Review Takuma B600: Tanpa Bukti Sertifikat

Ketika membaca namanya, Takuma B600, konsumen mungkin akan menyangka ponsel itu berasal dari Jepang. Padahal, ponsel tersebut sebenarnya berasal dari Negeri Tirai Bambu. Penjual mengklaim ponsel itu tahan debu dan tahan air. Di kardusnya tercetak tulisan solar power, splash proof, dust proof, rugged design, dan torch light.

Dengan kemampuan seperti di atas, B600 seharusnya minimal mengantongi sertifikat IP54. IP rating alias ingress protection rating merupakan tingkat ketahanan produk terhadap debu dan air yang diakui secara internasional. Sebuah ponsel, misalnya, wajib menjalani serangkaian pengujian ketat sebelum dinyatakan lulus sertifikasi IP tertentu.

B600-1

Bagaimana dengan B600? Tidak ada bukti sertifikat yang bisa dijadikan pegangan bahwa ponsel itu benar-benar tahan terhadap debu dan air. Merujuk pada harga pasarnya yang cuma Rp 252 ribu sampai Rp 350 ribu, penulis yakin kemampuan tahan debu (dust proof) dan tahan percikan air (splash proof) merupakan klaim sepihak dari produsen.

Eits… jangan terburu kehilangan nafsu untuk mencobanya. Ponsel GSM itu sebenarnya tetap menarik untuk dimiliki, entah sekadar untuk bergaya atau difungsikan sebagai ponsel cadangan. Tampilan fisiknya gahar. Maskulin dan terlihat kukuh. Perpaduan warna kuning dengan hitam di B600 sedap dipandang mata.

Untuk memasangkan baterai dan kartu SIM, awalnya pengguna harus melepaskan bagian berwarna kuning yang terbuat dari karet. Berikutnya, lepaskan baut di bagian belakang ponsel. Buka penutup baterai, kemudian selipkan kartu SIM ke satu-satunya selot yang tersedia. Ya, B600 adalah ponsel GSM single SIM, bukan dual SIM.

B600-2

Baterai bawaan ponsel itu tertulis berkapasitas 1.000 mAh. Kalau kelak baterai tersebut rusak, pengguna bisa menggantinya dengan baterai Nokia BL-5C. Lantaran dibekali panel tenaga surya di sisi belakang bodi, mestinya baterai B600 dapat diisi ulang dengan cara dijemur. Praktiknya, biarpun diletakkan di bawah teriknya sinar matahari, indikator charging tak pernah terlihat di layar.

Buku telepon 100 nama single entry, radio FM, nada dering polifonik, kalkulator, dan lampu senter merupakan spesifikasi lain B600. Tidak tersedia selot kartu memori, bluetooth, kamera, maupun kemampuan berinternet. Sekadar menambahkan nada dering pun tak bisa dilakukan. Konektor charger dan handsfree berkabel ponsel itu berwujud mini USB.

Nada dering yang keras, bodi yang enak digenggam, dan keypad yang sangat nyaman menjadi sisi menarik B600. Pesan penulis, pengguna boleh sengaja menjatuhkannya dari meja ke lantai, tetapi sebaiknya tidak iseng menyemprotkan air ke ponsel itu. Kecuali, pengguna memang berniat membeli ponsel baru.

***

Isi paket penjualan: ponsel, baterai 1.000 mAh, charger berkonektor mini USB dengan output 0,5 ampere, dan handsfree berkabel dengan konektor mini USB.

19 thoughts to “Review Takuma B600: Tanpa Bukti Sertifikat”

  1. Om Herry, saya iseng beli Takuma ini setelah baca review dari om. Dari kualitas sesuai dengan harganya , sy beli di online shop “R” cabang dari Jepang. Memang sih tidak IP 67 certified (ongkos certified nya aja lebih mahal dari hp ini :D). Dalam keadaan menyala standby, saya test di taroh di tas kain (bukan plastik) gantung di dek motor, sambil hujan deras 1 jam saat pulang kantor. Sampai rumah, saya cek masih menyala, semua fungsi normal, walau basah kuyup tapi belum ada air masuk. Saya coba aliri air keran yg lumayan kencang, baru masuk ….di balik kaca display ada air :D, jadi mirip mainan gamewatch air :D, tapi masih hidup! Saya balik air nya keluar dari lubang speaker. Lepas batere , masukan ke beras semalam, besok pagi sudah kering πŸ˜€ . Test kedua, sengaja saya simulasikan jatuh di tangga sampai terus memantul hingga sampai lantai 1 (sekitar 20 anak tangga), masih utuh, display dan solar panel tidak pecah :D. Tes ketiga lempar ke tembok setinggi 2 meter sampai mental jatuh ke lantai keramik, masih utuh juga. Lumayan untuk hp cadangan (atau gantungan kunci yang cukup menarik) πŸ˜€

    1. Pak Prayogi2k,

      Terima kasih atas kesediaannya berbagi cerita. Wow… ekstrem juga ya percobaan iseng yang Anda lakukan.

  2. ada yg terlupa, indikator bahwa solar charging itu berjalan memang bukan di display. Karena kalau pakai display, artinya cpu nya bekerja, yang tentu akan nyedot batere yang sedang dicas. indikator ada di balik torch, berupa lampu biru yang berkedip kedip. Namun, ini yang sulit diterima akal : solar charging artinya temperatur hape akan menjadi tinggi akibat sinar matahari yang diserap oleh body hape, sehingga suhu batere meningkat, padahal semakin panas batere maka akan semakin lama proses pengisian, dan juga akan memperpendek umur batere dan komponen lain :D….. sejauh ini sudah baru saya coba “jemur” 2 jam, tapi saat saya coba nyalakan, tulisan tetap “batere lemah”… πŸ˜€ . Saya tidak tahu apakah hape solar charging buatan samsung beberapa tahun lalu (2010 ?) apakah benar berfungsi solar charging nya.

    1. Pak Prayogi2k,

      Iya, di bagian atas ada lampu biru yang berkedip. Namun, biarpun dijemur lama, tetap tak kunjung terisi. Dulu punya Samsung beneran bisa mengisi, walaupun lama banget.

      1. Bisa bro,kalo buat bang ma’il…hehehe aku juga baru beli tapi lucu aja modelnya lumayan buat telp ama sms,daripada beli hp jadul,malah mahal,,mendingan ini:TAKutMAhal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *