Review Smartfren Andromax i2: Quad Core Kolektor Jari

Persepsi bahwa ponsel Android berprosesor quad core pasti mahal sampai sekarang masih melekat kuat. Kalau pun ada ponsel empat inti yang dibanderol murah, kinerjanya pantas diragukan. Hasil uji pakai yang dilakukan penulis terhadap Smartfren Andromax i2 mematahkan mitos tersebut. Ponsel quad core ternyata juga bisa murah sekaligus bukan murahan.

Andromax i2 yang kini dibanderol Rp 1,449 juta memanfaatkan prosesor empat inti (quad core) Qualcomm MSM8625Q berkecepatan 1,2 GHz. Memorinya terdiri atas RAM 1 GB, ROM 4 GB, dan selot microSD. ROM tersebut dipisahkan menjadi dua partisi, yaitu 3,69 GB internal storage dan 1 GB phone storage. Kala ponsel baru diaktifkan, kapasitas memori yang leluasa dioptimalkan pengguna meliputi 1,59 GB internal storage dan 1 GB phone storage.

Andromax i2-1

Ponsel itu dibekali layar sentuh IPS 4,5 inci dengan resolusi 854 x 480 piksel. Layar yang sudah mengadopsi one glass solution (OGS) tersebut mampu menampilkan huruf dan gambar dengan jernih. Ia juga sangat responsif terhadap sentuhan jari.

Pesan penulis, saat kali pertama memakai Andromax i2 dan hendak melepaskan lapisan plastik penutup layar, hati-hati ya. Sebab, di bawah lapisan plastik penutup layar itu sebenarnya telah melekat selembar pelindung layar (screen protector). Bila kurang cermat, pelindung layar tersebut bukan mustahil ikut terlepas.

Sepasang kamera tersedia di Andromax i2 yang memiliki nama lahir Innos AD683J itu. Kamera utama yang berada di sisi belakang dilengkapi fokus otomatis dan lampu kilat. Ia sanggup memproduksi foto beresolusi sampai lima megapiksel dan klip video HD 720p. Sedangkan kamera depan, seperti biasa, memiliki spesifikasi lebih rendah. Kamera itu dapat menghasilkan foto 1,3 megapiksel dan klip video VGA.

Wi-Fi, bluetooth, GPS, dan radio FM yang siarannya bisa direkam merupakan sebagian fitur lain Andromax i2. Acungan jempol pantas diberikan kepada GPS di ponsel bersistem operasi Android 4.1.2 Jelly Bean itu. Pasalnya, ia nyaris selalu sukses mengunci lokasi dalam hitungan detik saja.

Andromax i2-2

Dua selot kartu berukuran mini, satu untuk nomor CDMA dan satu nomor  GSM, tersedia di Andromax i2. Keduanya dapat siaga bersamaan dan siap menerima panggilan masuk yang sewaktu-waktu bakal membunyikan ponsel berdimensi fisik 131,8 x 65,3 x 9,9 mm itu.

Karena ditawarkan oleh Smartfren, wajar kalau selot CDMA di ponsel berbaterai lithium polymer 2.000 mAh tersebut diistimewakan. Nomor CDMA yang terpasang bisa dipakai bertelepon, ber-SMS, dan berselancar di dunia maya lewat jaringan EvDO rev A. Kecepatan unduh maksimalnya sampai 3,1 Mbps. Ingat, nomor CDMA yang diselipkan wajib keluaran Smartfren. Sementara itu, nomor GSM yang siaga tak dapat dipakai berinternet. Pengguna cuma bisa memanfaatkannya untuk bertelepon dan ber-SMS di jaringan 2G.

Bila dirangkum, performa umum Andromax i2 pantas diapresiasi positif. Ponsel itu senantiasa responsif kala sehari-hari penulis gunakan sebagai ponsel utama. Baterainya memang tak sanggup bertahan mulai pagi sampai tengah malam. Namun, setidaknya siap mendampingi penulis sampai waktu makan malam tiba.

Satu kekurangan yang penulis temukan, tetapi sebenarnya tidak fatal, berhubungan dengan fisik ponsel itu. Bodi belakang Andromax i2 sangat mudah merekam jejak sidik jari. Pengguna mesti rutin membersihkannya. Kalau tidak, permukaan ponsel itu seolah menjadi tempat koleksi sidik jari.

***

Paket penjualan terdiri atas ponsel, baterai, handsfree berkabel, kabel micro USB, dan kepala charger 1 A. Ada pula kartu perdana dengan bonus paket data 600 MB selama tujuh hari.

***

Berikut beberapa contoh foto yang dihasilkan Andromax i2.

Andromax i2-3

Andromax i2-4

Andromax i2-5

Andromax i2-6

Andromax i2-7

Andromax i2-8

Satu foto di bawah ini dijepret memakai kamera depan.

Andromax i2-9

***

Screen capture Antutu Benchmark, Quadrant Standard Edition, dan Android Sensor Box.

Andromax i2-10

Andromax i2-11

Andromax i2-12

Andromax i2-13

28 thoughts to “Review Smartfren Andromax i2: Quad Core Kolektor Jari”

  1. Smartphone quadcore dengan RAM 1GB yang bagus dari sisi spek, harga, dan design. Paket data CDMA Smartfren juga menjadi pilihan yang paling masuk akal dibanding paket data GSM. Dengan 50rb/bulan bisa mendapatkan paket data unlimited.

    1. Pak Dinno,

      Smartfren kan memesan ponsel dari beragam produsen. Produk Innos sudah beberapa kali dipakai Smartfren kok. Yang saya ingat ada Andromax U, Andromax T, dan kini Andromax i2.

  2. Pak Herry,

    Kelancaran bertelpon bgm pak Herry? Teman saya banyak yang komplain menggunakan Smartfren dari Innos seri2 sebelumnya, sering kali putus koneksi saat berbicara melalui telpon.

    1. Pak Iwan,

      Nomor GSM lancar jaya dipakai bertelepon. Untuk nomor Smartfren, saya hanya 1-2 kali memakainya bertelepon dan lancar-lancar saja sih.

  3. pak herry memang jago review, pak herry saya mau bertanya tentang ukuran kartu sim yang dipakai perangkat ini apakah ukuran mini sim atau micro sim? Pak herry review juga dong andromax C2. Selalu sukses pak herry

    1. Pak Ikipyon,

      Kartunya menggunakan mini SIM. Sekadar info, kalau di review saya tidak menyinggung soal ukuran kartu, berarti mini SIM.

      Andromax C2 barusan diperkenalkan oleh Smartfren bersama tiga ponsel lain. Entah mana yang kelak akan saya review.

  4. Pak Herry,

    Jika andromax i2 dibandingkan dengan andromax z bagaimana pak? Kurang lebih jeroannya sama sepertinya.

    1. Pak Chandra,

      Kalau harga tak diperhitungkan, Andromax Z lebih enak. Layar lebih lega, resolusi lebih tinggi, dan memori internal lebih besar. Namun, kalau harga diperhitungkan, menurut saya, mending ambil Andromax i2 saja.

    1. Pak Rudy,

      Saya tak berani memberikan rekomendasi. Kalau sekadar informasi, ada Acer Liquid Z2 yang harga barunya saat ini Rp 775 ribu, Liquid Z3 (Rp 999 ribu), Lenovo A369i (Rp 950 ribuan), LG L3 II dual (Rp 999 ribu), dan Samsung Galaxy Y Neo (Rp 930 ribuan).

  5. Pak Herry,

    Akhirnya saya ambil Andromax Z pak. Kebetulan dapet agak miring :p. Nah, saya punya Flasdisk OTG, saya pakai di Note 8″ bisa baca, tetapi saya coba di Andromax Z tidak bisa pak. Mungkin Pak Herry mengerti kenapa tidak bisa? Bukannya si Andromax ini termasuk smartphone . Terima Kasih

    1. Pak Chandra,

      Maaf, saya tak ingat Andromax Z mendukung USB on the go (OTG) atau tidak. Kalau tidak mendukung OTG, flashdisk Anda tentu takkan bisa dibaca.

  6. pak… i3s sudah masuk surabaya blom ya pak…??? liat di webnya smart gak ada nomer teleponnya semua… 🙁

    1. Bu Vivie,

      Saya belum pernah coba mencari Andromax i3s. Jadi, belum tahu sudah tersedia di Surabaya atau belum.

      Wah, kalau nomor telepon Galeri Smartfren saya nggak hafal.

    1. Pak Ad,

      Entahlah. Saya sebatas menampilkan skor Antutu. Saya pribadi dalam memilih ponsel tak memedulikan skor hasil benchmark. Yang skornya tinggi belum tentu nyaman, demikian sebaliknya.

  7. 1.Pak di andromax i2 ada dolby sound kaya andromax G?

    2.Cepet panaskah bodynya menurut pemakaian bapak?

    3.Bodynya bagus gak?

    4.Apa ada gorrila glass ato semacamnya? Hehehe

    1. Pak Hendra,

      1. Tidak ada Dolby.
      2. Tidak mudah panas.
      3. Bodi cukup bagus. Sama sekali tak terkesan ringkih.
      4. Mestinya tidak ada. Kalau ada, biasanya akan disebutkan di lembar spesifikasi.

  8. Saya pake i2 kurang puas soalnya layarnya tidak dilengkapi dgn lapisan anti gores dan akirnya jatuh dari meja aja udah pecah…..itu kekuranganya. Tapi untuk yang lain lainya udah sip bgt.

  9. pak herry, sy sudah coba hp i3s, beliin buat anak2. keunggulan utama i3s menurut saya adalah di storagenya. mungkin banyak yg belum paham bahwa internal memory ada yg dipartisi ada yg enggak. buat saya, lebih asyik yg non partisi karena seluruh storage digunakan sebagai memoryphone, sehingga instalasi program n game bisa jauh lebih banyak..
    apalagi kalo pake tambahan ekstra memory eksternal.. untuk yg dipartisi selama ini memory internal saya nganggur takterpakai. hanya phone memory yg terbatas rata2 1gb dan eksternal memory.
    mungkin pak herry bisa kasih artikel khusus tentang ini, sama kaya artikel mini sim dan mikro sim yg membuka wawasan..

    1. Pak Dhan,

      Kalau tidak keberatan, tolong coba memotret memakai Andromax i3s dengan lampu kilat aktif. Lokasi pemotretan di tempat yang agak gelap. Bagaimana hasilnya fotonya? Apakah ada semacam “bingkai”?

      Konon ada i3s kloteran produksi tertentu yang desain penutup belakangnya kurang sempurna. Akibatnya, bila pengguna memotret menggunakan lampu kilat, terlihat ada semacam “bingkai”. Saya sendiri belum pernah mencoba ponsel itu.

      Soal memori internal, setuju, kalau kapasitasnya kecil, lebih enak digabungkan dalam satu partisi. Namun, suatu saat kalau hendak melakukan factory data reset, jangan lupa memindahkan foto-foto dulu ya. Ketika memakai sebuah ponsel Android dengan memori internal satu partisi, saya pernah lupa melakukan hal itu. Alhasil, hasil jepretan saya lenyap dengan sempurna.

      Terima kasih atas usulannya.

    1. Pak Arya,

      Ya, koloke. Kalau itu review lama (dua tahun lalu), saya lupa masakan tersebut saya beli di mana. Kemungkinan sih di Depot Margo Nyaman, Jl Pasar Kembang 117, Surabaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *