Satu Ponsel, Dua Wajah

Sebelum mulai mengetik naskah review Nokia C2-01, iseng memadupadankan ponsel ah. “Korban”-nya ponsel CSL Transformer.

Ini bahannya:

Ponsel itu bisa hadir dalam form factor candybar alias batangan. Satu berwarna putih, satu lagi merah.

Kok mendadak bosan dengan candybar ya. Tak masalah. Bagian yang ada layarnya tinggal dilepaskan dari “cangkang” candybar, lalu dipasangkan ke satu “cangkang” lain. Maka, jadilah sepasang ponsel full touch screen.

Warna merah kalau dipadukan dengan putih mungkin menarik. Mari kita coba.

Karena satu ponsel bisa tampil dalam dua wujud berbeda, tampaknya tak berlebihan bila ponsel dual on GSM-GSM ini diberi nama Transformer. Kayak judul film yang laris manis itu lho. Tetapi, saya malahan belum pernah menyaksikannya. Hiks… hiks… hiks…

Biar nuansa Transformer makin kuat, di permukaan baterai CSL Transformer alias CSL G7 itu juga dipajang gambar robot. Dia bernama Transformer apa ya?

Bila ponsel dinyalakan, bakal terdengar suara, “I’m Optimus Prime.” Suara yang sama akan terdengar lagi kala ponsel dipadamkan.

Pilihan wallpaper yang tersedia seluruhnya Transformer. Berikut empat di antaranya. Sebenarnya masih ada pilihan lain. Tetapi, sayang, sebelum seluruhnya saya jepret, baterai kamera yang saya gunakan minta diisi ulang. Di layar kamera muncul tulisan battery exhausted.Lain waktu deh saya susulkan. Toh, posting ini masih sebatas cerita iseng, bukan review.

Biasanya bakal ada yang menanyakan harga dan spesifikasi. Sebelum ditanya, lebih baik saya dahului. 🙂

Harga CSL Transformer Rp 599 ribu. Baru dan bergaransi resmi setahun. Sedangkan spesifikasinya belum sempat saya cermati satu per satu. Fitur dasarnya adalah layar sentuh, bisa tampil dalam dua bentuk, dan dual on GSM-GSM.

Sekian sekian info. Saatnya mengetik naskah review Nokia C2-01. Deadline sudah semakin dekat.

4 thoughts to “Satu Ponsel, Dua Wajah”

  1. Pasti bukan Android, Pak. Kalau sampai ada Android dual on GSM-GSM dan bisa ganti wajah dijual Rp 599 ribu, ntar dunia persilatan bisa gempar. Ha.. ha.. ha….

  2. Om HSW, mau nanya nih. Apakah pada saat menggunakan cangkang candybar, keyboardnya bisa digunakan dengan normal atau hanya pajangan saja?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *