Review Lenovo Vibe X: Sajikan Antarmuka Baru

Lenovo telah masuk dalam tiga besar merek ponsel pintar alias smartphone terlaris di Indonesia. Mengacu pada sumber tepercaya, pada Oktober-Desember tahun lalu, ada 300 ribuan unit ponsel Lenovo yang didatangkan lalu didistribusikan ke Indonesia. Produsen asal Tiongkok berkelas dunia itu telah sukses mengungguli BlackBerry, Sony, dan LG.

Seiring peningkatan pangsa pasar itu, kalau dicermati, Lenovo makin gencar menggelontor pasar dengan aneka tipe terbaru. Pada saat bersamaan, mereka juga terlihat semakin percaya diri dalam menetapkan harga jual. Kalau sebelumnya ponsel Lenovo dikenal berharga jual terjangkau dan rasional, kini sebagian produk mulai pantas dinilai terlalu mahal.

Vibe X-1

Lenovo Vibe X menjadi contoh nyata terbaik. Ponsel Android 4.2.2 Jelly Bean itu membidik penggemar selfie alias memotret diri sendiri. Untuk menunjang aktivitas tersebut, Lenovo menyertakan kamera depan beresolusi lima megapiksel. Kalau difungsikan sebagai perekam video, kamera itu hanya mampu menghasilkan klip video VGA.

Menurut penulis, hasil jepretan kamera depan Vibe X alias S960 tergolong bagus, tetapi kurang natural. Penulis berkali-kali mencoba memotret diri sendiri. Meskipun efek foto yang tersedia telah dinonaktifkan, wajah penulis yang terekam di foto terlihat lebih cantik daripada sebenarnya. Kalau efek foto dimaksimalkan, penulis mendadak berubah bagaikan wadam. Bencong. Sapuan dempul eh… kosmetik seolah melapisi wajah penulis.

Satu kamera lain Vibe X berada di sisi belakang. Ia mampu memproduksi foto beresolusi hingga 4.096 x 3.072 piksel atau setara dengan 12,6 megapiksel. Kamera dengan fokus otomatis dan lampu kilat itu juga sanggup menghasilkan klip video full HD. Kinerja kamera tersebut pantas mendapatkan acungan jempol.

Dibandingkan seluruh ponsel Android Lenovo yang pernah penulis coba, tampilan antarmuka (user interface) Vibe X paling berbeda. Biasanya, usai membuka pengunci layar, pengguna ponsel Android akan dihadapkan dengan home screen. Mereka lalu harus menekan tombol sentuh aplikasi untuk masuk ke halaman drawer yang berisi seluruh ikon aplikasi yang tersedia. Hal serupa tidak berlaku di Vibe X. Ponsel itu menghadirkan tampilan antarmuka baru yang menggabungkan home screen dengan drawer. Sehingga, begitu membuka pengunci layar, pengguna tinggal menggeser layar ke kiri atau kanan untuk melihat seluruh ikon aplikasi.

Untuk mengaktifkan sekaligus membuka layar yang padam pun, Vibe X menawarkan cara baru. Pengguna cukup menyapukan jari ke kiri atau kanan di bagian bawah layar. Cara konvensional dengan menekan tombol power masih bisa dilakukan. Namun, di Vibe X jadi terasa kurang praktis. Usai memakai ponsel dan ingin memadamkan sekaligus mengunci layar, pengguna tak perlu menekan tombol power. Cukup goyangkan ponsel dengan agak keras.

Layar sentuh IPS lima inci beresolusi full HD 1.920 x 1.080 piksel dengan lapisan Corning Gorilla Glass 3, prosesor empat inti (quad core) MediaTek MT6589T 1,5 GHz, RAM 2 GB, dan ROM 16 GB merupakan spesifikasi utama Vibe X. Saat kali pertama diaktifkan, sebanyak 11,76 GB di antara total 12,07 GB internal storage berstatus kosong.

Vibe X-2

Ponsel berdimensi fisik 144 x 74 x 6,9 mm dan berat 121 gram itu juga dibekali Wi-Fi, bluetooth, dan GPS. Ia mendukung layanan HSPA+ 21 Mbps. Beberapa poin penting yang wajib diketahui sebelum melirik Vibe X, ponsel tersebut hanya dilengkapi satu selot kartu SIM berukuran mikro. Tidak tersedia selot memori eksternal. Sumber daya ponsel berasal dari baterai lithium polymer 2.000 mAh yang dibenamkan ke bodi. Dengan perilaku pemakaian harian ala penulis, daya tahan baterai itu maksimal 12 jam. Bila penulis sedang ke luar kota dan lebih intensif memakai Vibe X, dalam tujuh jam ponsel sudah harus dihubungkan dengan charger lagi.

Kalau Anda kelak memutuskan meminang Vibe X, ada dua aplikasi bawaan yang menarik dioptimalkan. Yakni, SECUREit dan SHAREit. SECUREit memiliki aneka fungsi, mulai mengontrol pemakaian internet, menyaring SMS dan panggilan telepon, hingga membatasi anak dalam penggunaan ponsel. Sedangkan SHAREit yang dapat diunduh di Play Store dan dipakai di ponsel lain berguna untuk mentransfer file via Wi-Fi. Kecepatan transfernya lebih tinggi daripada memakai bluetooth.

Bila dirangkum, layar yang tajam, kamera yang prima, dan tampilan fisik yang tipis sekaligus mewah menjadi kelebihan Vibe X. Sementara itu, daya tahan baterai yang pas-pasan menjadi sisi minus utama. Pengguna idealnya selalu membawa power bank atau charger.

Dengan memperhatikan popularitas merek, layanan purna jual, dan beberapa keterbatasan spesifikasi, penulis menilai harga jual Vibe X terlalu tinggi. Harga ritel resminya saat ini Rp 4,499 juta. Toko milik perorangan di pusat penjualan ponsel seringkali menawarkannya Rp 4,35 juta.

Kalau sekadar ingin mencicipinya, penulis menyarankan Anda tidak iseng meminang ponsel itu. Sebab, umpama dijual dalam tempo singkat, pemilik Vibe X harus merelakan nilai barangnya minimal berkurang Rp 1 juta dibandingkan harga baru. Vibe X yang penulis beli untuk review ini, contohnya, terjual Rp 3,2 juta. Pembelinya adalah pemakai alias pengguna akhir. Pedagang ponsel bekas akan menghargainya lebih rendah.

***

Paket penjualan terdiri atas ponsel, kepala charger 1 A, handsfree berkabel, kabel micro USB, dan SIM ejector (jarum untuk menusuk lubang selot kartu SIM).

***

Contoh hasil jepretan kamera Vibe X.

Vibe X-3

Vibe X-4

Vibe X-5

Vibe X-6

Vibe X-7

Vibe X-8

Memotret diri sendiri menggunakan kamera depan. Efek foto dinonaktifkan.

Vibe X-9

Masih memotret diri sendiri, tetapi kali ini efek foto diaktifkan. Perhatikan permukaan pipi saya dan bandingkan dengan foto di atas.

Vibe X-10

***

Screen capture Antutu Benchmark, Quadrant Standard Edition, dan Android Sensor Box.

Vibe X-12

Vibe X-13

Vibe X-14

Vibe X-11

54 thoughts to “Review Lenovo Vibe X: Sajikan Antarmuka Baru”

  1. Kesimpulannya, kalo photo selfie dengan vibe X ini tanpa perlu cuci muka pake vasel*** pun bisa “ganteng maksimal” ya, oom her… (^.^)V

  2. setuju banget dengan pernyataan lenovo makin overprice, saya sendiri pengguna lenovo s560 yang awal kemunculannya sangat murah. tapi sekarang lenovo mulai jual mahal.
    daripada vibe x mending lirik Zenfone 6.

  3. Wah, ada foto kotak yg tulisannya jolla ada review hpnya tidak pak Herry? Saya sudah lihat iklannya di YouTube Beberapa bulan yang lalu .

    1. Pak Niko Liberty,

      Belum tahu akan di-review atau tidak. Itu iseng menjepret kardus ponsel milik teman kok.

  4. Kebetulan kemarin main2 ke mal (ini orang kampung kebetulan main ke Jakarta). Lihat2 Android Land di Emporium Mal, kaget nih hp keren amat. Ternyata Lenovo Vibe X ini. Pegang dan toel2 waaaah mantap nih, lebih mantap dari Note 2 saya. Harganya walaupun sudah agak pede tapi masih masuk akal lah. Tapi suruh beli, nanti dulu ya, pikir2 lagiiiiii.

    Kemaren beli Lenovo A690 (iya, tau, barang murah kok dibandingkan dengan yg lebih mahal) sama sekali ga puas. Yg dipencet mana yg respon yg mana. Kalau lagi santai sih gpp, ini kalau lagi penting salah melulu pencetnya, alhasil suka salah sms dan salah telpon. Dua hari ini masalah baru timbul, WiFi suka hilang, lihat di list Out of range (ada 2 router 1 Speedy 1 pakai Smartfren).

    Nunggu Nokia X kabarnya 12 April nanti launch dgn harga perkenalan (harga PO?) 1,2 juta. Spec setengah hati, hanya merk Nokia saja jadi alasan satu2nya utk beli

    1. Pak Liat2aja,

      Kalau mau yang harganya lebih ekstrapede, Lenovo Vibe Z. Single SIM dan dijual Rp 5,999 juta.

      Nokia X harga resminya di sini dipatok Rp 1,6 juta. Saya rasa terlalu tinggi. Kalau Rp 1,2 juta dan tanpa banyak syarat sih menarik.

  5. Pak Herry,

    sory OOT. tuh yg di foto Burger King dimana ya? Sby kah? hehe..
    menanggapi lenovo, emang sih. kalo liat beberapa tipe terakhir yg diluncurkan, kyaknya harga gak seperti dulu. Terlihat mulai ke-PD-an dengan semakin naiknya angka penjualan.. padahal chipset MTK juga…
    denger2 juga aftersales service masih jelek sekali.. harusnya menurut saya dibenahi dulu service centernya.

    itu aja sih pendapat saya. maaf sedikit OOT.

    1. Pak Erik,

      Itu foto gerai Burger King di terminal keberangkatan Terminal 2 Juanda Surabaya.

      Iya, layanan service center Lenovo memang masih perlu banyak banget diperbaiki.

  6. Pak Herry,

    thanks infonya. blm pernah masuk T2 Juanda. hehe..

    Sayang ya pak kalau lenovo lama2 ikutan same-sung. semoga gak terjadi overpriced terus menerus.
    Oya pak, just info. Kliatannya bulan depan K-Touch bakal keluarin produk baru.. Berharap Pak Herry punya waktu utk me-review-nya.. hehe.

    Thanks pak Herry.

    1. Pak Erik,

      Saya pun baru masuk sekali ke sana. Sempat bingung dengan lokasi check-in counter dan gate-nya.

      Iya, semoga Lenovo tidak over-percaya diri. Semoga pula K-Touch kelak mudah dijumpai di Surabaya.

  7. Oh punya teman bapak toh. Lho, bukannya hp ini masih belum di jual di indonesia ?
    Di web resminya saja ada tulisan tersedia di Eropa, Switzerland dan Norwegia saja. Teman pak Herry beli dimana?

    1. Pak Niko Liberty,

      Saya tak tahu tepatnya teman saya dapat dari negara mana. Dia memang rutin mencicipi ponsel yang belum atau tidak beredar di sini.

    1. Pak Anto,

      Saya lupa dapat info dari follower saya di Twitter atau blog ini tentang A316. Saya lalu coba cek ke beberapa penjual, tak ada satu pun yang mengetahui mengenai ponsel itu. Hasil tanya Om Google juga belum mendapatkan hasil yang menggembirakan.

      Anda pernah melihat A316 itu di mana, Pak?

  8. malem mas herry sw,ada rencana review produk himax yg terbaru….???himax li polimer,agak tertarik sih…..dgan harga 1,4 jt udah dpat quadcore.

    1. Pak Iskak,

      Saya pernah mau bertransaksi. Sudah mencoba dua atau tiga kali, selalu saja gagal pada tahapan tertentu. Akhirnya sudah nggak minat lagi deh.

  9. om herry, sekedar bantuin barangkali masih minat review himax. ini ada toko offlinenya dicoba saja. saya ga ada hubungan apa2 ma himax. cuman seneng baca reviewnya om herry, dan sesama arek suroboyo.
    CELLULAR WORLD
    Jawa – Jawa Timur – Surabaya
    Komp. Ruko Mega Galaxy ,JL. Kertajaya Indah Timur 16/C-6 Surabaya
    Tel: 031-91587777
    Elite Cell Surabaya
    Jawa – Jawa Timur – Surabaya
    Wisata bukit mas klaster luxemburg blok E1 no.10
    Tel: 031-8384-5565

    1. Pak Phoer,

      Terima kasih atas informasinya. Harga Himax di toko offline seringkali lebih mahal sampai ratusan ribu rupiah, Pak.

      Btw, toko yang pertama hanya menjual Himax Pure. Generasi berikutnya tidak ada. Kalau toko kedua, saya belum pernah cek.

  10. Teman sudah punya pak beli di Bogor PLAZA jambu dua,tapi saya cuma liat sekilas memastikan apa benar itu a316 di pengaturan dan memang benar,bodinya mirip a369i tapi lebih tebal tapi spec lain saya tidak tahu saya pikir bisa lihat di google ternyata tak ada makanya saya tanya pak Herry mungkin lebih tahu

  11. Pak, Herry, slmt siang.
    Mhn info: untuk phone lenovo ada gak yang dual sim gsm-cdma, yang seri mana dan kisaran harga brapa ya? jika bapak ada info. Kamsia sebelumnya.
    Vekky.

  12. Semoga pak Herry ada waktu melongok pertanyaan di atas ya….sya sdh search serie 750 dan 830 tapi telpdi toko gak ada, pak………….

  13. Lenovo pak,
    S750 dan S870E,
    bahkan menrut search google ada A600E,
    apa belum masuk, atau gaka bakal masuk Indo ya?

  14. Mas, minta sarannya dong.saya mo beli lenovo tab a 3000 kira2 gimana mas ???
    Klo dibandingin sama acer a1 811 gimana mas ?
    Terima kasih …

    1. Pak Joko Agus Sumantri,

      Karena saya belum pernah menguji pakai dua tablet itu, saya tak bisa memberikan rekomendasi.

  15. Pak herry,
    Mohon pencerahan dong, dana 2 – 2.5 jt
    pengen samsung galaxy ace 3, tapi kepincut sama lenovo,
    dikisaran harga segitu dapat lenovo type apa ya pak?
    dibanding samsung galaxy ace 3 pilih mana pak.( untuk perform )
    kebutuhan sehari2 utk browsing, sosial media, email, game, dan yang bisa juga buat tahering ( wifi hot spot )
    Trimakasih sebelumnya.

    1. Pak Amrih,

      Dengan anggaran segitu, daripada membeli Galaxy Ace 3, lebih baik Anda melirik Lenovo S920 8 GB. Performa jauh lebih bagus. Mau dipakai untuk Wi-Fi tethering? Bisa kok.

  16. Pak Herry,

    Terimakasih saran Bapak,Tapi saya masih bingung
    Kalo harus memilih antara s920, s890, p770 pilih mana pak?
    Sebenarnya saya pingin p780 cuma harga masih dikisaran 3-4jt ya pak..kalo dikisaran harga segitu antara s650, s820, p780 pilih mana pak? Saya musti cari tambahan dana lagi nih..
    Terimakasih…

    1. Pak Amrih,

      Bila pilihannya S920, S890, atau P770 dan dengan asumsi anggaran tersedia, saya memilih S920. Ponsel itu lebih gegas dibandingkan dua tipe yang lain. Daya tahan baterai memang tak selama P770, tetapi setidaknya masih cukup untuk beraktivitas mulai pagi sampai malam.

      Harga P780 tak pernah menyentuh Rp 4 juta lho, Pak. P780 4 GB sekitar Rp 2,8 juta, sedangkan P780 8 GB sekitar Rp 3 juta. S650 saya belum pernah coba. Bila pilihannya S820 atau P780, saya akan memilih P780. Khususnya P780 8 GB.

  17. Pak Herry,

    Oke Bapak terimakasih atas sarannya, sekarang Saya mantap dengan pilihan, semoga segera dapat tambahan dana segar untuk meminang P780 8GB he.he..sepertinya itu pilihan terbaik dng selisih harga yg tak terlalu jauh..camsia..

  18. om.. kalo hape 3 juta yang kameranya oke apa yah?
    aku naksir vibe x, katanya vibe x kamera nya bening.. kalo lenovo s850 menurut om gmn?? bingung.. kalo katanya pihak lenovo, antara vibe x sama s850 masih bagus vibe x.. s850 nya di bahas dong om, dilihat nya itu ponsel cantik juga..
    makasih #omHerry SW

    1. Bu Adila,

      Maksimal Rp 3 juta pas? Kalau iya, silakan meminang Vibe X. Bila anggaran bisa ditambah sampai Rp 3,299 juta, ada LG G2 Mini yang boleh dilirik.

      Anda menyebutkan kalau pihak Lenovo mengatakan kamera Vibe X lebih bagus dibandingkan S850. Boleh tahu Anda membacanya di mana?

      Saya belum pernah menyentuh, apalagi menguji pakai S850. Karena itu, saya tak bisa membahasnya.

  19. vibe x lebih handal? karena aku tanya via facebook om.. oooh LG G2 miini ya om? aku cobain deh ntar.. makasih om. berarti kamera LG bagus yah?? kalo dari spek diantara kedua nya om? mending pilih yg mana?? makasih..

  20. Om Herry,

    Om kan bilang LG G2 Mini boleh dilirik dari pada lenovo Vibe X, kalau boleh tau lebih bisa dilirik dari segi apa aja ya om?, karena secara layar, ram, dan kamera kan spec Vibe X masih diatas LG G2 Mini Om. Kebetulan saya ingin beli hp baru, dan pilihannya ada diantara 2 hp tersebut. Prioritas saya adalah yang kameranya mumpuni, dan kuat untuk menjalankan aplikasi2 kamera/foto (karena saya sering travel, dan sangat menyukai fotografi), dan cukup bisa diandalkan untuk bermain game2 berat, faktor lainnya tidak begitu saya perhatikan. budget saya maksimal 3 juta om, selain 2 hp diatas apa om herry punya rekomendasi lain?

    Terimakasih om Herry

    1. Pak Andry,

      Ada beragam alasan yang membuat saya lebih memilih G2 Mini daripada Vibe X, meski di atas kertas spesifikasi Vibe X lebih tinggi. Ini dia:

      1. Warna foto yang dihasilkan G2 Mini lebih natural dan mendekati warna aslinya. Resolusi kamera G2 Mini memang lebih kecil daripada Vibe X. Namun, delapan megapiksel sebenarnya sudah memadai untuk dokumentasi dan pemotretan kasual.

      2. G2 Mini lebih nyaman dipegang maupun dikantongi.

      3. G2 Mini memakai baterai removable. Jadi, kalau perlu baterai cadangan atau pengganti, tinggal beli satu baterai lagi.

      4. G2 Mini dapat difungsikan sebagai remote control TV. Fitur yang sederhana, tetapi praktiknya bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

      5. Layanan pusat perbaikan resmi LG jauh lebih bagus daripada Lenovo.

      6. Saat ini harga G2 Mini baru lebih murah daripada Vibe X.

      Kalau membaca kriteria Anda, sepertinya ponsel yang Anda cari minimal harus menggunakan prosesor quad core, RAM 2 GB, ROM 16 GB, dan baterai 3.000 mAh. G2 Mini dan Vibe X sama-sama kurang cocok. Di sisi lain, kriteria spesifikasi ponsel itu terbentur dengan anggaran Anda yang maksimal Rp 3 juta. Di kisaran itu, pilihan terbaik tampaknya Xiaomi Redmi Note.

  21. Om herry,

    Om kan bilang lg g2 boleh dilirik dari pada vibe x, kalo boleh tau dari segi apa ya om?, padahal kan dari spec masih lebih tinggi vibe x, mulai dari ram, layar, kamera. Saya lagi cari hp baru om, dan 2 ponsel itu termasuk kandidatnya, saya sangat memprioritaskan kamera yang mumpuni (saya suka traveling dan sangat suka fotografi), mampu menjalankan aplikasi2 kamera/foto, dan mampu menjalanan game2 berat, hal lainnya tidak saya permasalahkan. Maksimal budget saya 3 jt, lebih baik saya ambil yang mana ya om?, atau om herry punya rekomendasi lain?

    Makasi om herry

    1. Pak Andry,

      Usai mengirimkan pertanyaan, lain kali harap bersabar. Saya bukan layanan hotline 24 jam yang akan selalu memberikan jawaban dengan cepat. Jadi, tak perlu mengirimkan ulang pertanyaan seperti ini. Cukup satu kali.

  22. Wah saya masih bingung nih om, sebenarnya saya sudah pernah nyoba g2 mini milik teman dan ketika sedang memainkan game aspalt (yang salah satu game berat) tiba2 halaman game tertutup sendiri om, hal tersebut yang membuat saya sedikit ragu. Memang, hasil kamera terlihat lebih natural ketika saya lihat via hp (belum sempat lihat di pc). Dan redmi note saya juga sudah pernah nyoba om, namun ketika merasakan dimensinya saya sudah langsung tidak tertarik om. Maaf sebelumnya rekomendasi om saya pending dulu hehe. Dan kalau ada pilihan lain, kira2 apa ya om?, saya tidak begitu mementingkan hal2 lain selain kemampuan kamera dan game. Mungkin misalnya liquin e3?, karena saya pernah baca review om dan mengatakan hasil kamera sangat baik dan keleluasaan dalam menjalankn aplikasi2, gimana tuh om?, maaf ya om banyak nanya dan keterbatasan dana, lagi bingung banget nih hehe

    1. Pak Andry,

      Sementara belum ada pilihan lain. Terbentur di harga yang maksimal Rp 3 juta.

      Acer Liquid E3 kamera oke, buat main game Asphalt juga oke. Masalahnya, daya tahan baterai ponsel itu tampaknya kurang untuk kebutuhan Anda.

  23. oo masalah itu om, itu gara2 pas sore saya kirim via pc di kampus, namun pas malam saya cek via hp di rumah ko pertanyaan saya ga ada, jadi saya coba kirim lagi deh om, makanya itu kata2nya juga rada beda kan om. maaf ya om hehe

    1. Pak Andry,

      Pertanyaan yang dikirimkan memang tidak langsung muncul di blog. Pertanyaan itu baru muncul saat pertanyaan saya jawab.

  24. Oo oke om, mungkin saya harus coba rasakan liquid e3 dulu ya, besok main2 ke toko hp deh.

    Iya om, itu saya juga baru paham hehe

    Makasi banyak ya om

  25. “Sebab, umpama dijual dalam tempo singkat, pemilik Vibe X harus merelakan nilai barangnya minimal berkurang Rp 1 juta dibandingkan harga baru. Vibe X yang penulis beli untuk review ini, contohnya, terjual Rp 3,2 juta. Pembelinya adalah pemakai alias pengguna akhir. Pedagang ponsel bekas akan menghargainya lebih rendah.”
    ,,
    Waduh O.o Rugi 1 juta untuk mereview, Pak? Apa tidak eman2, Pak?

    1. Pak Tanpo Jeneng,

      Ya itu risiko reviewer. Makanya, nggak berani sering-sering beli ponsel yang penurunan harganya tergolong besar. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *