Review Motorola Moto Z2 Play: Ternyata Bukan Dual SIM Hybrid

Pada Juli lalu, di sesi tanya jawab acara peluncuran Motorola Moto Z2 Play di Bangkok, Thailand, penulis alias HSW mengajukan pertanyaan kepada narasumber. “Dual SIM di Moto Z2 Play berwujud dual SIM hybrid atau dua selot SIM dan satu selot untuk kartu microSD?” tanya HSW.

Saat itu Danny Adamopoulos, Senior Director, Portfolio and Product Operations of Asia Pacific, Lenovo Mobile Business Group & Motorola Mobility, menjawab tegas, “Dual SIM hybrid.” Danny malahan sempat menjelaskan, hal tersebut dilakukan agar Moto Z2 Play bisa tampil lebih tipis.

Realitanya ternyata tidak demikian. Moto Z2 Play bergaransi resmi yang HSW uji pakai terbukti bukan menganut selot dual SIM hybrid. Dua kartu nano SIM leluasa diletakkan di satu sisi baki kartu. Sedangkan di sisi sebaliknya, pengguna bisa menempatkan satu kartu microSD. Tiga keping kartu itu kemudian dapat diselipkan bersamaan ke ponsel.

Dua nomor seluler bakal siaga bersamaan. Pengguna bebas memilih akan berinternet memakai nomor di selot SIM1 atau SIM2. Mana pun yang dipilih, nomor itu leluasa masuk ke jaringan 4G. Kalau dianggap perlu, langsung dari menu ponsel pengguna bisa mengunci nomor tersebut di jaringan 4G. Satu nomor lainnya takkan terbenam di jaringan 2G. Ia masih dapat menduduki jaringan 3G.

Moto Z2 Play kompatibel dengan layanan semua operator 4G LTE di Indonesia. Kala dipadukan dengan kartu Smartfren, pengguna bisa pula merasakan layanan native VoLTE. Aktivitas bertelepon dan ber-SMS di jaringan 4G dapat dilakukan tanpa perlu menginstalasikan aplikasi tambahan.

Saatnya membicarakan tampilan fisik. Kesan tipis langsung mencuat kala melihat Moto Z2 Play. Maklum, tebalnya cuma 5,99 milimeter. Panjang dan lebarnya 156,2 x 76,2 milimeter, sedangkan bobotnya 145 gram. Sisi belakang ponsel berbahan logam, bukan lagi kaca seperti yang digunakan di Moto Z Play.

Ada dua varian warna Moto Z2 Play yang beredar resmi di Indonesia. Yaitu, emas dan abu-abu. Nano coating yang diterapkan membuat ponsel tahan terhadap percikan air. Pantang iseng merendamnya ke dalam air, kecuali ingin beranjangsana ke pusat perbaikan resmi Motorola.

Ponsel Android 7.1.1 Nougat itu dibekali layar Super AMOLED 5,5 inci beresolusi full HD 1.920 x 1.080 piksel. Permukaan layarnya mengadopsi Corning Gorilla Glass. Gambar dan tulisan mampu disajikan dengan ciamik. Beberapa wallpaper bernuansa Indonesia, misalnya batik dan stupa Candi Borobudur, siap dipakai untuk mempercantik tampilan home screen.

Tombol navigasi virtual terdapat di bagian bawah layar. Agar tampilan layar lebih luas, pengguna bisa mengaktifkan fitur one button navigation. Dengan fitur itu, tombol navigasi bakal berpindah dari layar ke pemindai sidik jari.

Pemindai sidik jari? Ya. Normalnya pemindai sidik jari hanya berfungsi untuk mengunci dan membuka layar. Bila fitur one button navigation berstatus aktif, pemindai sidik jari akan memiliki fungsi tambahan. Sapuan jari ke kiri berfungsi sama dengan menekan tombol back, sedangkan sapuan jari ke kanan diterjemahkan ponsel sebagai tekanan atas tombol recent apps.

Bagaimana kalau ingin kembali ke home screen? Sentuhlah pemindai sidik jari dengan cepat. Satu kali saja. Kalau jari dibiarkan menempel agak lama di pemindai sidik jari, layar ponsel akan padam dan terkunci. Untuk membukanya, tempelkan lagi jari pengguna di sana.

Pemanfaatan pemindai sidik jari untuk menggantikan tombol navigasi awalnya terasa aneh. Namun, setelah HSW memakainya selama beberapa jam, fitur itu terbukti lebih praktis dan asyik. Enak tenan wis.

Kamera utama Moto Z2 Play beresolusi 12 megapiksel dengan fokus otomatis berpiksel ganda (dual pixel autofocus) dan lampu kilat. Lensanya memiliki bukaan f/1,7. Kalau difungsikan sebagai perekam video, ia sanggup menghasilkan klip video 4K Ultra HD.

Pengguna yang gemar bereksperimen layak mencoba mode profesional di kamera ponsel itu. Parameter pemotretan dapat diatur secara manual. Contohnya, pemfokusan, white balance, ISO, dan Ev compensation. Kecepatan rana juga bebas diubah mulai 1/6.000 detik sampai 1/3 detik.

Beralih ke kamera depan. Kamera dengan bukaan lensa f/2,2 itu mampu memproduksi foto beresolusi lima megapiksel dan klip video full HD 1080p. Tersedia lampu kilat untuk menambah pencahayaan di lokasi yang kurang terang.

Sama dengan Moto Z (dan sepertinya Moto Z Play yang tak pernah HSW uji pakai), saat ponsel terkunci, ada jalur cepat untuk mengaktifkan kamera. Putar/goyangkan ponsel sekitar 90 derajat dengan agak keras. Aplikasi kamera bakal langsung terbuka.

Prosesor delapan inti (octa core) Snapdragon 626 MSM8953 Pro 2,2 GHz, Wi-Fi, bluetooth, NFC, GPS, Miracast, RAM 4 GB, dan ROM 64 GB merupakan sebagian spesifikasi lain Moto Z2 Play. Saat ponsel baru dikeluarkan dari kardus, sisa memori internal mencapai 49,78 GB.

Radio FM di ponsel tersebut bisa diaktifkan tanpa perlu menancapkan handsfree berkabel. Siaran yang sedang didengarkan juga dapat direkam. Tak seperti Moto Z Play yang dibekali baterai tanam 3.510 mAh, kapasitas baterai tanam di Moto Z2 Play 3.000 mAh saja. Di tangan HSW, sekali diisi ulang baterai itu sanggup bertahan maksimal 16 jam.

Moto Z2 Play yang dijual Rp 6,499 juta tersebut memakai konektor charger USB tipe C. Bila dipadukan dengan charger bawaan atau charger lain yang mendukung Qualcomm Quick Charge 3.0, proses isi ulang dapat berlangsung secara cepat. Takkan menembus 1,5 jam.

Selama menguji pakai Moto Z2 Play, secara umum HSW merasa puas. Walaupun spesifikasinya tergolong kelas menengah, sensasi ber-Moto Z2 Play mendekati ponsel flagship. Dipakai menjalankan aneka aplikasi pun tetap selalu gegas. Temperatur sisi belakang-atas ponsel sesekali memang lebih tinggi dibandingkan kala hanya siaga. Namun, suhunya masih dalam batas wajar. Hangat, bukan panas yang berlebihan.

Daya tahan baterainya walaupun tidak istimewa masih bisa ditoleransi. Dengan durasi hingga 16 jam, HSW seringkali sudah sempat pulang ke rumah atau kamar hotel sebelum ponsel padam. Hanya beberapa kali ponsel telah padam ketika HSW masih berada di jalan atau mal.

Terkait kamera, tanpa mempertimbangkan harga ponsel yang Rp 6 jutaan, foto yang dihasilkan Moto Z2 Play tergolong cukup bagus. Namun, ketika faktor harga turut diperhitungkan, sejujurnya HSW berharap hasil jepretan kamera ponsel itu lebih bagus daripada sekarang.

Oh ya. Selama menguji pakai Moto Z2 Play, ada satu fitur yang sering bertingkah semau gue. Namanya, Moto Voice. Fitur itu memungkinkan pengguna mengakses aplikasi tertentu hanya dengan memberikan perintah suara. Misalnya, show me Gmail dan show me the calendar.

Entah mengapa, fitur tersebut berkali-kali mendadak terhenti. Kalau sudah demikian, restart takkan menyelesaikan masalah. Factory reset menjadi solusi satu-satunya. Untunglah Moto Voice bukanlah fitur favorit HSW. Seandainya ia merupakan fitur kesukaan, repot deh harus sering melakukan factory reset.

Jadi, apakah Moto Z2 Play layak dibeli? Anda yang mengidamkan ponsel tipis dengan kinerja umum memuaskan pantas membawa pulang ponsel itu. Supaya lebih maksimal, tak ada salahnya pemilik Moto Z2 Play melirik pula aneka Moto Mods yang sebagian di antaranya pernah HSW bahas di sini.

Bayangkan Anda memadukan ponsel itu dengan Moto Insta-Share Projector saat melakukan presentasi di hadapan bos. Beliau amat mungkin bakal terkesima. Salah satu Moto Mods generasi kedua, Moto Gamepad, kabarnya segera beredar resmi di Indonesia.

Sedikit informasi tambahan, Moto Mods kompatibel dengan semua tipe yang termasuk seri Z dan Z Play. Moto Mods yang dulu dibeli untuk Moto Z, misalnya, sekarang dapat digunakan di Moto Z2 Play. Jika ponsel generasi berikutnya kelak muncul, anggap saja namanya Moto Z3 dan Moto Z3 Play, peranti yang sama masih bisa dipakai.

Buat Anda yang senang sekali berganti ponsel, HSW menyarankan Anda berburu Moto Z2 Play bekas saja. Selisih harganya lumayan tajam. Harga ritel yang disarankan Rp 6,499 juta, harga pasar Rp 6 juta hingga Rp 6,1 juta, sedangkan harga bekasnya sekitar Rp 4,5 juta. Asumsinya, Moto Z2 Play bekas itu wajib dalam kondisi sangat mulus, lengkap, dan bergaransi resmi.

***

Berikut foto-foto yang dihasilkan kamera Moto Z2 Play. Semua dijepret tanpa mengaktifkan lampu kilat. Olah digital yang dilakukan hanya resize foto dan kompresi ukuran file.

Sejak kapan sambal pecel menjadi oleh-oleh khas Makassar ya?

Ketika mendengar nama Erajaya, Anda mungkin langsung terbayang dengan ponsel Xiaomi, gerai Erafone, atau garansi TAM. Tahukah Anda kalau mereka juga memiliki hotel di Makassar? Namanya, Gammara Hotel. Awal Agustus lalu HSW menginap di sana. Seperti inilah bagian luar hotel dan interior kamarnya.

Satu foto di bawah ini dijepret memakai kamera depan.

***

Screen capture Antutu Benchmark, Sensor Box for Android, dan kondisi awal RAM.

82 thoughts to “Review Motorola Moto Z2 Play: Ternyata Bukan Dual SIM Hybrid”

  1. Pertamax hehehe

    Keren pak, tapi masa sudah ada bekasnya?

    Selain kamera, menurut bapak, apalagi yg jadi titik lemahnya?

    Satu lagi.. apakah perangkat ini sendiri (bukan mods-nya), menurut bapak, dapat bertahan lama? (2-3 tahunan)

    Terimakasih

    1. Pak Hari,

      Sudah, Pak. Tak usah jauh-jauh mencari contoh. Dua teman saya sudah menjual Moto Z2 Play bekas.

      Harga yang terasa tinggi.

      Ya.

  2. Om, jika dibandingkan secara overall dengan LG G5se, mana yang lebih worth to buy? Adakah saran handphone dengan budget maksimal 7 juta? Suwun

    1. Pak Amin Hidayat,

      Dengan memperhatikan harga G5 SE yang saat ini Rp 3,999 juta, membeli G5 SE lebih menarik.

      LG V20. Carilah harga promo. Dua hari lalu saya dapat Rp 6 juta di sebuah situs belanja online. Barang dalam kondisi baru, bergaransi resmi, dan dapat bonus battery kit.

      1. Pak Herry, boleh tahu situsnya? Saya browsing2 LG v20nya ko tanpa battery kit dan angkanya mendekati 7. Trima kasih

    1. Pak Tesa,

      * Secara total dengan perhatikan faktor harga: G5 SE lebih unggul.
      * Kamera: G5 SE.
      * Baterai: Moto Z2 Play.

  3. Salam om, dgn pertimbangan tidak memakai moto mod dan mengutamakan kamera serta performa kira2 pilihan lain di harganya apa om?

    1 lg Oot om, kira2 pindah kl dr huawei p9 lite ke LG Q6 itu worth it gk om? Thank you

  4. Wah Pak HSW.. Review dan tips yang sangat bermanfaat!
    Harga jual kembalinya jauh sekali ya…
    Segera nih saya berburu second nya!
    Terimakasih ya Pak.

  5. Salam pak HSW
    Ada beberapa pertanyaan yg ingin saya tanyakan ,
    1. Faktor apa saja yang menjadi unsur pertimbangan TKDN produk ponsel?
    2. Apakah ponsel yang dirakit di luar negri , kemudian diimpor oleh importir resmi bisa dikatakan memenuhi TKDN , (tanpa harus dirakit/dibuat di indonesia)
    3. Apakah ponsel 4G saja yang harus memenuhi syarat TKDN suatu produk?
    4. Misalkan ada produk ponsel yang tidak memenuhi TKDN , kenapa banyak sekali produk ponsel garansi distributor beredar di pasaran,
    5. Apakah frekuensi 4G itu termasuk unsur TKDN,

    Maaf kalo pertanyaan terlalau banyak

  6. pak HSW,
    maaf oot pak, lg q6 sudah dijual resmi rp 3.200.000 dengan berbagai bonus & diskon. apakah pak HSW berencana me-riview nya?
    sepertinya menarik

  7. Maaf oot
    1. Di promo ny Xiaomi Redmi note 4 sdh mendukung native volte,, nah bgmn cara mengaktifkan ny? Soal ny tdk ad pilihan Lte only
    2. Kpn review nubia m2 akn diterbitkan?
    3. Varian zenfone 4 ap saja yg akn pak HSW review?
    Terimakasih

    1. Pak Jefri,

      1. Promo di mana nih? Saat dulu saya memakai Redmi Note 4, fitur VoLTE-nya belum aktif.

      2. Tampaknya masih lama. Uji pakai sebenarnya sudah 90% selesai, tetapi sampai 20-an September 2017 saya harus sangat sering ke luar Surabaya. Selama di sana jadwal saya padat.

      3. Yang sudah masuk resmi kan baru Zenfone 4 Max Pro. Ponsel itu akan saya review.

    2. kalau ingin mengaktifkan native volte di xiaomi tinggal merubah region dari indonesia ke india, sudah saya buktikan sendiri menggunakan redmi note 3 pro distri dan redmi 4a tam, tanpa root ?

  8. Pak Herry, kira2 review Q6 tidak? Soalnya, ukurannya menarik. Harga segitu jarang yang dimensi bodynya yang kompak

    1. Pak Andi,

      Mohon maaf karena baru malam ini saya sempat merespons.

      Ya. Saya sudah pesan secara pre-order di Blibli kok.

    1. Pak Hafiz,

      Hmm.. Pak Herey siapa ya? 🙂

      Mi 6 tanpa garansi resmi sehingga saya sudah tak mau mengomentarinya lagi.

  9. Om Herry, di luar garansi resmi atau tidak, mana yang lebih layak di beli Moto Z2 Play atau Xiaomi Mi 6 ? hasil kamera mana yang lebih baik ? Terima Kasih banyak om, sukses selalu.

    1. Pak @bangsaid,

      Ya, tergolong bagus. Namun, bila memperhatikan harga jualnya, seharusnya performa kamera ponsel itu lebih bagus lagi.

  10. Pak sekarang kan zamannya main moba. Menurut bapak hp apa yg paling bagus buat bermain game moba? Tidak lag dan tidak cepat panas. Apakah z3 compact termasuk? Terima kasih jawabannya pak

    1. Pak Abusha,

      Tak tahu. Lha menyentuh pun belum pernah. Saya sudah pesan via pre-order sih. Kelak saya review.

  11. pak HSW,
    permisi mau tanya pak, rekomendasi gerai yg menjual motorola dan lenovo bergaransi resmi di Surabaya di mana ya pak?
    terima kasih pak HSW
    sukses selalu buat blognya 🙂

    1. Bu Nanda Pratama,

      * WTC Surabaya: Garuda Teknik, Sentra, G Shop, dan Avenue.
      * Plasa Marina: Insight Technology, Peace Cell, dan Queen.

  12. Pak HSW

    Izin nanya.. smartphone yg cocok untuk driver ojek online apa y?? kriteria baterai awet dari pagi hingga sore.. dan budget maksimal 2,7 juta..

  13. Pak Herry SW,

    Bodi belakang mirip dengan moto e4 tanpa power yang saya lihat di Lazada, eh atau moto e4 yang mirip moto Z2.
    Ponsel motorola memang mempunyai ciri khas bodi beda dengan yang lain nih. Pak Herry lingkaran lebar di kamera itu ada fungsi khusus kah atau hanya membuat kesan lebih menarik plus ciamik?. Hehe agak penasaran pak.

  14. Hallo pak herry,
    Dibandingkan LG V20 bagus mana pak?
    Service center lenovo apakah sebagus LG? Bisa diharapkan?
    Kenapa Pak Herry tidak mau rekomen ponsel non-garansi resmi pak?

    Terima kasih
    Semoga Pak Herry sehat selalu

    1. Pak Alvo,

      Ya V20 dong. Beda kelas, Pak.

      Belum sebagus LG, tetapi sudah bisa dibilang cukup bagus.

      Sebab, selain layanan purna jual tidak jelas, orisinalitas, tingkat kebaruan, dan kompatibilitas dengan jaringan di Indonesia kadang meragukan.

    2. Selamat malam Pak Alvo, mohon diperkenankan saya bantu menjawab…
      Saya pernah menggunakan ponsel Lenovo dan LG serta pernah berurusan dengan pusat perbaikan keduanya.
      Menurut pendapat pribadi saya, pelayanan keduanya terpaut cukup jauh…
      Perbaikan Lenovo masih spt menganut sistem lama, misalnya HP harus ditinggal bbrp waktu selama masa perbaikan. Bahkan hasilnya stlh diperbaiki pun terkesan tidak rapi.
      Sedangkan LG, saya sudah menggunakan 3 ponsel LG, yg meskipun kualitas ponselnya sering acakadut, akan tetapi pusat perbaikannya bisa diandalkan Pak. Bahkan sampai saat ini pun saya masih menggunakan LG.
      Jd saran saya, jika bapak berniat membeli produk ponsel Lenovo, berdoa supaya ponaelnya tdk masuk pusat perbaikan…
      Sekian pendapat saya Pak, terima kasih.

  15. Pak Herry,

    maaf OOT.
    mau tanya mengenai HD Call. apa memang sudah diterapkan sepenuhnya di telkomsel?
    karena saya kalau telpon, kadang muncul HD, kadang tidak.
    dan memang kalau pas muncul tulisan HD, suaranya jernih pake banget. noise2 tidak terdengar.
    padahal Hp yang saya pakai tidak ada native VoLTE.
    itu gimana cara kerjanya ya?

    terima kasih.

    1. Pak Erik,

      Yang Anda alami sepertinya HD voice call di jaringan 3G. Saya kurang tahu sudah diterapkan di mana saja. Yang pasti, itu bukan VoLTE.

      Detail teknisnya terus terang saya juga kurang paham.

      1. Betul pak Herry, HD call di 2G dan 3G cuma codec saja AMR WB (Wideband). Claimnya lebih jernih daripada call biasa (narrowband). Kalau HD call di 2G dan 3G big three sudah support semua.

    2. Bantu jawab pak, kebetulan saya kerja di bidang telekomunikasi.

      Kalau native VoLTE tidak perlu setting apa2 di ponsel. Kalau jaringan seluler sudah mendukung VoLTE panggilan telepon akan otomatis lewat VoLTE (tidak di switch lg ke 2G atau 3G). Setau saya kalau Telkomsel, XL dan Indosat belum ada yg pakai VoLTE. Smartfren pakai VoLTE karena tidak ada pilihan, mereka tidak punya jaringan 2G dan 3G seperti big three karena awalnya jg bukan operator GSM, tapi dari operator CDMA (mati teknologinya di CDMA1x2000 yg selevel 3G WCDMA di GSM). Makanya jaringan CDMA mereka jg mati menyusul esia, telkom flexy dan Starone Indosat yg sudah duluan mati.

  16. Malam Pak Herry, apakah bapak mempunyai info tentang adik motorola z2 play, yaitu motorola g5s plus untuk masuk ke pasaran Indonesia?. Mohon bantuannya pak, berhubung saya sedang mencari gadget seperti moto g5s plus (harga menengah, kualitas mumpuni, fitur cukup lengkap), agar nanti saya tidak salah jalan & bisa menunggu jika memang masuk ke Indonesia. Terima Kasih.

    1. Pak Yohanes,

      Kinerja keseluruhan ponsel tak bisa ditentukan hanya dari satu faktor, dalam hal ini prosesor. Kalau tetap harus dijawab, Snapdragon 625 berpotensi lebih memuaskan daripada Snapdragon 435.

  17. Om heri, ijin curhat ya…

    – Saat ini smartphone yg masih menyediakan dedicated slot micro sd sangat jarang sy jumpai namun apa yg dberikan MOTO & LG V series patut sy apresiasi, tp utk meminang hp tsb sy masih ragu dg kemampuan daya tahan batreinya.
    – Utk pekerja lapangan spt sy daya tahan batrei, build quality dan qualitas daya tangkap signal adalah faktor penting dlm hal pemilihan gawai.
    Sempat melirik redNote 4, lenovo p2 dan asus zoom s, tp slot micro sd tdk dedicated dan tdk dlengkapi led flash camera depan, penting jg buat video call sm anak/istri malam2.
    – melirik samsung c9/A9 pro kegedan dan pakek SD653 finfet 28nm yg katanya cenderung boros daya dan panas.
    – zenfMax 4pro / infXNote4, Ram nya 3Gb dan apalgi max resolusi layar masih HD lagi, pengen minimal RAM 4Gb dan resolusi FHD.
    – adakah saran dan solusi gawai yg kiranya mendekati cocok dari om heri utk menghilangkan kegalauan ini ???
    Mohon maaf sebelumnya kalo kepanjangan, mathur thangkyu…

    1. Pak Cak Obin,

      Mungkin LG V20 + battery kit atau Moto Z2 Play + power pack ya. Intinya, selain daya tahan baterai, dua ponsel tersebut sebenarnya sesuai dengan kebutuhan Anda. Karena itu, saya kemudian menyarankan penggunaan battery kit atau power pack.

      Dengan battery kit, saat daya baterai di ponsel melemah, Anda perlu membuka penutup belakang ponsel, melepaskan baterai yang terpasang, lalu memasangkan baterai cadangan. Sedangkan dengan power pack, pemakaiannya lebih praktis. Moto Mods itu tinggal Anda tempelkan di sisi belakang Moto Z2 Play.

      1. Baik om hery sy manut sarannya, tp ijin satu pertanyaan lagi… tanpa pertimbangan budget untuk sektor daya tahan batrei saja om hery recomended yg mana antara V20 + battery kit atau z2 play + power pack ?
        Sebelumnya mathur thangkyu.

  18. 1. Dual Sim dan ada slot memori
    2. Layar Full HD
    3. Batre Gede dan bkn tanam
    4. internal 32 GB
    5. RAM 3 GB

    Hape apa koh herry, kalo bisa harganya di bawah 2 juta.

  19. Misi om..
    Kalo beli Asus Zenfone 3 max masih layak kah sekarang om?
    Soalnya kan sudah banyak beredar smartphone baru.
    Terima kasih om,
    Ditunggu jawabannya

  20. bagus sih , tapi modsnya itu apakah bisa mengubah kebiaasan masyarakat kita ? masyarakat kita kan ribet juga gpp contohnya aja membawa powerbank walaupun besar juga tetep di bawa . kalau pihak moto terus berkomitmen tinggi bisa saja sih hehehe…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *