Review Nokia 3310: Hanya untuk Yang Dilanda CLBK

Di zaman ponsel pintar (smartphone) yang kian murah, kehadiran feature phone sebenarnya tak lagi menarik. Apalagi, bila feature phone itu hanya bisa beroperasi di jaringan 2G dan dibanderol relatif tinggi. Contohnya, ponsel yang harga ritel resminya dipatok Rp 649 ribu alias lebih mahal daripada ponsel Android 4G LTE termurah ini.

Realitanya, penulis alias HSW dan banyak orang lain tertarik memburu ponsel tersebut. Harga pasarnya pun melonjak signifikan sampai sempat menyentuh angka Rp 900 ribu. Tak wajar? Memang. Namun, itulah realita yang terjadi. Semua gara-gara Nokia 3310!

Hadirnya 3310 membuat HSW dan pengguna lama ponsel dilanda CLBK. Cinta lama bersemi kembali. Zaman dulu siapa sih yang tidak mengenal Nokia. Kalau mau lebih sombong, kalimatnya bisa diganti menjadi zaman dulu siapa sih yang tidak pernah memakai Nokia.

Kenyataannya Nokia si raja ponsel kemudian tumbang. Divisi ponselnya dibeli Microsoft… dan seterusnya… dan selanjutnya. Panjang deh ceritanya. Kini Nokia “asli” Finlandia, bukan Nokia-Microsoft, lewat perpanjangan tangan HMD Global kembali memasuki pasar. Nah, 3310 menjadi produk perdana yang beredar resmi di sini.

Karena 17 tahun lalu telah hadir ponsel bernama lengkap Nokia 3310, produk yang sekarang bolehlah dianggap sebagai Nokia 3310 reborn. Dilahirkan kembali dengan pengembangan di sana-sini. Salah satunya, kalau dulu masih berlayar monokrom, kini dibekali layar warna. Bentang layarnya 2,4 inci dengan resolusi QVGA 320 x 240 piksel.

3310 reborn (selanjutnya disebut 3310 saja) tersedia dalam empat varian warna. Konsumen yang menyukai permukaan bodi glossy dapat memilih warna merah (warm red) atau kuning (yellow). Asal tahu, yang disebut warm red kenyataannya lebih condong ke oranye daripada merah.

Sementara itu, pengguna yang lebih mengharapkan bodi matte atau doff, disarankan memilih warna biru tua (dark blue) atau abu-abu (grey). Menurut HSW, 3310 warna biru tua yang sebetulnya mendekati hitam itu lebih bagus ketimbang abu-abu.

Di sisi atas 3310 terdapat konektor micro USB untuk menghubungkan charger. Fungsi transfer data, apalagi USB On-the-Go (USB OTG), tidak didukung oleh ponsel tersebut. Sedangkan di bagian bawah bodi tersedia konektor audio 3,5 milimeter.

Dua selot micro SIM dan satu selot microSD bakal dijumpai di sisi belakang ponsel. Sepasang nomor akan siaga bersamaan di jaringan 2G. Bisakah dipakai berinternet? Bisa, tetapi pasti terasa lambat karena hanya mengandalkan akses internet berbasis GPRS/EDGE.

Buku telepon 3310 mampu menampung sampai 2.000 nama kontak secara single entry. Satu nama hanya bisa dipadukan dengan satu nomor telepon. Data kontak mesti diketikkan manual satu per satu. Mustahil menyinkronkannya dengan kontak di akun Gmail. File kontak yang dikirimkan via bluetooth dari ponsel Android pun gagal dibaca oleh 3310.

Untuk menyaring panggilan masuk, pengguna bisa memanfaatkan fitur block list dan number screening. Nomor yang tercatat di block list bakal langsung ditolak saat menghubungi. Sementara itu, number screening lebih sopan. Penelepon tetap mendengar adanya nada sambung. Namun, panggilan itu sebenarnya takkan mengusik pengguna 3310. Sebab, panggilan masuk tersebut takkan membuat ponsel berdering atau bergetar.

Radio FM yang siarannya bisa direkam, Opera Mini, pemutar musik, bluetooth, kalkulator, dan alarm merupakan sebagian fitur lain 3310. Tidak ada konektivitas Wi-Fi. Masih ingat dengan game legendaris berjudul Snake? Sekarang game ular tersebut tampil lebih cantik sekaligus lebih sulit.

Hanya ada satu kamera di 3310. Beresolusi dua megapiksel saja, tanpa fokus otomatis, dan berlampu kilat yang dapat difungsikan sebagai lampu senter. Bagaimana hasilnya? Bagus banget kalau dibandingkan ponsel tanpa kamera. Ha… ha… ha…. Silakan langsung melihat contoh hasil jepretannya di bagian bawah halaman ini deh. Ya minimal masih mampu menunjukkan piring itu bundar atau di sana ada mobil.

Kalau difungsikan sebagai perekam video, kinerja kamera tersebut lebih parah. Klip video yang dihasilkan cuma beresolusi 320 x 240 piksel dan terpatah-patah saat diputar ulang.

Saatnya membicarakan ruang penyimpanan. Setelah dipotong sistem operasi dan aplikasi bawaan, memori internal yang berkapasitas 16 MB hanya tersisa 1,4 MB. Hal itu bermakna, kalau ingin rutin mendengarkan musik atau memanfaatkan fitur kamera 3310, pengguna wajib memasangkan kartu microSD.

Alasannya sederhana. Untuk menyimpan satu lagu utuh pun, ruang kosong sekecil itu takkan memadai. Sedangkan bila digunakan untuk menyimpan hasil jepretan kamera, ia hanya sanggup menampung dua foto.

Menurut HSW, ponsel bersistem operasi proprietary Nokia Series 30+ itu hanya memiliki dua sisi menarik. Pertama, built quality-nya tergolong bagus. Bagian demi bagian terlihat dirancang dan diproduksi secara prima.

Kedua, ponsel dengan baterai removable berkapasitas 1.200 mAh itu tak perlu sering di-charge. Selama uji pakai, HSW praktis hanya memakainya untuk bertelepon. Hasilnya, baterai ponsel baru perlu diisi ulang 12-13 hari kemudian. Selama rentang waktu tersebut, ponsel siaga 24 jam sehari. Tak pernah dipadamkan.

Kesimpulannya, apakah 3310 layak beli? Kalau Anda diterpa CLBK atau ingin iseng, bolehlah membelinya. Namun, bila bukan karena alasan tersebut, membeli ponsel lain jauh lebih bijak. Lebih baik kita menantikan kehadiran Nokia 6 secara resmi di Indonesia pada ups… nyaris keceplosan. 🙂

***

Berikut contoh hasil jepretan satu-satunya kamera di Nokia 3310.

48 thoughts on “Review Nokia 3310: Hanya untuk Yang Dilanda CLBK

  1. Wah hasil kameranya bagus pak herry untuk sekelas feature phone. Kalo dibandingkan dengan hape android dengan harga dibawah 1 juta kayaknya untuk sektor kamera nokia 3310 bisa berpotensi unggul.
    Hmm Nokia 6 kira-kira kapan meluncur pak herry ke indonesia?

    1. Pak Rudi,

      Belum ada kepastian kapan Nokia 6 meluncur resmi di sini. Semoga sebelum HUT RI tahun ini ya.

  2. Minta pendapat tentang Merk Coolpad koh
    Merk yang cuma worth it di satu seri itu doang

    1. Pak Sebut saja saya pak,

      Coolpad? Menurut saya, mending jangan beli ponsel merek itu deh. Saya sering menerima keluhan tentang ponsel itu. Harga jual bekasnya juga hancur lebur. Yang paling membuat saya tidak simpatik, mereka sempat tidak jujur dan mengakali regulasi.

      1. Sempat mengakali regulasi Gimana koh ? Bukannya Sejak 4G ada mereka langsung bangun pabrik ?atau mengakali regulasinya dengan Unlock 4g yang Tinggal pake dial itukah ?

        1. Pak Sebut saja saya pak,

          Saat launching mengaku cuma 3G dan taat regulasi. Realita di lapangan, promotornya bilang bisa 4G, siap membantu mengaktifkan 4G-nya, dan beneran bisa berfungsi.

  3. Sudah memakai Nokia 3310 & ini kekurangannya menurut saya:
    1. Kamera. Mestinya ditiadakan aja. Kamera seburuk itu untuk zaman sekarang udah gak relevan, sama sekali ga berguna. Lebih baik modul kameranya dibuang, terus ruang kosongnya dipakai buat nambah kapasitas baterai misalnya.
    2. Koneksi internet. Ini juga ga berguna sama sekali. Lebih baik kalau kemampuan internet 2G-nya diganti dengan Wi-Fi.
    3. Kecepatan mengetik. Entah kenapa ketika dipake untuk mengetik cepat seperti kurang responsif, jadi seperri ada jeda saat menekan keypad dengan munculnya karakter di layar. Beda banget dibandingan dengan Nokia jadul.
    Terus tombol navigasinya juga terlalu tipis & kurang nyaman digunakan.
    4. Backcovernya minta ampun susah banget dibuka. Ini mungkin bertujuan biar ponselnya kokoh & tahan banting.

    Sedikit koreksi Pak, konektor micro USB-nya bisa kok untuk transfer data. Saya udah coba masukin beberapa file mp3 & Nokia 3310 bisa dikenali layaknya mass storage (dengan kondisi microSD terpasang).

    1. Pak Michel,

      Boleh tahu menggunakan kabel micro USB apa? Saya sempat menggunakan dua kabel yang berbeda, tidak bisa dikenali sebagai mass storage.

        1. Pak Michel,

          Wah, jadi penasaran nih. Sayang nggak bisa coba lagi karena 3310-nya sudah berpindah tangan.

  4. Waduh, semua ponsel yg di ulas Pak Herry hasil kameranya jadi terlihat bagus. Hahaha.

    Rentang harga yang sama mungkin lebih bijak beli ponsel andromax ya.

    Btw, kok yg ini saya ga dapat pemberitahuan lewat email?

    1. Pak Stevie,

      * Lah… itu hasil fotonya jelek lho.
      * Iya.
      * Karena sering macet dan penyebab pastinya tidak diketahui, sejak awal Juli 2017 fitur berlangganan sengaja saya nonaktifkan. Kelak akan saya coba aktifkan lagi, tetapi pelanggan lama tetap perlu mengisi formulir berlangganan lagi.

  5. Kalo feature phone yang recommended dan ga semahal 3310 ini kira2 rekomennya apa ya dari pak Herry? Thx 😀

  6. Kenapa hasil foto yang dipotret Pak Herry selalu terlihat bagus ya walau memakai nokia 3310 sekalipun hehehe.. Dan apakah akan ada ponsel ber-os Windows Phone yang akan diluncurkan dalam waktu dekat ini Pak ? Terima Kasih

    1. Pak Nofrian,

      Lah… itu terlihat fotonya jelek gitu lho.

      Kurang tahu. Saya sudah lama tidak mengikuti perkembangan Windows Phone.

  7. Daya tahan batrenya oke banget koh herry. Ponsel android mana ada yg setahan ini…he…he…he…

  8. Gak yakin deh Nokia bakal bisa bersaing di pasar smartphone saat ini yg super padat. Menurut saya:

    1. Yg excited dengan comeback nya Nokia ya generasi 80an, yg usianya diatas 30. Karena mereka pernah merasakan kejayaannya Nokia. Kalo yg masih remaja kemungkinan kurang kenal. Nokia kurang akrab sama anak muda. Nokia kurang usaha juga untuk PDKT.

    2. Salah satu keunggulan Nokia yg sering dibicarakan yaitu masa pakai nya yg awet (gak gampang rusak). Sayangnya, saat ini masa pakai hape paling2 cuma 1 tahun. Karena usernya cepet bosen. Banjir hape baru juga. Harga cepet turun. Akhirnya jadi cepet beli lagi.

    3. Nokia kelamaan masuk ke Indonesia. Bikin males calon pembeli deh.

    4. Masalah service center juga harus diperhatikan. Harus mampu menyalip kualitas SC-nya Samsung.

    Kalau Nokia mau bersaing, ya harus perbaiki diri. Kalo strategi mereka sama seperti jamannya Nokia 3310 dulu, gak bisa berharap banyak.
    Ini sekedar opini saya aja sih. Terima kasih Pak Herry sudah memberikan ruang untuk corat-coret.

  9. Justru tertarik sama kalimat terakhir di paragraf terakhirnya koh Herry yang ini “Lebih baik kita menantikan kehadiran Nokia 6 secara resmi di Indonesia pada ups… nyaris keceplosan. ?”.

    Emang launchingnya Nokia 6 udah gak lama lagi ya koh?

    1. Pak Jordann,

      Di Bukalapak dan Tokopedia ada yang jual dalam kondisi bekas nih. Entah kondisinya seperti apa.

  10. Yg disayangkan itu desainnya yg ternyata berubah.lebih ceria.jd seperti hp lain.padahal fitur2 udah oke oce.nokia kalo mau bangkit harus seperti oppo strategi nya.camera phone.kalo saingan di spek susah.

  11. Saya penasaran, Pak Herry apakah masih fasih dan cepat dalam mengetik text di ponsel tersebut dengan satu tangan tanpa mata melihat kearah ponsel? 😀

  12. Pak Herry, bagian yang paling menarik justru dibagian akhir review, sesuatu dibalik “ups” mungkin bisa lebih digamblangkan lagi…
    *berharap clbk dengan nokia 6

    1. Pak Den Mas,

      Ya tunggu saja tanggal mainnya. Rajin-rajinlah memantau cuitan saya di Twitter @herrysw.

  13. Pak Herry,

    Kalau menurut artikel Bapak kemaren sering kali menyebutkan jaringan 2G saat ini sangat parah & untuk menelpon pun sulit, sehingga minimal butuh jaringan 3G.

    Jadi berdasarkan statement itu sebenarnya ga ada point juga dong untuk beli hp ini walau hanya untuk sekedar telepon/sms? Selamat Bapak uji pakai bagaimana kualitasnya saat digunakan telepon pak?

    1. Pak Ryan,

      Ya kalau buat iseng-iseng silakan saja. Sekadar buat telepon sih ya biasa-biasa saja.

  14. wah… nokia 6 akan segera launching di Indonesia. kapan tuh Koh Herry? ntar tolong di review ya…

    trims…

  15. Kaget juga nokia 3310 ada kameranya….hasil kamera oke juga lho ko.daripada nokia 3310 yang lama hahahha.semoga ada nokia n gage reborn hhehehe

  16. Pak, ada info apakah service center 3310 dan Nokia 6 (kelak) ditangani Nokia Care, Microsoft, HMD sendiri, atau bermitra?

    1. Pak Adrian,

      3310 dan Nokia 6 sama sekali sudah tidak ada urusannya dengan Microsoft.

      Setahu saya, sama dengan Nokia 105, 3310 menganut prinsip rusak langsung ganti satu mesin utuh, bahkan ganti unit baru. Proses klaim dapat minta tolong kepada penjual.

      Untuk Nokia 6, Nokia (dalam hal ini HMD Global) telah menunjuk satu mitra di Indonesia. Mitranya termasuk pemain lama dan memiliki reputasi bagus.

  17. Pak Herry maaf OOT, mau tanya pak kira2 menurut bapak hape android yang cocok di gunakan orang tua hape apa ya pak? Mohon sarannya, budget maksimal 2 jt. Pengennya yang layar gede, tulisan nya besar dan yg penting UI dan UX nya bisa friendly dengan orang tua

    1. Pak Dani,

      Silakan mencari Infinix Note 2 atau Asus Zenfone 2 Laser ZE550KL. Dua ponsel itu sebenarnya sudah diskontinyu, tetapi amat mungkin masih ada toko yang memiliki stok.

  18. saya rasa seandainya Nokia 3310 sudah bisa 4g paling tidak harganya naik sampai 800k akan worth it mengingat jaringan 2g sudah lelet sekali,btw kamera Nokia 3310 paling bagus ya diantara hp lainnya yang dibawah 1 juta? menurut ko herry gimana

    1. Pak Akfariz,

      Nggak juga deh. Kamera beberapa ponsel Andromax dengan harga kurang dari Rp 1 juta lebih bagus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *