Review HTC One: Dua Jempol untuk Tampilan Fisik

Harga jual perdana Samsung Galaxy S4 dan HTC One sama-sama Rp 7,5 juta. Eh, sebenarnya beda seribu rupiah karena harga yang tertera di iklan Galaxy S4 Rp 7,499 juta. Harga yang sama itu membuat penjual dan calon pembeli rutin membandingkan dua ponsel pintar tersebut.

Sekitar 1,5 bulan usai menjajal Galaxy S4, penulis baru berkesempatan menguji pakai One. Pada menit-menit pertama mencobanya, One memberikan kesan yang sangat positif kepada penulis. Bodi One yang terbuat dari aluminium terlihat sangat elegan dan mewah. Bagian belakangnya bukan datar, melainkan melengkung yang membuatnya lebih nyaman digenggam. Layak dapat acungan dua jempol deh.

HTC One-1

Layar sentuh 4,7 inci beresolusi 1.920 x 1.080 piksel di One sangat cemerlang dan sedap dipandang mata. Konon layar dengan Gorilla Glass 2 itu menjalani proses optical lamination untuk mengurangi silau dan pantulan.

Di berbagai tipe ponsel, speaker biasanya berada di bagian belakang. Akibatnya, bila ponsel diletakkan di meja, suara yang diperdengarkan bakal sedikit teredam. Speaker One sengaja dipasang di depan. Dua, bukan satu. Satu speaker berada di atas layar, satu lagi di bawah layar. Kalau ponsel dipegang dalam posisi lansekap, berarti sepasang speaker itu berada di kiri-kanan layar. Speaker stereo yang diperkaya dengan amplifier, Sense Voice, dan Beats Audio itu mampu menghasilkan suara yang memanjakan telinga.

Ada beragam kemampuan menarik lain yang bisa dijumpai di One. Di antaranya, BlinkFeed, Zoe, dan kamera ultrapiksel. Dengan BlinkFeed, aneka berita terbaru dari dalam dan luar negeri maupun status Facebook dan Twitter dapat langsung tersaji di layar depan ponsel. Pengguna tak perlu masuk ke menu tertentu dulu.

Berikutnya, Zoe dan kamera ultrapiksel. Keduanya saling berhubungan. Kamera utama One maksimal hanya mampu memproduksi foto beresolusi 2.688 x 1.520 piksel alias 4,1 megapiksel. Meskipun demikian, HTC optimistis ketajaman foto yang dihasilkan One tak kalah dengan kamera ponsel lain yang beresolusi belasan megapiksel. Sebab, kamera ponsel berdimensi fisik 137,4 x 68,2 x 9,3mm dan berat 143 gram itu merupakan kamera ultrapiksel. Kamera ultrapiksel diklaim supersensitif dan mampu menangkap cahaya 300 persen lebih banyak.

Praktiknya, menurut penulis, kinerja kamera One sebenarnya cukup mengesankan. Penulis sengaja menonton film di salah satu studio XXI demi menguji kemampuan kamera ponsel itu di lokasi yang gelap. Hasilnya, gambar di layar lebar sukses diabadikan dengan jelas. Sayang, bagian di sekeliling layar yang seharusnya hitam justru terekam keunguan.

Warna keunguan itu ternyata cukup rutin muncul, baik saat penulis memotret di dalam maupun luar ruangan. Parahnya, warna tersebut kadang “melapisi” seluruh bagian foto sehingga merusak ketajaman foto.

HTC One-2

Beralih ke Zoe. Kala diintegrasikan dengan kamera ultrapiksel One, Zoe memungkinkan pengguna menghasilkan 20 foto dan klip video tiga detik hanya dengan satu kali menekan tombol. Pascapemotretan pengguna bisa menghapus objek tak diinginkan yang mendadak lewat saat pemotretan dilakukan (object removal). Pengguna juga dapat mencari wajah terbaik dalam sebuah pemotretan bersama (always smile) maupun merangkum serentetan adegan hanya dalam satu foto (sequence shot). Kemampuan serupa dapat ditemukan di Galaxy S4 dengan nama berbeda. Sebelumnya, sebagian fitur itu telah tersedia di Nokia Lumia 920.

Sementara itu, kamera di sisi muka One sanggup memproduksi foto beresolusi 2,1 megapiksel. Baik kamera belakang maupun kamera depan dapat menghasilkan klip video full HD 1080p.

Prosesor empat inti (quad core) Qualcomm Snapdragon 600 1,7 GHz, RAM 2 GB, ROM 32 GB, Wi-Fi, bluetooth, NFC, dan GPS merupakan sebagian spesifikasi lain One. Dengan alasan layanan berbasis LTE belum tersedia, One yang beredar di Indonesia belum mendukung LTE. Pengguna maksimal hanya bisa menikmati layanan HSPA.

Ponsel bersistem operasi Android 4.1 Jelly Bean itu tidak dibekali selot micro SD. Untuk memasangkan atau melepaskan kartu micro SIM, pengguna harus menusukkan benda runcing ke lubang di samping selot. Tersedia pula lampu senter, radio FM, dan Kid Mode untuk membatasi akses anak-anak. One juga dapat difungsikan sebagai remote control. Penulis sempat memakainya untuk mengendalikan televisi merek LG dan Samsung.

Sama dengan beberapa tipe ponsel yang menyasar segmen atas, baterai One tidak bisa dilepas pasang. Baterai lithium polymer 2.300 mAh dibenamkan ke tubuh ponsel yang harga pasarnya saat ini Rp 7,2 juta sampai Rp 7,5 juta tersebut. Dengan perilaku pemakaian ala penulis, sekali diisi ulang, daya tahan baterai One sekitar 12 jam.

Andaikan HTC One terlahir sebagai Samsung One, ia pasti akan jauh lebih laris daripada sekarang. Tetapi, para penggemar acang alias gadget tentu sadar, hal itu ibarat menegakkan benang basah. Mereka masih harus bermimpi panjang untuk menyaksikan ponsel Samsung bertampilan fisik semewah HTC One. Mereka paham, kalau memilih Samsung, berarti mereka masih harus bersentuhan dengan ponsel plastik yang dijual mahal.

***

Berikut beberapa contoh foto yang dihasilkan oleh One. Olah digital yang dilakukan hanya resize dan penambahan watermark.

Hasil HTC One-1

Hasil HTC One-2

Hasil HTC One-3

Hasil HTC One-4

Hasil HTC One-5

Hasil HTC One-6

Hasil HTC One-7

Hasil HTC One-8

Hasil HTC One-9

Hasil HTC One-10

 

48 thoughts to “Review HTC One: Dua Jempol untuk Tampilan Fisik”

  1. Wah akhirnya di review juga nih. πŸ˜€ Thanks pak reviewnya. Kamera ponsel tersebut memang selain merupakan sisi plus juga sisi minus. Hasil yang tajam dengan ukuran file tidak sebesar kamera belasan megapiksel, fitur zoe, dan fitur editing yang banyak merupakan sisi plus, sedangkan efek keunguan yang kadang muncul di kondisi low light yang sangat mengganggu patut dicatatkan sebagai sisi minus dan juga resolusi 4,1 megapiksel menyebabkan gambar pecah bila di zoom terlalu banyak. Apakah pak HSW sudah mencoba fitur highlights video pak? Di Indonesia penjualan HTC One bagaimana pak? Sampai saat ini saya belum pernah melihat orang menggunakan ponsel ini.

    1. Pak Christian Utomo,

      Merujuk pada hasil uji pakai, warna ungu itu tidak hanya muncul saat kondisi low light. Di lokasi berpencahayaan memadai pun kadang muncul. Namun, memang tak terlalu kentara.

      Video highlight itu yang memadukan foto dan video plus suara kan? Cukup menarik, tetapi tidak spesial.

      Sejak launching sampai sekarang, baru melihat dua teman yang memakai HTC One. Yang satu beli, yang satu lagi tidak beli.

  2. Wah, yang gerai Oppo itu ada di WTC lantai 1. Kapan hari kesana, si mbak SPG-nya selalu bilang, “Silakan kakak Oppo-nya, coba masuk saja dulu.”

  3. Pak HSW, ponsel HTC peminatnya memang benar-benar sedikit ya di Indonesia. Hehe. Kalau dibanding LG bagaimana pak? Siapa yang lebih sedikit? Btw, sekali-sekali bikin review perbandingan ponsel yang sekelas sepertinya menarik nih pak, misal Sony Xperia L vs Lenovo s890 atau di kelas highend ada HTC One, Samsung Galaxy S4, Sony Xperia Z dan LG G Pro. Hanya sekedar saran sih, siapa tau bisa bermanfaat bagi pembaca yang hendak membeli ponsel. πŸ˜€

    1. Pak Christian Utomo,

      Kalau total unit yang terjual per tahun, saya yakin penjualan LG di Indonesia masih lebih banyak daripada HTC. Kelebihan HTC adalah mampu merangkul komunitas tertentu. Sehingga, HTC seolah selalu menjadi barang yang sempurna.

      Terima kasih atas sarannya.

  4. Pak HSW, maksudnya mampu merangkul komunitas tertentu itu seperti apa ya? Apakah seperti blackberry atau iphone yang sampai punya milis sendiri gitu?

  5. Pa saya liat youtube htc one lebih baik dr s4. Selama bapa pakai pernah mengalami gejala lag ga?gimana pas saat main game?lancar?panas ga?

  6. Pak Christian Utomo,

    Intinya menjalin kerja sama. Nggak ada milis sendiri.

    Yang ada:
    * Akun Facebook. Yang nge-like HTC Indonesia sudah lebih dari satu juta.
    * Ada semacam fans club. Saya lupa apa namanya.

  7. Pak Hendra,

    Nggak pernah lag. Panas juga nggak pernah. Kalau hangat pernah beberapa kali saat saya pakai terus menerus untuk aneka aktivitas.

  8. Saya setuju dengan usulan pak Christian Utomo. Review perbandingan antar ponsel akan sangat membantu dlm membuat keputusan orang2 yg memiliki beberapa pilihan handset.

  9. Bantu jawab ya Pak Hendra, kebetulan saya sedang memakai keduanya. jadi bisa memberikan sedikit review. Hehe

    Tampilan fisik:
    Untuk masalah fisik jelas tidak usah dibandingkan lagi, HTC One menang mutlak karena terbuat dr aluminium unibody yang menawan dan terlihat mewah. Sedangkan S4 bermaterial plastik.

    Layar:
    HTC One memiliki kerapatan pixel yang lebih baik yaitu (469ppi), S4 (441ppi). Sedangkan untuk tampilan warna sih selera tiap orang berbeda-beda. Warna pada HTC One cenderung lebih realistis, sedangkan pada S4 lebih mencolok.

    Fitur:
    Untuk fitur S4 lebih banyak dari HTC One, ada air gesture, smart pause, dual shot, smart scroll, dsb seperti di review Pak HSW tentang S4. Beberapa ada di HTC One namun dengan nama lain.

    Performance:
    Keduanya sama-sama gegas dan beringas (meminjam istilah Pak HSW hehe) dan tidak pernah lag. Entah kenapa HTC One terasa lebih gegas daripada S4 padahal Processor sama-sama menggunakan snapdragon 600 tetapi S4 memiliki clockspeed lebih tinggi yaitu 1,9 GHz, sedangkan HTC One 1,7 GHz.

  10. Bantu jawab om hsw mengenai komunitas…htc ini klo saya lihat di fb banyak sekali grupnya bahkan ada yg membuat forumnya yg dinamakan sobathtc, memang secara jumlah user htc mungkin sedikit, kalau dikantor saya selama ini baru 5 orang yg saya lihat menggunakan htc termasuk saya. Sedikit sekali ya he5…tapi orang-orang di kantor saya tampaknya mulai banyak yg bertanya mengenai htc dan berminat namun semua itu gugur setelah mengetahui jumlah service centernya di indonesia

    1. Pak Cristian Wijaya,

      Ah iya, Sobat HTC. Kemarinnya saya sudah berusaha mengingat-ingat, tetapi tetap lupa. Saya cuma ingat logonya hijau. Terima kasih.

      Soal service center HTC, memang masih “mengerikan”. Masih mending pusat perbaikan resminya LG deh.

  11. Wah kalau masalah service center HTC, di page HTC Indonesia facebook sering banget dikomplain. Kesannya pihak HTC cuek tentang service center, padahal ketersediaan service center merupakan salah satu pertimbangan utama konsumen sebelum membeli. Pak HSW, bikin kuis lagi dong seperti yang LG kapan hari tetapi sekarang buat HTC. Hehehe.

    1. Pak Christian Utomo,

      Boleh saja. Namun, yang menyediakan hadiahnya Bapak ya. πŸ˜€

      Usai Lebaran bukan mustahil saya akan mengadakan sayembara lagi. Tapi, buat terkait HTC, melainkan Sony.

    1. Pak Hayat,

      Tampilan fisik terlihat lebih mewah dan mahal HTC One. Suara yang diperdengarkan kala memutar musik atau menonton video juga lebih bagus HTC One. Namun, soal kamera, Xperia Z1 lebih bagus. Ponsel itu juga siap diajak berbasah-basah.

      Ada dua hal utama yang perlu Anda perhatikan bila ingin membeli HTC One. Pertama, saat masih berada di toko, cermati ponsel itu dengan ekstrateliti. Kamera HTC One banyak yang mengalami masalah purple tint. Hasil foto keungu-unguan. Kedua, layanan pusat perbaikan resmi HTC lebih buruk daripada Sony. Padahal, kinerja pusat perbaikan resmi Sony pun selama ini sudah sering dikeluhkan pengguna.

  12. HTC one M7 saya beli sangat mahal, saat ituu harga Rp.7.320.000 di dukomsel bdg…hp keren dan elegan..bisa buat songong lah, tp saya kecewa dg yg katanya kamera 4.1 Up hasil poto sangat buruk dibanding kan HP merk Cross jauh lebih sempurna(apa adanya)tp HTC sekali HTC hasil kamera.baik siang..apalagi malam hari..di tempat kurang cahaya..pasti hasilnya UNGU..kaya Nama BAND…konsumen tdk di berikan keterangan minusnya di kameranya..hanya Plus saja..(nipu tipu dikit)..yg ingin saya tanyakan adakah solusi..dan pertanggung jawaban dari pihak HTC..jangan sampai konsumen lebih banyak tertipu.oleh HP keren dan mahal tp kwalitas dan kuantitas tdk terjamin… kemana saya harus komplain..di tunggu update nya

    1. Pak Setu,

      Soal hasil kamera yang ungu, sudah saya sebutkan di naskah review lho. Ini petikannya:
      “Warna keunguan itu ternyata cukup rutin muncul, baik saat penulis memotret di dalam maupun luar ruangan. Parahnya, warna tersebut kadang β€œmelapisi” seluruh bagian foto sehingga merusak ketajaman foto.”

      One M7 Anda apakah masih bergaransi? Kalau iya, silakan klaim kondisi kamera yang purple tint itu secara gratis. Kalau masa garansi resmi telah berakhir, kemungkinan Anda akan dikenakan biaya. Silakan singgah ke pusat perbaikan resi HTC untuk mendapatkan informasi lebih lengkap.

  13. Klo misalkan garansinya udh berakhir, Kira2 habis uang brp ya buat benerin kamera yg purple tint kya gtu ??

    1. Pak Hary,

      Angka tepatnya silakan tanyakan ke pusat perbaikan resmi. Estimasi saya lebih dari Rp 1 juta. Mungkin mendekati Rp 1,5 juta.

  14. Perbaikan kamera purple tint cuma kena 150rb kok kalau sudah tidak garansi dan unit dari Indonesia. Untuk unit luar, biayanya tergantung dari negara dan operator mana unit tersebut berasal. Khusus untuk unit at&t dari USA, purple tint tidak bisa diperbaiki disini dikarenakan perbedaan motherboard.

    Kalau HTC One anda kameranya keunguan, itu bukan minus fitur kamera HTC One loh. Lebih tepatnya itu kameranya yang emang cacat dari pabrik. Lebih baik jangan ganti-ganti setting-an ISO. Rumornya sih ini yang bikin kameranya keunguan

  15. pak saya agak ragu untuk membeli htc one ini , krn saya lihat di komentar2 di komunitas htc indonesia itu seperti nya hp ini bnyk mslhnya, jdi mohon sarannya

    1. Pak Chandr,

      Kalau Anda bukan penggemar berat HTC, lebih baik jangan membeli HTC. Harga jual bekasnya turun drastis. Layanan pusat perbaikan resmi HTC di sini juga parah.

    1. Pak Chandr,

      Maaf baru bisa menjawab pertanyaan Anda pada hari ini. Sesuai pengumuman yang saya tuliskan di blog, jawaban atas pertanyaan yang masuk pada 24-30 Mei 2015 akan mengalami penundaan. Pada rentang waktu tersebut saya sedang berada di Beijing, Tiongkok, untuk mengikuti Lenovo Tech World.

      Wah, gampang rusak atau tidak itu kadang bersifat relatif. Satu hal yang pasti, layanan pusat perbaikan resmi HTC di Indonesia tergolong buruk.

  16. Betul Pak Herry, gampang rusak atau tidak itu kadang bersifat relatif, contoh HTC type Explorer (low end) yg berusia empat tahun dan sudah saya “wariskan” ke keponakan selama dua tahun (dengan “perlakuan” ala anak SMA) belum juga rusak, tentu saja tidak pernah kenal dengan service center. Andaikan memang nantinya rusak dan harus diperbaiki, dengan pertimbangan kelayakan, tentu akan langsung dipensiunkan saja. BTW Pak, review merk HTC sudah lama sekali enggak ada lagi?

    1. Pak Syaiful Ridwan,

      Benar. Sudah lama sekali saya tidak me-review HTC. Nggak berani, Pak. Harga barunya setinggi langit, sedangkan harga bekasnya securam jurang.

    1. Pak Ahmad,

      Kita nantikan jawaban dari Pak Gan ya. Saya tak berani menjawab, walaupun sebenanrya tahu, karena khawatir Pak Gan marah.

  17. mas Herry
    HTC sy memang saat pertama beli ..sdh ada gejala purle….info sales nya itu “karena kurang cahaya”” sy pikir wajar…semakin lama parah ,pisan,,,,cari info layanan pusat perbaikan resmi HTC..ko di bandung gak ada..apa kabur ya…??? tetap sy sebgai pembeli kecewaan penuh….karena tdk ada solusi yg baik…seharus nya pihak HTC..jika memang peduli..mengganti spare partnya..walaupun sy harus bayar biaya service.. bingung sy..

    1. Pak Setu,

      Selama masa garansi, penggantian modul kamera akibat purple tint gratis kok. Namun, konsumen harus datang ke pusat perbaikan resmi HTC di kawasan Roxy Jakarta. Saya lupa alamat lengkapnya. Kalau tak salah ingat, Roxy Square blok A5.

      Kalau setelah melewati masa garansi, saya tak tahu kebijakannya seperti apa.

  18. mas herry
    sdh sy cari htc service di bdg,,untuk ganti kamera 650rb blm ongkos pasang 150rb….padahal selas di katalog ::Battery Casing, Harga: Rp 550,000 (satu set dengan kaca camera belakang)
    Button Flexicable, Harga: Rp 200,000
    Camera, Harga: Rp 400,000
    Charging Port, Harga: Rp 300,000
    Hearing Speaker (Buzzer), Harga: Rp 200,000
    LCD/LED, Harga: Rp 1,300,000 (Lcd dan Touchpanel satu set)
    Motherboard, Harga: 16GB – Rp 1,600,000 32GB – Rp 1,900,000
    Memory, Harga: Rp 650,000
    Mic, Harga: Rp 250,000
    New Battery, Harga: Original – Rp 350,000
    Sim Reader, Harga: Rp 250,000 Dual Sim – Rp 300,000
    Slot Sim, Harga: Rp 150,000
    Speaker, Harga: Original Beat – Rp 300,000

    apakan htc di beda kota dan negara beda juga duitnya..parah ya HTC>>>

    1. Pak Setu,

      Itu daftar harga di pusat perbaikan resmi ya? Saya tak tahu harga di kota lain sama atau berbeda. Kalau di negara lain sih kemungkinan berbeda karena ada selisih nilai mata uang.

  19. mas Herry
    kadang kekecewaan itu…masih sy rasakan dan sangat mengesalkan….seharusnya pihak HTC memberikan solusi bukan saran dan anjuran…jelas untuk HTC seri M7 itu semua masalah dari kamera….sy akan senang jika kamera di ganti gratis…tp biaya service nilanya 1 jt misalkan…sy pikir itu solusi dan bukan saran2 yg bikin pelik maslahnya tks mas Herry atas reply

  20. Apa benar klo ponsel HTC kualitas komponen hardware nya sangat bagus melebihi Samsung dan LG ..terlihat dari kualitas speaker nya yg sangat mumpuni…dan lainya

    1. Pak Bambang Hermanto,

      Belum tentu juga. Bergantung kelas ponselnya. Namun, secara umum kualitas HTC memang relatif bagus.

  21. Hadeuuuhhhh jadi ragu nihhh mau beli HTC, klo review’a keq gini…, Tapi thx A lot nihh sobb, atas info’a…

    Jadi super duper ati2 ‘n teliti buad beli gadget

  22. Siang..
    saya adalah pemilik kedua htc M7, yg diwariskan dari atasan saya. alias kasbon nyicil .. hahah
    jika om herry di tengah jalan nanti menemukan kendala blank atau hank atau mati totalnya kamera depan mohon info ya om.
    karena htc m7 yg saya gunakan saat ini, kamera depannya sama sekali tidak bisa dipakai.
    jika di ganti / proses dari kamera belakang ke depan, yg tampil hitam total di tampilan kameranya untuk posisi tombol sama saja, tapi tidak ada yang berfungsi.
    setelah itu, jika kembali masuk ke kamera sampai kapanpun tetap seperti itu hingga nanti kamera di restart ulang yg menyebabkan saya BT harus men-download ulang semua apps tambahan.. hadeuh ,,

    Terima Kasih atas Reviewnya diatas, dan semoga kendala saya ada solusinya.

    Sekali Lagi Terima Kasih om Herry SW ..

    1. Pak Riski,

      Satu hal yang sudah kentara, modul kamera Anda bermasalah. Biaya perbaikannya bisa menembus Rp 1 juta. Itu pun prosesnya belum tentu bisa cepat.

  23. Kamera htc one m7 saya sangat sangat bagus ga ada masalah…batrre awett sangat
    Saya sudah 10 th pake htc..dari htc magic sampe sekarang htc m7 …ga pindah cukup htc

    1. Pak Wafiq,

      Mohon maaf atas keterlambatan respons. Sesuai pengumuman di blog, sejak 23 Oktober lalu saya cuti sementara dan baru aktif lagi mulai 30 Oktober 2016.

      Tak tahu. Saya belum pernah mencoba HTC One Mini.

  24. saya beli htc one karena dasarnya sudah suka sama htc (pernah punya desire v meski ga sampai setahun sudah rusak karena jatuh dan akhirnya penyok penyok)… beli di bu******k dapat barang kayaknya dari jerman, masalahnya kalo pake charger bawaannya kok nyetrum ya pak? trus 4G Lte juga ga bisa padahal di menu setting ada pilihan untuk Lte? sekedar info kartu dah support 4G

    1. Pak Ian,

      Maaf, baru hari ini saya bisa merespons. Sebab, sejak 15 November 2016 hingga akhir minggu ini, saya kebetulan sedang sering ke luar kota dengan jadwal aktivitas yang padat.

      Saya tak tahu pasti penyebabnya. Yang sepintas saya ketahui, ada cukup banyak ponsel HTC rekondisi yang masuk ke Indonesia. Spesifikasi hardware-nya belum tentu cocok dengan kondisi Indonesia. Aksesori yang disertakan juga tidak orisinal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *