Review HTC One X+: Dari TV Tabung ke Plasma

Konon HTC One X merupakan ponsel Android yang menarik. Seorang teman lama yang memakai ponsel itu mengaku puas. Selain layarnya lebar dan tajam, menurut dia, hasil jepretan kamera ponsel tersebut bagus. “Jadi, kalau sedang liburan, saya tak perlu lagi membawa kamera saku. Cukup pakai ini,” ujarnya.

Teman penulis itu bukan penggemar fotografi. Ia lebih cocok diberi predikat sebagai pencinta BlackBerry. Buktinya, setiap kali muncul peranti BlackBerry tipe terbaru, ia nyaris selalu meminangnya. Bahkan, kini ia memakai BlackBerry Porsche Design P’9981 yang harga bekasnya pun masih bisa menembus Rp 10 juta. Gila!

HTC One X+_1

Kabar buruknya, minimal untuk Anda yang mengharapkan review penulis tentang One X, sampai detik ini penulis belum pernah menguji pakai One X. Penulis hanya pernah mencoba milik teman tersebut selama beberapa menit. Plus, cuma sempat towel-towel One X yang dipajang di toko.

Kabar baiknya, penulis justru sudah menguji pakai One X+ yang merupakan penerus One X. Mencoba One X+ serasa berpindah dari televisi tabung 14 inci ke televisi plasma puluhan inci. Bodi yang seksi dan tipis, hanya 8,9 mm, membuat One X+ sedap dipandang mata. Layar super LCD2 4,7 inci dengan resolusi 720 x 1.280 piksel mampu menyajikan gambar, video, dan tulisan dengan lega sekaligus cemerlang.

Mau sesekali iseng menggoreskan pena atau kunci ke permukaan layar One X+ juga tak dilarang. Sebab, ponsel bersistem operasi Android 4.1 Jelly Bean itu telah mengadopsi Gorilla Glass 2. Meskipun demikian, untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, penulis tetap menyarankan pemasangan pelindung layar.

Bila dicermati, spesifikasi lain One X+ tergolong gahar. Di antaranya, prosesor quad core Nvidia Tegra 3 berkecepatan 1,7 GHz, Beats Audio terintegrasi, RAM 1 GB, Wi-Fi, GPS, NFC, bluetooth, dan mendukung layanan HSPA. Saat ponsel kali pertama diaktifkan, sebanyak 55,03 GB di antara 64 GB memori internal leluasa dioptimalkan pengguna. Tidak tersedia selot memori eksternal di ponsel yang yang memanfaatkan baterai tanam lithium polymer 2.100 mAh dan kartu micro SIM itu.

HTC One X+_2

Sepasang kamera dapat dijumpai di One X+. Kamera utama memiliki fokus otomatis dan lampu kilat. Ia mampu menghasilkan foto beresolusi delapan megapiksel dan rekaman video full HD 1080p. Keberadaan lensa 28 mm dengan bukaan  f/2.0 di bagian belakang ponsel itu dipertegas melalui pemberian aksen lingkaran merah yang tebal.

Satu kamera lain One X+ berada di sisi muka. Seperti biasa, kamera di sisi muka tak dibekali fokus otomatis dan lampu kilat. Kamera tersebut beresolusi 1,6 megapiksel. Pengguna juga dapat memakainya untuk menghasilkan klip video HD 720p.

Secara umum, kinerja kamera One X+ cukup bagus, meski terus terang di bawah harapan awal penulis. Ia relatif andal ketika diajak melakukan pemotretan beruntun. Dengan demikian, pengguna tak perlu khawatir akan kehilangan momen berharga.

Lampu senter, radio FM, dan aplikasi Mirror yang mengubah fungsi layar ponsel menjadi cermin adalah sebagian spesifikasi lain One X+. Untuk membaca, menyunting, maupun membuat file baru Word, Excel, dan PowerPoint, pengguna bisa memanfaatkan Polaris Office yang telah dibenamkan.

Ponsel berdimensi fisik 134,36 x 69,9 x 8,9 mm dan berat 135 gram itu sekarang dijual sekitar Rp 6,599 juta. Kali ini ketiadaan selot microSD tidak penulis catat sebagai sisi minus One X+. Sebab, memori internalnya telah cukup lega. Namun, baterai yang tidak bisa dilepas pasang tetap pantas dimasukkan sebagai sisi minus. Apalagi, untuk pemakaian sehari-hari, baterai ponsel itu gagal menemani penulis beraktivitas mulai pagi sampai malam.

15 thoughts to “Review HTC One X+: Dari TV Tabung ke Plasma”

  1. Quote: “Apalagi, untuk pemakaian sehari-hari, baterai ponsel itu gagal menemani penulis beraktivitas mulai pagi sampai malam.”
    Padahal di gsmarena, hasil battery test nya termasuk yahud.

  2. Merk Htc benar ya boros battery ?

    Oh iya Pak Herry, OOT nih. Nda mau coba pake Lenovo P770 si monster battery ??
    Hehehehe

  3. Pak Rianto,

    Ponsel HTC tidak selalu boros baterai. Desire VC, misalnya, baterainya tergolong hemat.

    He.. he… kehadiran P770 memang sudah saya nantikan. Informasi yang saya terima, ponsel itu bakal beredar akhir bulan ini.

  4. Iya nie kan saya sekarang pake K860, teman saya lihat pake Lenovo jadi ikut lihat-lihat dan kepincut ama S890 ama P770.
    Semoga reviewnya bisa cepat & mungkin S890 juga bisa ikut dicoba 😉

  5. Pak Rianto,

    Sampai saat ini saya malahan belum pernah menguji pakai K860.

    Saya kemungkinan hanya mencoba salah satu: S890 atau P770. Prioritasnya sih P770 karena saya penasaran dengan performa baterainya. Semoga saja kelak ternyata bisa mencicipi keduanya.

  6. iya pak, saya nunggu review 2 smartphone lenovo P770 dan S890. Kalau udah ada di pasaran minta tolong review nya ya pak.kayaknya 2 produk lenovo ini bikin banyak orang penasaran.murah tapi cukup mumpuni sepertinya.

  7. Pak Trioyulis,

    P770 pasti akan saya review karena saya memang mengincar ponsel itu. S890 mungkin tidak di-review, kecuali saya berubah pikiran. Tipe lain yang segera di-review A800.

    Sampai saat ini, P770 dan S890 belum memasuki pasar. Dari rencana awal akhir Februari atau awal Maret, terakhir saya dapat info molor sampai pertengahan bulan.

  8. Pak Nawir,

    Karena saya belum pernah menguji pakai Samsung Galaxy S III, maka saya belum bisa menjawab pertanyaan Bapak.

  9. thank’s pak… klw dari segi kamera n ketahanan bterai gmana pak??? n maksudx ” Secara umum, kinerja kamera One X+ cukup
    bagus, meski terus terang di bawah
    harapan awal penulis”…

  10. Pak Nawir,

    Sama, Pak. Karena belum pernah mencoba Galaxy S III, saya tak mengetahui bagaimana kamera dan baterai One X+ kalau dibandingkan ponsel tersebut.

    Kalau kita bicara One X+ saja, kameranya kalah mengesankan dibandingkan Nokia Lumia 920, bahkan Sony Ericsson K800i keluaran beberapa tahun lalu. Baterai paling bertahan pagi sampai sore.

  11. Pak HSW. Htc one kapan ya beredar di indonesia? Di review donk karena saya tertarik hendak meminangnya. Thanks.

  12. Pak Christian Utomo,

    Isunya sih HTC One mulai beredar di sini pada bulan depan. Paling lambat Juni 2013. Saya belum bisa me-review-nya karena menyentuh barangnya pun belum pernah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *