Review Nokia 301: Diam-Diam Menghanyutkan

Kejarlah ilmu sampai ke negeri China. Ungkapan itu sering terdengar di dunia pendidikan. Dalam keseharian penulis, kalimat tersebut bisa berubah menjadi kejarlah ponsel sampai ke negeri orang. Itulah yang terjadi ketika penulis sudah kebelet mencicipi Nokia 301 dual SIM.

Kehadiran 301 diumumkan Nokia pada ajang Mobile World Congress di Barcelona, Spanyol, Februari 2013. Ponsel itu tersedia dalam dua varian, single SIM (satu kartu) dan dual SIM. Selain 301, Nokia mengumumkan rencana pemasaran 105, Lumia 520, dan Lumia 720.

301-1

Sebulan kemudian sertifikasi postel atas 301 sudah dikantongi oleh Nokia Indonesia. Bulan berikutnya, distributor resmi Nokia di Indonesia juga telah memperoleh sertifikasi postel. Namun, entah mengapa, ponsel candy bar yang tersedia dalam pilihan warna hitam, putih, biru muda, magenta, dan kuning itu tak kunjung muncul. Padahal, 105, Lumia 520, dan Lumia 720 yang diumumkan bersamaan sudah dijual di pasar.

Hasrat mencoba ponsel dual SIM pertama Nokia yang mendukung layanan 3G itu tak tertahankan lagi. Karena mengetahui di Malaysia ponsel tersebut sudah beredar dengan harga 289 ringgit, penulis memutuskan titip beli kepada teman. Perburuan oleh tiga teman memberikan hasil sama. Yaitu, 301 yang tersedia baru versi single SIM.

Perburuan dilanjutkan ke Thailand dan Singapura oleh teman penulis yang berbeda. Lagi-lagi ponsel yang dijumpai hanya single SIM, bukan dual SIM. Harga saat itu kalau dirupiahkan sekitar Rp 900 ribu. Terakhir, penulis mendapatkan info bila 301 dual SIM telah beredar di India, Bangladesh, dan Pakistan. Masalahnya, tidak ada teman penulis yang sedang berkunjung ke tiga negara itu.

Penantian dan perburuan panjang itu berakhir pada penghujung Juli 2013. Tanpa iklan dan tanpa materi penunjang promosi, 301 dual SIM bergaransi resmi Nokia Indonesia memasuki pasar. Tentu Anda bisa menduganya, penulis langsung meminang satu unit 301 itu.

301-2

Tak sia-sia menunggunya berbulan-bulan. Ponsel tersebut memiliki tampilan fisik yang cantik. Keypad-nya nyaman digunakan oleh pengguna berjari tangan besar. Layarnya yang 2,4 inci dan beresolusi 320 x 240 piksel tergolong besar untuk sebuah ponsel candybar.

Dua nomor GSM bisa siaga bersamaan. Nomor yang diselipkan di selot pertama diperkenankan masuk ke jaringan 3G. Asalkan didukung oleh operator GSM yang dipakai, pengguna dapat menikmati layanan HSDPA dengan kecepatan unduh sampai 7,2 Mbps.

Ingin menyinkronkan kontak 301 dengan Microsoft Outlook di laptop pun dapat dilakukan dengan mudah, baik lewat kabel data maupun bluetooth. Daya tampung buku telepon ponsel itu mencapai seribu nama multiple entry. Satu nama bisa dipadukan dengan beberapa nomor telepon dan alamat email.

Satu bonus yang sebelumnya tak penulis ketahui, 301 ternyata menggunakan micro USB sebagai konektor charger dan kabel data. Awalnya, penulis menyangka ponsel itu masih setia dengan konektor charger dua milimeter alias bundar kecil ala Nokia.

Ponsel berdimensi fisik 50 x 114 x 12,5 mm dan berat 102 gram itu dibekali kamera beresolusi 3,2 megapiksel. Tanpa fokus otomatis dan tanpa lampu kilat. Tidak tersedia kamera di sisi muka 301. Meskipun demikian, pengguna yang senang memotret diri sendiri tanpa bantuan orang lain bisa melakukan hal itu dengan mudah. Caranya, manfaatkan fitur self portrait yang ada di dalam menu kamera.

Self portrait adalah fitur yang mempermudah pengguna memotret diri sendiri. Ponsel akan memberikan panduan suara yang meminta pengguna menggerakkan ponsel ke kiri, kanan, atas, atau bawah sampai diperoleh posisi terbaik. Bila posisi terbaik telah didapatkan, ponsel bakal berkata “oke” dan sesaat kemudian menjepret secara otomatis. Dari belasan kali melakukan uji coba, komposisi foto yang dihasilkan self portrait, menurut penulis, cukup baik. Fitur itu tak berfungsi optimal bila pengguna berada di lokasi berpencahayaan temaram atau berlatar belakang sangat terang.

301-3

Perekam video beresolusi 320 x 240 piksel, radio FM yang siarannya bisa direkam, bluetooth, SIM tool kit, memori internal 256 MB, dan selot microSD merupakan sebagian spesifikasi lain 301. Ada pula pembuat panggilan telepon palsu alias fake call yang di ponsel itu diberi nama simulate call.

Untuk mengetahui jumlah pemakaian internet, SMS, dan panggilan telepon, pengguna tinggal masuk ke menu counters. Bila suatu saat pengguna berada di tempat baru dan membutuhkan informasi lokasi ATM, restoran, atau SPBU alias pom bensin, jalankan saja Nokia Nearby. Informasi yang diperlukan segera tersaji di layar ponsel. Penentuan lokasi mengacu pada informasi yang diterima dari BTS operator, bukan GPS. Sebab, 301 memang tak memiliki GPS terintegrasi.

Beragam aplikasi tambahan bisa ditemukan di dalam menu My Apps. Di antaranya, Converter, Facebook, Goal untuk mengetahui aneka informasi terbaru tentang sepak bola, dan Twitter. Hal yang mengejutkan, aplikasi eBuddy yang telah melewati masa keemasannya ternyata juga ditanamkan ke 301.

Enam permainan dibenamkan ke ponsel itu. Silakan pilih ingin memainkan Asphalt 6 Adrenaline, Green Farm, Let’s Golf, Little Big City, atau Midnight Pool 3. Sebagian permainan berstatus demo sehingga hanya dapat dimainkan dalam periode terbatas.

Selama menguji pakai 301 yang mendapatkan sumber tenaga dari baterai BL-4U berkapasitas 1.200 mAh tersebut, penulis merasa puas. Ponsel nyaman dipakai dan tak pernah mendadak macet. Satu-satunya masalah yang penulis temukan, baterai ponsel itu gagal di-charge sampai penuh saat penulis padukan dengan kabel charging tertentu. Di antaranya, kabel bawaan ponsel Lenovo P700i dan kabel charging merek Neo. Masalah serupa tidak terjadi kala penulis memakai kabel charging ponsel lain, termasuk kabel charging pihak ketiga bermerek Delcell.

Dengan memperhatikan spesifikasi, kinerja, dan harga jualnya yang berkisar Rp 815 ribu, 301 adalah ponsel dual SIM Nokia terbaik yang pernah penulis coba. Ia menggusur Nokia X2-02 dari tahta yang sudah didudukinya sejak April tahun lalu. Umpama dilengkapi Wi-Fi, 301 akan lebih memikat.

Satu predikat tambahan pantas disandang 301. Ia adalah ponsel yang diam-diam menghanyutkan. Hadir tanpa iklan, tetapi sangat layak dibeli. Sampai penulis tuntas mengetikkan tulisan ini, entah mengapa, ponsel itu belum disajikan di situs Nokia Indonesia. Padahal, ponsel tipe lain yang dirilis setelah 301 justru sudah terpampang di sana.

114 thoughts to “Review Nokia 301: Diam-Diam Menghanyutkan”

    1. Pak Sanjaya,

      Kamera 301 fixed focus, bukan auto focus. Kalau dipakai memotret dalam jarak dekat, hasilnya cenderung buruk. Tidak direkomendasikan memakainya untuk mengabadikan slip ATM.

      Bila sangat terpaksa, pemotretan harus dilakukan di luar ruangan yang benar-benar terang. Plus, jarak pemotretan setidaknya sekitar satu lengan orang dewasa.

  1. Akhirnya ,dengan review ini saya merasa mantap untuk membeli Nokia 301 …terimakasih Pak Herry, reviewnya tepat waktu seperti yang bapak katakan kemarin dan tentunya sangat membantu bagi para user apalagi yang doyan gonta-ganti dan menjajal ponsel seperti saya 🙂

  2. Saya juga tertarik, untuk nemenin Android keknya seru. Tapi saya Google kok banyak keluhan bahwa batterainya boros bgt, dan ponsel sering terkonek ke internet terus. Asumsi update FB, Twitter dsb

    1. Pak Liat2aja,

      Dengan perilaku pemakaian seperti di bawah ini, satu kali di-charge, baterai 301 rata-rata bisa bertahan tiga hari:
      * Ponsel selalu siaga. Tak pernah dipadamkan.
      * Dua nomor selalu siaga. Satu di jaringan 3G, satu lagi di jaringan 2G.
      * Digunakan untuk bertelepon dan sedikit SMS.
      * Sesekali dipakai untuk browsing.
      * Bluetooth diaktifkan saat perlu sinkronisasi dengan laptop.

      Kalau 301 saya biarkan selalu online ber-WhatsApp, baterai bakal habis dalam waktu sekitar lima jam.

  3. Itu 301 bisa untuk email dan buka attachment office kah? Jika dibanding asha 210 untuk whatsapp, email & browsing bagaimana pak?

    1. Pak Visitor,

      Email bisa. Kalau attachment, bergantung attachment apa dulu. Foto bisa, file Office tak bisa.

      Untuk email dan browsing, 301 jauh lebih nyaman daripada Asha 210. Penyebab utamanya, 301 mendukung layanan 3G, sedangkan Asha 210 hanya GPRS/EDGE.

      Kalau untuk WhatsApp, normalnya 301 tak bisa. Praktiknya, bisa diakali meski terus terang saya sangat tidak merekomendasikannya. Sebab, satu nomor yang lain akan nyaris selalu kehilangan sinyal. Konsumsi baterai juga menjadi sangat boros.

  4. melihat penampilan fisiknya, terutama bagian belakang, mengingatkan pada nokia asha 210 yang berwarna sama kuning, hanya saja berbentuk langsing. secara fitur juga mirip, hanya saja asha 210 ada wifi dan mentok di GPRS/EDGE, belum 3G, dan merupakan telpon qwerty.

    1. Pak Ryosaeba,

      Benar, kuningnya 301 sama dengan Asha 201 dan Lumia 720. Namun, saya melihat 301 ini agak dianaktirikan oleh Nokia Indonesia. Sudah beredar sebelum Asha 210, tetapi kehadirannya relatif tidak dipromosikan. Kondisi berbeda terjadi dengan Asha 210. Baru menjelang beredar pun sudah diiklankan. Di pusat-pusat penjualan ponsel juga disebarkan poster dan flyer.

    1. Pak Azizy,

      Tidak ada aplikasi Quick Office dan pembaca file PDF. Kalau dicermati, Nokia 301 ini sebenarnya masih tergolong feature phone, bukan smartphone. Jadi, wajar deh bila ia tidak dibekali aplikasi Office.

      Buat saya, 3G lebih penting karena lebih nyaman untuk beraktivitas mobile. Kalau ada 3G plus Wi-Fi, nah itu lebih baik lagi.

  5. Saya berburu nokia ini dan Alhamdulillah dapat. Sayang, hanya bertahan 1 bulan karena penerimaan sinyalnya sangat buruk kualitasnya. Dua slot sim, saya isi pake telkomsel dengan jarak BTS dari rumah sekitar 1 km. Sering hilang sinyal.

    1. Pak Zaki,

      Lho… saya justru merasa penerimaan sinyal 301 tergolong bagus. Apakah sempat coba membawanya ke pusat perbaikan resmi Nokia untuk dicek? Apakah pernah pula mencoba memasangkan kartu lain?

    1. Pak Adhytia Rahman,

      Ada. Tetapi, tidak ada “hot button” yang memungkinkan perekaman bisa dimulai hanya dengan satu kali menekan tombol ya.

      Saat sedang bertelepon, bila ingin merekam, pengguna harus memilih options, more, lalu record.

  6. entah kenapa saya selalu suka HP Nokia bertampang candy bar klasik spt ini. mulai dari dulu punya Nokia 8310 terus Nokia 6610i hingga sekarang saya pakai 7210 supernova. HP berbody spt ini lebih tahan banting. entah sudah berapa kali HP yg sy sebutkan itu terjatuh. dengan review ini membuat sy tertarik utk memiliki HP Nokia 301. terimakasih mas Herry.

  7. pak Herry.
    Saya menggunakan nokia 301, apa bisa saya pake Micro Sd 16GB Class 10..?
    Walaupun spesifikasi up to 32GB, tp saya tdk terlalu yakin.

    1. Pak Fadhil,

      Saya tak berani memastikan bisa tidaknya. Dugaan saya sih bisa, tetapi tidak nyaman.

      Yang pernah saya coba adalah memasangkan microSD 8 GB. Hasilnya, bisa dan masih nyaman.

  8. 1.Di Spesifikasi nya memory internal 256 Mb tp knpa memory yg sbnar nya hanya 178 Mb..?

    2.awet atau tidak nya ponsel itu di lihat dari kapasitas MaH nya atau stanby nya.?
    Karena saya punya 2 ponsel, pertama nokia asha 200 kapasitas baterai 1430 mah stanby 550 jam.. Kuat internet 9 jam, sedangkan nokia 301 kpasitas baterai 1200 mah stanby 888 jam tapi cuma kuat internet 5 jam dngn sinyal edge..?
    Jadi awet tidaknya baterai itu ditentukan mah atau stanby..?

    1. Pak Fadhil,

      1. Sebab, sebagian memori terpakai untuk sistem operasi dan aplikasi bawaan.

      2. Awet tidaknya baterai ponsel dipengaruhi banyak hal. Tidak bisa hanya dengan melihat kapasitas baterai (satuannya mAh) dan waktu siaga (di situs produsen biasanya ditulis dengan satuan jam).

      Katakanlah Anda memiliki dua ponsel berbeda dengan kapasitas baterai yang sama. Sebut saja, 2.500 mAh. Dengan perilaku pemakaian yang sama, bisa jadi konsumsi baterai di ponsel A lebih hemat daripada ponsel B atau sebaliknya.

      Angka-angka mengenai waktu siaga yang Anda sebutkan di atas diperoleh dari mana? Kalau dari situs produsen ponsel atau iklan, sebaiknya diabaikan saja. Tidak peduli apakah merek dan tipe ponsel yang Anda sebutkan, realitanya di sini pasti lebih singkat daripada yang tercantum di halaman spesifikasi atau iklan.

  9. pa itu hp nya udah ada you tubenya belum? kalo belum, bisa ga donlot dari storenya?,,trus yg fitur 3G nya yg sim 1 apa sim 2?..kalo di sim 1 bisa ga 3G nya di seting ke sim 2 yang ada di luar (bukan dalem batre) soalnya saya pake buat modem juga kartunya jadi sering di pasang cabut?…
    sebelumnya maaf kalo pertanyaanya terlalu banyak soalnya saya udah ngebet pengen beli…

    1. Pak Dedi,

      Tidak ada YouTube. Perlu Anda ketahui, Nokia 301 sebenarnya bukan membidik penggemar multimedia. Meskipun bisa “dipaksa” membuka YouTube, Anda takkan merasa nyaman deh.

      Yang bisa 3G hanya SIM1. SIM2 tidak bisa masuk ke jaringan 3G.

  10. udah beli nih..desain’a menurut saya keren,,saya beli yg warna kuning pngn’a yg biru ato item tp ga dpt itu juga masi untung bisa beli yg kuning, asli ni hp susah nyarinya pedagangnya pada bilang klo 301 udh ga ada lagi di pasaran…

    1. Pak Dedi,

      Sejak 301 belum muncul di sini, saya sudah mengincar warna kuning. Karena itu, saya sempat terlambat membeli ponsel tersebut. Sebab, pada hari-hari awal beredar, yang tersedia warna hitam saja.

    1. Pak Eksa,

      Maaf baru bisa menjawab pertanyaan lagi. Karena padatnya aktivitas, sampai minggu pertama Desember 2013 saya akan lambat dalam merespons pertanyaan.

      Paket penjualannya standar saja sih. Ada ponsel, baterai, charger, dan handsfree berkabel. Kardus, buku, dan kartu garansi tentu juga disertakan.

      Kualitas musik biasa-biasa saja. Tidak jelek, tetapi juga tidak istimewa.

    1. Pak Sutisna,

      Hmm… di Bandung pasti ada deh. Kalau kesulitan menemukannya, coba kunjungi gerai penjual Nokia berjaringan nasional. Misalnya, Global Teleshop, Oke Shop, Erafone, dan Sentra Ponsel. Harga ritel resmi Rp 975 ribu.

  11. Trus berapa harga Nokia 301 yg di tawarkan oleh Nokia kepada kami atau konsumen?? Mudah-mudahan terjangkau dan tak terlalu mahal, soalnya jika harga nya mahal atau setara dengan harga Android atau touch screen-touce screen lainnya tentunya masyarakat akan lebih memilih yg lain.. Terima kasih

    1. Pak Oscar,

      Saya lupa pernah mencoba memfungsikan 301 sebagai modem eksternal atau tidak. Seingat saya, belum pernah. Mestinya ponsel itu bisa difungsikan sebagai modem eksternal via kabel data.

    1. Pak Rio,

      Tidak ada. Di Nokia, fitur itu biasanya justru tersedia di Nokia seri 30 (S30) yang lebih murah. Kalau 301 kan termasuk S40.

  12. Mf pak, bpk pny nokia 301 yg single sim ? Msh ada g pak ? Jika msh boleh sy beli ? Tlg sms pak 081295001600 , trm ksh .

  13. pak herry mau tanya klo mau beli pilih yg mana antara nokia asha 301 dengan asha 210?layarnya enak yg mana klo utk baca tulisan?utk notes juga enak yg mana?terima kasih

    1. Pak Sonny,

      Jawabannya, lebih tepat melirik Nokia 301. Btw, Nokia 301 bukan seri Asha. Tidak ada ponsel dengan nama lengkap Nokia Asha 301.

  14. pak herry maaf mau tanya lagi, klo hp diatasnya 301 yg dual sim, lsyar lebar, bisa cari nama kontak secara smart(maksudnya bisa mencari nama depan ato nama belakang) , qwerty/numeric, itu ada rekomendasi apa ya pak herry?

  15. Pak Herry

    Berapa jumlah maksimum data kontak yang bisa tersimpan dalam Nokia 301 ini ya ? Apakah data kontak bisa dialihkan menyimpannya ke memmory External ?

    1. Pak Pringgo,

      Maksimal 1.000 nama multiple entry.

      Apakah bisa dipindah ke memori eksternal? Saya tak memperhatikannya. Seharusnya tidak bisa.

  16. pak Herry saya mau bertanya, apakah, nokia 301 ini bisa menjalankan whatsapp ? dan apakah fitur emailnya bisa push mail tidak ? terima kasih pak herry atas reviewnya sangat membantu

    1. Pak Indra,

      Bisa WhatsApp. Email bisa diatur supaya always online.

      Kalau Anda memang membutuhkan WhatsApp dan push email, saran saya, jangan beli Nokia 301. Ponsel itu bukan pilihan bijak buat Anda. Dengan kebutuhan seperti itu, baterai 301 akan minta di-charge dalam 3-4 jam saja. Anggaplah anggaran Anda maksimal sama dengan harga jual 301 baru saat ini, lebih baik Anda membeli ponsel Android entry level.

  17. Pak Herry..Nokia 301 punya saya di SIM 2 nya tidak bisa menelpon keluar, tapi kalau sms keluar+masuk bisa saja. Jadi di SIM 2 nya memang tidak bisa untuk menelpon keluar ya Pa Herry?

    1. Pak Afrizzal,

      Mohon maaf karena saya baru bisa merespons pertanyaan pada saat ini. Beberapa hari terakhir saya terkena sinusitis sehingga kesulitan berlama-lama menatap layar laptop atau ponsel.

      Kartu SIM2 di 301 bisa dipakai untuk telepon keluar masuk maupun SMS keluar masuk. Notifikasi gagal apa yang Anda dapatkan saat coba menelepon memakai kartu SIM2?

  18. Salam kenal pak herry..Saya baru nemu web ini nih, gara2 saya mau beli nokia 301 dan saya googling “review nokia 301 indonesia”.
    Saya liat di web nokia, 301 bisa whatsapp ya..tapi saya liat disini, batere jadi sangat amat boros kalo berwhatsapp..itu boros karena whatsapp nya ? ato karena sering chatting ? ato karena mobile data yg aktif ?
    gimana kalo saya install whatsapp tapi whatapp nya ga gitu sering dipake ? whatsapp sy disini cuma untuk org2 yg menurut saya penting aja kok, pemakaian juga ga se-“aktif” org2 yg suka chatting di android..

    1. Pak Darius,

      Dulu saat menguji pakai 301, ponsel itu standarnya belum bisa mengunduh WhatsApp secara langsung. Jadi, harus pakai jurus akal-akalan. Baterai amat boros biarpun cuma siaga. Tidak aktif dipakai chatting.

      Nah, beberapa bulan kemudian, telah muncul update firmware untuk 301. Pengguna bisa mengunduh dan menginstalasikan WhatsApp dengan lebih mudah. Saya tak tahu bagaimana tingkat konsumsi baterai pada saat itu.

  19. Thx jawabannya Pak Herry.
    Saya berencana untuk menjadikan smartphone android akan saya jadikan HP sekunder aja, karena saya ga tahan sama daya tahan baterenya. Jadi saya sedang mencari HP utama untuk komunikasi saja; telp dan instant message. Yg penting daya tahan batere nya kuat. Saya pikir saya mau beli nokia 301 ini, karena saya sudah cocok pakai nokia. Saya dari dulu sangat puas dengan nokia2 lama saya. Tapi ternyata 301 kurang prima untuk instant messaging ya.

    Ada saran Pak Herry ?

    1. Pak Darius,

      Saran saya, ponsel Android saat ini dan calon 301 yang batal dibeli itu diringkas dalam satu ponsel saja. Cari ponsel Android dual SIM yang daya tahan baterainya di atas rata-rata.

      Contoh yang sangat di atas rata-rata: Lenovo P780 8 GB. Harga baru Rp 3 juta.
      Contoh yang di atas rata-rata: LG L90 dengan harga baru Rp 2,999 juta. Ponsel ini juga bisa difungsikan sebagai remote control TV.

  20. Kenapa ya ga ada “merek bener” yg bikin smartphone yg punya keyboard fisik dan daya tahan batere yg kuat. Saya rasa bakal laku tuh, ga perlu canggih2 bgt, ga perlu layar gede2 bgt. Kayanya emang harus ada yg dikorbanin. Sy harus terima ga ada keyboard fisik, hehe. Thx sarannya Pak Herry.

  21. apa ada fasilitas backup kontak dan pesan? untuk berjaga dari kemungkinan rusak atau hilang, seperti yang ada di hp samsung, yang backup kontaknya dapat dibuka di PC/laptop

    1. Pak Shiddiq,

      Di ponselnya tidak ada menu backup.

      Secara berkala hubungkan 301 + Nokia PC Suite dengan laptop/PC. Dengan demikian, Anda memiliki salinan kontak dan SMS.

  22. pak hery.

    mau tanya !!
    sy mau beli nokia 301 nah menurut pak heri cocok warna apa untuk di bawa”
    sy suka dengan model ya apa lagi mempunyai kartu 2.

    mohon penerah nya pak hery, trimsk

  23. Pak, mohon info dimana bisa beli nokia asha 301?
    Di counter2 tidak ada, di online juga tidak ada stok. Saya ingin sekali membelikan ibu saya. Terimakasih.

    1. Bu Nika,

      Ini yang Anda maksud Nokia 301 atau Nokia Asha 310 ya? Sebab, tak ada tipe Asha 301.

      Kalau 301, mestinya masih bisa dijumpai di pusat penjualan ponsel. Karena kini semakin jarang toko yang mau kulakan Nokia, Anda memang harus rajin keluar masuk toko.

      Sementara itu, bila yang Anda cari Asha 310, saat ini sudah sulit sekali menemukan ponsel itu dalam kondisi baru.

  24. Tanya pak kenapa sinyal 3g nxa kalo di aktifkan tulisanya data ponsel tidak tersedia padahal data ponsel udah aktif
    kalo aktif 3g nxa malah sinyal nxa gak ada gak tau minggat kemana hehe mohon solusinya.

    1. Pak Abudarisyurga,

      Silakan mengetikkan ulang pertanyaan Anda dulu dengan kalimat yang lebih jelas dan tidak disingkat-singkat.

    1. Pak Abudarisyurga,

      Yang Anda maksud Nokia 301 kan? Sebab, tidak ada Nokia Asha 301.

      Kalau membaca cerita Anda, kemungkinan Anda sedang berada di lokasi yang tidak termasuk dalam area layanan 3G. Karena itu, saat ponsel Anda “paksa” masuk ke jaringan 3G, sinyal justru menghilang.

    1. Pak Arif Hidayat,

      Maaf, tak tahu. Saya tidak pernah terpikir mencoba melihat YouTube di 301 karena, menurut saya, itu ibarat ingin ngebut dengan kecepatan 150 km/jam memakai sepeda pancal.

  25. Saya baru saja menemukan website pak heri saya sangat tertarik bagaimana caranya saya bisa berlanggan review dari bapak lewat email….tentang review berbagai merk dan tipe ponsel ….terimakasi sebelumya pak hery…sukses selalu..

    1. Pak Koddrat,

      Maaf baru bisa menjawab pertanyaan Anda pada hari ini. Sesuai pengumuman yang saya tuliskan di blog, jawaban atas pertanyaan yang masuk pada 24-30 Mei 2015 akan mengalami penundaan. Pada rentang waktu tersebut saya sedang berada di Beijing, Tiongkok, untuk mengikuti Lenovo Tech World.

      Untuk berlangganan via email, silakan masuk ke Ponselmu.com. Kalau Anda mengakses blog ini via PC/laptop, di kolom paling kanan ada pilihan berlangganan via email. Sementara itu, bila Anda membuka blog ini memakai ponsel atau tablet, silakan scroll ke bawah dulu sampai halaman nyaris berakhir. Carilah tombol subscribe di sana.

  26. Apa kabar pak hery..seru ni baca komen yg informatif dsini…
    Klo boleh saya tau hp nokia 301 punya bapak msh awetkah sampai skrg?
    Rencana mw beli itu buat ortu…mdh2an awet…kira2 dicounter hp msh ada yg baru gk yaa??
    Terimakasih

    1. Pak Aditya,

      Maaf baru bisa menjawab pertanyaan Anda pada hari ini. Sesuai pengumuman yang saya tuliskan di blog, jawaban atas pertanyaan yang masuk pada 24-30 Mei 2015 akan mengalami penundaan. Pada rentang waktu tersebut saya sedang berada di Beijing, Tiongkok, untuk mengikuti Lenovo Tech World.

      He.. he.. saya sudah lama banget berpisah dengan 301. Bukan karena ponsel itu rusak, melainkan karena saya ingin mencicipi ponsel lain lagi.

    1. Pak Yudi,

      Maaf baru bisa menjawab pertanyaan Anda pada hari ini. Sesuai pengumuman yang saya tuliskan di blog, jawaban atas pertanyaan yang masuk pada 24-30 Mei 2015 akan mengalami penundaan. Pada rentang waktu tersebut saya sedang berada di Beijing, Tiongkok, untuk mengikuti Lenovo Tech World.

      Silakan memeriksakannya ke pusat perbaikan resmi Nokia/Microsoft.

  27. Pak Herry ada saran HP dual sim candybar yang handal terutama yang phonebooknya banyak. Terima kasih

    1. Pak Alexander Siagian,

      Kini tak ada ponsel candy bar yang kapasitas buku teleponnya banyak deh. Kalau mau, carilah ponsel Nokia Symbian bekas yang berbentuk candy bar. Misalnya, E52.

  28. LCDnya gimana gan? Enak dipandang gak? Saya pernah punya nokia 2730 classic, LCDnya gak enak banget dipandang. Di mata kiri trlalu gelap, di mata kanan terlalu terang,. Gak seimbang.

    1. Pak Wahyu,

      Maaf, harap tidak menggunakan kata sapaan gan di blog ini.

      Layarnya cukup sedap dipandang mata kok. Oh, kalau dibandingkan layar 2730 Classic, layar 301 lebih bagus.

      1. Maaf pak Herry saya gak tahu. Terima kasih pak jawabannya. Jadi pengin beli tapi udah gak ada yang jual baru.

  29. pak, saya udah kepincut dengan hp keypad fisik alfanumerik seperti nokia 301 ini. Mau beralih ke touchscreen tp gk nyaman. Kira2 ada gak smartphone yg menggunakan keypad fisik?

    1. Pak Yusuf,

      Tidak ada. Mayoritas ponsel pintar saat ini berwujud ponsel dengan full touch screen. Sebagian kecil dibekali qwerty keypad. Kalau yang candy bar dan alfanumerik ala 301 sudah tak ada lagi.

  30. Kalo buat internetan doang secara terus menerus baterainya bisa tahan berapa jam? Kondisi batetai dari full sampai baterai kosong? Jaringan 3g

  31. Pak…
    mohon tanya mungkin menyimpang dari bahasan. Ada rekomendasi nokia candy bar dual sim yg bisa whatsapp, Bluetooth, memori eksternal, wifi dan senter ga pak?
    Saya selalu suka model candy bar. Terima kasih pak.

  32. Pak, mohon info , kalo Nokia terbaru yg memiliki notes layaknya nokia 6120 , kira kira type Nokia apa Pak ?

    1. Pak Aris Muntaha,

      Ini maksudnya feature phone Nokia ya? Maaf, saya tidak memperhatikan fitur itu. Sepertinya tidak ada deh. CMIIW.

  33. Hehe, iya Pak, feature nya yang sebanding 6120c terlebih menu notes nya, bisa simpan catatan buanyak n praktis pemakaiannya.
    Oke Pak, Terimakasih atas informasinya.

    1. Pak Aris Muntaha,

      Mohon maaf karena pada 14-17 Januari 2016 saya libur merespons komentar dan membalas pertanyaan yang masuk ke blog ini. Selain sedang padat aktivitas, kebetulan mata saya bengkak sehingga tak nyaman melihat layar terlalu lama.

      Kalau kriterianya seperti itu, saat ini belum ada ponsel Nokia lagi yang mampu menggantikan 6120 Classic deh.

  34. Mohon pencerahan. Saya punya nokia 301 dual sim.
    Tapi beberapa waktu lalu jatuh dan casing layar depan retak.
    Saya kesulitan menemukan casing untuk nokia 301 dual sim.
    Setiap toko yg saya datangi didaerah saya menyedia yg hanya untuk single sim.
    Apakah bisa, jika casing nokia 301 single sim dipasangkan untuk nokia 301 dual sim?
    Tidak masalah bagi saya walaupun slot sim 2 tertutup jika menggunakan casing yg single sim.

    Ditunggu responnya.
    Terimakasih.

    1. Pak Saladin,

      Saya tak berani memastikan apakah casing 301 single SIM bisa digunakan di 301 dual SIM. Dugaan saya sih casing bagian depan cocok, tetapi selot SIM2 tertutup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *