Review Nokia 8: Paket Hampir Komplet ala HMD Global

Nokia 8 adalah ponsel dengan Qualcomm Snapdragon 835 kedua yang beredar resmi di Indonesia. Walaupun kehadirannya kalah cepat dibandingkan LG V30 Plus, ia tetap pantas dicermati.

Harga jual Nokia sangat rasional. Ketika diluncurkan pada Februari 2018, harga ritel resminya dipatok Rp6,499 juta alias lebih murah Rp4 juta daripada V30 Plus. Bila diadu dengan harga jual Nokia 8 di Singapura dan Malaysia pada saat bersamaan, harga di Indonesia lebih rendah.

Jujur, harga Nokia 8 itu mengejutkan penulis alias HSW. Sebab, HMD Global biasanya menetapkan harga jual ponsel pintar Nokia terlalu tinggi. Mereka tampak sangat percaya diri kalau Nokia mantan raja ponsel dan sampai kini kehadiran produk terbarunya masih dinantikan pasar. Padahal, realitanya tidak selalu demikian.

Cobalah memperhatikan harga Nokia 2, 3, 5, dan 6 kala mulai didistribusikan resmi ke Indonesia. Nokia 2 dengan RAM 1 GB dan ROM 8 GB saja dulu dibanderol Rp1,499 juta. Andai masih mengikuti kebiasaan lama, HSW menerka Nokia 8 akan dijual Rp7,999 juta.

Nokia 8 mewarisi tradisi Nokia zaman dulu ketika masih berkantor pusat di Finlandia. Build quality (HSW belum menemukan padanan kata yang tepat dalam bahasa Indonesia untuk istilah ini) ponsel itu pantas disebut mantap.

Bodi ponsel dibuat dari satu blok aluminium seri 6000 yang dikenal kuat. Konon proses produksinya melalui 40 tahap permesinan, anodisa, dan polesan. Unit yang HSW uji pakai kebetulan berwarna polished blue. Varian itu memiliki sentuhan akhir kaca yang membutuhkan pemolesan tambahan selama belasan jam. Hasilnya, permukaan belakang ponsel itu tampak mengilap. Cantik dan mewah!

Desain Nokia 8 relatif ergonomis. Ia terasa nyaman digenggam. Ketebalan ponsel di bagian tepi hanya 4,6 milimeter. Bagian yang paling tebal di area tengah, yaitu 7,9 milimeter. Kalau dirata-rata ketebalan ponsel itu 7,3 milimeter saja. Panjang dan lebarnya 151,5 x 73,7 milimeter, sedangkan beratnya 160 gram.

Layar Nokia 8 masih memiliki rasio 16:9, belum 18:9 yang kekinian. Kendati demikian, layar IPS 5,3 inci beresolusi quad HD 2.560 x 1.440 piksel dan Corning Gorilla Glass 5 itu layak mendapatkan pujian. Di segala kondisi, termasuk di bawah teriknya sinar matahari, tampilan layar ponsel itu sedap dipandang mata.

Di sisi atas ponsel terdapat konektor audio 3,5 milimeter untuk menancapkan earphone atau handsfree berkabel. Selot kartu yang siap menampung dua nano SIM atau satu nano SIM dan satu keping microSD berada di sisi kiri. Tombol volume dan power tersedia di sisi kanan. Sedangkan di bagian bawah, pengguna bakal menjumpai mikrofon, konektor USB tipe C, dan speaker.

Kamera utama Nokia 8 memanfaatkan lensa ganda buatan Zeiss. Seingat HSW, sejak bernaung di bawah HMD Global, inilah ponsel pertama Nokia yang menggunakan lensa Zeiss. Saat Nokia masih menjadi penguasa pasar ponsel, bertahun-tahun lalu, aneka tipe ponsel Nokia juga memakai lensa Zeiss yang ketika itu bernama Carl Zeiss. Misalnya, N82, N95, N8, dan 808 PureView.

Dua lensa kamera di sisi belakang Nokia 8 memiliki fungsi berbeda. Lensa warna bertugas mengabadikan objek, sedangkan lensa monokrom spesifik merekam detail objek pemotretan. Kamera dengan fokus otomatis plus lampu kilat itu sanggup menghasilkan foto beresolusi maksimal 13 megapiksel dan klip video UHD 4K.

Tersedia mode live bokeh dan manual yang bisa dieksplorasi lebih mendalam. Pada mode manual, parameter yang dapat diubah oleh pengguna hanya metode pengukuran cahaya, pemfokusan, white balance, dan kompensasi pencahayaan. Tak ada pilihan untuk mengubah kecepatan rana atau shutter speed.

Bila ingin berswafoto, pengguna tinggal mendayagunakan kamera depan yang berlensa tunggal. Ia bisa memproduksi foto beresolusi 13 megapiksel dan klip video UHD 4K. Kamera itu sebenarnya tanpa lampu kilat. Namun, pengguna dapat memanfaatkan cahaya layar untuk memberikan sedikit pencahayaan tambahan.

Untuk standar ponsel flagship, tak bisa dimungkiri performa kamera Nokia 8 kurang prima. Tidak sejelek yang HSW bayangkan ketika tahun lalu membaca ulasan Nokia 8 di internet sih. Namun, memang sangat belum pantas disebut bagus.

Betapa pun, tetap ada sisi menarik yang perlu diketahui terkait kamera Nokia 8. Pertama, ia dilengkapi fitur yang disebut bothie alias dual sight. Kamera depan dan belakang bisa dipakai bersamaan untuk menghasilkan foto maupun klip video. Ingin disiarkan secara langsung ke Facebook atau YouTube juga bisa. Fitur itu layak dijajal oleh individu yang gemar membikin vlog.

Kedua, Nokia 8 mendukung OZO Audio. Apakah itu? Begini… kalau dicermati di sekujur bodi ponsel itu terdapat tiga mikrofon: di dekat earpiece, di sisi bawah, dan di atas kamera belakang.

Ketika ponsel difungsikan sebagai perekam video, trio mikrofon itu akan menangkap audio dengan suara surround spasial 360 derajat. Suara di klip video yang dihasilkan bakal terasa sangat berdimensi. Silakan mendengarkan contohnya dengan memutar video berikut. Pastikan earphone dalam kondisi terpasang di ponsel atau laptop.

Wi-Fi, bluetooth, GPS, NFC, sensor sidik jari, RAM 4 GB, dan ROM 64 GB merupakan sebagian spesifikasi lain Nokia 8. Saat ponsel kali pertama diaktifkan, kapasitas memori internal masih tersisa 53,62 GB. Karena mengantongi sertifikat IP54, pengguan tak perlu risau bila ponsel terkena percikan air.

Prosesor? Seperti yang disebutkan di paragraf pertama, ponsel itu menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 835 MSM8998. Prosesor delapan inti (octa core) itu terdiri atas empat inti dengan kecepatan 2,36 GHz dan empat inti 1,9 GHz.

Nokia 8 menganut dual SIM hybrid. Anggaplah pengguna menyelipkan dua kartu nano SIM. Dua nomor akan siaga bersamaan. Nomor yang aktif dipakai berinternet, tidak peduli berada di selot SIM1 atau SIM2, leluasa menduduki jaringan 4G LTE. Satu nomor lainnya bakal menduduki jaringan 3G.

Selama menguji pakai Nokia 8, HSW sukses menikmati akses data 4G LTE Telkomsel, XL, Indosat, Tri, dan Smartfren. Hal itu amat wajar karena di atas kertas ponsel itu mendukung LTE band 1, 3, 5, 7, 8, 20, 28, 38, dan 40.

Ketika ponsel siaga, tetapi layar padam, pengguna bisa mengaktifkan layar hanya dengan mengetukkan jari dua kali. Namun, jurus ketuk layar dua kali itu tak bisa dipakai untuk memadamkan layar.

Saat HSW mengetikkan ulasan ini, sistem operasi yang tertanam di ponsel Android 8.1 Oreo. Dari waktu ke waktu, pembaruan firmware Nokia 8 terbukti rutin dan cepat.

Sumber daya ponsel berasal dari baterai tanam berkapasitas 3.090 mAh. Dengan perilaku pemakaian ala HSW, sekali diisi ulang sampai penuh baterai itu sanggup bertahan sekitar 14 jam. Proses charging tak pernah menyentuh dua jam karena Nokia 8 kompatibel dengan pengisi daya berstandar Qualcomm Quick Charge 3.0.

Bila dirangkum, Nokia 8 ibarat ponsel dengan paket hampir lengkap ala HMD Global. Titik lemahnya praktis hanya di kinerja kamera. Asalkan Anda tidak terlalu mementingkan performa kamera, ponsel itu sangat pantas dibeli.

Sampai di sini, HSW yakin pasti akan ada yang berkomentar, “Lebih baik membeli Asus Zenfone 5Z yang memakai Snapdragon 845. Varian RAM 6 GB dan ROM 128 hanya Rp6,499 juta.”

Boleh-boleh saja sih. HSW juga penasaran memiliki ponsel itu kok. Masalahnya, sekarang ponsel tersebut belum bisa dibeli. Lha wong belum beredar resmi di sini. Sebaiknya kita tidak membandingkan ponsel yang sudah bisa dibeli dengan ponsel yang rencananya akan dijual resmi.

***

Berikut contoh hasil jepretan kamera Nokia 8.

Suatu siang seekor kecoak terkapar di halaman dan dikerubungi semut. Iseng difoto ah.

Kalau foto di atas di-crop, inilah hasilnya.

Menjajal mode live bokeh. Yang ditampilkan lebih awal adalah foto tanpa live bokeh. Bisakah Anda menemukan perbedaannya?

Satu foto berikut dijepret memakai kamera depan.

***

Tangkapan layar Antutu Benchmark dan Sensor Box for Android.

 

 

72 thoughts to “Review Nokia 8: Paket Hampir Komplet ala HMD Global”

  1. contoh lebih kerennya ada di youtube SobatHape, Koh.

    Disana Om Mouldie nyoba rekam suara sambil muterin kamera.

  2. mantap reviewnya Om Herry, jadi pengen beli euy , tp informasinya dpt update software utk kameranya ya Om? dari Nokia

    1. Pak Harry,

      Iya. Pembaruan itu sudah lama saya tunggu, tetapi tak kunjung keluar. Ketika review saya unggah lalu saya berpisah dengan Nokia 8, eh… beberapa hari kemudian pembaruannya nongol.

  3. koh, kemarin2 saya membaca ulasan dari reviewer lain, ada yg menggantikan kata “build quaity” dengan “kualitas rancang bangun”. mungkin koh HSW bisa pakai istilah itu juga (kalau cocok)

    1. Pak Rafiedingdong,

      Terima kasih atas masukannya. Saya kok masih kurang sreg ya. Rancang bangun berarti lebih ke desain. Padahal, build quality kan lebih ke pengerjaan fisiknya.

  4. Dari uraian yang saya baca berarti untuk sektor perekaman audio gawai ini sangat mumpuni. Menurut pak HSW, kira-kira ad tidak ponsel yang setara dengan nokia 8 ini untuk urusan perekaman audio tersebut untuk saat ini. Kalo bisa perekaman videonya bagus juga.

    1. Pak Wahyu Wibowo,

      Ya. Kalau yang suaranya sampai “berdimensi”, saya belum menemukan lagi sih.

  5. Jikalau Nokia 8 pemakaian ala koh Herry 14 jam, bagaimana dg zenfone 5 yang sekarang dipakai? kemudian kapan review S9 plus? karena saya penasaran “katanya” kamera tele nya bokehnya paling bagus rapi. Terima kasih

    1. Pak Roy A.,

      * Zenfone 5 masih proses uji pakai.
      * Kan sudah saya umumkan kalau batal me-review Samsung Galaxy S9+. Lha ponsel tersebut baru dipakai sehari sensor sidik jarinya sudah ngadat dan perlu dibawa ke pusat perbaikan resmi. Bete deh saya. Begitu sembuh, langsung dijual.

  6. Pak HSW, mau tanya
    1. Apakah servis center Nokia sudah merata di semua provinsi atau baru di kota besar saja?
    2. Untuk smartphone merk Sharp apakah layak beli kalau dilihat dari sisi sales after market nya?
    3. Apakah Redmi 5A masih layak beli di kisaran harga 1,3 juta pak?
    Terimakasih pak HSW.

    1. Pak Damar,

      1. Sepertinya belum di semua provinsi, tetapi sudah lumayan banyak kok. Silakan cek di https://www.nokia.com/id_id/phones/support/care-center-locator

      2. Belum tahu nih. Saya belum pernah berurusan dengan pusat perbaikan resmi Sharp. Saya juga belum pernah menerima testimoni dari konsumen. Kalau harga pasaran ponsel bekasnya sih lumayan jatuh.

      3. Masih. Namun, harga pasaran Redmi 5A bergaransi resmi seharusnya sekarang sudah turun lho. Maksimal Rp1,25 juta.

  7. Seperti biasa, saya salut dengan penggunaan kata yang Pak Herry gunakan. Sampai-sampai saya iseng mengecek kata-kata yang sedikit tidak lazim bagi orang awam menggunakan KBBI, dan saya tidak menemukan satupun kata yang salah dalam penulisan. Terlebih diksinya yang sangat baik. Senang rasanya masih ada techno-blog yang masih mempertahankan tata bahasanya dengan baik seperti blog Pak HSW ini.

  8. Koh HSW, mo tanya neh
    1. Kalo harga zenfone 5 ze620kl kapan resmi indo, harganya berapa?
    2. Kapan review Nubia z17mini, katanya resmi indonesia?

    1. Pak Yan,

      1. Rp4,299 juta. Khusus saat flash sale Rp3,999 juta.
      2. Karena terlalu lama telat masuk ke pasar, saya sudah kurang bernafsu mencoba Z17 Mini.

  9. hallo koh HSW, semoga Tuhan memberkati bapak.

    saya mau tanya pak, apakah nantinya gawai2 sekarang akan mengarah ke desain layar berponi mengikuti iphone x. dikarenakan saya jadi ragu untuk membeli gawai yang tidak berponi nantinya takut dibilang ketinggalan zaman. trimakasih pak

    1. Pak Nando,

      Amin. Terima kasih.

      Bisa jadi, Pak. Produsen kan berusaha memperkecil bingkai di sekeliling layar. Cara yang saat ini mungkin dilakukan adalah menggunakan poni atau mengadopsi desain ala Xiaomi Mi MIX (kamera depan diletakkan di bawah, dll).

  10. Om, untuk dipakai keperluan bisnis, terutama email, e-banking, tleponan, butuh standby lama, dibanding Asus Zenfone Zoom S, Om pilih yang mana? Thanks Om

    1. Pak Yasser,

      Kalau kebutuhannya seperti itu, ya mending Asus Zenfone Zoom S yang harga barunya sekarang sudah Rp3,499 juta.

  11. Om, pernah pake power bank acmic g?
    Kira-kira gimana menurut om hsw?
    Bila dibandingkan anker gimana?

    1. Pak AaeEkoS,

      Proses pemfokusan sampai tuntas menjepret agak lama. Hasil foto terasa kurang hidup (ehm… entah bahasa teknisnya apa). Bandingkan saja dengan foto-foto yang saya sertakan saat me-review ponsel flagship lain.

  12. Mantap pak Herry review-nya… omong-omong, kira-kira ada spoiler HMD akan meluncurkan gawai baru di Indonesia dalam waktu dekat tidak pak?

  13. Di pembaharuan yang terbaru untuk nokia 8, ada aplikasi kamera bawaan yg namany pro camera. Semoga Ko Herry berkenan mencobanya untuk melihat apakah kualitas hasil kameranya menjadi lebih baik.
    Terima kasih

    1. Pak Aditya Nanda Purnama,

      He… he… nggak bisa coba karena saya sudah berpisah dengan Nokia 8.

  14. Ko saya bingung mau menempatkan pertanyaan di kategori yang mana, karena saya takut kalau di Twitter tidak terjawab. Pertanyaan saya seputar alat dongle TV semacam Anycast itu jika Koko pernah coba2 juga sih, apakah Koko ada rekomendasi merk dongle TV yang ketika menonton Youtube / hal yang lain dalam jangka waktu yang panjang, HPnya nge-sleep (tidak sama-sama menyala), hanya TV saja yang menyala

    1. Pak Rizqy Afrizal,

      * Bebas ditempatkan di kategori mana pun kok. Iya, di Twitter kalau sudah terlanjur menumpuk, jadi terlewatkan deh. Kalau di blog, saya lebih mudah menelusurinya satu per satu.

      * Dulu banget (hmm… sekitar lima tahun lalu) pernah coba. Saya tak mengikuti perkembangan terkini. Jadi, tak berani berikan rekomendasi.

  15. Maaf oot Om Herry, Karena harga zenfone zoom s sekarang < 3,5 juta apakah keunggulan dan kelemahan dr zenfone zoom s dan redmi note 5 jika di versuskan…?
    A. Kamera utama dan depan, prefer siapa ?
    B. Video, unggul siapa ?
    C. Kegegasan, menang siapa?
    D. Baterai, awet siapa?
    E. Body dan handling, enak siapa?
    Terimakasih

    1. Pak Lolot,

      A. Relatif imbang sih.
      B. Saya tidak terlalu menguji video. cenderung imbang juga.
      C. Redmi Note 5.
      D. Kondisi terakhir menang Redmi Note 5.
      E. Buat saya sih sama-sama enak.

  16. Om maaf lagi galau nih. Ada budget dibawah 5jt,mau beli hp 2nd. Antara LG G6 sama A8 2018 mending mana ya? Atau ada rekomen lain?

    1. Pak Bhakti Priawan,

      Kalau saya kok mending beli Xiaomi Redmi Note 5 atau Asus Zenfone Zoom S lalu sisa uangnya disimpan ya. Andai tetap harus memilih salah satu di antara dua ponsel yang Anda sebutkan, saya sih mending ambil G6.

      1. kok kurang tertarik ya om sama asus. klo xiaomi udah punya redmi note 4, pengen coba merk lain.
        kayaknya mending G6 ya. oh ya, kan banyak beredar yang single sim alias bukan garansi resmi indo. menurut pak herry, sama ajakah dengan yang dual sim selain masalah garansi?

          1. Pak Bhakti Priawan,

            Tak tahu. Saya tidak pernah menguji pakai Galaxy S7 Edge.

        1. Pak Bhakti Priawan,

          Belilah yang bergaransi resmi. Lebih tenang dan aman. Unitnya juga pasti dual SIM.

  17. Pagi pak,

    Mau tanya untuk gawai di kisaran harga 5-6 juta rupiah yang performa kameranya lebih baik dari Asus Zenfone Zoom S apa ya pak?

    Terima kasih.

  18. Pagi, Koh Herry tanya beberapa gawai sebagai perbandingan untuk digunakan keseharian:
    1. Moto G5s Plus apakah masih worth it ditengah menjamurnya ponsel poni? Dan bagaimana bila dibandingkan dengan Asus zenfone Max Pro M1?
    2. Nokia 8 vs Samsung A8 2018 rekomended mana Koh?
    3. Untuk range harga 1 jutaan selain xiaomi yang bisa digunakan dua akun pengguna layaknya double space kira-kira apa ya?
    Trims

    1. Pak Ahmad,

      1. Kalau Anda mencari ponsel ber-NFC dengan harga rasional dan kinerja fitur-fitur lain secara umum juga bagus, Moto G5s Plus masih boleh dilirik.

      2. Saya kok masih belum percaya dengan Samsung seri A ya. Lha seri S yang biasanya saya jagokan pun, ternyata mengagetkan kala saya memakai Galaxy S9+.

      3. Ada Infinix. Namun, jangan beli Infinix deh.

  19. akhirnya setelah menanti berbulan-bulan reviewnya keluar juga seiring saya sudah menggunakan HP ini juga. overall saya puas dengan performa HP ini, untuk sektor kamera, mungkin sebelum ada update terbaru nokia pro camera bisa pake gcam yang tinggal install and play, tapi sekarang hasil kameranya setelah update sudah lebih baik. mohon ijin untuk share ini di grup nokia di facebook om.

    1. Pak Yunus,

      Terima kasih atas masukannya. Beberapa waktu lalu sempat ada yang memberikan masukan senada. Namun, saya masih kurang sreg. Sebab, rancang bangun tampaknya lebih terkait dengan desain. Sedangkan build quality lebih menyoroti kualitas pengerjaan fisiknya, termasuk finishing-nya.

  20. Koh Herry SW, saya mau tanya
    1. Apa ada info perilisan Xiaomi Redmi Note 5 yang versi Ram 3GB?
    2. Kmaren ada yang jual versi 3 GB tp garansi distributor, apa ada bedanya dengan versi resmi?
    3. Budget saya mentok di 2,5 jt apa Xiaomi MiA1 masih layak untuk 2018? Atau mungkin ada saran lain?

    1. Pak Zulkifli,

      1. Sudah dirilis kok. Harga ritel resmi Rp2,499 juta.

      2. Risiko membeli ponsel tanpa garansi resmi:
      * Unit yang didapatkan tidak benar-benar baru. Karena Redmi Note 5 barusan keluar, peluang tersebut agak kecil.
      * Spesifikasi perangkat keras mungkin tidak optimal dengan kondisi Indonesia.
      * Firmware yang digunakan kurang stabil.
      * Aksesori yang disertakan bukan orisinal.
      * Layanan purna jual tidak jelas.

      3. Masih layak. Mi A1 4/64 bergaransi resmi saat ini harga jualnya maksimal Rp2,5 juta.

  21. Pak Herry,
    Sayang sekali sudah berpisah dengan Nokia 8 nya, padahal saya baru mau tanya bagaimana kalau menggunakan driver Google Cam nya Google Pixel 2 dan telah diupdate firmware cameranya.

  22. Koh Herry, kalau budget maksimal 2,5 juta, smartphone apa yang kualitas kamera belakangnya paling bagus, apakah masih zenfone 3, masalahnya kemarin2 saya denger ada problem hardware di kamera karena update software

    1. Pak Adi,

      Kalau bisa dapat Redmi Note 5 varian 3/32 dengan harga ritel resmi Rp2,499 juta, silakan ambil itu. Kalau tak bisa, ya berarti Zenfone 3 ZE520KL. Yang dialami kamera Zenfone 3 itu sepertinya bug firmware baru, bukan masalah di peranti keras (hardware).

      1. 1.Masalah di kameranya zenfone 3 itu nggak bisa fokus pas video koh, apakah tetap tergolong bug di software?.
        2. O iya koh, apakah kamera Honor 9 Lite kalah telak dari zenfone 3? apakah Honor 9 Lite worth it?
        3. Di kota saya sudah ada MI authorize store, nah apakah harga Redmi Note 5 di sana nggak terlalu naik Koh? ya maksimal 2,8 juta gitu

        1. Pak Adi,

          1. Kalau dipakai memotret apakah bisa fokus? Kalau bisa, berarti bug firmware. Kalau dipakai memotret juga tak bisa fokus, ada kemungkinan masalahnya di hardware.

          2. Cukup signifikan. Bagi saya, Honor 9 Lite tidak layak beli. Lha sekadar dipakai mengetik WhatsApp pun terasa nge-lag kok.

          3. Maaf, Anda di kota mana ya? Benarkah yang telah beroperasi adalah Mi Store resmi? Sebab, belakangan ini semakin sering muncul Mi Store jadi-jadian. Harga jual di Mi Store resmi sesuai harga ritel yang disarankan. Untuk Redmi Note 5, harganya Rp2,499 juta (varian 3/32) dan Rp2,999 juta (varian 4/64).

    1. Pak Adi,

      Tepatnya maksimal di harga berapa nih? Sebab, Rp1,999 juta pun masih termasuk Rp1 jutaan.

      Saya anggap harga maksimal Rp1,5 juta ya. Redmi 5A masih menjadi pilihan terbaik. Harga pasar unit baru dan bergaransi resmi saat ini maksimal Rp1,3 juta.

      1. Iya koh, maksud saya sampai 1,99 juta. Apakah tetap Redmi 5a yang kameranya paling bagus? Atau zenfone live L1 dan hp lainnya ada yg lebih bagus kameranya. Makasih

        1. Pak Adi,

          Di antara yang sudah saya coba sih iya. Saya menduga Redmi 5 yang harga barunya Rp1,699 juta (varian 2/16) dan Rp1,899 juta (3/32) memiliki kamera lebih bagus. Namun, saya belum pernah mencobanya sendiri.

  23. Terimakasih atas review nya yang mencerahkan koh herry,
    Kalo dibandingkan dengan asus zenfone zoom s lebih layak beli mana? Jika dilihat dari harganya yang selisih 1 jt an

    1. Pak Rian Permana,

      Kalau memerlukan NFC dan mengutamakan kegegasan plus kejernihan suara yang ada di klip video, Nokia 8 lebih cocok dipilih. Namun, bila Anda mementingkan daya tahan baterai dan kamera, Zenfone Zoom S lebih layak beli.

      Harga jual dua ponsel itu berbeda jauh sekali lho, Pak. Bukan hanya Rp1 jutaan. Zenfone Zoom S saat ini Rp3,499 juta, sedangkan Nokia 8 masih Rp6,499 juta.

  24. Terimakasih atas reviewnya koh HSW. Btw build quality: kualitas fisik secara keseluruhan.
    Ternyata benar kata YouTubers lain, Nokia 8 ini hampir sempurna, cuma titik lemah HP ini ada di kamera bawaan nya. Tapi lihat2 komentar di YouTube banyak yg pake Gcam mod apk malah tambah mantap hasil jepretannya koh.

    Kira2 LG G5 SE baru dengan harga 2.8 juta apakah layak bgt untuk diambil?

    1. Pak You,

      G5 SE sudah nggak menarik deh. Namun, kalau ngejar kamera bagus dan siap menghadapi risiko suku cadang tak ada lagi, ya silakan saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *