Review Infinix Note 4: Memang Boleh Lupa Charger

Tagar alias hashtag #LupaCharger rutin dipakai Infinix saat memperkenalkan dan mempromosikan ponsel ini. Usai menjajal Infinix Note 4, penulis alias HSW menyimpulkan tagar tersebut tidak berlebihan. Baterainya memang awet.

Dengan perilaku pemakaian ala HSW, baterai Note 4 setidaknya sanggup bertahan mulai subuh hingga tengah malam. Bahkan, sesekali ponsel itu baru perlu dihubungkan ke charger setelah digunakan selama 28 jam.

Betapa pun, Note 4 tidak luput dari hal-hal yang berpotensi mengurangi daya tarik. Silakan terus membaca ulasan ini sampai tuntas untuk mengetahuinya satu per satu.

Note 4 hadir dengan layar IPS 5,7 inci beresolusi full HD 1.920 x 1.080 piksel. Untuk mengaktifkan dan memadamkan layar, pengguna cukup mengetukkan jari dua kali di permukaan layar. Alternatif lain, memanfaatkan sensor sidik jari yang tersedia di bawah layar. Cara paling kuno, yaitu menekan tombol power, masih bisa dilakukan.

Tombol volume dan power terletak di sisi kanan ponsel. Di sisi atas terdapat sebuah konektor audio 3,5 milimeter, sedangkan di bawah ada speaker dan konektor micro USB. Bagian kirinya polos.

Walaupun memakai baterai tanam, penutup belakang ponsel bisa dilepas. Dengan melepaskan bagian itulah pengguna Note 4 dapat memasangkan kartu SIM dan kartu microSD. Ponsel berkode tipe X572 tersebut bukan menganut sistem hybrid. Dua kartu micro SIM dan sekeping kartu microSD bisa diselipkan bersamaan.

Sepasang nomor bakal siaga bersamaan. Pengguna bebas menentukan ingin berinternet via SIM1 atau SIM2. Nomor pilihan itu selanjutnya leluasa berkelana di jaringan 4G LTE, 3G, maupun 2G. Sedangkan satu nomor lainnya harus rela dikunci di jaringan 2G.

Merujuk kepada spesifikasi di situs resmi Infinix, Note 4 dapat beroperasi di jaringan 4G LTE band 1, 3, 5, 7, 8, 20, 38, dan 40. Hal tersebut bermakna ia kompatibel dengan semua operator 4G LTE di Indonesia, termasuk Smartfren. Namun, ponsel berdimensi fisik 159 x 78,8 x 8,4 milimeter dan berat 198 gram itu tidak mendukung native VoLTE.

Sepasang kamera dibenamkan ke Note 4. Kamera di sisi belakang dilengkapi fokus otomatis dan lampu kilat. Kemampuan maksimalnya menghasilkan foto beresolusi 13 megapiksel dan klip video full HD 1080p.

Tersedia mode profesional yang mengizinkan pengguna mengubah metering, kecepatan rana, dan ISO secara manual. Kecepatan rana bebas diatur mulai 1/100 sampai enam detik, sedangkan ISO mulai 100 hingga 1600. Kompensasi pencahayaan, white balance, dan pemfokusan juga dapat diubah.

Soal kinerja, asalkan tidak dipakai memotret di lokasi yang remang-remang, hasil jepretan kamera utama Note 4 tergolong cukup bagus di kelasnya. Nekat memakainya untuk mengabdikan objek di lokasi berpencahayaan kurang memadai? Bersiaplah mendapatkan foto yang berbintik-bintik kasar. Tidak sedap dipandang mata.

Beralih ke kamera depan. Ia mampu menghasilkan foto beresolusi delapan megapiksel dan klip video full HD 1080p. Kamera tanpa fokus otomatis itu dibekali lampu kilat. Ada tiga tingkat pencahayaan yang bebas dipilh pengguna: strong, medium, dan weak.

Menurut HSW, performa kamera depan Note 4 kurang prima. Saat digunakan berswafoto, foto yang dihasilkan relatif terang, tetapi tidak tajam. Warna kulit wajah lumayan sering terlihat pucat.

Masih terkait kamera, di menu kamera bawaan Note 4 terdapat fitur level. Fungsinya membantu pengguna memotret dengan lurus. Sekilas fungsinya menyerupai waterpass yang biasa digunakan oleh tukang bangunan. Pengguna tinggal memiringkan ponsel ke kiri atau kanan sampai terbentang sebuah garis lurus berwarna hijau. Masalahnya, fitur leveling itu justru menyesatkan. Bila mengikuti panduan garis berwarna hijau di layar, foto yang dihasilkan pengguna pasti miring. Waks!

Prosesor delapan inti (octa core) MediaTek MT6753 1,3 GHz, Wi-Fi, bluetooth, GPS, Miracast, RAM 3 GB, dan ROM 32 GB merupakan sebagian spesifikasi lain Note 4. Ketika ponsel kali pertama diaktifkan, kapasitas tersisa di memori internal mencapai 23,16 GB.

Ponsel Android 7.0 Nougat itu juga dibekali radio FM dan penyaring panggilan telepon maupun SMS masuk. Ia mendukung USB On-the-Go (USB OTG). Mau difungsikan sebagai power bank juga bisa.

Baterai berkapasitas 4.300 mAh yang ditanamkan ke bodi ponsel siap mendampingi pengguna beraktivitas seharian penuh, bahkan lebih. Jadi, tak masalah seandainya pengguna lupa membawa charger. Malam hari setibanya di rumah ponsel baru perlu disambungkan dengan pengisi daya.

Ketika daya baterai melemah, teknologi Xcharge ala Infinix menjanjikan proses pengisian ulang baterai yang cepat. Dengan menggunakan charger bawaan, dalam setengah jam daya baterai yang awalnya sepuluh persen akan terisi hingga 50 persen. Semakin mendekati penuh, kecepatan pengisian ulang semakin melambat. Untuk mengisi ulang baterai Note 4 sampai penuh dibutuhkan waktu sekitar dua jam 15 menit.

Saat HSW mengetikkan ulasan ini, Note 4 yang dijual eksklusif via Lazada sedang dibanderol Rp 1,899 juta. Konsumen yang memiliki anggaran kurang dari Rp 2 juta dan memimpikan ponsel dengan baterai relatif awet plus kamera lumayan boleh meliriknya. Tak perlu mengeluarkan dana tambahan untuk membeli aksesori. Sebab, di paket penjualan telah disertakan jelly case dan pelindung layar.

***

Berikut foto-foto yang dijepret menggunakan kamera Infinix Note 4. Semua memakai mode otomatis dan tanpa mengaktifkan lampu kilat, kecuali disebutkan khusus. Olah digital yang dilakukan hanya resize foto dan kompresi ukuran file.

Empat foto di bawah ini dihasilkan oleh kamera depan.

Kamera depan Note 4 dilengkapi lampu kilat dengan tiga tingkat pencahayaan. Seperti apa bedanya?

Dimulai dengan tingkat pencahayaan kuat (strong).

Kini tingkat pencahayaan menengah (medium).

Terakhir, tingkat pencahayaan lemah (weak).

***

Tangkapan layar Antutu Benchmark, Sensor Box for Android, dan kondisi awal RAM.

32 thoughts to “Review Infinix Note 4: Memang Boleh Lupa Charger”

  1. Huahahaha, Alexisnya.. (^^)

    Pertanyaan saya masih sama seperti yg di twitter pak.. apakah Infinix X571 akan direview juga?

    Terimakasih.

  2. Wah keknya mending redmi 4 X ya koh dengan harga yg mirip sama sama 3 GB Dan 32 GB.camera juga so so tpi prosessor dpet snapdragon ……

    1. Pak Icip Icip HP,

      Iya, pesaing Redmi 4X.

      Kalau cari yang lebih enak digenggam, built quality lebih bagus, dan ada remote control, silakan ambil Redmi 4X.

      Kalau cari yang dual SIM non-hybrid dan charging cepat, ambil Infinix Note 4.

  3. Dari sisi harga kan relatif imbang dengan Xiaomi Redmi 4X, ya Om? Kalo saya boleh minta saran, saya mending beli Infinix Note 4 atau Xiaomi Redmi 4X? Terima kasih

    1. Bu Muhtahida,

      Cara memilihnya sederhana.

      Kalau cari yang lebih enak digenggam, built quality lebih bagus, dan ada remote control, silakan ambil Redmi 4X. Oh ya, Redmi 4X juga bisa simultan 4G-3G.

      Kalau cari yang dual SIM non-hybrid dan charging cepat, ambil Infinix Note 4.

  4. Om herry,
    Dibandingkan dg infinix note 4 pro mending mana ya? Kalo bisa sekalian dong review note 4 pro nya, apalagi karena fiturnya sprti galaxy note.

  5. jika dibandingkan dengan xiaomi redmi note 4 :
    1. batrenya awet mana?
    2. performa kamera lebih bagus mana?
    3. lebih layak beli ini atau redmi note 4? (price to performa)

    1. Pak Reza,

      1. Saya lupa dulu waktu pakai Redmi Note 4 bisa bertahan berapa jam. Sepertinya kalah tipis dibandingkan Note 4.

      2. Note 4.

      3. Bergantung kebutuhan sih. Karena kemampuan simultan 4G-3G lebih saya perlukan, saya condong ke Redmi Note 4.

  6. Terima kasih atas reviewnya Pak, jadi untuk keseluruhan antara Xiaomi Redmi 4x, Xiaomi Redmi Note 4 dan Infinix Note 4 ini mana yg paling baik jika diurutkan secara peringkat Pak Hery?

    Dan 1 lagi, seingat saya Pak Hery pernah mengatakan di twitter jika saya tidak salah kurang lebih maksudnya seperti ini “tidak masalah meng-charge baterai gawai semalaman (saya anggap ini ditinggial tidur) dengan kondisi dimatikan gawainya”, itu tidak masalah ke umur baterai ya Pak?

    Mohon dijawab ya Pak agar saya tercerahkan, terima kasih.

    1. Pak Fernando,

      * Mengacu kepada kebutuhan pribadi, untuk ponsel utama saya condong ke Redmi Note 4 dulu, kemudian Redmi 4X, baru Note 4. Kebetulan saya memerlukan kemampuan 4G-3G secara simultan. Remote control menjadi manfaat ekstra.

      * Benar. Kondisi itu berlaku bila ponsel dipadamkan total selama proses charging dan charger yang dipakai bukan merek abal-abal. Saya pernah coba mengukur, setelah baterai penuh, arus yang lewat sangat kecil. Nyaris nol.

      1. Terima kasih atas jawabannya Pak Herry, maaf sebelumnya saya salah menuliskan nama Bapak.

        Dengan menggunakan gawai berdaya baterai besar, tidak mungkin diisi kala beraktivitas karena memakan waktu lama, kecuali mempunyai beberapa gawai, jadi saya berencana membeli Xiaomi Redmi Note 4 asalkan masalah Charging gawai dapat dilakukan ketika tidur tanpa takut merusak baterai. Saya semakin yakin membeli gawai tersebut setelah dicerahkan oleh Bapak Herry.

        Terima kasih atas perhatian dan waktu yang diluangkan, sehat selalu dan semakin sukses ya Pak.

        1. Pak Fernando,

          He… he… kalau Herry ditulis Hery, Heri, atau Herri masih saya maklumi kok. Namun, kalau tertulis Harry, Henry, atau sejenisnya, bakal saya jawab, “Kita nantikan kemunculan Pak Harry/Henry” deh. 🙂

          Sip deh. Saya sarankan membeli Redmi Note 4 yang varian RAM 4 GB dan ROM 64 GB.

  7. Selamat malam Pak Herry,
    Jika bapak mau menjawab pertanyaan saya ini, saya berterima kasih sekali sebelumnya..
    Menurut bapak, brand ponsel apa yang build quality nya terbaik? Dari segi seperti batrai nya yang awet tidak cepat drop( bukan lowbat ya) dll.
    Terima kasih pak.

    1. Pak Rayner,

      Hmm… tergantung tipe juga sih. Perilaku pemakaian turut menentukan kondisi baterai pula. Jadi, agak sulit digeneralisasi. iPhone biasanya cenderung mampu memenuhi dua kriteria itu.

  8. Selamat malam Pak Herry.. Setelah sekian lama Saya hanya jadi ‘silent reader’ nya ponselmu.com, kali ini Saya mau bertanya. Ini kalau dibandingkan dengan Asus Zenfone Max generasi pertama (bukan Asus Zenfone 4 Max), kameranya bagusan mana Pak? Terima Kasih..

    1. Pak Wahidin,

      Boleh dibilang imbang. Di lokasi berpencahayaan terang benderang, warna yang dihasilkan Infinix Note 4 lebih terang/keluar. Sedangkan di lokasi remang-remang, Zenfone Max unggul tipis.

  9. Saya pengguna Infinix Note 4 X572. Baterainya saya rasa rada boros. Standar aja.
    Pagi Jam 07.00 dices sorenya jam 17.00 minta ces lagi. Pemakaian standar. Sosmed & browsing. Sim aktif keduanya . Tidak ada main game.

    1. Pak Andi Muz,

      Lho… berarti hanya sepuluh jam pemakaian ya? Kok boros banget.

      Sama. Saya juga mengaktifkan dua nomor. Satu di jaringan 4G LTE, satu lagi di jaringan 2G. Saya pun tidak bermain game. Saya memakainya untuk Twitter, Facebook, WhatsApp, browsing, dan email (sekitar 700 email per hari).

  10. Setelah membaca jauh ke belakang ulasan hp di blog bapak, saya tertarik dengan lenovo vibe shot, karena harga baru sekarang 2,2jt an. Dengan mengutamakan hasil kamera belakang, apakah masih wort 2 buy pak, lalu di kisaran harga >3jt, hp yang setara hasil kameranya apakah ada? Thnks.

    1. Bu Dita,

      Hmm… masih boleh sih.

      Di kisaran harga lebih dari Rp 3 juta? Ada banyak ponsel yang hasil jepretan kameranya bukan sekadar setara, melainkan lebih bagus. Misalnya, Xiaomi Mi A1, Motorola Moto G5s Plus (ini harga resminya Rp 2,999 juta), dan Asus Zenfone Zoom S.

  11. Pak Herry, kok punya saya applikasi camera nya gak bisa tekan 3 tombol yang dibawah itu ya? Yang untuk setting? Apa ada trik khusus untuk tekan nya? Hehe

  12. Om Herry mohon izin sebelumnya, kalau dibolehkan bolehkah saya ambil beberapa artikel yang mas Herry tulis. Artikel tsb saya gunakan sekadar untuk tugas saja dan tidak akan dipublikasikan di media apapun. Mohon maaf sebelumnya. Trimakasih

  13. Selamat pagi pak Herry.

    Baru pertama ini saya baca ulasan review dari Pak HSW, ternyata komplit ya. Suka saya, langsung check notify new post by email deh. Pertanyaan saya ya pak, mau minta rekomendasi Hape untuk harga di kisaran 1,5jt buat gaming. Terima kasih

    1. Pak Yusron,

      Saya bukan penggemar game. Jadi, terus terang nggak berani memberikan rekomendasi kalau spesifik untuk gaming.

      Di kisaran harga segitu, saya biasanya merekomendasikan Moto E3 Power. Namun, sekali lagi, saya tidak mengetahui keandalannya kalau dipakai bermain game ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *