaktifkan.

Kesimpulannya, di mata penulis, Evercoss Winner T3 layak dipilih sebagai duta edukasi ponsel 4G LTE. Ponsel itu cocok dijadikan senjata untuk mengedukasi masyarakat bahwa ponsel 4G LTE tidak selalu mahal, canggih, dan bagus. Buktinya si Winner T3. Ponsel itu relatif terjangkau dan sangat tidak pantas dibilang bagus.

***

Inilah foto-foto yang dihasilkan Evercoss Winner T3.

Winner T3-3

Winner T3-4

Winner T3-5

Winner T3-6

Winner T3-7

Winner T3-8

Winner T3-9

Winner T3-10

Winner T3-11

Winner T3-12

Mencoba lampu kilat kamera Winner T3. Dimulai dengan pemotretan tanpa lampu kilat.

Winner T3-13

Kini lampu kilat diaktifkan.

Winner T3-14

Satu foto di bawah ini dijepret menggunakan kamera depan.

Winner T3-15

***

Screen capture Antutu Benchmark, Sensor Box for Android, dan kondisi awal RAM.

Winner T3-16

Winner T3-17

Winner T3-18

145 thoughts to “Review Evercoss Winner T3: Duta Edukasi Ponsel 4G LTE”

    1. Pak Barak,

      Maaf, baru hari ini saya bisa merespons. Sesuai pengumuman di ujung kanan blog, pada 21-24 Maret 2016 saya berada di luar kota dan tak sempat menjawab pertanyaan/komentar masuk.

      Bagus? Lha jelas-jelas hasil fotonya hancur gitu lho, Pak.

      1. Kenapa sih ponsel memory besar mahal? Kan yg di bth kan android kan memory bukan prosesor pak. Kok para produsen cuman menting in prosesor doang. tp ukuran memory ram nya itu lagi itu lagi mentok di 2 giga. Kok gak ada yg 3 atau 4 atau 6giga. Mahal dikit gpp asal gak ganti2 ponsel lagi. Kasih review dong pak ponsel memory besar harga yg nurut bapak pantas. Soal nya nurut saya selera bapak selera umum org2 pak.

        1. Pak Yudi Kurniawan S,

          Mengapa memori besar lebih mahal? Memori kan termasuk komponen produk yang turut menentukan harga total produksi. Prosesor juga demikian.

          Coba cek Infinix Zero 2 LTE deh.

  1. Pak herry, mau tanya nih, kalau ponsel yg baterainya gk bisa dilepas terus macet gk bisa di apa2in solusinya biar normal kembali itu gimana ya? Rencana pengen beli yg baterainya besar, tpi biasanya gk bisa dilepas baterainya.

    1. Pak Shofyan,

      Maaf, baru hari ini saya bisa merespons. Sesuai pengumuman di ujung kanan blog, pada 21-24 Maret 2016 saya berada di luar kota dan tak sempat menjawab pertanyaan/komentar masuk.

      Setiap ponsel dengan baterai tanam biasanya memiliki cara untuk memadamkan ponsel yang hang. Cara yang berlaku di setiap ponsel belum tentu sama. Ada yang mengharuskan pengguna menusuk lubang tombol restart, ada pula yang meminta pengguna menekan tombol power selama durasi tertentu. Intinya, tetap ada cara untuk mengatasi ponsel yang hang.

    1. Pak Eko,

      Maaf, baru hari ini saya bisa merespons. Sesuai pengumuman di ujung kanan blog, pada 21-24 Maret 2016 saya berada di luar kota dan tak sempat menjawab pertanyaan/komentar masuk.

      Kok masih dijual? Ya itu sih suka-sukanya Evercoss.

    1. Pak Yoobee,

      Maaf, baru hari ini saya bisa merespons. Sesuai pengumuman di ujung kanan blog, pada 21-24 Maret 2016 saya berada di luar kota dan tak sempat menjawab pertanyaan/komentar masuk.

      Sesekali iseng mencoba Evercoss. Ingin tahu kualitasnya sudah membaik atau belum. Ternyata….

    1. Pak Rama DS,

      Maaf, baru hari ini saya bisa merespons. Sesuai pengumuman di ujung kanan blog, pada 21-24 Maret 2016 saya berada di luar kota dan tak sempat menjawab pertanyaan/komentar masuk.

      Kayak ponsel Rp 400 ribuan gitu deh.

  2. Om hsw score antutu itu buat apa sih? Score antutu nya acer e700 kan kecil. Tp nurut saya nyaman,sedikit typo,batrei awet,buat browsing striming lancar bgt. Balas @ mail juga cepet. Besar nya score itu besar punya evercross
    Nurut saya 3 g dan 4 g kalau skr gak beda2 jauh kok kalau buat bales @ mail dan browsing2 om.
    Kok kayak di gembor2 in bgt. Kok gak di tingkat in aja kwalitas 3g nya kok mesti pindah ke 4g, biar gak ganti2 ponsel gitu om hsw
    Sekedar saran om hsw, review ponsel memory besar dong,yg terjangkau om jangan yg mahal2. Ntar cuman bisa ngelir dong gak kebeli om,hahahaha

    1. Pak Yudi Kurniawan,

      Maaf, baru hari ini saya bisa merespons. Sesuai pengumuman di ujung kanan blog, pada 21-24 Maret 2016 saya berada di luar kota dan tak sempat menjawab pertanyaan/komentar masuk.

      Antutu mengukur beragam parameter teknis terkait spesifikasi ponsel. Saya pribadi sih tidak peduli dengan skor Antutu. Sebab, ponsel dengan skor tinggi belum tentu nyaman dipakai. Demikian sebaliknya.

      Di review saya tetap menampilkan skor Antutu untuk memenuhi permintaan dari banyak pembaca.

      Kalau cuma untuk email dan browsing ringan, kenyamanan 4G LTE dibandingkan 3G memang kurang terasa. Beda halnya kalau Anda rutin menerima atau mengirim email dengan file lampiran yang besar. Seseorang yang rutin mengunduh file atau menonton live streaming juga akan merasakan perbedaan yang signifikan.

      Mengapa kok tidak 3G ditingkatkan saja? Operator yang tidak segera masuk ke 4G LTE akan dianggap ketinggalan oleh pelanggannya. Pelanggan lama berpotensi dicaplok oleh operator lain.

      Review ponsel memori besar, tetapi jangan yang mahal? He.. he.. susah tuh. Ponsel dengan memori besar harganya belum bisa supermurah.

  3. Aduh Ko Herry… Ponsel terpaksa “diperkosa”. Kesimpulannya sangat tidak pantas dibilang bagus. Hahaha!!!
    #KetawaGulingGuling

    Jadi inget waktu ditanya merek lokal yang direkomendasi hanya Polytron dan Axio. ?

    1. Pak Bernardus Leonardo,

      Maaf, baru hari ini saya bisa merespons. Sesuai pengumuman di ujung kanan blog, pada 21-24 Maret 2016 saya berada di luar kota dan tak sempat menjawab pertanyaan/komentar masuk.

      Dulu ada satu merek lokal lagi yang sering saya rekomendasikan, yaitu SpeedUp. Kini SpeedUp dan Axioo (bukan Axio) serasa tiarap. Tinggal Polytron yang masih lebih serius.

    1. Pak Sukoco,

      Maaf, baru hari ini saya bisa merespons. Sesuai pengumuman di ujung kanan blog, pada 21-24 Maret 2016 saya berada di luar kota dan tak sempat menjawab pertanyaan/komentar masuk.

      Iseng saja sih. Sekaligus ingin tahu kualitas Evercoss sekarang gimana. Ternyata, masih sama seperti dulu.

      Layak beli kalau di dunia ini sudah tidak ada penjual ponsel merek lain. 🙂

  4. Pak Herry maaf oot, orang tua saya baru saja membeli power bank Xiaomi di Lazada seharga 169ribu (sudah termasuk ongkir), yang notabene ga jauh beda dengan harga di erafone 149 ribu (belum termasuk ongkir), yang ingin saya tanyakan apakah power bank tersebut barang asli dan bergaransi resmi atau tidak ya Pak? mengingat harganya yg relatif sama dengan yang di erafone. makasih sebelumnya Pak.

    1. Pak Lukman,

      Maaf, baru hari ini saya bisa merespons. Sesuai pengumuman di ujung kanan blog, pada 21-24 Maret 2016 saya berada di luar kota dan tak sempat menjawab pertanyaan/komentar masuk.

      Power bank Xiaomi-nya berkapasitas berapa mAh?

  5. Untuk kisaran harga 800ribuan, Bolt Powerphone E1 (ZTE Blade Q Lux) jauh lebih layak untuk dibeli kalau menurut saya.

    Saya sudah memakai selama 4 bulan, dan bisa dibilang sangat puas. Penangkapan sinyal 4G-nya sangat mantab untuk semua operator, bahkan memakai Smartfren di Kota Semarang hampir selalu fullbar. Untuk fungsi software maupun hardware tidak pernah bermasalah, software sangat gegas tanpa pernah freeze dan hardware juga tidak pernah bermasalah.

    Ada 2 minus yang menurut saya tidak mengganggu, yang pertama kamera tidak terlalu bagus walaupun ada Autofokus. Kualitas mirip lah dengan Infinix Hot 2, dan wajar juga jika melihat harganya. Yang kedua yaitu lampu softkey tidak ikut padam jika layar padam saat standby, solusinya perlu menekan tombol power.

    Sekian dari saya, sedikit berbagi pengalaman.

    1. Pak Daru Kartiko N,

      Maaf, baru hari ini saya bisa merespons. Sesuai pengumuman di ujung kanan blog, pada 21-24 Maret 2016 saya berada di luar kota dan tak sempat menjawab pertanyaan/komentar masuk.

      Terima kasih atas sharing-nya.

    1. Pak Abdil,

      Maaf, baru hari ini saya bisa merespons. Sesuai pengumuman di ujung kanan blog, pada 21-24 Maret 2016 saya berada di luar kota dan tak sempat menjawab pertanyaan/komentar masuk.

      He.. he.. iya.

  6. Saya heran, kenapa foto yang diambil oleh HSW selalu terlihat tajam (saya lihat pakai hp evercoss A76) saat saya baca review A76 juga foto2nya berbeda jauh dg foto yg dhasilkan oleh hp yang saya pakai A76

    1. Pak Alvian,

      Maaf, baru hari ini saya bisa merespons. Sesuai pengumuman di ujung kanan blog, pada 21-24 Maret 2016 saya berada di luar kota dan tak sempat menjawab pertanyaan/komentar masuk.

      Foto Winner T3 yang saya unggah ke blog jelas-jelas nggak tajam gitu lho. Jelek banget.

  7. Kalau saya baca nampaknya Hp ini lebih parah dari polytron zap 5 ya koh Herry ? Lagian Zap 5 lebih murah, udah gitu layarnya lebih gede, bbrp hari yg lalu sy belikan sibontot Zap 5 & hingga kini tak ada keluhan. Yaa karena hanya u/ sosmed doang sikh. Mungkinkah suatu saat ada wearable device yg independen, artinya punya sim card sendiri shg tidak bergantung pada gadget yg lebih besar ? Untuk Sony Smartband Talk khan koh Herry bilang bisa TERIMA telpon, lantas bisakah gadget tsb juga melakukan PANGGILAN telp, khan gadget tsb punya layar juga meski kecil, atau khan bisa juga dial nya lewat voice ? Tq GBU

    1. Pak Hengky Fanggian,

      Maaf, baru hari ini saya bisa merespons. Sesuai pengumuman di ujung kanan blog, pada 21-24 Maret 2016 saya berada di luar kota dan tak sempat menjawab pertanyaan/komentar masuk.

      1. Ya, Zap 5 lebih bagus daripada Winner T3.

      2. Mungkin saja.

      3. SWR30 tidak memiliki keypad virtual untuk menekan nomor telepon.

  8. Menurut saya sih, embel-embel 4G cuma untuk menambah selling point aja. Sisi-sisi lainnya ga ada perbedaan dengan tipe lainnya yang 3G.
    Padahal merk lokal kaya gini lebih banyak dijual di kota kecil/pinggiran, yang biasanya jaringan 4G nya belum tersedia.
    Jadi 4G nya belum tentu bisa dipake.

    1. Pak Alwi,

      Maaf, baru hari ini saya bisa merespons. Sesuai pengumuman di ujung kanan blog, pada 21-24 Maret 2016 saya berada di luar kota dan tak sempat menjawab pertanyaan/komentar masuk.

      Boleh saja. Tolong saya dipinjami satu unit dulu ya.

  9. Koh saya nyari hp android dual sim yg layarnya cuma 4 inci tapi performa bagus, ya kira2 setara redmi2 2 gblah koh, ada rekomendasi koh? Saya ada pakai lenovo a1000 layar 4 inci, tapi layar dan kamera jelek banget koh, maunya yg lumayanlah, yg seperti redmi2 lah paling tidak, kamsia koh

    1. Pak Haohao,

      Maaf, baru hari ini saya bisa merespons. Sesuai pengumuman di ujung kanan blog, pada 21-24 Maret 2016 saya berada di luar kota dan tak sempat menjawab pertanyaan/komentar masuk.

      Hmm… tidak ada deh. Ponsel dengan layar empat inci spesifikasinya ala kadarnya.

  10. OOT Pak Herry. Saat beli microSD baru apakah ada anjuran untuk memformatnya lebih dahulu, atau langsung pakai saja Pak?
    Maaf kalau terkirim dobel Pak. Koneksi sedang lemot.

    1. Pak Tanpo Jeneng,

      Maaf, baru hari ini saya bisa merespons. Sesuai pengumuman di ujung kanan blog, pada 21-24 Maret 2016 saya berada di luar kota dan tak sempat menjawab pertanyaan/komentar masuk.

      Lebih baik pasangkan ke ponsel, lalu diformat dulu satu kali di ponsel.

    1. Pak Aa,

      Maaf, baru hari ini saya bisa merespons. Sesuai pengumuman di ujung kanan blog, pada 21-24 Maret 2016 saya berada di luar kota dan tak sempat menjawab pertanyaan/komentar masuk.

      Secara umum sih sekarang Polytron ya. Di rentang harga yang sama dan tanpa memperhatikan faktor locked Smartfren, saya lebih memilih Andromax.

  11. Pak hsw…

    Poin kekurangan nomor 3 belum tertekan enternya pak…
    Hasil kameranya memang bener2 jelek ya pak…

    1. Pak Andri,

      Maaf, baru hari ini saya bisa merespons. Sesuai pengumuman di ujung kanan blog, pada 21-24 Maret 2016 saya berada di luar kota dan tak sempat menjawab pertanyaan/komentar masuk.

      Memang tidak saya enter kok.

      Iya, hasil fotonya parah.

    1. Pak Drath,

      Maaf, baru hari ini saya bisa merespons. Sesuai pengumuman di ujung kanan blog, pada 21-24 Maret 2016 saya berada di luar kota dan tak sempat menjawab pertanyaan/komentar masuk.

      Ceritanya saya iseng mencoba Evercoss. Ingin tahu kualitasnya sudah membaik atau belum.

  12. Pak Hsw boleh oot ya?
    Pak, kebutuhan saya ini cuma HP yg murah (fitur phone) dan bisa radio, tapi yang radionya tanpa colok handsfree, jadi langsung bunyi radionya, kl ada refrensi yg merk global saja, biar awet, kira kira merk dan tipe hp apa ya Pak, Tks

    1. Pak JW SH,

      Maaf, baru hari ini saya bisa merespons. Sesuai pengumuman di ujung kanan blog, pada 21-24 Maret 2016 saya berada di luar kota dan tak sempat menjawab pertanyaan/komentar masuk.

      Hmm… kriteria radio bisa langsung bunyi tanpa colok handsfree itu yang sekarang tak ada. Terakhir tersedia di LG A275.

  13. Mbayangin betapa stressnya Om HSW musti nguji gawai ini untuk beberapa hari. Tanya Om,habis diuji gawai ini dijual ato dibanting?

    1. Pak Haris,

      Maaf, baru hari ini saya bisa merespons. Sesuai pengumuman di ujung kanan blog, pada 21-24 Maret 2016 saya berada di luar kota dan tak sempat menjawab pertanyaan/komentar masuk.

      Ha… ha… iya, Pak. Apalagi, saya punya kebiasaan ponsel yang sedang diuji pakai digunakan sebagai ponsel utama. Asli senewen deh. Ponsel sudah saya jual Rp 550 ribu.

  14. Yth. Pak HSW
    sy berencana beli hp, budget maksimal 3 juta. Feature yg paling sy bthkn dr hp tsb adlh kamera yg mumpuni terutama utk di dlm ruangan & dg kondisi cahaya seadanya (lampu biasa), baterai & internal storage yg lumayan besar. Sy berencana beli asus zenfone selfie, tp ragu2 stlh membaca rekomendasi Pak HSW pd slh satu pembaca (sy lupa di artikel mn) yg mana Pak HSW lbh menyarankan Hisense Pureshot, terlebih lg blm ada review Asus Selfi di ponselmu.com (kl sy tdk slh baca, Pak HSW ga akan review Asus Selfi, dan akan review seri Asus yg lain, sy lupa nama serinya). Nah, utk itu mohon masukannya Pak HSW kira2 rekomendasi Pak HSW ponsel merk diperlukan apa dg kebutuhan saya tsb… Trimakasih atas responnya. Salam.

    1. Pak Hanif,

      Maaf, baru hari ini saya bisa merespons. Sesuai pengumuman di ujung kanan blog, pada 21-24 Maret 2016 saya berada di luar kota dan tak sempat menjawab pertanyaan/komentar masuk.

      Iya, yang saya akan saya Zenfone Max.

      Dengan kriteria yang Anda sebutkan, terus terang belum ada ponsel yang berani saya rekomendasikan. Pureshot kameranya bagus. Namun, kapasitas baterainya tidak besar. Kalau Infinix Note 2 baterainya besar, tetapi kamera kurang bagus.

    1. Pak Rahadian Masaliha,

      Tampilan layar tidak sedap dipandang mata. Kalau respons layar sentuhnya masih tergolong lumayan.

  15. saya hampir membelikan ortu Evercross winner Y.. katanya ram 2GB.. tapi saya sgt ragu krn blm ada merek lain yg jual ram 2GB dgn hrga segitu..

    akhirnya ambil Acer z320..

    oy.,antrian Infinix 3 msh lama pak.? hehe

  16. Koh Herry, mohon tanya — gimana caranya kalau mau nonton film seperti di web cinemaindo (nonton movie dsb dsb). Kok selalu gagal ya, sudah bisa masuk website namun film tak bisa tayang. Apakah perlu plug in / add on khusus, atau adakah applikasi khusus buat nonton film tsb. TQ GBU

    1. Pak Lukman,

      Kalau melihat harga dan kapasitas, seharusnya dapat unit orisinal. Masalah bergaransi resmi atau tidak, nah… itu yang tidak bisa saya pastikan.

  17. koh herry handphone SPC blum ada reviewnya nih, di lazada lagi promo tuh SPC Mobile S18 Comet – Ram 2 Gb/ Rom16GB harga 999 rb bonus Leather Case + Powerbank 3300

    1. Pak Afrizal,

      Saya memang tak berniat me-review ponsel itu kok. Nggak berani sering-sering review merek lokal. Sebab, kalau dijual lagi, harga ponsel bekasnya turun sekitar 50 persen.

  18. Tanya lagi pak utk ketahanan baterai dan kamera…tlong d urutkan dri yg terbaik antara lenovo p70,hot note 2 dan alcatel flash 2…btw nnti mau review oneplus x ga pak herry? ?

    1. Pak Drath,

      Tidak ada Infinix Hot Note 2. Yang ada Infinix Note 2.

      Urutannya, dimulai dari yang paling awet, Infinix Note 2, Lenovo P70, dan Alcatel onetouch Flash 2.

      Kemungkinan saya tidak me-review OnePlus X karena anggaran yang tersedia telah dialokasikan untuk gawai lain.

    1. Pak Ilham,

      He… he… nggak deh. Kecuali, saya khilaf. Lihat spesifikasi RAM J1 Mini yang cuma 768 MB, saya langsung malas Pak.

          1. Pak Ilham,

            Nah… itu dia. Padahal, Samsung merek besar dan pemimpin pasar di Indonesia.

  19. Tablet merk Speedup termasuk bagus ya om? Sy tertarik Speedup Pop Pad 3G, untuk pemakaian ringan (telepon, sms, browsing)

    1. Pak Faizal,

      Dulu begitu. Kondisi terkini saya tak tahu. Saya belum pernah mencoba tipe tablet yang Anda sebutkan.

  20. Koh herry
    Kalau nanti LG G5 masuk ke indonesia dan bergaransi resmi, koh herry bakal review nggak?
    Btw review ponsel selanjutnya ponsel apa nih? Hehe

    1. Pak Bayu,

      Tergantung kondisi saat itu. Kemungkinan besar sih review.

      Ada deh. Tunggu tanggal mainnya ya.

  21. Pak Herry,

    Maaf pertanyaannya out-of-topic.
    Kalau batere smartphone tidak baik dipakai sampai habis (0%), lantas bagaimana dengan powerbank ? Bisakah dipakai sampai habis, baru setelah itu di-charge kembali ?
    Terima kasih

    1. Pak Ignatius Tanoto,

      Sama. Jangan sampai habis total. Paling lambat mulai diisi ulang ketika sudah menunjukkan kondisi low batt.

  22. Pak Heri, minta referensi hp 4G (bisa single/dual), layar 4 – 5inch, ram minim.1.5GB, internal memory min.8GB, ada sd card, kamera belakang min.8M bisa auto fokus, kamera depan min.2M hasil engga parah2, batere pemakaian normal sosmed, sesekali game bisa tahan seharian, dan kalau bisa merek global yg service center nya lumayan bagus. Harga antara 2.5jt – 3.5jt.Thx sebelumnya.

    1. Bu Titi,

      Kalau merek global yang service center-nya bagus, berarti pilihannya cuma LG, Samsung, dan Acer. Masalahnya, di rentang harga segitu, belum ada yang memenuhi syarat.

      Kalau kriteria merek global dengan service center bagus boleh diabaikan, beli Hisense Pureshot Rp 1,999 juta atau Asus Zenfone 2 Laser (ZE500KL) Rp 2,099 juta saja deh.

    1. Pak Alvian,

      Mi 4i. Namun, untuk kinerja ponsel secara keseluruhan, Pureshot lebih bagus daripada Mi 4i.

  23. Oh gituu makasih Pak Herry, oiya sekalian mau nanya lagi nih, dengan kapasitas 5000 mAh di atas kertas seharusnya bisa memasok daya mi 4i yang kapasitasnya 3000-an mAh dari kosong hingga full hampir 2 kali nge-charge ya Pak? Tapi ko kenyataannya baru sekali nge-charge dalam keadaan mi 4i menyala, paket data dan gps selalu hidup, belum sampai 70%, bar di power bank nya sudah tinggal 2 bar dari 4 bar ya Pak? Apakah wajar?

    1. Pak Lukman,

      Bukan begitu. Kan ada perhitungan konversi segala. Jadi, paling bisa nge-charge Mi 4i sampai penuh sebanyak satu kali saja.

      Oh, kalau dipakai nge-charge Mi 4i saat ponsel dalam kondisi nyala, memang amat mungkin tak sampai penuh.

  24. koh HSW, mau nanya mendingan Infinix Note 2 atau Xiaomi Redmi 3. Kebutuhan saya gaming dan chatting biasa. After Salesnya bagusan yg mana ya koh?

    1. Pak Kevin,

      Note 2 layak beli. Kalau Redmi 3 saya belum pernah coba. Karena Redmi 3 yang saat ini beredar pasti tanpa garansi resmi, layanan purna jualnya meragukan deh.

  25. Halo Om Herry, mau tanya nih
    Layar handphone touchscreen umumnya sudah di lindungi oleh lapisan corning gorilla glass, atau yang lain. Tapi kadang layar bisa baret gara gara pengguna mengantongkan handphone dengan kunci motor, rumah dll alhasil layar jadi baret.
    Ada gak om tips untung melindungi layar, seperti tipe pelindung layar terbaik dll?

    Jika layar sudah baret ada gak om cara untuk menghilangkan baret pada layar?
    saya barusan baca blog tetangga sebelah, menggunakan kayu putih dan pasta gigi, apakah benar om ?
    thanks om

    1. Pak Geriigeropi,

      Beli pelindung layar yang bening biasa saja. Yang harganya Rp 25 ribuan. Kalau sudah jelek tinggal dilepas dan beli baru lagi.

      Minyak kayu putih pasti nggak bisa. Pasta gigi ada kemungkinan bisa, walaupun takkan semulus aslinya. Kalau baretnya tidak parah, mending “ditutupi” dengan pelindung layar deh.

  26. Ikutan ngebhs mi4i. Kok ponsel ini gak bisa di sandingin dengan telkomsel kalau ingin di jaringan 4g ya pak? Cuman bisa dng xl dan indosat lte aja .

    Pak ada gak ponsel support semua layannan internet lte indonesia kayak pureshot tapi memory ram nya besar pak?

    1. Pak Yudi Kurniawan,

      Hmm… aneh. Seharusnya bisa.

      Apakah kartu SIM Anda sudah diganti dengan kartu SIM yang mendukung 4G LTE? Apakah Anda pasti sedang berada di area layanan 4G LTE Telkomsel?

      Yang beredar resmi dan sejauh ini kompatibilitas LTE-nya paling komplet ya Pureshot dan Pureshot+. RAM 2 GB.

  27. selamat sore pa herry.
    kalau di harga 1.6-2.1 jt, dengan ram 2 GB dan layanan purna jual yg baik, kira-kira bpk memberi rekomendasi smartphone apa yg sekiranya layak untuk dibeli ?

    lalu bagaimana dengan layanan purna jual asus pak ?
    saya tertarik dengan Zenfone 2 laser (ZE500KL), akan tetapi saya sedikit ragu dengan pemberitaan tentang purna jual asus yg buruk.
    terima kasih pak, mohon tanggapannya :’)

    1. Bu Mega Ramadhandi,

      Ynag layanan pusat perbaikan resminya bagus saat ini baru LG, Samsung, dan Acer. Di rentang harga segitu, belum ada ponsel yang mantap. Kalau layanan purna jual boleh agak diabaikan, silakan melirik Hisense Pureshot Rp 1,999 juta. Ada pula Infinix Note 2 yang baru saja turun harga dari Rp 1,999 juta menjadi Rp 1,949 juta.

      Zenfone 2 Laser ZE500KL-nya sih layak beli. Namun, kalau Anda peduli dengan layanan pusat perbaikan resmi, harus diakui kalau layanan pusat perbaikan resmi Asus masih tergolong buruk.

  28. *Ralat pertanyaan diatas pa herry

    selamat sore pa herry.
    kalau di harga 1.6-2.1 jt, dengan ram 2 GB dan layanan purna jual yg baik, kira-kira bpk memberi rekomendasi smartphone apa yg sekiranya layak untuk dibeli ?

    lalu bagaimana dengan layanan purna jual asus pak ?
    saya tertarik dengan Zenfone 2 laser (ZE500KL), akan tetapi saya sedikit ragu untuk membelinya, karena begitu banyak pemberitaan dan testimoni otang tentang purna jual asus yg buruk.
    terima kasih pak, mohon tanggapannya :’)

  29. terimakasih untuk sarannya pak.
    saya ingin bertanya kembali, memang layanan purna jual hisense itu buruk pa pelayanannya ?

    1. Pak/Bu Mega Ramadhandi,

      Belum tahu. Sebab, saya belum pernah menerima testimoni terkait kualitas layanan pusat perbaikan resmi Hisense.

  30. Menurut pak herry merk lokal yg kualitasnya bisa di “percaya” apa ?

    Kenapa yah pak xiaomi redmi 3 belum di rilis di indonesia ? Apakah karena terbentur tkdn ?

    Pak Tkdn berlaku tahun 2017 kan ? Kalo misal saya beli hp yg notabennya belum mengandung tkdn di tahun 2017 apakah masih bisa di beli hpnya ?

    1. Pak Rama DS,

      Untuk saat ini, yang saya lihat konsisten mengendalikan kualitas sih Polytron.

      Ya, terbentur TKDN. Terakhir ada kabar Redmi 3 sukses memperoleh sertifikat SDPPI/Postel karena ponsel itu akan dimasukkan sebagai ponsel 3G. Namun, belum ada kelanjutannya lagi.

      TKDN sudah berlaku sejak pertengahan tahun lalu, Pak. Dari waktu ke waktu persentase-nya akan ditingkatkan.

      Bisakah ponsel baru tanpa TKDN dijual resmi di Indonesia pada 2017? Bisa. Namun, ponsel itu maksimal hanya mendukung layanan 3G.

  31. Pak herry minta rekomendasinya dong. Karena saya pecinta touring sepeda motor ada gak hp yg batrenya awet tapi dapat dilepas pasang (removable). Lock gps cepat karena hpnya mau digunakan sebagai gps biar gak nyasar kalau touring. Dana sekitar 3.5-4 juta

    1. Pak John Gendon,

      Hmm… sementara belum ada ide nih, Pak. Ponsel dengan baterai besar biasanya sudah memakai baterai tanam.

  32. Oalah gitu ya pak herry.
    oke deh yg pake batre tanam ora opo-opo.pokok e masih sesuai sama kriteria yg diatas.
    matur suwun pak herry atas jawabannya

  33. kenapa kmera evercoss b74 sy tdk bisa berfungsi, tampil informasi bahwa lagi terpakai di aplikasi lain, sementara tdk ada penggunaan aplikasi lain untum led maupun kamera, mohon pencerahanx

    1. Pak Rukman,

      Jawabannya, ya harus dicek di pusat perbaikan resmi Evercoss.

      Btw, lain kali jangan beli ponsel Evercoss lagi ya.

  34. Pak Herry, mau tanya. Saya jg menggunakan evercoss t3. Sejak awal pembelian kok pas batre 15% langsung cepat banget dropny? 1% sktr 10an detik. Apkh itu batreny atau masalah hpnya? Terima kasih.

    1. Pak Rendi,

      Jadi, ketika menyentuh 15 persen, berikutnya daya baterai turun 1 persen per sekitar sepuluh detik? Itu tidak normal. Mungkin perlu dikalibrasi. Ini tahapannya:

      1. Gunakan ponsel sampai padam sendiri karena kehabisan daya.

      2. Nyalakan ponsel. Biarkan sampai padam sendiri lagi.

      3. Hubungkan ponsel dengan charger. Selama proses pengisian ulang, ponsel harus dalam kondisi padam. Cabut ketika baterai telah penuh.

      4. Nyalakan ponsel. Kalau indikator baterai belum menunjukkan angka 100%, hubungkan ponsel yang menyala itu dengan charger. Tunggu sampai indikator baterai menunjukkan angka 100%.

      5. Cabut charger, lalu restart-lah ponsel. Apakah indikator baterai kini tetap 100%? Kalau 100%, Anda boleh berlanjut ke poin nomor 7. Sebaliknya, bila indikator baterai tidak 100%, hubungkan ponsel yang sedang menyala dengan charger.

      6. Ulangi langkah nomor 5 sampai indikator baterai terlihat 100% saat ponsel baru di-restart.

      7. Gunakan ponsel seperti biasa sampai kehabisan daya dan padam sendiri.

      8. Saat ponsel dalam kondisi padam total, lakukan pengisian ulang tanpa henti sampai indikator baterai penuh.

      9. Selesai.

    1. Pak Abi Yusub,

      Hmm… aneh juga. Kalau Gmail dll lancar? Mampir ke service center Evercoss deh.

      Btw, sekadar saran, lain kali lebih baik jangan membeli ponsel merek Evercoss, Mito, Advan, dan sejenisnya.

  35. ane dulu beli winer t3 baru 4bulanan..touchscreena rusak.pdhl gag da angin gag hujan..mungkin kena apes ane.trpksa gnti android

  36. saya tak jadi ambil evercross t 4g m40.saya baca mirip t3.saya tak jadi ambil sudah kontak lazada tapi tak bisa batalkan cuma saat kurir datang bisa tolak membayar cod dan evercross jangan dibuka pembungkusnya.untung saya baca review dan komentarnya disini.kalau search di google tak keluar review evercross

  37. pak hp evercross sya kok touchcrenya sering gak konek trus batrenya berkurang super sekian detik cpet banget.baru 2 hari padahal pemakaian wajar..itu gmana pak. apakah masih normal?

    1. Pak Obenx,

      Begitu membaca mereknya, saya langsung tidak heran. Kalau mau, coba lakukan klaim garansi. Pesan saya, lain kali sebaiknya jangan beli ponsel merek Evercoss, Advan, Mito, dan teman-temannya ya.

  38. pak herry sw saya mau tanya

    kalo evercoss yg di review ini kalo di bandingkan sama lenovo a1000 lollipop scara kualitas mesin bagus mana??

    badel mana gitu..
    kan secara sama sama HAPE CINA ALIAS POCIN

    sekian makasih pak herry

    1. Pak Rest In Peace,

      Tak tahu. Saya belum pernah mencoba A1000.

      Btw, membandingkan Evercoss dengan Lenovo ya jelas tidak cocok tho. Yang satu merek lokal, satu lagi merek global. Standarnya beda deh.

  39. maaf pak mau tanya lgi
    kalo misalkan bapak terpaksa di suruh milih antara evercoss t3 sama lenovo a1000 lollipop
    bpk lebih memilih mana?

    jujur saya pake lenovo a1000
    n saya takut lenovo tuh kualitasnya sama kayak evercoss
    sekian pak maaf banyak tanya
    say tunggu jawaban pak herry sw
    & sukses terus buat blog ponselmu

    1. Pak Rest In Peace,

      Saya belum pernah mencoba A1000. Namun, kalau dipaksa memilih, saya akan berjudi memilih A1000. Standar pengendalian kualitas Lenovo lebih jelas daripada Evercoss.

  40. trimakasih pak hsw atas penjelasannya
    tadinya aku pengen move on ke winner t3 karena udh 4g
    setelah tau winner t3 banyak bugnya ( hardware/software)

    gak jadi deh…. tetap mau pake a1000 aja
    jadi smakin paranoid nih sama kualitas hape evercoss & sejenisnya ( hp lokal )
    kirain kualitas sudah membaik ternyata malah tambah parah ya pak
    oke thanks pak hsw

    1. Pak Rest In Peace,

      Merek lokal seperti Advan, Evercoss, apalagi Mito, masih mengerikan. Kalau mau merek lokal yang cukup bagus, ada Polytron. Namun, harga jualnya relatif di atas rata-rata.

  41. jadi pikir 1000x lagi nih klo mau beli smartphon lpkal
    oh iya pk… berarti lenovo tuh standar kualitasnya udah seperti merk global lain ya?
    kirain sama aja kyak merk cina sprti advan,mito dkk

  42. pak hsw
    katanya aneka merk android lokal tuh yg megang perusahan lokal/indonesia
    tapi komponen perangkatnya impor dari cina…
    tapi yg di dimpor dari industri ponsel skala rumahan di china sana

    yg kualitas komponennya setara hape cina tiruan(supercopy)

    apa itu benar pak ??

    1. Pak Rest In Peace,

      Ya, komponennya memang banyak yang masih diimpor dari Tiongkok. Soal kualitas komponen, itu sih bergantung si prinsipal. Mereka mau beli yang bagus, biasa-biasa saja, atau buruk tapi murah.

  43. pak sy sudah terlanjur beli hp ini, sy pakai bwat modem saja, di coba pakai smartfren 4G ko nga bisa ya, apa memang tidak bisa, atau ada pengaturan nya, terima kasih

    1. Pak Rio,

      Seingat saya, Winner T3 hanya kompatibel dengan LTE di frekuensi 900 dan 1800. Jadi, ya memang tak bisa dipadukan dengan Smartfren.

  44. Pak Herry, saya mohon pencerahan utk smartphone dg kualitas kamera yg lumayan bagus dengan harga di bawah 1 juta kira2 apa aja ya pak?

    1. Pak Andry,

      Maaf baru bisa merespons pertanyaan.

      Hmm… dengan kriteria harga kurang dari Rp 1 juta, terus terang saya tak berani memberikan rekomendasikan ponsel dengan kamera bagus. Paling-paling saya cuma bisa menyarankan Anda mencari Xiaomi Redmi 2 bekas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *