Review Samsung Galaxy S4: Plastik Berfitur Ciamik

Kehadiran Samsung Galaxy S4 (GT-I9500) disambut antusias oleh konsumen di berbagai negara, termasuk Indonesia. Namun, di hari-hari awal peredarannya, ponsel itu sempat dijadikan bahan olok-olok. Pencetusnya hal sepele dan tak disengaja, tetapi fatal.

Saat itu, bila pengguna Galaxy S4 memilih bahasa Indonesia dan masuk ke menu air gesture, mestinya tertulis penjelasan kontrol perangkat Anda dengan melakukan gestur spesifik dengan tangan di atas sensor. Celakanya, huruf “r” lupa dicantumkan pada kata “kontrol”. Samsung pun bergegas mengeluarkan update software. Penjelasan air gesture kini berubah menjadi kendalikan perangkat Anda dengan menggerakkan tangan Anda di atas sensor depan.

S4 mesum

Galaxy S4 yang sepintas mirip Galaxy S III memanfaatkan layar sentuh lima inci Super AMOLED full HD. Dengan tebal bodi hanya 7,9 mm dan bingkai layar yang relatif tipis, ia tak sampai terlihat tambun.

Baterai berkapasitas 2.600 mAh di Galaxy S4 dapat dilepas pasang dengan mudah. Untuk mengakses selot micro SIM dan microSD, pengguna tak perlu menusukkan jarum atau peniti dulu. Sayang, bodi ponsel premium itu masih didominasi plastik sehingga terlihat kurang mewah. Permukaan bodi ponsel juga relatif licin.

Beralih ke spesifikasi teknis yang berpotensi memicu ekspresi wow. Galaxy S4 menggunakan prosesor octa core Exynos (quad core 1,6 GHz dan quad core 1,2 GHz). Ada pula GPS, Wi-Fi, NFC, bluetooth, inframerah, RAM 2 GB, dan memori internal 16 GB. Ketika ponsel kali pertama dinyalakan, kapasitas memori internal yang tersisa 8,23 GB.

S4 bodi-1

Kamera utama ponsel yang mendukung layanan HSPA+ 42 Mbps itu dibekali fokus otomatis dan lampu kilat. Ia mampu menghasilkan foto beresolusi 13 megapiksel dan klip video full HD 1080p. Sementara itu, kamera di sisi muka sanggup memproduksi foto dua megapiksel dan klip video full HD 1080p. Kamera Galaxy S4 memiliki aneka fitur, antara lain, dual shot, sound & shot, drama shot, dan eraser. Baca bagian lain tulisan ini untuk mengetahuinya dengan detail.

Sedang berlibur ke Korea dan bingung membaca petunjuk jalan di sana? Gunakan fitur Optical Reader. Arahkan kamera ke kata beraksara Korea dan nantikan terjemahannya muncul. Fitur serupa, tetapi tidak persis sama, tahun lalu telah tersedia di ponsel LG Optimus L9. Namanya, Quick Translator.

Lain waktu, bila Anda bertanya kepada warga Korea dan dijawab memakai bahasa Korea, segera aktifkan fitur S Translator. Biarkan Galaxy S4 mendengarkannya berbicara. Anda tinggal membaca terjemahannya di layar ponsel.

S4 bodi-2

Selama memakai Galaxy S4, penulis menilai ponsel itu responsif. Penulis tak menjumpai “fitur S Lag” alias bengong sesaat ketika dipakai beraktivitas. Ponsel juga tidak pernah restart sendiri saat mengakses kamera. Padahal, kala mengobrol dengan sesama pemakai Galaxy S4, dua kasus itu lumayan sering diperbincangkan.

Namun, bukan berarti penulis tak bersentuhan dengan bug alias “kutu” di Galaxy S4. Hal teraneh yang penulis alami, enam di antara 12 modus kamera mendadak lenyap. Modus yang hilang itu baru muncul kembali setelah penulis melakukan perintah clear data, clear cache, dan force close.

S4 modus kamera

Saat penulis mengunggah naskah ini, harga terendah Galaxy S4 yang penulis temukan di toko ponsel Rp 6,8 juta. Itu berarti jauh di bawah harga ritel resminya yang dipatok Rp 7,499 juta. Masih mahal? Hmm… iya sih. Jurus pembenaran yang boleh dipakai kalau Anda kebelet meminang Galaxy S4: biarpun berbodi plastik, ponsel itu kan berfitur ciamik.

17 thoughts to “Review Samsung Galaxy S4: Plastik Berfitur Ciamik”

  1. mau nanya donk Bro, apakah perbedaan s-translator dan optical reader dengan Aplikasi Google Translate nya Android? Google Translate sudah lama mengadopsi “terjemahan via motret” dan “terjemahan via denger” bahkan seingat saya sebelum LG mengeluarkan Quick Translator nya, punya LG saya juga belom pernah test sich 🙂

    1. Pak Enwui,

      Fungsi dasarnya sama sih. Lebih ke beda nama, tampilan antarmuka, dan sedikit cara pemakaian. Yang Google Translate, seingat saya, usai menjepret kalimat yang hendak diterjemahkan, pengguna harus mengusapkan jari dulu ke layar untuk menyeleksi kata ya. Di aplikasi bawaan Samsung dan LG tak perlu seperti itu.

  2. Tapi karena body yang bentuk, dan bahannya banyak yang sama dari merk Samsung, kadang jadi risih malah dikiranya pake HP biasa seperti S3, atau Grand padahal harga jauh selangit 😀

  3. Kalo kinerja, ada rumor kan (entah sampai di Pak Herry ato belum ya hehehehe) si generasi Lenovo baru, K900 yang pake Intel Clover Trail “secara benchmark” lebih cepat daripada Xperia Z bahkan S4 ini padahal dia cuma dualcore aja.
    Apa Pak Herry nda kepingin coba review ? 🙂

    Selain kinerja ngalahin S4 ini, yang pasti body juga jauh lebih garang K900 yang pake stainless steel, dan kamera Exmor juga.

    Hehehe (racun mode ON) :p

  4. Pak Rianto,

    Lenovo K900 termasuk dalam daftar ponsel yang saya incar untuk di-review. BM-nya sudah ada tuh. Harga Rp 6,2 juta. Nggak berani deh kalau segitu. Harga resminya di Indonesia konon akan dipatok Rp 4,99 juta.

    Info terakhir yang saya dapatkan, Lenovo tampaknya kian serius menggarap pasar ponsel di Indonesia. Mereka sudah merekrut direktur baru khusus untuk menangani ponsel. Yang direkrut sosok yang sudah banyak makan asam garam di bisnis seluler di Indonesia.

    Lenovo juga mencari SDM untuk menangani mengembangkan pasar ponsel Lenovo di regional.

  5. wah pak, kalau mereview yang lengkap dong, jangan hanya di TONJOLKAN kesalahan bahasa indonesia nya. seperti hasil kameranya di berbagai tempat, trus kinerja ponsel waktu bermain game, lalu fitur Svoice nya, rasanya masih banyak yang bisa digali deh dari Galaxy S4 yang “PLASTIK” ini.

  6. 4 Pak Herry :
    Iya barusan rekrut mantan petinggi HTC ya kalo nda salah ? Tapi HTC nya Indo. Nah diharapkan mungkin bisa sekalian Lenovo produksi di Indonesia jadi stocknya jauh lebih baik daripada saat ini.

    4 Pak Rudy :
    wah sabar, pak. Seperti menggebu-gebu aja commentnya. Padahal fitur yang digali Pak Herry ini kan ada di posting S4 lanjutannya, coba dicek lagi deh 🙂

    1. Pak Rianto,

      Benar, mantan orang tertinggi HTC Indonesia. Sebelumnya, dia sukses mengembangkan pasar ponsel Samsung di sini.

  7. Siang pak herry..
    saya mau mnta saran sama pak herry…gmn pak cara bedain samsung s4 asli dengan replika ato yg lainnya pak..soalnya saya awam gini sangat bingung untuk mengetahuinya pak
    itu aja pak..saya ucapkan terima kasih pak herry

    1. Pak Agus,

      Replika S4 ada berbagai versi. Yang versi tinggi, susah banget dibedakan dengan aslinya. Harus dilakukan pengecekan dengan sangat teliti. Cara termudah untuk membedakannya, saran saya nih, beli S4 yang bergaransi resmi Samsung Electronics Indonesia saja. Bekas tak masalah, yang penting bergaransi resmi Samsung Electronics Indonesia.

      Kalau tetap ingin coba membedakan, cermati posisi tombol di bawah layar (yang replika biasanya lebih ke bawah), tampilan layar, dan struktur menu di dalamnya.

    1. Pak Ferdi,

      Ponsel Android bukan hanya Samsung lho. Kalau ingin berganti ponsel, Anda boleh melirik LG G2 yang bagi saya lebih bagus daripada Galaxy S4.

  8. apakah prosesornya lebih baik dari
    snapdragon 410 di redmi 2 prime
    dan hasil kameranya lebih bagus mana
    dibanding redmi 2

    1. Pak Jutawan,

      Mohon maaf atas keterlambatan respons. Sesuai pengumuman di blog, sejak 23 Oktober lalu saya cuti sementara dan baru aktif lagi mulai 30 Oktober 2016.

      Saya sudah lupa kinerja Galaxy S4 seperti apa. Anda sebenarnya mau beli ponsel apa tho? Pertanyaan Anda di berbagai posting saya cenderung sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *