Review Huawei Band B0: Ups… Notifikasi Telat Masuk 2 Jam

Selain gencar menawarkan ponsel pintar, Huawei giat meluncurkan wearable devices (ehm… apakah terjemahan yang cocok?). Produsen asal Tiongkok itu telah menawarkan Huawei TalkBand B1 dan TalkBand B2. Berikutnya, mereka menyodorkan Watch W1 dan Band B0 dalam waktu hampir bersamaan.

Di internet, penyebutan Band B0 terpantau tidak seragam. Ada yang menuliskannya Huawei Band Zero, Huawei Honor Zero, maupun Huawei Band B0. Nama lengkap terakhir itulah yang paling baku: Band diikuti huruf B dan angka nol. Bacalah sebagai ben bi-zi-ro.

Band B0-1

Band B0 dijual di Indonesia dalam dua pilihan warna, hitam dan putih. Harga ritel resminya dipatok Rp 999 ribu. Namun, dalam pantauan penulis alias HSW, tidak sedikit penjual yang menawarkannya lebih mahal. Ada yang menjualnya Rp 1,299 juta, bahkan Rp 1,699 juta.

Peranti berbobot 25 gram itu dibekali layar sentuh PMOLED. Hanya hitam dan putih. Bentuknya bundar dengan diameter 1,06 inci atau sekitar 2,7 sentimeter. Band B0 terlihat cantik dan sedap dipandang mata. Sama sekali tidak terkesan murahan atau ringkih.

Band B0-2

Di situs Huawei tidak disebutkan kriteria ponsel yang dapat disambungkan dengan Band B0. Huawei hanya menyajikan sederet tipe ponsel yang diklaim kompatibel. Yaitu, Huawei G7, G8, Mate 7, Mate S, Nexus 6P, P7, P8, P8lite, P8max, dan Y550. Berikutnya, Huawei Honor 6, Honor 6 Plus, Honor 7, Honor 7i, Honor 4c, serta Honor X2.

Apple iPhone 4S, 5, 5S, 5c, 6, 6 plus, dan 6s juga dinyatakan kompatibel. Demikian pula Samsung Galaxy Note 3, Note 4, S5, S6, S6 Edge, S6 Edge+, dan Note 5. Berikutnya, Nexus 6, LG G3, LG G4, dan Sony Xperia Z3.

Apakah berarti Band B0 hanya bisa dikoneksikan dengan deretan ponsel di atas? Untungnya tidak demikian. Di kemasan jam tangan pintar itu tercetak keterangan bahwa Band B0 kompatibel dengan ponsel bersistem operasi minimal Android 4.4.4 KitKat dan iOS 7.

Band B0-11 Band B0-12

Selama menguji pakai Band B0, secara bergantian HSW sempat memadukannya dengan tiga ponsel yang berbeda. Yaitu, Smartfren Andromax R2, Lenovo Vibe P1 Turbo, dan Evercoss Winner T3.

Sebelum proses pairing antara ponsel dan arloji pintar dilakukan, HSW mengunduh dan menginstalasikan aplikasi Huawei Wear yang tersedia di Google Play Store. HSW selanjutnya tinggal menjalankan aplikasi itu, lalu mengikuti petunjuk yang tersaji di layar ponsel. “Percakapan” ponsel dengan Band B0 memanfaatkan koneksi bluetooth.

Saat sedang siaga, tampilan layar Band B0 hitam polos. Untuk melihat waktu terkini, pengguna mesti memutar lengan atau mengetuk arloji. Spontan layar akan menyala dan menampilkan waktu saat itu. Tersedia empat pilihan tampilan jam (watch face). Dua penunjuk waktu digital, dua lainnya analog.

Band B0-10

Untuk berpindah dari satu menu ke menu lain, pengguna tinggal menyapukan jari di layar. Sedangkan kala ingin masuk ke menu tertentu, pengguna cukup mengetukkan jari ke layar.

Band B0 siap membantu pengguna menghitung jumlah langkah kaki dan jumlah kalori yang dibakar. Khusus saat berlari, peranti itu juga akan menghitung durasi aktivitas.

Band B0-3 Band B0-4 Band B0-13 Band B0-16 Band B0-17

Di kala pengguna tertidur, Band B0 tetap terjaga. Ia bakal memantau berapa lama pengguna tertidur.

Band B0-5 Band B0-14 Band B0-15

Kegunaan lain Band B0, sebagai alarm dan pemberi notifikasi. Ketika ada panggilan telepon masuk, contohnya, Band B0 akan bergetar. Nama atau nomor penelepon tersaji di layar arloji pintar tersebut. Aktivitas menerima panggilan tak bisa dilakukan di Band B0. Pengguna tetap harus menyentuh ponselnya.

Band B0-6

Lewat aplikasi Huawei Wear di ponsel, pengguna bebas menentukan aplikasi apa saja yang notifikasinya ingin dikirimkan ke Band B0. HSW biasanya memilih mengaktifkan notifikasi SMS dan WhatsApp. Isi pesan masuk dapat dibaca langsung di layar Band B0.

Biarpun sebenarnya juga dapat diaktifkan, HSW sengaja menonaktifkan notifikasi Gmail. Sebab, kalau dinyalakan, bukan mustahil nyaris setiap menit Band B0 bakal bergetar. Lha setiap hari HSW rata-rata menerima 800 email.

Band B0-7

Band B0-18

Dengan perilaku pemakaian seperti itu, Band B0 paling cepat perlu di-charge dua hari kemudian. Paling lambat, tiga hari sejak kali terakhir diisi ulang. Cara mengisi ulang baterai tanam 70 mAh di peranti itu sangat praktis. Pengguna tinggal meletakkannya di docking bermagnet yang disertakan dalam paket penjualan.

Ujung kabel docking itu kemudian ditancapkan ke port USB di laptop atau power bank. Bisa pula dihubungkan ke kepala charger. Karena paket penjualan Band B0 tidak termasuk kepala charger, pengguna dipersilakan memanfaatkan charger ponsel yang dimilikinya. Dalam waktu maksimal 1,5 jam, baterai Band B0 bakal terisi penuh.

Band B0-8

Band B0-9

Lantaran rutin melingkar di pergelangan tangan, Band B0 pasti akan terkena keringat pengguna. Tak usah khawatir. Peranti itu memiliki rating IP68. Dengan demikian, ia tahan terhadap air dan debu sampai pada taraf yang lumayan ekstrem. Saat mencuci tangan dan mandi pun Band B0 tetap boleh dikenakan tanpa khawatir rusak.

Bagaimana kinerja umum Band B0? Menurut HSW, perhitungan langkah kaki dan durasi tidur arloji pintar itu relatif akurat. Permasalahan terjadi di fungsi notifikasi. Saat dipadukan dengan Andromax R2 dan Vibe P1 Turbo, awalnya Band B0 dapat memberikan notifikasi secara real time. Ketika ada SMS atau pesan WhatsApp baru, Band B0 langsung bergetar. Kalau pun ada jeda, cuma 1-2 detik yang masih bisa dikategorikan sangat wajar.

Namun, semakin lama keterlambatan itu semakin parah. Setelah beberapa hari digunakan, notifikasi seringkali baru masuk belasan menit kemudian. Rekornya, Band B0 terlambat memberikan notifikasi selama dua jam. Lebih tepatnya, dua jam delapan menit. Pesan WhatsApp yang masuk ke ponsel pada pukul 18.07, contohnya, baru diinformasikan oleh Band B0 pada pukul 20.15. Parah!

Kalau telah mengalami kondisi demikian, solusinya hanya satu. Band B0 di-reset kemudian di-pairing ulang dengan ponsel. Beberapa hari kemudian langkah serupa perlu diulang lagi. Begitu seterusnya.

Satu hal yang membuat penasaran, saat dipasangkan dengan Winner T3 yang kelak akan di-review HSW, “penyakit” Band B0 justru tidak parah. Keterlambatan notifikasi masuk ke jam tangan pintar itu tak pernah menyentuh hitungan jam.

HSW yakin, problem notifikasi yang terjadi di Band B0 itu hanya masalah software. Bila kelak Huawei telah memunculkan pembaruan software, masalah tersebut seharusnya berkurang signifikan, bahkan hilang total.

Layakkah Huawei Band B0 dibeli? Menurut HSW, selama belum ada pembaruan software, lebih baik Anda jangan membeli arloji pintar itu. Kalau pembaruan telah meluncur dan terbukti berhasil mengatasi problem keterlambatan notifikasi masuk, Band B0 baru boleh dibeli.

51 thoughts to “Review Huawei Band B0: Ups… Notifikasi Telat Masuk 2 Jam”

    1. Pak Haohao,

      Di panduan pemakaiannya tak ada larangan “swimming”. Yang dilarang dipakai “diving”. Entah realitanya kuat dipakai renang atau tidak. Saya nggak bisa berenang.

  1. Koh Herry, adakah smart band yg fungsinya cuma beri notifikasi saja, baik itu telpon, sms, WhatsAp dsb dsb. Ini maksud saya agar harganya murah, tokh kalau saya baca di review koh Herry fungsi kesehatannya suka mleset (tidak akurat). Kalau yg punya fitur jawab telpon bolehlah sebab Hp istri itu sering di dalam tas, kadang carinya aja susah … terutama kalau lagi terburu – buru. Tq GBU

    1. Pak Hengky Fanggian,

      Perlu ada layar atau tidak? Kalau tak perlu, beli Xiaomi Mi Band saja. Harga Rp 200 ribuan.

      Kalau perlu ada layar, ada Acer Liquid Leap Active Rp 649 ribu.

  2. Bung Herry. Kalau anda mengatakan Huawei Watch B0 tidak rekomen untuk saat ini, lantas smartband apa yang anda rekomendasikan untuk rentang harga sejutaan? Oh ya, sekalian saya mau minta rekomendasi Android dari bapak budget antara 2jt-3jt. Pokoknya yang the best lah bung

      1. Smartband talk sepertinya menarik. Apakah layarnya itu layar sentuh atau tidak? Maaf kalau saya kurang perhatiin reviewnya.

        Wah hisense? Gaada pilihan lain tuh bung? Terlebih hpnya gaada USB OTG. Nambah budget sedikit lagi deh jadi 2.6 atau 2.7 juta gitu. Apakah infinix zero 3 worthed pak? Worthed mana sama xiaomi redmi 2 prime?

        Oya bung, saran satu lagi dong smartphone Android untuk orang tua yang baru belajar pakai smartphone. Budget 1 juta aja. Thanks bung Herry

        1. Pak Matthias,

          Maaf, baru hari ini saya bisa merespons. Sesuai pengumuman di ujung kanan blog, pada 21-24 Maret 2016 saya berada di luar kota dan tak sempat menjawab pertanyaan/komentar masuk.

          Ya, layar Band B0 akan bereaksi kala disentuh.

          Oh Anda perlu USB OTG ya. Kalau begitu, Hisense Pureshot nggak cocok. Minggu depan saya baru mulai menguji pakai Zero 3.

          Hmm… coba cari Acer Liquid Z320 deh. Harga barunya Rp 999 ribu.

          1. Aduh maksud saya bukan huawei nya bung. Maksud saya si sony smartband itu. Apa itu touchscreen atau tidak?

            Z320 kayaknya menarik juga, ga bakal lag atau gmn kan kalau cuma pemakaian biasa? Cuma fb sama foto2 doang

          2. Pak Matthias,

            Oh, SWR30. Bukan layar sentuh.

            Untuk Facebook ya? Kalau pakai aplikasi Facebook yang regular dan pemakaiannya intensif, sesekali mungkin akan terasa nge-lag.

  3. hai om herry, saya lg seneng baca review om ttg smart watch nih
    mumpung jam tangan saya rusak, sekalian beli smart watch hehehe.
    kalau tanpa fungsi bertelepon seperti swr 30,
    kira2 smart watch apa ya om yang rekomen utk dibeli direntang harga 1jt ke bawah ?

    sama oot nih om, kalo smartphone di rentang harga 2-3 jt menurut om apa ?
    apa masih hisense pureshot plus ? atau mungkin ada yg lain ?

    thanks om.

  4. Ko Herry…

    Hmmm… Lumayan mengganggu juga ya, apalagi kalau yang masuk notifikasi penting macam urusan kantor, perkuliahan, sampai chat gebetan (eh?)

    Melihat harganya yang Satu Juta kurang seribu, rasanya bug seperti itu cukup mengganggu…

    Kalau menurut saya pribadi, yang cukup worth untuk dibeli antara lain: Xiaomi Mi Band (Value to Money), Acer Liquid Leap (Fungsi nya yang pas takarannya) sama Fitbit Flex (Cuma gak tau resmi apa gak?)

    Bagaimana kalau menurut Ko Herry? Apa ada rekomendasi lain? Terima kasih atas jawabannya…

    1. Pak Bernardus Leonardo,

      Iya, bug-nya sangat mengganggu. Makanya saya tuliskan, sebelum muncul pembaruan untuk menyembuhkan masalah itu, Huawei Band B0 jangan dibeli.

      Saya tak pernah coba Fitbit Flex. Kalau tak perlu layar, Mi Band sudah sangat cukup.

  5. Om herry. Untuk notifikasi yang telat kok saya nggak mengalami ya. Mulai dari update pertama sampai yg kedua beberapa waktu yang lalu nggak ada kendala apa2. Cuman memang kalo dibanding sony SWR30 kalah fungsionalitasnya sih. Coba bisa jadi remote kamera hp kan bagus. Pairing dengan meizu m2 Tambahan om, setelah update meizu m2 sudah hilang bug2 nya jadi sekarang layak jadi si cantik aja tanpa kutu.

    1. Pak Kartolo,

      Maaf, baru hari ini saya bisa merespons. Sesuai pengumuman di ujung kanan blog, pada 21-24 Maret 2016 saya berada di luar kota dan tak sempat menjawab pertanyaan/komentar masuk.

      Anda memadukan Band B0 dengan M2 ya? Wah, asyik tuh kalau notifikasinya tidak telat.

  6. Dear Om HSW,
    Saya mau ganti HP nih Om, anggaran 9jtan, sebaiknya HP apa ya Om?
    Apa sy harus nunggu merek tertentu yg lagi santer diberitakan di berbagai media yg akan segera launched?
    Kriteria yg sy inginkan, kamera handal audio nendang, andai audio ga nendang2 amat masih boleh sih. Terimakasih Om

    1. Pak Saeful,

      Maaf, baru hari ini saya bisa merespons. Sesuai pengumuman di ujung kanan blog, pada 21-24 Maret 2016 saya berada di luar kota dan tak sempat menjawab pertanyaan/komentar masuk.

      Kalau saat ini sih saya masih menjagokan LG G4. Namun, mending wait and see dulu deh. Nunggu harga G5 bergaransi resmi keluar dulu.

  7. Koh Herry, Acer liquid leap active seharga 649rb dijual dimana kalo boleh tau?
    Bedanya sama acer liquid leap yg pernah direview sama koh herry dulu apa?

    1. Pak Roni,

      Maaf, baru hari ini saya bisa merespons. Sesuai pengumuman di ujung kanan blog, pada 21-24 Maret 2016 saya berada di luar kota dan tak sempat menjawab pertanyaan/komentar masuk.

      Di Lazada. Bedanya apa? Ini masih saya coba. Mau nunggu bekas milik saya? 🙂

        1. Pak Yuda Pratama,

          Yang saya tahu, strap Liquid Leap Active bisa diganti. Masalahnya, saya belum pernah menemukan penjual strap alias band alias tali Liquid Leap Active.

  8. Pak hsw
    Saya mau bertanya
    Diluar kebohongan oppo dalam berjualan
    Apakah sebenarnya hp oppo layak dipertimbangkan untuk dibeli ?
    Saya sedang melihat oppo f1
    Tertarik juga dengan vivo
    Tapi sepertinya belum ada ponsel vivo baru yg masuk
    Namun jika dilihat perkembangan hp skrg, semua hp sampai harga 5juta banyak yg menggunakan chipset qualcomm SD 615/616/617 yg notabene sebenarnya untuk kelas mid
    Jadi bingung untuk pilih hp yg mid high

    Semoga chipset qualcomm SD 650/652 segera banyak digunakan ato qualcomm SD808 untuk hp kelas mid high

    Ini adalah list hp yg sedang saya lihat, mana yg bagus ya pak ?
    1. Oppo f1
    2. Asus zenfone selfie
    3. Samsung galaxy a5 2016 (harganya beda sih)
    4. Lenovo vibe shot

    Butuh hp yg kamera depan belakang bagus, baterai tahan 12 jam
    Tidak nge games
    Boleh kasih saran selain hp diatas juga
    Dengan budget maks 5jt

    Thank you pak hsw

    1. Pak Jem,

      Maaf, baru hari ini saya bisa merespons. Sesuai pengumuman di ujung kanan blog, pada 21-24 Maret 2016 saya berada di luar kota dan tak sempat menjawab pertanyaan/komentar masuk.

      Kualitas ponsel Oppo sih di atas rata-rata ponsel merek Tiongkok.

      Saya sih pilih Vibe Shot.

      Rajin-rajin saja mencari promo LG G4 di toko online. Seminggu terakhir saya lihat ada dua kali promo yang menawarkan LG G4 baru dan bergaransi resmi Rp 4,999 juta.

  9. Saya juga baru boyong dari blibli.com
    Overall puass dengab harga dibawah sejutaan. Yang saya heran di software huawei wear ada pembaharuan software, tapi ketika saya akan update dia tidak jalan prosesnya pak, hanya loading saja tapi tak terupdate.

    1. Pak Yatss,

      Maaf, baru hari ini saya bisa merespons. Sesuai pengumuman di ujung kanan blog, pada 21-24 Maret 2016 saya berada di luar kota dan tak sempat menjawab pertanyaan/komentar masuk.

      Saya sempat mengalami hal yang Anda sebutkan. Setelah saya ganti dengan koneksi internet yang lebih kencang dan stabil, proses update berhasil dilakukan.

  10. bung HSW

    sekarang ini bung suka sekali mengulas produk jenis talkband? (sukaKah atau lagi in ?)
    sekali- kali dong bung mengulas produk cardboard yang keren dipasaran.
    Kalau tidak salah winner T3 itu type smartphone merek Evercoss.
    apa benar bung sudi meReviewNya?
    terima kasih.

    1. Pak Yoobee,

      Maaf, baru hari ini saya bisa merespons. Sesuai pengumuman di ujung kanan blog, pada 21-24 Maret 2016 saya berada di luar kota dan tak sempat menjawab pertanyaan/komentar masuk.

      Talkband? Yang beberapa waktu lalu saya bahas itu smartband Xiaomi Mi Band 1S. Sedangkan yang ini smartwatch Huawei Band B0. Itu kategori produknya berbeda lho.

      Saya belum berencana mencoba cardboard karena aksesori itu akan bertabrakan dengan kacamata minus tujuh yang sehari-hari saya gunakan.

      Review Winner T3 sudah muncul kok.

  11. Pak Herry maaf oot, orang tua saya baru saja membeli power bank Xiaomi di Lazada seharga 169ribu (sudah termasuk ongkir), yang notabene ga jauh beda dengan harga di erafone 149 ribu (belum termasuk ongkir), yang ingin saya tanyakan apakah power bank tersebut barang asli dan bergaransi resmi atau tidak ya Pak? mengingat harganya yg relatif sama dengan yang di erafone. makasih sebelumnya Pak.

    1. Pak Lukman,

      Maaf, baru hari ini saya bisa merespons. Sesuai pengumuman di ujung kanan blog, pada 21-24 Maret 2016 saya berada di luar kota dan tak sempat menjawab pertanyaan/komentar masuk.

      Tadi sudah saya tanggapi. Silakan cek jawaban saya di tempat Anda kali pertama mengetikkan pertanyaan serupa. Lain kali pertanyaan yang sama harap dikirimkan satu kali saja.

  12. Kalau tidak salah saya pernah baca “wearable devices” di terjemahkan menjadi “Piranti sandang”. Saya lupa apakah penyebutan tersebut saya baca di salah satu artikel pak Herry SW atau bukan. CMIIW

  13. Ko Herry selama ini sepertinya menghindari belanja di Lazada, klo boleh tau kekurangannya gmn? Apa sering telat pengiriman, atau pernah tertipu belanja disana?
    Misal ko herry review produk yg cuma dijual eksklusif di lazada seperti infinix itu apa ko herry beli dari seller lain apa tetap beli lewat lazada? Soalnya saya order acer liquid leap active dr lazada tgl 21 belum dikirim nih sampe skrg..

    1. Pak Roni,

      Pengiriman lambat dan bisa dibatalkan sepihak oleh Lazada. Repotnya, kalau sampai dibatalkan sepihak, proses pengembalian dana sangat lama. Seolah saya harus mengemis untuk memintanya.

      Tip belanja di Lazada versi saya, pilihlah pembayaran COD. Hal itu berlaku pula untuk Infinix. Jadi, tak ada pembayaran di muka yang saya lakukan. Pembayaran baru dilakukan saat kurir mengantarkan barang. Kalau pengiriman terlalu lama dan saya sudah tak berminat lagi, ya kiriman itu tinggal ditolak.

      Gimana kalau tak ada pilihan pembayaran COD? Mending tidak beli.

  14. koh herry, saya kan baru beli acer liquid leap active. nah saya mau tanya, dulu kan koh herry pernah pake acer liquid leap juga, kalo ngecas selain disambungkan ke laptop/pc, apakah boleh pake charge hp? trus yang aman output chargernya berapa ya?
    soalnya ribet kalo harus konek ke laptop/pc tiap kali ngecas.

    1. Pak Roni,

      Asalkan charger ponselnya bukan yang abal-abal, boleh kok. Mau menggunakan charger dengan output maksimal 2A pun tak masalah. Charger akan otomatis menyesuaikan arus yang keluar, berdasarkan kebutuhan Liquid Leap.

  15. Malam koh henry.. Thanks reviewny.. Sebelumny saya naksir smartwatch ini.. Tp lihat review dr koh henry jd berpikir lagi..kl mnurut koh henry lbih oke an mana huawei honor zero atau pebble time round.. Saya pengguna iphone 5, jd nyari yg kompitible dg device saya.. Kl beli apple watch terlalu mahal,budgetny blum cukup.. ?

  16. Dear Pak Herry,

    Kalau ingin beli Huawei Band B0 ini di toko offline dimana ya pak yg resmi? Dan soal garansinya bagaimana?

    Satu pertanyaan Out of Topic, saat ini saya pakai HP Sony Z3 Compact udah skitar setahun dan katup penutup chargernya udah tidak rapat lagi lumayan parah, mungkin bapak tahu apakah bisa diganti ya penutup itu?

    Trims

    1. Pak Wisnu,

      Jangan beli Band B0 deh. Masih ada bug soal notifikasi yang cukup fatal.

      Bisa diganti di pusat perbaikan resmi Sony. Saya tak ingat biaya tepatnya, tetapi kurang dari Rp 100 ribu kok. Yang jadi masalah, biasanya harus inden sampai hitungan bulan.

  17. Trims Pak Herry,

    Saya sudah baca tentang sisi minusnya di atas Pak, cuma saya tertarik sama modelnya (bentuk lingkaran) sepertinya bagus buat perempuan bertangan kecil (untuk kado) dan harganya di bawah 1jt, apakah Bapak ada rekomendasi lain? Kalo tidak sepertinya saya terpaksa mengabaikan sisi minus itu dan berharap sudah ada solusi dr huaweinya hehe

    1. Pak Wisnu,

      Iya, tampilan fisiknya memang keren. Kalau buat perempuan, warna putih akan terlihat lebih sesuai.

      Untuk smartwatch, bentuk bundar, andal, dan harga di bawah Rp 1 juta, saya belum ada rekomendasi nih.

    1. Bu Nizza,

      Tak tahu. Saya tidak pernah memadukannya dengan ponsel Oppo tipe apa pun.

      Btw, Huawei Band B0 jelek lho. Jangan dibeli.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *