Reviu realme 9 Pro: Tak Bisa Dipadamkan via Tombol Power

Diluncurkan bersamaan dengan realme 9 Pro+, realme 9 Pro adalah kompetitor berat aneka merek ponsel di rentang harga Rp3 jutaan. Ia ditawarkan dalam dua pilihan kapasitas. Pertama, RAM 6 GB dan ROM 128 GB Rp3,799 juta. Kedua, 8/128 GB Rp3,999 juta.

Teknologi light shift design ala realme 9 Pro+ juga diadopsi realme 9 Pro. Bodi ponsel yang awalnya berwarna biru bakal menjadi kemerahan bila terkena pancaran sinar matahari atau ultraviolet.

Dapur pacunya memanfaatkan Snapdragon 695 5G dan langsung siap dipakai menikmati layanan 5G Telkomsel, Indosat, maupun XL. Layar IPS full HD+ 6,6 inci dengan refresh rate 120 Hz, dynamic RAM expansion 5 GB, NFC, baterai 5.000 mAh, dan pengisian cepat 33W merupakan sebagian spesifikasi lain realme 9 Pro.

Selot kartu ponsel itu menganut sistem hibrida. Pengguna bebas memilih ingin menyelipkan dua nano SIM atau satu nano SIM + sekeping kartu microSD. Sensor sidik jarinya di kanan ponsel, menyatu dengan tombol daya.

Kamera belakang realme 9 Pro terdiri atas tiga lensa: lensa utama 64 megapiksel, lensa sudut ekstralebar delapan megapiksel, dan lensa makro dua megapiksel. Sedangkan kamera depannya berlensa tunggal dengan resolusi 16 megapiksel.

Dengan perilaku pemakaian ala saya yang tergolong aktif, tetapi tak pernah bermain game, daya baterai ponsel itu bisa bertahan seharian penuh. Beberapa kali malahan menembus sehari semalam. Kegegasannya juga tak perlu disangsikan.

Ketajaman hasil foto kamera realme 9 Pro di berbagai tingkat pencahayaan layak diacungi jempol. Namun, terus terang saya terganggu dengan saturasi warna foto yang acapkali terlampau tinggi.

Hasil perekaman video ponsel itu belum berhasil memuaskan saya. Sebab, pada resolusi 720p pun video yang diproduksi cenderung berguncang.

Ketidaksinkronan antara gerak bibir dan suara, yang sempat dipergunjingkan warganet, tak terlalu saya rasakan. Bisa jadi karena saya sudah menggunakan versi firmware yang lebih baru.

Sekadar intermeso sebagai penutup ulasan: realme 9 Pro tak bisa dipadamkan hanya dengan menekan tombol daya (power). Matikan ponsel dengan menekan dan menahan tombol daya + volume ke atas secara bersamaan.

#HSWrealme9Pro #realme9Pro #realme9ProSeries

***

Berikut contoh foto yang dihasilkan kamera realme 9 Pro. Agar lebih mudah diakses, resolusi foto telah diperkecil dan ukuran file dikompresi. Tidak ada olah digital lain yang dilakukan.

Lensa normal/utama vs lensa sudut ekstralebar.

Mode normal vs mode malam.

Dua foto berikut dijepret menggunakan kamera depan.

***

Tangkapan layar AnTuTu Benchmark dan Sensor Box for Android.

68 thoughts on “Reviu realme 9 Pro: Tak Bisa Dipadamkan via Tombol Power”

    • Siang pak Herry
      Mau minta saran utk pengganti hp sy redmi 5A. Dgn budget 1 jutaan apa bisa dpt hp dgn ram 4 gb? Terimakasih sblmnya pak

      Reply
      • Bu Retno,

        Mohon maaf atas keterlambatan jawaban.

        Bisa dong. Namun, cari ponselnya mungkin agak sulit karena status ponselnya sudah diskontinu.
        * Pilihan terbaik: realme Narzo 30A.
        * Pilihan kedua: POCO M3.

        Reply
          • Pak Senna,

            Bolehkah saya mengetahui tautan untuk membaca kasus-kasus yang terjadi? Jadi penasaran nih.

    • Pak Tohari Kuswanto,

      Mohon maaf atas keterlambatan jawaban.

      Tidak mubazir asalkan pemakaian ponsel memang intensif dan cukup kompleks.

      Reply
  1. Ko Herry, jika saat ini beli ponsel dgn jaringan 4G, bisa untuk berapa tahun digunakan? (Sebab saat ini sudah beredar yang 5G). Apakah ketika jaman berubah ke 5G, mengakibatkan 4G jadi off / dampaknya apa? Terima kasih

    Reply
    • Pak Adi Titi,

      Mohon maaf atas keterlambatan jawaban.

      Sepuluh tahun lagi pun, asalkan ponsel belum rusak, seharusnya masih bisa digunakan.

      Layanan 5G di Indonesia masih berada pada tahap yang sangat awal. Umur 4G masih panjang. Kehadiran 5G tidak akan serta merta mematikan 4G.

      Reply
  2. Selamat sore Om Herry, saya sedang mempertimbangkan berganti ponsel ke ponsel flagship. Awalnya pilihan saya antara Iphone 13 atau Samsung Galaxy S22 5G. Dengan #SamsungCoret yang Om Herry suarakan karena after sales service-nya yang buruk, saya jadi ragu untuk membeli ponsel flagship Samsung. Bagaimana dengan after sales service dari Apple ya, Om?
    Apakah pernah ada pengalaman seburuk #SamsungCoret, atau Om Herry pernah mendengar pengalaman orang lain terkait after sales service dari Apple?

    Reply
    • Pak Vic,

      Mohon maaf atas keterlambatan jawaban.

      Apple di sini senada seirama dengan #SamsungCoret. Dulu saya malahan sempat punya satu judul spesifik di blog ini. Ada banyak cerita dari pengguna Apple yang bisa dibaca di sana. Karena kapasitas hosting blog sudah penuh, akhirnya ratusan posting lama, termasuk unggahan tentang Apple itu, saya hapus pada awal tahun ini.

      Btw, kalau pandemi sudah turun dan Bapak bakal sering ke Singapura, silakan ambil Apple. Layanan purna jual Apple di Singapura dan berbagai negara lain jauh lebih bagus daripada di sini. iPhone bergaransi resmi Indonesia bisa diklaimkan garansi di Singapura.

      Reply
  3. Om herry apa ada rekomendasi hp ram 4GB tapi dana nya pas 2 juta.
    Saya mau upgrade hp saya yang ram nya 2 GB
    Terima kasih om herry,

    Reply
  4. Om Herry, semoga sehat selalu, mohon rekomendasi HP range 4 -5 jutaan dengan spek mininum :

    1. fast charging
    2. slot sim card kedua
    3. dipakai harian buat bekerja tidak lemot (Tethering aktif, upload download dokumen via whatsapp)
    4. optional sesuai rekomendasi Om Herry, bukan brand S**Sung Coret hehe

    terimakasih pak sebelumya

    Reply
    • Bu Agnes Putri,

      Mohon maaf atas keterlambatan jawaban.

      Tidak signifikan bedanya. Namun, kenyamanan untuk pengguna biasanya terasa sekali.

      Reply
  5. hai pak,
    semoga sehat selalu
    saya mau cari hp bujet 3 s/d 4jt spec layar super amoled mem di atas 4 gb, syukur2 udah 5g
    terima kasih buat bantuannya

    Reply
    • Pak Samuel Sapaa,

      Mohon maaf atas keterlambatan jawaban.

      Redmi Note 10 Pro amat boleh dilirik. Kalau mau yang lebih ringan, Xiaomi Mi 11 Lite atau realme 8 Pro.

      Reply
    • Pak/Bu Erfadila,

      Mohon maaf atas keterlambatan jawaban.

      Ehmm… kebutuhannya apa dulu nih? Dengan begitu, rekomendasinya bisa lebih menukik.

      Reply
  6. Akhirnya ketemu lagi dengan tulisan Koh HSW di sini. Semoga sehat selalu, koh. Maaf OOT. Saya berniat beli tablet dgn fitur pena yang kinerjanya cukup gegas, baterai tahan lama dan layar oke utk kebutuhan sketsa cepat dan corat coret pengganti agenda kerja. Mohon saran antara Xiaomi Pad 5 dan Huawei MatePad serta alasannya ya koh. Udah colak colek 2 perangkat tersebut saat main ke Pakuwon Mall Surabaya, malah makin bingung. Maturnuwun.

    Reply
    • Pak Hernowo,

      Saya tidak pernah mencoba MatePad, tetapi pernah menjajal MatePad 11 yang spesifikasinya lebih tinggi. Harga juga lebih mahal.

      Menurut saya, Xiaomi Pad 5 lebih cocok dipilih.

      Reply
        • Pak Hernowo,

          Plus: masih cukup nyaman dipegang memakai satu tangan.

          Minus: tidak adanya layanan Google membuat banyak hal terhambat. Lupakan saja deh.

          Reply
  7. Terimakasih utk sarannya pak.
    Menurut pak Herry utk redmi 4x (second) apa masih sesuai utk saat ini? Krn sy lihat banyak yg menawarkan di marketplace & sy rada tertarik utk meminangnya krn ram 4/64 jg

    Reply
  8. Selamat malam om herry
    Mohon saran nya om…saya ingin beli hp dengan dana 3 juta
    Kriteria hp yang saya cari,
    1. Hasil kamera bagus saat siang maupun saat malam.
    2. Gegas saat digunakan dan baterai tidak boros
    Sebelumnya, saya ucapkan terima kasih om

    Reply
    • Pak Ariss,

      POCO X3 NFC bisa memenuhi semua kriteria yang disebutkan. Masalahnya, ponsel itu sudah diskontinu sehingga Anda harus rajin mencari penjual yang masih memiliki stok.

      Reply
  9. Dear Pak Herry, mohon infonya adakah rekomendasi Ponsel yg layarnya tidak terlalu besar (+- 5 inch) dan baterai yg awet? Untuk pemakaian standar orang tua.. Thank you

    Reply
  10. Om herry apa ada rekomendasi ponsel yang harga di kisaran 1.6-1.7 juta ? Soalnya mau beli dadakan. Hp saya yang sehari hari di gunakan rewel. Dana yang tersedia cuma segitu om.

    Reply
    • Pak/Bu Herles,

      Kalau dana masih memungkinkan ditambah menjadi Rp1,899 juta, ada Redmi 10C.

      Namun, bila anggaran benar-benar tak bisa ditambah, silakan membeli realme Narzo 50i. Btw, dengan anggaran segitu, jangan mengharapkan ponsel yang gegas dan amat mantap ya.

      Reply
    • Pak/Bu Erfadila,

      Merujuk kepada pengalaman pribadi, saya menyarankan jangan membeli ponsel Samsung. Layanan purna jualnya amat mengecewakan.

      Saat itu saya membeli ponsel #SamsungCoret harga Rp12,999 juta. Belum sampai 24 jam sejak unboxing di Samsung Experience Store, sensor sidik jarinya bermasalah. Solusi dari Samsung hanya servis. Permintaan ganti unit baru (mengingat belum 1 x 24 jam dan bukan kesalahan pengguna) ditolak.

      Reply
      • Kalau untuk merk lain dengan budget maksimal 4juta apa saran dari Ko Herry? Yang diharapkan, kamera bagus, gegas, dan memori lega. Terima kasih Ko ?

        Reply
        • Pak/Bu Erfadila,

          Oh anggaran berubah dari Rp4 jutaan menjadi maksimal Rp4 juta ya? Redmi Note 10 Pro boleh dipertimbangkan. Kalau Anda sangat suka berswafoto (selfie), ada pula vivo V21 5G.

          Reply
  11. Nanyain buat kawan yang minta referensi sebenarnya, Ko :”D kalau saya pribadi jarang swafoto. Alhamdulillah Agustus beli Realme C25s atas saran Ko Herry. Masih betah pakai ini saja.

    Kalau Resmi Note 10 pro dibandingkan Realme 9 pro plus bagus mana Ko? Di marketplace saya menemukan toko yang menjual variasi 8/128 Realme 9 pro plus di rentang harga 3,6-3,8 juta. Di toko daring Realme, variasi itu masih di harga 4,4 juta.

    Reply
  12. Mau nanya koh herry, kalo untuk gaming dengan budget max 3jt lebih baik realme 8i/infinix note 10 pro/infinix note 11 pro ya? oh iya, untuk fitur nfc apakah sangat penting untung kedepannya koh? karena saya bimbang mau ambil infinix note 11 pro tapi tidak ada nfc nya. makasih ko

    Reply
    • Pak Faisal Fahmi,

      Infinix tipe apa pun langsung saya gugurkan. Kecuali, kelak layanan purna jualnya sudah menyentuh ambang batas minimal versi saya. Jadi, hanya tersisa realme 8i deh.

      Tentang NFC, kalau Anda rutin menggunakan kartu uang elektronik, fitur itu seharusnya diperlukan. Bila Anda tidak memakai kartu uang elektronik, ketersediaan NFC untuk sementara belum terlalu dibutuhkan.

      Reply
        • Pak Faisal Fahmi,

          Ketika berbicara gaming, saya sebenarnya takkan merekomendasikan ponsel harga maksimal Rp3 juta. Saya cenderung menyodorkan Asus seri ROG. Namun, ya harganya tentu jauh di atas itu.

          Reply
  13. Numpang tanya Pak Herry, dg harga 2jt, apakah Realme C25S ram 4gb Rom 128gb masih layak dibeli di tahun ini?

    Reply
      • Kamera dan baterai pak, pemakaian biasa aja pak tanpa game berat. Atau ada HP lain yg lebih recommended dg harga 2jt pas?

        Reply
        • Pak Didin,

          Ok. Dengan kriteria seperti itu, ponsel tersebut masih boleh dibeli. Silakan lanjut.

          Untuk daya tahan baterai, Redmi 10C sebenarnya lebih bagus. Namun, hasil fotonya kalah tipis.

          Reply
  14. Pak Herry, semoga sehat selalu, mohon rekomendasi HP range 2.5 – 3.5 jutaan dengan spek mininum :

    1. fast charging
    2. ada slot sim card kedua
    3. dipakai harian buat bekerja tidak lemot (Tethering aktif, upload download dokumen via whatsapp)
    4. tidak boros baterai
    5. ada fitur NFC

    terima kasih sebelumya

    Reply
    • Bu Shanti Kristiani,

      realme 9 Pro 5G. https://buy.realme.com/id/goods/220

      Harga normal varian 6/128 Rp3,799 juta. Rajin-rajin saja memantau di tautan tersebut karena sering ada promo jadi Rp3,399 juta. Biasanya saat tanggal-tanggal gajian atau momen khusus (Lebaran, long weekend, dll).

      Reply
  15. Pak herry minta rekomendasi hp maksimal harga 5 juta kamera ok punya, buat dipakai sehari hari pak. Kalau bisa ukuran layar jangan terlalu besar

    Reply
    • Cak Kudori,

      Mohon maaf atas keterlambatan jawaban.

      Saya merekomendasikan realme 9 Pro+. Jangan keliru realme 9 Pro ya. Harus yang ada plus-nya.

      Reply
  16. Halo, Koh Herry..
    Menurut Koh Herry, Realme 9 pro 5g 8/128 dan Redmi Note 11 pro 5g 8/128 layak beli yang mana?

    Reply
    • Pak A. Hadi,

      Mohon maaf atas keterlambatan jawaban.

      Kalau Anda tak keberatan dengan hasil foto realme 9 Pro yang saturasi warnanya kadang terlalu berlebihan, mending ambil realme 9 Pro.

      Reply
  17. Om Herry

    mohon rekomendasi HP dengan bujet rendah (sekitaran 2 juta) sebagai HP sekunder hanya untuk penggunaan Zoom dengan virtual background dan baterai panjang.

    Syarat dari zoom:
    Android 8.0 or higher
    arm64 processor 8 cores or higher
    3GB or higher RAM
    GPU Qualcomm Adreno: 540 (Snapdragon 835 / Snapdragon SDM835), or higher than 615 (QCS605 or Snapdragon SDM710)
    atau GPU Mali: G series with version G72 or later
    CPU must be later than Exynos 9810, Exynos 990, Kirin 980, or Dimensity 1000.
    https://support.zoom.us/hc/en-us/articles/360043484511-Zoom-Virtual-Background-system-requirements

    Terima kasih

    Reply
    • Pak Yodi,

      Mohon maaf atas keterlambatan jawaban.

      Karena belum pernah melakukan riset secara khusus, saya tak berani memberikan jawaban yang spesifik.

      Reply
  18. Halo P Herry,

    Saya sering mengikuti Twitter dan blog P Herry meski tidak full time.
    Boleh minta saran dari P Herry untuk usulan ponsel dengan budget dana sekitar 3.5 sampai 4 juta, yg mengutamakan hasil kamera terutama foto dibanding video.

    Terima kasih sebelumnya,

    Reply
    • Pak Agus Rianto,

      Dengan kriteria tersebut, ada dua ponsel yang boleh dipertimbangkan: realme 9 Pro dan Redmi Note 10 Pro.

      Reply

Leave a Reply to A. Hadi Cancel reply