Review Sony Xperia M: Berlatih Menelanjangi Ponsel

Kalau pendengar stasiun radio bisa me-request lagu kesukaan, hal serupa diam-diam telah dilakukan pembaca setia review ponsel ala HSW. Sama dengan di radio, permintaan yang diajukan belum tentu dituruti. Semakin banyak yang mengajukan permintaan, semakin besar peluang dikabulkan.

Review Sony Xperia M ini menjadi contoh nyata pemenuhan permintaan dari puluhan pembaca. Penulis memang tidak dapat mengabulkannya dengan cepat. Sebab, penulis harus meminjam atau membeli dulu ponsel yang diinginkan, lalu mencobanya dalam jangka waktu memadai.

Xperia M-2

Xperia M bersistem operasi Android 4.1 Jelly Bean dan memanfaatkan layar sentuh TFT empat inci beresolusi 854 x 480 piksel. Di bawah layar terdapat lampu mungil yang akan menyala bila, contohnya, ada SMS masuk dan panggilan telepon tak terjawab. Tersedia berbagai pilihan warna lampu yang bebas dipilih pengguna.

Dibandingkan aneka tipe ponsel Sony keluaran sebelumnya, bodi ponsel berukuran 124 x 62 x 9,3 mm dan berat 115 gram itu cukup unik. Untuk memasangkan kartu SIM, kartu microSD, dan baterai, pengguna harus melepaskan cangkang belakang Xperia M. Kalau pengguna sudah terbiasa mengungkit atau menggeser penutup baterai, kali ini mereka harus berlatih menelanjangi ponsel.

Spesifikasi lain Xperia M, di antaranya, prosesor berinti ganda (dual core) Qualcomm MSM8227 1 GHz, RAM 1 GB, ROM 4 GB, dan selot microSD. Ketika ponsel kali pertama diaktifkan, dari total kapasitas internal storage yang 2,05 GB, masih ada ruang sisa sebesar 1,59 GB.

Xperia M-1

Konektivitasnya tergolong lengkap, mulai dari Wi-Fi, bluetooth, NFC, dan mendukung layanan akses data HSPA 21 Mbps. Ponsel yang mendapatkan sumber daya dari baterai lithium polymer 1.700 mAh itu juga dibekali GPS.

Kamera utama Xperia M dapat menghasilkan foto beresolusi lima megapiksel dan klip video HD 720. Kamera yang terletak di bagian belakang itu dilengkapi fokus otomatis dan lampu kilat. Gambar yang diproduksi sebenarnya cukup bagus. Sayang, proses pemfokusan (focusing) kurang cepat sehingga pengguna berpotensi kehilangan momen berharga. Satu kamera lain Xperia M berada di sisi muka. Ia cuma sanggup menghasilkan foto dan klip video VGA.

Xperia M ditawarkan dalam dua varian, yaitu single SIM seperti yang penulis uji pakai dan dual SIM. Harga pasar Xperia M single SIM saat ini sekitar Rp 2,46 juta, sedangkan versi dual SIM biasa dijual lebih tinggi Rp 100 ribu.

***

Contoh foto yang dihasilkan Xperia M.

Hasiil Xperia M-1

Hasiil Xperia M-3

Hasiil Xperia M-4

Hasiil Xperia M-5

Yang di bawah ini memakai kamera depan.

Hasiil Xperia M-2

50 thoughts to “Review Sony Xperia M: Berlatih Menelanjangi Ponsel”

  1. Pak HSW.. Ini hp bandingannya dengan SG Core Duos ya? Ga direview sekalian, Pak.. Dikomparasi kalo bisa. Hehehe. Suwun.

  2. xperia m dgn galaxy core klo saya sih ambil xperia M.. model ga ngebosenin dibanding samsung yg model monoton(hampir semua type model sama).. klo dipegang juga mantap Xperia M, galaxy core licin, klo spek hampir sama

  3. Maaf pak, apa pak herry terbuka terhadap kritik? Saya pertama kali mengikuti blog bapak saat review lenovo s880. Saya tertarik karena merasa review yang disajikan cukup lengkap dan berbeda rasa dari ratusan review di luar sana.

    Tapi saya merasa kok reviewnya semakin sederhana ya? Hanya sekedar hal-hal dasar yang sangat mudah didapat dari, bahkan, tabel spesifikasi.

  4. Pak HSW..sy sependapat dengan Bu Melissa. Khusus review ini memang terlihat “sederhana”. Kalau disuruh pilih, sy lebih pilih http://ponselmu.com/mencicipi-lenovo-s880/. Kalau ditanya review ideal, ya yang mengungkapkan kelebihannya dibanding merk lain. Atau sekedar perbedaannya. Lebih bagus lagi mengungkapkan hal yang tidak ada di review tabloid atau website lain. Seperti ponsel X tidak ada compasnya, sedang ponsel Y ada. Huruf di posel X by default lebih kecil atau lebih besar dr ponsel Y. Walaupun OS-nya sama tp kan ada ciri2 khas yg bisa direview. Maaf pak, kalo kurang berkenan. Terima kasih atas perhatiannya.

  5. saya udah pake Xperia M sejak bulan September (Awal2 Launching)

    Yang saya rasakan, SANGAT PUAS dengan performa CPU & GPU nya, dijamin gk ada yang namanya lambat, respon nya sampai saat ini lancar jaya.

    Saran buat yg compare ama Galaxy Core Duos, mending ambil Xperia M aja, CPU dan GPU nya diatas GalCore, otomatis performa nya juga diatas GalCore,

    untuk segmen kamera belum pernah bandingin XM dengan Galcore, jadi belum bisa nyimpulkan hasil kamera .

    Desain Xperia M yang menggunakan Omni Balance seperti keluarga Xperia Z menjadi nilai Plus dibandingkan pesaingnya

    Menurutku, XM merajai di kisaran harga yang sama πŸ™‚

  6. Pak Herry,

    Saya sependapat dengan bu Melisa, setelah membaca review ini, koq tampaknya sangat singkat sekali, bahkan sebelum saya membaca comment bu Melisa saya juga merasakan hal yg sama, semua informasi hampir bisa didapat dari spesifikasi lewat web lain, ditambah 1-2 kelebihan & kekurangan.

    Saya mengikuti blog ini jauh sebelum review S880, dan saya juga setuju dengan pilihan pak Nunoz : http://ponselmu.com/mencicipi-lenovo-s880/ karena saya rasa malah lebih detail, ada hasil benchmark & hasil foto yang menurut saya bisa menentukan seseorang akan membeli produk tsb atau tidak jika belum mencoba sendiri produk tsb.

    Sebagai contoh, saya memutuskan untuk membeli S560 daripada A800, setelah melihat review dari pak Herry tentang kelebihan dan kekurangan masing2 produk tsb, dan dari pendapat pak Herry sendiri lebih memilih S560 atau malah P700i.

    Semoga makin banyak orang terbantu dari informasi di Ponselmu.com ini.

    1. Pak Yopie,

      Terima kasih atas masukannya.

      Satu perubahan sudah saya putuskan. Selambat-lambatnya efektif mulai 1 Januari 2014, setiap review acang akan dilengkapi dengan contoh foto yang dihasilkan oleh kamera acang tersebut. Namun, jangan bosan melihat wajah saya ya. Untuk mencoba kamera depan, hampir pasti saya bakal memotret wajah saya sendiri.

      Terkait benchmark, yang biasanya dipakai adalah Antutu atau Quadrant. Apakah ada usulan aplikasi benchmark lain yang dinilai lebih bagus?

  7. iya nih pak, review yg ini nanggung ending nya, kayak ada cerita bersambung nya hehehe. yg kurang misalnya daya tahan batere, untuk pemakaian normal apakah bisa bertahan seharian

    1. Pak Amen,

      Untuk pemakaian ala saya, daya tahan baterai mepet 12 jam deh. Pernah masing-masing satu kali tembus 14 dan 16 jam. Tapi, seringnya sih tidak lebih dari 12 jam.

  8. Mungkin.. ini mungkin loh yaa
    utk review produk yg tuntas lengkap pak hsw dapat acangnya hasil beli sendiri
    Yang agak lengkap, acangnya hasil pinjaman beberapa hari
    Nah yang model singkat padat seperti di atas ini, acangnya hasil pinjaman cuma 3 jam
    Hehehe..

  9. Pak Herry,

    Terima kasih atas responnya,

    Menurut saya, sebenarnya baru review kali ini (Xperia M) yang sangat singkat, review2 sebelumnya saya rasa baik2 saja, memang kalau lebih lengkap lebih bagus πŸ™‚

    Biasanya standard benchmark setau saya yang pasti Antutu, lalu Quadrant, dan Nenamark 1 & 2, untuk mengetahui performa CPU & GPU, saya tidak terlalu mengamati selain dari benchmark tsb.

    Mengenai foto/kamera, hampir setiap handphone/acang/smartphone pasti ada kameranya, jadi memang sebaiknya ada ulasannya, tidak masalah menggunakan wajah pak Herry sendiri, hehehe…

    Seperti yang disampaikan pak Amen, daya tahan baterai juga perlu diulas karena baterai adalah salah 1 peran penting dari smartphone.

    Mengenai status kapasitas internal storage saat belum diisi aplikasi yang biasanya selalu diulas patut dipertahankan.
    Mungkin pak Herry perlu menambahkan juga tentang kemampuan memindahkan storage default ke memory eksternal, seperti di Lenovo, karena tidak semua smartphone memiliki fasilitas tsb.

    Contoh beberapa review yang lumayan lengkap selain S880 adalah review S4, G2, Z1 yang sampai 2 posting.

    Terima kasih.

    1. Pak Yopie,

      Terima kasih atas informasinya soal Nenamark.

      Tentang baterai, karena faktor yang mempengaruhi konsumsi baterai sangat beragam, saya memang tidak selalu menyebutkannya. Kecuali, tingkat konsumsi baterai acang yang saya uji relatif ekstrem, entah awet atau boros (kurang dari 12 jam). Saya pertimbangkan untuk selalu menyebutnya, meskipun hanya dalam bentuk catatan kecil.

  10. Yang saya suka dr review nya ko herry itu, ko herry menceritakan pengalamannya dalam menggunakan ponsel tsb.
    Selain itu, ko herry juga menceritakan spec ponsel, jd bukan bentuk tabel yg kaku.

    Kalo review nya untuk membandingkan, sepertinya sulit, karena tidak semua ponsel dicoba. Perlu modal lebih, kalo misal mau review XperiaM aja, ko herry juga beli SG core, dgn tujuan untk dibandingkan kedua ponsel tsb.

    Tp mungkin di review XperiaM ini, yg rasanya ko herry kurang mengexplore pengalaman pakai nya. Atau Mungkin karna XperiaM nya yg “standar” aja ya? Jd cuma sedikit yg bisa diceritakan

    Wah panjang ya comment nya, maaf…

    Salam @halloarie

  11. Saya pendatang baru. Saya setuju komen2 di atas. Reviewnya singkat banget. Padahal saya sedang butuh review nih ponsel buat nentukan pilihan antara Xperia M & Huawei Ascend P1.
    Kalo ko Herry punya pengalaman, prefer mana diantara kedua HH ini?

  12. Kalo saya lebih memilih review ke-2 : http://ponselmu.com/tak-sama-dengan-merek-lokal/. Yang pertama justru menurut saya “gak ada isinya”. Cuma modal lebih banyak foto dan sedikit comment, mirip review tabloid HP lainnya.

    Justru saya mengharapkan review berdasarkan pengalaman sehari-hari. Misalnya : daya tahan batere, kepekaan layar, trus misalnya kejadian-kejadian tertentu contohnya batere cepat panas dll.

    Tentang review kali ini, mungkin kurang lama pakainya πŸ˜€

  13. Pak Herry, sy pnh lihat2 Lenovo teman sy..ga ada compasnya. Mungkin Pak Herry bener, magnetic sensor. Kalo kita lihat spec di gsmarena kan ada sensor: proximity, compas.. Gitu. Btw…kalo Pak Herry review hp, beli, trus setelah direview di jual kmana ya.. Hehehe.. Mbok sy di PM kalo Z1-nya udah bosen.. Makasih Pak Herry..

    1. Pak Nunoz,

      Tidak semua ponsel yang saya review adalah hasil membeli. Ada pula yang dari hasil meminjam. Ponsel bekas hasil membeli biasanya sudah diantre oleh beberapa teman yang jadi “pelanggan setia”. Kadang saya juga menjualnya secara online di Ubaya.com.

      Untuk Xperia Z1, kebetulan itu barang pinjaman, Pak. Ponsel tersebut sudah saya kembalikan kepada pemiliknya.

    1. Pak Ambang,

      Kalau Moto G dual SIM beredar resmi di sini, saya sangat tertarik me-review-nya.

      Moto G single SIM berstatus non-garansi sebenarnnya kini sudah bisa ditemukan secara terbatas di pasar kok, Pak. Harganya sekitar Rp 3,5 juta.

  14. kalo menurut saya sdh cukup baik blog ini, kejujuran dan orisinal review handset yg disampaikan sdh menjadi nilai plus, karena apa yg direview hasil pinjaman pun disampaikan. daripada blog yg lain selama ini cuma copy paste dari review yg sdh ada. Trims review xperia M nya p.herry kalo durabilitas battery nya sampai 24jam bisa menjadi pertimbangan bagi saya untuk mengganti handset saya zte grand x v970m. πŸ™‚

  15. Pak Herry tolong tanya nih, bagusan mana Sony Xperia L dibanding Sony Xperia L? Karena kalo saya liat sama sama dual core. Kalo kualitas layar sama baterai bagus yg mana? Trims sebelumnya

    1. Pak Han,

      Ini maksudnya Xperia L dibandingkan dengan Xperia M ya? Baterai dan layar sih boleh dibilang imbang. Namun, untuk kenyamanan pemakaian, saya merasa Xperia M lebih menarik daripada Xperia L. Sisi minus Xperia M dibandingkan Xperia L, memori internalnya kalah besar: 4 GB versus 8 GB.

    1. Pak Han,

      Oh Xperia L versus Xperia M dual. Selain kapasitas memori internal yang lebih kecil, Xperia M dual lebih menarik deh.

  16. Pak Herry mohon pencerahannya sekali lagi, kalo Sony Xperia M Dual dibandingkan Lenovo S820 atau Lenovo S920 lebih bagus yg mana kalo dilihat dr segi kualitas barang dan speaifikasinya? Trus kalo Sony M Dual kan masih dual core meski krait apakah dalam pemakaian terasa beda jauh bila dibandingkan dengan lenovo yg sudah quad core? Karena saya suka install beragam aplikasi. Trims sebelumnya

    1. Pak Han,

      Built quality sih lebih bagus XPeria M. Namun, kalau soal spesifikasi, S820 yang paling menarik, baru S920 dan Xperia M.

      Tingkat respons Xperia M hanya berbeda tipis banget dengan dua ponsel Lenovo yang Anda sebutkan.

  17. pak herry mohon pencerahannya..menurut bapak antara xperia m dgn xperia l dr segi performa kualitas sinyal dan hasil kamera lbh bagus yang mana?tx

  18. P Herry akhirnya saya jadi membeli sony xperia m dual, yg ingin saya tanyakan adalah apakah aplikasi yg saya install di ponsel tersebut bisa dipindahkan ke micro sd? Karena saya sudah mencoba memindahkannya dengan aplikasi manager pro III tetap tidak bisa. Trims sebelumnya

    1. Pak Han,

      Aplikasi memang normalnya terinstalasi di memori internal. Coba masuk ke settings, apps, lalu pilihlah aplikasi yang ingin coba dipindahkan. Bila tak ada tombol move to SD, berarti memang tak bisa dipindahkan.

    1. Pak Gunawan,

      Tadi saya sempat bingung, XMD dan SGC itu apa. Ternyata maksudnya Xperia M Dual dan Samsung Galaxy Core tho. Terima kasih atas sharing informasinya.

    1. Pak/Bu Vio,

      Kemungkinan saya takkan me-review Xperia M2. Setelah kemarin mengunggah review Xperia Z1 Compact, kelak saya akan menulis review Xperia Z2 dan Xperia T2 Ultra Dual. Entah yang mana duluan.

  19. Pak Herry, gmana kualitas XMD, coz saya browsing XMD banyak keluhannya, mulai dari masalah LCD, sering restart dan layanan purna jual xperia yg kurang memuaskan… mohon pencerahannya.. πŸ™‚
    Mohon rekomendasinya XMD atau G-Ace3 ?

    1. Pak Rahmat,

      Yang Anda maksud XMD itu apa ya? Lain kali tolong tuliskan tipe ponsel dengan lengkap.

      Galaxy Ace 3? Dengan asumsi wajib Samsung, lebih baik Anda memilih Galaxy Core.

  20. Pak Herry,
    Maaf.. saya ulangi pertanyaannya..
    Gmana kualitas Xperia M Dual, coz saya browsing Xperia M Dual banyak keluhannya, mulai dari masalah LCD, sering restart dan layanan purna jual XPERIA yg kurang memuaskan… mohon pencerahannya..
    Mohon rekomendasinya Xperia M Dual atau Galaxy Core atau Galaxy Ace 3 ????

    1. Pak Rahmat,

      Untuk ukuran saat ini, Xperia M dual sudah mulai tertinggal. Jadi, saran saya, lebih baik mencari ponsel generasi lebih baru.

      Galaxy Core dan Galaxy Ace 3 kurang menarik deh.

      Kalau anggaran Anda maksimal Rp 2,5 juta (saya asumsikan segitu dengan mengamati harga tiga ponsel baru yang Anda sebutkan), Anda boleh mempertimbangkan LG L70.

  21. Pak Herry, saya punya Sony Xperia M…secara performa sih lumayan lah…cuma kendalanya adalah memory internalnya yang sangat kecil… jadi kita kurang leluasa untuk install berbagai aplikasi…meskipun dia punya slot SD, tapi koq ngga bisa kita pakai buat install aplikasi yah…saya coba browsing2 ternyata supaya slot SD nya bisa untuk install aplikasi harus di-rooting dulu… apakah Pak Herry punya tips untuk hal ini?

    terima kasih

    1. Pak Stephen,

      Memori internal yang kecil memang menjadi salah satu kendala yang akan ditemui oleh pengguna Xperia M. Apalagi, kalau pengguna itu gemar menginstalasikan aplikasi tambahan.

      Saya pernah mendengar cara untuk memodifikasi sehingga posisi memori bertukar posisi. Kartu microSD yang terpasang akan dianggap sebagai memori internal, sedangkan memori internal yang asli justru dianggap sebagai memori eksternal. Namun, saya tak tahu cara detailnya. Saya juga belum pernah mencobanya.

  22. Pak HSW, bisa bantu saya,
    kamera sony xperia m2 dual punyaku koq seperti berkabut, buat foto wajah jelas ga detail, ga jernih, saya pernah telepon pihak sony xperia, tapi tips nya susah untuk saya jalani, karena hanya di informasikan lewat telepon kala itu.
    teriam kasih sebelumnya,
    Edi.

    1. Pak Sugeng,

      Mohon maaf karena saya baru bisa menjawab pertanyaan Anda pada hari ini. Sesuai pengumuman di blog, pada 8-11 September 2015 saya libur merespons pertanyaan. Sebab, saya sedang berada di Jakarta dan Belitung. Selama di sana, jadwal aktivitas saya tergolong padat.

      Kamera depan atau kamera belakang nih? Kamera depan Xperia M2 Dual memang tidak bagus. Sepintas hasil fotonya seperti berkabut. Kalau kamera belakang, seharusnya tidak seperti berkabut. Coba reset pengaturan kamera plus bersihkan permukaan kaca kamera dengan menggunakan lap kain yang halus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *