Review Nokia Asha 210: Memaksa Jadi Smartphone

Nokia Indonesia tampaknya memberikan perhatian ekstra kepada Asha 210. Sebelum ponsel dual SIM GSM-GSM dengan papan ketik qwerty itu beredar, iklannya telah muncul di beberapa media cetak nasional. Di pusat-pusat penjualan ponsel, poster dan brosurnya juga sudah disebarkan.

Hasilnya, ketika Asha 210 memasuki pasar pada hari-hari terakhir sebelum Lebaran, ia dicari konsumen. Penjual yang memanfaatkan momen menawarkannya Rp 750 ribu, Rp 800 ribu, bahkan Rp 900 ribu. Padahal, harga eceran yang disarankan untuk ponsel itu sebenarnya Rp 699 ribu.

Asha 210-1

Penulis menguji pakai Asha 210 berwarna kuning. Tampilan fisik ponsel berukuran 111,5 x 60 x 11,8 mm dan berat 99,5 gram itu harus diakui cukup menarik. Papan ketik qwerty-nya tergolong nyaman. Memang tidak seenak papan ketik qwerty BlackBerry Q10 yang harga jualnya sepuluh kali lipat lebih mahal. Namun, setidaknya masih lebih nyaman daripada papan ketik qwerty Nokia Asha 200, Asha 205, dan Asha 303.

Tidak adanya kamera depan tak berarti pengguna bakal kesulitan berfoto narsis. Sebab, Asha 210 dibekali fitur self portrait yang sebelumnya penulis jumpai di Nokia 301. Dengan mengaktifkan fitur tersebut, ada suara yang memandu pengguna saat ingin memotret diri sendiri memakai kamera belakang. Foto yang dihasilkan oleh kamera dua megapiksel tanpa fokus otomatis dan lampu kilat itu masih pantas dikategorikan lumayan.

Spesifikasi lain Asha 210, di antaranya, buku telepon seribu nama multiple entry, selot microSD, bluetooth, Wi-Fi, dan pembuat panggilan palsu (simulate call). Di sisi atas ponsel, terdapat konektor micro USB yang hanya berfungsi untuk transfer data. Untuk mengisi ulang baterai ponsel, pengguna wajib menggunakan konektor dua milimeter alias bundar kecil ala Nokia.

Sumber tenaga ponsel berlayar 2,4 inci dengan resolusi 320 x 240 piksel itu berasal dari baterai BL-4U berkapasitas 1.200 mAh. Ketika kebetulan berada di lokasi hotspot berkecepatan tinggi, tak ada salahnya pengguna memanfaatkan Nokia Gift. Apaan tuh? Nokia Gift adalah kado ala Nokia yang memungkinkan pengguna Asha 210 mengunduh aplikasi sepuasnya selama 60 hari.

Asha 210-2

Di situs Nokia Indonesia, Asha 210 digolongkan sebagai smartphone. Ia memiliki slogan makin gaul di social media. Ponsel itu memang dilengkapi aplikasi Facebook, Twitter, dan WhatsApp. Di sisi kiri tombol navigasi disiapkan tombol internet yang leluasa dipersonalisasi. Tujuannya, mempercepat pengguna dalam mengakses media sosial yang rutin dipakai.

Sayang, Asha 210 belum mendukung layanan 3G. Hal itu membuat sensasi bermedia sosial via ponsel tersebut tak maksimal. Selama berhari-hari penulis sengaja menggunakannya sebagai ponsel utama untuk ber-WhatsApp. Selama berhari-hari itu pula, penulis dibuat frustrasi. Pesan WhatsApp sering terlambat masuk. Mengirimkan pesan pun seolah wajib disertai dengan berdoa. Maklum, performa layanan GPRS/EDGE operator GSM di Indonesia acap kali tak bisa diandalkan.

Sisi minus lain Asha 210, proses sinkronisasi kontak antara ponsel dan Microsoft Outlook di laptop secara offline relatif rumit. Jauh lebih sukar dibandingkan belasan bahkan puluhan tipe ponsel Nokia seri 40 yang pernah penulis coba.

Andaikata harus menarik kesimpulan, menurut penulis, Asha 210 adalah ponsel yang memaksakan diri menjadi smartphone. Anda boleh membelinya kalau akan memakai ponsel itu untuk bertelepon, ber-SMS, dan berinternet ringan. Bila rencana pemakaian Anda melebihi itu, lebih bijak mengurungkan niat meminang Asha 210.

10 thoughts to “Review Nokia Asha 210: Memaksa Jadi Smartphone”

  1. Yg membedakan strateginya, kalau Asha masih pakai strategi lama, yaitu fiturnya setengah2 untuk membedakan harga. Ada yg dual on, ada yg wifi, ada yg 3G dst dst, tapi ga ada yg lengkap.

    Beda dgn Android atau Windows Phone ataupun BB (walaupun BB harganya kadang ga waras, diikuti Samsung skrg), mau yg lengkap spec tertinggi ya mesti ditebus dgn harga mahal, menengah dan akhirnya harga termurah dgn spec seadanya dst dst. Atau buat bbrp saat:layar besar ya mahal, layar kecil ya murah

  2. pak herry

    sudah dapat kabar tentang kapan nokia 515 dilaunching di indonesia?sepertinya acang yang keren kalau saya baca di gsmarena.com

  3. Pak Herry,
    Bagaimana daya tahan batere kalau mobile data always on (untuk whatsapp dan internet ringan) ? Kira2 berapa jam / berapa hari ? Thx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *