Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa

Ketika harga ritel resmi Asus Zenfone Max Pro M1 dan Xiaomi Redmi Note 5 sudah bertengger di Rp2 jutaan, Nokia 6.1 Plus masih setia di harga Rp3 jutaan. Padahal, ketiganya memanfaatkan prosesor dan kombinasi memori yang sama. Yaitu, prosesor delapan inti (octa core) Qualcomm Snapdragon 636 1,8 GHz, RAM 4 GB, dan ROM 64 GB.

Apakah Nokia terlalu percaya diri? Setelah menguji pakai Nokia 6.1 Plus, barulah penulis alias HSW menyadari mengapa HMD Global sebagai “majikan” Nokia berani tampil berbeda. Harus diakui build quality ponsel itu melebihi merek-merek lain yang HSW sebutkan di paragraf pertama.

Kali pertama memandang lalu menggenggam Nokia 6.1 Plus warna putih, ponsel itu terlihat mewah dan kukuh. Permukaan bodi belakang yang berbahan kaca tampak cantik. Ketika ponsel-ponsel terbaru kian jarang menawarkan bodi berwarna putih, Nokia 6.1 Plus menjadi terkesan tidak pasaran.

Layar IPS 5,8 inci ponsel tersebut memiliki resolusi full HD+ 2.280 x 1.080 piksel dengan rasio 19:9. Walaupun “hanya” menggunakan Corning Gorilla Glass 3, permukaan layar Nokia 6.1 Plus tetap relatif lebih tahan terhadap goresan.

Gambar dan tulisan dapat ditampilkan dengan tajam sekaligus cemerlang oleh layar Nokia 6.1 Plus. Ketika sepasang ibu jari HSW yang berukuran jumbo bergantian menyentuh layar, ponsel meresponsnya dengan cepat. Tak ada jeda. Layar sentuh itu terasa begitu nyaman. Ah… sulit melukiskannya dengan kata-kata.

Berdimensi fisik 147,2 x 70,98 x 8,59 milimeter dan berat 151 gram, Nokia 6.1 Plus enak digenggam maupun dikantongi. Tidak terlalu besar saat dipegang, juga tak sampai terasa mengganjal kala dimasukkan ke dalam saku.

Hal menarik lain, sesuai “tradisi” Nokia, Nokia 6.1 Plus dijanjikan mendapatkan pembaruan minimal dua versi sistem operasi. Saat kali pertama HSW keluarkan dari kardus, ponsel itu memanfaatkan Android 8.1 Oreo. Beberapa minggu kemudian hadir pembaruan ke Android 9 Pie. Jika versi Android Q atau apa pun namanya kelak muncul, pengguna Nokia 6.1 Plus masih berkesempatan menikmatinya.

Saatnya mengupas kamera. Kamera di sisi belakang ponsel itu berlensa ganda 16 megapiksel dan lima megapiksel. Ia dilengkapi fokus otomatis dan lampu kilat. Tersedia mode live bokeh dan manual. Pada mode manual, parameter pemotretan yang bisa diubah relatif terbatas. Hanya metode pengukuran cahaya, pemfokusan, white balance, dan kompensasi pencahayaan. Kecepatan rana alias shutter speed tak bisa diubah manual.

Ketika memotret maupun merekam video beresolusi maksimal UHD 4K, pengguna bisa menambahkan stiker bunga atau hewan. Sehingga, foto atau klip video akan terlihat lebih unik dan unyu.

Kamera depan Nokia 6.1 Plus tanpa lampu kilat dan fokus otomatis. Kamera berlensa tunggal itu sanggup menghasilkan foto beresolusi 16 megapiksel dan klip video full HD 1080p. Bila pengguna berswafoto di lokasi yang sangat temaram, cahaya layar ponsel dapat difungsikan sebagai sumber pencahayaan darurat.

Ada satu fitur kamera yang seyogianya dicoba pengguna Nokia 6.1 Plus. Namanya, dual sight alias bothie. Dengan mengaktifkan fitur tersebut, kamera depan dan kamera belakang ponsel akan aktif bersamaan. Pengguna yang gemar melakukan vlogging amat mungkin menyukainya. Apalagi, aktivitas live ke Facebook atau YouTube di Nokia 6.1 Plus dapat dilakukan langsung dari menu kamera.

Menyangkut kinerja, menurut HSW, kamera Nokia 6.1 Plus tergolong tidak istimewa. Di lokasi berpencahayaan memadai, foto yang dihasilkan biasanya lumayan bagus. Detail objek terekam dengan baik. Demikian pula saturasi warnanya. Hanya sesekali kamera ponsel gagal menangkap gradasi warna dan detail objek secara prima.

Namun, begitu diajak memotret di lokasi yang tak berlimpah cahaya, sisi minus kamera Nokia 6.1 Plus mudah terdeteksi. Kamera cukup sering gagal terfokus sempurna (out of focus). Foto yang dihasilkan pun terlihat berbintik-bintik.

Wi-Fi, bluetooth, GPS, radio FM, dan sensor sidik jari di bawah kamera belakang merupakan sebagian spesifikasi lain Nokia 6.1 Plus. Fitur ketuk layar dua kali untuk mengaktifkan layar tersedia di ponsel itu. Namun, janganlah mencari fitur NFC karena pengguna pasti takkan menemukannya.

Ketika ponsel kali pertama diaktifkan, kapasitas ruang kosong di memori internal mencapai 53,13 GB. Konektor audio 3,5 milimeter terdapat di sisi atas ponsel, sedangkan mikrofon, konektor USB tipe C, dan speaker berada di bagian bawah. Tombol volume dan power dapat dijumpai di kanan ponsel.

Selot kartu SIM tersedia di sisi kiri Nokia 6.1 Plus. Karena menganut sistem hybrid, pengguna harus memilih ingin memasangkan dua nano SIM atau satu nano SIM plus sekeping kartu microSD.

Anggaplah pengguna menyelipkan sepasang nano SIM. Kedua nomor dapat siaga bersamaan di jaringan 4G LTE. Sayang, setelah diperbarui ke Android 9 Pie, Nokia 6.1 Plus tidak lagi mendukung native VoLTE Smartfren. Padahal, ketika masih ber-Android 8.1 Oreo, ponsel itu langsung siap dipakai ber-native VoLTE.

Secara umum, dengan mengabaikan performa kameranya yang hanya bagus di lokasi terang, Nokia 6.1 Plus sebenarnya bisa diandalkan. Enak digenggam maupun dimasukkan ke dalam saku, gegas, serta dibekali layar yang responsif dan sedap dipandang mata.

Daya tahan baterainya pun melebihi ekspektasi. Dengan perilaku pemakaian ala HSW, baterai tanam 3.060 mAh di ponsel itu mampu bertahan sampai 16 jam. Dengan menggunakan pengisi daya Quick Charge 3.0 bukan abal-abal, pengisian ulang daya membutuhkan waktu sekitar dua jam.

Sebagai ponsel Android One, tak banyak aplikasi bawaan non-Google yang disertakan di Nokia 6.1 Plus. Hanya ada BaBe, PicMix, dan Support. Dua aplikasi pertama tak bisa dihapus, tetapi bisa di-disable.

Usai diperbarui ke Android 9 Pie dan satu kali menjalani factory reset, Nokia 6.1 Plus yang digunakan HSW sempat bertingkah aneh. Berkali-kali ponsel memperdengarkan notifikasi. Seolah ada pesan baru masuk. Padahal, ketika dicek tidak ada email, SMS, WhatsApp, atau notifikasi lain yang menghampiri ponsel. Seandainya kelak Anda mengalami hal serupa, cobalah melakukan factory reset sekali lagi.

Saat ini harga ritel resmi Nokia 6.1 Plus dipatok Rp3,399 juta. Di pasar luring (offline) maupun daring (online) peminat dengan gampang bisa menjumpai penjual yang memberikan penawaran lebih murah. Kalau boleh memberikan saran tambahan, daripada membeli Nokia 6.1 Plus hitam lebih baik melirik yang putih.

HSW pernah memegang langsung dua varian warna itu. Nokia 6.1 Plus putih jauh terlihat lebih memikat mata. Wujud fisik ponsel itu sekaligus menjadi bukti kalau kualitas pengerjaan (build quality) Nokia, mantan penguasa pasar ponsel dunia, tidak asal garap.

***

Berikut contoh hasil kamera Nokia 6.1 Plus.

Perhatikan orang-orang yang berada di depan panggung. Terlihat bergerombol dan menyatu. Jarak antarorang tidak terlihat jelas.

Sebuah baut sukses membuat ban motor yang dikendarai HSW kehabisan angin. Sebelum tukang tambal ban beraksi, baut itu diabadikan dulu.

Suasana di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta ini terlihat temaram. Padahal, aslinya jauh lebih terang.

Mencoba fitur live bokeh. Anda pasti bisa menebak foto mana yang dijepret saat live bokeh nonaktif.

Foto-foto di bawah ini dihasilkan oleh kamera depan.

***

Tangkapan layar Antutu Benchmark, Sensor Box for Android, kondisi awal RAM, dan versi firmware yang dipakai dalam uji pakai.

106 thoughts to “Review Nokia 6.1 Plus: Pembuktian Kualitas Mantan Penguasa”

  1. Langsung tuntas dibaca. Seandainya hasil kamera lebih baik,saya pasti sekarang juga meminangnya. Ternyata hasilnya masih tidak lebih bagus dari samsung galaxy note 4 saya.
    Tergoda meminang redmi note 5 yang selalu dapat pujian dari ko Herry. Namun saya tidak suka Miui nya. Alhamdulillah masih banyak alasan untuk mempertahankan hp lama saya ini hahaha

    1. Pak Herry, sy juga berpikir mau pinang xiaomi redmi note 5 karena pertimbangan harga, apakah masih pantas untuk di pinang? Dan apakah nanti dia dapat update miui yg berdasarkan Android pie? Thx

  2. Sore Koh, jika digunakan untuk emak-emak, lebih baik Nokia 6.1 plus, Asus Zenfone Max Pro M2, Xiaomi Note 6 Pro atau Xiaomi Mi A2? Lebih mengutamakan ketahanan baterai dan ketahanan Karena akan digunakan cukup lama (jarang ganti hp), kamera tidak masalah. Terima kasih.

  3. mantap koh, ini review yang saya tunggu2. tapi ada bbrp pertanyaan mengganjal

    1. apakah kualitas kamera belakang setelah dibantu flash pada kondisi remang2 juga masih kurang mantap?
    2. apa bener ga ada countdown timer di kamera nya?
    3. apa ini berarti nokia 6.1 plus masuk di celah antara mi a2 dan a2 lite sebagai hp android one?

    terima kasih, maap merepotkan.

    1. Pak Wilson,

      1. Saya tidak suka menggunakan lampu kilat saat melakukan pemotretan. Sebab, hasil foto akan terlihat tidak natural. Jadi, fitur lampu kilat praktis tak pernah saya coba.

      2. Ada deh.

      3. Ehmm… boleh dibilang begitu.

      1. koh saran saya coba pake google camera. cobain beberapa versi google camera, krna di Nokia 6.1 plus bisa pasang google camera tanpa di root.
        overal setelah pake google camera apalagi dengan menggunakan night mode maka kualitas kameranya melebihi harapan bahkan setara flagship.

        karena di group Nokia 6.1 plus sudah banyak yg membahas dan saling sharing hasil foto dri berbagai jenis google camera yg mereka coba.. ternyata hasilnya benar” MUANTAP.

        coba di review hehehehe

  4. Pengalaman saya dengan Nokia 2, aplikasi bawaan seperti babe dan picmix bisa dicopot instalasinya dengan kombinasi ADB driver, USB debugging, dan CMD di PC Windows 7

  5. Saya justru tertarik sama kaos2nya Om Herry. Belinya dimana ya om? Sekedar info bb saya 110 kg, susah sekali nyari kaos ukuran besar. ?

    1. Pak Agung,

      Kaos yang saya gunakan kebanyakan terdiri atas dua macam:
      1. Kaos Joger. Saya sangat suka dengan bahannya yang nyaman dipakai. Ukurannya pun sesuai dengan tubuh. Masalahnya, kaos Joger yang jumbo biasanya hanya ada warna putih. Karena saya mudah berkeringat, kaos putih itu jadi mudah terlihat kusam.

      2. Kaos aneka merek yang terus terang saya tak hafal mereknya. Biasanya saya beli saat sedang ke Bandung di sebuah toko yang lokasinya di seberang Warung Misbar, Jl RE Martadinata. Ukuran tokonya kecil dan banyak menjual kaos anime.

  6. Om kalo untuk keperluan video / vlog lebih bagus mana antara:
    1. Redmi note 5 atau zenfone 4 selfie pro?
    2. Redmi note 6 pro atau zenfone max pro m2?
    3. Nokia 6.1 plus dg semua yg di No 1 dan 2 ada di urutan mana ya kira2?
    4. Ada rekomendasi hp yg kira2 hasil videonya bagus (jernih dan tdk terlalu goyang) Budget 2.5 – 3 jutaan?

    Thank you

    1. Bu Anita,

      1. Redmi Note 5.
      2. Tunggu sampai uji pakai Zenfone Max Pro M2 selesai dulu ya. Sepintas sih menang Redmi Note 6 Pro.
      3. Paling bawah.
      4. Redmi Note 5.

  7. Koh herry, perbandingan antara nokia 6.1 & asus zenfone max pro m1 4/64 lebeh baik mana, antara kamera, layar & gegasnya. Mohon infonya terimakasih

    1. Pak Teddy,

      Yang Anda tanyakan Nokia 6.1 atau Nokia 6.1 Plus ya? Kalau Nokia 6.1, saya tak tahu. Kalau Nokia 6.1 Plus, berikut jawaban saya:
      Kamera: Zenfone Max Pro M1.
      Layar: Nokia 6.1 Plus.
      Kegegasan: relatif imbang.

  8. Pak HSW, secara keseluruhan unk hasil kamera jika diadu dg redmi note 5 bagusan maka pak? Juga ketahanan batrenya. Makasih sebelumnya πŸ™‚

  9. hasil kamera cukup cahaya dan kurang cahaya bagusan mana sama redmi note 5 ?
    lalu hasil perekamannya bagusan mana sama redmi note 5 ?
    jika yg sudah punya redmi note 5 beralih ke nokia 6.1 plus ini, layak atau tidak? atau ada sedikit poin layak dibandingkan redmi note 5

    1. Pak Reza,

      Jawaban atas semua pertanyaan Anda: lebih bagus Redmi Note 5. Kalau sudah pakai Redmi Note 5, silakan bertahan dengan ponsel itu.

  10. Pak.. kalo prosesor, NFC, dan slot hybrid dikesampingkan, secara keseluruhan mantap mana antara Nokia 6.1 Plus ini dg Zenfone 5Q ? Kan sama2 build quality nya ok (body kaca putih) dan baterai 3000mah. Bapak lebih condong kemana klo boleh tau? Thx.

  11. Pak Herry..
    **hasil pemotretan kamera depan + belakang secara umum, unggul redmi note 5 ya pak?
    **cuma untuk perekaman kamera belakang, sepertinya masih unggul redmi note 5..tapi perekaman kamera depan terlihat lebih stabil dari redmi note 5
    **untuk stelan kamera redmi note 5, baik depan+belakang, apakah Pak Herry menggunakan stelan standar bawaan pabrik?
    **untuk hasil terbaik ada baiknya, stelan kamera redmi note 5 ada di posisi mana ya Pak?
    -bingkai (4:3,16:9,18:9)
    -kontras (terendah,lebih rendah,rendah,normal,tinggi,lebih tinggi,tertinggi)
    -saturasi (terendah,lebih rendah,rendah,normal,tinggi,lebih tinggi,tertinggi)
    -ketajaman (terendah,lebih rendah,rendah,normal,tinggi,lebih tinggi,tertinggi)

    Terima kasih Pak Herry

    1. Pak Slamet,

      * Ya.
      * Ya, kondisi standar pabrikan.
      * Saya biasanya pakai 4:3.
      * Pengaturan lain sesuai standar pabrikan. Saya tidak mengubahnya.

    2. kebanyakan user Nokia 6.1 plus instal google camera om, setelah pake google camera kualitas gambarnya jauh di atas note 5, apalagi menggunakan NIGHT mode. ketika menemukan kurangnya cahaya, pakai night mode maka hasil melebihi ekspektasi, kebanyakan user nokia di group membahas google camera dan sharing hasil foto. kalau mau tau lebih jauh coba aja masuk group nokia 6.1 plus di facebook. hehee

      karena kebanyakan user nokia 6.1 plus kalau penggunaan kurang cahaya menggunakan G cam sebagai kamera kedua. klo cahaya cukup ya camera bawaan dirasa cukup

  12. Pak, saya sekarang pegang hape xiaomi mia1. Dan yg saya tidak suka adalah ketika merekam video. Saat saya sedang merekam video di keadaan banyak cahaya tidak ada masalah apa2. Tapi setelah saya arahkan ke daerah yg redup atau kurang cahaya, akan terjadi framedrop. Jadi saat bergeser gambar seperti patah-patah tidak semulus saat di keadaan terang. Yang saya tanyakan apakah Nokia 6.1 plus juga demikian?

    1. Pak Yudi,

      Tak tahu. Kebetulan tak pernah merekam dengan kondisi seperti itu. Biasanya kalau terang ya terang terus, kalau temaram ya temaram terus.

  13. 1. Dengan rasio kamera yang setara, bagus mana Zenfone max pro M2 dibanding redmi note 5 (hasil foto belakang, depan dan video)?
    2. Apakah sangat signifikan kegegasan chipset Snapdragon 660 max pro M2 dibanding Snapdragon 636 redmi note 5?
    3. Lebih pilih mana value to money dengan selisih 500rb, max pro M2 unggul (Snapdragon 660, baterai 5000 dan pelindung corning gorilla glass 6)? Berharap disertakan penjelasan.

    Tks

    1. Pak Yasri P,

      Silakan mengirimkan ulang tiga pertanyaan Anda ketika kelak review Asus Zenfone Max Pro M2 sudah tayang di blog ini.

  14. Pak Herry, di Twitter anda menyebutkan kalau user experience Realme 2 Pro yang sudah pakai Snapdragon 660 masih kalah dengan Nokia 6.1 Plus yang hanya Snapdragon 636.

    Kalau use experience Realme 2 Pro dibandingkan dengan duo Snapdragon 636 setengah tahun lalu (Redmi Note 5 dan Zenfone Max Pro M1), masih lebih baik mana pak?

  15. Foto + video yang diambil saat OS Android Oreo atau Pie?
    Apa memang ada perbedaan hasil kamera di Android Oreo atau Pie, koh?

  16. Om sebenernya hp ini support quick charge apa enggak ya? Soalnya setiap di charge tulisan charging rapidly nya gak muncul di device saya

  17. Pak Herry saya baru kali pertama membeli Powerbank dgn kondisi baru, tapi saya bingung dgn PB (powerbank) yg telah saya beli. Saya coba hubungkan ke ponsel kok kayaknya PBnya lowbatt? Hanya satu lampu (bentuk titik) yg menyala, dan itu kelap-kelip. Apakah yg saya beli ini rusak?

    Btw powerbank yg saya beli merk Xiaomi yg tipe 2 usb. PB ini kalo dicolok usb lansung ngecas dia, pdhl ada tombol powernya. Entah fungsinya apa tombol itu disematkan di powerbank yg autocharge ini..

    Saya mohon maaf sblmnya karena out of topic
    Terimakasih sukses terus HSW πŸ™‚

    1. Pak Dhimas A. Yaqin,

      Karena power bank bermerek terkenal, termasuk Xiaomi, banyak yang palsu, saya perlu menggali informasi lebih dalam dulu.
      * Power bank Xiaomi tipe apakah yang Anda beli? Sebab, ada banyak tipe.
      * Di manakah Anda membelinya?
      * Dengan harga berapa Anda membelinya?

  18. Pak Herry SW..
    Saya mau minta rekomendasi smartphone di bawah 1jt sama 1juta-an.. yg bagus dong, kalo bisa yg ram 2, dan sudah 4G (koneksi lancar+ ga lemot). Nenek saya minta dibelikan hp pak.. tapi beliau msh awam pake smartphone jg.. ?? mohon pencerahannya pak.. trmksh..

    1. Pak Rana,

      * Kurang dari Rp1 juta: tak ada yang berani saya rekomendasikan.
      * Rp1 jutaan: Asus Zenfone Live L1 2/16 Rp1,099 juta.

        1. Pak Rana,

          Rp1 jutaan tipis: Redmi 6A.
          Rp1 jutaan tebal alias mendekati Rp2 juta: Redmi 6 dengan RAM 4 GB dan ROM 64 GB.

  19. pak herry yth
    sekedar penasaran, saya lihat beberapa video tutorial di youtube tentang aplikasi shortcut master lite
    aplikasi itu bisa membuka setting tersembunyi di smartphone yang tidak muncul secara default,
    vivo y83 yang secara out of the box tidak mendukung native volte ternyata ada settingan voltenya dan bisa diaktifkan lewat aplikasi tersebut
    linknya https://youtu.be/9-ZEmarxgsM
    mungkinkah bisa diterapkan dinokia 6.1 versi pie?

    1. Pak Febri,

      * Kegegasan: Nokia 6.1 Plus.
      * Kamera: kalau sering memotret di tempat terang Nokia 6.1 Plus. Kalau lebih sering memotret di lokasi temaram V9 6 GB.

  20. Pak Herry, saya lagi cari hp harga 3 jutaan. Lebih baik beli yang mana ya pak antara nokia 6.1 plus atau nokia 8.? Mengingat harga resmi nokia 8 sekarang 3.8 jutaan.
    Mohon pencerahan pak Herry. Terima kasih banyak.

    1. Pak Anton,

      Boleh tahu di mana Anda membaca informasi kalau harga resmi Nokia 8 sekarang Rp3,8 jutaan? Harga pasarnya sih memang sudah lama kurang dari Rp4 juta. Beberapa kali saya menjumpai ada yang menjual Rp3,4 jutaan.

      Nokia 8 lebih menarik sih. πŸ™‚

        1. Pak Anton,

          Oh ok. Rajin-rajin saya mencari harga promo, Pak. Di Bukalapak, Tokopedia, atau Blibli sering ada penjual yang menawarkan Nokia 8 dengan harga maksimal Rp3,6 juta kok.

  21. sore pak hsw,
    menurut bapak Xiaomi Redmi Note 5 (Rp2.005.000) dengan Asus Zenfone Max Pro M1(Rp1.945.000) keduanya dengan RAM 3gb ROM 32gb lebih layak dibeli yang mana? untuk penggunaan paling sering buka sosmed dan browsing untuk foto jarang jarang, dan apakah daya tahan baterai berbeda jauh?
    terimakasih pak.

    1. Pak Niko,

      Kalau kebutuhan Anda seperti itu, Zenfone Max Pro M1 sudah cukup. Daya tahan baterai tidak berbeda jauh.

  22. Trm ksih atas jwban sebelumnya.
    Apakah Nokia 5.1 jg tdk support NFC spt 6.1 Plus. Trus bagus mana Nokia 5.1 dgn Samsung Galaxy J5 Pro yg sdh agak lama beredarnya krn sekilas mirip spesifikasinya.

    1. Pak Candra,

      Tidak tahu. Nokia 5.1 tidak beredar resmi di sini. Yang beredar resmi di Indonesia Nokia 5.1 Plus.

    1. Selamat Ko herry
      Saya ingin mengganti smartphone saya menurut ko herry lebih bagus mana Asus Zenfone 5 di banding Nokia 6.1 plus, untuk pemakaian biasa saja paling untuk video foto di medsos dan game2 aja. Kira kira hp mana yg awet di pake lama ko,
      terimakasih

  23. Pak, maaf agak melenceng dari topik.

    Dari merk yang saya sebutkan di bawah, merk manakah yang paling rajin memberikan update, baik update software firmware maupun update sistem operasi (OS)?

    ASUS, Xiaomi, Nokia

    Terima kasih

    1. Pak Dimas Agil,

      Yang pembaruannya sampai jauh, tetapi frekuensinya tidak terlalu sering: Nokia. Ponsel Nokia biasanya mendapatkan pembaruan hingga dua sistem operasi. Misalnya, bila saat kali pertama keluar ponsel Nokia itu masih menggunakan Android Nougat, maka dia akan mendapatkan pembaruan ke Android Oreo dan Android Pie.

  24. Pak, bolehkah diulas secara singkat;
    mengesampingkan harga, mana yang lebih bapak rekomendasikan dari 2 produk ini:
    Nokia 6.1 Plus
    atau
    Honor 8x
    Terimakasih.

  25. Saya pengguna nokia 6.1 plus.
    Baru tadi pagi ngandang ke Unicom Solo karena mengalami ghost touch, pemakaian baru 3 bulan lebih.
    Di group FB juga banyak yang mengeluh port charger agak goyang2 gitu.

  26. Pak Herry SW… saya baru saja meminang NOKIA 6.1 Plus warna blue , secara umum sih Ok..
    cuma ada ganjalan masalah foto close di tempat rada gelap, hasil fotonya kok kekuningan gitu ya ? Saya perhatikan lampu blitz dualtone nya memang ada warna kuningnya juga.. pertanyaan nya apa bisa di setting lampu blitznya ? Thank U..

    1. Pak Ediputra,

      Kekuningan? Pasti Anda mengaktifkan lampu kilat ya?

      Saat memotret menggunakan kamera ponsel, saya selalu menonaktifkan lampu kilat agar hasil fotonya lebih natural. Tidak ada pengaturan untuk mengubah standar duotone lampu kilat.

      1. Betul Pak..
        cuma karena kebetulan tempat nya rada kurang cahaya jadi terpaksa harus memakai lampu flash..
        Kesimpulan nya berarti itu karakter bawaan nya ya…
        Terimakasih atas infonya..

  27. Hallo pak Herry,
    Saya ada rencana beli handphone kisaran 2-3 juta, pilihannya ada 3 yakni :
    1. Asus Zenfone 3 ZE520KL harga baru 2 juta di WTC Surabaya
    2. Nokia 6.1 plus kisaran bekas masih garansi 2,6 – 2,8 juta jika memungkinkan saya paksakan dana untuk beli baru
    3. LG G5 BNIB stok gudang harga 3 juta di WTC juga
    Dari segi kamera, storage, dan keawetan (ketahanan fisik dan jeroan) bagus mana di antara ketiganya? Karena saya pakai untuk waktu yang lama, tidak suka gonta ganti hp.
    Terima kasih atas jawabannya pak.

    1. Pak Jaka,

      * LG G5 SE (seharusnya begitu karena G5 tidak beredar resmi di sini) langsung dicoret saja. Sebab, LG Mobile Indonesia sudah berstatus setengah jalan.

      * Dengan anggaran sampai Rp3 juta, menurut saya, seluruh ponsel yang Anda sebutkan dicoret saja. Mending membeli Xiaomi Redmi Note 5 varian 4/64 GB. Kalau tetap harus memilih yang Anda sebutkan, saya condong ke Nokia 6.1 Plus.

  28. Siang Om,
    Mohon sarannya, saya memerlukan ponsel kedua dengan syarat harus USB type C (biar ndak bawa 2 kabel) dan battery awet. Budget maksimal 4 juta. Thanks om.

    1. Pak Yasser,

      Asus Zenfone Zoom S. Rajin-rajinlah memantau promo daring (online). Kalau beruntung, bisa dapat harga Rp2,5 jutaan saja.

    1. Pak Loki,

      Seharusnya takkan ada. Kalau melihat strategi Nokia di Indonesia, mereka sepertinya hanya berani memasukkan sampai maksimal seri 6. Seri 7, 8, apalagi 9 dilewati.

  29. Malam kok Hery, maaf saya ingin sedikit curhat..he
    Saya beli Nokia 6.1 plus bekas, jujur pas COD sama penjual nya tidak ada kendala apa apa. tawar menawar harga pun terjadi. katanya barang nya beli pas bulan Desember, jadi masih ada garansi..jenis garansi nya B-Cell. Beli di toko online shopee. setelah sepakat, penjual kemudian mereset hp Nokia tersebut. Namun dua hari kemudian, saya menemukan kejanggalan pada hasil kameranya. jadi ada kayak Titik hitam sebesar biji jagung. Alhasil saya reset kembali. namun tak membuahkan hasil.coba di lap pakai tisu kamera belakang nya.,sama saja. Pakai aplikasi g-cam juga gak berpengaruh. menurut kok Hery itu kerusakan nya apa, kemudian bagaimana saya mengajukan klaim ‘garansi’ hp Nokia tersebut, apakah harus langsung ke toko nya atau bagaimana. Mohon pencerahan nya kok Hery. Trims

    1. Pak Sayidin,

      Garansi B-Cell berarti bukan garansi resmi.

      Kalau membaca paparan Anda, kemungkinan ada kerusakan di hardware. Untuk menyembuhkannya ada komponen yang harus diganti. Silakan melakukan klaim garansi ke tempat servis B-Cell. Seharusnya di dalam kardus ponsel ada kartu garansi yang mencantumkan alamatnya.

      1. Iya menurut saya juga begitu kok Hery. Pasalnya saya sudah otak Atik pengaturan kamera segala rupa, bertanya ke konter serta pada teman yang mengerti dunia per ponsel Android, ini hardware nya yang bermasalah.
        Ada alamatnya ,,disitu di kartu garansi tertera jelas : office & service centre (ruko mega grosir Cempaka mas. Blok m, no.8)

  30. Siang Pak Herry, izin bertanya.
    Jika saya harus memilih antara Nokia 6.1 plus dan Asus Zenfone 5 jika melihat hasil kamera, fitur, dan kegegasan, manakah yang lebih baik saya pilih? Terima kasih banyak.

    1. Pak Theo,

      Peluang Nokia seri 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 beredar resmi di sini cukup besar. Yang nyaris mustahil itu seri 7, 8, dan 9.

  31. Pak, kalau saya ingin mengganti pocophone ke nokia 6.1 plus ini termasuk downgrade sekali kah? Karena saya ingin merasakan pengalaman pure android

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *