Review Huawei Ascend W1: CDMA Windows Phone 8 Pertama

Meskipun diperkenalkan di acara yang sama, keberadaan Huawei Ascend W1 tenggelam oleh popularitas Smartfren Andromax C dan Andromax V. Padahal, peranti bernomor tipe W1-C00 itu sebenarnya menyandang aneka predikat yang pertama. Ascend W1 merupakan ponsel CDMA bersistem operasi Windows Phone 8 pertama yang beredar resmi di Indonesia. Ia sekaligus menjadi ponsel EvDO rev B pertama yang dipasarkan resmi di negara ini.

Ascend W1 merupakan ponsel dual mode CDMA-GSM. Ia dapat bekerja di jaringan CDMA maupun GSM, tetapi hanya memiliki satu selot kartu SIM/RUIM. Satu selot kartu itu dapat dipakai bergantian oleh nomor GSM atau CDMA.

W1 biru

Kalau yang dipasangkan nomor CDMA Smartfren, secara teoretis pengguna bisa menikmati layanan internet berbasis EvDO rev B dengan kecepatan unduh sampai 14,7 Mbps. Tak perlu iseng menyelipkan nomor CDMA operator lain. Sebab, Ascend W1 dikunci. Pengguna dilarang berpaling ke operator CDMA lain.

Suatu saat, bila pengguna berada di daerah tanpa sinyal Smartfren, mereka leluasa mengganti kartu yang terpasang dengan nomor GSM. Pengguna bebas menyelipkan kartu SIM milik operator GSM apa pun. Namun, layanan internet yang bisa dinikmati hanya berbasis GPRS/EDGE, bukan 3G.

Ponsel berukuran 124,5 x 63,5 x 10,15 mm dan berat 130 gram itu memiliki dua kamera. Kamera belakang yang dilengkapi fokus otomatis dan lampu kilat mampu menghasilkan foto beresolusi lima megapiksel. Bila difungsikan sebagai perekam video, ia sanggup memproduksi klip video HD 720p. Kamera tersebut sebenarnya mampu mengabaikan objek dengan relatif prima. Sayang, performanya ternoda oleh kegagalan fokus yang berkali-kali penulis alami saat menguji pakai Ascend W1. Satu kamera lain Ascend W1 berada di sisi muka. Kamera itu dapat menghasilkan foto dan klip video beresolusi VGA.

W1 putih

Layar sentuh IPS empat inci beresolusi 800 x 480 piksel, prosesor berinti ganda (dual core) Qualcomm Snapdragon S4 1,2 GHz, Wi-Fi, bluetooth, dan GPS merupakan sebagian spesifikasi lain Ascend W1. Memorinya terdiri atas RAM 512 MB dan ROM 4 GB. Saat ponsel usai di-reset, sebanyak 1,91 GB phone storage berstatus kosong. Selot microSD di ponsel itu diklaim kompatibel dengan kartu memori 32 GB.

Mendukung dual mode dan kompatibel dengan layanan EvDO rev B menjadi sisi paling menarik Ascend W1. Asalkan beraktivitas di kota yang termasuk dalam area layanan EvDO rev B Smartfren, pengguna ponsel itu akan memperoleh kenyamanan ekstra. Sebab, mereka tak perlu berebut “kue internet” dengan sesama pemakai Smartfren yang mayoritas masih berinternet via peranti EvDO rev A.

Sisi minusnya, selain kamera yang berkali-kali gagal fokus, Ascend W1 sempat tersendat saat penulis gunakan. Terjadi bengong selama nyaris satu detik. Saat pengunci layar dibuka, layar Ascend W1 pernah pula menghitam polos selama beberapa detik. Sebelumnya, ketika mencoba ponsel Windows Phone 8 keluaran HTC dan Nokia, penulis tak pernah mengalami dua kondisi itu.

Harga ritel resmi Ascend W1 saat ini Rp 1,699 juta. Penjual biasanya membulatkannya menjadi Rp 1,7 juta. Penulis lebih menyarankan Anda membeli Ascend W1 warna putih daripada biru. Di situs Smartfren, Ascend W1 biru memang tampak lebih memikat mata. Namun, saat penulis melihat langsung produk nyatanya, varian berwarna biru terlihat “kampungan” dibandingkan putih.

19 thoughts to “Review Huawei Ascend W1: CDMA Windows Phone 8 Pertama”

  1. makasih pak herry, akhirnya review ascend w1 ini muncul juga. dengan harga segitu dibanding andromax v sampeyan pilih yang mana pak?

    1. Pak Bowo,

      Menurut saya, Huawei Ascend W1 baru pantas dilirik bila Bapak rutin memakai layanan akses data EvDO rev B Smartfren.

      Mending mana dibandingkan Smartfren Andromax V? Tergantung Andromax V-nya dapat harga berapa. Kalau lebih dari Rp 2,3 juta, saya sih lebih memilih tidak membeli Andromax V maupun Ascend W1. Dananya mending saya belikan Lenovo P770.

  2. Pak Herry, kualitas tutup belakangnya bagaimana (tutup ponsel skrg cenderung ringkih) ? kalau bisa saling tukar kartu begini cenderung suka buka tutup, kalau ringkih mending cari yg dual card sekalian.

  3. Sore..
    Om HSW maaf OOT ya..
    Om kebutuhan saya HP Dual ON Gsm & Cdma (atau sebaliknya terserah) yg candy bar, awet batrenya dan colokan chager yg umum..
    harga bebas, tidak masalah..
    Kira2 beli apa yah OM Herry

    Trims

    1. Pak Jefry W, SH,

      Maaf, baru siang ini saya bisa merespons pertanyaan masuk karena sempat tumbang akibat demam hingga 39,5 derajat Celcius.

      Dengan kriteria seperti itu, saya belum berani memberikan rekomendasi apa pun. Sebab, sedang tidak ada yang layak direkomendasikan.

    1. Pak Iwan,

      Maaf, baru siang ini saya bisa merespons pertanyaan masuk karena sempat tumbang akibat demam hingga 39,5 derajat Celcius.

      Yang pernah saya coba dan boleh dilirik: Smartfren Andromax V. Namun, CDMA-nya dikunci Smartfren ya.

      Kalau yang unlocked, di pasaran ada Alcatel one touch D668 dan D920. Tapi, dua ponsel itu belum pernah saya coba.

  4. Permisi pak Herry SW, apa anda tau tentang update nokia amber di Windows Phone 8.? Saya sudah men update itu tapi saat cari informasi tentang amber saya sulit menemukannya. Barang kali anda tau lebih banyak soal amber.? Terima kasih sekali.

    1. Pak Anton,

      Saya pernah mendengar tentang Amber. Tetapi, belum mencobanya sendiri karena tidak sedang memakai WP8 yang sudah ada update Amber.

  5. Cepat sembuh buat Om HSW
    Ooo gitu ya… maksud hati biar ga bawa HP banyak2 dan emg fungsinya untuk telp aja.. Hehehehe

    Thx ya Om HSW

  6. IGan itu ascend w1 yang dari smartfren,
    Kalo yang langsung dari huawei gimana?
    Truz rev. B sendiri jalan di frekuensi mana?
    N di indonesia sendiri sinyalnya bagaimana?

    1. Pak Rendrapcx,

      Maaf, lain kali mohon tidak menggunakan kata sapaan gan di blog ini.

      Tidak ada Huawei Ascend W1 yang berstatus unlocked dan dipasarkan di sini.

      Saya kurang tahu pasti, rev B-nya jalan di 800 atau 1900 MHz. Kondisi sinyal dan performa rev B di kota-kota besar sih lumayan. Masih jauh di bawah yang dijanjikan, tetapi sudah jauh lebih baik daripada performa nyata rev A Smartfren.

  7. Pak Herry,
    Di 2015 ini, masih worthed ga, beli gawai ini (demi cari EVDO-nya)?
    Tadi saya lihat di salah satu online shop, dijual discount menjadi 600ribuan.

    1. Pak Indra,

      Kalau mengejar EvDO rev B-nya, Ascend W1 masih boleh dilirik. Namun, bila yang dicari adalah asalkan EvDO, mending beli ponsel lain deh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *