Review IBomb EX350: Kecil-Kecil Menggelegar

Anda tentu pernah mendengar kalimat kecil-kecil cabai rawit. Maknanya, biarpun penampakannya kecil, tetapi cerdik dan pemberani. Predikat senada yang tidak persis sama layak disematkan kepada speaker IBomb EX350. Kecil-kecil menggelegar.

EX350 berbentuk tabung dengan tinggi lima sentimeter. Diameternya enam sentimeter. Meskipun relatif mungil, ia terbukti mampu memperdengarkan suara yang keras dan berdentum. Kedahsyatan EX350 paling terasa saat memutar lagu yang biasa dimainkan di diskotek. Dung… dang… dung….

SONY DSC

Tersedia dua alternatif koneksi antara ponsel dan EX350. Pertama, menggunakan kabel yang disertakan dalam paket penjualan. Ponsel atau tablet yang hendak dihubungkan dengan speaker harus memiliki konektor audio 3,5 mm.

Alternatif kedua, manfaatkan bluetooth. Koneksi nirkabel itu lebih nyaman karena pengguna tak direpotkan dengan bentangan kabel. Mengacu pada pengalaman penulis, jarak yang memisahkan ponsel dengan speaker sebaiknya tidak lebih dari enam meter.

Bila karena alasan tertentu EX350 harus terpisah lebih jauh dengan ponsel, sebut saja delapan meter, pengguna harus memperhatikan dua hal. Di antara speaker dan ponsel harus bebas halangan. Speaker juga tak boleh digerakkan atau digoyangkan. Kalau dua pantangan itu tidak dipenuhi, bukan mustahil suara yang keluar dari EX350 akan timbul tenggelam.

Bagaimana bila ponsel kehabisan baterai, padahal pengguna masih ingin mendengarkan musik? Solusinya mudah. Lepaskan kartu microSD, lalu pasangkan ke selot mungil yang tersedia di bagian bawah EX350. Seluruh file berekstensi MP3 akan diputar berurutan berdasarkan nama. Penulis sempat menyertakan file berformat WAV dan AAC di kartu microSD. Hasilnya, keduanya takkan dimainkan.

Speaker yang saat ini dijual Rp 449 ribu dan bergaransi setahun itu bisa pula difungsikan sebagai handsfree bluetooth speakerphone. Anggaplah seorang kepala cabang ingin memberikan pengarahan kepada 18 stafnya yang berkumpul di ruang rapat. Dia cukup menghubungi ponsel salah satu anak buahnya yang telah terkoneksi dengan EX350. Suara bos dapat dipantau beramai-ramai oleh seluruh peserta rapat.

Pengguna EX350 yang rutin menyetir mobil mestinya juga terbantu. Letakkan speaker itu di dashboard. Tak perlu khawatir terjatuh karena di bagian bawah speaker terdapat lapisan karet yang bakal “menggigit” permukaan dashboard. Selama bertelepon, suara lawan bicara akan terdengar jelas lewat EX350. Ya, mungkin tetap melanggar etika berkendara. Namun, minimal tingkat pelanggarannya lebih ringan daripada menggenggam ponsel sambil mengemudi.

Buat penulis, EX350 memiliki manfaat ekstra. Speaker laptop yang sehari-hari penulis gunakan kurang prima. Pada tingkat volume tertinggi pun, suara yang terdengar kurang keras. Sejak laptop itu berteman dengan EX350 via bluetooth, kini penulis bisa menonton video di YouTube dengan lebih nikmat.

Hal lain, saat diminta tampil sebagai pembicara talkshow, penulis tak perlu lagi menanyakan apakah tata suara di lokasi acara bisa diatur untuk “menangkap” suara dari laptop. Kalau pun tak bisa, ya tinggal memanfaatkan EX350. Beres deh.

Di dalam EX350 tertanam baterai lithium ion berkapasitas 400 mAh. Untuk pemakaian tanpa henti via bluetooth, daya tahannya sekitar lima jam. Bila sumber lagu yang diputar berasal dari microSD, konsumsi baterai akan lebih hemat.

Ketika daya baterai telah lemah, pengguna tinggal mengisi ulang baterai EX350. Konektornya berwujud mini USB. Penggunaan konektor jenis tersebut, menurut penulis, sekaligus menjadi sisi minus EX350. Sebab, yang sekarang lebih sering dipakai di ponsel dan tablet keluaran terbaru adalah konektor micro USB.

12 thoughts to “Review IBomb EX350: Kecil-Kecil Menggelegar”

    1. Pak Rifky,

      Coba cari di pusat-pusat penjualan ponsel. Kalau mau belanja online, boleh cek http://www.modemku.com. Barusan saya lihat mereka ada stok dan mematok harga jual di bawah harga ritel resmi. Namun, hanya ada warna hitam dan silver. Biru tak ada.

  1. Pak Adrian… saya sudah mencoba dan bisa memakai nya sampai sekarang (Andromax E860 & E910). apk nya diinstall lewat sd card.

      1. Nah itu lah pak, setau saya memang otomatis. Tp punya saya tidak bisa 🙂 Saya beli sdh 2 tahun lalu. Jarang dipakai. Baru beberapa hari ini saya sering pakai lagi.
        Btw, terima kasih responnya pak. Saya coba otak-atik lagi nanti 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *