Sayembara Ultah ke-18 Telkomsel

Memperingati ulang tahun ke-18 Telkomsel pada 26 Mei 2013, Ponselmu.com mengadakan sayembara iseng-iseng berhadiah. Biar gampang, temanya sengaja dipilih yang sederhana: “Aku dan Telkomsel”.

Tiga paket hadiah disiapkan untuk partisipan yang beruntung. Apa saja?

Paket pertama: jam tangan Casio yang dilengkapi dengan kalkulator.

SONY DSC

Paket kedua: tas ponsel dan USB flashdisk berkapasitas 4 GB.

Tasnya berlogo Robot Ijo Android dan mampu menampung sampai lima ponsel sekaligus. Di dalamnya terdapat sekat-sekat sehingga antarponsel tidak saling bergesekan.

Sementara itu, USB flashdisk-nya berlogo Nokia, Ovi, dan Facebook. Entah mengapa, setelah disimpan bertahun-tahun di lemari, permukaan luar USB flashdisk itu agak lengket.

Sayembara-2

Paket ketiga:

USB flashdisk mungil plus gantungan kunci Angry Birds.

USB flashdisk-nya mungil, terlihat mewah, berlogo Nokia, dan berkapasitas 1 GB. Tidak dijual bebas di pasar. Ssst… ia telah menempuh perjalanan ribuan kilometer dari acara Nokia World di London, Inggris ke Surabaya.

Sedangkan gantungan kunci Angry Birds-nya bergambar burung berwarna hitam yang di game-nya dikenal pintar meledakkan sasaran.

SONY DSC

Berminat ikut? Caranya mudah.

1. Ketikkan apa pun yang Anda anggap menarik dan sesuai dengan tema “Aku dan Telkomsel”. Mau menulis pantun, puisi, atau surat cinta silakan saja. Bahkan, hendak membuat cerpen atau novel pun sebenarnya tidak dilarang. Anda boleh pula menceritakan pengalaman memakai produk Telkomsel, entah pengalaman lucu, unik, menggemaskan, maupun mengesalkan.

Asal tahu, memberikan pujian setinggi langit terhadap Telkomsel tak menjamin Anda menang. Sebaliknya, melontarkan kritikan sebanyak bintang di langit takkan membuat Anda didiskualifikasikan. Jadi, silakan bercerita apa adanya. Buatlah pembaca tertarik mengikuti paparan Anda dari awal sampai akhir.

2. Jangan lupa mencantumkan nama lengkap, kota tempat tinggal, nama operator yang dipakai, dan tipe ponsel yang digunakan. Anda bebas mengetikkannya di mana saja. Boleh di atas, bawah, atau membaur dengan hasil karya Anda. Kelalaian menuliskan informasi tersebut membuat karya Anda tidak diikutsertakan dalam proses penjurian.

Buat pengguna operator lain, tuliskan dengan jujur. Tak usah berpura-pura menjadi pengguna Telkomsel ya. Semua peserta memiliki peluang yang sama untuk menang kok.

3. Hasil karya Anda, apa pun bentuknya, paling lambat sudah diposting di bagian bawah halaman ini pada Senin, 27 Mei 2013 pukul 18.00 WIB.

4. Juri sayembara iseng ini hanya satu orang, yaitu pemilik akun Twitter @herrysw yang sekaligus merupakan pemilik blog Ponselmu.com.

Tidak ada kriteria penilaian yang sangat spesifik. Intinya, juri tunggal tersebut akan mencari karya yang mampu menggetarkan jiwa dan memikat hatinya.

5. Pemenang akan dihubungi lewat alamat email yang diketikkan saat memposting hasil karya. Pemenang pertama berhak memilih lebih dulu paket hadiah yang diinginkannya.

Berikutnya, pemenang kedua dipersilakan memilih dua paket hadiah yang tersisa. Satu paket hadiah yang tak dipilih oleh pemenang kedua otomatis menjadi hak pemenang ketiga.

6. Peserta sayembara ini tidak dipungut biaya sama sekali. Gratis. Pemenang juga tidak perlu membayar ongkos pengiriman hadiah. Semua ditanggung oleh penyelenggara sekaligus juri tunggal. 🙂

Bila pemenang berada di luar negeri atau di Indonesia, tetapi tidak termasuk dalam area layanan FedEx/RPX atau Tiki, maka pemenang dipersilakan memberikan alternatif alamat pengiriman. Boleh alamat orang tua, pacar, atau teman. Hitung-hitung berbagi rezeki kepada orang lain.

Sudah jelas? Selamat berkarya!

56 thoughts on “Sayembara Ultah ke-18 Telkomsel

  1. Iseng curhat aja ya min..
    Telkomsel itu kuno, iklan2nya gak pernah bagus dan se atraktif operator lain, tp gak tau kenapa, simPATI sudah nancep di henpon saya sejak th. 1999 dan pantang ganti nomer. Padahal biasanya saya beli produk itu karena iklannya kece dan logonya keren, tp di kasus ini, saya beli simcard simpati itu krn dulu packingnya box alumunium premium, yg rencana saya buat utk menaruh kartu nama. *sepertinya sudah mulai ngelantur. Terima kasih

    nama lengkap : tejo dwi cahyono
    kota tempat tinggal : semarang
    nama operator yang dipakai : telkomsel simpati
    tipe ponsel yang digunakan : blackberry bold 9780

  2. Hmm.. Pengalaman saya memakai Telkomsel. Sejak SMP (2001) saya sudah dibelikan handphone oleh orang tua, waktu itu bapak dan ibu saya memang memakai produk Telkomsel (Simpati). Saya dibelikan nomor Simpati biar telpon dan smsan murah ke sesama operator. Nyamannya Telkomsel waktu itu saat mudik ke kampung saya Banjarnegara, Telkomsel merajai soal signal. Masuk SMA (2003) banyak teman yang pakai operator lain yaitu IM3 (Indosat), karena sms murah dan hampir anak 1 kelas pakai IM3 semua. *pacar juga pakai IM3*

    Naah.. Karena iming2 sms murah dan temannya banyak saya berganti dari Simpati ke IM3 *eh.. sampai sekarang*. Waktu itu kalau gak salah, Telokmsel masih: 350/sms dan IM3: 150/sms. Overall Telkomsel paling merajai soal signal di Indonesia. Saya pernah travelling ke Pulau Karimunjawa selama 1 minggu (2-3 jam perjalanan dari Jepara), semua penduduk di Pulau Karimunjawa pakai Telkomsel semua. Gilaaa..!!! Pulsa dan perdana yang dijual cuma Telkomsel. Operator lain gak ada signal, hahaha…

    Selamat ulang tahun ke-18 Telkomsel. Semoga makin jaya! \m/

    =============================================

    Nama: Bagus Abdurrahman Wahid
    Kota: Jogja
    Operator yang dipakai: IM3 (Indosat)
    Handphone: iPhone 4S

  3. Dulu saat SMA, ada As Community, aku lupa namanya apa, As School atau apa gitu ya, nah dalam As Community itu, dikasih semacam Pin atau Password gitu untuk jadi membernya, salah satu fasilitas member yang paling disukai adalah sms yg super murah sesama member, apalagi dulu masa SMA masih masa Labil yang sering sms gak jelas gitu. Sms promo promo jualan, dll. Nah waktu masa ababil gitu, kita kan sering gonta ganti nomer, pas udah ganti nomer, eh kuota member di SMA ku penuh, akhirnya sampe minta pin/password dari SMA lainnya, hahahaha.. Apalagi dulu pas pacar dari SMA lain, jadi sampe kita daftarin juga dg pin/password dari SMA kita. Mungkin kalo semua berpikiran kayak gini, bakal cepet penuh kuota member As School Community.. Hahahaha..

  4. Pertama memakai ponsel gsm kartu perdana pra bayar masih mahal sekali jadi memakai satelindo berlangganan dengan pulsa premium, lalu datanglah paket Halo Keluarga, migrasilah kita ber4 ke telkomsel, sehingga masih dapat nomor cantik 10 angka. Telkomsel -halo ternyata harganya premium, namun pelayanannya juga tidak mengecewakan, bahkan untuk halo-halo ataupun layanan internet sangat baik, walau kembali lagi harganya yang premium.

  5. Telkomsel itu luas. Sinyalnya selalu hadir saat aku mengarungi pelosok Aceh untuk pemasangan alat pantau cuaca atau saat aku menggigil kedinginan di tembagapura ketika memasang alat deteksi gempa.

    Telkomsel itu baik. Aku membeli dua gadgetku (Galaxy Note 2 dan Galaxy Note 8) dengan diskon lumayan walau harus terikat dengan kartuHalo selama setahun, tapi worth it lah.

    Telkomsel itu urat nadi kerjaku. Total aku pakai 4 nomor kartuHalo. Tiga nomor kartuHalo aktif yang digunakan untuk keperluan kerja, keluarga, dan bisnis sampingan. Satu nomor lagi hanya untuk layanan data. 12GB per bulan hanya 125 ribu rupiah 🙂

    Telkomsel itu pendiam tapi ramah. Dia tidak pernah memberitahukanku kapan deadline tagihan pembayaran melalui sms. Dia baru ramah mengirim sms setelah aku melakukan pembayaran. “Terima kasih pembayaran tagihan telkomsel anda telah kami terima melalui bank blablaba”

    HBD Telkomsel. Ditunggu upgrade ke LTE/4G-nya.

    Telkomsel itu paling Indonesia 🙂

    Nama: Andri Fitriyadi
    Kota: Bekasi
    Operator: Telkomsel
    Handset: SG Note 8

  6. Sejak pertama kali memakai handphone pada tahun 1999, saat harga kartu perdana masil mahal2nya, penulis ingat saat itu membeli kartu mentari seharga 1 juta, sedangkan handsetnya Erikson a1018 harganya 900 ribu. Seiring berjalannya waktu, penulis setia menggunakan provider indosat walaupun sudah beberapa kali mengganti handset, sehingga pada saat kartu matrix terbit penulis pun mendaftar pada kartu matrix, tidak terfikirkan untuk pindah ke provider lain.

    Sekitar tahun 2011, penulis membeli iphone 3gs yang dibundling dengan kartu simpati free 500 mb data selama 1 tahun, penulis sempat mencoba memakai kartu simpati itu namun kecewa sekali dengan performance kecepatan datanya. Untuk membuka website saja memakan waktu lama sekali, untuk membuka facebook pada iphone selalu error, kalaupun terbuka lama sekali baru terbuka sehingga penulis memutuskan untuk mencabut kartu simpati tersebut dan menggantikannya dengan kartu matrix yang saat itu penulis gunakan pada handset blackberry. Penulis mencoba untuk menggunakan no simpati tersebut untuk handset blackberry, setelah mencoba selama 2 hari, penulis kembali merasa kecewa karena performancenya lebih buruk dibandingkan indosat matrix yang sebelumnya penulis gunakan, akhirnya penulis mendatangi gerai indosat dan kembali memesan 1 lagi nomor matrix untuk penulis pakai pada handset blackberry. Demikian pula ketika penulis mempunyai ipad 1 3g, kembali penulis mendaftar pada indosat untuk menggunakan kartu im2 pada unit tersebut dan tetap menggunakan kartu tersebut ketika penulis mendapatkan the new ipad 3g lte untuk menggantikan ipad 1 3g nya.

    Pada tahun 2012 akhir, istri penulis mendapatkan hadiah samsung gnote 2 dari sebuah pusat perbelanjaan di jakarta utara dan pada saat itu istri penulis menggunakan provider telkomsel untuk handset HTC Desire VC yang di padukan dengan telkom flexi. Performance telkomsel pada HTC tersebut tidak terlalu baik karena HTC tidak dapat menggunakan jaringan 3g gms. Karena dia mendapatkan hadiah gnote 2, maka no telkomselnya di masukan ke gnote 2 tersebut, wah ternyata performancenya luar biasa sekali, cepat untuk aktivitas online, download pun terasa cepat sekali sampai2 penulis terkagum2, dibandingkan dengan indosat pada handset iphone 3gs nya jauh sekali perbedaannya.

    Setelah beberapa minggu merasakan performance luar biasa pada telkomsel, akhirnya penulis memutuskan untuk pindah dari indosat ke telkomsel. Penulis membeli iphone 5 untuk menggantikan iphone 3gs yg sudah uzur dan segera menuju grapari telkomsel untuk mendaftarkan kartu halo dengan paket telkomsel flash untuk iphone dan juga menambahkan 1 no lagi untuk ipad. Lalu menuju ke gerai indosat untuk menutup 1 no matrix dan 1 no im2 untuk ipad.

    Sampai saat ini penulis mempunyai 2 no telkomsel halo untuk idevices, yang sampai saat ini masih puas dengan performancenya dan 1 no indosat matrix untuk blackberry karena penulis masih merasa puas dengan performance indosat pada handset blackberry jadul 9700.

    Kamis, 23 Mei 2013
    IHS

  7. Aku dan Telkomsel….selalu bersama, seperti mentega dengan roti!

    Aku dan Telkomesel,
    sejak tahun 99 (kalo gak salah), beli no simpati+pulsa senilai 400rb.
    Trus dimigrasi ke kartuHALO. Sejak saat itu, cuma pernah pake 2 no kartuHALO saja.

    Aku dan Telkomsel adalah hubungan benci – rindu…
    Benci kalo sinyal kadang2 hilang-timbul, sinyal BB ikutan bengong
    Benci kalo sinyal 3G (HSDPA+) tiba2 ganti EDGE & bengong…
    Benci kalo liat tagihan tetep aja gede walopun jarang dipake…
    Rindu saat coba operator lain yang tak seindah iklannya…
    Rindu saat pake operator tetangga yang jangkauan tak seluas dirimu…
    Rindu saat coba SIM card warna lain yang (katanya) lebih irit, tapi sama2 jebol kantong walopun sering gak bisa dipake…

    Aku dan Telkomsel….
    Kayanya cerita masih terus lanjut….
    Ternyata, baru kusadari…
    I love Telkomsel….

    Joy Leonardo R. Paoki
    Surabaya
    User Telkomsel
    Blackberry & Android

  8. Kartu Halo Telkomsel adalah kartu paska bayar pertama yang saya pakai tahun 2000 dan saya pertahankan penggunaannya hingga sekarang, meskipun nomornya sempat berganti beberapa kali karena perpindahan domisili.

    Yang saya sangat andalkan dari Telkomsel adalah luasnya coverage area yang dijangkau, sehingga sangat menunjang profesi saya yang sering bepergian bahkan hingga ke daerah pedalaman. Selain itu Telkomsel juga menjadi andalan saya pada saat bepergian ke mancanegara.

    Banyak sukanya tapi ada juga dukanya selama menggunakan Telkomsel. Ada 3 duka yang masih membekas dan dirasakan hingga sekarang saat menggunakan Telkomsel. Duka yang pertama adalah jebolnya tagihan penggunaan Halo Telkomsel saat berpergian selama seminggu di Singapura dan Hong Kong. Setelah saya cermati ternyata hal ini disebabkan kurang detailnya penjelasan dari Customer Service di graPARI terkait dengan penggunaan layanan BlackBerry di mancanegara. Beruntung, Telkomsel terus meningkatkan kualitas sosialisasi layanannya hingga pada saat perjalanan ke mancanegara tahun-tahun berikutnya tagihan tidak pernah jebol lagi.

    Duka yang kedua adalah terkait kehandalan jaringan di dalam kota besar. Saya yang notabene berdomisili di tengah kota Surabaya hingga sekarang belum puas dengan kehandalan jaringan untuk layanan BlackBerry. Alasan Telkomsel adalah pengguna Telkomsel di daerah Plasa Marina Surabaya tempat saya berdomisili terlalu crowded sehingga mempengaruhi kualitas sinyal … sebuah alasan yang masuk akal tapi tidak bisa diterima (mengingat kebesaran nama Telkomsel). Kini di rumah Telkomsel hanya saya gunakan untuk telepon dan sms, sedangkan BlackBerry menggunakan operator lain.

    Duka yang ketiga (lebih tepat dikatakan komplain). Telkomsel merupakan operator telekomunikasi seluler yang jumlah pelanggannya nomor satu di Indonesia. Tapi yang mengherankan adalah kepedulian Manajemen Telkomsel terhadap komunitas saya rasakan menurun. Kalau 3 tahun lalu ada acara besar Telkomsel di Galaxy Mall Surabaya, 2 tahun lalu di Trans Studio Bandung (kebetulan saya selalu hadir)… tahun 2012 lalu tidak ada, entah tahun 2013 ini. Bahkan kemeriahan dan kualitas kegiatan komunitas BlackBerry Telkomsel-pun kalah telak dibanding salah satu operator lain di Indonesia. Apakah Manajemen Telkomsel menganggap komunitas Telkomsel bukan menjadi prioritas penting dalam kebijakan perusahaan ?

    Terlepas dari semua hal di atas, ada satu hal yang buat saya terasa membanggakan… saya pelanggan kartu Halo Telkomsel pertama di kantor, hingga akhirnya Manajemen dan teman lainnya-pun mengikuti jejak saya itu.

    Terus berbenah Telkomsel, buktikan nama besar-mu sesuai dengan mutu jaringan dan layanan serta tingkatkan kepedulianmu terhadap komunitas.

    ===============================================

    Nama : PRAMONO
    Kota tempat tinggal : Surabaya
    Nama operator yang dipakai : Telkomsel (Halo)
    Tipe ponsel yang digunakan : Samsung C3322

  9. Baru sebulan pake telkomsel, dari gonta-ganti simcard kayaknya telkomsel paling cocok, sinyalnya kuat dimana-mana, dalam basement gedung pun sinyalnya masih penuh, buat internetan juga ok, cocok untuk smartphone tapi sayang harga paket internetnya masih mahal-mahal dibanding operator lain, memang harga gak bisa bohong, ada harga ada kualitas,
    Buat telpon dan sms ke operator lain, telkomsel masih mahal, pelit bonus

    Nama: Samsul Huda
    Kota: Surabaya
    Operator yang dipakai: Telkomsel FB
    Handphone: HTC Chacha

  10. Jujur aja Telkomsel sebenarnya harus jadiin saya “brand ambassador” atau paling ga ngasih royalti dikit gitu…:D

    Kenapa? Bukannya mau sombong atau gimana, ini berdasarkan pengalaman pribadi yang secara ga langsung udah jadi racun dan virus buat user operator seluler lain pindah ke Telkomsel.

    Alkisah sejak dulu saya punya beberapa mantan yang pake operator seluler yang berbeda dengan saya dalam berkomunikasi.
    Karena “RAKUS & PELIT”nya pulsa Telkomsel ke operator lain dan juga ribet pake hape & nomer lebih dari satu maka saya saranin (cenderung maksa 😀 ) mereka untuk beralih ke Telkomsel..

    Singkat cerita, meski udah putus beberapa dari mereka masih make bahkan jatuh cinta sama Telkomsel sampai sekarang, ada juga yang ganti sih..

    n.b: Makanya Telkomsel banyakin bonus lah hehee..:D

    Nama : Erick Ekstrada
    Kota : Bandung
    Operator : Telkomsel (simPATI)
    Handphone: iPhone 4S

  11. Selamat Ulang tahun Telkomsel yang ke 18, Happy Anniversary

    Saya dan Telkomsel, seperti nya sudah lama sekali terjalin saya menggunakan semenjak thn 2000 an, lupa tepat nya dulu masih menggunakan HP Nokia 8110 (Nokia Pisang), sampai akhirnya HP tersebut di curi dan akhirnya beli kartu Simpati Telkomsel lagi sebesar 300rb pada zaman nya , walau no tersebut ndak Cantik, namun penuh kenangan dalam perjalanan nya. (karena dulu Starter-pack Perdana sangat lah Mahal)

    Sampai sekarang no Simpati tersebut menemani saya dalam Genggaman, Dia bersanding dengan Nokia 5800 XpressMusic, dari sebelum nya berganti ganti HP dari Ericsson, Motorola,Siemen, Samsung,Nexian dan lain nya, Nokia 5800XM adalah salah satu produk Nokia yang Mumpuni pada zaman nya juga , Smartphone ber OS Symbian 6 dan di khususkan untuk Music di sertai fasiltas 3G Network untuk berselancar di Internet.

    Terimakasih Telkomsel untuk menemani selalu bersama, tahun demi tahun telah di lalui , tak terasa kita telah seiring sejalan bersama dalam rangkaian kehidupan yang telah saya lalui.

    Wish You All the Best… 18th Anniversary Telkomsel
    Congratulations

    Salam,

    Dedi Haryadi
    Jakarta
    Simpati Telkomsel 0812810XXXX
    Nokia 5800 XpressMusic

  12. Selamat Ulang Tahun TELKOMSEL ke 18

    AKU DAN TELKOMSEL
    Saat menulis sayembara ini, AKU sempatkan membuka my account di Telkomsel.com. Dan tak terasa AKU sudah menjadi pelanggan Kartu Halo sudah 9 Tahun, cukup lumayan lama, sebelumnya juga pernah pake Simpati sebelum migrasi ke Kartu Halo.
    Saat ini masih menjadi “anak tiri” Kok menjadi “anak tiri”?, yup promo untuk kartu Halo sangat minim, Disaat perang tarif dulu (kartu prabayar), aku tetap diam saja tidak ikut bela sapa sapa, kartu Halo mau perang sama siapa?
    Kalaupun ada promo juga nanggung sekali, sama sekali tidak ada keuntungan buat AKU. Tapi AKU tetap pakai Halo, karena kemudahan, jangkauan yang luas.
    Soal TELKOMSEL Poin, AKU tidak pernah mendapat hadiah menarik, cuma mimpi saja untuk bisa mendapat Hadiah dari TELKOMSEL.
    Cuma AKU bangga sering nih dapat SMS Berhadiah dari SMS spam,katanya dapat mobil Honda Jazz, Toyota Avanza, uang tunai dll.
    SMS itu tetap aku simpan buat kenang-kenangan
    Harapan AKU semoga TELKOMSEL di usia ke 18 tahun, lebih memanjakan pelanggan lama seperti AKU.
    AKU dan TELKOMSEL bangga memakaimu sebagai media komunikasi Keluarga dan Teman.

    Happy Birthday TELKOMSEL

    Nama: Sutrisno Kumala
    Kota: Malang
    Operator: Telkomsel (Halo)
    Ponsel: Nokia Asha 302

  13. Pengalaman saya menggunakan Telkomsel selalu di barengi dengan kesialan, yaitu selalu hangusnya nomor itu. hal ini terjadi lebih dari 5x 🙁 sejak dari tahun 2000an

    sehubungan no simpati itu selalu menjadi nomor kedua dan hanya ada 1 hape, maka seringkali no simpati itu hangus mulu karena telat isi pulsa.

    Jimmy
    Bandung
    XL
    Nokia E63

  14. baru 3 tahun ini saya menggunakan ponsel.. tapi pada awalnya saya memang nggak menggunakan kartu telkomsel karena menurut saya masih mahal dibandingkan dg kartu SIM Card yang lain..

    tapi karena saya tinggal di pedesaan oleh krn itu terjadi masalah pada sinyal sehingga ketika saya mencoba sms ke kerabat saya kadang terjadi kegagalan.. akhirnya saya mencoba beberapa kartu alternatif lain dan akhirnya pas saya pake kartu AS (telkomsel) ternyata sinyalnya cukup stabil sehingga lancar saat digunakan sms maupun buat nelpon dan saat dingunakan buat internetan lancar jaya kecepatannya bs nyampe 1Mbps..
    tapi yg tidak saya suka dr telkomsel adalah tarif nya yg menurut saya masih mahal.. lebih mahal dr tarif operator lainnya..dari dulu sampe skrg tetep aja lebih mahal.. semoga di tahun2 mendatang telkomsel dapat segera menurunkan tarif nya,
    kalo soal kualitas menurutku telkomsel lah yg nomor 1..

    nama lengkap : sriyanto
    kota : sukoharjo
    kartu yg dipakai saat ini : three (3)
    handphone saat ini : lenovo A800

  15. saya dulu paling alergi saya telkomsel,
    karena tarifnya ga ramah sama kantong.
    dan juga daerah beredar saya masih di kawasan bisnis
    semua sinyal operator ga ada masalah di area seperti ini.
    bahkan dalam gedung diatas level 20 beberapa operator berani kasi booster

    seiring dgn mobilitas dan kebutuhan data/internet,
    memaksa saya pake telkomsel, pertama kali dipakai buat paket blackberry prepaid rilis pertama sekali. ternyata juga masih ga puas. email/messaging lancar cuma ga bisa browsing…
    ya terpaksa nrimo saja – wong sudah bayar sebulan.
    masih coba bertahan bulan berikutnya, dengan harapan ada perubahan… eh ternyata masih sama. sudah complain, sudah datang ke grapari.. sampe ya sudahlah.
    dgn kondisi diatas, mau tidak mau lirik2 operator lain
    akhirnya putus sama sekali sama telkomsel

    sampai peluncuran iphone telkomsel, bonus data setahun
    karena sayang bonus, akhirnya tentengan jadi nambah.
    beberapa waktu nomer yg lama hilang bersama gadget-nya
    entah jatuh, entah diambil “pemetik kantong”.

    berhubung lagi ga ada waktu ngurus kartu lama.
    manfaatkan yang ada dulu, which is nomer telkomsel
    karena penggunaan yg intens & belum juga sempat ngurus2
    jadinya relasi/sodara/ortu & mertua lebih sering kontak ke nomer telkomsel. ya sudah lah… sampai sekarang…
    kartu lama malah sudah dilupakan

    gama tristyanto – jakarta
    telkomsel + SF – blackberry

  16. Telkomsel: Mahalnya Sebuah Kualitas

    Simpati Telkomsel adalah operator pertama saya. Waktu itu handphone belum begitu popular, jadi nomor tersebut digunakan berdua dengan kakak. Jaman dulu, istilah pending belum heboh seperti sekarang, karena toh paling banter cuma digunakan untuk telpon dan ber-sms ria saja.

    Seiring berjalannya waktu, saya memiliki handphone sendiri. Beberapa kali berganti handphone, sampai akhirnya saya membeli smartphone pertama saya, bersistem operasi Android. Kebutuhan Android untuk berinternet membuat saya harus memutar otak untuk mencari operator yang pas. Mahalnya tarif telkomsel membuat saya tidak memilihnya. Tidak ada paket di kisaran 50 ribu sebulan pada waktu itu (saya tidak tahu kalau sekarang).

    Ketika kami sekeluarga piknik ke daerah puncak, saya baru menyadari kualitas telkomsel. Bahkan di daerah yang masih ramai saja dua operator saya sudah kehilangan sinyal. Kami semua dalam satu mobil kehilangan sinyal ketika semakin memasuki daerah pedalaman. Semua, kecuali kakak saya yang menggunakan Simpati Telkomsel –yang dengan tenangnya berinternetan di handphonenya-, membuat nomor dialah yang menjadi penghubung antar rombongan mobil.

    Sekarang, saya berkuliah di salah satu universitas di Depok. Bangunan yang terbuat dari beton, ditambah sinyal WiFi dimana-mana, membuat adanya titik-titik “buta sinyal”, yaitu daerah yang tidak mendapat sinyal sama sekali. Saat mau berkerja kelompok, tentu perlu mengadakan janji bertemu dengan teman-teman. Namun sering kali handphone saya tidak mendapat sinyal, sehingga terpaksa mencari teman yang memiliki sinyal untuk menghubungi teman saya yang lain. Biasanya saya mencari yang menggunakan Telkomsel, karena saya mengakui jangkauan sinyalnya sungguh baik.

    Namun, dengan kondisi yang demikian, saya toh masih tetap setia pada operator saya. Mahalnya tarif biacara, internet, dan masa aktif yang singkat menjadi alasan saya tidak berpaling kepada Telkomsel. Meskipun sinyal suka hilang dan terkadang pending, rasanya tarif murah operator yang saya gunakan lebih cocok di kantong mahasiswa. Saya berharap adanya program baru telkomsel yang lebih terjangkau, namun tetap mempertahankan kualitasnya. Bagi saya sekarang, mengingat Telkomsel sama dengan mengingat mahalnya sebuah kualitas.

    Nama lengkap: Dio Prakoso
    Kota tempat tinggal: Tangerang – Depok
    Operator yang digunakan: Three (3) – Axis
    Ponsel yang digunakan: Nokia E71 – Huawei Mediapad

  17. Pake simpati tahun 2002, beli lewat calo, 250 rb, krn males antri, tahun 2006 pernah hilang dengan hape nya alias dicopet, terpaksa balik ke bandung buat bikin nomer yang sama, so far simpati telkomsel menurut saya lumayan jg, sesuai ekspektasi, sekarang nambah pake flash buat ngenet, selamat ultah ke 18

    Sutaryono hadiwibowo
    Bandarlampung
    Simpati dan flash
    HP : ericsson gf 768, erickson T10, nokia 8250, motorola talkabout t268s, motorola V3, O2 xphone 2, O2 graphite, motorola Q9, blackberry apollo, lenovo s880,

  18. Saya dulu pengguna simpati mulai tahun 2001…saya ingat kotaknya dari aluminium.dikotak harganya 250 ribu..tapi berhubung nomor cantik 08123177700 saya beli seharga 800rb…singkat cerita di tahun 2013 ini nomor kesayangan saya angus..kelupaan…ingat Pak Hery bisa diurus..berhubung angusnya baru satu hari…saya datang ke grapari…ternyata CS-nya benar2 tidak cs ama saya…kartu saya benar2 angus deh…kesal ..apalagi pulsa tersisa masih 500rb…pulang dari grapari…langsung beli Axis…good bye simpatiku…ternyata saya pakai axis sangat sangat puas…kecepatannya melebihi simpati saya…seandainya telkomsel bisa mengembalikan nomor saya ( bukan dijadiin pasca bayar) …saya masih punya kotak aluminiumnya…cintaku jadi CLBK…( cinta lama bersemi kembali )…

    Lupa..saya pakai lenovo k860…tinggal di surabaya..tetap eksis pakai Axis…

  19. Review Telkomsel: Mertua yang Pelit

    Simpati adalah pacar pertamaku. 2 tahun berpacaran akhirnya kunikahi dia, menjadi kartu Halo. Hingga sampai saat ini sudah 10 tahun kami menikah. Namun jujur saja aku sebal dengan sang mertua (Telkomsel). Walaupun aku telah setia terhadap si Halo, menafkahi dia (membayar tagihan) tepat waktu, namun sang Mertua tetap lebih menganak-emaskan pacar2 anaknya yg lain (pengguna Simpati) ketimbang mantunya ini. Berbagai promo dan program gratis dia berikan kepada mereka, sedangkan aku cuma dia beri gratis bicara 30menit kepada keluarga Mertua saja..itu pun pake bayar Rp.5000…gratis tapi bayar…jadi bingung aku…
    Akhirnya aku tidak tahan lagi. Mula-mula aku selingkuh dengan Starone dan menjadikan dia istriku yg ke-2. Setelah merasakan nikmatnya beristri 2, aku makin ketagihan dan ketagihan… dan jadilah Smartfren sebagai istriku yang berikutnya. Aku pun terjerat makin dalam di dunia Poligami. Makin dalam…makin dalam…makin dalam…
    …Hingga kini aku telah memiliki 5 istri…Semua ini gara-gara Mertua yang pelit ngasih bonus & promo…
    Tapi… janganlah galau Mertuaku. Anakmu Halo, walaupun dia yang paling tua, dia tetep kusayangi dan dialah cinta pertamaku.

    Selamat ulang tahun Mertua…eh, Telkomsel !

    Iwan Pandin
    Surabaya
    Telkomsel
    Samsung W139

  20. Sedikit latar belakang pengetahuan dan pengalamanku dengan telkomsel. Seperti yang kita ketahui bersama sebagai provider nasional yang menjangkau seluruh pelosok negeri dan mempunyai pelanggan terbanyak di Indonesia tentu bagi sebagian orang akan merasa aneh bila tahu mengapa sampai sekarang saya tetap tidak menggunakan telkomsel sebagai provider saya.

    Sedikit kilas balik dulu sebelum blackberry belum booming ke seluruh antero jagat saya sempat menggunakan simpati untuk hp nokia saya, karena iming-iming yang saya dengar dari teman saya bahwa bila pakai telkomsel untuk internet maka tarifnya itu paling murah. Saya pun dengan cepat membeli kartu simpati lalu mengaktifkannya. Ternyata baru koneksi 1x, cek pulsa masih banyak (pulsa terpotong sedikit sekali), seneng nih apa yang di informasikan itu benar. Lalu ketika 2 – 3 hari kemudian ketika koneksi internet ke 2 x (sama pemakaian seperti 1x) , pas cek pulsa sesudahnya pulsa sudah habis, kaget juga, padahal koneksi internet waktu itu hanya untuk browsing google dan cari info bukan untuk macam-macam dan pulsa tidak di pakai 1 rupiahpun untuk sms ataupun telepon. Sejak saat itu kapok deh untuk pakai produk telkomsel.

    Lalu baru beberapa bulan terakhir karena mau coba produk android lalu coba mencari informasi provider mana yang paket internetnya paling ok, teman memberitahukan coba telkomsel saja karena ada paket khusus pengguna samsung. Kebetulan smartphone yang di punyai adalah samsung, tetapi setelah di perbandingkan lagi dengan provider 3 wah ternyata tetap telkomsel lebih mahal. Setelah menimbang-nimbang akhirnya pilihan jatuh kembali ke 3 sama seperti sebelum memakai android ini, dulu juga pada waktu menggunakan bb juga menggunakan 3.

    Walaupun begitu saya tetap berharap mungkin suatu hari saya akan menggunakan telkomsel, karena bagaimana pun saya sebagai warga negara yang baik seharusnya mendukung perusahaan dalam negeri ( mungkin terdengar lebay, tapi ini adalah prinsip saya ) Saya lahir, hidup dan mencari rezeki di negeri ini, maka sudah sepatutnya saya dukung apa perusahaan dalam negeri.

    Harapan saya untuk telkomsel yang ultah, semoga bisa makin memperbaiki diri, jauhkan diri dari hal – hal negatif (baik itu issue atau pun yang benar terjadi di badan perusahaannya), tingkatkan service kepada pelanggan, perbanyak grapari (tempatkan di mall agar lebih mudah di jangkau masyarakat), berikan tarif murah yang provider lain tidak dapat sangkal tapi koneksi berkualitas.

    Ayo Telkomsel tunjukkan dirimu berkualitas & terbaik dalam tarif…..

    Nama : Henky
    Kota tempat tinggal : Jakarta
    Operator : 3
    Tipe ponsel : Samsung Grand I9082

  21. Beberapa Minggu yang lalu saya kehilan kartu simpati yang telah saya gunakan lebih dari 5 tahun , saya sudah mencoba mencari kemana mana tapi tidak saya temukan mungkin alamatnya palsu hehe…
    saya teringat untuk meminta ganti nomer di Grapari tapi karena belum ada waktu maklum kuli kalau ga kerja dapur ga ngebul selain itu jarak Grapari juga lumayan jauh apalagi ditambah macet karena Grapari diBogor ditengah kota,akhirnya di akhir minggu ada juga waktu untuk datang ke Grapari tapi apa yang terjadi ketika masuk cewek cantik berpakaian merah sedang berkumpul ketika saya bertanya dan mengatakan keperluan saya ternyata tidak bisa mengganti kartu hari itu karena sedang ada gangguan dan tidak online.Akhirnya dengan kecewa saya meninggalkam tempat itu.Beberapa hari kemudian saya datang lagi ke Grapari tapi untuk hari itu tidak menelan kekecewaan yang kedu kalinya karena bisa di layani dengan cepat dan yang penting dengan tanpa biaya saya mendapatkan kartu saya kembali dengan nomer yang sama dan sisa pulsa masih ada.
    Nama :Maryanta
    Tinggal di Bogor
    operator Telkomsel ,Indosat Tree
    Hp LG OPTIMUS

  22. Sebenarnya dengan menggunakan telkomsel dapat dikatakan enak dikarenakan jaringan yang luas. Sebelumnya saya adalah pengguna xl yang banyak program promo. Namun sejak tahun 1999 saya mulai menggunakan simpati sebagai kartu kedua karena pada saat itu saya pindah ke denpasar yang kebanyakan pengguna simpati. Namun lama kelamaan saya menjadikan simpati ini sebagai kartu utama untuk semua kegiatan. Hal ini saya lakukan setelah mencoba dan membandingkan antara simpati dan xl dalam hal menjelajah dunia maya. Ketika menggunakan xl seringkali terputus pada saat download. Sehingga membuat yang koh herry katakan jika beli ponsel lokal ada tambahan aplikasi yaitu “pelatih kesabaran” hehe.. Kemudian kartu ganti pake simpati eh ga taunya enak dipake browsing. Saat ini ada juga ternyata lemahny, terutama dekat perayaan ultah telkomsel.. Jika mau ngecek saldo pemakaian internet tidak bisa. Sehingga sekarang make internet jadi waswas juga ntar kelebihan kuota malah pulsa jadi habis… Tapi yang namanya senang menggunakan simpati ga papa jika pulsa ampe habis karena keenakan internetan..
    Nama : akhmad sutapa
    Lokasi : mataram
    operator : telkomsel
    tipe ponsel : galaxy fit

  23. saat saya buka ponselmu.com hari ini, saya langsung fokus pada gambar foto jam tangan Casio calculator, karena saya dulu waktu masih SD menggunakan jam tangan tersebut (sama persis) yang sampai saat kuliah masih berfungsi walaupun sudah tidak saya gunakan, dan sekarang sudah rusak.

    sebenarnya operator yang saya gunakan bukan Telkomsel, penyebabnya sama seperti yang dialami oleh komentator lain, yaitu tarif mahal,
    dari dulu saya lumayan sering membanding2kan tarif antar operator (saat operator gsm cuma masih ada 3) sampai lumayan hapal, namun setelah operator2 baru bermunculan, paket tarif juga menjadi bermacam2 dan sering berubah-ubah, yang pasti tarif Telkomsel tetap paling mahal, padahal sinyal di tengah kota (Solo / Surakarta) di dalam ruangan ada kalanya kalah dengan operator lain.

    dulu pacar saya (sekarang sudah jadi istri saya) sudah menggunakan Simpati cukup lama (digit masih 11), sampai terpaksa harus tambah nomor menggunakan IM3 seperti saya, karena memang dirasa tarif sms (bukan hanya ke sesama) tetap lebih murah.
    saya sudah mencoba menggunakan hampir semua operator : IM3, Mentari, XL (bebas, jempol), Three, Axis, Smart, Fren.
    saya pernah mencoba menggunakan As hanya untuk internet, memang cepat namun tetap mahal dibanding operator lain.

    saya akui kualitas sinyal Telkomsel secara keseluruhan memang paling kuat, stabil, namun harga yg harus dibayar untuk kualitas tersebut saya rasa kemahalan.

    Selamat Ulang Tahun Telkomsel yang ke 18 (sudah dewasa).
    Semoga Telkomsel tidak hanya mendengar keluhan tentang mahalnya sebuah kualitas, namun juga harus menanggapi dengan memberikan tarif yang lebih terjangkau tanpa mengurangi kualitas tersebut.

    nama lengkap : Yopie Kristianto Prayogo
    kota tempat tinggal : Solo / Surakarta
    nama operator yang dipakai: IM3, Three
    tipe ponsel yang digunakan : Nokia 2700 classic, Samsung GT S5610

  24. Sampai saat ini masih setia menggunakan nomor Kartu As Telkomsel lebih dari 5 tahun yang lalu. Selain karena malas gonta-ganti kartu, tarif kartu As Telkomsel juga relatif murah dibandingkan dengan saudara Telkomsel lainnya. Hanya penggunaan internet saya menggunakan operator XL, itupun arena bts XL deket rumah. Alhasil selalu dapat sinyal HSDPA dan 3G. Sementara Telkomsel keseringan Edge sinyalnya, disaat subuh baru full 3G.

    Nama: Hadi
    Kota: Samarinda
    Hp: Samsung Galaxy Young dan Nokia 5130 Xpress Music
    Operator: Tsel dan XL

  25. Waduh keinget telkomsel dulu pas tahun 1999,masih adanya cuma kartu halo dan harganya beuuuhhhh bisa jutaan kartu perdananya,coba coba beli eh ternyata emang cocok ama layanannya,cuma tagihan roaming nya itu yang dulu WOW banget mahalnya,hihihihihi
    Sampe detik inipun nomer ini masih saya pake,bukan apa,udah banyak kenangan ama nomer ini,jadi mo ngelepasnya udah sayang banget.
    Tapi kadang ada sedikit kekecewaan,jaringan internetnya di jawa aja belum sip semuanya,betulin donk telkomsel,jangan tagihan doank yang mahal,ahihihihihi
    Udah ah tengkyu udah boleh curhat dimarih

  26. Menggunakan Telkomsel ternyata ada suka duka nya ya. Saat kita sedang perjalanan ke kota terpencil, hanya dia lah yang mampu memberikan sinyal lebih dibandingkan operator lainnya. Saya senang akan hal ini, karena pada waktu saya sedang perjalanan dinas ke kalimantan misalnya, hanya telkomsel yang bisa saya andalkan.
    Namun dalam hal tarif, dia lah yang paling tinggi dibandingkan lainnya. khususnya untuk tarif lintas operator.
    Pernah ketika saya baru saja kehilangan hp dan memutuskan untuk menggunakan sms via Telkomsel, tanpa paket internet untuk sementara waktu, kaget saya karena rata2 teman saya menggunakan operator lain, sehingga pemakaian pulsa saya membengkak. Biasanya setelah kita sms sebanyak 10 kali, maka akan mendapatkan bonus sms 170 ke sesama telkomsel, dan 30 ke operator lain. Namun karena kebanyakan teman yang lain bukan pengguna telkomsel, alhasil hanya bonus sms 30 saja yang bisa terpakai, dibandingkan yang bonus telkomsel. Disamping itu, bonusnya berbatas waktu yang tidak tercantum, Sehingga kita sulit pula dalam memprediksikan sampai kapan bonusnya masih belum hangus?
    Ya ini hanya sedikit saran saja, semoga dalam memberikan layanan kepada penggunanya yang setia, dapat lebih ditingkatkan lagi, serta lebih baik lagi ke depannya. sehingga Telkomsel Lovers-nya dapat terus cinta dan bertambah.
    Akhir kata, Selamat Ulang Tahun buat Telkomsel yang ke-18.Semoga Telkomsel makin jaya dan makin sukses selalu.

    Terima kasih juga kepada Om HSW yang telah memberikan kesempatan untuk bercerita.. Sukses selalu

    Salam,
    Telkomsel Lover

    nama lengkap: Jimmi Heriyanto
    kota tempat tinggal: Jakarta
    nama operator yang dipakai: Simpati, Axis
    tipe ponsel yang digunakan: Samsung Dual-On, iPhone

  27. Pengalaman pake Tsel? Inget pertama pnya nomer simpati seharga 500rb dibeliin ortu, padal hp nya cm eri*kson 300an (premium banget Telkomsel saat itu yah).. Wooowww.. Sekarang malah bisa beli perdana ga lebih dari 2 ribu perak.

    Suka duka? Lumayan banyak juga, dari jaringan yang down sejak Menggunakan flash sampai sekarang menyambung cinta dengan berry hitam. Akhirnya sekitar 4th lalu beralih ke pascabayar Kartuhalo, karena bosen mau telepon teman eh nyambung ke pesan cinta ‘masa aktif anda sudah habis, silahkan minta mama…’

    Sukanya? Sampai pelosok ada signal masbroo, pernah sampai Ruteng, Larantuka sampai Maumere NTT signal nyala terus saat layanan provider lain tewas.
    Customer servicenya juga oke punya, pernah jengkel sampai ubun-ubun dengan jaringan, saya posting komplain di forum det*ik.c*m. Ga lama langsung dihubungi Customer Area Manager Jawa Bali menjelaskan gangguan yang terjadi saat itu. Salut deh..
    Pernah juga ‘dibayarin’ beberapa bulan tagihan, karena mungkin customer service bingung ngadepin saya yang marah2 di Grapari dan lewat 111 (nomer cs lama), alhasil dikredit semua tagihan bulan itu. Lumayan bangeett… :p

    Tetep maju Telkomsel, udah 18 tahun loh. Kalo usia ABG Indonesia sudah punya KTP dan SIM tuh, harus makin ngebut jaringan untuk internet, blackberry dll. Kualitas juga harus tetap dipertahankan ya, terutama yang pake pascabayar loooohhh.

    Best regards,

    Wiryaguna Wijaya
    Surabaya

    Sent by Telkomsel KartuHalo
    From blackberry 9700

  28. Kalau cerita tentang Telkomsel, sejak pertama kali pakai HP Motorola TAC yang model flip itu (lupa tahun berapa, kayaknya sih thn 1997) sampai sekarang tahun 2013, ga pernah lepas dari Telkomsel. Apalagi sekarang ini, pakai 3 produk nya Telkomsel, HALO, AS, FLASH. Mantap………. No Doubt………..Sinyal nya sampai ke pelosok HATI ku……….Kota..Pelosok Desa.. Nyambung terus……….. Selamat Ulang Tahun Telkomsel… SUKSES !!!!!!!!!!

    Nama : Soenanto
    Kota : Surabaya – Kudus
    HP : BB Torch – Note I – HT
    Operator : Telkomsel rek

  29. Perjalanan hidup (08128666007)my simcard tsel 2002-sekarang, pada saat pertama ada sinyal gsm disukabumi tempat lahirku , mencoba pakai hp philips senium dngn simcard “sikuning” akan tetapi gk berlangsung lama karena kwalitas nya sinyal bagus tapi pada saat mw dipakai tidak bisa terkoneksikan(mayoritas kotaku user sikuning), beralihlah ke simPATI nusantara, mahal tarifnya tapi sebanding dengan kwalitasnya “sekali tekan nmor tujuan langsung nyambung” namun sangat disayangkan bahasa marketing promonya kurang mudah dicerna oleh kaum menengah keabawah, karena tsel mungkin merasa untuk kalangan kelas menengah keatas, ada baiknya jika bahasa promo telkomsel bisa dngn mudah dicerna oleh segala jenis lapisan masyarakat, jangan karena udh merasa unggul dikota2besar dan egois sudh jadi opartor nmor 1 diindonesia masih tetap menggunakan bahasa promo yg sulit dicerna semua lapisan masyarakat, karena tidak sedikit yg tidak mengenyam pendidikan dinegri ini.
    Agus fitriyana
    Sukabumi-Jawa Barat
    Blackberry 9780/nokia/085210445007/08128666007

  30. Penipuan ala telkomsel
    Setelah putus cinta 4 tahun dengan si biru, saya mencoba menjalin hubungan dengan telkomsel sekitar 1 bulanan. Saya adalah pengguna Z10, maka saya coba layanan *363#, kemudian ditampilkan beberapa pilihan, saya memilih pilihan no. 3 yaitu Blackberry, setelah itu menu selanjutnya ada pilihan no. 8 yaitu Blackberry 10, dan diberi pilihan 60rb/2GB+100mnt+100SMS/30hari dan 90rb/3GB +150mnt+150SMS/30hari. Saya memilih yang 60rb (total pulsa saya Rp.100rb) dan apa yang terjadi dalam waktu kurang dari 24 jam, pulsa saya habis. Hmm.. saya pikir saya salah pilih, maka saya pilih opsi ke 2 yaitu 90rb dan dalam waktu 40jam, pulsa juga habis. Saya tidak terima, saya pergi ke gerai telekomsel terdekat untuk minta penjelasan. CS menjelaskan kalo blackberry 10 seharusnya memakai opsi smartphone, saya jawab diopsi menu smartphone, pilihan no.1 adalah juga Blackberry 10 dan menawarkan opsi yang sama yang saya pilih. Kemudian CSnya menganjurkan pakai Telkomsel FLASH saja. Saya bilang ini penipuan, bayangkan berapa banyak orang yang mislead dengan opsi Blackberry 10, andaikan 1000 orang sudah ditipu 60 juta bayangkan kalau 1juta orang. Lucunya meski sudah dapat laporan begini, sampai saat ini, menu tersebut tetap dihilangkan oleh pihak telkomsel, mungkin masih banyak yang bisa ditipu mengingat sekarang makin banyak orang yang awam memakai blackberry 10. Beginikah cara telkomsel mencari uang ? Apa saya perlu masukkan ke suara pembaca media cetak.
    Ayo udah 18 tahun tolong berbenah.

    Andrey
    Surabaya
    081232228008
    BB Z10

  31. Perkembangan seluler memang luar biasa.
    Saat pertama kali pakai selular adalah dengan NAMPS, jhahaha….namun saat itu masih menggunakan teknologi NAMPS sangat rentan fraud; sempat mengalami di-fraud dan harus membayar beban yang tak semestinya ditanggung 🙂
    Nah, dua tahun pakai NAMS setelah GSM diperkenalkan nggak usah mikir pakai lama. Langsung subscribe ke kartu Halo, alamak kartu perdana saat itu bisa mencapai kisaran 800 ribu hingga 1 juta rupiah. Bayangkan dengan harga jual kartu perdana sekarang, Rp. 5000 dapat tiga….
    Ponsel pakai GF377, Erricksson….jadul ya, barangkali nggak ada yang kenal 😀
    Nah, setelah 18 tahun apa yang menjadi harapan?
    Level of service tentunya…..jaringan diperluas, kualitas dan kecepatan ditingkatkan, malu dong dengan pelanggan lama yang terlalu setia ini……

    Sardjana, 081127****
    Semarang.

  32. Saya menggunakan telkomsel sejak tahun 2008. Produk yang digunakan adalah tsel flash. Alhamdulillah sejak awal dari menggunakan modem hingga kini dengan smartphone sangat membantu tugas saya sebagai dosen. Hanya saja kadang2 d I rumah sinyalnya masih naik turun , tidak secepat d kampus. Semoga di ulang tahun yang ke-18 telkomsel makin berkibar dan long sinyal di tempat tinggal saya diperkuat.

    Azham
    Jember
    Telkomsel flash
    Huawei g330

  33. APA ITU TELKOMSEL?

    Sudah 18 tahun merajai sinyal di Indonesia? Umurnya pun aku baru tahu dari sayembara Om Hery SW ini!

    Di antara kompetitor di atas, mungkin hanya aku yang belum pernah merasakan produk ini. Pertama kali punya HP sekitar tahun 2004, aku bahkan tidak tahu kalau sebuah kartu punya nama operator. Seingat dan setahuku dulu HP-ku punya nomor 081…. Itu saja! Apakah itu produk Telkomsel? Mungkin. Aku tidak yakin. Sampai sekarang pun aku tak hafal kode-kode operator tersebut karena selain pelupa (mungkin aku termasuk dementia) diriku juga kurang peduli pada detail yang seringkali membuatku merasa ribet. Karena kelemahanku itu pula aku sering kehilangan barang termasuk beberapa handphone (dan terakhir aku kehilangan power bank Energizer yang baru saja kubeli di Bandung setelah menanyakannya di milis id-android!)

    Selanjutnya, banyak kenalan yang mempunyai beberapa nomor telepon akan menanyakan padaku, “Nomor Simpatisan-nya berapa, Mas?” “Nomor Sexi ada?” Pertanyaan-pertanyaan ini terus berulang hingga akhirnya aku hafal bahwa nomor yang sekarang kupakai adalah produk Indosat yaitu IM3. Alasan awalku memakai nomor kartu ini sama seperti sebagian kawan-kawan di atas. Aku dipengaruhi keluarga di Blitar (yang berada di daerah di mana yang pertama membangun BTS adalah Indosat) “untuk cari mudah dan murah pakailah nomor yang sama”. Sekarang alasan utamaku fanatik pada nomor IM3ku adalah karena sudah banyak kontak mengetahui nomorku satu-satunya ini. Alasan mudah dan murah sudah tak dapat kupercayai lagi setelah mencoba beberapa kartu untuk koneksi internet, yaitu IM2, AHA, dan terakhir Smartfren. Semua menawarkan kemudahan dan kemurahan, namun bagiku berakhir dengan kekecawaan. Aku kini sudah menyamaratakan semuanya, setiap operator punya kekurangan dan kelebihan.

    Sekarang saat ingin pindah ke lain hati gara-gara tertarik dengan tawaran operator yang menggiurkan, aku selalu dicegah suara, “Tunggu dulu! Waspadai setiap janji terutama asterik kecil yang sering menyertai.” Ya, sekecil apa asterik-asterik itu, sekecil itu pulalah keyakinanku pada promosi operator.

    Jadi, alih-alih merayakan ultah ke-18 mu, izinkan diriku bertanya padamu wahai Telkomsel: Siapakah dirimu? Sejujur apakah dirimu mengejar kapital dan sebaik apa engkau memproteksi pelangganmu dari promo-promo gombal yang membanjir termasuk dari dirimu sendiri?

    Jika engkau memang bagus, tentu kau akan mendapat pujian selangit dari para konsumen netral, bukan dari fanatik biasa seperti diriku yang memakai hanya karena tergiur janji murah dan memuji hanya karena sedang menginginkan hadiah.

    Jika kau dapat membuktikannya, sesegera mungkin diriku dengan suka rela akan beralih memujamu sampai mati. Namun belum sekarang. Entah kapan, mungkin 18 tahun lagi.

    Selamat bertukar cerita,
    Tricahyo A.
    Kota Batu
    HP Lenovo K860, kartu IM3 Indosat

  34. Nama saya Anton dan saya bukan pengguna setia Telkomsel, tapi tetap saya penggemar simpati. Kenapa saya tidak menggunakan simpati? Simpati itu mahal, tidak cocok untuk anak muda yang masih labil dan berkembang seperti saya, yang tiap hari bisa menggunakan sms sampai 200 kali lebih hanya untuk basa basi dan bercanda bersama teman, untuk telfon2n bersama pacar, dan hal yang tak begitu penting lainnya. Saya merasakan mahalnya saat pertama kali di belikan hp oleh orang tua saya yaitu sony ericson K550i (kalau tidak salah) dan di belikan juga nomer simpati. Karena saya masih minta uang jajan orang tua dan orang tua saya yang bukan konglomerat membuat saya terpaksa beralih dari simpati ke IM3. Sempat juga sebelum ke IM3 saya masih menggunakan kartu AS, tapi tetap masih kemahalan untuk keuangan saya yang masih sangat terbatas.
    Beda saya beda juga dengan kedua orang tua saya, dari pertama kali menggunakan hp orang tua saya sudah setia dengan telkomsel. Ayah dan Ibu saya menggunakan simpati dan kartu AS. Barusan saya tanya ke mereka sejak kapan mereka menggunakannya, mereka tak ingat. Yang mereka katakan yang pasti sudah sepuluh tahun lebih. Tentu keuangan orang tua saya berbeda dengan saya. Mereka tak pernah mengatakan kalau simpati itu mahal. Jadi saya menyimpulkan dengan otak sederhana saya, kalau simpati itu lebih cocok untuk para orang tua daripada untuk anak muda. Di daerah saya pun, beberapa kali saya perhatikan di penjual pulsa pada buku tempat menuliskan nomer untuk di isi pulsanya, yang menggunakan simpati tidak ada yang membeli pulsa sebesar 5000 seperti saya. Pernah saya cerita hal ini ke teman sekelas saya, mereka semua tertawa dan menyetujui yang saya katakan. Ini seolah olah membuat kalau nomer simpati itu adalah nomer premium. Kalau dalam hal ponsel mungkin simpati itu seperti iphone.
    Simpati yang selalu saya acungi jempol adalah koneksinya yang palig kuat dan paling luas. Berbeda dengan merk lain yang lebih murah, dalam hal jaringan simpati memang rajanya. Dan dari pengalaman orang tua saya, jarang sekali simpati terjadi sms pending. Mungkin karena alesan itu orang tua saya setia dengan si telkomsel ini. Dan suatu hari saat saya sudah memiliki penghasilan, pasti saya membeli sebuah smartphone dan menggunakan simpati sebagai nomernya. Semoga lekas saya memiliki penghasilan ya. Amin.
    Itu cerita saya tentang aku dan telkomsel. Terima kasih saya sudah boleh ikut serta dan terima kasih juga telah membaca cerita saya. Happy Birthday ke 18 untuk Telkomsel ya, semoga terus selalu bisa memberikan pelayanan yang memuaskan untuk pelanggannya.

    Antonius Dwi S.
    Cimahi (dekat Bandung)
    085624690948
    Nokia 2626

  35. Saya mengucapkan Selamat Ulang Tahun Telkomsel yang ke 18, saya pakai Telkomsel yang serius sejak 2011, karena saat itu butuh ada tugas ke Kalimantan Timur, dimana dipelosok antara Samarinda dan Balikpapan hanya Telkomsel yang bagus sinyalnya, operator lain tumbang semua, secara menyeluruh sangat puas, tetapi sekarang sering sekali mendapatkan SMS Penipuan, padahal nomor saya ini sangat private, tidak semua orang tahu nomor Telkomsel saya, selain itu juga sering mendapat sms undian berhadiah, penawaran pinjaman, kartu kredit sampai dengan asuransi, saya mengharapkan Telkomsel mampu menekan SMS Spam, selain itu juga Telkomsel sekaran kurang inovatif dibandingkan dengan operator lain, baik dari segi produk, layanan atau promosi, tidak segencar dulu, semoga Telkomsel bisa berbenah diri dan juga memanjakan pelanggan setianya dengan layanan dan promosi spektakuler, terima kasih.

  36. Awal mula kenal HP th 1995 pertama kali pake amps, berjalannya waktu, 1998 pertama kali pake ruim card GSM dg platform XL, setelah mulai kerja th 2000, eh korporat provider dikantor dari Telkomsel. Awal mula bahagia banget pakai T’sel signal paling banyak tersebar di jawa n sumatra (maklum domisili n dinesnya banyak kesana). Ternyata kalau dibanding XL memang lebih mahal T’sel dan signal mulai banyak keluhan yang sering gak solved, jadi th 2003 dengan terpaksa ditutup, even saat itu T’sel bersaing ketat di banyak promo n special offers nya selain jg dapet free dari Kantor dulu pas apply nya. Akhirnya 2005 XL mulai banyak trouble n keluhan dari signal maupun biling yang sepertinya mulai terasa ada pesaing baru yg lebih murah Dan lebih solid komunitas thd managementnya sejak saya mulai menggunakan blackberry pertama saya di th 2005 dg type 8310, jd beralih ke Indosat sampai saat ini semua 5 nomer yg saya punya (2 ? ??äçk?????™ – 1 androids – 1 broadband Dan 1 utk tab), indosat semua. Karena apa? Segala keluhan Dan kendala yg saya alami selalu direspon cepat Dan di follow up dengan baik hingga solved. Tidak tanggung”, komunitasnya jg solid dengan bergabungnya Tim management indosat ke dalam Milis official indosat blackberry membuat kita merasa sangat diperhatikan.

  37. Pertama pakai (baca:mampu beli) HP, sempet jajal beberapa provider. XL, trus ganti Indosat, trus Telkomsel. Inget banget awal bisa kebeli nomor perdana Telkomsel bahagiaaaaa banget… saat itu harga kartu perdana terutama nomor Telkomsel harganya mahal banget, ngga seperti sekarang. Bahkan nomor perdana Telkomsel waktu itu adalah salah satu barang mewah yang dijadikan hadiah undian, saya kebetulan pernah dapat hadiah undian berupa kartu perdana Telkomsel dan ajaibnya dalam hitungan jam setelah saya dinyatakan berhasil menang dalam undian tersebut, langsung beberapa sms masuk ke HP saya untuk menawar nomor tersebut… well good deal always hard to resist, jadi saya jual aja nomor tersebut…..
    saya ingat juga waktu itu Telkomsel adalah jaminan mutu… signal nya juara banget dibanding operator lain, waktu itu operator baru ada 3 saja dan hanya Telkomsel yang nyaris ngga pernah putus sepanjang jalur Jakarta Bandung baik via puncak maupun cikampek (belum ada tol cipularang), dan hal ini bener bener memenuhi kebutuhan saya karena saya sering bepergian jakarta – bandung..
    Sampai dengan saat ini, walaupun Telkomsel sering mendadak meriang signal nya, saya mungkin bisa di sebut “marketing tanpa digaji” nya Telkomsel. setiap ditanya rekomendasi operator, saya akan selalu menyebut Telkomsel, termasuk ke pimpinan saya di kantor yang adalah seorang expatriate. walaupun akhirnya dalam perkembangan nya pimpinan saya pindah ke lain operator karena pertimbangan cost & benefit menggunakan Telkomsel. maksudnya harga Telkomsel yang mahal tidak sesuai dengan frekwensi error signal yang terjadi.

    tapi begitulah… saya masih setia menggunakan Telkomsel sampai dengan detik ini. semoga ke depan, Telkomsel bisa selalu menjaga kualitas nya sehingga saya sebagai “marketing tanpa digaji” nya tetap bisa merekomendasikan Telkomsel ke setiap orang….

    Dirgahayu Telkomsel…..

  38. ‘Aku dan Telkomsel’

    Jujur saja saya bukan pengguna Telkomsel. Sejak pertama kali menggunakan Ponsel, saya tidak pernah menggunakan Telkomsel.

    Namun sekitar tahun 2008, waktu mengunjungi saudara di Ternate, Maluku. Begitu menginjakkan kaki di bandara Sultan Babullah Ternate, operator ponsel yang saya gunakan mendadak wafat.. tidak ada sinyal sedikit pun.

    Saudara saya mengatakan, hanya 1 operator yang bisa dipake di sekitar Ternate yaitu Kartu As. Benar saja, waktu saya mampir ke toko pulsa, kartu perdana yang mereka jual hanya Kartu As, tidak ada yang lain.

    Langsung saja saya beli dan aktifkan, Ponsel saya yang tadinya mati suri bagai hidup kembali.. hahaha!
    Tanpa Kartu As mungkin kerjaan yang saya tinggalkan di Surabaya bisa berantakan, karena tidak bisa berkomunikasi dengan rekan kerja.

    Terima kasih Telkomsel

    akhir kata pantun Suroboyo-an

    “Tuku pulsa nang Herry Cell
    Pulsa sepuluh ewu cukup gawe pacaran,
    Selamat Ulang Tahun untuk Telkomsel
    Semoga Jaya dan Tambah Pelanggan”

    Danisatria – Surabaya
    Pengguna Blackberry 8700g – Operator IM3

  39. Sepenggal cerita pengguna setia Telkomsel
    Saya sudah menjadi pelanggan Telkomsel selama lebih dari 13 tahun. Nomor yang saya pakai sekarang sudah saya pakai sejak tahun 2000 ketika saya kelas 3 SMA. Pertama kali memiliki HP saya langsung menggunakan Telkomsel. Saat itu Telkomsel adalah operator yang cukup baik jangkauan sinyal-nya di kota tempat asal saya, yaitu kota Serang.
    Semula nomor saya adalah nomor prabayar (simPATI), tapi kemudian sejak saya mulai bekerja nomor saya diubah menjadi pascabayar (kartu Halo).

    Alasan saya tetap menggunakan nomor Telkomsel adalah karena nomor tersebut sudah cukup banyak dikenal oleh teman dan kolega kerja, sehingga jika saya berganti nomor dikhawatirkan mereka yang akan menghubungi saya kesulitan. Tapi sebenarnya alasan ini tidak lagi terlalu kuat karena menginformasikan perubahan nomor bisa melalui FB, twitter, email, dan media lain di dunia maya.

    Ketika mahasiswa saya sempat berkeinginan kuat pindah ke operator lain adalah karena tarif-nya yang lebih mahal dibandingkan dengan si biru dan si kuning. Maklum, kantong mahasiswa sangat tipis, beli pulsa sering-sering harus berpikir seribu kali, karena harus berbagi dengan uang makan, bayar sewa kosan, beli buku kuliah dan buku bacaan. Tapi niat itu saya urungkan, sebagai solusinya adalah membeli nomor baru dari si biru dan si kuning untuk telpon dan sms. Nomor telkomsel diisi pulsanya hanya untuk memperpanjang masa aktif saja.

    Namun, sekarang ini Telkomsel sudah bisa bersaing harga dengan si biru dan si kuning, serta operator lainnya. Tetapi yang saya lihat adalah penurunan kualitas layanan. Sebagai contoh, sekarang lebih sering tidak bisa melakukan USSD, signal yang sering lepas saat berpindah dari 2G ke 3G atau sebaliknya.

    Mudah-mudahan Telkomsel di usianya yang ke-18 lebih baik lagi pelayanannya. Jangan karena lebih murah membeli peralatan atau service dari vendor lain mengorbankan kualitas layanan. Dan semoga juga Telkomsel tumbuh menjadi perusahaan yang profesional, tidak terpolitisasi.

    Thanks,
    Dimas Maulana

  40. Aku dan Telkomsel (dalam hal ini simpati yak!)

    Beberapa alasan orang memilih kartu operator Telkomsel:

    * Terpaksa; karena:
    – mempunyai jaringan dan jangkauan sinyal terluas di Indonesia
    – banyak teman, saudara, abang, teteh, mba, yang pake kartu operator ini, jadi kudu nyamain
    – disuruh isteri, biar bisa telepon berduaan tatkala sedang dinas diluar kota
    – nomer lama, yang 10 digit. Sayang kalo dimatiin.
    – udah banyak nyebar ke temen-temen, kolega, rekan bisnis,dll

    * Sukarela, karena:
    – demi isteri, apapun rela dilakukan deh…
    – pas lagi tugas dinas atau yang suka jalan-jalan ke pelosok indonesia pasti beli si ” merah ”
    – salah satu founding father operator di Indoneisa, jadi harus dihargai.

    Ada lagi yang bisa teman – teman tambahkan….
    met ulang tahun buat telkomsel, semoga semakin ” menyala-nyala ” untuk rakyat Indonesia

    Ahmad Setiawan – Jakarta
    Nokia E63 – Axis

  41. 1. Beli SP Simpati pertama masih mahal banget. 450rb perbiji. Mampu beli hape tapi berat beli SP.

    2. Kalo beli pulsanya yang 150rb waktu itu, supaya masa aktifnya lama. Tapi makenya mikir 2000 kali karena mahal.

    3. Paling pelit kasih Merchandise.

    Kalo sekarang minimal sebagian milik Indonesia….

    Wilyanto
    Nokia X2
    Lahat, Sumsel

  42. Sebelumnya salam kenal semua.

    Saya pengguna Telkomsel sudah sejak 2001. Sebelumnya sudah pernah mencoba berbagai macan operator lain. Pada awal tahun 2000- an seingat saya Telkomsel masih mengenakan tarif roaming bila kita berpindah kota. Saya pernah isi pulsa 200 ribu dan pulsa tersebut habis hanya dalam hitungan hari hanya karena menerima telpon pada saat saya tidak berada di kota tempat saya membeli sim card card ini, kemudian kemudian saya beralih ke operator lain. Tetapi dalam waktu yang tidak terlalu lama, di tahun 2003 saya dapat penawaran dari perusahaan tempat saya bekerja untuk pembuatan kartu Halo dengan syarat yang mudah dan pada waktu itu ada program bebas abodemen apabila pemakaian diatas IDR 25.000. Maka saya putuskan untuk mengambil program tersebut, pada waktu itu no telpnya masih 10digit dan bisa pilih no. Saat saya ambil program kartu Halo tersebut, no telpnya bukan no utama saya, saya masih memakai operator lain. Seiring perjalanan waktu promo program kartu Halo mulai banyak, salah satunya program internet Flash hanya seratus ribu rupiah perbulan. Maka saya ambil program tersebut dan nomor kartu Halo saya jadi no utama saya. Saya malah daftar 2 nomor lagi untuk paket internet Flashnya. Tetapi pada saat saya banyak menggunakan produk dari Telkomsel banyak kekecewaan yang saya temui. Dari penurunan kuota internet secara sepihak, hingga kualitas layanan yang ‘byarpret’. Pada waktu itu keluhan pelanggan kartu Halo saya tidak bisa dilayani oleh layanan call center 111, apabila ada permohonan khusus harus melaporkan kepada person in charge di corporate call centernya. Saya dapat no telpon nya (no handphone) tetapi selalu mengalami kesulitan untuk menghubungi. Kekecewaan yang saya alami bukan hanya itu saja, saya pernah beberapa kali menerima sms & telpon nyasar (dari suatu parpor besar di jaman orba) yang mengundang saya untuk rapim DPP, awalnya saya pikir hanya salah sambung biasa, tetapi hampir setiap hari sms & telpon tersebut masuk kesaya, sampai akhirnya saya lapor ke customer service bahwa no saya ini adalah no ‘refurbish’. Lengkaplah sudah kekecawaan saya. Pada saat itu di grapari langsung saya tutup 2 no kartu Halo saya, tadinya no yang saya jadikan no utama mau saya tutup juga, tetapi tidak jadi karena pertimbangan berbagai hal.

    Sampai saat ini kartu Halo masih merupakan no utama saya, karena saya masih percaya Telkomsel akan tetap menjaga brand imagesnya sebagai operator telekomunikasi yang handal. Walau pada kenyataannya kadang kita sebagai pelanggan tetap (pelanggan paska bayar) kurang mendapat perhatian dalan hal promo dibanding dengan pelangga pra bayar. Kemudahan dalam hal registrasi internasional pun lebih dipermudah pra bayar, saya diharuskan mengirim copy passport terlebih dahulu melalui email, berkali2 saya kirim email tetapi tidak pernah di terima. Setelah sedikit complain baru bisa diaktifkan.

    Dalam hal point reward juga pelanggan seperti saya yang kurang begitu aware selalu tidak bisa memanfaatkannya, apabila sedang ada pameran telekomunikasi, saya selalu setia untuk menyambangi booth Telkomsel, tetapi tidak pernah bisa menukarkan point reward tersebut sehingga point reward saya selalu hangus.

    Di ulang tahun Telkomsel saya berharap Telkomsel bisa lebih maju lagi dalam memajukan, menjangkau wilayah wilayah pelosok, mengecilkan blank spot. Walau mungkin banyak kekecewaan yang saya alami. Saya selalu berharap Telkomsel bisa lebih baik lagi. Terutama kepada pelanggan yang setia diwaktu susah maupun senang seperti saya ini. Kepada om HSW sebagai owner dari web ini saya juga menyampaikan terimakasih sudah bisa menulis pengalaman saya dan Telkomsel selama lebih kurang 1 dekade ini. Untuk Telkomsel maju terus menjangkau wilayah wilayah pelosok, terangi dengan layanan data dan bicara kelas premium, terimakasih

  43. Bu Melisa,

    Sebagai juri tunggal, saya masih membaca dengan cermat satu per satu karya peserta. Targetnya, maksimal dua hari lagi sudah saya umumkan pemenangnya.

  44. Sepertinya saya ada duplikat posting mohon dihapus pak postingan yang duplikat, terima kasih sebelumnya.

  45. aku dan telkomsel ..
    mungkin kisah ini saya beri judul

    cinta pertama tetapi bukan yang terakhir..

    Nama saya sendiri Tony dan saya cukup beruntung bisalahir di tahun 92 karena ketika melihat ke masa sekarang, Saya cukup meliaht perkembangan teknologi terutama handphone dari awal nokia yang berlayar oren hingga jaman sekarang yang sudah serba cangggih..

    berawal dari jaman saya sd, dimana orang tua saya memiliki handphone untuk pertama kali .. dan waktu itu kira kira kartu perdananya masi sangat mahal, untuk ukuran anak sd yg memperoleh uang jajan 3000 perhari melihat itu saja sudah seperti bawang yang sangat mewaah. Orang tua pun waktu itu membeli untuk mempermudah komunikasi dan kartu perdana yang dipakai adalah Telkomsel.. cukup saya akui jaman ketika saya menginjak kelas 6 sd hape nikia yang berkamera saja masi sangat mahal plus akrtu perdanya yang ampun ampunan.. apalagi iklan yang dimunculkan sangat gencar gencarnya .. melalui hape ibu dan ayah saya itu saya mulai mengenal teknologi , dikala internet masih belum ada dan hanya mengandalkan untuk telpon dan sms ..

    dikala itupun, tak sering saya membeli koran handphone, dan entah apa yang merasuki saya terkadang ada wallpaper yang seharga 5-10 ribu yang menurut saya keren langsung saja saya kirim dan pergunakan.. kalau dijaman itu midi ringtone dan wallpaper sangatlaris manis dan ahrganya juga mahal tidak seperti sekarang dimana tinggal menggunakan google ..
    dan simpati itu pun memiliki tarif 13 atau 20 rupiah per kb ..
    saya sendiri pun lupa , karna baru browsing sedikit pulsa pun sudah hilang entah kemana ..

    Dan akhirnya ketika beranjak ke smp kelas 2 , penuispun diberikan handphone yang waktu itu canggin .. sony ericson yang bisa foto dan merekam video dan memiliki memori 15mb .. sunguh sangat senang rasanya, dan kala itu pun sekeluarga menggunakan simpati , meskipun harus beirit irit karena sebagai pelajar , untuk membeli pulsa sudah seperti siksaan menahan lapar …

    lama kelamaan , ketika penulis susah mulai memiliki kontak dengan teman teman terutama wanita .. mulailah tren yang ibarat sekarang messanger tetapi pada jaman itu adalah sms .. bila tidak sms hidup terasa hampa , dan juga sosial media seperti friendster yang sangt menghabiskan pulsa turut menjadi tren yang anak seumuran saya di smp sangatlah sudah menjadi tren bagi kami .. sehingga ketka melihat pulsa yang mulai bengkak , mulailai saya mencoba selingkuh , baik dengan op lain seperti bebas, 3 , im3 dan macam macam kartu karena telkomsel tetap bersikukuh untuk tetap “mahal” dkala persaingan operator operator baru mulai masuk dikala saya memasuki jenjang sma ..

    tetapi memang ada harga ada barang, dikala itu simpati masi memiliki sinyal yang paling bagus dan anti lambat soal koneksi .. bahkan ada program kampus yang bisa mendaftar paket cukup membayar 10 ribu dapat bbrapa puluh mb. meskipun masi sma , ternyata nomer saya pun bisa didaftarkan …

    tetapi jaman semakin canggih dan , operatorlains emakin bisa memperbaiki kulalitas dan tentunya harga yang lebi murah , sehingga setelah cinta lama bersemi kembali dengan telkomsel untuk beberapa tahun .. terpaksa saya bercerai lagi dan memutuskan mengganti kartu ..dikala blackberry lagi booming dan paket bis sangatlah mahal saya hanya bisa meratapi dengan nokia 5310 yang menurut saya hape tersebut sangatlah keren , kamera yang tiada banding membuat saya menjadi terkenal untuk meminjam kamera dari handphone saya ..
    sehingga era cdma mulai masuk di ponsel bb , dan karena uang pas pasan , akhirnya bb 8330 cdma saya coba beli dan terkejut oleh ponsel yang jauh sekali dengan fitur yang dimiliki nokia.. dimana chat dan email bisa memanjakan kita dan tak perlu menunggu lama seperti sms ..

    dan akhir akhir ini karena penasaran dengan android , saya membeli andromax u .. dan semenjak bergani android nomor saya tetap menggunakan im3 karena sudah kapok , di omelin teman2 dan orang tua saya karena suka berganti2 nomor ..

    andai simpati bisa murah , mungkin aku takaan berpaling darimu..
    tapi tampa dirimu , ak bukanlah siapa siapa yang mengerti akan teknologi seperti saat ini ..
    terimakasih telkomsel .. selamat ulang tahun 🙂

    Nama : tony
    Kota tempat tinggal : depok
    Operator : im3 dan smartfren
    Tipe ponsel : andromax u dan bb 8330 cdma

  46. pak Andrey ” Penipuan ala telkomsel”

    paket Blackberry, BB10, dalam notifikasi sebelum pilih opsi
    1. beli
    2. langganan
    sudah ada notifikasi “Anda akan beli Flash Ultima”

    Flash Ultima adalah paket volume base, di mana setelah quota volume habis, maka pemakaian selanjutnya akan dikenakan charging per Kb.

    paket rp 60 ribu sudah habis quota tgl 30 April 2013 pukul 18:34:04 dan pemakaian data masih dilanjutkan dengan charge per Kb dari pulsa yang ada dan pulsa habis tanggal 30 April 2013 pukul 19:51:02 WIB

    beli lagi paket yang sama (masih Flash Ultima atau volume base) rp 100 ribu tgl 30 April 2013 pukul 22:44:05 WIB

    Terima kasih

    Ridwan S

    Note :
    Flash Optima = Volume Base

  47. add ralat:
    kemudian dilakukan kembali pembelian paket yang sama (masih Flash Ultima atau volume base) rp 90 ribu tgl 30 April 2013 pukul 22:44:05 WIB (setelah lebih dulu mengisi pulsa rp 100 ribu, balance rp 10 ribu)

  48. MIN. saya pelanggan setia tlkomsel, tpi ngk pernah dpat hadiah. Sya menggunakapn tlkomsel sudah brtahun-tahun cukup dgn 1 krt tnpa gonta ganti dgn krt tlkomsel yg lain., tlong untk kdepan hadiah nya dlhat dri pngguna yg sudah lma memakai tlkmsel dgn 1 krt tanpa gonta gnti krt diberi hadiah.

    1. Pak Mufti,

      Terima kasih atas komentarnya. Sayembara itu saya adakan atas inisiatif pribadi. Tidak ada sponsor dari Telkomsel dan sejak awal telah saya sebutkan bahwa pemenang bukan ditentukan oleh lama tidaknya memakai produk Telkomsel.

  49. MIN. saya pelanggan setia tlkomsel, tpi ngk pernah dpat hadiah. Sya menggunakan tlkomsel sudah brtahun-tahun cukup dgn 1 krt tnpa gonta ganti dgn krt tlkomsel yg lain., tlong untk kdepan hadiah nya dlhat dri pngguna yg sudah lma memakai tlkmsel dgn 1 krt tanpa gonta gnti krt diberi hadiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *