Selamat Ulang Tahun Indosat

Hari ini, 20 November 2009, Indosat berulang tahun. Segudang prestasi telah diukirnya selama beroperasi sebagai salah salah satu operator GSM di tanah air. Betapa pun, tiada gading yang tak retak. Pasti ada nukilan-nukilan ketidaksempurnaan yang pernah atau sedang terjadi di Indosat.

Ketikkan saran dan kritik Anda terkait Indosat di bagian bawah halaman ini. Jangan lupa ceritakan sedikit tentang diri Anda. Di antaranya, nama, kota domisili, pekerjaan sehari-hari, dan kartu seluler yang Anda gunakan.

Kalau dulu Anda pernah menggunakan Indosat, namun kini berpindah ke operator lain, ceritakan mengapa Anda hijrah. Sebaliknya, bila sebelumnya Anda memakai layanan operator lain, lalu melirik Indosat, ungkapkan alasan Anda melakukan hal tersebut.

Kirimkan saran dan kritik Anda paling lambat pada 25 November 2009 pukul 23.59 WIB. Dua pengirim yang beruntung masing-masing berhak mendapatkan microSD 1 GB. MicroSD-nya bukan 100 persen baru, tetapi dijamin berfungsi normal.

Ingat, pengirim saran dan kritik yang tidak menceritakan jati dirinya otomatis tidak diikutsertakan dalam sayembara berhadiah microSD 1 GB ya. 🙂

13 thoughts to “Selamat Ulang Tahun Indosat”

  1. Saya sampai saat ini memakai indosat prabayar IM3. walau sudah lama bekerja di Jakarta, namun salah satu handset saya masih menggunakan nomor IM3 Jogja, dikarenakan memang sudah lama menggunakannya dan tidak merasa ada perbedaan antara menggunakan nomor Jakarta ataupun Jogja.
    Saya masih mempertanyakan mengapa sampai saat ini kartu prabayar IM3 belum bisa dimutasi menjadi pascabayar (Matrix), dengan nomor yang sama, padahal Mentari sudah bisa.
    Hidup terus Indosat.
    Nama: Rendy
    Umur :27 tahun
    Pekerjaan: Pegawai Ancol

  2. Halo,

    Nama saya Yuza, seorang pelajar, penulis, dan technologist muda.

    Perkenalan saya dengan Indosat (dulu Satelindo) dimulai sejak kelas 5 SD. Nomor yang waktu itu diberikan oleh orang tua untuk menjaga anak mereka yang suka bandel ini terus melekat dan saya gunakan sampai sekarang.

    Orang tua saya pernah berpesan, jangan sampai lebih besar pasak daripada tiang. Secara umum, nasihat ini jugalah yang ingin saya sampaikan untuk Indosat. Jangan sampai faktor-faktor pasar mendesak Indosat untuk menawarkan sesuatu yang lebih dari kapasitasnya. Marilah belajar dari pengalaman, untuk kebaikan pelanggan dimasa depan.

    Sebagai contoh, jangan sampai pengalaman pahit paket GPRS murah berulang lagi dengan paket BlackBerry dan data saat ini. Lebih baik harganya sesuai, daripada murah tapi hanya umbar janji “up to” saja.

    Demikian dari saya. Selamat ulang tahun Indosat!

  3. Nama saya Aswin, seorang pekerja adm di perusahaan IT dan seorang fotografer.

    Sejak pertama punya HP, saya tetapkan menggunakan mentari dari indosat (dulu satelindo). Pilihan itu dulu disebabkan karena banyaknya fitur yg dapat memberikan info pendukung pekerjaan dan kegiatan sehari-hari.

    Sampai sekarang nomor tersebut tidak pernah saya ganti. Apalagi sejak menggunakan layanan ?BlackBerry indosat, jarang sekali bermasalah.

    Ketika bekerja di sebuah perusahaan GPS tracking untuk alat berat pun kami menggunakan GPRS dari indosat. Bisnis berjalan baik bersama indosat.

    Namun di masa depan saya ingin sekali ada perbaikan pelayanan untuk gangguan dan troubleshooting untuk account corporate. Sejauh ini kami hanya dilayani AE yang sulit dihubungi dan product knowledgenya kurang, sehingga penanganan masalah menjadi sangat lambat.

    Kecepatan dan ketepatan penanganan masalah dari indosat yang kami alami masih sedikit di bawah pesaingnya. Padahal kami perlu juga menjaga kualitas layanan kami pada pelanggan kami.

    Kami percaya pada komitmen dan teknologi dari Indosat akan terus meningkat setiap waktu, sehingga mampu membawa nama harum bagi bangsa Indonesia

  4. Hallo Nama saya Edwin,

    Saya memang *pengagum* Indosat dari sejak Satelindo sudah menggunakan pascabayar 0816-95x-xxx lalu pindah ke Mentari lalu pindah lagi ke Matrix hingga saat ini. Tidak banyak rekan rekan yang punya nomor 0855-xxx-xxxx khan?

    Seumur hidup saya tidak pernah pindah menggunakan provider lain (sebagai nomor utama lho).

    Bahkan saya pelanggan Star*One sejak Star*One launching hingga saat ini masih saya gunakan sehari hari.

    Tidak banyak pelanggan yang memiliki *both* Matrix dan Star*One , namun saya salah satu pelanggan setia nya dan SANGAT SANGAT PUAS dengan layanan Indosat.

    Namun ada 1 produk Indosat yang saya sangat kecewa yaitu IndosatM2 Broom. Awalnya speed nya sangat bagus , namun akhir-akhir ini saya terpaksa harus pakai line ADSL karena line 3,5G Indosat sangat full traffic nya. Mengapa bisa begini, Indosat?

    Jika IM2 di betulkan speed nya, Indosat layak menjadi Raja Telekomunikasi Indonesia. Hidup Indosat!

    Edwin S
    Financial Planner
    Jakarta

  5. Happy B’Day Isat.

    bowo, freelance IT di jogja.
    pencinta isat sejati 🙂
    pakai produk isat sejak MENTARI pertama kali bersinar dijogja (lupa tahun berapa mungkin 1996-1997) dan nomor tsb jadi nomor utama sampai sekarang.

    secara keseluruhan perform Isat adalah yang paling OK terbukti dengan dalam periode tertentu saya memiliki nomor Mentari, Matrix (2x nomor jogja, 1x nomor batam), IM3 dan Starone sekaligus… 🙂

    pernah mencoba untuk mengalihkan nomor utama ke operator lain, mulai dari si merah, si puas, si pemain bola, si trendy, dlsb…sayangnya tidak seindah yang diharapkan 🙁

    kekurangan isat : sayangnya isat tidak bisa melakukan migrasi dari pra-pasca-pra… 🙂

  6. Pengalaman saya menggunakan IM3 lumayan banyak. Dan masih terkesan dengan layanan IM3 GPRS, untuk internetan, selain cepat, tidak mengganggu Pulsa reguler, karena beli voucher terpisah.
    Dulu sempat pakai Mentari, saat Harga Sim Card masih tinggi, sekitar 300 ribuan. Namun sayangnya chip tersebut rusak dan tidak bisa di pakai lagi, akhirnya ganti IM3, karena masih ingat, kalau IM3 pertama kali launching, sudah promosi produknya bisa koneksi ke internet, dengan mengganti handset yg punya kemampuan browsing dan punya fungsi jadi modem.

    Kartu IM3 saya ini sudah menemani perjalanan saya ke beberapa kota, dan jarang sekali mendapatkan Blank Spot. Kecuali di dalam Lift :).
    Ingin migrasi ke Pasca bayar, masih berfikir, takut boros, karena saya nggak bisa jauh dari internet, walaupun sekedar cek email.

    Saya tinggal di bilangan Jakarta Timur. Salah satu alasan saya tidak pindah ke produk lain, kartu lain di sini signalnya kurang bagus, namun IM3 saya SignaLnya Kuenceng.. 🙂

    Semoga Indosat tetap jaya. Bravo.

    Duliar Indra D
    IT Infrastructure
    Jakarta

  7. Agus supriyadi
    praktisi IT di cirebon

    kayaknya sy belumpernah pake operator lain selain indosat (kl satelindo indosat bukan ya.. 🙂 ) soalnya pertama pake operator seluler sy pake mentari nomornya masih depannya 0816xxxxxx dasar nasib.. HP pertamaku yg segede batu bata hilang.. kemudian ganti HP baru (waktu itu) nomornya depannya dah ganti 0815xxxxxxx Wah ternyata dah lama juga sy make indosat dari mulai bayar per detik, sampe sekarang ga perhatiin lagi sistem bayarnya wkkkkk (ga ngerti mode on) dari jaman sinyalnya susah sampe skrng bisa dimana aja.. malah sering sy bawa mancing ke tengah laut.. eeeh masih bisa komunikasi juga.. (20km dari pantai) kok kenapa ya sy masih pake kartu MENTARI padahal kan lbh banyak kartu2 lain yg katanya lebih murah, bisa internetan, macem2 pokoknya dan anehnya lagi kartu mentari sy tdk pernah saya upgrade kayaknya memory nya masih 10K deh.. cm bs nyimpen 100 alamat doang… tp gpp yg penting sy masih tetep pake. LONG LIFE INDOSAT

  8. Saya Unting, berprofesi sebagai dokter gigi, karyawan di salahsatu BUMN dan mahasiswa.

    Pengalaman pertama saya berkenalan dengan dunia ponsel kurang lebih 10 tahun lalu membeli ponsel pertama yang diisi dengan sim card pertama saya MENTARI.

    Namanya mahasiswa perantauan dari sumatra yang kantongnya cekak hanya mampu beli ponsel nokia sejuta umat seken dan sim card seken. Dahulu saya ingat nomor yang saya beli adalah nomor area jakarta sedangkan saya tinggal di bandung (walau jatinangor masuk sumedang, tapi kode areanya 022, boleh dibilang bandung kan … hehehe), tau sendiri lah harga nomor perdana pada masa itu tinggi sekali…

    nomor mentari itu cukup cantik 08161133400 saya beli “tangan kedua” seharga Rp 100.000,- tapi tragisnya nomor itu “mati” karena tidak dikasih “makan” waktu saya libur semesteran di lampung. dahulu mengisi pulsa hanya tersedia dalam bentuk voucher yang penjualannya masih sangat jarang di lampung tidak seperti sekarang. Usaha untuk memulihkan nomor itu terbentur harus di migrasi ke pasca bayar, bukan pilhan bijak bagi mahasiswa. Relakan “dia” pergi untuk selamanya.

    Selanjutnya perjalanan provider selular yang saya gunakan, khas mahasiswa. Pindah sana sini mengikuti promo apa saja yang termurah. sms murah… nelpon murah.. itu yang jadi pilihan. apalagi dengan mulai menjamurnya bisnis nomor perdana. nomor perdana benar benar diobral. kartu perdana bisa didapat kisaran 3000 – 10.000 rupiah bahkan dengan nominal pulsa lebih dari harga beli.. lebih efisien beli nomor baru dibanding isi pulsa…

    di masa mulai dikenalkannya internet lewat provider selular, ada masa saya langganan kartu perdana M3. Ada fitur “canggih” yang tidak dimiliki oleh provider lain. sistem perhitungan sisa pulsa m3 bisa minus … tetap dengan pemikiran mahasiswa, saya sering borong nomor m3 hanya untuk digunakan “sekali pakai” mengakses internet… kalau pulsa minus, ya buang saja kartunya tidak diisi ulang…. mungkin ini dosa saya sama m3 yang dahulu belum “merger” dengan indosat

    sim card indosat M3 yang saat ini saya miliki, memiliki sejarah masa lalu juga. Saya dapat beli “tangan kedua” dari teman kuliah dengan ditukar uang makan sepuluh ribu rupiah. Nomor ini sebenarnya nomor edisi valentine, berpasangan. hanya saja pasangannya sudah “meninggalkan dunia” karena tidak terurus oleh teman akrab saya seperjuangan ketika di FKG Unpad. karena nomor yang mirip kadang kadang ketika isi pulsa, ada kejadian salah isi. waktu itu bisnis pulsa elektronik mulai berkembang sekitar tahun 2003 akhir (kalau tidak salah ingat)

    selama menggunakan indosat, kualitas pelayanan yang saya rasakan sekali menurun adalah pelayanan nomor customer service. khususnya M3. Dahulu ketika M3 launching pertama,masalah klasik sinyal lemah, bisa dimaklumi. Hanya saja yang berkesan ketika menelpon customer service, selalu ada yang menjawab. ketika sudah bergabung dengan indosat, pelayanan customer service nampaknya sudah tidak diperhatikan lagi dan menjadi tidak prioritas. sejarahnya memang dari dulu indosat ‘payah’ sekali soal customer service. m3 jadi terbawa bawa.

    yang saya suka dari dulu sampai sekarang, tarif akses internetnya yang menurut saya relatif murah. nah sejak m3 bergabung dengan indosat, mentari dan matrix jadi terbawa bawa murah. ini sisi positif. kalau soal kecepatan sih naik turun lah…

    untuk meningkatkan pelayanan pada pelanggan, sederhana saran yang ingin saya berikan dan hal ini dari awal peluncuran indosat belum memuaskan. yaitu customer service yang mudah dihubungi. terutama nomor pra bayar. kalau sisi ini bisa dilakukan, pastinya akan peningkatan kulaitas pelayanan, tolok ukurnya apa… ya sebelumnya kan nyaris tidak ada karena tidak bisa dihubungi.

    selain itu, sistem billing pasca bayar harus transparan dan reliable. pengalaman rekan saya yang ngamuk ngamuk ditagih sekian ratus ribu rupiah padahal nomor yang sedang ‘tidur” di luar ponsel, dan tidak digunakan karena sedang tugas ke luar daerah.

    selamat ulang tahun indosat,

    kami menantimu untuk terus memuaskan kami sebagai pelanggan.

  9. Saya adalah seorang karyawan sebuah perusahaan swasta di Bandung.
    Pertama-tama Happy birthday buat Indosat.
    Pertama kali menggunakan Handphone, saya menggunakan produk dari indosat yaitu Mentari, yang kala itu harga perdananya luar biasa mahal sampai sekarang pun masih bingung kho mau beli perdana semahal itu. Kala itu pake indosat (Mentari) karena masa aktif yang panjang, kalau tidak salah masa aktifnya 6 bulan untuk voucher 100 ribu, maklum karena masih kuliah, jadi pake Handphone phone lebih ke ngikuti trend saat itu, sampai akhirnya saya ganti ke operator lain (Telkomsel)karena no mentarinya hangus lupa diisi pulsa.
    Sedikit saran saya untuk Indosat yaitu agar lebih meningkatkan kwalitas dibanding meningkatkan pelanggan, karena pernah juga saya ingin internetan murah pakai Matrix, yang ada hanya kecewa saja.
    Penting memang memberi tarif yang murah tapi bukan berarti demi tarif murah sampai mengorbankan kwalitas.
    Dan untuk produk CDMA Indosat (Starone), karena saya pernah mencobanya dan membandingkan dengan produk CDMA sejenis, sangat jauh kualitas Indosat kalo tidak mau dikatakan buruk, Beda dengan operator yang memang dari awal bergerak di CDMA seperti Bakri Telecom yang semakin hari semakin membaik dengan tarif yang tetap dan murah.

    Terima Kasih
    Alvin
    Bandung

  10. Sebagai seorang disainer, saya mempercayakan layanan ponsel saya pada Indosat, dari jaman mentari sampai ke matrix yang saya gunakan sampai sekarang. Perkenalkan saya sindhu, domisili jakarta. Sudah menjadi pelanggan setia Indosat sejak pertama mengganti kartu simpati saya dengan mentari, dan tak lama kemudian beralih ke matrix.. dulu pernah memakai layanan Starone untuk akses internet dan kemudian akhirnya saya tutup…cukup puas selama ini dengan layanan dan akses VIP yang saya dapat selama ini. Pernah juga mencoba layanan BlackBerry Servicenya yang kemudian saya akhiri karena BB rusak dan kebanyakan waktu kerja saya habiskan didepan PC yang konek net 24jam. Dulu pindah ke mentari karena waktu itu gencar banget promo tarifnya yang lebih ekonomis dari simpati. Berlanjut sampai sekarang, sempat sebel juga ama ribetnya tarif perhitungan dan adanya beberapa option yang buat saya yang awam cukup membingungkan, ada yang free abonemen, ada yang kena abonemen dengan beberapa fitur yang dikurang/ditambahkan…duh kok ga bisa bikin pilihan yang lebih ekonomis dan mudah dimengerti ya hehe… Ya semoga dengan bertambah umurnya Indosat semakin pula meningkatkan layanannya!

  11. Sebelumnya, Selamat Ulang Tahun buat Indosat, semoga menjadi operator telekomunikasi yang lebih baik lagi^^

    Saya bekerja sebagai staff IT di salah satu retailer department di kota medan. Saya baru saja berpindah operator selular, yaitu beralih ke IM3. Awalnya bandingin sma temen yang make IM3 siy… kok dalam seminggu saya menghabiskan pulsa lebih banyak, 2x lipat, dari temen saya itu. Sebagai seorang karyawan yang penghasilannya masih digaji tentunya, hehe.. saya lebih meilih yang lebih murah. Terus, iklannya juga bagus sih^^ (9,5 buat iklan IM3) yang bikin kita jadi penasaran dengan murahnya tarif IM3.

    Sejauh ini saya rasakan perbedaan yang signifikan antara IM3 yang baru seminggu saya pakai dengan operator lama. Terutama tarif sms dan akses layanan internetnya^^ Semoga kedepannya saya menemukan kejutan-kejutan “lain dari yang lain” dari salah satu produk INDOSAT ini sehingga bisa saya pertahankan… (Sayang, nomernya juga udah saya pilih yang cantik, hehe)

    Sukses terus buat INDOSAT…

  12. Peserta sayembara iseng yang saya adakan untuk memperingati ulang tahun Indosat ternyata hanya sebelas orang. Jauh lebih sedikit dibandingkan saat saya mengadakan sayembara serupa pada peringatan ulang tahun XL dan Telkomsel. Ketika XL berulang tahun, tercatat ada 54 partisipan, sehingga saya sampai kewalahan dalam membaca hasil karya seluruh peserta. Sebelumnya, ada 21 partisipan yang memberikan saran dan kritiknya untuk Telkomsel.

    Sedikitnya partisipan sayembara iseng memperingati ultah Indosat ini bisa bermakna macam-macam. Mungkin Indosat sudah dianggap bagus. Mungkin waktu penyelenggaran sayembara kurang tepat. Mungkin pula hadiah yang saya sediakan kurang menggiurkan.

    Tak apa. Yang penting bukan banyak sedikitnya jumlah peserta, melainkan kualitas saran dan kritik yang disampaikan partisipan.

    Setelah membaca dengan cermat rangkaian kalimat dari para peserta, inilah dua peserta yang beruntung:
    1. Aswin Hery Wijoyono
    2. Unting Patri Wicaksono Pribadi

    Masing-masing pemenang berhak atas satu buah kartu microSD 1 GB.

    Selamat untuk Pak Aswin dan Pak Unting! Sebentar lagi saya japri ya.

    Kepada seluruh peserta, saya mengucapkan terima kasih atas partisipasinya dalam sayembara iseng kali ini.

  13. Bapak Herry, maaf saya terpaksa tanya disini karena saya gak nemu alamat email bapak. Begini pak, saya hendak membeli BB tour, tapi teman saya menyarankan untuk membeli javelin karena menurut tmn saya di banyak forum BB tour mendapat banyak cela, salah satunya adalah 3G nya jelek. apa benar begitu? tlg bantuan pak herry untuk membandingkan antara javelin dan tour. terima kasih banyak pak herry

    (kalau bisa, dibalas melalui email saya saja pak di rivqi_jusuf@yahoo.co.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *