Review Smartfren Andromax i3: Setiap Generasi Membesar Setengah Inci

Smartfren Andromax seri i generasi ketiga telah beredar di pasar. Bahkan, ada dua tipe yang diluncurkan bersamaan: Andromax i3 dan i3s. Harganya sama-sama dibanderol Rp 1,499 juta. Spesifikasinya juga sangat mirip, meskipun tidak seratus persen sama. Kalau Andromax i3 diproduksi Hisense, Andromax i3s dibuat oleh Haier.

Penulis menguji pakai Andromax i3.  Layar yang lebih besar daripada seri i keluaran sebelumnya menjadi pembeda utama yang paling mudah dikenali mata. Kalau dicermati, ukuran layar di setiap generasi baru seri i selalu membesar setengah inci. Ini buktinya: Andromax i generasi pertama hadir dengan layar empat inci. Berikutnya, Andromax i2 dibekali layar 4,5 inci dan kini Andromax i3 berlayar lima inci.

Andromax i3-1

Layar sentuh lima inci di Andromax i3 memanfaatkan LCD IPS beresolusi 960 x 540 piksel. Kendati belum layak dibilang beresolusi tinggi, tampilan layar itu masih cukup sedap dipandang mata. Layar tersebut juga peka terhadap sentuhan jari pengguna.

Sama dengan aneka ponsel Andromax yang telah beredar, satu nomor CDMA dan satu nomor GSM dapat siaga bersamaan di Andromax i3. Keduanya menggunakan kartu ukuran mini, bukan mikro. Selot CDMA harus diisi dengan kartu Smartfren, sedangkan selot GSM-nya bebas mau dipadukan dengan operator GSM apa pun di Indonesia.

Untuk berinternet pengguna wajib mengandalkan layanan akses data Smartfren atau Wi-Fi. Secara teori, pengguna bisa menikmati layanan EvDO rev A berkecepatan unduh sampai 3,1 Mbps. Kenyataan di lapangan tentu tak selalu sesuai dengan teori.

Kamera utama Andromax i3 dilengkapi fokus otomatis dan lampu kilat. Foto beresolusi sampai lima megapiksel mampu dihasilkannya. Kalau difungsikan sebagai perekam video, ponsel Android 4.3 Jelly Bean itu sanggup memproduksi klip video HD 720p. Mau berfoto selfie? Tersedia kamera depan yang siap menyodorkan foto beresolusi 1,3 megapiksel dan klip video VGA.

Andromax i3-2

Mengadopsi Dolby Digital Audio dan mempunyai radio FM yang mengizinkan pengguna merekam siaran adalah kemampuan lain Andromax i3. Tersedia pula aplikasi pengolah dokumen Kingsoft Office. Selain membaca file, Kingsoft Office bawaan itu dapat menyunting maupun membuat file dokumen baru.

Spesifikasi lain Andromax i3, di antaranya, prosesor empat inti (quad core) Qualcomm MSM8612 1,2 GHz, Wi-Fi, bluetooth, GPS, RAM 1 GB, dan ROM 4 GB. Memori internal ponsel berdimensi fisik 142,5 x 72,8 x 9,6 mm itu hanya terdiri atas satu partisi. Saat ponsel belum diutak-atik, sebanyak 2,29 GB di antara total kapasitas 3,67 GB berstatus kosong. Pengguna leluasa memakainya untuk menginstalasikan aplikasi tambahan dan menyimpan file multimedia. Kurang besar? Selipkan kartu microSD ke selot yang tersedia.

Sumber tenaga Andromax i3 berasal dari baterai lithium ion 2.000 mAh. Bagi kebanyakan pengguna, baterai bawaan ponsel itu mestinya memungkinkan ponsel setia mendampingi sejak pagi sampai waktu makan malam. Bahkan, barangkali sampai menjelang tidur.

Andromax i3-3

Bila dirangkum, terutama dengan memperhatikan harga jualnya, Andromax i3 relatif tanpa cela. Kalau pun dicari-cari, ada dua poin yang dapat dipermasalahkan. Pertama, lampu kilat kamera yang sudah dinonaktifkan sesekali bisa aktif lagi tanpa diminta.

Kedua, selot CDMA-nya cuma bisa dipadukan dengan nomor Smartfren. Poin kedua ini sebenarnya dapat dimentahkan dengan mudah. Lha namanya saja Smartfren Andromax, ya terserah Smartfren mau dikunci atau tidak tho.

Tak suka? Silakan mencari di pasar bebas. Percayalah, memburu ponsel dengan spesifikasi dan harga setara Andromax i3 laksana menggantang anak ayam. Jangankan yang berharga jual setara, yang 50 persen lebih mahal pun tetap tak mudah kok.

***

Isi paket penjualan terdiri atas ponsel, baterai lithium ion 2.000 mAh, kepala charger 680 mA, handsfree berkabel, dan kabel micro USB.

***

Aneka foto yang dihasilkan Andromax i3.

Andromax i3-4

Andromax i3-5

Andromax i3-6

Andromax i3-7

Andromax i3-8

Objek foto ini sama dengan objek foto di atas, tetapi dijepret pada malam hari. Matahari telah kembali ke peraduan, digantikan dengan lampu taman.

Andromax i3-9

Dua foto di bawah ini dijepret memakai kamera depan. Satu saat di pujasera, satu lagi di tepi jalan.

Andromax i3-11

Andromax i3-10

***

Screen capture Antutu Benchmark dan Android Sensor Box.

Andromax i3-12

Andromax i3-13

44 thoughts to “Review Smartfren Andromax i3: Setiap Generasi Membesar Setengah Inci”

    1. Pak Ravi,

      Kalau ada yang mengirimkan demo unit, saya akan me-review Desire 816. Saya tak mau iseng beli karena harga ponsel HTC bekas tecermin dari mereknya: Harganya Turun Cepat.

  1. Overall dari pengalaman Bung Herry, lebih rekomendasi mana andromax produknya Hisense apa Haier? OOT: sewaktu Anda menggunakan Motorola Moto G pernah mencoba ejecting USB OTG-nya nggak? Soalnya saya bingung bagaimana caranya, padahal di tablet Asus MemoPad ada pilihan iconnya. Jadinya terkadang dicabut paksa, atau dipadamkan dulu acangnya. Mohon bantuannya ya …

    1. Pak Surya Pramono,

      Saya belum pernah menggunakan ponsel Android merek Haier. Bertahun-tahun silam saya pernah memakai ponsel Haier, tetapi yang feature phone.

      Soal USB OTG di Moto G, saya lupa dulu detail cara eject-nya gimana.

    1. Pak Tom,

      Ada beragam faktor yang memungkinkan hal itu terjadi. Di antaranya:
      1. Smartfren beli dalam jumlah besar sehingga harga kulakan per unit produk bisa lebih murah.
      2. Smartfren relatif tak mengambil untung dari penjualan ponsel. Bukan jual impas ya. Tetap ada keuntungan yang diambil, tetapi jumlahnya tergolong kecil banget. Lha terus Smartfren dapat untung dari mana? Selot CDMA di ponsel itu kan dikunci. Hanya bisa memakai kartu Smartfren. Nah, pengguna yang puas dengan ponsel tersebut otomatis tetap memakai Smartfren dan setiap bulan mereka melakukan pengisian ulang pulsa. Di situlah Smartfren mulai rutin memperoleh pendapatan.

  2. @Pak Surya Pratomo

    Kalo saya sering lewat ini cara, meskipun ga ada icon shortcutnya :
    Setting -> Storage -> External USB Storage -> Unmount USB Storage (“usb external will be unmounted”) baru dicabut
    Semoga bisa membantu,

    1. Pak Tom,

      Bila Anda mencari ponsel Android dual on CDMA-GSM berlayar lima inci dengan harga jual terjangkau, Andromax i3 boleh dilirik.

  3. halo ko herry, saya ada beberapa pertanyaan ttg smartfren.
    1. isu soal jaringan cdma yg bakal ga bs digunakan itu gimana kalau seandainya sampai berlaku beneran apakah smartfren ga bisa digunakan?
    2. hp andromax ini bisa ga dibawa dan dipake diluar negeri?
    tq ko, GBU.

    1. Pak Hengky,

      1. Kalau pun jadi migrasi, pasti ada solusi yang akan diberikan deh. Tak perlu khawatir. Seandainya pindah, saya menduga yang di frekuensi 800 MHz juga belum akan diutak-atik. Intinya, pelanggan tidak usah resah dulu.

      2. Teorinya bisa, tetapi saya belum pernah membuktikannya sendiri.

  4. jika digunakan ke luar negeri, kartu ruim dari operator lokal negeri setempat pun juga tidak dapat dipakai ya pak (sebelum di unlock)

    1. Pak Joko,

      Konon kondisinya begini:
      * Saat berada di dalam negeri, selot GSM hanya bisa dipakai kalau di selot CDMA-nya terpasang kartu Smartfren.
      * Ketika di luar negeri, tanpa ada kartu Smartfren yang terpasang, nomor GSM tetap bisa digunakan.

      Ini saya sebutkan masih konon karena saya belum pernah membuktikannya sendiri.

  5. pak herry bagaimana dengan kualitas internetnya di daerah bapak tinggal? atau selama dibawa kemana mana apa pernah kehilangan koneksi internet? saya ingin beli ini tapi gak yakin, soalnya tinggal di sby barat. makasih sebelumnya pak:D

    1. Bu Ana,

      Di rumah saya (dekat kampus Unair B) performa internet Smartfren lumayan. Namun, kalau saya ajak jalan-jalan ke Plaza Tunjungan, kondisinya berubah 180 derajat.

  6. Pak, reviewnya keren seperti biasa… Ditunggu review Andromax C2-nya ya, soalnya kelihatannya menggiurkan di harga 700-800 ribuan dan sudah dapat update ke KitKat.

    1. Pak Dai-kun,

      Lho, Andromax C2 sudah dapat update ke KitKat ya? Waktu pertama keluar kan masih Jelly Bean. Terima kasih atas informasinya.

  7. C2 sudah dapat KitKat pak, sila dicek di menu System Update begitu beli kelak. Dengan catatan:
    – Belum semua unit dapat, saya sudah coba cek update di 3 unit (punya teman, soalnya saya sendiri belum beli hehe), yang bisa update cuma satu.
    – Update masih banyak bugnya, terutama susah login ke Play Store dan HP jadi cepat panas. Buat memperbaikinya harus di-root dan pasang Play Store baru.

    1. Pak Dai-kun,

      Terima kasih atas informasinya. Iya, update firwmare memang seringkali tidak langsung semua dapat. Seolah harus antre dan bergiliran.

  8. Pak Herry, lebih bagus mana layar i3 dengan i3s? I3s memakai ogs sedangkan i3 tidak. Apa ogs mudah rusak? Karena ada beberapa kasus pengguna i3s yang hpnya jatuh dan layarnya langsung retak dan tidak bisa digunakan kembali.

    1. Pak Ryan,

      Saya belum pernah memakai i3s. Jadi, belum tahu lebih bagus mana kalau dibandingkan i3. Soal layar yang retak karena jatuh, menurut saya, itu bukan masalah OGS atau tidak OGS. Posisi dan ketinggian ketika jatuh lebih menentukan.

  9. Pak Herry, layar i3 dengan i3s lebih bagus mana? I3s menggunakan ogs sedangkan i3 tidak. Ada beberapa kasus pengguna i3s yang hpnya jatuh sehingga layarnya langsung retak dan rusak. Apa itu kelemahan ogs? Apa ogs mudah pecah dan rusak?

  10. Saya ambil yang 13s buat anak2..
    Secara performanya ok, dan kebetulan didukung sinyal yang lumayan ok di daerah saya.

    HP ini sudah beberapa kali jatuh, (namanya juga dipegang anak2) dan syukurnya nggak ada masalah 🙂

    Problemnya adalah chargingnya. Agak repot charging dengan menggunakan kabel2 USB selain bawaannya. Kadang masuk, kadang enggak. Nggak tau kenapa begitu ya. Termasuk dengan powerbank juga meski pake kabel bawaan juga agak susah.

    1. Pak Dhan,

      Terima kasih atas sharing-nya. Soal charging, coba gunakan charger bawaan ponsel lain yang output-nya minimal 1 A.

  11. Kenapa ya koq Smartfren Andromax i3s saya koq ga bisa dicharge ??? udah ada hampir 2 minggu ini, sehingga untuk menghidupkan saya harus pake desktp kodok (sayang sih, baterai masih bagus koq) padahal penggunaan juga normal tapi HP panas banget kalo dipegang. mungkin ada penjelasan yang Menyejukkan? terima kasih, saya tunggu Saran & Solusinya Pak Herry SW (eh namanya sama pak hehehe)

    1. Pak Herry SIC,

      Lain kali pertanyaan yang sama cukup dikirimkan satu kali ya. Barusan masuk dua kali lho.

      Iya, nama depan kita kebetulan sama.

  12. Mas herry..andromax i3 saya baru upgrade kitkat..tapi kelemahan .hp cepat panas batrei cepat habis…Cara downgrade nya bagaimana ? Bisakah mas herry membantu ? Trimakasih banyak sebelumnya

    1. Pak Himura,

      Normalnya sih kalau sudah upgrade tidak bisa downgrade. Kecuali, Anda bersedia mengoprek sendiri dengan risiko ponsel mati total. Saya tak mengetahui cara detailnya.

      Btw, usai melakukan upgrade ke KitKat, apakah Anda sudah melakukan factory reset? Kalau belum, lakukan factory reset dulu deh. Siapa tahu langkah itu bisa membantu.

  13. Trima kasih mas Herry..Sudah saya Reset factory juga..hasilnya tetap Versi 4.42 kitkat..sudah 3 saya coba mas herry..thanks sebelumnya.

    1. Pak Himura,

      Tujuan melakukan factory reset itu memang bukan untuk downgrade, melainkan semacam pembersihan dan penyesuaian. Usai menjalani major update, misalnya dari Jelly Bean ke KitKat, sebuah ponsel Android disarankan di-factory reset dulu. Jadi, ponsel benar-benar dalam kondisi segar untuk menyesuaikan diri dengan OS barunya.

  14. Mas herry
    Oke mas.Sudah saya factory reset bbrp kali.
    Meskipun Kondisi batrei cepet terkuras . btw udah saya beli batrei cadangan Buat jaga2.
    Terima kasih saran2 nya mas herry .

  15. Iya mas herry.pertanyaan awal saya .Andromax i3 saya bisa ngga di downgrade dr Kitkat ke jelly bean.Dari tampilan ,sentuhan,Emang Kitkat Lebih Unggul.Tapi karena Batrei cepet panas..Cepet habis membuat ketidak nyamanan .bisakah mas herry membantu..thanks sebelumnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *