Review Huawei P20 Pro: Kamera Saku Berfitur Dual SIM 4G

Genap tiga bulan penulis alias HSW menggunakan Huawei P20 Pro sebagai kamera utama. Menggusur kamera mirrorless Sony NEX-3 yang rutin dipakai untuk memotret ponsel yang review-nya bakal diunggah ke blog Ponselmu.

P20 Pro adalah ponsel flagship pertama Huawei yang beredar resmi di Indonesia sejak 2016. Saat itu Huawei memasarkan P9. Berikutnya, penggemar gawai di tanah air harus ikhlas diberi harapan palsu. Janji mengedarkan P10, Mate 10, maupun Mate 10 Pro tak satu pun terwujud. Menguap bak asap di anglo yang sedang dipakai memasak nasi goreng magelangan.

Selaras tren pasar, P20 Pro dibekali layar full view berponi 6,1 inci. Layar OLED itu beresolusi full HD+ 2.240 x 1.080 piksel. Digunakan di dalam maupun luar ruangan, siang maupun malam, layar tersebut tetap enak dipandang mata.

Di sisi atas ponsel terdapat inframerah yang dapat difungsikan sebagai pengendali jarak jauh (remote control) televisi, penyejuk udara, dan berbagai perangkat elektronik lain. Selot dual nano SIM terletak di kiri ponsel, sedangkan tombol volume dan power di kanan. Di bagian bawah, pengguna akan menjumpai konektor USB tipe C dan speaker.

Saatnya mencermati bagian belakang ponsel. Huawei Indonesia memutuskan hanya memasarkan satu varian warna P20 Pro: twilight. Keputusan tepat! Sebab, twilight adalah varian warna P20 Pro yang paling menarik dan laris.

Gradasi ungu-biru ala P20 Pro twilight terlihat cantik, mewah, sekaligus elegan. Diakui atau tidak, twilight telah menginspirasi para produsen ponsel untuk menghadirkan ponsel dengan bodi belakang berwarna serupa.

Silakan terkesima lagi. Kamera dengan tiga lensa besertifikasi Leica dibenamkan ke bagian belakang P20. Masing-masing lensa memiliki fungsi tersendiri. Lensa paling kanan adalah lensa tele beresolusi delapan megapiksel. Di tengah ada lensa utama 40 megapiksel. Lensa monokrom 20 megapiksel yang bertugas menangkap detail objek berada di posisi terkiri.

Cukup dengan sentuhan ringan di layar, pengguna bisa mengatur akan memotret menggunakan lensa normal (zoom 1x), lensa tele (optical zoom 3x), atau hybrid zoom 5x yang memadukan optical zoom dan digital zoom. Kalau difungsikan sebagai perekam video, kamera belakang P20 Pro siap menghasilkan klip video UHD 4K 3.840 x 2.160 piksel.

Kamera dengan fokus otomatis dan lampu kilat itu dilengkapi fitur master AI yang otomatis mengenali objek pemotretan, kemudian mengatur parameter pemotretan terbaik. Tersedia pula mode aperture, night, portrait, pro, dan aneka mode lain.

Ketika mode aperture aktif, pengguna leluasa mengubah agar kamera P20 Pro seolah memiliki bukaan lensa mulai 0,95 sampai 16. Semakin kecil angkanya, semakin sempit ruang tajamnya. Sehingga, latar belakang pemotretan semakin mudah dibuat kabur. Perubahan bukaan lensa itu dapat dilakukan sebelum maupun setelah pemotretan.

Sementara itu, di mode pro pengguna lebih bebas mengatur parameter pemotretan. Yang dapat diubah secara manual meliputi metode pengukuran cahaya (metering), ISO, kecepatan rana, kompensasi pencahayaan, pemfokusan, dan white balance. Pilihan ISO-nya sangat lebar, mulai 50 sampai 102.400. Sedangkan kecepatan rananya mulai 1/4.000 detik sampai 32 detik.

Spesifikasi kamera depan P20 Pro tidak kalah wow dibandingkan kamera belakang. Hanya ada satu lensa dengan kemampuan menghasilkan foto beresolusi maksimal 24 megapiksel dan video full HD+ 1080p. Ada pula mode portrait dan 3D lighting. Fitur 3D lighting menyimulasikan sorotan lampu yang seolah mengenai wajah pengguna.

P20 Pro menggunakan prosesor delapan inti (octa core) buatan Huawei sendiri. Yaitu, Kirin 970 yang terdiri atas empat inti berkecepatan 2,36 GHz dan empat inti 1,8 GHz. Wi-Fi, bluetooth, NFC, GPS, kompas, RAM 6 GB, dan ROM 128 GB merupakan sebagian spesifikasi lain ponsel itu. Kala ponsel baru diaktifkan, kapasitas memori internal masih tersisa 116 GB.

Anggaplah pengguna menyelipkan dua nano SIM ke P20 Pro. Kedua nomor dapat siaga bersamaan di jaringan 4G LTE. Layanan 4G LTE Telkomsel, XL, Indosat, Tri, dan Smartfren sukses dijalankan di ponsel itu. Sayang, ponsel berdimensi fisik 155 x 73,9 x 7,8 milimeter dan berat 180 gram tersebut belum mendukung native VoLTE Smartfren.

Tersedianya fitur app twin memungkinkan pengguna menjalankan masing-masing dua akun Facebook, Messenger, dan WhatsApp secara bersamaan. Namun, pengguna tak dapat menambahkan aplikasi lain ke daftar app twin. Ada pula Dolby Atmos dan private space. Fitur terakhir itu patut dioptimalkan untuk menyimpan file-file pribadi.

Untuk membuka layar yang terkunci, pengguna dapat memanfaatkan sensor sidik jari yang terletak di sisi depan ponsel. Ada pula yang pemindai wajah (face unlock) yang tetap bisa bekerja kendati layar padam. Cukup arahkan ponsel yang sedang siaga, tetapi layarnya padam dan terkunci, ke wajah. Dalam tempo singkat layar akan menyala sekaligus terbuka. Praktis!

Gagal Dikudeta Samsung dan iPhone

Kamera yang menjadi nilai jual utama P20 Pro pantang disangsikan lagi. DxOMark yang sering dijadikan referensi oleh produsen ponsel, pabrikan kamera, dan peminat fotografi sampai saat ini masih menempatkan P20 Pro di peringkat teratas. Samsung Galaxy Note 9 dan Apple iPhone XS Max gagal mengudeta.

Merujuk kepada pengalaman pribadi HSW, kinerja kamera P20 Pro pantas diberi predikat sangat memuaskan. Pemfokusannya cepat. Tombol rananya responsif. Di ponsel Android 8.1 Oreo dengan tampilan antarmuka EMUI itu, shutter lag seolah merupakan fatamorgana.

Foto yang dihasilkan hampir selalu tajam dan detail. Kondisi tersebut bukan hanya terjadi kala P20 Pro dipakai memotret objek di lokasi berpencahayaan memadai. Di tempat yang minim cahaya pun kamera ponsel itu masih sanggup menghasilkan gambar yang mengesankan. Kamera Samsung Galaxy S9+ dan LG G7+ ThinQ yang pernah HSW uji pakai bertekuk lutut deh.

Ada satu bug kamera yang tanpa sengaja HSW temukan. Ketika lensa tele digunakan untuk memotret suatu objek dalam jarak dekat, foto yang dihasilkan akan menghilangkan sebagian area objek.

Menjelang diluncurkan resmi di Indonesia, HSW sempat beberapa kali membaca komentar negatif tentang perekam video P20 Pro. Karena itu, ketika sedang menjajal ponsel tersebut, fitur perekam video tak luput diuji pakai.

Menurut HSW yang jarang memakai fitur perekam video, hasilnya masih tergolong bagus sih. Cobalah melihat rekaman video kala HSW mengunjungi Mi Store di Madrid, Spanyol berikut ini. Ponsel dipegang memakai dua tangan. HSW tidak menggunakan alat bantu lain.

View this post on Instagram

Mampir ke Mi Store di Madrid

A post shared by Herry SW (@herrysw) on

Lantaran puas dengan performa kamera P20 Pro, HSW memutuskan “beruji nyali”. Kamera Sony NEX-3 dengan lensa bawaan 18-55 milimeter dan lensa makro 30 milimeter dicarikan majikan baru. Kamera mirrorless itu biasanya digunakan untuk memotret ponsel dan aksesori gawai yang ulasannya akan diunggah ke blog Ponselmu. Selain sudah cukup uzur, kamera tersebut memang mulai bermasalah.

Apakah berarti hasil kamera P20 Pro lebih bagus daripada NEX-3? Dalam penilaian HSW yang bukan fotografer, hasil jepretan P20 Pro harus diakui belum sanggup mengalahkan NEX-3 dengan kombinasi dua lensa di atas. Kendati demikian, foto-foto yang dihasilkan P20 Pro sudah sangat layak ditampilkan di blog maupun dijadikan bahan dokumentasi.

Selain kamera, kinerja umum P20 juga pantas diacungi jempol. Pemindai wajahnya masih mampu bekerja cepat di lokasi yang temaram. Misalnya, di dalam studio film yang sedang memutar film Crazy Rich Asians. Ambil ponsel dari saku, hadapkan ke wajah, dan… layar segera menyala sekaligus terbuka.

Kala dipakai memutar video atau musik, suara yang dikeluarkan speaker internal P20 Pro terdengar jernih. Lebih jernih daripada Boombox Speaker di LG G7+ ThinQ. Kegegasan ponsel tak usah diragukan. Dipakai menjalankan multiaplikasi pun ia tetap terasa gegas.

Saat memakai P20 Pro, untuk kali pertama HSW menginstalasikan permainan PUBG Mobile. Permainan itu hanya bertahan 30 menit di ponsel. Tanpa ragu HSW menghapusnya. Sebab, ketika coba mengoperasikannya, HSW tidak memahami cara memainkan PUBG. Ha… ha… ha….. Lha itu orangnya kok cuma disuruh lari ke sana kemari nggak jelas.

Tiada gading yang tak retak. Nilai minus utama P20 Pro versi HSW terletak di daya tahan baterai. Dengan baterai tanam 4.000 mAh serta merujuk kepada pengalaman memakai Huawei Mate 10 dan Mate 10 Pro, HSW berharap baterai P20 Pro minimal sanggup bertahan 16 jam.

Realitanya, dengan durasi pemakaian maksimal sepuluh jam ponsel sudah harus dihubungkan ke charger. Kalau resolusi layar diturunkan menjadi HD+, daya tahan baterai akan lebih lama sekitar dua jam. Untunglah P20 Pro dibekali Huawei SuperCharge. Proses isi ulang daya baterai ponsel tuntas dalam waktu kurang dari dua jam.

Saat ini harga ritel resmi P20 Pro dipatok Rp11,999 juta. Kalau rajin memantau harga pasar di penjual daring maupun luring, dengan dana Rp11 juta “saja” calon pembeli sudah bisa meminang satu unit P20 Pro. Bahkan, masih ada sisa dana yang memadai untuk membeli aksesori tambahan.

Cukup berbekal P20 Pro, pengguna serasa membawa kamera saku digital berkualitas premium. Bedanya, kamera saku tersebut dilengkapi pula dengan fitur telepon, dual SIM 4G LTE, remote control, dan pemutar multimedia. Mau dipakai bermain game juga bisa.

***

Berikut contoh hasil jepretan kamera P20 Pro. Seluruh pemotretan tanpa menggunakan lampu kilat dan tripod. Untuk pemotretan objek tertentu, HSW harus menahan napas beberapa detik.

Seingat HSW, zaman dulu atraksi ini bernama “tong setan”.

Nah… HSW harus menahan napas saat memotret satu momen di bawah ini menggunakan mode night.

Ayam goreng KFC versi Spanyol. Percayalah, ayam goreng KFC Indonesia jauh lebih enak.

Harga P20 Pro di Spanyol. Lebih murah atau lebih mahal daripada Indonesia?

Saat menghadiri acara peluncuran Xiaomi Mi A2 dan Mi A2 Lite di Madrid, Spanyol, HSW tidak membawa kamera mirrorless. Cukup mengantongi P20 Pro. 🙂

Mencoba mode portrait. Di foto ini mode portrait masih nonaktif.

Kini mode portrait diaktifkan.

Saatnya melihat perbedaan hasil jepretan lensa normal (zoom 1x), lensa tele (optical zoom 3x), dan hybrid zoom 5x. Kamera tidak bergerak maju atau mundur.

Ini merupakan contoh nyata perbedaan hasil jepretan mode normal dengan mode night. HSW memotretnya saat ojek yang ditumpangi sedang berhenti di lampu lalu lintas yang menyala merah. Spion motor terlihat di bagian bawah foto.

Satu foto berikut dijepret menggunakan kamera depan.

***

Tangkapan layar Antutu Benchmark, Sensor Box for Android, kondisi awal RAM, dan versi firmware yang digunakan di mayoritas proses uji pakai.

106 thoughts to “Review Huawei P20 Pro: Kamera Saku Berfitur Dual SIM 4G”

  1. Akhirnya, Pak Herry masukkan juga hasil perekaman video di dalam ulasan. Kedepannya, kalo bisa ulasan smartphone apapun, dicantumkan juga hasil rekam videonya Pak. Saran aja sih dari saya Pak. Sukses dan sehat selalu ya Pak Herry. Semoga bisa dapat rejeki nomplok untuk review iPhone XS Max… Amin.

  2. Berarti, dengan dana memadai, lebih baik beli ini ya pak daripada kamera betulan..

    Mengenai dual 4G, dikarenakan belum didukungnya native VoLTE, apakah bapak sempat mengetes dengan menginstal aplikasi VoLTE smartfren?

    Mengenai daya tahan baterai, apakah memang kamera yg menjadi faktor utama? Bagaimana seandainya kamera tidak digunakan selama seharian, adakah perbedaan dari daya tahan baterainya pak?

    1. Pak Hari,

      Tergantung kebutuhan dan kesediaan membawa satu tas tambahan sih.

      Kalau mau praktis, ya pakai P20 Pro. Ke mana-mana cukup membawa satu gawai yang bisa dikantongi. Namun, bila tidak keberatan membawa satu tas tambahan, ya mending beli kamera. Dengan dana yang sama, bahkan lebih rendah, Anda sudah bisa mendapatkan kamera yang lebih baik.

      Tidak. Ketika diketahui tak bisa native VoLTE, saya tidak mencoba menginstalasikan aplikasi Smart VoLTE.

      Daya tahan baterai yang saya sebutkan itu untuk pemakaian harian normal, Pak. Jadi, kameranya ya tidak dipakai terus menerus. Kalau kamera seharian penuh tidak dipakai, mestinya baterai akan sedikit lebih hemat.

  3. Membaca ulasan Koh HSW tentang Huawei P20 Pro ini, jadi ingin bertanya mengenai pendapat pribadi.

    Setelah Samsung mengeluarkan 4 lensa kamera belakang serta Smartphone ini dengan 3 lensanya, kenapa produsen-produsen Smartphone bukannya malah mengembangkan “Teknologi Kamera ya” seperti AI serta teknologi lainnya, malah menambah jumlah lensa kamera belakang menjadi banyak? Apakah tidak ada teknologi kamera, saat ini yang berkemampuan cukup satu lensa kamera hasilnya seperti jepretan atau olahan 3 lensa kamera?

    1. Pak Ahmed Tsar,

      Sebab, tren pasar sedang ka arah jumlah lensa. Buat marketing gimmick juga lebih bagus.

      Kalau kita perhatikan, masing-masing lensa itu memiliki fungsi tersendiri yang ada kaitannya dengan hardware. Misalnya, lensa sudut lebar dan lensa tele. Di kamera konvensional hal itu bisa diakomodasi lewat lensa zoom. Di ponsel hal itu belum bisa diterapkan karena penggunaan lensa zoom yang lebar (mulai lensa sudut lebar sampai tele) akan membuat dimensi fisik ponsel sangat tebal.

  4. malam koh HSW,
    mantap banget P20 Pro bikin ngiler, sayang harganya haha..

    oiya maaf oot, minta rekomendasi hp yang masih worth to buy setidaknya sampai Q1 2019 kisaran dibawah 2 juta, butuh segera karena Mi A1 saya raib dijabel maling sialan.

    terimakasih sebelumnya, sukses selalu ponselmu

  5. Sangar mas gawainya,,syukurlah cuma batre yg bikin gadingnya retak..hehehe..mau nambah info,Vivo Y81 sudah bisa dual 4G di dua slotnya n bisa native VOLTE loh..

  6. Kalo dibandingkan dengan kamera mirrorless murah dibawah 10juta seperti sony a6000, atau lainnya, disektor kamera masih bagusan mana om? Apakah ponsel flagship jaman sekarang yang harganya diatas 10juta bisa mengalahkan kamera mirrorless kelas bawah?

    1. Pak Dedi Ananto,

      Kalau A6000-nya dipadukan dengan lensa kit yang 18-55 milimeter, menurut saya, P20 Pro akan kalah lumayan telak.
      Kalau A6000-nya dipadukan dengan lensa kit yang 16-50 milimeter, P20 Pro hanya kalah tipis.

      Bisa ya, bisa tidak. Lensa yang dipakai sangat menentukan. Contohnya ya lensa kit yang saya ceritakan di atas, Pak. Dengan pengaturan yang persis sama dan dipadukan dengan bodi yang sama, hasil jepretan lensa kit yang 16-50 milimeter sangat berbeda dengan lensa kit yang 18-55 milimeter.

      1. Sekedar sharing pengalaman pribadi,
        Saya biasa menggunakan lensa ultra wide angle di kamera mirrorless maupun DSLR u/ memotret landscape. Saat ini saya tidak lagi menggunakan lensa ultra wide sejak menggunakan LG V20.
        Menurut saya secara hasil, kamera besar dgn lensa ultra wide hasilnya masih lebih bagus dibanding dari LG V20 ultra wide saya, namun….jika anda hanya melihat hasilnya dari layar HP atau monitor komputer tanpa diperbesar / di zoom (istilahnya pixel peeping), hasilnya tidak beda banyak dengan kamera besar.
        Selain itu hasil foto dari HP lebih matang u/ kondisi pemandangan yg kontrasnya tinggi berkat fungsi HDR-nya sedangkan pada kamera besar mesti diedit lagi melalui software u/ mendapatkan hasil yg diinginkan.
        Tentu saja u/ kondisi2 khusus seperti foto “milky way” pada malam hari, foto2 yg membutuhkan kecepatan respon yg tinggi, kamera HP saat ini masih belum bisa mengalahkan kamera besar.

      2. kalo faktor lensa hanya kita ambil lensa kit bawaan aja. trs dilihat dari berbagai sudut, tidak hanya foto tapi juga kualitas video nya gimana? terutama untuk pembuat konten. jika harus memilih 1 alat yang sifatnya “sapu jagad” alias bisa untuk fotografi (misal suka desain grafis) & juga videgrafi (suka membuat & mengolah video juga). karena setahu saya untuk mirrorless murah yang dibawah 10 juta, pasti hanya memberikan 1 aspek yang diunggulkan, kalo tidak sektor fotografinya ya pasti videografinya

  7. menurut pengalaman pak HSW, bagaimana kualitas pelayanan service center huawei? apakah memang service center nya gabung jadi satu dg merk2 lain?

    1. Pak Roni,

      * Cukup bagus.
      * Di kota-kota besar biasanya sudah ada Huawei Exclusive Service Center. Jadi, khusus untuk Huawei. Sedangkan di kota-kota kecil yang belum ada Huawei Exclusive Service Center, ada Unicom Care yang siap membantu. Nah, Unicom Care itu melayani aneka merek.

  8. Wih enak ini lbh praktis bawa hp drpda camera Dan tetek bngek aksesorinya…..hanya zoom nya msh masalah ya sayang.smoga cuma bug…..btw KFC Spanyol kurang enak mngkin gak pakai micin yah koh hsw.yg di sini full micin ya kali ……hehehe

  9. Saya suka banget kalo baca reviewnya om HSW, apa adanya seperti kata KPK, berani jujur itu, hebat! Kalo melihat hasil pemakaian selama 3 bulan, terlihat bahwa om HSW cukup puas dengan performa ponsel tsb. Saya belum pernah beli produk Huawei jadi ada 1 hal yang perlu jawaban nih, apakah service center Huawei bisa “diandalkan”? Soalnya yang saya tahu, om HSW cukup “cerewet dan lantang bersuara” terkait service center ponsel resmi di Indonesia hehe..

  10. Hallo bpk..
    Saya pembaca dan penggemar baru tulisan bpk
    Saya tanya :
    1.utk pengambilan poto (pengujian kamera hp) di setiap tulisan review bpk.
    Apakah selalu menggunakan mode kamera hp “otomatis” atau menggunakan/memaksimalkan pilihan mode kamera di hp?
    2.mohon tips/trik agar hasil kamera hp bs bagus maksimal

    1. Pak Sakti Indra,

      1. Ya, saya menggunakan mode otomatis, kecuali saya sebutkan khusus di keterangan foto.

      2. Yang paling utama, tangan jangan bergerak saat memotret. Lebih baik tidak menggunakan lampu kilat agar hasil foto lebih natural.

  11. Pak Herry, Infinix sudah boleh dibahas kembali kan? Saat ini sudah Oktober lho… Melampaui bulan September seperti artikel yang Bapak tulis.

  12. Pak Herry, maksud hati pengen punya P20Pro – apa daya budget cuma 5 jt….ha…ha…ha….

    Untuk budget 5 juta dengan penekanan pada kualitas hasil foto, 2 SIM card dan extra slot memory, HP apa yang sebaiknya saya pinang ?

    Salam hormat dan terima kasih.

  13. Membaca review ini jadi sangat ingin meminang P20 Pro tapi apa daya masih berstatus sebagai mahasiswa yg menunggu wisuda

  14. Salam Pak Herry.
    Saya ada pertanyaan OOT yang tidak terkait dengan review Huawei P20 Pro.

    Menurut Pak Herry, secara keseluruhan, antara Xiaomi Redmi Note 5 dan Huawei Nova 3i, lebih bagus mana Pak?
    Terima kasih.

    1. Pak Agus,

      Kalau kamera termasuk faktor yang dipertimbangkan dalam pemilihan ponsel, berarti jawabannya Redmi Note 5.

  15. Hasil fotonya luar biasa.
    Dan harga memang tidak bohong.
    Yang membuat saya tertarik, itu kaos hitam beli dimana ya pak HSW.
    Secara saya juga easy to see ?

    1. Pak Fandi,

      Saya membeli kaus tersebut di Bandung. Setahu saya, mereka juga berjualan online. Coba cek Kaosgurita.com.

  16. Pak herry, saya sih awam soal kamera mirrorless. Saya jg tdk tahu camera sony nex 3 dgn sony A7R2 itu mana yg lebih unggul. Tp di vlog bestindotech pernah dibahas Huawei P20 pro vs Sony A7R2. Harga camera Sony itu dgn lensa sekitar 40 juta. Yg review tdk ngomong kalo hasil camera Huawei P20 pro mengalahkan Sony A7R2 cuma dikatakan kalo hasilnya bisa mengimbangi. Tp saya pernah iseng tanya teman yg kago foto kalo Sony A7R2 itu bagus banget. Apa benar camera huawei P20 pro bisa mengimbangi /kalah tipis dgn sony A7R2 sesuai vlog tersebut?

    Thx

    1. Pak Djunaedi,

      Terus terang saya tak pernah mencoba A7R2, apalagi memilikinya. Jadi, saya tidak mengetahui kinerja nyata kamera tersebut seperti apa. Kalau melihat harganya, A7R2 sih seharusnya lebih bagus daripada NEX-3 yang berarti lebih bagus pula daripada P20 Pro.

  17. Hi Pak Herry, HP Bapak ini produk garansi resmi Indonesia khan ya? Buatan nya China apa Indonesia Pak?

    Saya lihat ada yang jual garansi Indonesia tapi Buatan Cina, diimpor oleh PT Panggung Electric Citrabuana, Sidoarjo. Benarkah itu garansi resmi?

    1. Pak Gemi Agung,

      Ya, P20 Pro telah beredar resmi di Indonesia. Unit bergaransi resmi dirakit di Sidoarjo. Mayoritas komponen sih masih diimpor dari luar negeri.

      Boleh minta tautan iklan P20 Pro yang bergaransi resmi, tetapi barangnya buatan Tiongkok? Kalau benar ada, saya ingin beli untuk membuktikan kalau telah terjadi pelanggaran oleh Huawei.

      1. Pak Gemi Agung,

        Maaf, saya koreksi.

        Setelah saya cek, P20 Pro ternyata mengambil skema TKDN software. Jadi, ponsel itu bukan dirakit di Sidoarjo, melainkan diimpor langsung dari Tiongkok. Kardus dan beberapa item sederhana lain yang dibuat di sini.

  18. Pak herry SW
    Toko di surabaya yg menjual charger xiaomi original itu dimana pak? Apakah di MI service melayani penjualan charger? Trima kasih.

    1. Pak Hendra Putra,

      Charger orisinal seperti bawaan ponsel? Kalau iya, Anda bisa memesannya di pusat perbaikan resmi Xiaomi.

  19. Koh Herry, selamat pagi. Tolong tanya:
    1. Dengan budget max 3 juta, ponsel mana dengan hasil kamera & video yang terbaik? (keluaran tahun2 sebelumnya juga tidak apa2, asal barangnya baru). Saya cuma butuh buat keperluan rekam video & foto. Tolong beri beberapa pilihan ponsel ya Koh (disertai urutan yg terbaik menurut Koh Herry)
    2. Kalau ponsel yang kameranya ada optical zoomnya, yg termurah type apa Koh? (keluaran lama juga boleh)
    Terima kasih

    1. Pak Adi Titi,

      1. Xiaomi Redmi Note 5 dan Asus Zenfone 3.
      2. Asus Zenfone Zoom S. Harga ritel resmi Rp3,499 juta, tetapi di pasaran sudah ada yang menjualnya Rp3,2 juta.

    1. Pak Andika,

      Belum dan tampaknya takkan pernah menguji pakai ponsel itu, kecuali saya mendapatkan pinjaman dari Samsung Electronics Indonesia (SEIN).

  20. Nice Review Pak Herry,

    Tolong rekomendasi kan HP dengan range 5 – 7 juta.
    Daily routine buat email, sosmed.

    Terimakasih

  21. Kaget saya ketika baca pak HSW tiba2 nyobain PUBG. Kirain akan jadi menu baru ponselmu dalam uji pakai gawai buat main game…hahahaha. Kirain juga 30 menit main PUBG udah chicken dinner ga taunya di uninstall…wkwkwkwk..

  22. Ada harga ada rupa. Hasil fotonya mantab om HSW. 1 lagi, biarlah segmen gaming menjadi milik reviewer sebelah aja. Hehehehe. Makasih reviewnya om HSW

  23. Pak Herry,
    Izin tanya.. apakah di P20 pro ini ada game mode nya pak? Yang do not disturb itu, jadi kalau main game tidak terganggu notif call/message.
    Lalu kemudian, apa pak Herry berencana me-review Infinix Hot S3, mengingat sekarang infinix sudah ‘clear’? Maaf kalau sudah review dan saya terlewat.
    Sukses selalu pak, saya kebetulan tidak terlalu suka nonton youtube, lebih suka baca blog. Postingan pomselmu.com selalu dinanti karena selain bahasan gawai yang jujur, tata bahasanya juga baik dan benar. Sukses selalu dan salam,

    1. Pak Toni,

      * Terus terang tidak saya perhatikan. Lha saya dasarnya kan nggak suka main game.

      * Tidak.

      * Terima kasih.

  24. Selamat pagi koh HSW
    Artikel baru yang ditunggu-tunggu sampai sekarang menurut dxomark memang skor P20 Pro tertinggi, namun kabarnya jika memfoto di malam hari perlu setting yang sedikit disesuaikan IMHO…
    Ditunggu artikel-artikel selanjutnya ya Koh…
    Salam…

    1. Pak Tjio,

      Malam hari langsung jepret pun sudah bagus kok. Namun, kalau ingin lebih mantap, tak ada salahnya mengeksplorasi mode profesional/manual.

  25. Selamat siang pak Herry

    Saya mau bertanya. Dengan budget kisaran 5-10 juta (max.), ponsel apa yang bisa bapak rekomendasikan dengan fitur utama yang dijagokan adalah kameranya? Untuk spesifikasi lain, saya nomor duakan pak. Terima kasih pak

      1. 1. ada rekomendasi hp lain pak? saya sudah mencari unit bekasnya, tapi cukup sulit pak, bahkan saya hampir terkena penipuan 2x.
        2. saya sudah melakukan pencarian, baru Asus Zenfone 5Z yang terlihat meyakinkan pak. apakah ini sudah pas pak?
        3. saya melihat peluncuran ponsel samsung a9 yang belum beredar sekarang. apakah itu layak ditunggu?

        btw, terima kasih pertanyaan saya yang diawal sudah dijawab pak. Sukses selalu koh Herry

        1. Pak Pribadi,

          1. Rajin-rajin saja keliling ke pusat penjualan ponsel, Pak. Jadi, bisa langsung mengecek kondisi barang.

          2. Tak tahu. Saya belum pernah mencoba Zenfone 5Z.

          3. Samsung sih buat saya coret. Belajar dari pengalaman terakhir saya saat membeli Galaxy S9+ Rp13 juta dan sehari sudah bermasalah, dipadu dengan layanan pusat perbaikan resmi yang tidak memuaskan, mending cari merek lain.

  26. Om,
    Mantap benar hasil fotonya. Setiap saya baca review om di segmen foto , foto-fotonya hasilnya selalu bagus.

  27. Pak herry maaf,saya mw tanya soal xiaomi
    Punya saya xiaomi redmi 5 distributor, beli dari bulan mei smpai saat ini belum ada update miui kalau update aplikasi yg lain slalu ada,cuma miui saja yg tidak ada dan ter log
    Padahal miui 9.2.0.4 NDAMIEK
    Kalau mau update manual gimana ya?apa bisa manual tanpa pc dari miui resmi?

  28. Ko Herry gak ada rencana review vivo v11 pro? Btw kayak liat ko Herry di kediri, pake kemeja batik lagi di tempat makan, entah bener apa enggak hehehe

  29. Ko, tanya sedikit kalo kebutuhan saya kerja lapangan jadi hp harus mungil pas disaku depan, kisaran 5,5 ins dengan kamera bagus, batre oke, ada nfc kalo bisa,hehe anggaran ada 3 juta, tipe apa ya ?

    1. Pak Aris Styadi,

      Kalau harus mungil sih sulit deh. Kalau dimensi fisiknya setara dengan ponsel berlayar 5,5 inci model lama dan masih bisa dimasukkan ke saku kemeja, ada Redmi Note 5. Beli saja yang varian 4/64. Harga maksimal Rp2,799 juta. Kamera bagus, baterai tahan lama, tapi tidak ada NFC.

  30. Ko, mau tanya untuk hp yang mungil pas disaku depan dengan anggaran 3 juta, trus kameranya bagus karena buat kerja lapangan, kalo bisa ada nfc, hp apa ya ko hehe

  31. Pas lihat-lihat note 5 di marina ditawarin mi A2 lite ko, dengan layar lebih kecil, apa ini bisa dibeli ko hehe

    1. Pak Aris Styadi,

      Mungkin yang Anda maksud Redmi Note 5 ya. Jangan beli Mi A2 Lite. Lebih baik membeli Redmi Note 5. Performa kamera Mi A2 Lite jauh di bawah Redmi Note 5.

  32. pak herry, dengan dana maksimal 1,6. Mengutamakan kualitas kamera dan daya tahan baterai, merk dan tipe apa yang direkomendasikan?
    terima kasih.

    1. Pak Abid,

      Hmmm… dengan anggaran segitu, nggak ada yang menonjol di dua poin itu sih, Pak. Paling-paling saya sarankan mencoba Redmi 5A, Redmi 6A, atau Zenfone Live L1.

  33. Selamat siang om, saya mau nanya ttg permasalahan Handphone saya Asus Zenfone 4 selfie pro. Pada tanggal 27 oktober 2018, saya lagi bermain game NBA live terus ditinggal sebentar, tapi tiba-tiba layar menjadi kuning samar-samar. Itu terjadi sekitar pukul 7.21 pagi. Lama kelamaan menjadi panas, terutama dibagian dahi depan yang ada kamera depannya. Panasnya parah. Sampai sekarang klo dinyalain masih kaya gitu. Handphone ini didapat dari menang Giveaway Asus yang foto kontes tahun 2017. Dan handphone didapat tgl 15 maret 2018. Jadi lama pemakaian hanphone baru 7 bulanan. Kenapa hal ini bisa terjadi ya? Mohon bantuannya, terima kasih om.

    1. Bu Maria Poppy,

      Untuk memastikan penyebabnya, ponsel perlu dicek oleh teknisi. Silakan membawanya ke pusat perbaikan resmi Asus.

  34. Pak herry, seingat saya kalo di situs ponselmu.com jarang review produk Huawei. Kalo gak salah sebelum tipe ini yg ditampilkan di situs ini Huawei P9. Dulu saya pernah baca review huawei P9 kalo yg bgus dari hp ini hanya kamera nya(kamera terbaik pda masa itu). Apakah Huawei P20 pro secara keseluruhan kinerja nya bagus atau hanya kamera saja yg bagus?

    Thx

    1. Pak Djunaedi,

      Ya, memang agak jarang karena flagship Huawei sempat cuti lama dari pasar Indonesia. Ya, secara keseluruhan kinerja P20 Pro bagus. Beda kasus dengan dulu saat P9.

  35. Ko Herry,

    Ko Herry ada tulis “Kalau resolusi layar diturunkan menjadi HD+”…itu berarti resolusi layar bisa diturunkan ya? Khusus u/ ponsel ini saja atau semua ponsel bisa? Atau ada aplikasi u/ menurunkan resolusi?

    1. Pak Pandin,

      Ada ponsel yang memang dibekali menu bawaan untuk menurunkan resolusi layar, demi menghemat baterai. Dulu saya juga pernah menjumpainya di Samsung Galaxy S8.

    1. Pak Aris Styadi,

      Kalau tidak perlu kamera bagus dan Anda membutuhkan memori internal besar, ponsel itu boleh dilirik.

  36. Misi Pak Herry, numpang OOT..

    Mohon rekomendasi beberapa handphone dg budget max.3,5 juta diluar Xiaomi Redmi Note 5. Keperluan sih standart, yg penting triple slot sim alias non-hybrid, syukur2 baterai awet dan kamera not too bad , makasih.. 🙂

        1. Pak Dico,

          Apakah Bapak membutuhkan NFC?
          Apakah Bapak membutuhkan ponsel dengan tampilan fisik cantik?

          Kalau jawabannya iya, ambil Zenfone 5Q. Kalau jawabannya tidak, ambil Zenfone Max Pro M1.

          1. Iya Pak, saya pikir juga gitu pertimbangannya. Setelah liat beberapa review di Youtube keren juga HP nya, he he.. Tapi rasanya ada yg kurang kalo belum baca sendiri review lengkap dari Pak Herry ?

            Apakah Bapak berencana akan mereview Zenfone 5Q?

            Kalo Max Pro M1 sih emang mantap Pak, sudah beberapa bulan ortu Saya pake Zenfone Max Pro M1 3/32, responnya sangat puas. Tapi lama-lama rasanya bosan juga tampilannya gitu2 aja (baik fisik maupun OS Pure Android), walaupun secara kinerja mantap tahan banting.

          2. Pak Dico,

            Saya sudah mencoba Zenfone 5Q kok. Kameranya kurang bagus. Sisi paling menarik dari ponsel itu: tampilan fisik cantik dan ada NFC.

  37. Selamat sore, Pak.
    Saya mau minta saran dari Bapak untuk rekomendasi Hp dengan budget 5-6 juta mengutamakan kegegasan dan memori besar, serta kamera tidak terlalu buruk. Adakah Ponsel ber-body tidak terlalu besar yang bisa Bapak rekomendasikan? Kalau tidak ada, tolong rekomendasikan HP apa saja yang menurut Bapak sesuai kriteria di atas?
    Saya membaca Bapak beberapa kali merekomendasikan Nokia 6.1 Plus dan Vivo V11. Apakah memang kedua hp tersebut cukup bagus?

    1. Bu Natalia,

      Silakan melirik Pocophone F1 varian RAM 6 GB dan ROM 128 GB. Harganya Rp4,999 juta.

      Ehmm… saya tak pernah merekomendasikan Vivo V11. Mungkin yang Anda maksud Vivo V11 Pro. Ponsel itu dan Nokia 6.1 Plus memang cukup bagus.

        1. Bu Natalia,

          Dalam hal apa dulu? Kegegasan dan daya tahan baterai jelas kalah melawan Pocophone.

          Kalau dalam hal kamera, V11 Pro mengungguli Pocophone.

          Nokia 6.1 Plus menang di harga yang termurah dibandingkan dua tipe lainnya, tetapi memiliki kinerja umum cukup bagus.

          1. Oh, begitu Pak.

            Kemudian, Pocofone F1 yang Armoured Edition itu apakah sudah tersedia di pasaran?

            Sebelumnya, saya mengucapkan banyak terima kasih atas jawaban Pak Herry.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *