Review Ninetology Insight i9430 dan Black Pearl II i9400: 0,3 Inci Bernilai 199 Ribu

Ninetology tak hanya menawarkan ponsel dual standby GSM-GSM berlayar sentuh dengan harga murah meriah. Acang alias gadget merek Malaysia buatan Tiongkok itu juga memasarkan ponsel pintar dual standby GSM-GSM. Misalnya, Insight i9430 dan Black Pearl II i9400 yang bersistem operasi Android 4.0 Ice Cream Sandwich (ICS).

Secara umum, tampilan fisik i9430 cukup cantik. Mungkin ada yang menganggapnya mirip seri Sony Xperia, mungkin pula ada yang menilainya serupa dengan Smartfren Andromax U. Mengacu pada keterangan yang tercetak di kardus, ponsel itu berlayar sentuh IPS 4,3 inci dengan resolusi 480 x 800 piksel.

i9430

Saat melepas plastik bawaan yang melapisi layar, pemilik baru i9430 harus berhati-hati. Cukup tanggalkan satu lapisan plastik yang bertuliskan angka 9. Biarkan lapisan kedua tetap menempel karena itu merupakan screen protector alias pelindung layar.

Sepasang kamera dibenamkan ke ponsel itu. Kamera belakang yang dilengkapi fokus otomatis dan lampu kilat mampu menghasilkan foto beresolusi delapan megapiksel. Sedangkan kamera depan maksimal memproduksi foto 1.600 x 1.200 piksel atau setara dengan 1,92 megapiksel. Bila difungsikan sebagai perekam video, masing-masing kamera sanggup menghasilkan klip video VGA. Kondisi itu sebenarnya kontradiktif dengan tulisan HD video yang tercetak di sisi kanan bodi ponsel.

Prosesor dua inti (dual core) 1 GHz, RAM 512 MB, selot microSD, Wi-Fi, bluetooth, GPS, dan mendukung layanan HSDPA merupakan sebagian spesifikasi lain i9430. Satu nomor yang diizinkan mengakses layanan 3G tidak wajib dipasangkan di selot kartu SIM1. Mau diselipkan ke selot kartu SIM2 juga boleh.

Ponsel yang sebagian tampilan menunya mirip ponsel Android merek Lenovo itu mendapatkan tenaga dari baterai lithium 1.800 mAh. Ruang penyimpanan i9430 dibagi dua, phone memory dan phone storage. Saat ponsel usai diformat, di antara 503 MB kapasitas total phone memory, terdapat ruang kosong 443 MB. Sementara itu, daya tampung phone storage masih utuh 2,07 GB.

Beralih ke Ninetology Black Pearl II i9400. Ia hadir dengan layar sentuh IPS 4 inci beresolusi 480 x 800 piksel yang, menurut penulis, performanya lebih bagus daripada layar i9430. Saat penulis mengecek ratusan email masuk, lalu menyapukan jari ke layar, layar bergulir mulus dari atas ke bawah atau sebaliknya. Hal serupa jarang terjadi di i9430.

i9400

Kamera berfokus otomatis plus lampu kilat di sisi belakang i9400 dapat menghasilkan foto beresolusi delapan megapiksel. Uniknya, di dekat lensa kamera itu tercetak tulisan 5.0 MP auto focus. Kalau difungsikan sebagai perekam video, ia sanggup memproduksi klip video VGA. Satu kamera lain terletak di sisi muka ponsel yang memakai baterai 1.600 mAh itu. Kamera tersebut hanya bisa menghasilkan foto dan klip video beresolusi VGA.

Ketika ponsel kali pertama diaktifkan, sebanyak 392 MB di antara 503 MB internal storage berstatus kosong. Sedangkan phone storage-nya masih utuh 2,05 GB. Spesifikasi lain i9400 relatif sama dengan i9430. Di antaranya, prosesor dua inti 1 GHz, RAM 512 MB, selot micro SD, Wi-Fi, bluetooth, GPS, dan mendukung layanan HSDPA.

Oh ya, ada satu hal yang sangat mengusik penulis. Ninetology menanamkan aplikasi M-Warranty di i9430 maupun i9400. Aplikasi itu menginformasikan peraturan garansi ponsel yang berlaku. Masalahnya, di halaman penjelasan masih tercantum kalimat this warranty is valid in Malaysia only yang berpotensi membingungkan pembeli di Indonesia. Ninetology sebaiknya membuang aplikasi M-Warranty dari ponsel yang dipasarkan di sini. Alternatif lain, bila tetap akan menyertakannya, kalimat demi kalimat yang tercantum di M-Warranty wajib disunting ulang dan disesuaikan lebih dulu.

Saat ini Ninetology Insight i9430 dijual Rp 1,299 juta, sedangkan Ninetology Black Pearl II i9400 dibanderol Rp 1,1 juta. Mengingat ukuran layar menjadi perbedaan utama di antara keduanya, bolehlah calon konsumen menyimpulkan “beda layar 0,3 inci ternyata bernilai Rp 199 ribu.”

13 thoughts to “Review Ninetology Insight i9430 dan Black Pearl II i9400: 0,3 Inci Bernilai 199 Ribu”

    1. Pak Tatan,

      Coba cari di pusat penjualan ponsel di kota Anda. Kalau di Surabaya, tersedia di WTC dan Plasa Marina.

    1. Pak Rizal,

      Untuk ukuran ponsel merek lokal (meski sebenarnya merek Malaysia), kualitasnya di atas rata-rata. Btw, pendapat saya itu mengacu pada ponsel Ninetology sebelum Agnes Monica turut terlibat ya. Kondisi terkini saya belum mengetahuinya karena belum pernah mencoba ponsel terbaru Ninetology.

  1. beberapa waktu lalu sempat lihat hp ini tapi masih ragu soal kualitasnya jadi saya ambil andromaz c sesuai budget yg terbatas.btw, wktu itu saya juga sempat lihat hp android merk tabulet ts 201.nah klo kualitas merk tabulet ini sendiri bagaimana menurut Pak Herry dan keluaran negara mana merk tabulet itu Pak.soalnya saya lihat sekilas dgn banderol harga 875rb tampak berbeda kualitaanya dibandingkan merk lokal seperti mito,evercoss,maxtron dsb.trm ksh Pak Herry.

    1. Pak Rizal,

      Tabulet itu merek lokal buatan China. Saya belum pernah me-review acang Tabulet, tetapi telah berkali-kali towel-towel sebentar saat mengunjungi pameran. Hasilnya, Tabulet selalu berhasil membuat saya membulatkan tekad untuk tidak membelinya.

    1. Bu Lidya,

      Sepertinya tidak ada deh. Jangankan di Banyuwangi, di Surabaya saja Ninetology praktis sudah almarhum kok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *