Roaming Internasional Tak Lagi Menakutkan

Beberapa tahun lalu, seorang teman yang baru membeli BlackBerry 9700 alias Onyx generasi pertama bepergian ke luar negeri. Ia membawa 9700 itu karena selama tiga hari berada di luar Indonesia, ia tetap harus selalu berhubungan dengan keluarga dan kantor.

Menyadari bahwa tarif roaming internasional tidak murah, teman penulis membatasi aktivitas browsing dan email. Ia hanya satu kali menelepon dan tiga kali ber-SMS. Bulan berikutnya, tagihan yang diterima mengejutkannya. Total biaya pemakaian selama tiga hari di luar negeri mencapai Rp 9 jutaan. Sedikit lagi menyentuh Rp 10 juta.

Roaming

Dalam pembicaraan via email dengan penulis, pemicu meledaknya tagihan terkuak. Selama di luar negeri, teman penulis rupanya tetap mengaktifkan Yahoo Messenger dan BlackBerry Messenger (BBM). Bahkan, ia cukup sering berkomunikasi melalui dua media itu. Biarpun tidak rakus akses data, Yahoo Messenger dan BBM selalu online dan “bercakap-cakap” dengan jaringan. Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Tagihan pun meledak.

Kini roaming internasional tak lagi menakutkan. Minimal bila dibandingkan beberapa tahun lalu. Jurusnya, cukup mengetahui beberapa hal sederhana. Apa saja?

Pertama, pilihan paket atau tarif promo yang sedang berlangsung. Sebelum berangkat ke luar negeri, Anda dapat mencari informasi di situs resmi masing-masing operator. Bisa pula dengan menelepon ke call center atau mengunjungi kantor layanan operator. Umpama tak sempat melakukan aneka hal tersebut, sesampai di luar negeri biasanya ada SMS berisi informasi. Baca baik-baik SMS itu.

SMS yang penulis terima pada minggu lalu merupakan bukti nyata bahwa operator sebenarnya proaktif menyapa pengguna yang mendarat di luar negeri. Saat itu, penulis mengikuti acara yang diadakan salah satu operator GSM Indonesia. Penulis membawa kartuHalo yang sehari-hari menjadi nomor ponsel utama. Di Bandara Changi, Singapura, penulis mengaktifkan ponsel. Dua SMS dari TSELRoaming masuk berurutan.

SMS pertama berisi pesan (penulis tuliskan sesuai aslinya): Plgn Yth,Slmt dtg di Singapore.Gunakan Singtel, mitra Bridge Alliance kami. Nikmati paket data, telepon&SMS via *266#.Info lbh lanjut,hub 1111 (GRATIS)

SMS berikutnya juga memberikan informasi seputar roaming internasional. Isinya: Nikmati tariff Promo BB Rp 50 ribu/hari dan tariff Internet maksimum pembayaran hanya Rp 100 ribu/hari di jaringan Singtel langsung tanpa registrasi.

Usai menerima dua SMS tersebut, langkah selanjutnya yang penulis lakukan adalah melakukan pencarian jaringan secara manual. Setelah masuk ke jaringan bernama 4G Singtel, penulis leluasa berinternet via ponsel Android tanpa khawatir tagihan melambung tinggi.

Sekadar gambaran, selama berada di Singapura, setiap hari penulis menghabiskan sekitar 30 MB data. Selain untuk memantau email, Twitter, dan WhatsApp, ponsel Android yang selalu terkoneksi internet itu penulis gunakan untuk menentukan rute transportasi dan mengetahui lokasi.

Andaikan dihitung dengan tarif normal roaming internasional, setiap hari penulis akan terkena tagihan 30.000 kilobyte x Rp 100 = Rp 3.000.000. Dengan memanfaatkan promo internet, setiap hari penulis cukup membayar Rp 100.000. Sangat jauh berbeda, bukan?

Kedua, setiap operator biasanya memiliki “teman istimewa” atau mitra di suatu negara. Contohnya, di Singapura, Telkomsel mempunyai hubungan spesial dengan Singtel, XL dengan M1, dan Indosat dengan Starhub. Ketika berada di jaringan mitra, tarif roaming internasional yang berlaku acapkali lebih murah daripada saat tidak berada di jaringan mitra.

Ketiga, pastikan pengaturan jaringan ponsel dalam mode manual, bukan otomatis. Tindakan ini untuk “memaksa” ponsel selalu berada di jaringan mitra operator yang Anda gunakan. Kalau pengaturan jaringan dalam mode otomatis, ponsel bisa berpindah-pindah ke jaringan operator lain. Akibatnya, tagihan roaming internasional berpotensi membengkak.

Keempat, kalau masih ragu, bawalah nomor prabayar. Meskipun sudah mengetahui tiga poin di atas, mungkin Anda masih cemas. Jangan-jangan di luar negeri salah melakukan pengaturan. Solusinya, lebih baik Anda membawa nomor prabayar. Ya, nomor prabayar pun kini bisa dibawa ke luar negeri kok. Tanyakan detailnya ke customer service operator yang Anda gunakan. Dengan membawa nomor prabayar, kondisi terburuk yang mungkin terjadi “hanya” seluruh pulsa ludes.

Sudah jelas? Selamat menikmati roaming internasional dengan hati tenang!

20 thoughts to “Roaming Internasional Tak Lagi Menakutkan”

  1. kadang kala harus beli perdana pak di negara tersebut sebab untuk telp ke indonesia pakai kartu operator indonesia mahal banget.

  2. Pak Rudy,

    Setuju, Pak. Kalau memungkinkan dan jangka waktu bepergian lebih dari tiga hari, usahakan membeli kartu lokal. Jatuhnya bakal lebih murah.

  3. kalau saya di singapore beli starhub Pak. harga 15$ pulsa 18$. ga kaya di indon, paketnya cuma klo ga salah 8$ utk 1 gb per 7hari. bisa hub dgn teman di spore, bisa whatsapp dan ym juga. kalo pakai no jkt yg pra bayar bisa pakai *L, ga bayar sedikitpun paket bb / internetnya s/d 3 haru. tp baca dl yah syart dan ketentuannya.

    semoga bisa menambah info, thanks infonya yg lengkap pak HSW.

  4. Pak Allfreed,

    Terima kasih atas sharing informasinya.

    Saya pernah coba mencari perdana Starhub itu di Changi. Namun, tidak ada yang harga SGD 15. Yang tersedia hanya paket perdana yang lebih besar. Saya lupa tepatnya. Tapi, pasti lebih dari SGD 20.

    Kartu perdana Starhub yang SGD 15 akhirnya ditemukan di Seven Eleven di kota. Waktu itu saya masih pakai BlackBerry. Saya ambil paket satu minggu sekian belas SGD dan dapat bonus akses data non-BlackBerry sekian ratus MB. Saya sudah lupa tepatnya.

    Ya, nomor XL Prabayar yang berlangganan paket data bisa gratis roaming di Singapura selama tiga hari. Namun, merujuk pada pengalaman saya, sepertinya diam-diam diberlakukan “kuota”. Saya sebut demikian karena setelah dipakai dalam jumlah tertentu (saya lupa 15 MB atau 30 MB), akses internet langsung melambat signifikan. Praktis tak bisa dipakai lagi deh. Keesokan harinya, normal lagi sampai “kuota” tercapai.

  5. Paling aman tetap beli kartu lokal pas di luar negeri, kartu operator Indonesia dimasukkan saja ke hp lain terutama yg dumb phone/tidak bisa konek ke internet.

    Lama2 hampir tidak ada kelebihan kartu pascabayar lagi. Skrg lebih enak pake prabayar, promonya lebih banyak, roaming internasional lgsg aktif (pengalaman pake XL) dan tidak perlu was-was saat ke luar negeri, paling pulsanya kesedot. Habis pulsa tinggal isi melalui internet banking (tentunya kalau punya akses internet)

    Mohon konfirmasi, selain data dan tentunya penggunaan telpon dan sms, kabarnya fasilitas voicemail juga bisa kena roaming? Saya pernah baca kasus tsb kalau tidak salah di Surat Pembaca Kompas, jadi ketika ada yg menghubungi nomor sang penulis dan masuk voicemail, ketika sang penelpon meninggalkan pesan, maka akan di charge per menit sesuai lamanya pesan tsb. Bung HSW bisa confirm cerita tsb? Saya tidak punya bukti surat pembaca tsb, sepertinya sudah lama.

  6. Pak Liat2aja,

    Ya, cara paling aman yang belum tentu paling praktis adalah membeli nomor lokal. Kartu dari Indonesia disimpan di dompet atau dimasukkan ke ponsel yang nggak bisa internetan.

    Kelebihan nomor pascabayar yang masih bisa dirasakan:
    * Boleh bayar belakangan. 🙂
    * Bisa pilih nomor sepuluh digit. Untuk XL dan Mentari sih ada prabayar yang sepuluh digit juga sih.

    Terkait voice mail saat di luar negeri, ini ada sedikit cerita dari hasil eksperimen saya.

    1. Saat ke luar negeri, seluruh panggilan masuk ke nomor utama saya (sebut saja nomor A), saya forward-kan ke nomor B yang saya tinggal di Surabaya. Nomor itu dibawa oleh orang yang saya percayai.

    Bila ada orang yang menelepon, orang yang saya percaya itu akan menerimanya, mencatat nama dan nomor penelepon, lalu menginformasikannya kepada saya via email atau chatting.

    Untuk pengalihan panggilan dari nomor A ke nomor B itu, saya hanya dikenakan biaya panggilan lokal.

    Selama di luar negeri, nomor A tetap saya aktifkan untuk berinternet plus sekadar menerima SMS.

    2. Nomor utama saya aktifkan saat di luar negeri. Voice mail dalam kondisi aktif. Bila ada panggilan masuk, panggilan itu langsung saya reject sehingga masuk ke voice mail. Penelepon meninggalkan pesan, tetapi saya tidak mengeceknya. Pada kondisi tersebut, saya tidak terkena biaya roaming.

    3. Yang belum pernah saya coba, nomor utama aktif di luar negeri, ada panggilan masuk, tetapi saya membiarkan ponsel terus berbunyi sampai akhirnya masuk ke voice mail.

  7. Pak HSW,
    kira2 kalo sekarang mau beli no. prabayar XL 10 digit masih ada? di Plasa Marina ato WTC ada gak ya?
    pingin beli prabayar XL 10 digit, sebelum kehabisan. hehehe
    terima kasih, Pak HSW

  8. Pak Compaq,

    Masih ada. Silakan mencari di gerai yang biasa jualan nomor cantik di WTC dan Plasa Marina.

  9. kemarin sy jalan2 di malaysia, saya bebas berkomunikasi dengan rekan saya di indonesia.
    kemarin beli di kaskus coba deh search bebasroaming. harga sekitaran 200rb-an

  10. Kalau saya sih pakai handphone Android dua sim card, jadi enak bin nyaman 😀 Slot SIM 1 untuk kartu lokal SingTel, SIM 2 untuk International Roaming Mentari dg jaringan indosat.
    Karena baru pertama kali di Singapura, saya langsung beli kartu perdana di Bandara. Harganya mahal sih, $28. Dapat bonus data $178 utk 7 hari, cukuplah utk chatting dan browsing wajar.

    Untungnya saja kartu tersebut punya masa aktif super panjang, yaitu 6 bulan, sehingga bisa dipakai saudara saya yang akan bepergian ke Singapura dengan sisa pulsa masih $27. Jadi tidak sia-sia deh 😀

    1. Pak Azka Ramadhan,

      Terima kasih atas sharing-nya.

      Harga kartu perdananya ternyata naik ya. Terakhir saya beli tak sampai SGD 20 dan sudah ada pulsanya SGD 7 atau SGD 8.

  11. Saya juga pernah pengalaman ke malaysia november 2013 lalu bersama rombongan universitas , untuk internet kami sepakat membeli kartu lokal.

    saya lupa nama operatornya, harganya kalau tidak salah RM6 dan pulsanya RM5. Saya memakai paket harian blackberry sepuasnya dengan tarif 88 sen, sedangkan ponsel saya adalah nokia.

    Jaringan cepat dan ternyata kuotanya bisa digunakan untuk browsing.

  12. saya penguna 2 sim yg dipakai internetan 3 bagaimana cara ngatifin apa bila saya bepergian ksingapura dan pakepaket yang brp bagusnya terima kasih

    1. Bu Tia,

      Dulu ada paket roaming internasional Rp 30 ribu per hari. Saya tak tahu apakah paket itu sampai sekarang masih tersedia. Silakan hubungi call center Tri atau kunjungi gerai 3 Store terdekat.

  13. mau tanya pak.istri saya jdi TKI di singapor.biar tetep bisa internetan,skdar wa ato line gitu,pake kartu apa ya yg ngirit.berapa tarifnya?mohon balasannya.mkasih.

    1. Pak Antok,

      Mintalah istri Anda membandingkan paket yang ditawarkan StarHub, Singtel, dan M1. Mana yang dirasa paling cocok dengan kebutuhannya.

  14. maaf mau tanya apaka kalo satarhub singtel tidak bisa dihub dr indon kalo tidak ada pulsa didalm sma sx… mohon informasix tolong

    1. Bu Yuni,

      Maksudnya Starhub dan Singtel ya? Saya tak tahu kebijakan pentarifan terkini dua operator itu seperti apa. Bertahun-tahun silam, saat saya terakhir mencobanya, menerima telepon masuk memang dikenakan biaya. Karena itu, bila tak ada pulsa, ya tidak bisa dihubungi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *