Review Ninetology Pandora A8000: Ini Acang Merek Malaysia

Konsumen di Indonesia sering menggeneralisasikan aneka merek ponsel sebagai ponsel China alias ponsel Tiongkok. Huawei, ZTE, Lenovo, Oppo, Haier, Cross, Mito, Advan, dan beragam merek lain semua dianggap sama: ponsel China.

Padahal, yang dimaksud dengan ponsel China itu bisa beragam. Ada ponsel merek global buatan China, merek China buatan China, merek lokal (Indonesia) buatan China, dan merek India buatan China. Kehadiran Ninetology ke pasar Indonesia menambahkan satu kategori baru.Yaitu, merek Malaysia buatan China.

Pandora-1

Ya, Ninetology merupakan acang alias gadget yang berasal dari Malaysia. Kalau sejarahnya ditelusuri, inisiator merek itu tampaknya pernah menangani merek CSL yang di sini sempat memanfaatkan Agnes Monica sebagai bintang iklan. Karena acang tersebut diproduksi di China, jadilah Ninetology sebagai acang merek Malaysia buatan China.

Logo Ninetology sangat sederhana. Cukup angka 9 berwarna merah. Mungkin pemilik merek ini percaya bahwa sembilan merupakan angka hoki. Nah, dengan mengembangkan Ninetology, ia yakin bakal sukses, dikaruniai keberuntungan, dan akhirnya menuai keuntungan.

Pandora A8000 adalah salah satu ponsel termurah yang diusung Ninetology. Prinsipnya, ia merupakan ponsel dual on GSM-GSM berlayar sentuh. Layar sentuhnya masih resistif, bukan kapasitif. Karena itu, layar A8000 akan merespons sentuhan jari, tusuk gigi, dan tekanan benda tumpul atau runcing lainnya.

Sepintas tampilan antarmuka (user interface) dan ikon-ikon yang tersaji di layar empat inci beresolusi 320 x 480 piksel itu layaknya  ponsel Android. Di bagian atas layar juga terdapat baris notifikasi yang bisa dinaikturunkan. Padahal, A8000 sebenarnya tidak bersistem operasi Android. Ia memanfaatkan sistem operasi proprietary.

Pandora-2

Buku telepon 300 nama multiple entry, Wi-Fi, bluetooth, GPRS, perekam suara, televisi, dan radio FM merupakan sebagian lain spesifikasi A8000. Siaran radio FM bisa dinikmati tanpa perlu menancapkan handsfree berkabel. Kalau mau, pengguna dapat pula merekam siaran yang sedang didengarkan.

Kamera di A8000 tanpa fokus otomatis, namun dibekali lampu kilat. Ia cuma mampu menghasilkan foto beresolusi terbesar 640 x 426 piksel. Lebih kecil daripada VGA yang berukuran 640 x 480 piksel. Kamera itu juga bisa difungsikan sebagai perekam video.

Memori internal yang leluasa dipakai pengguna hanya 120 KB. Karena itu, pengguna idealnya menyelipkan kartu microSD ke selot yang tersedia. Bila daya baterai lithium 1.000 mAh yang disertakan melemah, pengguna dapat mengisi ulang memakai dua pilihan konektor charger. Silakan pilih, mau lewat konektor micro USB atau konektor dua milimeter ala Nokia.

Kemampuan menyaring panggilan masuk lewat fitur black list dan white list menjadi sisi positif A8000. Hal yang menarik, fitur black list di ponsel itu sanggup langsung menendang panggilan tanpa penelepon sempat mendengar nada sambung.

Penerimaan siaran televisi yang kurang peka, kamera yang berkinerja amat buruk, dan tampilan layar yang tak nyaman saat dipandang dalam posisi horizontal merupakan sederet sisi minus utama A8000. Namun, pembeli memang tak pantas berharap banyak mengingat ponsel itu “hanya” dijual Rp 379 ribu.

23 thoughts to “Review Ninetology Pandora A8000: Ini Acang Merek Malaysia”

  1. beli dimana Pak? ninetology sudah agak lama memperkenalkan diri, namun selama ini gaungnya seperti tidak terdengar.

    oh iya, kalau tidak salah dulu ninetology mengakunya merk asia, tidak mau dibilang merk indonesia. entah apa maksudnya

  2. Pak Dipr2,

    Di WTC Surabaya ada beberapa toko yang menjualnya. Mestinya di Plasa Marina juga ada.

    Saya malahan baru tahu kalau Ninetology pernah mengaku sebagai merek Asia. Tapi, ya nggak salah juga sih. Ninetology merupakan merek Malaysia, sedangkan Malaysia kan termasuk Asia.

  3. Pak Dipr2,

    Ini barusan saya carikan info yang lebih mengerucut. Kalau di WTC, yang stok Ninetology-nya banyak di Channel, lantai 3, ruang 326.

  4. Pak Dipr2,

    Mestinya di Jakarta ada, tetapi saya dan Bapak kebetulan tidak mengetahui lokasinya. Lha wong yang di Surabaya itu kan kulakannya dari Jakarta.

    Thanks update-nya tentang merek ASEAN. Ya itu kan bisa-bisanya bahasa marketing mereke.

  5. Bpk Herry,
    selain di twitter dan tabloid, untuk tanya jawab di media mana lagi ya???
    maaf, Saya mau tanya ttg hal yang tidak nyambung lagi dng topik.
    ttg baterai sony xperia yang embedded/non removable.. berapa lama umumnya baterai non removable kehilangan maximum daya ya?. Jika saya googling, solusi di luar negeri, beli spare parts melalui toko online.
    Apakah di kota besar seperti surabaya ada yang jual spare part khusus smartphone yang bisa dibeli eceran.
    Misal saya beli baterai xperia sola & bongkar sendiri, karena saya takut service center nya sampai berbulan2, padahal tablet saya merk china bisa diganti spare part tidak sampai 3 hari ha ha ha.
    di mana ya beli spare part pecahan gitu?
    terima kasih sebelumnya.

  6. Pak Bill,

    Di tabloid saya malahan sudah tidak melayani tanya jawab. Tanya jawab dapat dilakukan via Twitter dan blog ini.

    Kemampuan baterai, baik yang ditanamkan maupun yang bisa dilepas pasang, biasanya mulai menurun setelah dipakai 1,5-2 tahun. Baterai tidak langsung rusak total, melainkan performanya menurun. Anggaplah dulu sekali charge bisa dipakai 48 jam, kini cuma 36 jam.

    Asalkan ponsel yang digunakan masih bergaransi resmi atau eks-bergaransi resmi, pusat perbaikan resmi ponsel itu mestinya bersedia melayani penggantian baterai. Tetapi, seharusnya mereka takkan bersedia melayani kalau Anda membawa suku cadang sendiri.

  7. Pak Bill,

    Oh ya, asalkan suku cadang sedang tersedia di pusat perbaikan resmi, penggantian bisa dilakukan dengan cepat. Paling hanya satu hari kerja. Bahkan, kalau sedang sepi, dapat ditunggu.

  8. Iya pak setuju, saya pernah ganti tombol tengah nokia C3 & lcd pecah BB pearl,kebetulan semuanya bisa ditunggu,,, tapi jadi momok juga waktu dengar cerita teman mau ganti LCD sony ericson zylo, mendapat jawaban “waduh sudah tidak diproduksi lagi”,, ha ha ha.
    Baik terima kasih pak atas jawabannya, mungkin saya pertimbangkan untuk cari handphone pengganti yang masih removable battery.

  9. Assalamu’alaikum…
    Bapak..saya pengguna ninetology i8400 saat ini batreynya rusak/melembung..saya cari spart part nya dijember tdak ada. Hrus cari di mna ya?..spart part merek lain tidak ada yg cocok.
    Terima Kasih

    1. Pak Mohe,

      Saya tak tahu bisa diganti di mana. Sebab, Ninetology sepertinya sudah almarhum. Saya tidak pernah lagi melihatnya di pasar.

    1. Pak Ahlan,

      Merek itu sudah almarhum dari Indonesia. Rasanya Anda harus berburu di tempat penjualan suku cadang dengan membawa touchscreen lama Ninetology itu. Jadi, dicocok-cocokkan deh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *