Review Smartfren Andromax T: Versi Mungil Andromax V

Usai menguji pakai Sony Xperia C dan BlackBerry Z30, penulis mencoba Smartfren Andromax T. Berganti “mainan” dari acang alias gadget berlayar lima inci ke 4,3 inci sukses mengejutkan tangan. Andromax T terasa begitu mungil dan ringan. Namun, biarpun mungil, performa ponsel dual on CDMA-GSM itu bukan berarti ala kadarnya.

Kita mulai dari tampilan fisiknya dulu. Tebal Andromax T hanya 7,8 mm, sedangkan beratnya cuma 109 gram. Ponsel itu sangat nyaman digenggam maupun dikantongi. Mau dimasukkan ke saku kemeja pun takkan terlihat terlalu menonjol dan membebani pengguna.

Andromax T-1

Layar sentuh IPS 4,3 inci di Andromax T beresolusi 960 x 540 piksel. Ia mampu menyajikan huruf dan gambar dengan halus sekaligus cemerlang. Layar tersebut juga peka terhadap sentuhan jari. Tepat di bawah layar, terdapat tiga tombol sentuh kapasitif. Awalnya pengguna mungkin kebingungan menerka fungsi masing-masing tombol. Sebab, tombol itu hanya ditandai dengan titik, lingkaran, dan titik lagi. Tak perlu bingung. Titik pertama adalah tombol menu, lingkaran tombol home, sedangkan titik di sebelah kanan tombol back.

Di sisi belakang terdapat sebuah kamera dengan fokus otomatis dan lampu kilat. Kamera itu sanggup memproduksi foto beresolusi delapan megapiksel dan klip video HD 720p. Ketajaman foto yang dihasilkan tergolong lumayan. Satu kamera lain Andromax T berada di bagian muka. Kamera di kanan atas layar tersebut dapat menghasilkan foto dua megapiksel dan klip video VGA.

Kalau casing belakang Andromax T alias Innos AD682J itu dibuka, bakal terlihat selot kartu microSD, micro RUIM untuk nomor CDMA, dan micro SIM untuk nomor GSM. Di bawahnya ada baterai lithium polymer 1.600 mAh. Meskipun sepintas dapat dilepas, jangan iseng mencoba melepaskan baterai tanam tersebut. Dengan perilaku pemakaian ala penulis, baterai itu mampu menyalakan Andromax T selama sepuluh jam.

Asal tahu, kartu RUIM CDMA yang dipasangkan di ponsel itu harus keluaran Smartfren. Sedangkan nomor GSM-nya bebas. Pengguna boleh menyelipkan kartu SIM Telkomsel, Indosat, XL, Axis, atau Tri.

Andromax T-2

Untuk berinternet, pengguna sebaiknya menggunakan nomor CDMA karena ponsel itu telah mendukung layanan EvDO rev A dengan kecepatan unduh sampai 3,1 Mbps. Sebenarnya pengguna juga dapat berinternet memakai nomor GSM. Namun, pengguna hanya bisa menikmati layanan GPRS/EDGE. Bukan 3G.

Prosesor empat inti (quad core) Qualcomm Snapdragon MSM8625Q 1,2 GHz, RAM 1 GB, ROM 4 GB, Wi-Fi, bluetooth, dan GPS adalah sebagian spesifikasi lain Andromax T. Memori internal di ponsel Android 4.1.2 Jelly Bean itu digabungkan dalam satu partisi yang diberi nama internal storage. Saat ponsel kali pertama diaktifkan, sebanyak 2,57 GB di antara 3,69 GB internal storage masih kosong.

Seandainya harus menggambarkan Andromax T dalam satu kalimat, penulis akan menyatakan ponsel itu merupakan versi mungil Andromax V. Ia gegas alias antilemot dan enak digenggam maupun dikantongi. Kalau tombol back di Andromax V dikenal bermasalah, hal serupa tidak terjadi di Andromax T.

Sisi minus Andromax T yang penulis temukan, pengguna wajib menyelipkan kartu microSD sebelum memotret atau merekam video. Bila belum ada kartu microSD terpasang, ponsel spontan memunculkan notifikasi no storage. Pemakaian baterai tanam di ponsel yang belum mendunia, buat sebagian pengguna mungkin juga bakal ditambahkan sebagai kekurangan.

Saat ini harga jual eceran Andromax T yang disarankan Smartfren Rp 1,799 juta. Setiap pembeli otomatis memperoleh paket Smart Plan 50 ribu selama 30 hari. Paket itu memberikan gratis 1,5 GB internet, 20 menit telepon ke operator lain, 60 SMS ke semua operator, dan bertelepon sepuasnya ke sesama Smartfren. Harga pasar lebih murah. Pemilik toko biasanya menawarkan Andromax T mulai Rp 1,71 juta sampai Rp 1,75 juta.

Andromax T tersedia dalam dua varian warna, hitam dan putih. Agar tidak tampil seragam dengan sesama pemilik Andromax T, pengguna bisa membeli casing warna-warni di Galeri Smartfren. Coba cek yang berwarna oranye deh. Menurut penulis, warna tersebut cukup memikat mata dan tidak pasaran.

***

Isi paket penjualan: ponsel, kepala charger 1 A, kabel micro USB, handsfree berkabel, dan kartu perdana bonus Smart Plan 50 ribu.

***

Contoh foto yang dihasilkan oleh kamera Andromax T. Pemotretan dilakukan tanpa menggunakan lampu kilat. Foto yang dihasilkan telah diperkecil menjadi VGA, dikompresi 80 persen, dan ditambahkan tanda air Ponselmu.com.

Parkir motor di basement sebuah pusat perbelanjaan. Si pemilik motor “sangat cerdas” sehingga motornya diparkir tepat di depan pintu keluar-masuk.

Andromax T-3

Di dalam sebuah ruang karaoke.

Andromax T-4

Di sebuah depot. Badak bisa diminum lho. πŸ™‚

Andromax T-5

Hasil jepretan kamera depan saat saya baru bangun tidur, bersisir, lalu berfoto narsis.

Andromax T-6

***

Tampilan layar yang menunjukkan hasil pengukuran Quadrant Standard Edition , Antutu Benchmark, NenaMark 2, dan Android Sensor Box. Silakan mengklik gambar untuk melihatnya dalam ukuran lebih besar.

Andromax T-10

Andromax T-7

Andromax T-8

Andromax T-9

19 thoughts to “Review Smartfren Andromax T: Versi Mungil Andromax V”

  1. Pak hsw, berarti benchmark antutu untuk handset dg skor 11rb an bisa dikatakan tidak lemot ya? Soalnya pernah pake tab dg skor 5000 an saya rasa masih lemot.

    1. Pak Yuwono,

      Biasanya begitu. Saya sendiri tak pernah berpatokan dengan hasil benchmark saat memutuskan pembelian ponsel. Bagi saya, yang lebih penting adalah kenyamanan pemakaian dan kesepadanan harga.

  2. Harga hampir sama dengan andromax U2, kalau menurut Pak Herry mana yang lebih layak dibeli? Hasil jepretan kamera di ruangan sepertinya kurang bagus ya Pak? Dibanding Lenovo A706 yang harganya hampir mirip manakah yang lebih bagus?

  3. Pak Anto,

    Glodaks… kurang kata “sadar”. Tadi bangun tidur langsung jawab pertanyaan. Jadi, kayaknya belum 100 persen siuman. πŸ™‚

    1. Pak Firza Faisal,

      Iya, dengar-dengar Smartfren di Medan cuma sayup-sayup terdengar ya?

      Kalau untuk GSM, dulu yang terkenal Indosat, tetapi sekarang kondisinya sudah bergeser ke operator lain.

      Apakah benar demikian?

  4. Pak herry bagaimana ya cara mengatur fokus saat merekam video di andromax t ini? saat saya merekam video lensa dari kameranya sering maju dan mundur sehingga tidak fokus, tolong dibantu pak,

    1. Pak Dedi,

      Saat sedang melakukan perekaman video, pengguna idealnya memang jangan terlalu sering menggerakan ponsel. Kalau ingin memaksa ponsel untuk melakukan focusing, coba tekan layar tepat di bagian objek yang ingin Anda fokuskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *