Review Mito 119: Dual SIM Murah Berkamera Putar

Pemain yang berhasil mencetak tiga gol dalam sebuah pertandingan sepak bola diistilahkan sukses menciptakan hattrick. April lalu, ponsel Mito juga mampu membuat hattrick. Tiga unit ponsel Mito yang penulis uji pakai masing-masing rusak dalam waktu kurang dari 1 x 24 jam. Padahal, satu unit Mito A90 dan dua unit Mito Fantasy Tipe A350 itu penulis gunakan dengan sangat wajar. Belum diajak bekerja keras.

Kerusakan tiga ponsel secara beruntun tersebut menempatkan Mito sebagai pelopor. Pasalnya, selama menguji pakai ratusan ponsel dengan beragam merek, penulis belum pernah mengalami kondisi serupa. Prestasi ala Mito itu terhenti di Mito 119. Setelah melewati 1 x 24 jam, 119 masih berfungsi normal. Rekor baru!

Mito 119-1

Ponsel dual SIM GSM-GSM yang dilengkapi kamera putar merupakan nilai jual utama 119. Satu-satunya kamera di ponsel itu dapat diputar hingga 200 derajat. Saat ingin selfie, pengguna tinggal memutarnya ke arah depan. Tuntas selfie, putarlah kembali ke belakang.

Kamera tersebut tanpa fokus otomatis, tetapi dilengkapi lampu kilat. Foto yang dihasilkan maksimal beresolusi 1.280 x 960 piksel atau setara dengan 1,23 megapiksel. Bila difungsikan sebagai perekam video, ia hanya sanggup memproduksi klip video beresolusi maksimal 320 x 240 piksel. Dalam proses pembuatan firmware, sepertinya ada satu fitur terkait kamera yang terlewatkan. Buktinya, biarpun ponsel sudah diatur berbahasa Inggris, tetap ada pilihan menu perekam video. Bukan video recorder.

Mito 119-2

Berbincang soal kinerja kamera, objek yang tersaji di layar ponsel saat akan memotret tak sesuai dengan tatapan mata. Seolah ponsel itu menggunakan lensa kamera semitele. Sehingga, cakupan objek yang tampil di layar lebih sedikit daripada yang ditangkap mata telanjang.

Bukan hanya itu. Foto nyata yang dihasilkan kamera 119 juga belum tentu sesuai dengan komposisi awal yang terlihat di layar. Objek yang dijepret secara vertikal, bukan mustahil hasilnya horizontal. Bingung? Bayangkan saja Anda akan membuat pas foto, tetapi hasilnya malahan foto diri yang mendatar. Di kiri-kanannya terdapat ruang sisa. Ini contohnya.

Mito 119-4

Bluetooth, radio FM, perekam percakapan, kalkulator, jam dunia, dan lampu senter merupakan sebagian fitur lain 119. Lampu senter ponsel itu sebenarnya memanfaatkan lampu kilat kamera. Daripada masuk ke menu ponsel, ada cara lain yang lebih cepat untuk menyalakan lampu senter. Cukup tekan dan tahan keypad angka nol selama beberapa detik. Lakukan langkah serupa untuk memadamkannya.

Buku telepon 119 berkapasitas 500 nama, tetapi single entry saja. Maksudnya, satu nama hanya dapat dipadukan dengan satu nomor telepon. Ponsel dengan konektor charger micro USB itu juga dilengkapi fitur blacklist untuk menyaring panggilan telepon dan SMS masuk.

Nada dering telepon dua nomor GSM yang sedang siaga di 119 dapat dibedakan. Pengguna leluasa memanfaatkan file MP3 sebagai nada dering. Hal serupa berlaku untuk nada SMS. Dengan demikian, pengguna tak perlu bingung kala menerima panggilan telepon atau SMS. Dari suara yang terdengar saja, pengguna sudah bisa mengidentifikasi ke nomor mana panggilan telepon atau SMS itu ditujukan.

Mito 119-3

Daya tampung memori internal 119 sangat mungil. Hanya 85,5 KB. Ya, kilobyte, bukan megabyte. Karena itu, idealnya pengguna menyelipkan kartu microSD ke selot yang tersedia. Tanpa dipadukan dengan kartu memori tambahan, ponsel itu takkan dapat digunakan secara maksimal.

Saat ini Mito 119 dijual di kisaran harga Rp 310 ribu. Paket penjualan termasuk baterai lithium ion 1.000 mAh, kepala charger dengan output 0,5 Ampere, kabel micro USB, dan handsfree berkabel. Tentu saja pembeli juga akan memperoleh kardus, buku panduan pemakaian, dan kartu garansi.

Ketika di dunia ini sudah tak tersedia ponsel lain, padahal Anda perlu berkomunikasi secara mobile, penulis merekomendasikan Anda membeli 119. Kalau masih ada pilihan lain, sebut saja Alcatel OT-090 yang harga barunya cuma Rp 99 ribu, ponsel berlayar hitam putih itu lebih pantas dipinang. Apalagi, bila kebutuhan Anda sekadar bertelepon. Suara yang terdengar di earpiece OT-090 kala dipakai bertelepon justru lebih jelas daripada 119.

***

Aneka foto yang dihasilkan kamera 119. Seluruhnya dijepret tanpa memakai lampu kilat.

Mito 119-5

Mito 119-6

Mito 119-7

Mito 119-8

Mito 119-9

Boneka dan mainan yang dijadikan objek foto ini diletakkan di atas lemari yang berada di dalam kamar. Cahaya menerobos masuk lewat jendela di sisi kanan. Cahaya yang tersedia tidak sangat terang, tetapi masih sangat memungkinkan mata untuk melihat detail masing-masing boneka dengan mata telanjang.

Mito 119-10

 

36 thoughts to “Review Mito 119: Dual SIM Murah Berkamera Putar”

  1. Kini semua orang bisa selfie wkwk πŸ˜€

    Menarik bgt nih buat dibeli, iseng2 ngerasain kamera berputar πŸ˜€

  2. hmmm, mahal untuk featurephone.mito sangat jelek yah,soalnya salah lihat di garuda teknik ponsel mito murah 160.000 untuk mengganti featurephone saya samsung x820.tapi setelah hatrick mito rusak dalam 24 jam.tak jadi deh.kuservis saja deh.rindu deh sama mixcon ctv-880 saja deh rusak karena dicharge bersama laptop.kapok deh

    1. Pak Budi Wiryo,

      Untuk ponsel pengganti, jangan beli merek lokal deh. Di Garuda Teknik seharusnya masih ada LG A230 baru dengan harga Rp 345 ribu. Beli itu saja. Dual SIM, bluetooth, kamera, dan selot microSD. Data kontak bisa disinkronkan dengan laptop/PC.

  3. saya sedang lihat zenfone 5 1 giga ram harga 1949.000, menarik. gatal mau beli deh.saya dengar baterai removacle atau menunggu xiaomi note. soalnya di singapore kosong terus.

    1. Pak Budi Wiryo,

      Aduh… jangan beli ponsel dan tablet merek Asus. Sebab, prinsipalnya di sini masih setengah hati, nggak becus, dan jago PHP (Pemberi Harapan Palsu). Service center-nya juga buruk. Kalau laptop Asus sih masih mendingan.

  4. setelah saya lihat lagi zenfone 5 di lazada.co.id itu garansi distributor. tak jadi deh.mito kelihatan tak berkualitas kalau merek cross atau snexian , saya baca pak herry rekomendasi. jadi saya mau lihat 2 merek yang direkomendasikan besok

    1. Pak Budi WIryo,

      Dulu saya memang rutin merekomendasikan Cross. Sejak ponsel itu laris, kualitasnya jauh menurun. Jadi, jangan beli Cross yang kini sudah berganti nama menjadi Evercoss deh.

  5. Pa review mipad dong,saya tertarik banged sama mipad,saya suka tablet rasio 4:3 tapi os suka android.mipad jawabannya

  6. Wah saya kira Mito yg smartphone, ternyata bukan…
    Adakah smartphone lokal yg menurut Pak Herry layak untuk di beli (ga harus bagus banget, yg penting layak)? Saya sendiri tertarik dengn merek IMO. Baca di forum sebelah kayanya lumayan dengan harga oke juga.

    1. Pak Amaris,

      IMO? He… he… he….

      Sudah deh, sebaiknya beli merek global saja. Kalau pun mau merek lokal, yang sejauh ini saya lihat masih boleh dilirik ya paling Polytron dan SpeedUp.

  7. oalah..
    benar kan dugaan saya kayakk pas waktu kampanye kemaren..
    menjelek2an brand lain eh ternyata ada yang di unggulin..
    kwkwkwkwkwkkwkw

    aneh indonesia ini bersaing yang tidak sehat,,,
    ya mungkin admin memang kuat belinya hapeh mitot.. kwkwkwkwkw

    lucu lucu penulisnya..

  8. Pak herry, kalau baca di tekno.kompas sih katanya minggu ini Himax Polymer Octa Core akan Dirilis secara online di website resminya himax co id

    1. Pak Aji,

      Oh iya, memang. Tanggal 29 Agustus 2014. Tadi saat membaca komentar Anda, saya pikir jadwal penjualannya dimajukan dan sudah mulai dipasarkan.

    1. Pak Tomy,

      Kalau mengutamakan daya tahan baterai dan fitur USB OTG, silakan ambil P770.
      Kalau lebih memprioritaskan kamera, kenyamanan pemakaian, dan layanan pusat perbaikan resmi, silakan ambil L70.

  9. pak. saya ingin mengganti xperia m saya dengan android lain yang layarnya 5inc, saya punya dana sekitar 2,5 juta kebawah.. awalnya kepengin beli zenfone 5, tapi masih agak ragu.. kira2 ada rekomendasi lain pak? yang spek ya hampir menyamai zenfone 5, klo bisa jangan merk lokal.. terimakasih

    1. Pak/Bu Anggi,

      Kalau layar kurang dari lima inci apakah mau? Bila mau, ada Motorola Moto G 16 GB yang harganya Rp 2,249 juta.

      He… he… saya memang sangat jarang merekomendasikan merek lokal kok. πŸ™‚

    1. Pak Leos,

      Jawabannya, tidak tahu. Lha saya belum pernah coba.

      Yang di Lazada itu bukan pre-order, melainkan pendaftaran. Peminat masih harus berebut pada 4 September 2014 pukul 11.00-12.00.

  10. Pak Herry kalau cari smartphone 5 inch ke atas maksimal 5 juta sebaiknya beli apa ya, saya mementingkan kualitas foto dan tentu saja pasca beli. Beberapa hari yang lalu saya lihat iklan di kompas promo vibe Z 3.999.000. Sebetulnya saya bisa nitip keponakan beli Mi3 sih. Kalau Pak Herry pilih beli apa, di luar keduanya boleh juga sih. Makasih sebelumnya

    1. Pak Sofy,

      Kalau disuruh memilih Lenovo Vibe Z atau Xiaomi Mi3, saya lebih memilih Mi3 dengan alasan:
      1. Belum pernah coba dan sejak dulu ingin mencobanya.
      2. Beberapa teman saya yang memakai ponsel itu, termasuk satu teman yang mantan pemakai Vibe Z, mengaku puas. Jadi, saya makin penasaran deh.

      Bila di luar dua tipe itu, LG G2 boleh dipertimbangkan. Dengan anggaran maksimal Rp 5 juta, sepertinya baru bisa dapat G2 yang 16 GB, bukan 32 GB.

  11. saya sudah daftar preorder xiaomi 1s di lazada.iseng saja.ternyata kalau anggota langsung terdaftar saat 1 kilk saja.penasaran juga meski saya inginnya redmi note.iseng mau lihat apa xiaomi laris

  12. saya lihat dilazada ada diskon 250.000 jika beli diatas 1950.000 saya lihat motorolla g 16 giga 2.250.000 dipotong 250.000 jadi 2 juta.terasa sangat menarik.saya baca pak herry rekomendasi motorolla g

  13. Saya juga udah daftar tetapi jadi ragu karena ko herry belum review. Secara spec di kertas aku lht bagus tetapi bgmana ya kualitas purna jual dan ketahanan hp terutama bagi yang tahu di negara tetangga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *