Reviu ZTE Blade V40 Vita: Masih Dibekali Lampu Notifikasi

Setelah beberapa tahun menghilang, pada 20 September lalu ponsel ZTE resmi beredar lagi di Indonesia. Tiga tipe ponsel langsung dihadirkan. ZTE Blade V40 Vita memiliki spesifikasi tertinggi sekaligus berharga jual termahal. Harga perdananya Rp2,299 juta dan kini sudah turun menjadi Rp2,199 juta.

Tampilan fisik V40 Vita layak disebut menawan. Kendati bodi belakangnya berbahan polikarbonat, ia terlihat sedap dipandang. Warna ponsel bisa berubah tergantung arah paparan cahaya. Ponsel sama sekali tak terasa licin kala digenggam. Sidik jari juga tak mudah meninggalkan bekas.

Layar IPS 6,745 inci dengan refresh rate 90 Hz di ponsel itu memang hanya beresolusi HD+ 1.600 x 720 piksel. Namun, menurut saya, masih nyaman di mata. Di sudut kanan atas layar terdapat lampu notifikasi berwarna putih. Satu fitur yang sudah semakin jarang ditemukan di ponsel keluaran terkini.

Di sisi kiri ponsel terdapat selot kartu yang siap menampung dua nano SIM dan sekeping microSD secara bersamaan. Tombol volume dan tombol power sekaligus sensor sidik jari berada di kanan ponsel. Sedangkan di bawah bodi, pengguna akan menjumpai speaker, konektor USB-C, mikrofon, dan konektor audio 3,5 mm.

Dengan perilaku pemakaian ala HSW, baterai tanam 5.130 mAh di V40 Vita siap memasok daya hingga sekitar 40 jam. Ponsel mendukung pengisian cepat 22,5W. Pengisian daya sampai penuh memerlukan waktu sekitar 2 jam 40 menit.

Prosesor delapan inti Unisoc T606 dengan kecepatan hingga 1,6 GHz, RAM 4 GB, dan ROM 128 GB dengan UFS 2.2 merupakan sebagian spesifikasi lain ponsel. Kalau mau, pengguna bisa mengaktifkan tambahan virtual RAM 2 GB yang di ZTE dinamakan memory fusion.

Ponsel 4G LTE berdimensi fisik 168 x 77,5 x 9,4 mm itu dibekali tiga kamera belakang. Konfigurasinya, 48+2+2 megapiksel. Sedangkan kamera tunggal di sisi depan beresolusi delapan megapiksel. Kamera belakang dan kamera depan V40 Vita maksimal menghasilkan rekaman video beresolusi full HD 1080p.

Menurut HSW, build quality bodi yang bagus dan ketersediaan lampu notifikasi merupakan kelebihan V40 Vita. Baterainya juga tergolong awet.

Sedangkan sisi minus yang dijumpai, mulai dari absennya NFC, adanya shutter lag kamera, hingga hasil foto yang tak mengesankan. Ponsel masih menggunakan Android 11 dengan pembaruan keamanan terakhir edisi 5 Juni 2022.

Fitur sapuan tiga jari untuk melakukan tangkapan layar (screenshot) di ponsel itu juga kurang cerdas. Halaman di layar ponsel akan bergulir dulu, baru kemudian layar “terjepret”. Akibatnya titik awal dan titik akhir tangkapan layar seringkali tidak sesuai harapan.

Mengomentari kembalinya ponsel ZTE ke pasar Indonesia, menurut HSW, dalam dua hal langkah ZTE Indonesia sudah relatif tepat.

Pertama, menggandeng Erajaya. Harus diakui, saat ini grup Erajaya merupakan jalan tol untuk membuat produk mudah dibeli dan ditemukan di seluruh Indonesia, baik di pasar daring maupun luring. Kelak ZTE Indonesia idealnya merintis jalur distribusi dan penjualan secara mandiri.

Kedua, menunjuk Unicom Care untuk menangani layanan purna jual. Reputasi Unicom selama ini tergolong bagus. Namun, ZTE Indonesia tak boleh lupa kalau Unicom adalah mitra yang harus mendapatkan dukungan penuh secara berkesinambungan. Misalnya, dalam ketersediaan suku cadang dan kemudahan akses.

Singkatnya, ZTE Indonesia tak boleh bersikap jemawa. ZTE memang merek global dan amat terkenal di negara tertentu. Kendati begitu, lain ladang lain belalang. Ini Indonesia. Ada noda-noda hitam yang pernah ditinggalkan ZTE di sini. Perlu waktu untuk menghilangkannya.

Komitmen dan konsistensi itu mutlak. Tunjukkan dulu kalau ZTE kali ini serius mengembangkan bisnis ponsel di Indonesia dalam jangka panjang. Hasilnya mungkin baru bisa dipanen mulai 2024.

Kalau ZTE tak berubah dan malahan mengulang cerita masa lalu, lebih baik ZTE menemani Nokia deh. Membanggakan diri sendiri sambil ditertawakan penggemar gawai.

***

Berikut contoh hasil jepretan kamera ZTE Blade V40 Vita.

Perbandingan hasil foto mode normal vs mode malam.

Dua foto di bawah ini dijepret memakai kamera depan.

***

Tangkapan layar AnTuTu Benchmark dan Sensor Box for Android.

Leave a Comment