Review Smartfren Andromax G: Tetap Laris Meski Dikunci

Kalau pengguna Flexi sedang galau karena operator yang telah dipakainya bakal ditutup, hal bertolak belakang dialami pengguna Smartfren. Pengguna operator CDMA itu justru dibuat semakin lengket lewat beragam ponsel Android menarik dengan harga jual masuk akal. Salah satunya, Andromax G.

Andromax G adalah ponsel dual on CDMA-GSM bersistem operasi Android 4.1.2 Jelly Bean. Ponsel itu memanfaatkan sepasang kartu berukuran mini, bukan mikro. Nomor CDMA yang terpasang harus nomor Smartfren, sedangkan nomor GSM-nya bebas dipilih oleh pengguna.

Andromax G-1

Dua nomor yang diselipkan di Andromax G dapat siaga bersamaan. Keduanya dapat dipakai untuk bertelepon maupun ber-SMS. Sedangkan untuk berinternet, pengguna wajib memakai nomor CDMA. Pengguna bisa menikmati akses data EvDO rev A dengan kecepatan unduh sampai 3,1 Mbps.

Ponsel buatan Hisense Tiongkok itu berlayar sentuh empat inci dengan resolusi 800 x 480 piksel. Ketika jari pengguna menyentuhnya, layar merespons dengan cepat dan akurat. Dengan kata lain, layar Andromax G tidak memberikan bonus pengendalian emosi kepada penggunanya.

Kamera utama Andromax G berada di sisi belakang. Meskipun tanpa fokus otomatis dan lampu kilat, kamera itu ternyata mampu menghasilkan gambar yang relatif bagus. Syarat utamanya, jarak ponsel dengan objek yang dibidik minimal sekitar setengah meter. Resolusi foto yang dihasilkan sampai 3,15 megapiksel atau lazim dibulatkan menjadi 3,2 megapiksel. Sedangkan klip video yang dapat diproduksi maksimal hanya VGA.

Satu kamera lain berada di atas layar. Foto yang dihasilkan beresolusi sampai 1,23 megapiksel atau rutin digenapkan menjadi 1,3 megapiksel. Kalau memperhatikan spesifikasi Andromax G yang tercantum di situs Smartfren, foto sebesar itu tampaknya hasil interpolasi dari foto VGA. Kamera tersebut juga dapat merekam klip video VGA.

Andromax G-2

Spesifikasi teknis lain Andromax G meliputi prosesor berinti ganda (dual core) Qualcomm MSM8625Q 1,2 GHz, RAM 512 MB, ROM 4 GB, dan selot microSD. Kapasitas ROM sebesar itu dibagi dua, internal storage dan phone storage. Ketika ponsel masih baru, sebanyak 1,55 GB di antara 2,69 GB internal storage berstatus kosong. Sementara itu, kapasitas phone storage masih utuh 1 GB.

Ponsel bernama lain Hisense AD687G itu dibekali pula dengan Wi-Fi, bluetooth, dan GPS. GPS-nya mampu mengunci lokasi dengan cepat. Rata-rata hanya dalam sepuluh detik. Untuk hiburan dan memantau informasi terbaru, tersedia radio FM yang memungkinkan pengguna merekam siaran yang sedang didengarkan.

Sumber daya ponsel berasal dari baterai lithium ion berkapasitas 1.500 mAh. Andromax G yang berukuran 125 x 64,4 x 9,9 mm dan 120 gram itu telah mengadopsi tata suara dolby. Efek suara maksimal baru terasa bila pengguna mendengarkan musik atau menonton video via handsfree berkabel.

Saat ini Andromax G dijual Rp 999 ribu. Sebagian penjual menawarkannya Rp 950 ribu saja. Setiap pembeli otomatis memperoleh gratis internet 600 MB yang berlaku selama tujuh hari. Meskipun selot CDMA-nya dikunci, ponsel itu tetap laris terjual. Stok di pasar bahkan sempat kosong.

Menurut penulis, antusiasme pasar terhadap Andromax G tergolong wajar. Sebab, selain harga jualnya terjangkau, secara umum kinerjanya cukup memuaskan dibandingkan ponsel Android berharga jual setara.

***

Paket penjualan terdiri atas ponsel, baterai lithium ion 1.500 mAh, kepala charger USB 680 mA, kabel micro USB, dan handsfree berkabel. Disertakan pula nomor Smartfren dengan gratis paket data 600 MB selama tujuh hari.

***

Contoh hasil jepretan kamera Andromax G.

Andromax G-3

Andromax G-4

Andromax G-5

Andromax G-6

Objek yang dipotret sama dengan foto di atas. Bedanya, foto di bawah ini dihasilkan oleh kamera depan. Bukan kamera belakang.

Andromax G-7

***

Screen capture Antutu Benchmark, Quadrant Standard Edition, dan Android Sensor Box.

Andromax G-8

Andromax G-9

Andromax G-10

Andromax G-11

 

15 thoughts to “Review Smartfren Andromax G: Tetap Laris Meski Dikunci”

  1. kesimpulannya, layak beli ya pak Herry? Kalo dibandingkan dengan hp merk samson yang harga segitu juga, recomend yang mana Pak?

  2. Ternyata setelah dicoba beli USB Modem Smartfren, lumayan juga. Setidaknya saat dicoba di rumah ortu di Jakbar dan rumah saya di pusat kota Jambi. Berhubung modem disambung dgn router 3G mini punya TP Link Jadi tidak mobile. Speed max terus terang ga test, tapi utk bantu kerjaan ternyata lebih stabil daripada Speedy. Ini pemakaian baru sekitar 2 minggu, masih pakai kuota gratis. Mudah2an setelah isi ulang nanti bisa tetap stabil

    Back to topic jadi minat juga pakai Andromax. Soalnya 3x kunjungan terakhir ke Jakarta XL hancur parah (di Jambi masih baik). Kartu Halo Telkomsel pun ga lebih baik. Tapi berhubung dah pesan Samsung Galaxy S5 kemungkinan Smartfren nya ngambil yg hp biasa tapi bisa tethering (lupa namanya) atau Andromax murah seperti seri G ini

  3. Saya lihat di bagian bodi belakang ada tulisan “Dolby digital plus” ,bagaimana kualitas suara yang dihasilkan ? Saya agak ragu setelah membaca review di website lain mencantumkan bahwa kualitas suara melalui headset pun biasa saja. Terimakasih.

    1. Pak Kurniawan,

      Kalau pakai headset/earphone terasa lebih bagus kok. Namun, ya jangan membayangkan suara dolby kayak di gedung bioskop jaringan XXI ya.

  4. Pak Herry kalau antara andromax G sama lenovo A369i mending yang mana ya pak? mengingat harganya sama-sama 900ribuan terimakasih sebelumnya

    1. Pak Dit,

      Saya belum pernah menguji pakai A369i. Kalau dari hasil towel-towel sebentar, Andromax G terasa lebih menarik.

    1. Pak Yuwono,

      Maksudnya review sepeda motor ya? He.. he.. nggak akan di-review. Sampai sekarang saya belum menemukan posisi duduk yang nyaman. Joknya terbagi dalam dua tingkatan dan buat saya itu nggak enak.

  5. wah saya terlanjur beli Lenovo A369i mengingat saya butuh 2 nomor GSM-GSM low budget.. ternyata lumayan juga kok.. apa perlu saya yang review? hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *