Selamat Datang Kembali ke Indonesia, Moto

Setelah bertahun-tahun cuti, ponsel Motorola (kini menggunakan nama Moto saja) bakal segera beredar resmi lagi di Indonesia. Pagi ini penulis alias HSW iseng membuat kultwit di Twitter. Silakan mengintipnya di https://storify.com/herrysw/selamat-datang-ke-indonesia-lagi-moto atau langsung membacanya di bawah ini.

50 thoughts to “Selamat Datang Kembali ke Indonesia, Moto”

  1. Hai om herry, semoga semakin sukses dan sehat selalu.
    Saya pembaca setia blog om herry, mau curhat sedikit hehe
    Kemarin saya kehilangan pureshot saya om, mau beli smartphone lg seperti itu sudah tidak ada dana lagi. Maklum om anak kuliahan.
    Mau minta saran smartphone om mungkin boleh juga yang second apa ya om ? Dana saya di bawah 1,5 om dan mungkin harapan saya bsa support otg
    Thanks om

    1. Pak Geriigeropi,

      Kalau seken tak masalah, Hisense Pureshot bekas bisa didapatkan dengan anggaran kurang dari Rp 1,5 juta kok. Namun, ponsel itu belum mendukung USB OTG lho.

      Kalau ponsel baru, silakan melirik Infinix Hot 3 X553. Harga ritel resminya Rp 1,499 juta. Ponsel itu sudah mendukung USB OTG.

  2. Bung HSW

    saya juga dulu punya sony ericsson K850 yang paling saya cintai karena xenon flash-nya yang keren itu.
    sayang hape berTitle smartphone sekarang walaupun harganya super mahal tapi cuma ada lampu flash abal-abal.
    lampu led itu bukan lampu flash tapi lampu senter dipake kalau mati lampu.
    betul atau tidak Bung?

  3. Wah iya Koh Herry, saya juga nunggu banget ini ponsel. Entah kenapa ya Motorola (Kini Moto deh) selalu memberikan kesan yang positif ke penggunanya, ponsel pertama saya sih Motorola E398 dulu, seneng aja sama built qualitynya Motorola, semoga di tangan Lenovo gak berubah ya Koh kualitas ponselnya, seperti jaman jayanya Motorola dulu

  4. 6. Ada tiga merek yg saya harapkan bangkit lagi. Yaitu (urut abjad), Motorola, Nokia, dan Siemens. #MotoHSW

    Saya ingin punya SIEMENS lagi πŸ˜€ organizer nya termasuk yang paling disukai. lumayan lengkap dan mudah. aplikasinya pun cukup mudah …

  5. Pak Hery,

    Mau menanyakan opini Pak Hery mengenai kondisi si Moto sekarang ini. Ini merk Motorola.. eh, Moto masih dibawah Lenovo ya? Saya browsing masih belum ada berita kalau Moto sudah melepaskan diri dari akuisisi Lenovo. Jadi jika masih dibawah Lenovo, bagaimana Lenovo men-diferensiasi-kan produk Lenovo dan Moto sendiri, takutnya seperti beli barang yang sama yaitu sebetulnya device Lenovo tapi cuma beda sedikit desain bentuk dan cap saja untuk meraih pasar dari kepopuleran merk Motorola dulu.

    Hal ini kalau di bidang otomotif jadi mirip seperti kasus Xenia/Avanza, Ayla/Agya, Sigra/Calya. Barangnya sebetulnya buatan Daihatsu, di-cap emblem Toyota jadi lebih mahal harganya dan brand image-nya lebih disukai masyarakat dan lebih laku.

    1. Pak Ronni,

      Ya. Moto kan memang dimiliki oleh Lenovo.

      Merek Lenovo diutamakan menyasar negara-negara yang sedang berkembang, sedangkan Moto diprioritaskan untuk pasar di negara berkembang alias negara maju. Produk-produk high end akan lebih banyak menggunakan merek Moto.

    1. Pak Eguhridho,

      Cenderung bandel dan kuat.

      Kalau sinyal kuat sih pada masa itu tergolong standar saja ya. Ponsel merek Sagem dan Alcatel pada zaman dulu dikenal memiliki penerimaan sinyal lebih kuat.

  6. Kira-kira G4 Series bakal diboyong juga gak pak herry? Berita bagus nih semoga harganya terjangkau.

    Pak herry ada rencana review hp LG X Power gak?

    1. Pak Rudi,

      Belum tahu.

      Awalnya saya ingin me-review X Power. Namun, melihat kondisi terkini, sepertinya saya akan langsung ke Moto E3 Power saja.

  7. Saya belum pernah pakai Motorola, om
    Hape saya pertama, Sony Ericsson T230, bekas, warisan orang tua.
    Lalu Nokia 1280. Lalu Nokia 2323c, saya jual,beli Nokia E63.
    Lalu penasaran dengan OS Maemo milik Nokia, yang katanya bisa instal OS Android, makanya saya beli Nokia N900.
    Lalu saya beli lagi ponsel Nokia N9, dengan OS Meego, yang jika di oprek bisa menjalankan berbagai OS, termasuk Android, Sailfish, Maemo, Fedora, KUbuntu, (Meego OS merupakan hasil kerja sama Nokia dan Intel, spt OS Tizen yang merupakan kerjasama Samsung dan Intel)
    Lalu saya jual beli ponsel bekas, pakai N-Gage Classic, Nokia 7610, Nokia 100, akhirnya sekarang pakai Samsung Galaxy J7 2016, yang merupakan ponsel Android pertama saya.
    Ke depan nya, jika ada Android Nokia, saya akan beli lagi, sekalian Zenfone 3 dan Moto.
    Untuk sarana kerja, hehe.

  8. OOT nih koh…
    Kebetulan saya mau ganti hp saya yg sekarang sudah agak jadul sony xperia m2. Dengan budget 3jt hp apa yg koh herry rekomendasikan? Kamera tidak begitu saya pedulikan. Yg penting kegegasan, sudah 4g, dan batere mumpuni. Oh iya support otg jg.

  9. Met malam oom herry. Menyimak tulisan di atas dan sejumlah komen-komen ini, saya jadi tersenyum sendiri karena saya sendiri adalah seorang penggemar ponsel jadul. Saya jg masih ada menyimpan sejumlah ponsel jadul.. Sayang dijual, jadi dibiarkan saja beristirahat dg tenang dalam case khusus hehehe.

    Maaf kalo OOT ini oom. Saya mau tanya kan sekarang ini banyak smartphone Second hand dari luar yg masuk ke Indonesia. Ex: Iphone, Sony, LG, Nexus, Samsung, dll. Pertanyaan saya, worthed kah saya membeli smartphone second dari luar itu? Secara saya kepincut dg Xperia Z1 Compact sampai sekarang.

    Thanks before

    1. Pak Dil,

      Saya sih tidak merekomendasikan Anda membelinya. Sebab, ada kemungkinan spesifikasinya tidak sesuai dengan kondisi jaringan di Indonesia.

      1. Terimakasih buat sarannya oom Herry. One more question, jika saya disuruh memilih antara Lenovo vs Xiaomi, menurut oom manakah yg lebih aman dalam segi ketahanan. Secara dlm spek, Xiaomi memang lebih unggul dan memang menggoda bgt utk dibeli. Namun dr beberapa survey random saya, beberapa org teman yg membeli Xiaomi mesti melakukan penggantian unit karena beberapa trouble. Baik dibeli secara online maupum offline. Lenovo memang ktinggalan utk spek jika dibandingkan dalam range harga yg sama. Tapi kayaknya masih lebih menjanjikan yg lenovo. Maaf komen saya bukan bermaksud utk menyudutkan brand xiaomi atau penggunanya. Tapi saya hanya ingin meminta pendapat saja karena kalo saya liat Xiaomi mungkin bel sepenuhnya menjanjikan dlm soal endurance. CMIIW πŸ™‚

        1. Pak Dil,

          Mesti lihat tipe per tipe sih. Untuk Xiaomi, kalau saya perhatikan yang banyak bermasalah itu ponsel Xiaomi tanpa garansi resmi. Yang bergaransi resmi cenderung baik-baik saja.

  10. karena komen diatas ada yang ngomongin xenon flash jadi mau nanya nih koh herry.
    smartphone yang beredar diindonesia yang memakai xenon flash apa saja ya pak.
    hatur nuhun

    1. Era 2010 kebawah itu kalau buat saya pribadi sangat berkesan sebagai penikmat handphone, selalu ada list ponsel idaman yang harus dipunyai suatu saat nanti akibat langganan koran / tabloid HP.

      Ponsel idaman yang berhasil dibeli :
      – SE W810i, SE K550i, Samsung M3510 Beat B, Nokia N78, Motorola V3i, Nokia 5320XM
      Ponsel idaman yang gagal dibeli :
      – Siemens SL45, SE T610i, Motorola SLVR L7, Nokia E90 Communicator, O2 XDA seri apapun, ponsel Sagem tipe apapun πŸ˜€

      Untuk era 2010 keatas cuma 1 smartphone yang ada dalam list ponsel idaman, HTC Chacha dan sayangnya masih selalu ragu tiap mau beli karena ROM yang cuma 512MB (efek era smartphone).

  11. Saya dulu juga fans motorola pak, yg pertama seri t2685 talkabout yg tipis, yg dipake lex luthor di film Smaville, terus ganti motorola yg model swing kayak raket pingpong, terakhir 2006 pake razr V3

  12. Masih belum ada informasi kapan rilis moto e3 power ya pak? Saya penasaran pengen review… bapak saya sekarang pakai moto e generasi pertama, sepertinya beliau suka produk moto πŸ˜€

  13. Pak HSW, apakah Moto yang resmi dijual di Indonesia akan dirakit di pabrik Lenovo di Indonesia? Mengingat sekarang Moto (d/h Motorola) sudah diakuisisi Lenovo

        1. Pak Ardan,

          Mohon maaf atas keterlambatan respons. Sesuai pengumuman di blog, sejak 23 Oktober lalu saya cuti sementara dan baru aktif lagi mulai 30 Oktober 2016.

          Pusat perbaikan resmi Moto akan sama dengan sebagian besar pusat perbaikan resmi Lenovo.

  14. Baca tweets Om HSW, jadi kepikiran..
    Ada rencana membuat otobiografi g Om? Bakal menarik membaca Lika liku perjalanan Om HSW sebagai pemerhati & penikmat Gadget..
    ?

    1. Pak Delavega,

      Mohon maaf atas keterlambatan respons. Sesuai pengumuman di blog, sejak 23 Oktober lalu saya cuti sementara dan baru aktif lagi mulai 30 Oktober 2016.

      Tak ada rencana. Belum layak dibuat kayak gitu deh.

  15. Oo iya oom herry, barusan saya liat iklan di instagram kalo motorola E3 udah available di lazada. Kalo ga salah liat yaa, harganya sempat tertulis 1.7an *CMIIW. Pendapat om herry gimana? Apa bakal ada reviewnya? Hehehehe. Selamat berhari minggu ?

    1. Pak Dil,

      Harga setelah diskon Rp 1,799 juta.

      Belum bisa berpendapat karena belum uji pakai. Ya, kelak akan saya review.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *