Review Lenovo A850+: Seri A Pertama yang Bikin Tersenyum

Setelah mencoba aneka tipe ponsel Lenovo, penulis selalu kurang puas dengan kinerja ponsel Lenovo seri A. Lumayan rutin tersendat alias lag seolah menjadi “penyakit bawaan”. Tak peduli harga jualnya kurang dari atau lebih dari satu juta rupiah, tradisi tersendat masih penulis temukan.

Kondisi berbeda 180 derajat penulis rasakan saat memakai Lenovo A850+. Ia menjadi ponsel Lenovo seri A pertama yang sanggup membuat penulis tersenyum. “Penyakit bawaan” seri A relatif tak dijumpai di ponsel berdimensi fisik 150 x 77 x 8,9 mm dan berat 161 gram itu.

Lenovo A850+-1

A850+ hadir dengan layar 5,5 inci beresolusi 540 x 960 piksel. Spesifikasi lainnya meliputi RAM 1 GB, ROM 4 GB, selot microSD, Wi-Fi, bluetooth, dan GPS. Memori internal ponsel digabungkan dalam satu partisi. Namanya, built-in storage. Kala ponsel masih segar, sebanyak 2,02 GB di antara total kapasitas 3,62 GB berstatus belum terpakai.

Ini poin yang paling menarik. A850+ memanfaatkan prosesor delapan inti (octa core) MediaTek MT6592 1,7 GHz. Dalam pemakaian sehari-hari, ponsel itu terasa cukup gegas. Andaikan RAM bawaan ponsel bukan 1 GB melainkan 2 GB, ah… pasti lebih asyik. Apalagi, bila kapasitas ROM-nya minimal 8 GB.

Dua kamera tersedia di ponsel bersistem operasi Android 4.2.2 Jelly Bean itu. Kamera di sisi belakang dibekali fokus otomatis dan lampu kilat. Ia sanggup menghasilkan foto beresolusi lima megapiksel dan klip video full HD 1080p. Hasil jepretannya pantas dikategorikan cukup bagus.

Sementara itu, kamera di bagian depan ponsel tanpa fokus otomatis maupun lampu kilat. Foto dan video yang mampu diproduksinya maksimal beresolusi VGA saja. Performa kamera tersebut belum layak disebut lumayan, meski juga tak pantas dibilang sangat jelek. Ehmm… buruk mendekati lumayan deh.

Sepasang nomor GSM, keduanya memakai kartu mini SIM, dapat siaga berbarengan di A850+. Hanya nomor di selot SIM pertama yang bisa masuk ke jaringan 3G. Kalau mau, pengguna leluasa menguncinya supaya selalu berada di jaringan 3G.

Lenovo A850+-2

Sama dengan ponsel Xiaomi, A850+ memiliki fitur bawaan yang disebut display current network speed. Fungsinya untuk menampilkan kecepatan layanan akses data di bagian atas layar ponsel. Fitur lain ponsel itu, di antaranya, radio FM, smart answer, dan smart switch.

Smart answer mempermudah pengguna ketika ada panggilan telepon masuk. Untuk menerima panggilan, pengguna tak perlu menyentuh layar. Cukup dekatkan ponsel ke telinga. Panggilan telepon spontan akan diterima.

Sementara itu, smart switch bakal mengubah mode telepon dari handsfree speaker alias speaker phone ke handset mode. Teknisnya, begitu ponsel didekatkan ke telinga, speaker phone yang awalnya aktif akan langsung nonaktif. Pengguna tidak usah khawatir suara lawan bicara bakal memekakkan telinga.

Sumber tenaga A850+ berasal dari baterai 2.500 mAh yang mudah dilepas pasang. Dengan perilaku pemakaian ala penulis, terutama aktif menerima sekitar 700 email per hari plus WhatsApp, baterai itu mampu bertahan mulai pagi sampai lewat jam makan malam.

Bagaimana performa GPS-nya? Ia tergolong cepat mengunci lokasi. Masalahnya, Google Maps praktis tak bisa dinikmati di A850+. Setiap kali Google Maps dijalankan dan terlihat sukses mengunci lokasi, dalam hitungan detik aplikasi itu akan berhenti.

Asal tahu, A850+ yang penulis gunakan sebenarnya dialokasikan untuk pasar Tiongkok. Awalnya tidak tersedia Play Store dan layanan Google lain di ponsel tersebut. Penjual lalu membantu pembeli dengan “menyuntikkan” Play Store dan Gmail. Sedangkan Google Maps harus diunduh sendiri dari Play Store.

Kesimpulan akhir versi penulis, A850+ boleh dilirik oleh pengguna yang memenuhi empat kriteria berikut. Pertama, tidak membutuhkan Google Maps. Kedua, bersedia menerima tampilan layar yang kurang tajam. Ketiga, menganggap sisa memori internal yang sekitar 2 GB saja masih memadai. Buat pengguna yang gemar menginstalasikan aplikasi tambahan, kapasitas sebesar itu amat mungkin dirasa kurang besar.

Keempat alias terakhir, tidak keberatan dengan ponsel tanpa garansi resmi. Ya, seluruh A850+ yang beredar di Indonesia pasti tidak bergaransi resmi. Hanya ada A850+ bergaransi distributor independen dengan harga pasar berkisar Rp 2,4 juta. Entah mengapa, Lenovo Indonesia Cuma menawarkan A850 (tanpa tanda +). Mereka tidak memasarkan A850+ sebagai penerusnya.

***

Foto-foto yang dihasilkan Lenovo A850+.

Lenovo A850+-3

Lenovo A850+-5

Dua foto berikut dijepret di lokasi yang remang-remang. Pemotretan tanpa lampu kilat.

Lenovo A850+-6

Lenovo A850+-9

Sekarang mencoba memotret objek dari jarak dekat di lokasi berpencahayaan memadai.

Lenovo A850+-4

Lenovo A850+-7

Satu foto di bawah ini dipotret menggunakan kamera depan. Harap tidak mencetak dan memakainya untuk mengusir tikus di rumah atau kantor.

Lenovo A850+-8

***

Screen capture Antutu Benchmark, Sensor Box for Android, dan kondisi awal RAM.

Lenovo A850+-11

Lenovo A850+-12

Lenovo A850+-10

48 thoughts to “Review Lenovo A850+: Seri A Pertama yang Bikin Tersenyum”

  1. Terima kasih Pak Herry reviewnya, kalau melihat specs terutama Rom yg hanya 4 gb, apa ini nggak kemahalan ya, sekarang kan harga 1 jutaan lebih sudah dpt minimal Ram 1 gb, Rom 8 gb, mungkin harga yg wajar dibawah 1,5 kt an ya Pak

  2. Terima kasih Pak Herry reviewnya, kalau melihat specs terutama Rom yg hanya 4 gb, apa ini nggak kemahalan ya, sekarang kan harga 1 jutaan lebih sudah dpt minimal Ram 1 gb, Rom 8 gb, mungkin harga yg wajar dibawah 1,5 jtan ya Pak

  3. Wah, seri A selalu terlihat kurang greget buat saya apalagi dengan harga segitu om….

    Layar yang kurang nyaman dan memori internal (ROM) yang sedikit nanti seringnya jadi masalah kalau aplikasi minta update.

  4. koh, gimana cara yang biasa koh herry lakukan untuk memperingan ram, kalo yang lakukan memindahkan file dari internal ke external, tapi ada kalanya file tersebut gak mau move

    1. Pak Elvin Pras,

      Tak ada cara khusus sih. Hanya ada dua jurus yang saya lakukan.
      1. Men-disable aplikasi bawaan yang tak diperlukan.
      2. Rutin mematikan aplikasi yang berjalan di background dan tidak saya gunakan.

  5. Jadi ga di jual resmi di Indonesia ya om,harus flash patch modem wcdma dulu nich.
    Harga segitu kalo rom 8 gb ram 2gb dan layar HD jadi realistis ya om.
    Salah satu tips kalo ada yg minat buat maps biar ga force close,jangan unduh dari playstore om.
    Cari google maps apk yg versi lawas dan jangan di update.

    1. Pak Arie,

      Boleh tahu fungsi mem-flash patch modem WCDMA untuk apa? Saya kebetulan terbiasa mencoba berdasarkan kondisi out of the box.

      Oh, tinggal install Google Maps lama dan jangan di-update ya? Thanks infonya.

  6. Ko Herry……soal GPS atau Google Map mungkin masih bisa diatasi dengan aplikasi dari beberapa gps software yang sudah saya coba install di hs saya….dan pengalaman saya dengan Lenovo S880..instalasinya mudah.
    Terimakasih sebelumnya……..

  7. Itu om,biar bisa baca kartu gsm di Indonesia.
    Kalo gawai yg hanya di jual di Tiongkok mungkin hanya bisa baca kartu sim negara Tiongkok saja.

  8. Ko maaf oot, ko aku baca di media online katanya penjualan produk lenovo lg bagus untuk kelas menengah kebawah, tipe apa ko yang lagi di sukai sekarang? Oh ya servis center lenovo bagus nga sekarang? Ko lenovo A319 apakah ko herry akan mereviewnya? Bagus nga ya ko? Trims

    1. Pak Leos,

      Ya, sejak dulu ponsel Lenovo dengan harga kurang dari Rp 1 juta memang cukup laris. Misalnya, A390 dan kini A316i maupun A369.

      Layanan pusat perbaikan resmi Lenovo justru makin mengerikan dibandingkan zaman dulu.

      Belum ada rencana review A319. Saya kok optimis kurang nendang ya. 🙂

  9. Harga baru Di jogja sekarang sekitar 2 -2,1jt pak itu jg masih kemahalan menurut saya apalagi setelah ada redminote apa masih ada orang yg iseng membeli dg harga yg hampir sama tp spesifikasinya bagai bumi dan langit hehe.. Garansi distributor lokal maupun garansi resmi lenovo menurut saya jg tidak ada bedanya alias saya anggap tanpa garansi kalau berkaca pada SC lenovo yg sering bikin tensi darah naik

    1. Pak Sagorek,

      Benar. Menurut saya, harga maksimal yang masih masuk akal sekitar Rp 1,7 juta.

      Garansi distributor independen dan resmi memang sama-sama mengerikan. Namun, tetap ada bedanya deh. Yang resmi kalau dimasukkan ke surat pembaca biasanya bakal segera ditangani dan dibereskan. Hal serupa tidak berlaku untuk garansi distributor independen.

  10. pak herry, saya ingin membeli handphone android dgn budget sekitar 1,5jt. kira2 ada rekomendasi hp apa yg bagus di harga 1.5jtan menurut pak herry?
    klo xiaomi saya ga suka krn hrus beli via online di lazada. saya ga suka belanja online, krg sreg.
    kira2 klo bisa ksh 2-3 pilihan buat pertimbangan.
    terima kasih

    1. Pak Steven,

      Xiaomi Redmi 1S. Ponsel itu kini sudah tersedia di Erafone, Global Teleshop, dan Oke Shop kok. Jadi, nggak harus beli di Lazada.

      Di harga Rp 1,5 jutaan (berarti maksimal Rp 1,599 juta), menurut saya, Redmi 1S itu pilihan terbaik.

  11. Wah kalo dikasih layar HD 720p kan bisa bersaing sama Redmi Note ya pak… Saya rasa agak nanggung ini A850+ speknya 😀

    1. Pak Tuxlin,

      Iya. Karena itu, idealnya harga A850+ kurang dari Rp 2 juta. Btw, ponsel bekas review milik saya laku dijual Rp 1.444.444.

  12. koh herry, klo kita menggunakan charger lain dgn output ampere yg lbh besar dr output charger bawaan apakah bisa merusak hp?
    misal charger hp saya outputnya 0.85A / 5.0v, trus saya mau pakai chrger lain dgn output 1.8A / 5.0v apakah dpt merusak hp?
    hp saya lg g2 mini, saya cas hp lama bgt, skitar 2.5-3 jam baru bisa full. makanya saya ingin beli charger lain punya LG G2 yg outputnya lbh besar spy bisa lbh cepat ngecas.

    1. Pak Randy,

      Asalkan voltase setara, charger-nya bukan abal-abal, dan ponselnya bukan yang ala kadarnya, seharusnya tak masalah. Charger dan ponsel bisa “bercakap-cakap” sehingga arus yang lewat akan disesuaikan.

      Hal lain yang perlu Anda ketahui, misalnya, Anda memakai ponsel A. Charger bawaan ponsel itu memiliki output 1A. Lama pengisian ulang tiga jam. Anda kemudian menggunakan charger dengan output 2A untuk mengisi ulang ponsel A. Anda berharap waktu pengisian ulang menjadi lebih singkat.

      Harapan Anda mungkin terwujud, mungkin pula tidak. Semua bergantung ponsel. Kalau ia bisa menerima input lebih dari 1A, waktu pengisian ulang bakal lebih singkat. Namun, kalau ponsel itu maksimal hanya sanggup menerima input 1A, biarpun Anda memakai charger 2A, waktu yang dibutuhkan untuk nge-charge ponsel tetap sama. Takkan lebih cepat.

  13. Pak Herry, mengenai service center Lenovo, teman saya ada pengalaman klaim garansi saat P780nya tiba2 tidak bisa menyala. Dia bawa ke service center Lenovo di Gubeng (Global Teleshop) tanpa diminta nota pembelian, dalam 2 minggu dia dapat telepon bahwa unitnya diganti dengan unit baru.
    Menurut pak Herry itu termasuk memuaskan atau lambat?

    1. Pak Iwan,

      Dua minggu untuk swap unit tergolong memuaskan. Testimoni positif pertama terkait pusat perbaikan resmi Lenovo yang saya terima dalam beberapa bulan terakhir nih.

      Kejadiannya kapan itu, Pak?

  14. Pak saya berniat beli lenovo a328, tapi saya ragu saat lihat artikel di tabloid pulsa tentang a328 yang menghilangkan sejuta fitur.
    Bagaimana tanggapan anda karna harganya sejutaan!

    1. Pak Boedjank,

      Saya belum pernah mencoba A328. Bila harus memberikan saran “buta”, saya merekomendasikan Anda tidak membelinya. Lenovo seri A, apalagi yang diawali angka 3, biasanya kurang bagus. Ia lebih tepat dipilih oleh mantan pengguna feature phone yang ingin beralih ke smartphone, tetapi anggarannya sangat terbatas.

  15. Bung hery, mohon di rekomendasikan android dengan harga 2 juta pas atau kurang sedikit. Yang penting layar 4 inch. Di utamakan yang service centernya tidak mengecewakan. Terima kasih.

  16. Kalau lenovo A536 apa pak Herry pernah mencobanya.? Bagaimana menurut pak Herry SW.?
    Berbagi pengalam aja pak, kemaren saya service lenovo Yoga tablet saya karna touchscreen respon nya kurang baik, tidak sampai 2 minggu saya sudah di hubungi via telfon bahwa layar sudah di ganti baru. Saya ke service center resmi di bandung namanya “Platinum”.
    Yg saya lucu, saat ke SC itu saya sama sekali tidak di tanya gartu garansi ataupun di minta bayar saat claim dan ngambil. Hehe. Apa mereka punya data ya semua barang lenovo kapan dan dimana di belinya.?
    Menurut pak Herry SW bagaimana after sales lenovo.?

    1. Pak Anton,

      Saya belum pernah menguji pakai A536.

      Wah, cukup bagus juga ya. Alur perbaikan resmi tablet Lenovo berbeda dengan ponsel Lenovo. Mungkin saja mereka punya database yang lengkap.

      Untuk ponsel, layanan pusat perbaikan resmi Lenovo tergolong parah. Sedangkan untuk kategori tablet, menurut saya, lebih baik.

  17. Pak, kmarin saya iseng main k elektronic center d bandung . lenovo s850 sdang promo .. Apa pak herry sudah pernah mncoba ??? Bisakah mnginformasikan klbihan dan kekurangannya ??? Pnjualnya bilang sudah kitkat tapi stau saya masih jelly bean 4.2 .. Bagaimna mngnai prlndungan layarnya pak ???

    1. Pak Mulya,

      Saya belum pernah mencoba Lenovo S850. Jadi, belum tahu plus minusnya.

      Ya, setahu saya S850 masih Jelly Bean. Entahlah kalau unit yang sekarang dijual ternyata sudah langsung KitKat.

      Perlindungan layar? Ya Anda tinggal menambahkan pelindung layar (screen protector). Saya sih lebih suka pelindung layar yang bening daripada antiglare, apalagi antispy.

  18. Pak Herry, minta rekomendasi android dgn budget 1,8jt donk.. saya perlu yg skira’a lancar buat video call, sistem storage’a gak terlalu kecil, suport LTE.. Pak Herry rekomen hp apa?? makasih sebelumnya..

    1. Pak Alief,

      Dengan anggaran segitu, yang paling pas sih Xiaomi Redmi 2. Namun, ponsel itu tidak memiliki fitur video call via layanan seluler.

  19. wah akhirnya saya nemu juga serinya lenovo yang batrenya removable. biasanya yang lain yang saya temukan selalu removable, itu yang bikin saya dulu ga jadi ganti ke lenovo

    1. Pak Asa,

      Anda menuliskan: …yang batrenya removable. biasanya yang lain yang saya temukan selalu removable,…

      Lho kok? Maksudnya gimana ya? Saya sih yakin pertanyaan saya ini takkan Anda jawab. 🙂

  20. Kok A850+ ku tdk ada playstorenya… Gmn nih cra mnyuntikkan playstore pak?? Di counter bsa gk pak??? Pencerahannya !!!

    1. Pak Firman,

      Hmm… bisa jadi ponsel yang Anda miliki seharusnya dijual di Tiongkok. Silakan bawa ke gerai yang menawarkan jasa update software dan sejenisnya. Mereka mestinya bisa membantu.

  21. Emg apa bedanya pak antara a850+ lokal (khusus warga tiongkok) dan a850+ xg d pasarkan utk internasional.. Apakah ada perbedaan spesifikasi diantara keduanya pak??? Sblmnya trimakasih

    1. Pak Firman,

      Soal spesifikasi saya tak tahu detailnya. Satu hal yang pasti, ponsel Android yang beredar di Tiongkok tidak dilengkapi Play Store.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *