Reviu Infinix Zero 20: Punya Spesifikasi Komplet dan Tinggi di Kelasnya

Untuk sebuah ponsel yang dibanderol Rp3,599 juta, spesifikasi Infinix Zero 20 tergolong komplet dan relatif tinggi di kelasnya. Misalnya, tiga kamera belakang beresolusi hingga 108 megapiksel dan kamera sudut ekstralebar, kamera depan 60 megapiksel dengan OIS, dan memori internal 256 GB.

RAM-nya delapan GB dan dapat diperbesar menjadi total 13 GB dengan mengaktifkan virtual RAM alias MemFusion lima GB. Prosesornya memakai MediaTek Helio G99 yang sedang naik daun. Selot kartunya bisa menampung dua nano SIM dan sekeping kartu microSD secara bersamaan.

Sebagian spesifikasi lain Zero 20: layar AMOLED 6,7 inci beresolusi full HD+ dengan refresh rate 90 Hz, NFC, speaker ganda, baterai 4.500 mAH, dan pengisian cepat 45W. Ponsel Android 12 dengan konektor pengisi daya USB-C itu juga masih dibekali konektor audio 3,5 milimeter.

Bagaimana performanya? Layarnya relatif enak dipandang, termasuk kala dipakai di luar ruangan. Tingkat kegegasan ponsel tak usah disangsikan. Disuruh menjalankan beberapa aplikasi bersamaan pun tidak sampai keteteran.

Menyoal kamera, menurut HSW, hasil jepretan kamera belakang ponsel itu tergolong bagus. Pada pemotretan malam hari pengguna seyogianya mengaktifkan mode malam. Sebab, detail hasil foto yang dihasilkan berbeda lumayan signifikan dibandingkan mode normal.

Hal yang justru di luar perkiraan adalah hasil foto kamera depan. Di atas kertas spesifikasi kamera depan Zero 20 terlihat wow. Namun, hasilnya ternyata semenjana. Biasa-biasa saja.

Dengan perilaku pemakaian ala HSW, baterai Zero 20 mampu bertahan sekitar 14 jam. Itu berarti lebih singkat daripada seluruh ponsel dengan Helio G99 yang pernah HSW uji pakai. Untuk mengisi ulang sampai penuh biasanya dibutuhkan waktu sekitar 1 jam 15 menit.

Ada satu pengurang daya tarik lain yang diduga hanya bug dan kelak dapat disembuhkan via pembaruan firmware. Ponsel berdimensi fisik 164,43 x 76,66 x 7,98 milimeter dan berat 196 gram itu sebenarnya dibekali fitur tapping wake. Ketuk layar dua kali untuk menyalakan atau memadamkan layar.

Ketika layar menyala kemudian diketuk dua kali, layar selalu sukses dipadamkan. Hal berbeda 180% terjadi saat layar ponsel sedang padam. Kala layar diketuk dua kali, entah mengapa, layar selalu gagal dinyalakan.

***

Berikut contoh hasil jepretan kamera Infinix Zero 20. Resolusi semua foto telah diperkecil dan ukuran file dikompresi supaya lebih ringan diakses.

Saatnya membandingkan hasil foto mode normal vs mode malam.

Dua swafoto berikut dijepret memakai kamera depan.

***

Tangkapan layar AnTuTu Benchmark dan Sensor Box for Android.

60 thoughts on “Reviu Infinix Zero 20: Punya Spesifikasi Komplet dan Tinggi di Kelasnya”

    • Hay Pak Herry

      Tanya…ponsel kalau sudah keluar sertifikasi TKDN, tunggu berapa bulan sih bisa launching di pasaran?

      Terima kasih……

      Reply
      • Pak Hendra KP,

        Tak ada hitungan pasti. Bisa sudah muncul dalam hitungan hari, tetapi bisa pula akhirnya malahan batal beredar.

        Satu hal yang perlu diketahui, setelah memperoleh sertifikat TKDN, ponsel itu juga harus mendapatkan sertifikat SDPPI dulu.

        Reply
  1. Selamat pagi Ko Herry, apakah sekarang layanan purna jual Infinix sudah lebih baik dan setara dengan Xiaomi sehingga sudah layak dibeli? Mengingat sebelumnya Ko Herry tidak pernah merekomendasikan Infinix untuk dipinang karena layanan purna jualnya yang buruk.

    Untuk android updatenya sendiri bagaimana ya Infinix ini pada saat diuji coba oleh Ko Herry? Rutin atau malah jarang menawarkan update? Saya malah khawatir jika jarang ada update, sisi minus yang disebutkan oleh Ko Herry malah akan tetap menjadi sisi minus yang tidak ada perbaikan.

    Reply
    • Pak Hary,

      * Layanan purna jual Infinix terpantau terus membaik dan menyentuh ambang batas minimal versi saya. Agar waktunya lebih mudah diingat, asalkan tidak mementingkan tampilan antarmuka dan pembaruan, per 1 Januari 2023 silakan mulai melirik Infinix lagi.

      * Oh… layanan purna jual Infinix belum bisa disetarakan dengan Xiaomi. Masih beda cukup signifikan. Namun, sudah melebihi ambang batas minimal deh.

      * Bila memedulikan pembaruan, menurut saya, ponsel-ponsel keluaran grup Transsion (Infinix, Tecno, dan itel) belum bisa dijadikan pilihan utama. Spesifik Infinix, saya perhatikan pembaruan untuk seri Zero sudah lumayan. Misalnya, pada bulan ini Zero 20 yang saya pakai sudah mendapatkan pembaruan keamanan edisi November 2022.

      Reply
      • Terima kasih informasi dan penjelasannya Ko Herry. Berarti dari penjelasannya, secara keseluruhan sudah ada perbaikan ke arah positif tapi belum bisa diadu secara setara dengan Xiaomi ya Ko, baik dari purna jual maupun dari sisi pembaruan? Tampaknya harus menunda dulu melirik Infinix, meski secara keseluruhan spec to pricenya cukup menggoda.

        Reply
      • Ko herry, ponsel merk apa yg berani memberi garansi tukar unit baru jika barang yg baru dibeli bermasalah? Dan jaminan tsb berlaku berapa hari?
        Sebab teman sy baru beli infinix hot, ada masalah di layarnya, ketika diklaim hanya diservis itupun lama ponsel hrs diinapkan

        Reply
        • Pak Karjono,

          Dengan asumsi pembelian dilakukan di gerai resmi, semua merek global sebenarnya berani kok. Bedanya, ada yang menyebutkan terang-terangan, ada pula yang tidak.

          Reply
  2. Pak bisa minta rekomendasi hp harga 1,5jt – 2,5jt pemakaian kasual biasa. Kalo bisa yg kamera nya bagus.
    Terima kasih sebelumnya

    Reply
  3. Selamat sore, pak Herry SW. Saya sedang mencari hp yang ada NFC, 5G, remote, dan kamera bagus dengan budget dibawah 3 JT. Mohon saran dari pak HSW. Terima kasih pak.

    Reply
    • Bu Amaliah,

      Dengan kriteria seperti itu, tak ada ponsel yang berani saya rekomendasikan. Anggaran harus ditambah menjadi Rp5,5 juta dulu.

      Reply
  4. belum lama ini, memberanikan diri membeli ponsel infinix pertama kali, yaitu infinix note 12i. Dengan harga yg saya dpt, cukup memuaskan, hanya layar yng menurut saya kurang bagus. Mungkin akan berbeda apabila seri zero

    Reply
  5. Hallo pak herry. Bolehkah minta pendapat bapak tentang:
    1. Apakah poco x3 nfc masih gegas digunakan paling tidak 2-3 tahun kedepan? Kalau tidak apakah ada rekomendasi lain?
    Keperluannya sebagai daily use medsos dan baca dokumen serta edit2 dokumen ringan saat tidak buka laptop

    2. Saya baca beberapa komentar bapak di beberapa kolom tanya jawab kalau poco x3 nfc sudah tidak diproduksi lagi, tetapi tidak sengaja saya cari di google, muncul ini https://mobile.mi.co.id/id/poco-x3-nfc/?gid=4204100004#review. Apakah benar ya pak produk ini muncul lagi dan saya bisa membeli melalui link tsb?

    Reply
    • Pak/Bu Laras,

      1. Kalau 2-3 tahun mendatang seharusnya sudah terasa lemot. Untuk pemakaian dengan rentang waktu tersebut, idealnya Anda membeli ponsel flagship keluaran terkini atau paling tua tahun lalu. Apakah tipe ponselnya? Misalnya, realme GT 2 Pro, Xiaomi 12, atau vivo X70 Pro.

      2. Barusan saya klik, muncul keterangan “Halaman yang Anda cari tidak bisa dibuka.”

      Reply
  6. Pak Herry

    Oh iya saya mau tanya lagi nih

    Apakah ROM 128 worth it pak untuk tahun 2023 / 2024? Rencana mau meminang infinix note 12 2023 ROM 128 …

    Thanx

    Reply
  7. Pak Herry, tolong tanya:
    1. Untuk saat ini baiknya tetap membeli ponsel 4G atau 5G? (Worth it apa tidak dinilai dari selisih harga dengan “nilai plus” yang didapat jika ponsel tsb sudah 5G)
    2. Apakah jika di suatu wilayah sudah bisa 5G, maka pemakaian 4G jadi lebih “lemot” ?
    3. Tolong rekomendasi 3 pilihan ponsel terbaik versi Pak Herry di rentang harga 2 – 3 juta?
    4. Jika beli ponsel bekas, OS androidnya minimal versi berapa yg masih bisa dipakai untuk “aplikasi2 dasar” misal WA, FB, instagram, grab, toped? Punya saya versi 7 (nougat) masih bisa digunakan.

    Reply
    • Pak Sukardi,

      1. Karena saat ini sudah hampir memasuki tahun 2023, kalau Anda sehari-hari berada di kota besar Pulau Jawa, lebih baik ambil ponsel 5G sekalian.

      2. Tidak bisa disimpulkan begitu. Saya pernah mengalami kejadian nyata. Di suatu lokasi yang 5G-nya sudah aktif, kecepatan internet di jaringan 4G malahan lebih cepat daripada sebelumnya.

      3. Saya urutkan dari yang paling direkomendasikan. Ada Xiaomi Redmi Note 10 Pro (tambah anggaran Rp50 ribu ya), realme 10, dan Redmi Note 11.

      Reply
    • Bu Putri Wilujeng,

      Naik turun bergantung kondisi cuaca nih. Entah apa hubungannya. Paling sering 20-an saluran, tetapi pernah cuma 14 saluran.

      Reply
  8. Om herry sudah pakai windows 11 ta ?
    Menurut om herry apakah layak untuk upgrade windows 10 ke windows 11 om herry ?

    Reply
    • Pak Adek Setya Pratiwi,

      Saya masih pakai Windows 10. Belum berani iseng ke Windows 11. Laptop saya hanya satu. Kalau terlanjur naik ke Windows 11 dan ternyata ada bug yang mengganggu, malahan bakal nambah kerjaan.

      Reply
        • Pak Adek Setya Pratiwi,

          Sekarang saya pakai versi 22H2. Setiap kali ada pembaruan, saya langsung perbarui. Jadi, saya malahan tidak memperhatikan versinya sebelum Anda tanya.

          Reply
  9. Om herry sekarang kantong kresek di indomaret sudah tak gratis lagi ya om herry ?
    Biasanya indomaret gratis.
    Kalau alfa berbayar..

    Reply
    • Pak Andhi Pranata,

      Hmmm… ini pertanyaan yang VOOT. Saya tidak memperhatikannya. Kebetulan sudah terbiasa bawa tas sendiri saat belanja.

      Reply
  10. Om herry kabel charger pemakian 2 tahun lebih.. jadi wakru charger nya jadi lambat apa wajar ta om herry ?
    Saya ganti kabel baru cepat lagi nge charge hp nya.

    Reply
  11. Koh Herry, tanya:
    1. Poco M3 Pro 5G apakah layak beli untuk saat ini dibanding type2 lain dengan harga dibawah 3 juta?
    2. Tolong rekomendasi 3 hp 5 G terbaik di harga max 3 juta?
    3. Kenapa ukuran aplikasi2 dari waktu ke waktu makin “membengkak”, tapi fasilitas yang didapat tidak terlalu penting banget? Sehingga hp yang saat ini ram 4 / rom 64, MIRIP RASANYA ketika jaman 2015an ram 2 / rom 16?
    4. HP type apa yang ukuran file hasil foto kamera utama bisa disetel agar megapixel-nya diperkecil hingga dibawah 10 MP? Sebab menurut saya ukuran hasil foto sekarang terlalu besar sehingga makan memory terlalu banyak

    Reply
    • Pak Adi,

      1. Saya lebih memilih Redmi Note 10 5G daripada POCO M3 Pro 5G. Harga cuma beda Rp100 ribu. Alasannya, built quality-nya terasa lebih bagus.

      2. Redmi Note 10 5G lalu POCO M3 Pro 5G. Sudah… itu saja. Tidak ada ponsel ketiga.

      3. Ya itu sih suka-sukanya pengembang aplikasi. Kalau diperhatikan, fiturnya makin lama juga makin kompleks sih.

      4. Terus terang saya tak terlalu memperhatikannya. Resolusi yang besar saya anggap menguntungkan agar lebih leluasa dalam melakukan crop.

      Reply
  12. Maaf out of topic bang Herry
    Mohon pertimbangan Smartphone dengan kemampuan kamera yang bagus (video stabil) dan multimedia yang memuaskan (baterai dan layar bagus)

    Terima kasih bang Herry

    Reply
  13. Halo selamat malam ko herry, ko saya mau tanya hp maksimal dengan harga 6juta, kebutuhan fotografi dan sosial media, koko menyarankan saya untuk meminang merk dan type yang mana ya?
    Terimakasih ko..

    Reply
  14. Om herry. Menurut prediksi pendapat om herry untuk smartphone baru keluaran 2023 apakah sudah pasti ber chipset 5G ta o herry termasuk kelas low.

    Reply
  15. Siang Pak Herry,

    Pak Herry mau tanya hp rekomendasi dibawah 4 juta.
    Kriteria gegas & tahan 3 tahun kedepan untuk kerja kantoran saja Pak.

    Makasih, Pak

    Reply
    • Bu Yeni,

      Harga kurang dari Rp4 juta berarti ponsel kelas menengah. Masa pakai ponsel kelas menengah sebaiknya tak lebih dari dua tahun.

      Dengan anggaran segitu, realme 9 Pro layak dibeli.

      Reply
  16. Om HSW, istri minta dibelikan iPhone sedangkan menurut saya dengan budget seperti itu lebih baik cari yang flagship seperti Xiaomi 12T 5G. Apakah masa pakai yang lebih lama dan material premium iPhone layak dikompensasi dengan harga jauh diatas android flagship ya? Atau Om HSW punya alasan manakah yang lebih value for money? Ah, kadang saya kurang paham dengan iPhone fans

    Reply
    • Pak Denny,

      Buat saya sih belum layak dijadikan alasan kompensasi harga. Namun, kalau memang gemar produk Apple, ya silakan membelinya.

      Reply

Leave a Comment