Review Jabra Sport Pulse Wireless: Headset Bluetooth dengan Pemantau Detak Jantung

Lari sedang naik daun di beberapa kota besar di Indonesia. Ada yang melakukannya semata-mata demi kesehatan, tetapi tak sedikit pula yang menjadikan lari sebagai gaya hidup modern. Bagi pelari kelompok kedua, tampil keren dengan beragam atribut menjadi kebutuhan mutlak. Sepatu lari nan mahal dibeli. Sebuah arm band berisi ponsel keluaran terkini melingkar di lengan.

Demam lari tersebut tak disia-siakan oleh produsen aksesori gawai alias gadget. Salah satunya, Jabra yang di Indonesia sangat identik dengan headset bluetooth. Mereka menawarkan in-ear stereo earbuds Jabra Sport Pulse Wireless.

Jabra Sport Pulse-1

Lulus sertifikasi IP55 dan sesuai dengan standar militer AS merupakan sebagian sisi menarik Sport Pulse Wireless. Pengguna tak perlu khawatir peranti itu bakal rusak karena terkena keringat, tetesan air hujan, atau debu. Guncangan kala pengguna berlari juga takkan membuatnya mogok bekerja.

Hal menarik lain, di bagian bawah earbuds untuk telinga kiri terdapat sensor pemantau detak jantung. Sambil berolahraga pengguna bisa mengetahui detak jantung terkini maupun detak jantung rata-rata. Sementara itu, untuk mengisi ulang daya baterai, tersedia konektor micro USB di bagian bawah earbuds telinga kanan.

Sport Pulse Wireless dirancang agar bisa dimanfaatkan secara optimal oleh pengguna ponsel bersistem operasi Android maupun iOS. Sebelum mulai memakai headset bluetooth itu, pengguna sangat disarankan mengunduh aplikasi Jabra Sport Life dari Play Store atau App Store. Berikutnya, jalankan aplikasi dan ikuti petunjuk yang tersaji di layar.

Jabra Sport Pulse-2

Kala ingin memadukan Sport Pulse Wireless dengan ponsel untuk kali pertama, pengguna ponsel ber-NFC memiliki dua pilihan. Mereka boleh “menikahkan” (pairing) dua peranti itu via NFC atau bluetooth. Sedangkan pengguna ponsel tanpa NFC hanya dapat melakukan “pernikahan” lewat bluetooth. Setelah sukses, ponsel dan headset bluetooth tersebut akan selalu berkomunikasi via bluetooth.

Dengan melihat layar ponsel (ehmm… tablet sebenarnya juga bisa), pengguna leluasa memantau detak jantung. Pengguna dapat merancang aktivitas olahraga yang akan dilakukan, lalu mengeksekusi dan memantau prosesnya. Secara berkala Sport Pulse Wireless yang terpasang di kedua telinga pengguna bakal bersuara. Misalnya, menginformasikan detak jantung saat itu dan jarak yang telah ditempuh.

Supaya tidak bosan, selama berolahraga pengguna bisa mendengarkan musik via Sport Pulse Wireless. Volume musik otomatis mengecil sementara ketika ada notifikasi tertentu. Setelah notifikasi tuntas disampaikan, volume musik bakal membesar kembali. Fungsi lain yang boleh dicoba adalah tes kebugaran alias fitness test.

Apakah Sport Pulse Wireless memungkinkan pengguna merancang program atau target tertentu? Jawabannya, sangat bisa. Anggaplah hari ini pengguna ingin berjalan kaki sejauh lima kilometer. Atur saja target itu di ponsel. Tekan tombol start, kemudian ikutilah panduan suara yang terdengar. Dengan memanfaatkan GPS, kombinasi antara ponsel dan earbuds bluetooth akan memonitor pergerakan pengguna. Bila jarak lima kilometer telah tercapai, pengguna spontan diberitahu.

Jabra Sport Pulse-3

Hal lain, merujuk kepada informasi yang tercetak di sisi belakang kardus Sport Pulse Wireless, peranti itu kompatibel dengan aplikasi Endomondo, RunKeeper, Strava, dan MapMyFitness. Penulis kebetulan bukan pengguna aneka aplikasi tersebut.

Headset bluetooth itu rupanya juga telah mengantongi sertifikat MFI. MFI adalah kependekan dari made for iPod, made for iPhone, dan made for iPad. Sertifikat MFI diberikan Apple kepada produsen perangkat keras (hardware) maupun peranti lunak (software) yang sukses memenuhi standar ala mereka.

Dengan berat 16 gram, menurut penulis, Sport Pulse Wireless tidak terasa membebani telinga. Penulis yang sehari-hari mengenakan kacamata minus tujuh pernah sengaja melompat-lompat. Hasilnya, headset bluetooth itu tetap terpasang dengan baik. Ia tak pernah terlepas sendiri dari telinga.

Paket penjualan peranti tersebut menyertakan aneka ukuran eargel (karet earbud) dan earwing (semacam “tanduk” yang akan terselip ke daun telinga). Masing-masing tersedia empat macam. Pengguna tinggal memilih ukuran eargel dan earwing yang paling nyaman baginya.

Saat ini Sport Pulse Wireless dibanderol Rp 2.490.000. Distributor resmi Jabra di Indonesia, Axindo, menerapkan kebijakan garansi resmi setahun one to-one replacement. Seandainya terjadi kerusakan, headset bluetooth milik pengguna bukan direparasi, melainkan diganti dengan unit baru.

Layakkah dibeli? Bergantung kebutuhan dan ketersediaan anggaran. Kalau sehari-hari Anda sebatas memerlukan headset bluetooth untuk bertelepon, membeli Sport Pulse Wireless tentu tergolong lebay. Sementara itu, bila Anda rutin berolahraga, entah berjalan, berlari, atau bersepeda, peranti berwarna hitam-kuning tersebut pantas dibeli.

***

Seperti ini tampilan Jabra Sport Pulse Wireless saat penulis gunakan.

Jabra Sport Pulse-4

Jabra Sport Pulse-5

Jabra Sport Pulse-6

Jabra Sport Pulse-7

Pouch ini disertakan dalam paket penjualan. Kala headset sedang tidak dipakai, masukkan ke dalam pouch. Permukaan pouch itu cukup keras sehingga dapat melindungi Sport Pulse Wireless dengan optimal.

Jabra Sport Pulse-8

***

Jabra Sport Life merupakan “pasangan setia” Sport Pulse Wireless. Aplikasi tersebut bisa diunduh di Google Play Store dan Apple App Store.

Jabra Sport Pulse-9

Pengguna dipersilakan memilih aktivitas yang akan dilakukan.

Jabra Sport Pulse-10

Pengguna dapat menetapkan target tertentu.

Jabra Sport Pulse-11

Jabra Sport Pulse-12

Saatnya memulai aktivitas. Jangan lupa, koneksikan dulu Sport Pulse Wireless dengan ponsel.

Jabra Sport Pulse-13

Jabra Sport Pulse-14

Beragam pengukuran dapat disajikan di layar ponsel. Pengguna leluasa mengatur tampilan sesuai kebutuhan.

Jabra Sport Pulse-15

Jabra Sport Pulse-16

Inilah contoh “rapor” aktivitas pengguna.

Jabra Sport Pulse-17

Jabra Sport Pulse-18

21 thoughts to “Review Jabra Sport Pulse Wireless: Headset Bluetooth dengan Pemantau Detak Jantung”

  1. Pak, saya pernah lihat diberita bahwa headset bluetooth itu berbahaya jika sering digunakan, karena paparan radiasinya, mohon penjelasannya pak, terimakasih.

    1. Pak Novan Iswandi,

      Terkait isu kesehatan, saya tak berani berkomentar karena tidak mengetahuinya dengan pasti.

      Menurut saya, asalkan digunakan dalam batas pemakaian wajar, mestinya tidak bermasalah. Kalau khawatir radiasi, bukankah ponsel juga serupa?

  2. kerennnn,,, jd pengen

    tp harganya bs dpt android mid end tuh hehe, beli xiaomi note + mi piston sm pulsa power bank nya jg masih sisa buat beli pulsa paket internet beberapa bulan :v

  3. pak herry,saya punya nokia 110 bermasalah.garansi sudah habis november kemarin. lalu saya bawa ke service center nokia di wtc. katanya LCD nya pecah dan ongkos perbaikan 80 ribu. Waktu saya tanya biaya untuk ganti LCD berapa,petugas mengatakan tidak tahu. Walaupun saya paksa kira kira saja tidak harus pasti,tapi petugas tetap mengatakan tidak tahu dan kelihatan tidak terlalu perduli. Mungkin karena ini hp murah. Lalu pak herry,yang saya tanyakan,kalau melihat biaya perbaikan,apakah saya tetap menservice hp ini atau membeli hp baru. (hp ini untuk anak saya masih SD,hanya untuk telpon dan sms saja). Kalau memang lebih baik di service,mungkin pak herry tahu service independent yang terpercaya di WTC,ancer ancernya saja pak herry. Terima kasih.

    1. Bu Intandwita,

      Saya tidak mengetahui biaya penggantian LCD 110 di pusat perbaikan resmi Nokia. Perkiraan saya totalnya sekitar Rp 250 ribu.

      Kalau sehari-hari ponsel itu hanya digunakan untuk bertelepon dan SMS, silakan membeli Nokia 105 baru dan bergaransi resmi saja. Harganya saat ini sekitar Rp 215 ribu.

  4. Pak HSW,
    Dari segi kenyamanan, mana yg lebih nyaman antara jabra sport pulse ini dengan jabra rox? (barangkali Pak HSW sudah pernah nyicipin yg jabra rox) Kebetulan lagi pengen ganti krn jabra rox saya sudah lama ditaksir oleh istri saya.
    Btw, waktu baca artikel ini sebenernya saya berharap lihat Pak HSW sedang berpose berlari memakai pakaian olah raga lho. Eh lha koq yg muncul tetap kepala saja (biarpun ada bonus foto dari belakang 😛 ) #bercanda
    terima kasih

    1. Pak Made Surya Kumara,

      Dua hari masih ada sisa sih. Kalau sampai benar-benar mati saya perkirakan 3-4 hari. Konon kalau dipakai nonstop buat mendengarkan musik, bisa tembus lima jam. Saya sendiri tak pernah memakai tanpa henti selama itu.

      Nge-charge-nya sekitar dua jam. Input-nya sepertinya dirancang tak bisa besar. Jadi, proses charging tidak ngebut.

  5. Istilah “harga memang ga pernah bohong” masih ga bisa di bantah ya pak Herry.? Hehe..
    Kalau untuk urusan peforma suaranya gimana pak.? Jika di bandingkan dengan merk Beats yg harga serupa.? Terima kasih.

    1. Pak Ravi,

      Maaf baru bisa menjawab pertanyaan Anda pada hari ini. Sesuai pengumuman yang saya tuliskan di blog, jawaban atas pertanyaan yang masuk pada 24-30 Mei 2015 akan mengalami penundaan. Pada rentang waktu tersebut saya sedang berada di Beijing, Tiongkok, untuk mengikuti Lenovo Tech World.

      Terus terang saya sudah lupa.

  6. Selamat siang pak Herry, terima kasih ulasannya mengenai “JABRA Sport Pulse Wireless”, sungguh sangat membantu sekali dalam memberikan informasi mengenai produk tersebut. Yang ingin saya tanyakan saat ini adalah, bagaimana dengan kualitas “JABRA SPORT ROX”..??, baik dari segi Build Quality, Sound Quality, Phone Quality, Conectivity Quality / Pairing’nya..?. Karena saya berniat mau membeli Gadget tersebut, karena (maaf) “JABRA Sport Pulse Wireless” terlalu mahal untuk saya. Mohon informasi ya pak, terima kasih..

    1. Pak Okky Yuswintoro,

      Saya belum pernah mencoba Jabra Sport Rox. Karena itu, saya belum bisa memberikan ulasan.

  7. saya dulu juga pake mibpiston 2….tp krn skrng lagi hobi lari nbolah raga.. akhirny ane beli headset bluettoth jblbsynchos bt…. harga ny sih lumayan tp dibawah jabra rox dikit… tp emang kl dibanding dengn mi piston dulu emang beda banget suarany… lebih ke mid low, sementara kl mi piston 2 cenderung mid high… hehe… emang ada harga ada rupa… hehe sedikit melenceng sih komenny

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *