Review Huawei P8: LCD Pecah dan Bodi Penyok Diganti Gratis

Ada yang berbeda dengan Huawei di Indonesia pada paruh kedua 2015. Untuk kali pertama, setidaknya dalam sepuluh tahun terakhir, promosi gencar dilakukan melalui berbagai media secara berkesinambungan. Bukan hangat-hangat tahi ayam lagi. Huawei Brand Shop dibuka di berbagai kota. Jumlah promotor pun meningkat sangat tajam. Tak sekadar 2-3 kali lipat, melainkan hingga puluhan kali lipat.

Huawei juga rajin menggelontor pasar dengan produk baru, mulai dari Huawei Y3 yang dibanderol Rp 799 ribu sampai ponsel premium. Misalnya, Huawei P8 yang harga ritel resminya Rp 6,499 juta. Bahkan, 6 Desember lalu, Huawei meluncurkan Huawei Mate S yang harganya dipatok Rp 9,399 juta. Wow!

Huawei P8-1

P8 menjadi ponsel Huawei kedua yang penulis alias HSW review tahun ini. Tampilan fisiknya pantas mendapatkan penilaian positif. Sisi belakangnya terbuat dari logam. Keempat ujung ponsel itu melengkung sehingga lebih nyaman saat bersentuhan dengan telapak tangan.

Di sisi atas ponsel tersedia konektor audio 3,5 milimeter untuk menancapkan handsfree berkabel. Sedangkan di bagian bawah bakal dijumpai speaker dan konektor micro USB. Tak ada satu tombol pun di sisi kiri ponsel. Sisi kanan menjadi bagian yang paling banyak tombol. Di sana terdapat tombol volume, power, selot dwifungsi kartu nano SIM/kartu microSD, dan selot kartu nano SIM.

Karena salah satu selot kartu di P8 menganut prinsip hybrid, saat memakai ponsel itu pengguna harus menentukan pilihan. Alternatif pertama, P8 difungsikan sebagai ponsel dual SIM yang tidak memiliki selot memori eksternal. Dua nomor dapat siaga bersamaan. Satu nomor yang dipilih pengguna leluasa masuk ke jaringan 2G, 3G, maupun 4G LTE. Sedangkan satu nomor lainnya dipaksa setia berada di jaringan 2G.

Alternatif kedua, P8 digunakan layaknya ponsel single SIM yang dilengkapi selot memori eksternal. Pengguna tinggal menyelipkan kartu microSD ke selot yang tersedia. Satu-satunya nomor yang siaga bebas berkelana ke jaringan 2G, 3G, dan 4G LTE.

Dihubungkan dengan layanan 4G LTE Indonesia, P8 kompatibel dengan LTE band 3 – 1800 MHz dan band 40 – 2300 MHz. HSW telah membuktikan kalau P8 dapat dipakai untuk menikmati layanan LTE Telkomsel, Indosat, dan XL.

Walaupun di atas kertas sesuai, HSW belum pernah mencoba LTE Smartfren via P8. Sebab, hingga kini Smartfren belum mengeluarkan kartu nano SIM 4G LTE. Operator itu baru menyediakan kartu berukuran mini SIM dan micro SIM. Pemilik ponsel nano SIM yang bersikeras mencoba 4G LTE Smartfren mesti memotong kartu miliknya secara mandiri.

Huawei P8-2a

P8 dibekali layar IPS 5,2 inci beresolusi full HD 1.920 x 1.080 piksel. Untuk menyalakan layar, pengguna cukup mengetukkan jari dua kali di permukaan layar. Kalau mau tampilan layar lebih sederhana, pengguna tinggal mengubah home screen style dari standar ke simpel.

Karena bingkai di kiri-kanan layar relatif tipis, meskipun memiliki bentang layar 5,2 inci, ponsel itu tetap nyaman digenggam. Tersedia solusi tambahan bagi pengguna bertelapak tangan agak kecil yang ingin mengoperasikan P8 dengan satu tangan. Aktifkan saja one-hand UI. Papan ketik di layar ponsel bakal lebih kecil, bisa merapat ke kiri bawah atau kanan bawah layar.

Huawei P8-23

Huawei P8-22

Enggan diganggu dering ponsel pada rentang waktu tertentu? Bisa! Optimalkan fitur do not disturb. Kalau selalu tak mau menerima panggilan telepon dan SMS dari nomor tertentu, pengguna tinggal mengaturnya di menu harassment filter. Di sana pengguna bisa membuat dua macam daftar, blacklist dan whitelist.

Ponsel itu memanfaatkan prosesor 64-bit delapan inti (octa core) Hisilicon Kirin 930 yang terdiri atas empat inti berkecepatan 2 GHz dan empat inti 1,5 GHz. Wi-Fi, bluetooth, GPS, RAM 3 GB, dan ROM 16 GB merupakan sebagian spesifikasi lain P8. Saat ponsel baru dikeluarkan dari kardus lalu dinyalakan, sisa memori internal mencapai 9,4 GB. Ponsel berdimensi fisik 144,9 x 72,1 x 6,4 milimeter dan berat 144 gram tersebut mendukung USB On-the-Go atau lazim disingkat USB OTG.

Sama dengan kebanyakan ponsel premium bermerek global, P8 memanfaatkan baterai tanam. Kapasitasnya 2.680 mAh. Di tangan penulis, baterai itu rata-rata mampu bertahan selama 12 jam. Penulis selalu memadukan ponsel tersebut dengan dua nomor. Salah satu di antaranya nomor Telkomsel atau Indosat yang dimasukkan ke jaringan 4G LTE. Kalau diganti dengan nomor XL, paling lambat dalam sepuluh jam baterai P8 sudah harus diisi ulang.

Lupa menaruh ponsel di mana? Asalkan pengguna sebelumnya telah mengaktifkan fitur voice wakeup, P8 bisa dipanggil. Pengguna tinggal mengucapkan kata kunci yang telah diprogram, berikan jeda 1-2 detik, kemudian sebutkan kalimat where are you? Layar ponsel akan menampilkan animasi. Lampu kilat di sisi belakang ponsel berkedip-kedip. Terdengar pula suara I am here. Saya di sini.

Beragam hal menarik yang telah dipaparkan di atas sebenarnya bukan menjadi nilai jual utama P8. Fitur unggulan ponsel bersistem operasi Android 5.0.1 Lollipop dengan tampilan antarmuka EMUI 3.1 itu adalah kamera. Huawei menyatakan performa kamera P8 setara dengan kamera DSLR. Versi penulis, sampai sekarang kamera ponsel belum bisa menandingi kamera DSLR. Namun, harus diakui kalau kinerja kamera P8 memang pantas diacungi jempol.

Kamera belakang P8 dilengkapi fokus otomatis, lampu kilat ganda, dan optical image stabilization. Ia sanggup menghasilkan foto beresolusi 13 megapiksel dan klip video full HD 1080p. Kalau mau, pengguna bisa mengatur ISO, white balance, saturasi, kontras, dan tingkat pencahayaan secara manual. Namun, hal serupa tak dapat dilakukan terhadap kecepatan rana (shutter speed).

Ini yang asyik. Di P8 tersedia mode light painting. Ya, terjemahan bebasnya melukis memakai cahaya. Contohnya, pada malam hari pengguna bisa memotret kendaraan bermotor yang melintas di jalan raya. Nyala lampu mobil itu akan membentuk garis-garis yang artistik.

Huawei P8-24

Lain waktu, berbekal lampu senter, pengguna dapat pula membuat sayap yang bercahaya di belakang seseorang yang berdiri diam. Hendak memotret pergerakan bintang di langit pun bukan mustahil dilakukan. Untuk melakukan berbagai aktivitas tersebut, pengguna wajib memakai alat bantu tripod. Sebab, kalau hanya mengandalkan tangan sebagai penyangga P8, foto yang dihasilkan takkan bisa tajam.

Huawei P8-31

Beralih ke kamera depan. Kamera itu tidak dilengkapi fokus otomatis maupun lampu kilat. Kemampuan maksimalnya menghasilkan foto beresolusi delapan megapiksel dan klip video full HD 1080p.

Masih berhubungan dengan kamera, terdapat director mode. Fitur yang tidak HSW eksplorasi ini memungkinkan P8 terkoneksi dengan tiga ponsel lain. Pengguna selanjutnya bertindak layaknya sutradara film. Terdapat beberapa kamera dengan sudut pandang masing-masing yang melakukan perekaman video secara simultan. Pengguna selanjutnya bebas memilih sudut pandang yang diinginkan. Perpindahan dari satu kamera ke kamera lain bisa dilakukan hanya dengan menekan layar ponsel.

Huawei P8-25

Kalau dirangkum, P8 ibarat ponsel yang cantik luar dalam. Penampakan fisiknya terlihat mewah. Buat Anda yang merasa tidak percaya diri memakai ponsel bermerek kurang populer, tenanglah… di sisi depan P8 sama sekali tidak ada tulisan Huawei. Sedangkan di bagian belakang, ukuran logo dan tulisan Huawei yang tercetak juga relatif kecil. Bila ingin menyamarkannya, Anda tinggal menempelkan stiker bergambar apel kroak.

Karena bingkai di kiri-kanan layar P8 relatif tipis, meskipun memiliki bentang layar 5,2 inci, ponsel itu tetap nyaman digenggam. Kameranya juga pantas disodori acungan jempol. Bila dikomparasikan dengan aneka ponsel yang HSW uji pakai pada 2015, performa kamera P8 melebihi Hisense Pureshot+, Xiaomi Mi 4i, dan Lenovo Vibe Shot. Namun, ia harus mengakui keunggulan kamera LG G4 dan Sony Xperia Z5 Dual yang harga jualnya lebih mahal daripada P8.

Dua hal yang perlu diketahui pengguna baru P8, pertama, tak perlu bingung bila pada satu jam pertama ponsel itu terasa lemot. Ponsel tampaknya sedang bekerja keras melakukan sinkronisasi berbagai data. Setelah periode tersebut, ponsel bakal terasa gegas.

Kedua, di kiri dan kanan konektor micro USB terdapat lubang speaker. Istilah kerennya speaker grill. Yang mengeluarkan suara memang hanya lubang kiri. HSW menduga sisi kanan sengaja tetap dilubangi agar tampilan ponsel terlihat lebih simetris.

Huawei P8-3

Seperti telah disebutkan di bagian awal tulisan ini, harga ritel resmi Huawei P8 dipatok Rp 6,499 juta. Ya, tidak murah. Setiap pembeli otomatis memperoleh garansi resmi selama dua tahun. Kebijakan garansinya cukup kompleks, tetapi menguntungkan konsumen.

Bagaimana detailnya? Pada satu tahun pertama, P8 yang rusak tidak akan diperbaiki, melainkan diganti dengan unit baru. Jaminan itu tak berlaku bila ponsel bermasalah akibat kecerobohan pengguna. Misalnya, ponsel mati total karena tercebur di kolam renang atau terlindas kendaraan bermotor.

Pada tahun kedua, garansi hanya berlaku untuk jasa servis. Maksudnya, bila terjadi kerusakan, P8 akan diperbaiki oleh teknisi di pusat perbaikan resmi. Seandainya diperlukan penggantian komponen, pengguna harus membayar harga komponen itu.

Khusus pada tiga bulan pertama terhitung sejak tanggal pembelian, ada pijat eh… garansi plus plus. LCD ponsel yang pecah akan diganti gratis. Maksimal satu kali. Normalnya, kerusakan semacam itu dianggap sebagai kelalaian pengguna dan tidak digaransi. Klausul serupa berlaku atas casing alias bodi ponsel yang penyok. Jadi, kalau mau iseng membanting atau melempar ponsel, pastikan Anda melakukannya pada tiga bulan pertama saja ya. Ha… ha… ha….

Huawei P8-32

***

Inilah foto-foto yang dihasilkan Huawei P8.

Huawei P8-4

Huawei P8-5

Huawei P8-6

Huawei P8-7

Huawei P8-8

Huawei P8-9

Huawei P8-10

Huawei P8-11

Huawei P8-12

Huawei P8-13

Huawei P8-14

Huawei P8-15

Huawei P8-16

Mencoba light painting. Ponsel disandarkan di jendela kamar sebuah hotel. Kaca jendela bukan bening, melainkan setengah gelap.

Huawei P8-17

Dijepret dari atas jembatan penyeberangan. Karena tidak tersedia bidang datar, tripod mungil yang dibawa menjadi kurang bermanfaat. Untuk meminimalkan gerakan ponsel, lengan HSW bersandar di tiang jembatan. Plus, tahan napas.

Huawei P8-18

Kini mencoba lampu kilat.

Huawei P8-19

Huawei P8-20

Satu foto berikut ini dijepret memakai kamera depan.

Huawei P8-21

***

Screen capture Antutu Benchmark, Sensor Box for Android, dan kondisi awal RAM.

Huawei P8-27

Huawei P8-28

Huawei P8-29

Huawei P8-30

104 thoughts to “Review Huawei P8: LCD Pecah dan Bodi Penyok Diganti Gratis”

        1. Pak Deny,

          Saat membeli ponsel itu, 4G LTE-nya sudah langsung aktif atau penjual perlu menekan kode-kode tertentu dulu?

  1. Nice review om Herry

    Saya mau tanya, aplikasi yg diinstal bisa dipindah ke sdcard apa tidak? Trs untuk battery life 12 jam itu penggunaannya cukup berat spt sosmed aktif dan game atau tidak?

    Btw saya baru tahu kalo om Herry punya blog ini, dulu saya suka lihat acaranya om Herry di Sbotv.

    Thank you

    1. Pak Stephen Yulius,

      Tidak coba. Saya selalu menggunakan dua kartu. Jadi, selot microSD jadi tidak ada. Aplikasi tambahan idealnya diinstalasikan ke memori internal, bukan eksternal.

      Twitter dan Facebook aktif. Game nyaris tak pernah. WhatsApp aktif. Email sangat aktif.

      SBOtv? Wuih… berarti sudah lama banget tuh.

  2. om mau tanya
    kalo disuruh milih antara xiaomi redmi 2 prime sama hisense pureshot pilih yang mana lalu apa sebabnya .. ?? makasih om

  3. om Her, biasanya apa kelemahan utama pemakaian chipset tidak populer semacam hi silikon, maxel, dkk

    karena beberapa tahun yang lalu, bahkan pabrikan chip raksasa sekelas intelpun dianggap pembuat prosesor yang membawa masalah (di hp & tablet)

    1. Pak Yudhoyono,

      Secara teknis coba Anda tanyakan kepada rekan yang mendalami hal-hal teknis. Dalam pemakaian sehari-hari, chipset Hisilicon terasa baik-baik saja sih. Maxel? Mendengar kata itu, saya malahan teringat dengan Maxell yang dulu merupakan merek kaset tape.

      Terkait Intel, saya setuju. Berkali-kali mencoba ponsel dan tablet dengan prosesor Intel, mayoritas cenderung panas dan boros baterai.

    2. saya bantu jawab,saya punya huawei mediapad x1 sudah 1 tahun pakai masih terasa gegas tidak pernah terjadi panas berlebih
      processor juga hi silicon
      cuma emui pada huawei cukup memakan ram

  4. Kepincut juga sama desainnya .. cuma harga nggak nahan.. hehe, P8 yang lite sepertinya menarik juga ya pak? Belum pernah lihat langsung sih …

    Kamera mantap, tapi sayang juga ya nggak bisa mengatur shutter speed …

  5. Wah, Pak Herry mereview P8 😀
    Saya sudah terkesan dengan HH ini sejak direview oleh salah satu tabloid populer pak.
    Apalagi tulisan pak Herry juga sudah membuktikan bahwa Huawei bukan lagi produsen kacangan. Dibandingkan sesama produsen Tiongkok, setau saya baru Huawei yang dipercaya Google bikin produk Nexus. (saya tidak tahu apakah ketika bikin Nexus 6 Motorola sudah dimiliki Lenovo atau belum).
    Dengan segala racun P8, masih bisa ditahan menimbang harga yg dipasang cukup tinggi.
    Bagi saya pribadi, meminang HH dgn harga di atas 5jt itu haruslah 100% masuk kriteria saya pak, yg berisi segala macam kesukaan saya.
    Dan P8 ini, sayangnya, belum 100%. 🙂
    Terima kasih pak.

    1. Pak Hari,

      Tabloid apa? Pulsa?

      Iya, ponsel Huawei kelas atas memang bukan kacangan. Yang jadi masalah, belakangan ini saya lihat Huawei di Indonesia semakin percaya diri dalam menetapkan harga jual. Bukan kabar baik buat calon konsumen deh.

    1. Pak Rahmad,

      Di pasar ada Huawei Y6. Namun, saya belum tahu kinerjanya gimana. Saat beli, jangan lupa meminta penjual mengaktifkan fitur 4G LTE-nya dulu. Tanpa diaktifkan oleh penjual, ponsel itu takkan bisa dipakai untuk menikmati layanan 4G LTE.

      Bagaimana kalau penjual mengaku tak bisa mengaktifkan 4G LTE-nya? Silakan mencari penjual lain.

  6. Om Herry SW,oot kalau boleh memilih antara xiaomi redmi note 3 dan asus zenfone 2 ram 4gb hanya melihat dari sfek dan merk aja,pilih mana om

    1. Pak Hilman,

      Tak tahu. Lha saya belum pernah mencoba Redmi Note 3. Saya masih menunggu yang bergaransi resmi beredar.

  7. Desainnya emng keren, dri dulu pengen beli. Cuman utk ponsel merk China agk sdkit kmahalan spertinya, seandainya djual IDR 5 Jt-an mgkin msih Lumayan worthed…

  8. Koh Herry, mau tanya klo di daerah surabaya outlet/konter yg jual produk Oneplus dimana ya? apa emang oneplus hny dijual online saja? klo ya, situs mana yg bisa dipercaya?
    Terima Kasih

  9. Di WTC kartu perdana Smartfren LTE jenis nano banyak dijual, saya tidak tahu apakah kartu tersebut khusus untuk pemakaian data saja (Smartfren Connex) atau dapat digunakan untuk menelepon juga, tapi paling tidak masih bisa digunakan untuk menguji kompatibilitas LTE pada perangkat yang menggunakan kartu nano.

    1. Pak Guest,

      Boleh tahu tepatnya di toko mana? Saya sudah keluar masuk toko di WTC dan Galeri Smartfren. Tidak ada kartu nano SIM 4G LTE Smartfren yang siap beli.

  10. Koh,bagaimana sih sebenarnya produk2 huawei itu dibanding dengan htc,oppo,lenovo,atau produk tiongkok/taiwan lainnya..

    1. Pak Lekpujo,

      Kita bicara merek dulu. Biarpun berasal dari Tiongkok, dia sudah termasuk kelompok merek global. Sama dengan Lenovo dan ZTE gitu deh.

      Kalau bicara produk, secara umum biasanya lumayan. Tipe tertentu kadang terasa kurang nendang. Misalnya, Huawei Y3 yang spesifikasinya memang rendah atau Honor 4C yang kameranya ternyata tidak sebagus yang saya bayangkan.

      1. Sorry ko oot nih… Saya pakai meizu m2note pakai kartu nano smartfren 4G. Beli di tokopedi* dapet kuota 10gb buat 3bulan. Waktu beli perdana dapetnya masih yg ukuran mini jadi saya minta tolong potong ke uk nano di counter accesories langganan.
        Smartfren nya hanya bisa pake buat internet aja, gak bisa call n sms.
        Kalau di rumah sinyal smartfren bagus wah oke banget deh 10gb gak berasa… Cepat habis deh 🙂

    1. Pak Solehoptikcokro,

      Ya, boleh dibilang begitu. Saya belum pernah menguji pakai P8 Lite sehingga tak mengetahui detail fitur ponsel itu.

  11. Om saya mau tanya, saya berminat huawei G8, apakah garansi yg diberlakukan di P8 ini sama dengan yg diberlakukan di G8? Thx sebelumnya

    1. Pak Danny Dennwai,

      Beda. Kalau G8:
      * Total garansi 12 bulan.
      * Enam bulan pertama berlaku klausul rusak ganti baru.
      * Enam bulan berikutnya ponsel akan diservis gratis, termasuk bila ada penggantian suku cadang. Seandainya dalam tiga hari kerja perbaikan tidak selesai, barulah bisa mengklaim ganti baru.

  12. Kalo lihat harganya agak ngeri jg. Di antara brand2 hp Tiongkok huawei blm sekuat lenovo, xiaomi, dll. Jadi harga segitu lumayan tinggi untuk huawei apalagi dibandingkan G4 yg mulai turun harga. Mungkin mending beli G4 ya pak herry?

  13. oneplus x itu koh herry, di surabaya udah ada konter yg jual ndak ya?
    saya prnh baca katanya oneplus ini apa bener anak perusahaan oppo?
    trus katanya koh herry, aplikasi tambahan sebaiknya diinstal di memori internal aja, lah pnya saya klo ada pilihan move to sdcard ya saya pindah, lumayan internal jd agak longgar dikikt. emang pengaruhnya knp klo di move to sdcard, apakah buka aplikasi jd lbh lambat?

    1. Pak Roni,

      OnePlus X bergaransi resmi belum ada. Kalau yang tanpa garansi resmi, saya tidak memantaunya.

      Tidak pernah ada pernyataan resmi sih. Namun, setahu saya, OnePlus, Oppo, dan Vivo sebenarnya ujung-ujungnya satu pemilik.

      Kalau aplikasinya besar dan sering diakses, perbedaannya akan terasa. Disimpan di memori internal lebih cepat diakses.

  14. Om maaf OOT.
    Utk range HP 2-3jtan jenis apa ya om yg paling worth to buy? Pertimbangan saya kameranya bagus om depan belakang.

    Oh ya, Mama saya belum terlalu ngerti smartphone, beliau pengennya saya cuma beli “Samsung” atau “Oppo”. Gimana ya om cara bilang kalau 2 merk itu overprice? He He

    Ditunggu om balesannya. Makasih:)

    1. Bu Ajeng Ayu,

      Silakan melirik Hisense Pureshot atau Hisense Pureshot+.

      Cara termudah adalah menyodorkan ponsel yang bagus non-Samsung atau Oppo, lalu tunjukkan betapa mudah ponsel itu dioperasikan. Tunjukkan pula seberapa mantap kameranya.

      Kalau di awal Anda langsung bilang jangan beli Samsung atau Oppo karena harganya overprice, saya khawatir mama Anda akan “menerjemahkannya” berbeda. Mama akan menganggap Anda pelit dan tak mau membelikan ponsel untuknya.

  15. Ko herry juga rasakan kalo pake sim XL kok batere cepat lowbat ya walaupun signal full bar ini saya coba di lenovo vibe p1 batere cepat terkuras drpd pake sim tsel

  16. Klu lihat spek,mending beli samsung A8 krna speknya lbih tinggi dr huawei p8,itu pndpt pribadi.menurut ku huawei terlalu prcya diri menetapkn harganya yg bgtu tinggi.

  17. maaf pak oot..
    mau nanya, mnurt pak HSW aplikasi seperti cleaner and anti virus penting gak atau ndak..
    makasih

    1. Pak Boedhy,

      Cleaner boleh diinstalasikan untuk mempermudah Anda membersihkan file-file sampah. Namun, setelah dijalankan, aplikasi itu sebaiknya segera dihapus. Sebab, kalau dibiarkan tetap ada di ponsel, kadang malahan mengganggu.

      Antivirus tidak perlu.

  18. Koh Herry, mohon tanya. Kalau saya perhatikan di forum banyak kejadian setelah upgrade ke OS lebih baru ternyata justru timbul kekecewaan dan kemudian downgrade ke OS asal semula. Fenomena ini terjadi bukan pada satu atau dua merk saja lagipula upgrade disini adalah upgrade official (resmi), jadi bukan custom ROM dari pengguna yg suka oprek2 OS.
    Dari fenomena tsb bolehkah saya menyimpulkan bahwa perhatian vendor mencurahkan waktu & energi untuk design OS awal lebih besar daripada perhatian yg mereka curahkan untuk pembuatan upgrade OS.
    Satu pertanyaan lagi, bila gadget tsb saat dibeli ber OS jelly bean kemudian kini sudah ada upgrade resmi ke lolypop, apakah upgrade harus sequential, yakni dari jelly bean ke kitkat dulu untuk kemudian ke lolypop atau boleh langsung ?
    Maaf ya tanyanya terlalu basic, maklum newbie, thanks alolt, GBU

    1. Pak Hengky Fanggian,

      Ya, boleh dibilang begitu. Lebih tepatnya sih waktu uji coba versi awal amat mungkin lebih lama. Jadi, bug yang terjadi lebih terdeteksi.

      Boleh langsung.

  19. Mau tanya om HSW, untuk layanan after sales ganti baru (entah bisa pemakaian 1 bulan, 2 bulan, atau lebih), yang sudah mengaplikasikan merk apa dan tipe apa yang tersedia di pasaran untuk saat ini? Apakah P8 Lite juga termasuk?

    1. Pak Daru Kartiko Novianto,

      * Pada akhir 2014 lalu Vivo pernah menerapkannya di Surabaya. Saat itu mereka belum memiliki pusat perbaikan resmi di Surabaya.

      * LG G4 yang mengalami bootlop dan belum selesai diperbaiki dalam waktu dua minggu juga akan diganti baru. Yang ini praktiknya benar-benar terjadi. Berbeda kasus dengan jaminan Sony Xperia.

      P8 Lite tidak termasuk.

  20. Pak Herry,

    Selamat tahun baru sebelumnya. Semoga semakin berlimpah berkat.
    Ada 2 hal sy ingin tanyakan :
    1) Mengapa pak Herry tidak mereview Samsung Galaxy S6 (flat) ? Maaf kalau sy melewatkannya.
    2) Apakah menurut pak Herry merek Samsung itu overprice ? Karena kalau dibandingkan dengan Iphone, jelas sekali merek itulah yang overprice.
    Sy sekedar membandingkan antara Iphone 6 dengan Galaxy S6 (flat) misalnya.
    Ini sy bandingkan secara pemakaian aktual. Belum kalau dibandingkan secara spek di atas kertas.

    Terima kasih

    1. Pak Ignatius Tanoto,

      1. Karena saya tidak tertarik dengan Galaxy S6. Saat itu Galaxy S6 hadir bersamaan dengan Galaxy S6 edge. Nah, saya lebih tertarik dengan Galaxy S6 edge, tetapi yang warna hijau. Eh… varian itu ternyata tak kunjung muncul di sini. Baru nongol ketika kemunculan Galaxy Note 5 sudah semakin dekat. Akhirnya, langsung ke Galaxy Note 5 deh.

      2. Ya. iPhone boleh dibilang pemain tunggal di iOS. “Harga merek”-nya juga sudah tinggi banget.

  21. Koh Herry, istri saya ingin beli Lenovo Vibe P1m. Saya sudah anjurkan beli Hisense Pureshot. Namun dia maunya beli di Erafone karena ada program Indosat Matrik yakni beli pulsa gratis Hp senilai Rp 1,44 juta. (kelebihan harga dapat dibayarkan pakai kartu kredit juga). Beli pulsanya tsb juga dicicil pakai kartu kredit Rp 100 ribu/bulan selama 2 tahun. Dia sudah pernah beli LG Magna dengan sistem tsb, rencananya LG Magna akan diwariskan ke puterinya dan dia pakai yg baru sebab Lenovo Vibe P1m lebih awet di battery (dia sangat malas charge Hp). Saya tahu Koh Herry belum review, namun menurut pandangan sekilas apakah Lenovo Vibe P1m layak beli dan apakah pernah dengar dari rekan atau forum kalau Hp tsb bermasalah. Thanks sebelumnya, GBU

    1. Pak Hengky Fanggian,

      Oh, mau beli dengan memanfaatkan program Matrix Super Plan tho.

      Sekilas sih P1m sepertinya lumayan menarik. Namun, entah realitanya bagaimana. Kebetulan belum ada testimoni masuk seputar ponsel itu.

  22. Selamat Tahun Baru 2016 Bapak Herry SW, semoga Ponselmu.com semakin jaya..
    Disini saya mau bertanya,
    Beberapa waktu lalu, di review Hisense, saya minta pendapat Bapak tentang Ponsel oke untuk budget 2.8,
    Untuk Budget 2.8 juta, apakah LG G4 Stylus termasuk recommended?
    dan kebetulan Huawei p8 Lite baru saja muncul di kota saya dan dibanderol dengan harga 2.7 Juta.
    Dibandingkan LG G4 Stylus, Lenovo P70, Lenovo p90 dan Huawei p8 lite, untuk kebutuhan saya yang kameranya lumayan bagus, batre gak terlalu boros, performa oke untuk media sosial dan email aktif serta kebutuhan kantor, serta budget 2.8 juta.
    Mana yang bapak rekomendasikan?
    Terima Kasih banyak Pak.
    Mohon bantuannya.

    1. Pak Angun Paskah M.,

      Selamat Tahun Baru 2016 juga.

      Untuk ukuran saat ini, G4 Stylus sudah tidak menarik.

      Harga ritel resmi P8 Lite memang Rp 2,699 juta atau mudahnya dibulatkan menjadi Rp 2,7 juta. Saya belum pernah mencobanya sehingga tak mengetahui bagus tidaknya.

      Kini tersisa dua pilihan, P70 dan P90. Saya lebih condong ke P70. Harga ritel resminya Rp 2,699 juta. Sedangkan harga pasar P70 baru saat ini sekitar Rp 2,5 juta.

    1. Bu Iin,

      Hmm… yang memenuhi semua syarat tak ada.

      Yang paling mendekati Infinix Note 2. Layar 5,98 inci dan kamera tergolong lumayan. Harga baru Rp 1,899 juta.

  23. Pagi pak nanya nih kalo Huawei p8 lite LTE nya ada diband berapa ya?sbb mau pakai smartfren kok g suport,makasih jawabannya klo minjem uji blh nih hape saya di blitar

    1. Pak Ahmat Makrus,

      Maaf, saya tak tahu LTE-nya kompatibel dengan band berapa saja. Sebab, saya belum pernah uji pakai. Di situs Huawei spesifikasi detail LTE-nya juga tidak disebutkan.

      Wah, sayang bukan di Surabaya. 🙂

  24. Met mlm om…salam knl om…enak bgt eh pakai huawei p8 lite sdh ada antivirus bawaan jd g pusing.klo mau uji beenchmark donlod dmn ya om,ksh linknya om…..terima kasih

  25. Pak Herry,
    Mohon rekomendasinya sesuai dengan budget dan kebutuhan saya berikut pak. Saya ada budget 5jt an. Butuh hp dengan spek sbb:
    – 4G LTE
    – RAM min 2gb
    – CPU quad core / octa core
    – Dual sim
    – Layar 5″
    – Camera 8mp
    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih, Pak Herry.

    1. Pak Annurahman,

      Dengan kriteria seperti itu, Anda cukup membeli Hisense Pureshot Rp 1,999 juta. Sisa anggaran bisa ditabung dulu.

      1. Pak Herry,

        Untuk layanan purna jual HTC di indonesia saat ini apakah sudah bagus? bagaimana dengan one plus?

        Terima kasih

        1. Pak Annurrahman,

          HTC masih sama seperti dulu. Bahkan, yang di luar Jakarta banyak yang sudah tutup. Kalau One Plus, saya belum tahu.

    1. Pak Bang,

      Saat saya mengetikkan naskah di atas, beda harganya minimal Rp 1 juta. Kalau mulai hari ini (9 Januari 2016), harganya sama. Jadi, ya mending beli G4.

  26. Dear Pak Herry SW,

    Saya tertarik untuk beli hp Asus Padfone S,
    karena kebutuhan saya untuk kerja, misalkan edit file excel, baca ebook, dll dan terkadang saya pakai sosial media, main game, nonton film, foto, dll.

    Apakah menurut Bapak,Asus Padfone S cukup untuk memenuhi kebutuhan saya di atas?
    Karena saya sekarang memakai 1 Hp dan 1 Tablet, menurut saya kurang efisien.
    Menurut Bapak gimana?
    ada saran HP lain?
    dan apakah yang menjadi kelemahan Asus Padfone S?

    terima kasih pak

    1. Pak Angun Paskah S.,

      Mohon maaf karena pada 14-17 Januari 2016 saya libur merespons komentar dan membalas pertanyaan yang masuk ke blog ini. Selain sedang padat aktivitas, kebetulan mata saya bengkak sehingga tak nyaman melihat layar terlalu lama.

      Ehmm… jadi ini Anda ingin membeli Padfone S plus docking tabletnya ya? Menurut saya, ponselnya sih oke. Namun, docking tabletnya kurang bagus. Tampilan layarnya bikin sakit mata. Kalau yang Anda butuhkan gawai 2-in-1 seperti itu, sejauh ini sih belum ada pilihan lain.

  27. pak herry, maaf mau bertanya di luar artikel ini. pesaing lenovo p70 dari sisi harga, kapasitas baterai dan kamera (khususnya dlm kondisi lowlight) apa ya? terima kasih sebelumnya.

    1. Pak Hafni Kusuma,

      Mohon maaf karena pada 14-17 Januari 2016 saya libur merespons komentar dan membalas pertanyaan yang masuk ke blog ini. Selain sedang padat aktivitas, kebetulan mata saya bengkak sehingga tak nyaman melihat layar terlalu lama.

      Kemungkinan Lenovo P1m. Namun, saya tak tahu pasti karena belum pernah menguji pakai ponsel itu.

  28. Hallo pak HSW. saya berniat untuk beli Xiaomi redmi note 3, apa bapak tau tentang Handpohone itu? menurut bapa bagaimana dengan performaya? terimakasih

    1. Bu Nelah,

      Saya tahu, tetapi belum pernah mencobanya sehingga tak tahu layak beli atau tidak. Satu hal yang pasti, Redmi Note 3 yang beredar di sini belum ada yang bergaransi resmi. Saya baru akan mencobanya bila yang bergaransi resmi sudah beredar.

  29. Dear Pak Herry SW,

    makasih buat responnya pak,
    ya pak, saya berminat meminangnya, saya berpikir seperti itu karena memang kebutuhan saya yang terkadang butuh layar besar saat baca ebook, edit file office dan nonton film.
    dan terkadang pengen sekedar pakai ponsel untuk sekedar sosial media, foto, dan video call.
    saya lihat performanya sama dengan LG G3 dan Samsung Galaxy S5 yang harga barunya di atas 5 juta sekarang pak.
    dengan harga 3 jutaan, saya dapat 2 kan.

    masalah dockingnya, memang gimana layarnya pak sampai sakit mata?
    kalau di ponsel nya, kelemahannya di mana ya pak?
    hasil kamera belakang ponsel apakah bagus?

    mohon pencerahannya pak.
    thanks

    1. Pak Angun Paskah M,

      Performa sama dengan G3 dan Galaxy S5? Tidak deh. Performa Padfone S di bawah keduanya.

      Tampilan layarnya terlihat kurang tajam gitu lho.

      Ponselnya sih baik-baik saja. Untuk ukuran saat ini, belum dual SIM menjadi kelemahan. Hasil kamera tergolong bagus.

  30. ko HSW,
    mau tanya donk…

    HP yg fast carghing….
    soalnya seneng ngegame….
    klo ad yg cap. batree jg besar….

    tq ko HSW..

  31. koh aku kan punya budged 5 juta sebaiknya meminang hp merk apa dan tipe berapa ya yg camera paling bagus untuk harga segitu

  32. Hi ko, mau nanya nih
    Huawei p8 dari sigi kamera,layar,dan batrai apakah ok? Lalu untuk perbandingan dengan samsung galaxy s6 manakah yg terbaik? Atau misalkan di bandingkan smartphone ini sekelas dengan smartphone apa ko? Soalnya bingung antara huawei p8 ataukah samsung s6, atau beberapa tipe yg sebanding, saya sudah punya LG G4 sih.. Sebenernya dl sempet meminang sony Z5 akan tetapi sony di lirik oleh kakak sehingga saat ini mencari pengganti sang sony z5 yg range di harga 6jt maks di 8jt dgn spesifikasi yg mumpuni setara LG G4 atau sony Z5.

    Terimakasih atas tanggapan nya ko herry

    1. Pak Ivan,

      P8 sih oke. Namun, harganya tinggi dan harga bekasnya terjun bebas ya.

      Kalau saya sih mending coret Galaxy S6 dan membeli LG G4.

      Oh, ternyata Anda sudah memakai G4 ya. Ya berarti bertahan memakai ponsel itu dulu saja.

  33. Selamat siang Ko, cari blog nya koko gk nemu2 #Lupa hafalin blog nya koko
    Ko kapan review Huawei Y3 II dan Y5 II …
    Saran nih ko…buat blog2 nya review hp kalo bisa entry level juga di ulas dong. jangan yang kelas Mid atau High hehehe…
    Sukses selalu buat ini blog saya suka banget.

    1. Pak Hasby Alois,

      Tidak ada rencana review Y3 II dan Y5 II sih.

      Sesekali saya memang me-review entry level kok. Misalnya, Andromax E2+ yang harga barunya Rp 1,199 juta.

      Terima kasih.

  34. Pak Herry, P8 ini harganya sudah turun atau belum ya? Berapa harga pasarannya sekarang? Kalau diadu dengan Zenfone 3, Pak Herry pilih mana? Saya pengin beli salah satunya.

    By the way, Pak, Huawei ini di Indonesia pamornya kok kurang jreng ya? Padahal sudah merk global. Infinix yang belum merk global dan Xiaomi yang belum global global banget malah lebih populer.

    1. Pak Argha Premana,

      Masih Rp 6 jutaan, Pak. Angka tepatnya saya tidak update. Saya sih pilih Zenfone 3.

      Citra Huawei di sini masih identik sebagai ponsel Tiongkok murah dan berkualitas ala kadarnya. Dulu ponsel Huawei kan sering dibundel dengan Esia. Nah… citra itu sampai sekarang masih terbawa.

      1. Oke, Pak Herry, terima kasih. Saya pikir Huawei P8 sudah turun ke 4-jutaan. LG G4 dan Galaxy S6 saja sudah turun harga. Kenapa produk ponsel yang kurang laku justru harga resminya susah turun ya, Pak? Seperti Huawei P8 ini, dan ponsel-ponsel Lumia, misalnya.

        Ya sudah, saya pilih Zenfone 3 saja. Tapi biar lebih sreg, saya tunggu review ponselmu.com dulu. Saya pernah towel towel Zenfone 3 milik teman, yang saya kurang suka, kameranya ngelag dan patah patah saat berada di mode manual dengan kondisi diatur ke ISO tinggi atau kecepatan rana yang lambat. Memang di layar gambarnya berubah hasil secara realtime, tapi kurang mulus perubahannya. Yang kedua, pengguna tidak bisa mengatur pemfokusan gambar dengan bantuan lampu kilat saat berada di tempat gelap. Jadi hanya mengandalkan laser. Ketika akhirnya dijepret, gambar blur. Atau saya yang belum nemu pengaturannya ya, Pak?

        1. Pak Argha Permana,

          Sepertinya Huawei memakai strategi harga bertahan, kemudian langsung diskontinyu dan digantikan tipe lain.

          Mengatur pemfokusan gambar dengan bantuan lampu kilat? Apakah ada ponsel berkamera yang memiliki kemampuan seperti itu? Lampu kilat kan nyalanya cuma sebentar, Pak. Jepret dan langsung mati lagi.

          1. He… He… Maaf, Pak, sepertinya memang kurang jelas maksud saya. Begini, katakanlah saya ada di tempat gelap, misalnya di kamar yang lampunya padam, lalu saya ingin memotret, pakai lampu kilat dong, tentunya. Nah, sebelum menekan tombol shutter, saya punya kebiasaan menekan layar dulu (touch to focus), sehingga lampu kilat akan menyala sebentar dan seketika saya bisa melihat sebentar gambar di layar, apakah sudah pas seluruh objek masuk layar. Selain itu gambar juga jadi (lebih) fokus. Di Zenfone 3 (milik teman saya) ketika layar ditekan (touch to focus) lampu kilat tidak mau nyala, padahal di view finder sama sekali tidak tampak apa-apa karena di tempat gelap kan, sehingga memotret di tempat gelap dengan Zenfone 3 jadi seperti lotre nih. Saya tidak tahu apakah objek yang saya foto itu sudah pas seluruhnya ada di layar atau terpotong. Dan saat saya tekan shutter, baru lampu kilat mau menyala, tapi langsung jepret gambar kan, Pak, nah, seringnya gambar jepretan itu blur, Pak.

          2. Pak Argha Permana,

            Oh maksudnya kayak gitu. Dalam kondisi seperti itu, saya lebih merekomendasikan cara lain dalam memfokuskan objek. Bawalah lampu senter. Arahkan lampu senter ke objek, lakukan pemfokusan, matikan lampu senter, lalu jepret.

            Alternatif lain, tak perlu lampu senter, tapi mode kamera di Zenfone 3 diubah ke low light.

  35. Permisi om Herry

    Mau tanya huawei P8 vs lenovo vibeshot
    1. Performance
    2. Kamera
    3. Ketahan batre
    4. Service center

    Trimakasih banyak om

    1. Pak Yudi Eko,

      1. P8.
      2. P8.
      3. Relatif imbang.
      4. Lenovo cukup baik. Huawei masih misterius, meskipun secara teori cukup menjanjikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *