Reviu Redmi 10A: Serasa Memakai Ponsel Flagship

Hanya dengan membaca nama lengkapnya, mudah ditebak kalau Redmi 10A adalah ponsel entry level. Karena itu, saat menjajal ponsel tersebut, penulis alias HSW tidak mematok harapan berlebih. Iya, harus sedikit lebih sabar pula. Setelah beberapa hari menjadikan Redmi 10A sebagai ponsel utama, ternyata sensasinya serasa memakai ponsel flagship.

Dapur pacu Redmi 10A memanfaatkan MediaTek Helio G25 alias masih sama dengan Redmi 9A yang diluncurkan dua tahun lalu. Namun, kini Redmi 10A dibekali sensor sidik jari yang ditempatkan di sisi belakang ponsel. Kamera belakangnya bukan lagi satu, melainkan dua: kamera utama 13 megapiksel dan depth camera dua megapiksel. Sementara itu, kamera tunggal di sisi depan beresolusi lima megapiksel.

Dengan memakai standar ponsel kelas pemula, hasil jepretan kamera ponsel itu tergolong biasa-biasa saja. Tidak impresif. Dipakai memotret di lokasi berpencahaan memadai pun, foto yang dihasilkan cuma pantas disebut cukup bagus.

Sedangkan kala diajak mengabadikan objek di lokasi minim cahaya, berkali-kali pemfokusan kamera tidak optimal. Beralih ke mode malam amat disarankan ketika pengguna perlu memotret di lokasi minim cahaya.

Bukan menganut sistem hibrida, dua nano SIM dan satu kartu microSD dapat dipasangkan bersamaan ke Redmi 10A. Bentang layarnya 6,53 inci dengan resolusi HD+ 1600 x 720 piksel. Sama dengan Redmi 9A, konektor pengisi daya ponsel itu berwujud micro USB.

Ponsel 4G LTE tanpa inframerah dan NFC tersebut dibekali baterai tanam 5.000 mAh. Dengan perilaku pemakaian ala HSW, daya baterai bisa bertahan 40-44 jam sebelum perlu diisi ulang lagi. Proses pengisian ulang membutuhkan waktu sekitar tiga jam. Lumayan lama karena ponsel itu mendukung pengisian daya 10W saja. Kabar baiknya, di paket penjualan masih disertakan pengisi daya alias charger.

Berdimensi fisik 164,9 x 77 x 9 milimeter dan berat 194 gram, Redmi 10A ditawarkan dalam dua kapasitas memori. Yaitu, 3/32 GB Rp1.499.000 dan 3/64 GB Rp1.599.000. Varian 3/64 GB seperti yang HSW uji pakai mendukung memory extension satu GB sehingga kapasitas RAM hingga 3+1 GB.

Pengalaman nyata selama menguji pakai Redmi 10A membuat HSW teringat dengan ponsel flagship yang dulu setia menemani. Tingkat kegegasannya mirip. Minggu lalu kebetulan HSW menemukan foto ponsel itu saat diletakkan di atas meja bersama dua ponsel lain.

Benar! Nokia E61. Adakah yang masih menyimpannnya?

Kesimpulan versi HSW, sesuai kodratnya, Redmi 10A bukan menyasar pengguna yang mengidamkan ponsel gegas, berkamera bagus, dan berspesifikasi tinggi. Bukan pula untuk calon pembeli ponsel dengan anggaran yang lentur.

Ponsel itu hanya cocok untuk pengguna yang baru beralih dari feature phone atau memiliki anggaran amat terbatas. Daripada membeli ponsel merek lain dengan layanan purna jual tidak jelas, buat mereka, meminang Redmi 10A seharusnya lebih menenangkan hati.

***

Berikut contoh hasil jepretan Redmi 10A. Agar lebih mudah diakses, resolusi foto telah diperkecil dan ukuran file dikompresi.

Perhatikan detail dan gelap terangnya area pemotretan.

Di lokasi minim cahaya, pemfokusan otomatis ponsel kadang tidak optimal sehingga hasil foto pun tampak kabur. Aktivasi mode malam (night mode) amat membantu.

Berswafoto memakai kamera depan.

Dua contoh hasil perekaman video Redmi 10A.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Herry SW (@herrysw)

***

Tangkapan layar AnTuTu Benchmark, Sensor Box for Android, dan kondisi awal RAM.

#Redmi10A #HSWRedmi10A #XiaomiRedmi10A

43 thoughts on “Reviu Redmi 10A: Serasa Memakai Ponsel Flagship”

  1. Pak Herry, maaf kalau pertanyaannya bukan berkaitan dengan Redmi 10A.
    Saya mau bertanya tentang Realme Narzo 50 5G. Kalau dilihat di wensite Realme Indonesia jaringan 5G yg didukung adalah 5G NR?n1/n5/n8/n28/n41/n77/n78. Berarti ponsel ini ga kompatibel dengan jaringan 5G yg di Indonesia ya Pak Herry? Karena setahu saya operator di Indonesia menggunakan band n3 (1800 MHz) dan n40 (2300 MHz). Bagaimana menurut Pak Herry?
    Terima kasih sebelumnya

    Reply
    • Pak Jimmy,

      Mohon maaf atas keterlambatan respons.

      Saya malahan belum memeriksa spesifikasi detail realme narzo 50 5G yang tertulis di situs realme Indonesia.

      Satu hal yang bisa saya pastikan, saya sudah mencoba ponsel itu dan terbukti sukses masuk ke jaringan 5G Indosat. Jadi, mungkin ada kesalahan ketik informasi di situs realme Indonesia.

      Reply
    • Pak Adi,

      Mohon maaf atas keterlambatan jawaban.

      Tinggal masuk ke menu memory extension, lalu geser tombol di sisi kanan sampai berwarna biru.

      Reply
  2. Pagi koh,
    Saya rencana mau membeli HP merk Xiaomi dengan budget sekitar 2 jt an… apakah bisa rekomen type apa yang paling bagus?
    Thx koh

    Reply
    • Pak Janto,

      Yang sedekat mungkin dengan Rp2 juta: Redmi 10C.
      Yang masih Rp2 jutaan, tapi agak jauh dari Rp2 juta: Redmi Note 11.

      Reply
    • Pak Iswar,

      Hmmmm… tidak ada ponsel dengan tipe tersebut. Kalau yang dimaksud Xiaomi 12 Lite (bukan Xiaomi Mi 12 Lite), saya agak sangsi bakal hadir resmi di sini.

      Reply
  3. Om herry untuk earphone bluetooth itu apakah pemakian baterai smartphone lebih boros di banding dengan earphone kabel om herry ? Kan bluetootg smartphone haru on kalau pakai earphone bluetooh om herry ?

    Reply
    • Pak Nico Irvanda,

      Ya, tentu saja begitu. Namun, perbedaannya tidak banyak kok. Jadi, tak perlu ragu memakai headset bluetooth.

      Reply
      • RCS rich cominication service.
        SMS tapi pakai data om.
        Biasanya di google message ada om. Jadi kayak WA gitu om herry.

        Reply
        • Pak Akhmad Husam S,

          Oh ok. Saya belum pernah memakainya. Lha SMS pun praktis hanya SMS masuk untuk OTP dan (mau tak mau) menerima kiriman SMS spam.

          Reply
  4. Pak herry

    Mohon masukannya untuk smartphone dengan kamera terbaik / mumpuni di kelas midrange 4-5 jt apa yah.. karena di kelas midrange akhir2 ini produsen lebih berlomba2 pada performa atau chipset.. padahal mungkin sebagian segmen menginginkan kamera terbaik di kelas tersebut, termasuk saya.. mohon dijawab y pak herry, terima kasih sebelumnya..

    Reply
    • Bu Victoria,

      Dua kucing pertama yang rutin mampir ke rumah:
      * Satu ekor sejak Februari lalu menghilang entah ke mana.
      * Satu ekor lagi sampai sekarang setiap hari masih berkunjung. Kondisi sehat.

      Lalu ada satu kucing lagi (masih anak kucing) yang sekitar sebulan terakhir rajin mampir. Bahkan, hampir setiap malam tidur di teras rumah. Wah, yang ini sehat dan hiperaktif. Saya sampai lelah dengan tingkahnya. Ha ha ha.

      Reply
    • Pak/Bu Aulia,

      Beberapa waktu lalu saya sudah uji pakai Infinix Zero 5G kan.

      Tecno itu bukan sub-brand-nya Infinix. Posisinya setara. Infinix, Tecno, dan iTel berdiri sendiri-sendiri. Pemiliknya sih sama-sama Transsion.

      Reply
  5. Om Herry,

    Antara Redmi note 11, POCO M4 Pro dan Redmi note 10S manakah yg lebih recomend untuk dibeli?

    Terima kasih.

    Reply
    • Pak Ipul,

      Dua ponsel terakhir yang Anda sebutkan tidak pernah saya uji pakai dalam waktu memadai. Jadi, saya tak berani menyimpulkan.

      Redmi Note 11 sudah saya uji pakai. Tidak jelek sehingga boleh dibeli. Namun, performanya secara keseluruhan tidak amat mengesankan.

      Reply
      • Trims Om Herry,

        Masih bingung diantara ke tiganya, tapi cenderung ke 2 pilihan terakhir secara kameranya sudah 64 MP.

        Reply
        • Pak Ipul,

          Besaran resolusi kamera (misalnya, 64 megapiksel) bukan jaminan kualitas lho, Pak. Bukan mustahil ponsel dengan kamera 50 megapiksel justru mampu menghasilkan foto yang lebih bagus daripada ponsel dengan kamera 108 megapiksel.

          Reply
  6. Selamat pagi Pak Herry,

    Mohon rekomendasinya ponsel di kisaran harga 1 jutaan untuk pemakaian sehari-hari yang cepat, tangguh dan awet.

    Terima kasih.

    Reply
    • Pak Hari,

      Silakan melirik Redmi 10C. Hari ini sebenarnya ada penjualan perdana realme C30, tetapi saya belum pernah mencobanya.

      Reply
  7. Om herry kalau file aplikasi ekstensi
    Android kan .apk
    Iphone kan .ipa
    Nokia S40 kan .jar
    Nokia symbian kan .sis

    Kalau nokia yang windows phone file apikasi nya pakai ekstensi apa om herry ?

    Reply
  8. Selamat pagi koh herry.
    Maaf out of topic.
    sy skr pake redmi note 9 pro.
    Rencana mw upgrade hp. Rentang harga max 4juta
    asal kamera bagus batre awet dan memory besar. Mohon sarannya koh. Terimakasih

    Reply
    • Bu Anna,

      Yang paling mendekati realme 9 Pro. Namun, hasil fotonya seringkali terlalu gonjreng. Warna merahnya lebih merah daripada warna aslinya, birunya lebih biru daripada warna asli, dst.

      Reply
      • Maaf pak Herry, saya berniat membeli hp xiaomi mi 12 lite.
        Apakah hp xiaomi seri mi juga banyak iklanya seperti redmi 5 plus yang saya pakai sekarang

        Reply
        • Pak Nurhadi,

          Ini maksudnya Xiaomi 12 Lite kan? Masih ada iklan, tetapi tidak banyak.

          Kuantitas iklan di ponsel Xiaomi biasanya selaras dengan harga. Semakin mahal, semakin minim iklan.

          Reply
  9. Om herry untuk tri dan indosat apa sudah 1 jaringan ?
    Kok kalau cari jaringan manual.
    Indosat ada sendiri,
    3 juga ada sendiri,

    Reply
  10. Ko Herry, mohon rekomendasi untuk hape rentang harga maksimal Rp. 1.5juta dengan penyimpanan minimal 64GB. Kalo ada yg lebih juga boleh

    Reply
    • Pak Insan,

      Kalau baru, tak ada yang bisa saya rekomendasikan. Kalau bekas, cari Redmi Note 5 bekas deh. Harga pasaran bekas Rp900 ribu sampai Rp1 juta.

      Reply

Leave a Reply to Ipul Cancel reply