Selamat Ulang Tahun XL

Pada 8 Oktober 2009  XL berulang tahun ke-13. Segudang prestasi telah diukirnya selama beroperasi sebagai salah satu operator GSM di tanah air. Yang terbaru, konon layanan voice call XL paling andal selama terjadinya bencana alam di Padang. Betapa pun, tiada gading yang tak retak. Pasti ada nukilan-nukilan ketidaksempurnaan yang pernah atau sedang terjadi di XL.

Ketikkan saran dan kritik Anda terkait XL di bagian bawah halaman ini. Jangan lupa ceritakan sedikit tentang diri Anda. Di antaranya, nama, kota domisili, pekerjaan sehari-hari, dan kartu seluler yang Anda gunakan.

Kalau dulu Anda pernah menggunakan XL, namun kini berpindah ke operator lain, ceritakan mengapa Anda hijrah. Sebaliknya, bila sebelumnya Anda memakai layanan operator lain, lalu melirik XL, ungkapkan alasan Anda melakukan hal tersebut.

Tersedia dua paket hadiah untuk pengirim saran dan kritik terbaik yang masuk paling lambat 10 Oktober 2009 pukul 23.59 WIB.

1. Paket hadiah pertama terdiri atas voucher belanja Rp 100 ribu dan kartu perdana XL Internet Unlimited. Kartu unlimited-nya yang cukup mengisi ulang pulsa Rp 100 ribu per bulan, bukan yang Rp 150 ribu. Hadiah ini berlaku untuk pengirim saran terbaik yang berdomisili di Jabodetabek, Surabaya, Medan, dan Bandung.

2. Paket hadiah kedua terdiri atas voucher belanja Rp 100 ribu dan nomor XL Pascabayar cantik senilai Rp 3 juta. Nomor itu 100 persen gratis dan tanpa kontrak, tetapi tidak boleh dimigrasikan ke XL prabayar. Pemenang boleh memilih nomor yang diinginkannya dengan datang ke XL Center di
kota masing-masing.

Ingat, pengirim saran dan kritik yang tidak menceritakan jati dirinya otomatis tidak diikutsertakan dalam sayembara berhadiah voucher belanja ya…

57 thoughts to “Selamat Ulang Tahun XL”

  1. Saya memakai xl xplor kebetulan saya mendapatkan no cantik cuma saya gak sukanya sudah nonya cantik pembayaran auto debit kartu kredit tetapi limit kok masih dibatasi, seharusnya kalau memang benar debit kartu kredit limit sesuai dengan permintaan kita karena toh kalau andai saya tidak bayar khan urusannya saya dengan bank penerbit bukan dengan xl. Saya menggunakan layanan bb bulanan yang notabene butuh 150rb sendiri belum yang lain lain.
    Dahulu sering kali waktu bb harian pemotongannya terkadang dobel. semoga kritik dan saran bisa membangun xl yang menurut saya billingnya aneh bin ajaib

  2. Ikutan share ya Pak, mumpung ada jalurnya hehe..

    Saya Yosep dari Bandung, sehari-hari berwirausaha, sekarang menggunakan Telkomsel sebagai nomor utama saya untuk voice dan SMS, sedangkan untuk BB saya gunakan Indosat sebagai nomor utama. XL, tetap ada sebagai nomor cadangan saja.
    Tahun 2003, saya pertama kali serius membangun hubungan dengan XL, sebelumnya sempat ‘terpaksa’ karena waktu itu perdana XL adalah termurah Rp. 250.000 harga resmi dengan pulsa perdana Rp. 100.000, sedangkan perdana Telkomsel saya pernah beli setelahnya Rp. 700.000 pulsa RP. 100.000.
    Saat itu saya memilih XL sebagai nomor utama karena terkenal ‘bening’nya. Meski harus merogoh kocek agak dalam, saya pakai XL. Layanan CSnya pun prima, top markotop kata orang.
    Tahun 2008, saya lepas XL sebagai nomor utama, bahkan saya biarkan hangus saking keselnya, dan saya gunakan perpaduan Telkomsel dan Indosat sebagai gantinya.
    Saat ini, XL buat saya pribadi tidak bisa diandalkan untuk kepentingan pribadi maupun bisnis saya. Seringkali SMS sulit, voice keresek-keresek memalukan, layanan BB yang sering ngelag, sinyal 3G yang kembang-kempis, dan layanan CS yang semakin mengecewakan. Singkat kata, buat saya lebih tangguh voice dan sms si merah, layanan data BB si kuning, layanan CS yang ‘begitu-begitu’ saja tidak jauh berbeda. Terlebih untuk layanan data BB, ada milis support khusus dari komunitas Indosat yang disupport oleh Indosat sendiri. XL? Silakan tanya deh sama member milis BB, kemana orang-orang XL saat ada gangguan 😀

  3. pake Xplor udah dari 2005, nomornya unik, dan pernah tagihan kena 1 juta gara2 gprs 100mega doang, ga nyadar, haha,

    sejauh ini, tarif sms xplor mahal, dan juga pelayanan engga oke2 banget, abodemen terlalu mahal, murah pake yang prabayar

  4. Dulu saya selalu berpendapat bahwa pakai xl itu mahal dan merupakan kartu untuk kalangan orang menengah ke atas sehingga bertahun tahun saya hanya menggunakan kartu mentari dan im3. Namun sejak 2 bulan yang lalu ketika ada teman yang mereferensikan pakai xl untuk blackberry one, pada awalnya saya masih sangsi. Namun setelah saya menggunakannya selama 2 bulan ini, saya baru merasakan kalau xl itu memang murah, irit dan bagus signalnya. Saya sekarang benar benar senang menggunakan kartu xl. Xl memang nyambung terus.. Terima kasih atas service yang memuaskan dari xl. Selamat Ulang Tahun ya..

  5. Saya willy dari jakarta tepat’nya tinggal di city resort taman palem jakarta barat cengkareng..
    Wiraswasta..

    Saya udah lama pake xl, dari sejak smu..
    Sejak pertama saya pake xl saya sangat puas dengan signal dan promo-promo dari xl
    Tapi sejak 1 tahun terakhir ini, begitu saya pindah rumah di city resort ini saya sangat kecewa dengan xl..
    Begitu saya masuk rumah, signal ilang..
    Sampai saya harus beli antena seperti tv yg di harus ditempelkan pada hp saya..
    Padahal rumah saya bukan di pelosok atau daerah terpencil..
    Saya kecewa sekali dengan kejadian ini..
    Karna no xl saya favorite, sampai sekarang masih saya pertahankan..
    Padahal rumah saya hanya berjarak kurang lebih 1 km dengan xl centre, yg seharus’nya signal’nya full..
    Semoga dengan ini, pihak xl bisa lebih memperhatikan daerah” yg kurang jangkauan signal’nya..
    Terima kasih..

    Happy b’day xl..
    Maju terus & makin sukses..

  6. Saya menjadi pemakai Xplor sejak tahun 2007, karena waktu itu tarifnya cukup kompetitif dibanding operator lain bahkan dibanding xl prabayar.
    Pengalaman saya pakai XL, banyak kecewanya. Antara lain:
    – Sinyal naik turun mulu, ngabisin batrei hp, bikin suara jadi ga jelas waktu ditelpon ataupun menelpon;
    – menelpon ke operator lain sering kayak ngomong ke orang bego, harus mencoba lebih dari 1x karena biasanya usaha pertama gagal (di drop oleh XL) tanpa alasan yang jelas;
    – sekarang fitur xplor yang bermanfaat bagi saya hampir tidak ada. sms lebih mahal dari prabayar, begitu juga tarif bicaranya;
    – tarif GPRS relatif mahal dibanding operator lain;
    sekian dulu unek-unek saya.

  7. hmm…
    saya pelanggan xl baru-baru saja, sekitar lebih dari 3 tahun..
    Saya tertarik menggunakan xl dikarenakan (pada saat itu..) ada penawaran menarik tentang biaya percakapan dan tentu saja kualitas dari signal xl, yang menurut rekan saya “sakti mandraguna”. kenapa rekan saya berani berkata seperti itu, karena pada 2 lokasi, yaitu gunung tangkuban perahu dan gunung bromo, pada tahun itu hanya signal xl yang masih bisa berkomunikasi alias “dapat signal”..
    Dengan bangganya saat itu saya berani berkata “hehe.. nih gw pake xl, ga pernah ga dapet signal”..
    tapi ternyata pada akhirnya rasa itu kok seperti hilang tidak berbekas..
    beberapa hal penyebabnya adalah :
    – signal yang tidak stabil, dalam keadaan full tiba-tiba bisa jadi sos atau searching..
    – kadang sungguh sangat sulit sekali (4S) untuk dihubungi, selalu nada yang terdengar adalah handset saya tidak aktif, padahal signal dalam keadaan full. setengah tidak percaya saya test menggunakan no xl juga, yang hasilnya adalah….. sama saja alias podo wae rek..
    – billing statement yang diberikan biaya, memang sih katanya ada info kita bisa ubah dalam bentuk email sehingga gratis, tapi kok ga ada info yang langsung ke saya yah? padahal kalau kasih info tentang promo atau ringtone bisa sehari lebih dari 10x. sisipin kek 1 sms info mengenai billing. maklum ya, kadang billing statement ga saya baca, cara saya tahu kalau billingnya tinggi dan berapa nilainya mudah kok, ada peringatan keras dari istri melalui sms yg nadanya marah kenapa bayar telp mahal sekali. Salah satu tugas istri tercinta. Love You Darling, jangan marah yahh Piss..
    – dan yang terakhir, kok rasanya customer lama makin tidak dihargai ya. setiap ada promo selalu yang diberikan fasilitas adalah pelanggan baru. Mungkin saya sebagai customer lama nilai/bayaran per bulannya kecil prosentase jadi tidak perlu diperhatikan. sekali-kali perlu dunk dibuat reward utk pelangga yg sudah berlangganan > 6 bulan, biar ga dianggep anak tiri :p

    Mungkin itu saja pak HSW, sedikit curhatan saya sebagai rakyat biasa. Pada akhirnya mungkin timbul pertanyaan kenapa saya tetap menggunakan no xl sebagai no utama saya?
    sampai hari ini, jam ini, detik ini, masih belum ada provider yang saya anggap lebih baik dari xl di indonesia. Paling hanya setara dengan xl, atau bahkan lebih rendah pelayanannya..
    akhirnya buat apa saya bersusah payah migrasi kalau tidak ada yang dianggap lebih, nanti ujung-ujung saya curhat lagi disini dengan nama provider yang berbeda.
    Demikian pak HSW..
    Salam
    Mahito

  8. saya tinggal di Jakarta dan usaha sendiri dekat mangga dua square n perna ketemu hsw juga, sayangnya saya ngga perna pakai xl..
    kalau ikutan ngucapin gpp ‘kan
    Met ultah XL..
    klo boleh saran, hadiahnya jalan2 bareng luna maya dunk..

  9. Saya pengguna XL – Internet unlimited, so far untuk browsing kecepatan access masih jauh dari yang diharapkan … Saya yakin XL dapat terus meningkatkan kecepatan access ini …

  10. Nomor utama saya XL prabayar sudah saya miliki sejak lama. Pilihan saya waktu itu karena XL menjamin komunikasi data yang cepat dan stabil walau dengan tarif premium. Namun kemudian saya beralih ke operator lain karena komunikasi data tidak lagi memenuhi kebutuhan saya saat menggunakan BlackBerry.

    Nomor XL hingga kini tetap saya gunakan untuk menjamin komunikasi saya dengan kolega2.

    Selamat ulang tahun XL, tetaplah berusaha jadi yang terdepan dalam dunia komunikasi mobile.

  11. Ehm….kapan yah saya mulai pake XL? Ehm…kayaknya baru 3 tahunan……deh.
    Dulu ganti-ganti sampe satu titik..udah cape, dimarahin ama rekan / keluarga / temen..abis gonta ganti nomer melulu.

    Saya mulai tertarik dengan XL, waktu itu saya ingat, ada program telpon malem gratis…. yg sempet ngadat alias orang semua nunggu jam kalong buat telpon.

    Buat saya yang menarik dari XL bukan sekedar tarif murahnya saja, tapi lebih konsep yang sangat jelas yang ditawarkan oleh XL kepada pelanggannya.

    Selama bertahun-tahun pake bebas, ada ciri khusus / keunggulan XL:
    1. Dipastikan tarif tidak mahal.
    Jadi gak usah takut pake XL, sebab XL tidak memposisikan diri dengan tarif termahal, tapi malah terus memberikan tarif super hemat. Sampai menurut saya, tarifnya boleh dibilang udah murah banget deh. Jadi kalo ada lawan yang pasang tarif promo serba murah, gak perlu kuatir / panik dan memutuskan untuk pindah, yakinlah XL tetep murah kok. Semoga XL tetap konsisten sampai kapanpun

    2. Innovatif dan kreatif
    Kartu bebas bisa dipake murahnya tergantung kebutuhan, ada paket internet / paket sms / paket voice (XL CDMA). Bisa dipilih kok….praktis dan inovatif. Menurut saya yang paling berkesan dan kreatif adalah dulu pernah saya beli voucher khusus dapat gratis bensin (tambah sering isi pulsa).

    Saran:
    1. Mengenai paket data XL yg 50rb – dpt 130Mb per bulan jangan sampai dihilangkan kalo bisa kuota ditambah. Setiap hari selalu ada jam-jam tertentu dimana koneksi mengalami gangguan, push email terganggu / chatting saya terputus, kenapa yah..apakah apnnya tercampur dengan XL unlimited? Kalo gitu dibedakan saja karena saya pakenya yg limited kok….saya memang gak butuh unlimited tapi butuh kestabilan terima email + chatting

    2. Suara robot – saya pernah ngalamin telpon beberapa kali baik sesama XL maupun beda provider, tiba2 kualitas suara drop / kadang seperti suara robot.
    Apakah ini dampak tarif murah? Mesti ada solusinya

    3. Program-program loyalty customernya kok udah gak ada, dulu saya masih inget buy 1 get 1 kalo masuk ke tempat rekreasi atau sekedar santap di resto-resto tertentu. Malah sempet dapat gratis bensin. Ayo dong..kami nantikan kejutannya.

    Dari : 081932284798

  12. Halo,

    saya hernawan, penduduk asli indonesia 🙂 tepatnya di depok.
    karyawan biasa sehari2 nya.

    frankly speaking, baru memakai XL sekitar 2-3 bulan doang. dari pertama berponsel, karu yg dipakai adalah mentari. dan cukup handal sinyalnya
    (bukankah ini yg mostly dicari ?)
    sebagai kartu utama.

    malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih, itu kata pepatah. tapi pepatah saya berkata lain. HP jadul tak dapat diraih, hilang tak dapat ditolak.
    HP siemens S35 yg sudah bertahun2 setia, hilang jatuh ketika naik motor.
    jadilah momor utama berubah ke esia huawei monochrome yg sebelumnya hanya menjadi nomor cadangan.

    Dengan sedikit terpaksa, namun gembira –karena punya alasan ganti HP baru– belilah samsung i780.

    sejak saat itulah, saya menjadi orang yg plin plan. karena ini hp hanya menjadi hp cadangan.

    karena di depok, letak rumah saya di daerah bawah, di cekungan, maka sinyal-sinyal telpon rata-rata keok sebelum bertanding. satu demi satu dicoba. untuk voice masih katagori lumayan semuanya. namun untuk data dan berinternet, hanya provider2 lama saja yg agak bisa bertahan. bertahan naik turun dan tidak stabil maksudnya. provider2 baru — jelas — KO di ronde pertama.

    akhirnya iseng, beli kary perdana XL seharga 10 ribu rupiah. jelas bukan nomor cantik, dicobalah untuk akses data.

    wah, kok lumayan ini sinyalnya. meski 3g
    hanya kadang2, tapi lumayan lah dibanding yang lain. cukup stabil meski hanya dapat lambang G saja. baca-baca
    di web nyambung terus, ada paket yang lumayan murah. maka belilah saya paket 20 rb untuk 40 MB untuk satu bulan.

    Sudah hampir 3 bulan ini saya pakai, dan cukup untuk sekedar narik email dan baca2 berita. Cukup memuaskan.

    Tak ada gading yang tak retak. dan bukan provider jika tidak berusaha cari untung. kembali pengalaman menyedihkan terjadi.

    Paket 20rb/40MB secara rutin diperpanjang oleh XL secara otomatis. Tgl 13 sore hari, ada notifikasi SMS untuk mengingatkan agar saldo mencukupi untuk perpanjangan 20 rb besoknya. Saya cek, masih ada sekitar 50 rb. jadi aman.
    saya cek sisa quota internet, masih 25 rb an. wah hebat, tumben saya berhasil menabung pulsa :)).

    keesokan harinya, ada sms bahwa pulsa sudah dipotong 20 rb, dan quota internet bertambah 40 MB. tra la la,
    tra li li. bulan ini bisa kendorkan ikat pinggang, tidak usah ngirit-ngirit berinternet. attachment bisa didownload,
    dan … tentu saja bisa browsing dengan image di ON kan …, tentu saja bukan untuk gambar orang2 miskin yang tidak berpakaian lho ..

    Iseng cek di *111#, we la dalah, kok saldo internet malah menjadi 0 !!!. cek lagi dan cek lagi untuk meyakinkan. tetap saja 0 !. wah, jangan-jangan quota ini ikut kurs rupiah, yg melemah mulu sampe ke titik nadir.

    Menenangkan diri bentar, nulis email deh ke CS XL. gayung tidak bersambut, 1-2 hari, tidak ada respon. kirim lagi email yg sama ke CS. masih belum ada jawaban. Terbetik ide nulis di surat pembaca — satu2 nya senjata ampuh konsumen di indonesia yg tersisa — namun diurungkan, mengingat saya tidak pandai menulis. bisa2 menyusul menjadi kasus kedua yg di pengadilan kan. ya udah
    sabar saja. coba nulus di milis indocell dengan hati-hati dan sopan. tidak ada jawaban memuaskan juga.
    iseng cek di *111#, eh quota sudah menjadi 40 MB . wah ada kemajuan.

    Malu sebenarnya nulis email ke CS lagi tesebut. soalnya keledai tidak pernah jatuh ke lubang yang sama . sudah tahu CS gak pernah replay, masih saja nulis email.

    tapi karena saya bukan keledai, dan gak ada yang tahu saya nulis email lagi,

    nulis lagi ke CS XL, pulsa sudah nambah tetapi ke mana sisa bulan lalu ?

    dan sudah bisa diduga tanpa perlu mama loreng, tidak ada jawaban dari XL tentu saja.

    kedua kalinya, nulis di milis lokal yang kebetulan ada orang XL di dalemnya,
    dan ini ternyata lebih efektif. di dapat informasi ternyata quota bulan lalu tidak ditambahkan, alias hangus !!
    well, ada 2 kemungkinan, saya kurang teliti baca terms of conditions, atau memang keterangan tersebut tidak ada di web.

    ternyata sinyal kuat XL disertai sinyal lemah CS nya.

    selamat ulang tahun XL. bertambah umur semoga disertai bertambah kemajuan.

    berani dong, muncul dengan gebrakan yang
    sesungguhnya, pulsa yang bener2 murah dibanding kompetitor.
    bukan cuman murah tapi ada bintang-bintang kecil dibawahnya.

    btw, kapan HTC hero bundled nya muncul ?
    masak gak berani saingin si iphone ?

    regards

  13. Sejak tahun 2006 saya menggunakan nomor pascabayar XL sebagai nomor cadangan karena suami saya menggunakan XL juga.
    Sekitar pertengahan tahun 2009 saya juga sempat memakai fasilitas BIS harian XL selama beberapa hari dan cukup memuaskan.

    Fasilitas BIS harian saya hentikan karena setelah mencoba saya merasa belum membutuhkan fitur2 Blackberry.

    Kemudian di akhir September 2009, karena kebutuhan saya membeli kembali handset Blackberry second dari seorang rekan milis Gadtorade.

    Ybs juga menggunakan BIS XL sehingga kami sepakat untuk tidak me-release PIN karena toh saya juga akan menggunakan BIS XL.

    Setelah BB saya terima, saya aktifkan BIS XL hasilnya pushmail tidak berfungsi. Fasilitas chat dan browsing lancar.

    Saya telpon ke CS XL di 817 sampai berkali-kali. Ada yang menyarankan batere dilepas, kirim registrasi HRT. Setiap kali telpon, selalu diminta PIN dan IMEI lalu di ujung2nya selalu mengatakan : “Nanti akan kami sampaikan ke Team Blackberry kami dan mohon ditunggu hingga 1×24 jam”.

    Untunglah rekan milis yang menjual BB ke saya sangat kooperatif. Akhirnya kami sepakat untuk mencoba release pin dan rekan milis tersebut yang akan melakukannya via 817.

    Sebelum pin di-release, saya menghentikan BIS XL saya.

    Release PIN berhasil, lalu saya coba kirim BB ON ke 568. Hasilnya?? Semua fasilitas BIS tidak berfungsi, padahal sudah GPRS.

    Saya telpon kembali ke 817, jawabannya sama, register HRT. Habis kesabaran saya, lalu saya kirim sms BB OFF ke 568. Aneh sekali, GPRS masih huruf besar.

    Akhirnya saya datang langsung ke XL Center di kota saya.

    CS-nya ramah. Tadinya BB saya akan dicek status PIN dan IMEI-nya bagaimana. Kata si CS setelah mendengarkan cerita saya, kemungkinan PIN saya dicloning.

    Lalu handset BB saya dibawa ke ruangan di belakang counter CS. Kira-kira 10 menit kemudian, si CS keluar lagi sambil mengucapkan kata maaf karena status BB saya belum bisa dicek saat itu karena sistem sedang tidak bisa. Saya diminta meninggalkan nomor telpon yang bisa dihubungi.

    Beberapa jam kemudian, CS tersebut menelpon dan mengatakan bahwa dugaan PIN saya dicloning ternyata benar. Lalu saya minta PIN itu di-release. Dan menurut CS tersebut sudah di-release dan mempersilakan saya untuk mencoba BIS dari provider lain.

    Tidak lama setelah mendapatkan telpon tersebut, saya membeli 2 perdana prabayar, yaitu perdana XL dan perdana Mxnxaxi.

    Yang saya registrasi adalah prabayar XL karena saya masih penasaran. Saya tunggu 5 menit tidak ada balasan sms registrasi berhasil. Sedangkan saya sudah tidak minat telpon ke 817 lagi.

    Akhirnya saya aktifkan perdana satunya. Tidak sampai 1 menit, registrasi berhasil. Lalu saya isi pulsa dan saya aktifkan BIS-nya. Semuanya lancar, dari chatting, browsing dan push mail semua berfungsi. Ini sudah berjalan selama 4 hari.

    Saya akan segera menutup nomor pascabayar XL saya.

  14. ikutan nimbung ah.. saya Devy dari bekasi. Sama seperti mas Allan, pertama kali saya pake XL pas ada promo nelpon malem gratis.. jaman-jamannya pacaran xiixixi.. beli perdananya saat itu 15rb perak, dapet nomor cantik menurut saya – 11 digit. Sampai saat ini saya masih pakai, wlo cuman sekadar dipakai buat browsing, sms/nelpon ke sesama XL, yang bikin saya tertarik, sebenarnya XL itu banyak mengadakan promo kyk telpon tarif cdma, telpon murah sampai puas sampai promo kirim 8 sms gratis 500 sms (yg ini blom nyoba). yang positifnya lagi dari XL adalah perpindahan antar paket itu relatif mudah, hanya cukup meng-akses satu nomor *500# semua bisa terpenuhi.

    yg saya kurang sreg dari XL..mungkin coverage area, tarif paket data yang masih lebih mahal dari operator lain dan yang nyebelin kadang ngga transparan dalam mempromosikan suatu “paket” baru.. uughhhh. oia, tarif sms pas int’l roaming juga ampun2an dah… oia satu lagi, yg bikin saya heran, XL kan menganut tarif per-detik.. kenapa juga dengan sisa nominal pulsa dibawah 2000perak ga bisa dipake nelpon? miskol aja ga bisa 🙁 trus sama spt mas Allan, waktu dulu menyicipi telepon gratis tengah malem, kadang sedang asik nelpon, tiba2 call-drop bahkan saya lagi ngomong sama si A tiba2 masuk suara lain dan suara si A menghilang digantikan suara lain tsb, jadi percakapan ngga nyambung.. yaaah saya mah maklum aja, namanya jg gratis.

    but, eniwei, met ultah buat XL.. sukses terus dan klo bisa syarat dan ketentuannya dikurangi.. syarat dan ketentuan itu bikin ilpil *pissss*

  15. Serpong, karyawan. Pake kartu Bebas, awalnya saya pake xplor karena promosi bebas lebih menguntungkan konsumen saya migrasi ke bebas. Kejadiannya kurang lebih dua tahun yang lalu sewaktu saya migrasi ke bebas saya di haruskan membayar semua tagihan tersisa, setelah saya lunasi kenapa satu tahun ke depannya nomor hp saya 0817164285 di blokir tidak bisa telpon&terima, yang menurut customer xl wtc serpong no hp sy masih ada sisa tagihan abodemen. Ini benar-benar merugikan saya. Kenapa pihak XL tidak mengirim sms, surat atau telpon pemberitahuan kepada saya. Sekali lagi yang saya kecewa bukan tagihannya tapi memblokir kartu tanpa pemberitahuan kepada saya. Saya benar-benar puas dan benar-sampe puas dengan no XL saya ini sms ke semua operator hanya Rp 9,- sehingga saya tidak mau pindah ke operator lain. Di ultah yang ke-13 ini, mohon XL membuka lagi paket datanya Rp 100.000,- sepuas-puasnya sehingga masyarakat Indonesia benar-benar puas dengan Paket Murah Meriah yang di tawarkan XL. “MAJU TERUS XL Selamat Ultah YA…………”

  16. Saya berdomisili di Serpong, Tangsel. Pekerjaan sehari-hari sebagai IT Engineer. Saya menggunakan XL sudah sejak tahun 2005. Sebelumnya saya menggunakan IM3 dari Indosat.

    Alasan menggunakan XL waktu itu agar memudahkan saja dalam melakukan pembayaran pulsa. Sebelumnya saya menggunakan kartu prabayar sehingga repot kalau pas pulsanya habis. Apalagi XL ada sistem quota sehingga aman dari kebobolan. Ditambah lagi waktu itu boleh pilih-pilih nomor sehingga semakin menambah keyakinan saya untuk hijrah ke Xplor.

    Beberapa minggu terakhir saya mengaktifkan fitur internet di ponsel xplor saya. Namun beberapa hari belakangan ini saya sudah tidak pernah lagi berhasil mengetahui berapa sisa quota internet saya. Mohon untuk XL agar secepatnya memperbaikinya agar tidak banyak yang dirugikan akibat dari penggunaan internet yang over quota.

    Semoga untuk kedepannya pelayanan XL bisa semakin bagus lagi. Bravo XL !!!

  17. Ian, Graphic Designer di Bogor sudah pakai nomor Pro XL (dulu kan masih pake PRO) sejak taun 2001, brarti udah 8 tahun!, perdananya aja masih mahal bgt 300rb!, bagusnya banyak program tarif murah tapi sayangnya ko sering berubah tanpa info apa2 ke pelanggan, dan akhir2 ini sering sekali putus ditengah percakapan. mudah2an kedepannya setiap ada perubahan promosi atau tarif diinformasikan dulu ke pelanggan. oh ya kalau bisa tarif internetnya lebih murah dong+unlimited ok!…go XL !

  18. Saya karyawan swasta di salah satu pabrik konektor dan terminal di kawasan industri Bekasi. Pekerjaan sehari – hari sebagai administrator server dan masih menggunakan XL sampai dengan sekarang.

    Awal saya pake XL sekitar tahun 2001/2002 karena disamping kuliah (di Jogja) ada kerjaan sampingan yang memaksa saya untuk beli ponsel. Pemilihan XL karena operator lain masih susah mendapat paket perdananya yang bahkan sampe inden. Waktu itu XL termasuk mudah didapat karena mungkin peminatnya gak banyak sesuai dengan jumlah jaringannya…Buat saya sih yang penting saya bisa dihubungi selama masih di jogja.

    Saya termasuk yang puas dengan layanan XL meski saya sudah hijrah/urban ke Jakarta untuk mencari nafkah. Namun sayang ponsel pertama saya beserta no XL harus direlakan hilang kecopetan di Kopaja padahal masih dalam pencarian kerja tuh…Untungnya lamaran kerja juga saya cantumkan nomor telpon rumah saudara. Mungkin memang sudah jalannya seperti ini saya harus ganti nomor karena yang hilang masih nomor Jogja. Untuk nomor baru (Jakarta) saya pun masih menggunakan XL sebagai pilihan.
    Sampai akhirnya pada sekitar tahun dimana mulai keluarnya layanan XL Jempol. Entah mungkin karena jaringan collapse atau lainnya seringkali sms saya pending dan nomor saya tidak dapat dihubungi padahal ponsel saya selalu aktif.

    Karena saat itu saya sedang pedekate dengan pujaan hati otomatis hal tersebut sangat mengganggu sekali. Akhirnya kami putuskan untuk sama – sama ganti operator. Karena memang waktu itu mantan pacar saya tidak pake XL dan kebetulan XL juga sedang masalah maka kami sama – sama ganti ke operator I.

    Setelah sekian lama menempati rumah baru (di Bekasi) ternyata jaringan operator I khususnya untuk komunikasi data/internet sangat memprihatinkan. Dan setelah hunting info dan coba – coba akhirnya sekitar tahun 2006/2007 saya balik lagi pake XL dan mantan pacar saya (istri) untuk pertama kalinya pake XL juga.

    Saat ini saya sendiri pake 2 nomor XL. Satu untuk voice dan sms sedangkan satu lagi untuk data. Dan sampai sekarang saya masih belum mendapatkan paket data (prabayar) yang lebih murah daripada XL. Sejak menikah saya sudah jarang main telp dan lebih banyak akses data. Dan sejauh ini secara umum koneksi data masih terbilang cukup baik paling tidak di daerah tempat tinggal saya (bekasi). Sayang sekali saya belum mendapat kesempatan untuk dapat membeli paket data unlimited yang tak terjangkau di kantong saya. Jadi untuk saat ini cukup puas dengan paket data prabayar saja.

    Saran:
    1. Perluas dan perkuat jaringannya.
    2. Lakukan penyeimbangan antara jumlah user dan infrastruktur.
    3. Permudah perhitungan tarif.

  19. Berdomisili di BSD saya sempat sangat sering melakukan perjalanan keluar kota sesuai dengan tuntutan pekerjaan. Selama ini saya hanya mengenal xl sebagai operator yg mahal karena ‘coverage’nya yang sangat bagus digedung-gedung dijakarta, tapi kurang begitu jelas kalau posisinya diluar pulau Jawa.

    Saat jenis perkejaan saya berubah dan pas bantu kawan diboothnya pada salah satu acara dimana XL menjadi sponsor utama, disitulah saya berkenalan dengan product XL: internet broadband dengan sistem quota.

    Karena ingin mencoba fiturnya maka akhirnya saya memutuskan untuk membeli 1 nomer xl untuk dipergunakan sebagai internet broadband linmited.

    Selama test di jakarta dan dikantor sering terputus sendiri dan berdasarkan meter di PC sendiri disadari kalau sering putus sambung maka akan beresiko mencapai quota yg diberikan tanpa mendapatkan hasil yang diinginkan.
    Akhirnya sebelum quota mencapai diputuskan menunggu hasil billing dan sangat mencengangkan kalau trial dijakarta dan bsd telah menggunakan quota yang sangat besar melebihi meter yang kita catat diPC.

    Setelah komplain, akhirnya disepakati kalau pada bulan berikutnya akan diadjust.
    Pemakaian dibulan ke2 dan ke 3 kita pergunakan seperlunya saja (download email header, tanpa berani download isinya) ternyata, lagi-lagi billingnya menyatakan overquota walaupun 10-20Mb saja.

    Akhirnya saya besikeras dan mengirimkan data penggunaan meter diPC, saya lupa saat itu mempergunakan modem PCMCIA merk apa tapi ada log file bw yang dipakai untuk upload dan download. Jadi saya print file tersebut dan saya fax ke CS XL, setelah saya yg berinisiatif untuk follow-up sampai 3x dan tidak ada kejelasan, akhirnya saya menyerah dan biling 2 bulan berikutnya saya tidak bayar.

    Wong total yg saya bayar selama 3 bulan saja sudah lebih mahal dari yang dipakai!.

    Sampai hari ini kadang saya berpikir apakah billing sistemnya XL akan ada perbaikan? Yang ada adalah kalau saya akan mempergunakan layanan XL maka saya punya tunggakan (padahal tidak pernah digunakan lagi kartunya). Lah piye ini?

    Mudah-mudahan setelah ini tidak ada lagi pelanggan yang dirugikan seperti saya.

  20. Saya Reza (30) yg bekerja disalah satu hotel di bilangan Thamrin , Jakarta.
    Saya memakai XL sudah hampir 10 thn Sejak jaman kuliah dulu sampai sekarang,Teman-teman pun selalu bertanya kenapa memakai XL bukan ops A,B atau C dan dengan bangganya saya bercerita tentang kelebihan-kelebihannya,Sampai saya mengikuti Program-program XPLORE MGM ke teman-teman saya,tapi sayang beberapa kali saya di rundung masalah dari XL sendiri yang menyebabkan saya harus complain ke Mega Kuningan (pusat) karena XL SHOP tidak mampu/tidak bisa memberi keputusan hal tersebut dan malahan sering kali terdapat Miskomunikasi.
    Semua layanan sudah saya coba dari Pra Bayar-> Xplore -> Pra bayar. Malahan kekecewaan saya yang paling mendasar adalah XL menghanguskan Nomor Utama saya yang sudah saya pakai selama 8 tahun cuma gara² Pihak XL sendiri tidak mengerti dengan apa yang saya inginkan. Inilah kurang sigapnya SDM dari XL sendiri kok masalah produk knowledge nya kurang di CS even tidak semua CS yang seperti itu.
    Sampai saat ini saya Tetap setia dengan XL sebagai nomor utama Meskipun di ponsel saya yang lain Menggunakan operator lain di Indonesia.

    Thanks XL
    :: HAPPY BIRTHDAY ::
    Keep Up The Good Work just remember User is a great assets..

    Regards,
    Ejha™
    +628187763xx

  21. XL ya ? Hm… domisili saya di Surabaya, sudah pakai lebih dari 3 tahunan, pernah dipakai internet corporate unlimited, migrasi dari pra ke pasca, terus ke corporate, balik lagi ke prabayar, sepertinya secara sistem semuanya bisa lancar, namun saya masukkan kritik ke birokrasi yang ruwet, jadi kalau ada yang bilang kalau bisa susah kenapa harus digampangin itu yang saya rasakan pada proses migrasi.

    Secara kualitas kinerjanya selama beberapa tahun ini naik turun, kalau naik sebentar, turunnya agak lama, jadi saran sih kalau promosi harusnya disinergikan divisi marketing dan teknisnya dong, biar nggak kedodoran di kualitas.

    Anyway overall dari nilai 1-100 saya taruh performa XL di 70, dan jujur saya merindukan performa customer servicenya yang di awal2x tahun XL berdiri, dimana mereka dibekali pengetahuan yang cukup, sehingga banyak masalah bisa diselesaikan dengan hanya call ke CS saja, sekarang ? Sudah harus bayar 350/call ke CS, masalah masih belum bisa diselesaikan hanya via call, harus ke XL center…

    Semoga performa XL kedepannya lebih baik dan inovatif.

  22. Saya David, tinggal di Jakarta. Sehari-hari berprofesi sebagai karyawan swasta dan juga menjalankan hobby jual beli di internet.
    Kartu XL yang pertama kali saya gunakan adalah XL Internet Unlimitted (100 ribu) yang sejak kemunculannya sudah membuat saya langsung tertarik, dikarenakan tarif dan layanan yang disediakannya sangat berguna untuk aktifitas telekomunikasi saya sehari-hari menggunakan Windows Mobile Phone Samsung i780. Selain tarif internet yang menarik, tarif telpon dan sms juga sangat menarik, apalagi saat ini sudah ada paket SMS, GSM harga CDMA, dll, yang makin membuat XL istimewa. Yang jelas sangat terasa adalah, sebelum saya menggunakan XL, tagihan telpon saya dari pasca bayar operator lain sangat membengkak, baik untuk sms maupun telpon. Sekarang setelah menggunakan XL, pengeluaran saya untuk pulsa/tagihan telpon tinggal 1/2 nya saja 🙂
    Mengenai kritikan buat XL, hmm… saat ini yang saya rasakan masih kurang adalah coverage area untuk sinyal 3G XL di luar wilayah Jabodetabek. Di kota-kota besar seperti Semarang & Solo misalnya, coverage 3G XL masih sangat kurang, bahkan nyaris tidak ada. Yang berikutnya adalah reliabilitas. Seringkali koneksi internet XL (kebetulan saya gunakan untuk “push mail” menggunakan google sync dan SEVEN) tiba-tiba idle sendiri, dan harus reconnect untuk bisa aktif kembali. Tidak terlalu mengganggu, tapi alangkah baiknya apabila tidak terjadi 🙂
    Saran untuk XL:
    1. Semoga ke depannya coverage area 3G XL bisa merata di semua wilayah yg sudah tercover, sehingga akses data maupun suara yang menggunakan 3G bisa makin dirasakan oleh semua pengguna XL (internet, video call, dll)
    2. Semoga XL bisa selalu menghadirkan paket2 menarik seperti yang sudah ada saat ini (terus dipertahankan), dengan tarif yang terjangkau dan service serta kualitas terbaik.

    Salam,
    David

  23. d rachmawan – bandung

    perkenalkan, saya dipanggil awan dan domisili di bandung 🙂

    XL… itu nomer pertama saya saat baru memiliki handphone jaman SMU dulu, saya puas dengan suaranya yang jernih. bahkan saat itu ketika saya rekreasi 1 sekolah ke bali, hampir disetiap pelosok sinyalnya kuat dan gada putus.

    tapi saya kecewa saat saya mudik kerumah nenek saya (malang selatan), disitu tidak terjangkau oleh sinyal XL. jadinya saya susah berkomunikasi..

    dan sekarang saya udah bekerja diperusahaan IT bandung, saya menggunakan nomer Tsel sebagai GSM saya. tetapi saat ini saya mulai melirik kembali ke XL, kenapa??
    1. ada cewe yang saya dekati dia memakai nomer XL, kan lebih murah dong kalo mo telepon2 lama
    2. teman2 dikomunitas club mobil pada dominan XL, bahkan sering teleconverence.. gw yang ga pake XL kan jadi kehilangan informasi dan silahturahmi
    3. club mobil.. di sponsori oleh XL tentunya… hehehee
    4. pengen coba internetnya yang cepat itu lho.. 🙂

    tapi saya ada saran buat XL, harga boleh murah tapi jangan korbankan kualitas dan terus tingkatkan jangkauanmu XL. semoga saya dapat no XL cantik minggu ini.. 🙂

  24. Saya belum pernah merasakan ke dahsyatan jaringan XL,
    selama ini saya pake product nya Telkomsel – kesan di awal masih terbawa sampai saat ini bahwa product XL itu mahal walau Telkomsel juga ampun2 an mahalnya – tapi kalau harus pake effort ( ribet ) – saya lebih milih stay di Telkomsel Unlimited .

    Kritik buat boss Herry – sering pelit dalam hal bagi2 ilmu …. & sering bikin penasaran dengan cara menunda informasi yg menurut banyak kalangan sangat menarik ….

    Salam
    Echost

  25. nama saya andik, pekerjaan saya adalah seorang polisi. pekerjaan saya ini menuntut saya untuk selalu berpindah-pindah domisili mulai dari semarang, kotabaru (kalsel), martapura, banjarmasin dan sekarang di jakarta. saya mulai memakai XL mulai dari Kotabaru sampai sekarang. untuk coverage alhamdulillah bagus. dulu, saya memilih xl karena ada paket sms dan paket bicara. waktu itu saya memakai dua kartu yaitu mentari dan XL. namun saat saya pindah ke pedalaman kalimantan, saya harus meninggalkan yang namanya HP karena semua operator tidak ada jaringan.
    setelah 1 tahun, saya pindah ke banjarmasin. namun kecewanya saya karena kartu XL tersebut sudah melewati masa tenggang dan tidak dapat dihidupkan lagi.sekarang saya memakai Blackberry One dengan kartu XL. sampai saat ini layanannya cukup memuaskan.
    saran dan kritik saya adalah:
    1. tingkatkan coverage xl sampai ke pedalaman kalimantan, karena di sana juga banyak pemukiman yang membutuhkan layanan komunikasi, terutama daerah tujuan transmigrasi.
    2. semoga nantinya XL bisa membuat masa tenggangnya tak terbatas atau paling tidak nomor yang mati bisa dihidupkan lagi karena saat itu saya sempat hilang kontak dengan teman-teman saya.
    3. bravo untuk tarif yang lebih murah dari CDMA.
    demikian,
    SELAMAT ULANG TAHUN XL…………

  26. Saya adalah pengusaha
    di bidang advertising(35th)
    (masih berkembang,
    Hehehehehe )
    yg lebih sering tinggal
    di Jakarta, krn sebelum
    nya tinggal di surabaya.
    Pernah menggunakan la
    yanan XL sebagai peleng
    kap krn tawaran biaya
    Komunikasi yg murah(se
    sama XL). Tapi karena
    pertimbangan jaringan,
    dan posting biay yg double
    maka saya tutup.sktr taon
    1999(agak lupa sih)
    Trus kemaren krn diberi
    Ratjun terus ama rekanan
    Tentang bb, maka nyoba
    Iseng nanya2 terus laya
    nan bb. Kebetulan ada
    paket layanan dg cc BCA,
    maka saya nyoba nanya dan
    akhirnya deal(pinjam cc
    Kakak). Waktu pertama,
    sebulan, dua bulan, wow
    Asyik,.. Maklum orang gaptek
    Jadi asyik aza, lama2 dira
    Tjuni lagi sama teman yg tadi
    Untuk melihat jaringan operator
    Yg lainnya(sebagai pembanding)
    Tapi anywai, XL dan ? tjukup
    Membantu sekali utk komunikasi
    Data, bbm, ym dan browsing deh,
    Apalagi harganya tergolong murah
    Kan??( Waktu itu).
    Nah bbrp masalah muntjul
    Ketika saya ikut milis, dmn
    Banyak info yg saya dapat
    Dr milis bb tersebut,termasuk
    Layanan cs, aktivasi, harga,
    Os, dll. Ternyata saya tahu
    Tentang itu semua bukan dr ops.
    (Mungkin keterbatasan waktu yah?)
    Mulai muntjul masalah lg,
    Waktu saya sering keluar pulau(sumbar,
    Riau, dsk) waktu agak masuk ke desa
    (Pedalaman) uda mulai lost contact.
    Trus muntjul lg masalah ketika
    Saya rekom ke istri dan kakak saya,
    Ternyata adanya miskom dg sales kartunya
    (Kita-saya dan kakak_ beli di gerai
    pameran XL). Ada pembatasan limit yg kita
    setujui sjmlh 100rb(krn kata salesnya
    Ini utk limit voice,sedang
    Layanan bb nya uda masuk setjara
    Otomatis, krn waktu pendaftaran kita
    Minta utk daftar layanan ?)
    Tp nyatanya sering kali kita tidak bisa
    Menggunakan krn limitnya uda abis.
    Sehingga harus beberapa kali
    Minta kenaikan limit, ternyata walau sudah
    Naik limitnya hingga 200rb, jg belom bisa
    Digunakan, dg alasan(oleh CS) saldo itu
    Ada yg mengendap(sktr 50rb) wkt proses
    Pentjetakan tagihan.
    Jadi setiap akhir bulan layanan ?
    Nya tidak bisa digunakan.
    Akhirnya sekarang saya pake axis,
    Kaka masih xl dan istri saya pake im3(krn
    Tjuman butuh buat ym, message aza kok.
    But aniwe thank buat support selama
    Ini dan sukses deh,
    Tiada gading yg tak retak, but
    XL dan team jg mau melakukan yg terbaik
    Itu juga yg saya liat.
    Salam sukses selalu and hepi besde.
    Noel

  27. Saya Tommy, pekerjaan karyawan di perusahaan yang sudah berbasis paperless.
    Mulai pertama berlangganan XL untuk pasca bayar dan dapat no cantik, waktu itu karena ada paket bundling dengan hp, tapi setelah dipakai, ternyata memang jaringannya bagus, jarang terputus
    Nah, sejak jamannya blackberry mulai banyak, sy masih coba bertahan dengan hp berbasis PDA Windows mobile dan coba pake blackberry connect.
    Dicoba hingga beberapa hari, ternyata ga bisa jalan juga.
    Sampai akhirnya, terpaksa beli handset Blackberry tp bundling dengan kartu ops lain, karena waktu itu XL masih mahal.
    Ternyata, memang pada saat saya coba ? connect, ternyata memang koneksi data lagi ada problem.
    Jadinya rada nyesel juga.
    Mudah-mudahan tahun depan bisa pakai koneksi data XL lagi

  28. Saya Andre,pengguna pra bayar xl yg berprofesi sebagai sound editor tv program di selatan jakarta..Perdana yg saya gunakan pertama kalinya adalah Pro XL.Lalu nomor tersebut saya pindah tangankan dan saya beralih ke kartu lain.Saat itu (baca:sampai sekarang) sebenarnya sinyal xl (dalam urusan telf&sms) cukup memuaskan.Namun harga yang ditawarkan untuk saya yg masih seorang pelajar (saat itu) cukup mahal.

    Setelah beberapa sim card gsm (menurut saya sih sudah semuanya) saya coba akhirnya saya memutuskan hanya menggunakan cdma…Seiring berjalan,saya sering mendapatkan complain dari semua orang yg berusaha menghubungi saya selalu gagal.Lalu saya mulai memikirkan untuk menyandingkan cdma tsb dgn gsm.Karena dalam pikiran saya xl-lah jalan keluar dari masalah sinyal.Maka itu saya sekarang menggunakan nomor gsm kembali dan mendapatkan XL BEBAS (Pro XL saat itu sudah tidak ada).

    Saat ini saya mengikuti program UNLIMITTED INTERNET XL dengan biaya 99rb/bulan..Sedikit kritik saya adalah mengenai waktu/tanggal pemotongan pulsa tiap bulannya selalu berubah.Sehingga saya merasakan kalau hitungan 1 bln-nya itu tidak sampai 30hari.

    Sinyal 3G xl yg ditawarkan juga sering bengong,indicator dlm device penuh tetapi internetnya dc (disconnect).

    Saya mengharapkan adanya perhatian dari pihak xl mengenai masalah ini.Saya telah menggunakan paket internet sepuasnya ini sejak pertama kali di-launching-kan..Terima kasih,Tuhan memberkati..

  29. Saya mulai pake XL waktu saya mulai pacaran dengan istri saya yang waktu itu di Bali di tahun 2004. Ketika itu saya sulit jika harus menelpon secara intens. Kalo dipikir-pikir, XL sangat berperan dalam menjaga intensitas hubungan saya dengan istri saya waktu itu. Kalo tidak salah, itu pertama kali Xl mengeluarkan produk “bebas” dengan sms 100 sms/hari. Dengan feature itu saya berhasil menjaga intensitas hubungan kami.

    Sampai sekarang XL adalah satu-satunya operator yang aktif berkreasi, berpromosi dan terus melakukan inovasi baru khususnya di masalah tarif dan iklannya pun menarik.

    Catatan saya ke XL adalah masalah jaringan. Kita sadar bahwa jaringan adalah investasi yang mendasar. Karena Indonesia adalah negara yang besar dengan jumlah penduduknya yang tinggi, tentu program XL ini sangat “masuk” di masyarakat Indonesia. Hal ini mengakibatkan perlu di jaga kualitas jaringan. Sekarang jaringan XL masih belum stabil dan tersebar merata di Seluruh Indonesia. Kadang-kadang memang bisa membuat kami, pelanggan XL “maki-maki” karena jaringannya yang parah. Complaint ke customer service atau datang ke XL center yang customer servicenya tercantik jika dibanding operator lain pun, tidak bisa membantu malah jadi tidak enak marah-marah ke wanita cantik yang tidak mengetahui jelas solusinya karena memang ini adalah masalah jaringan dan sudah menjadi wewenang tingkat atas.

    Sekarang saya memakai Telkomsel untuk internet data, Indosat untuk jaringan Blackberry dan XL untuk telepon dan sms. Hanya sepertinya memang kita belum bisa untuk mengandalkan di 1 operator saja.

    Tapi tidak apa-apa. Saya yakin semua juga berbenah untuk lebih baik. Sekali lagi, pada kesempatan ini saya juga mau menyampaikan terima kasih dan apresiasi saya terhadap XL yang berperan banyak sekali dalam komunikasi dan hubungan saya dengan istri seperti yang saya ceritakan di awal.

    Selamat Ulang Tahun XL..

    Salam,

  30. Saya memiliki 3 nomer XL.
    Pertama no XL sy punya 11 th yg lalu dg harga 75rb yang katanya no.cantik, dg alasan perhitungannya adalah per detik seinget saya dan 10 detik pertama gratis *maklum kantong tipis*. Lalu saya hibahkan nomer tsb ke ortu saya, tapi sayang berhubung prabayar, ortu ke LN cukup lama lupa isi ulang, setelah balik di bulan agustus 2009 kemarin nomer tsb sudah hangus. Hubungi XL Center, namun tidak bisa menghidupkan kembali.

    Saya suka dari sistem billing XL adalah hitungan per detiknya, yang menurut saya fair, meskipun kalau dihitung-hitung bisa lebih mahal dari operator lain.

    Namun belakangan, saya cape melihat promo XL yang ada, terlalu banyak jargon, syarat dan ketentuan. Kalau memang mau kasih murah ya kasih lah yang murah tanpa syarat, jelaskan berapa tarif per detik atau per menit nya. Lebih mudah dan enak di cerna. Sampe nggak tau sekarang saya pake paket yang mana setelah dipindah nomer xplor ke prabayar.

    Internet untuk daerah saya Kebon Jeruk, Jak-Bar cukup OK. Saran saya, dengan semakin dewasanya XL, maka dewasa juga dalam melayani konsumennya. Pelayanan di XL Center perlu ditingkatkan, sebagai penyedia jalur komunikasi, seorang CS di XL Center harus menunggu giliran untuk menggunakan HP yang disediakan jika ingin mengkonfirmasi permintaan konsumen kepada departemen lain di XL.
    Tidak perlu ikut-ikutan perang harga pake 0,00….1/detik, jika memang XL bisa menunjukkan harga dan kualitasnya, pasti nama harumnya juga akan tercium di mana-mana.

    ! Selamat Ulang Tahun XL yang ke-13 !

  31. sudah lebih dari 8tahun saya memakai XL saya domisili di kota kabupaten di jawa timur terus terang dulu nomor utama saya si MERAH paska bayar, seiring dng perkembangan teknologi ponsel dan perkembangan BTS di pelosok desa dan gunung signal XL yg bisa aktif… oleh karena tugas saya yg sering ke pelosok desa dan ke pegunungan tanpa terasa XL mengeser nomor utama saya tanpa ba bi bu akhirnya saya migrasi ke paska bayar dng asumsi lebih fleksibel dan tidak ribet dng permasalahan isi pulsa. apa lagi setelah berkembang ke tegnologi blackbery terus terang no utama saya yg dulu sering saya non aktifken krn ribet bawa gadget banyak…. satu saran saya u\XL mohon pertahankan kwalitas deh jangan kejar jumlah pelanggan aja orang sekarang lebih mengandalkan kwalitas kok dari pada murah kata orang jawa “murah kok njaluk slamet” demikian sekedar tulisan dari saya

  32. Oh ya. domisili saya di Jakarta. Pekerjaan saya adalah bagian produksi di Event Production. Terima kasih.

  33. Saya firman, domisili cileungsi. karyawan suatu bank swasta asing.

    saya mulai menggunakan XL prabayar sekitar thn 2004, dgn alasan sudah terlalu banyak teman sy yg menggunakan (maaf) T-*el dan I-*at :).
    kemudian di migrasikan ke XL Unlimited coorporate dgn biaya bulanan 260rb, bonus call & SMS senilai 25rb.

    tapi kemudian XL mewajibkan migrasi kembali ke XL prabayar atau ke paket lain dgn quota hanya 250Mb (maaf kalo salah soalnya sdh lama). karna program coorporate telah usai.
    pada bulan ke empat sy menggunakan XL unlimited coorporate, tagihan saya mencapai hampir 600rb rupiah… wow!
    lalu sy putuskan untuk menutup nomer itu, padahal nmr tersebut sdh byk rekan & keluarga yg tau :(.

    (sekali lagi maaf) sy tidak membayar tagihan yg hampir 600rb itu, krn memang tdk membudgetkan tagihan telpn senilai itu.

    kemudian hampir 1thn trakhir sy menggunakan kartu si rp 1/kb. sampai 2bln lalu iseng2 beli perdana XL lagi, dan baru tau ternyata ada paket 10rb untuk 10mb, dan baru sekitar 3 minggu ini berubah jd 10rb/15Mb, bravo XL!
    sy sendiri menggunakan paket 20rb/40Mb, agar dapat mengontrol pemakaian internet. dan memang keperluan sy msh sebatas tarik email dan IM. untuk browsing bs cari hotspot hehe.
    yang asiknya juga ada paket SMS, 5000/7hari 500sms. memang tak terpakai semua dlm 1 minggu, tp menurut saya cukup menguntungkan :).

    overall, saya kembali ke pelukan XL lagi… mudah2an XL makin maknyoss, koneksi internet diperbaiki dan program murah lainnya terus ditambah hehe (teteup?)

    hepi b’day XL! have a great connection ahead 🙂 :)…..

    salam bwt luna maya yaaaaa…….

    Commented from palm treo650

  34. Hello pak HSW 😀
    Nama saya Andy, berada di Surabaya, pekerjaan murni sales dengan penggunaan telepon sangat sering sekali.
    Saat ini saya menggunakan indosat, tetapi dahulu sempat menggunakan kartu XL

    Dahulu sempat saya menggunakan xl sebagai no utama, tetapi seiring banyaknya trouble dengan terpaksa saya tidurkan no xl tersebut. ( setiap bulan saya isi 10rb )
    Sering kali di telpon oleh customer mengatakan no saya tidak aktif. padahal jelas jelas aktif.
    Pernah suatu waktu complain ke cs xl. mereka mengatakan jaringan normal. tetapi kartu simcard saya yang rusak. dianjutkan untuk menganti dengan membayar sejumlah uang ( padahal di operator seberang tidak dikenakan biaya )
    Karena sudah cape susah dihubungi dan menghubungi. saya dengan terpaksa mengganti dengan simcard yang baru.
    Ternyata hasilna sama.
    Dengan tidak adanya peningkatan kinerja tersebut. dengan berat hati saya tidurkan no xl ini

    Saran saya untuk XL, boleh boleh saja menambah customer dengan perdana murah. tapi tolong di tingkatkan juga kapasitas bts.
    Banyak orang tidak cari murah tetapi cari yang bisa nyambung. Dahulu XL saya kenal dengan exelent-nya tetapi sekarang dengan xtra lemot

    No XL saya ini tidak saya tutup karena berharap kinerja XL dapat meningkat sehingga no tidur ini bisa bangun. Tidur melulu bikin ga sehat.

  35. Saya david reinhart (35) domisili dijakarta timur, saya seorang pengusaha jasa layanan anter dan jemput baik dokumen maupun paket se-Jadetabek, bernama TukangAnter.com, dalam layanan kami pemesanan/order dapat dilakukan melalui (voice) 0817 711 611, dan melalui (data) YM : tukang.anter.
    Karena sifat layanan kami yang sangat mobile dan kami tidak memiliki fisik kantor, maka sangat dibutuhkan sebuah operator selular yang dapat menjamin kelancaran penerimaan order, konfirmasi dari pelanggan, pengaturan pickup service dan anteran kami dengan dilapangan (baik melalui voice maupun data). Untuk itu sejak awal usaha kecil ini dibentuk kami menetapkan pilihan kepada XL sebagai operator resmi kami untuk voice maupun data.
    Tapi memang tak ada gading yg tak retak..beberapa kali XL down, dan akibat yang ditimbulkan pada saat itu adalah banyak crew kami dilapangan yang ‘gabut’ alias gaji buta karena orderan dari pelanggan tidak masuk..dan order dari operator tidak sampai 🙁 tetapi mudah2an kejadian seperti itu jangan sering2 yah please 🙂
    Selamat ulang tahun XL jangan down yah supaya orderan kami lantjar djaja 🙂

    Hormat kami
    http://www.TukangAnter.com

  36. Saya berdomisili di Bandung, bekerja di salah satu lembaga pendidikan. Saya memakai beberapa nomor telepon dari beberapa operator yaitu, XL,Halo(Telkomsel), Matrix(Indosat), serta Flexi. XL adalah sim card pertama yang saya punya (saya tidak ingat berapa lama, yang pasti di atas 10 tahun, masih 10 digit, yaitu 0818 64 xxxx).
    Sekarang saya memakai XL tersebut untuk perangkat Blackberry milik saya, juga istri saya memakai XL untuk Blackberry nya. Kenapa kita memilih XL untuk Blackberry? Karena ada paket unlimited harian untuk Blackberry Internet Service, serta program telepon dan sms gratis. Hanya terkadang di waktu peak (seperti liburan), BIS XL sering ada gangguan, seperti messenger yang lambat dan tidak bisa browsing. Saya sempat kesal, sehingga saya ganti BIS dengan nomor Matrix saya, tetapi ternyata hanya bertahan 3 hari, karena gangguannya lebih parah dari XL (saya bisa bandingkan karena pada waktu bersamaan istri saya masih menggunakan XL di Blackberrynya, akhirnya saya beralih lagi ke XL.
    Saya juga menggunakan IM2 Broom untuk koneksi internet, kecepatannya sangat payah. Saya tidak menggunakan XL karena saya sangat sulit untuk mendapatkan kartu perdana internet unlimited dari XL.

    Beberapa saran dari saya :
    1. Tingkatkan kapasitas infrastruktur sehingga pada waktu peak tidak terjadi gangguan di Blackberry Internet Service.
    2. Buat program seperti BISlite Indosat dimana paket BIS hanya untuk chatting dan email, yang juga dapat dibayar harian (Indosat per bulan Rp.50.000),karena akan sangat efisien bagi pengguna yang jarang browsing di Blackberry.
    3. Perluas coverage area, karena kadang sinyal di beberapa area di Bandung pun kurang baik kualitasnya.
    4. Walaupun perdana XL unlimited internet sangat sulit didapat, saya percaya mungkin XL hendak membatasi jumlah pengguna untuk mempertahankan kualitasnya. Tetapi kalau memungkinkan, tambah kapasitas, sehingga saya dapat menikmati XL internet unlimited juga.
    5. Hapuskan biaya telepon ke CS, karena CS adalah salah satu service dari XL untuk pelanggan.

    Terimakasih.

    Salam,
    Agus Setyawan

  37. Sudah lama saya menggunakan produk xl. Kalau tidak salah sejak tahun 2000, dimana handphone yang saat itu berjaya adalah nokia 3310. Dulu namanya proXL, Lalu selama 2 tahun saya menggunakan explore tapi berhubung tagihan yang membengkak maka saya menghentikan pemakaiannya.

    Saya termasuk orang yang sering ganti2 nomor, tapi saya tetap memakai xl karena penawaran xl bervariasi jadi kalau ada penawaran baru yang menurut saya sangat menguntungkan, saya pasti akan berganti nomor. Selain xl, saya menggunakan nomor indosat sebagai nomor pribadi saya sedangkan xl saat ini saya gunakan untuk layanan Blackberry Internet Service karena menurut saya xl jaringannya sangat bagus dan internetnya sangat cepet, lagipula tarifnya termasuk sangat murah (hanya 5ribu per hari). Operatornya juga sangat membantu untuk hal-hal yang menjadi masalah buat saya, terutama untuk masalah jaringan xl beberapa waktu lalu yang sangat2 lambat sekali. Saya kena dampaknya, sehingga untuk BBM sangat susah delivered. Sudah berkali2 saya komplain, tapi masalah itu sudah diatasi team xl dan saat ini jaringan xl sudah normal kembali. THX buat team xl.

    Selamat berulang tahun XL yang ke-13, semoga XL semakin berjaya dari waktu ke waktu. Tingkatkan kualitasmu dan tetap menjadi yang terdepan.

  38. saya termasuk pemakai XL yang awalnya tidak sengaja.
    dulu, beli starter pack XL thn 2007 krn tertarik sama tarif telepon per detik yang murah demi memperlancar komunikasi dengan istri yg tinggal beda kota, selain untuk mendukung pekerjaan saya sebagai wartawan. nomer XL ini awalnya diniatkan sebagai pendamping dr nomor provider ‘merah’ yg sdh saya pakai sejak 2002.
    setelah beberapa bulan memakai nomor XL, ternyata layanan voice dan SMSnya cukup bisa diandalkan. memang beberapa kali sempat ada kesulitan, tetapi seingat saya sangat jarang terjadi.
    penggunaan kartu XL ini semakin intensif saat saya dipindah ke kantor jakarta dari yogyakarta.
    XL yang selama ini dicitrakan sangat kuat di kota-kota besar ternyata bukan bualan semata. selama 1 tahun 8 bulan sejak di jakarta, sampai sekarang saya belum pernah menemukan masalah berarti dalam pemakaiannya.
    kalau ada yg perlu diperbaiki dari XL adalah masalah pulsa XL bebas extra yang kadang notifikasi pemakaian SMS gratisnya lama. saya pernah komplain soal ini ke CS dan baru bisa diselesaikan setelah 2×24. mungkin itu satu-satunya masalah ‘major’ saya selama dua tahun memakai XL.
    selebihnya, layanan XL memuaskan saya dan semoga selalu begitu.
    juga ketika saya bawa ke malaysia, saya tidak menemui kendala berarti. sms dan telepon cukup lancar tanpa hambatan (meski tarifnya terhitung mahal, padahal XL anak perusahaan TM (sekarang Axiata) yang notabene perusahaan malaysia).
    selamat ulang tahun XL dan semoga terus memberikan yang terbaik.

  39. Saya berdomisili di Jakarta dan menggunakan XL sejak 2006.

    Saya memiliki sejarah penggunaan kartu seluler dari beberapa operator di Indonesia:

    1. 1996 sampai 1999 menggunakan Kartu Halo.
    2. 2000 sampai 2005 menggunakan IM3.
    3. 2002 sampai 2006 menggunakan Matrix dan Mentari.
    4. 2006 sampai sekarang menggunakan XL dan Esia.
    5. 2009 mulai menggunakan AXIS juga untuk akses BIS.

    Berdasarkan pengalaman saya, semua operator sama saja dari segi kualitas suara, tapi untuk kualitas pelayanan CS memang XL yang mulai mencoba meningkatkan aksesabilitas nomor CS dengan melakukan charging untuk penggunaan fasilitas tersebut sementara pada saat itu operator lain masih gratis jika menghubungi CS dengan resiko sulit masuk ke nomor yang disediakan untuk CS.

    Sekarang, hampir semua operator harus bayar untuk akses ke CS dan akses pelanggan lebih mudah ke nomor CS operator ybs.

    Dari sisi yang lain, transparansi pentarifan XL kurang dapat dipahami oleh umum. Contoh “perang tarif” Rp 0,000000000001/detik. Yang pernah pakai XL pasti akan bertanya-tanya, apa benar ? Apakah berarti kita nyaris gratis jika menggunakan XL ? Tentu saja jawabannya adalah tidak karena ada “fine print”nya.

    Yang terakhir tentu saja adalah masalah reliabilitas karena saya juga adalah pengguna XL Corporate untuk WAN dan akses internet dedicated di perusahaan tempat saya bekerja.
    Sejauh ini saya perhatikan bahwa XL kurang cepat bereaksi atas komplain yang dilakukan via email jika terjadi masalah pada koneksi WAN dan dedicated internet dan ternyata hal yang sama juga berlaku untuk koneksi selular XL saya jika saya mencoba menggunakannya untuk koneksi internet. Hal itulah yang membuat saya mengambil keputusan menggunakan AXIS untuk BIS.

    Saran saya:
    1. Tingkatkan kecepatan informasi masalah gangguan jaringan melalui channel mass media maupun broadcast message yang sejauh ini tidak pernah dipakai oleh semua operator di Indonesia (AFAIK.)
    2. Gunakan bahasa marketing yang lugas untuk marketing campaign sehingga tidak menggiring persepsi berbeda dari pelanggan lama maupun calon pelanggan.

    Last but not Least, Dirgahayu XL ke 13 semoga menjadi operator yang lebih baik lagi dari sekarang.

  40. Kenalkan, saya Mujoko, kerjaan software developer, saat ini berdomisili di Sukabumi dan bekerja di Jakarta.

    Saya belom pernah pakai XL, dan sedikit mulai terpengaruh ama iklannya Luna Maya. Saat ini saya pakai IM3 untuk keperluan sehari-hari dan untuk test aplikasi yang saya buat.
    Sukabumi tuh masih agak pelosok, jadi masalah sinyal tuh daerah masih milih2 operator. Kebetulan XL sinyalnya di Sukabumi masih agak ‘byar pet’, itu yang sebabnya saya belom mau pindah ke XL. Saran gua sih, daripada bagusin kantor yang di kuningan lebih anggarannya buat bikin /share/sewa tower supaya sinyal bisa dimana-dimana. Terus masalah harga sih XL is the best.

  41. Nama saya Tofa Porayouw, domisili Jakarta Timur, dan bekerja sehari2 sebagai karyawan swasta.
    Sudah lama saya menggunakan XL dari sejak 2004/2005.

    Boleh dibilang saya mencari nomor cantik sejak menggunakan XL. awalnya ada teman kantor menawarkan perdana XL yg bisa request nomor
    dan saya coba untuk mendaftakan diri untuk mendapatkan 2 nomor XL untuk saya dan pasangan saya(untungnya skrg sudah jadi isteri saya)

    Sebelum menggunakan XL, saya menggunakan Simpati dan skrg nomor simpati itu telah tidak aktif. Karena ada nomor cantik jadinya saya pindah ke XL(xplor) dan ga ribet cari2 pulsa yg termurah untuk isi ulang Simpati.

    Kritik saya untuk XL.
    – dari segi sinyalnya suka up and down dari satu tempat ke tempat laen, mungkin perlu di perbanyak radio2 di dalam gedung.
    – kadang nelpon ke operator laen nyambung, kadang juga ga nyambung
    – tidak ada quota kontrol untuk paket data, klo quota habis jadinya bisa jebol over budget, padahal XL punya kontrol batasan tagihan.

    Penilaian saya untuk XL.
    – dulu XL/Pro XL boleh dibilang paling mahal, tapi skrg menurut saya tarifnya menjadi lebih murah, walaupun ada CDMA(males bawa banyak2…), saya lebih suka pake GSM, saya mencari harga murah, kualitas prima dan paling penting suara jernih(tidak ada misunderstanding, karena suara tidak jernih)

  42. Hallo, nama saya Hari Gunawan, tinggal di Surabaya tetapi basetown pekerjaan ada di Jakarta. Kisah awal perkenalan saya dengan XL sekitar tahun 2006 dimana saya masih bekerja di kantor Surabaya tetapi pabrik di Sukorejo jadi wira wiri Surabaya – Sukorejo, mana melalui luapan lumpur lagi ?

    Sebelum menggunakan XL saya menggunakan provider Te****sel dimana peraturan perusahaan saat itu mewajibkan karyawan level tertentu menggunakan provider tersebut. Tetapi seiring perjalanan waktu, di sekitar tahun 2006 tersebut karyawan boleh memilih provider yang di kehendaki. Hasil dari browsing sana sini, pilihan saya diantara 3 provider besar saat itu jatuh kepada XL, dengan salah satu pemikiran adanya paket family, dimana saya sebagai parent-nya sedangkan dua anak dan satu istri menjadi child saya. Biaya komunikasi untuk keperluan pribadi dapat ditekan dengan adanya paket ini. Terus terang hal ini menjadi konsens saya pertama kali menjatuhkan pilihan kepada XL.

    Di kemudian hari muncullah handheld yang bernama Blackberry, perkenalan pertama kali dengan BlackBerry adalah dengan salah satu pembesar milist di Surabaya dimana beliau dengan sukses-nya berhasil meracuni saya untuk mengganti PDA tercinta saya saat itu (Palm Treo 650), digantilah dengan Blackberry 8700 dengan PIN angka semua, dan provider XL melayani saya dengan sangat baiknya, masih ingat saya waktu itu dengan CS XL di Margorejo-Surabaya, pendaftaran Blackberry hanya memerlukan waktu tidak kurang dari 2 hari kerja x 24 jam (saya pikir termasuk cepat pada masa itu, atau karena jalur khusus yach ? ). Ternyata pilihan saya memilih provider XL tepat pula bila di-pairing dengan Blackberry, dimana saat itu biaya paling murah untuk berlangganan paket Blackberry masih dipegang oleh XL. Tidak lama berselang akhirnya istri saya ikut juga berlangganan paket Blackberry XL dan komunikasi makin lancar dan hemat. Untuk saya dan istri saya menggunakan paket pascabayar, sedangkan dua anak saya menggunakan paket prabayar

    Seiring perjalanan waktu, dan gencar-nya promosi dari masing masing provider mengakibatkan benefit yang menurut saya tidak seimbang antara paket pasca bayar dan prabayar, dimana banyak benefit yang seharusnya dimiliki oleh pemegang pascabayar tetapi pada kenyataannya lebih banyak diberikan kepada pemegang prabayar, contoh : biaya pulsa tiap kali menelpon antar XL, biaya paket berlangganan Blackberry, dlsb. Akhirnya nomer XL istri saya yang tadinya pascabayar saya migrasi-kan ke prabayar dengan perhitungan kalau paket pascabayar saya bayar Rp 199.000/bulan (belum termasuk PPN), sedangkan kalau paket prabayar 30 x Rp 5.000 = Rp 150.000/bulan, cukup signifikan bukan, hampir 25%-nya ?. Saya sendiri tetap dengan paket pasca bayar karena terkait dengan billing statement untuk proses reimburse. Sedangkan penanganan keluhan sama baik-nya, terbukti dengan pernah hilangnya handset berikut kartu istri saya, kartu dapat diblokir dan diganti pada hari itu juga tanpa prosedur yang berbelit.

    Benefit yang saya peroleh untuk kartu XL saya sendiri (kebetulan sudah masuk kriteria pelanggan Premium) adalah adanya program instant kartu cadangan, souvenir saat ulang tahun, voucher bioskop dan kemudahan dalam proses penanganan keluhan. Khusus untuk penanganan keluhan pelanggan, pengalaman saya memberikan score tingkat kepuasan 4 dari 5 untuk jajaran CS/frontliner XL. Sepengetahuan saya, hanya sekali mendapat pelayanan yang tidak memuaskan, saya isi kartu keluhan, ehhhh … … ke-esok-annya saya ditelpon oleh manager area-nya dan menangani keluhan saya dengan cepat dan selesai. Service level untuk CS/frontliner cukup memuaskan baik yang di Margorejo, Plaza Marina, Jln Pemuda (di Surabaya) maupun di BEJ, Plaza Semanggi (Jakarta).

    Saran dari saya untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada pelanggan adalah :
    • Tetap jaga dan tingkatkan kualitas pelayanan frontliner anda, mereka adalah tampak muka dari isi-nya perusahaan anda
    • Kuasai produk produk XL, khusus kepada petugas CS/frontliner maupun hotline service, jangan sampai pelanggan menunggu terlalu lama untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan/keluhannya
    • Berikan reward yang baik terutama kepada pelanggan pasca bayar, jangan buat perbedaan yang terlalu tajam antara keduanya
    • Perbaiki system jaringan/jangkauan/sinyal terutama di gedung gedung tinggi
    • Be Creative ! temukan cara unik yang tidak dimiliki oleh kompetitor anda, terutama dengan paket-paket baru yang setiap provider saling adu kelebihan masing masing
    • Jaring pelanggan muda ( SD, SMP, SMA ), mereka merupakan pemakai yang akan loyal dengan produk anda bila di usia dini sudah ditanamkan brand awareness dan keunggulan merk anda.
    • Jaga brand image terutama untuk pelanggan loyal, pelanggan pasca bayar, pelanggan premium, kebanyakan mereka tidak mementingkan rupiah per detik tetapi lebih kepada kecepatan penanganan respon terhadap keluhan dan seberapa care anda memperlakukan mereka, bila perlu gunakan Customer Satisfaction Index untuk pengukurannya.

    Demikian, sekedar bercerita, berkeluh kesah dan berbagi saran untuk XL.
    Bravo XL, Dirgahayu XL, selamat ulang tahun XL

  43. XL ya? Inget dulu pertama kali pake HP GSM masih Ericsson GH388. Dulu (sekitar 10-11 tahun lalu) operator sepertinya tidak banyak pilihan. Liat XL juga sih dengan iklannya yang kental dengan layanan fiber optik or whatever dan memang waktu itu suaranya terasa beda. Jernih gitu. Walaupun kompensasinya biaya bulanan yang cukup mahal (75rb something kalo ga salah inget). Memang waktu itu cakupan XL masih terbatas, tapi layanannya boleh dikatakan OK. Kalo GSM lain sering disingkat Goyang/Geser Sedikit Mati, tapi XL ga termasuk GSM yang ini hehehe.

    Itu flashback pertama kali saya pake HP GSM 😉

    Nah sekarang? Saya pake XL untuk nomor kedua yang boleh dikatakan jarang aktif. Soalnya kalo aktif pun, XL jadi telepon “GSM” (Goyang/Geser Sedikit Mati). Kadang saya kesel akhirnya lebih sering pake speakerphone agar ga banyak goyang hehehe (dan sekarang dipake nelepon hanya demi menghabiskan jatah minimal payment 25rb saja sebulan hehehe).

    To be honest, kualitas XL boleh dikatakan tidak seperti dulu lagi. Image XL yang dulu saya ingat banget sebagai operator kelas elit (yang ga ikut banting-bantingan seperti kompetitor-nya) ternyata luluh juga harus ikutan banting-bantingan (sayangnya sepertinya ga disiapkan infrastruktur memadai untuk terjun ke arena pertarungan yang keras ini). Jadinya ya “GSM” banget 🙂

    Saya yakin ada banyak “mantan” pelanggan XL yang merindukan kualitas XL seperti pada masa-masa awal (walaupun akhir-akhir ini ada perbaikan, namun masih belum seperti dulu lah). Some of them dare to pay more to get better quality, but I don’t think they (including me) have such choice.

    Saran buat XL?
    Kalo bisa dan teknologi memungkinkan, coba buat layanan VIP dimana mungkin ada additional monthly charge namun customer akan dapat SLA tertentu. Di saat operator lain tampil murah, ada kalanya kita harus tampil mahal agar berbeda (well, buah jeruk di kebun apel akan lebih menarik perhatian daripada buah apel di kebun apel itu sendiri, bukan?). It’s not about price, because me (and most customer) already got enough cheap stuff. When cheap stuff is everywhere, then it no longer special…

    Thanks and Happy Birthday XL!

  44. Sebagai salah satu pengguna layanan selular di indonesia, saya
    sudah sempat mencoba beberapa layanan provider selular yang ada. Anehnya
    hanya XL yang saya belum sempat sentuh.

    Padahal iklannya cukup gencar dan konsep promosinya menarik.
    Seperti iklan kawin dengan monyet yang menurut saya cukup berhasil dalam
    brandingnya.

    Saya memperhatikan banyak sekali penawaran yang menarik dari XL dengan terobosan-terobosan
    segarnya yang kemudian diikuti oleh pesaingnya.

    Dan sepertinya sempet keracunan ketika XL bermain di blackberry services…
    Semakin tergoda ketika memperhatikan banyak teman dan rekan di kantor yang menggunakan xl untuk sarana komunikasi
    selular mereka

    Ya semoga di ulang tahun XL ni juga menjadi awal yang baik untuk saya memulai menggunakan layanan XL, semoga… 🙂

    Selamat ulang tahun ke 13!

    sindhu…, seorang creativepreneur yang sedang mengembangkan bidang usaha disainnya merambah ke internet business solution, berdomisili di jakarta barat, dan sedang menggunakan beberapa layanan selular selain xl

  45. Halo XL.
    Selamt Ulang Tahun ke-13, semoga panjang umur dan terus melayani pelanggan dengan prima.

    Saya Andi K Yuwono, tinggal di Batam Center, pekerjaan sehari-hari wiraswasta. Kartu GSM yang saya gunakan saat ini hanya XL Bebas.

    Sejak telpon seluler marak pada tahun 2000, saya pertama kali memakai kartu Mentari (Indosat). Memang saat itu tarif operator seluler satu dengan yang lain masih tergolong mahal.

    Kemudian pada tahun 2003 saya merantau ke Batam, disinilah saya mulai merasa kalau tarif XL yang tadinya saya bandingkan adalah termahal, tetapi ternyata cukup murah bahkan sangat murah untuk digunakan berkomunikasi jarak jauh.

    Sejak saat itulah, saya dan istri serta keluarga besar kami yang ada di Pulau Jawa, menggunakan kartu XL Bebas (prabayar). Saya senang sekali menggunakan kartu XL Bebas, apalagi tarifnya yang cukup murah sangat menghemat pengeluaran rumah tangga kami.

    Saran:
    Tolong informasi tentang tarif percakapan / sms di nomor bebas pulsa 818 terus di update. Jadi saya tidak harus buka website untuk melihat daftar perubahan tarif yang baru.

    Kritik:
    Kalau bisa jangan sembarang diputus kalau kami sedang berkomunikasi, karena kami perhatikan belum samapai 1jam telpon diputus.

  46. Salam kenal Pak Herry dan pembaca setia ponselmu.com.

    Kenalkan, saya Deni, domisi di Jakarta.
    Pekerjaan sehari-hari adalah technical dan pre-sales. Kartu seluler yang sekarang saya gunakan adalah Telkomsel, sejak tahun 2001.

    Saya masih punya nomor XL yang termasuk kategori nomor awal XL, yaitu sekitar tahun 1997. Wah, sudah 12 tahun umurnya!
    Nomor XL ini adalah nomor seluler pertama saya.

    Di kala itu, XL hanya memberikan kartu perdana tanpa nomor. Setelah kartu dimasukkan ke handphone, saya menelpon ke customer service XL untuk “meminta” nomor XL. Customer service XL langsung memberikan nomor XL yang ada.
    Layanan XL dipilih karena pertimbangan pekerjaan saya lebih banyak di Jakarta, dan kualitas suara XL di atas rata-rata dua provider GSM waktu itu.
    Konsekwensinya adalah harga pulsa yang lebih mahal dari yang lain.
    Keluarga saya pun hampir semua menggunakan nomor XL, atas rekomendasi saya.

    Saya mulai beralih ke nomor Telkomsel karena tuntutan pekerjaan yang sering keluar kota.
    Sinyal XL belum ada di tempat saya ditugaskan.
    Alasan yang lain adalah, sinyal XL kurang kuat di atap-atap gedung dan di basement, dibandingkan dengan provider yang lain.

    XL tetap menjadi alternatif saya karena ada beberapa layanan yang menarik, yaitu internet unlimited corporate, tarif blackberry yang lebih murah (waktu itu Rp 200.000 per bulan), dan layanan SMS banking terintegrasi.

    XL juga mempunyai staff customer service yang cukup baik, bisa lebih memahami apa permasalahan pelanggan dan berusaha mencari penyelesaian yang lebih baik.
    Terbukti sewaktu saya ada permasalahan dengan layanan Blackberry, saya dipertemukan dengan pakar Blackberry di XL.

    Saran saya adalah teruskan berinovasi yang lebih agresif, perluas jaringan BTS dan tingkatkan performance customer service.
    Saran yang agak ekstrim adalah XL bisa mempertimbangkan untuk mengajukan ijin membuka layanan fixed wireless dengan sistem GSM, yaitu seperti Flexi, Esia, Hepi dan Starone.
    XL bisa dua layanan, seperti Fren & Hepi.
    Ini bisa menjadi GSM pertama dengan tarif CDMA yang sesungguhnya, seperti informasi iklan XL baru-baru ini.

    Selamat ulang tahun XL!
    Semoga tambah sukses.

    Salam,
    Deni

  47. Saya Hanny, di Surabaya…
    Sejak 1 tahun belakangan ini, saya tidak menggunakan XL lagi, karena saya sedikit kecewa dengan kualitas XL pada saat itu…
    3-4 Tahun yg lalu, saya sempat merasakan kualitas dan pelayanan XL yang cukup baik… Meski saya ga tau, apakah kualitas itu sudah menurun dari sebelumnya. Cuma menurut saya, pelayanan dan kualitasnya cukup baik. Kalau dibanding dengan operator lain pada saat itu, memang XL menurut saya paling OK. Kalau ada permasalahan, dapat dselesaikan dengan cepat.
    Namun saat XL mulai perang tarif, saya merasakan kualitas dari XL menjadi sangat-sangat berkurang. Mulai dari pelayanan CS maupun kualitas jaringannya. Yang saya agak kecewa lagi adalah promosi yang dilakukan XL mengenai tarif murah… Kadang promosinya harus dibaca jelas terlebih dahulu… baru bisa jelas bagaimana promosi XL. Bahkan untuk lebih jelas, saya harus liat web site XL. Akhirnya karena ngerasa meskipun murah tapi mahal… saya tutup XL saya…
    Saran saya untuk XL:
    1. Tingkatkan terus kualitas jaringan, pelayanan CS maupun fitur-fitur yang ada.
    2. Jadilah operator yang bisa diandalkan, jangan hanya untuk mengejar jumlah pemakai, jadi kualitas diturunkan. Tampil beda, jangan selalu terpengaruh oleh tarif murah terus…. Mahal sedikit, yang penting kualitas dan kualitas sesuai, itu yang saya harapkan…

    Akhir kata, Selamat ulang tahun yang ke 13. Be the best although not the biggest or the cheapest

  48. Saat ini Telkomsel adalah nomor utama saya, Telkomsel saya pertahankan karena no sudah tersebar ke kolega saya dan sudah lama sekali saya pergunakan sehingga malas untuk menggantinya. Namun saya sering mencoba-coba dengan beberapa no operator lain selain telkomsel dengan menggunakan Handpone yang berbeda, tapi anehnya saya tidak tertarik untuk mencoba nomor keluaran dari XL walaupun sejururnya cukup tertarik bila melihat iklan XP di media televisi, tertarik bukan untuk mencobanya tapi tertarik karena Lucu dan Kreatif iklan keluaran XL tapi dari segi informasi yang disampaikan di Iklan sangat menyesatkan malah cenderung membodohi pelanggan. Untuk itulah saya tidak mau mencoba XL.
    Hal lain yang membuat saya tidak ingin mencoba XL adalah XL dimata saya adalah tarif mahal.

    Terima Kasih
    Alvin
    Bandung

  49. Saya Anugrah Dewantara, umur 28 tahun, tinggal di satu kota kecil di Jawa Tengah yang dulu terkenal akan hawa dinginnya, Salatiga. Pekerjaan sehari-hari wiraswasta di bidang yang tidak jauh-jauh juga dari telekomunikasi.
    Dari awal memakai handphone, sekitar tahun 2000, saya sudah pakai XL. Alasannya sih sepele, karena dulu XL perdana yang paling murah, seingat saya dulu beli perdana 125 ribu sudah termasuk pulsa 100 ribu. Dulu banyak sekali complain dari teman, saudara dan pacar karena saya memakai XL yang terkenal kalau ditelpon mahal sekali, bahkan sering tidak bisa dikontak, bukan karena handphone mati atau rusak tapi karena ditempat saya tinggal tidak ada sinyal operator XL. Sekitar tahun 2003, saya mulai meninggalkan XL dan beralih ke salah satu operator baru yang kala itu menawarkan unlimited internet selama 1 tahun.
    Setahun kemudian saya kembali menggunakan XL, walaupun masih penuh dengan complain dari penelpon hingga masalah jaringan yang agak angin-anginan, saya terlanjur jatuh hati dengan XL. Alasan saya, karena selama memakai XL saya tidak pernah mengalami yang namanya komunikasi tiba-tiba putus ditengah jalan, sms juga selalu lancar dan yang terpenting pelayanan pelanggannya sangat cepat dan tanggap, bahkan saya sampai pernah mendapatkan gift dari XL hanya karena complain pulsa 10 ribu yang tiba-tiba hilang, dimana keluhan tersebut saya sampaikan melalui gadtorade juga.
    Sebagai pemakai XL yang cukup setia, saran saya hanyalah teruslah berinovasi dan melebarkan keunggulan hingga ke pelosok negeri, jangan sampai tertinggal dengan operator lainnya. Untuk tambahan informasi, sampai dengan saat ini di kota yang saya cintai ini saya tidak pernah menemukan tulisan 3G atau H di pojok kanan atas Valencia saya, padahl dengan operator “si merah” dan “si kuning” tulisan tersebut selalu saya dapatkan.
    Secara keseluruhan, selama memakai XL saya lebih banyak senangnya daripada dukanya, gangguan kecil saya anggap masih wajar karena memang berhubungan dengan tehnologi dan jaringan, yang tentunya selalu butuh perbaikan dan kurang stabil. Tapi jangan apa yang sudah diraih menjadikan mudah berpuas diri dan terlena, teruslah berinovasi dan berekspansi!

  50. Dear XL
    Selamat ulang tahun yah
    Semoga layanan nya menjadi semakin baik di kemudian hari.

    Dear XL
    ( saya pakai “dear” artinya juga : Sayang. Ntar saya jelasin dech 🙂

    Saya menggunakan XL dengan nomer cantik 6 digit terakhir sama dengan nomer Tsel saya.
    Saya merasa bahwa Tsel mulai mahal dan kaku. Khas sebuah perusahaan yang mulai meraksasa.
    Itu terjadi 4-5 tahun lalu.
    Wah segalanya seperti ‘bulan madu’
    Apalagi setelah Xl meluncurkan Blackberry service seharga 199rb. Lebih murah daripada nomer Indosat saya yang waktu itu masih 400rb.

    Mantab dech
    Bahkan sewaktu ke tanah suci saya bawa semua kartu, namun cuma XL yang memuaskan saya untuk kontak dengan keluarga.

    CS dan team teknis nya sangat tanggap. Ketika suatu kali jaringan di rumah saya drop, saya mendapatkan perlakuan sangat baik.
    Bahkan oleh pak FA ( you-know-who-is-he-and-what-is-he ) sempat ditawari repeater.

    Namun……..
    segalanya turun drastis
    Saya ngga usah berpanjang-ria mengenai apa yang turun.
    Sepertinya bersamaan dengan pindah nya pak FA..

    Hiks hiks
    i miss that time

    Dirgahayu XL

  51. Hullo boss HSW
    Nama saya Arif Rachman, saat ini kerja di jakarta dan lampung.
    Saya telah menggunakan XL dari jaman dahulu kala ketika nomor XL Jempol dan Bebas keluar. Setau saya dari dulu XL mengusung konsep tarif murah dan banyak gratisan, terbukti dengan jempol yg pulsa minimal waktu itu adalah Rp 5.000 dan Bebas yang kasi free telpon lewat tengah malem dan free sms pada paket SMSnya. Waktu itu lagi hot2nya pacaran sampe kuota 100 SMS terlampaui dan kena suspen sampe dua hari heeheehehhehe
    Waktu itu XL juga dah kasi fasilitas free roaming jadi saya bisa tetap pakai pas berpindah ke Lampung dan Jakarta. XL baru saya tinggalkan pada tahun 2005 saat saya bertugas ke Meulaboh, Aceh Barat. Disana hanya ada Telkomsel dan Indosat pun baru menyusul beberapa bulan kemudian. Selama saya pakai sampai saat itu tidak ada keluhan yang berarti kecuali pas gratisan susahnya ampun-ampunan tp ya wajar namanya gratisan dan BTS pun masi terbatas.
    Kemudian setelah menikah dan pindah ke Jakarta saya langsung kembali ke XL dan istripun langsung saya kasi nomor XL. Demi kemudahan billing kami pakai Xplore dan juga kami langganan paket family. Disini keanehan demi keribetan mulai muncul. Ketidaksamaan informasi dan pengetahuan produk antara CS menyulitkan kami. Kemudian muncul masalah dalam billing dua bulan berturut-turut. Sebetulnya semua keluhan dan pertanyaan saya ditanggapi apakah itu lewat telepon, email, atau konter. Tapi solusinya yang beribet lama dan terkadang tidak memuaskan. Akhirnya setelah bosen urusan dengan CS yang ga jelas dan tarif paska yang lebih mahal dari pada pra, akhirnya kami migrasi ke pra bayar. Kami pun menggunakan XL untuk layanan Blackberry. Alhamdulillah sampai saat ini belum ada masalah yang berarti lagi.
    Saran saya
    1. Perbaiki layanan CS dan pengetahuan produk mereka
    2. Perbaiki sistem koordinasi dan informasi antar CS dan konter layanan
    3. Tarif, layanan, fasilitas yang lebih baik untuk pelanggan paskabayar; bagaimana pun mereka adalah premium customer
    4. Kejelasan pen-tarifan karena paket-paket saat ini ga jelas dan mbingungi
    5. Saat ini saya rasa tarif antar operator XL kurang kompetitif jd saya harap bisa diturunkan biar kompetiti

    Gitu aja boss HSW. Semoga kritik dan saran ini bisa membuat XL memberikan layanan yang lebih baik (dan tarif murah tentunya) untuk para pelanggannya.
    Terima kasih karena dah membawa aspirasi kami

  52. Perkenalkan, nama saya Felix, saya berdomisili di depok. Saya bekerja
    sebagai IT system admin & support di salah satu perusahaan swasta di Jakarta.

    Pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan selamat ulang tahun kepada
    XL. Semoga di ulang tahunnya yang ke-13 ini, XL semakin dewasa,
    semakin dekat ke hati pelanggannya, semakin maju, dan yg pasti semoga
    ‘panjang umur’ dan ‘sehat’ selalu.

    Sebelumnya saya ucapkan mohon maaf apabila kata2 berikut ini tidak
    berkenan di hati XL. Namun diharapkan dengan kritik & saran yg saya
    berikan dapat menambah wawasan dan membuat XL semakin dekat dengan
    pelanggannya(atau plg tidak, semakin melekat di hati saya :))

    Saya dan istri sudah menggunakan XL selama kurang lebih 4 tahun sampai
    dengan saat ini. Berikut adalah uneg2 dari saya sebagai seorang
    pelanggan:

    Subsidi silang
    Kata2 di atas adalah jawaban seorang XL customer service officer ketika ditanya mengenai kemahalan yg dirasakan pada biaya pasca bayar dibandingkan pra
    bayar, Saya yg mendengarnya cukup terkejut juga. Saat itu saya dan istri masih memakai pasca bayar, mengingat tidak perlu repot isi ulang pulsa, namun setelah mendapat informasi dr kakak saya dan juga sdh dikonfirmasi dgn XL call center, saya merubah XL saya dan mencoba membuat perbandingan dengan istri saya yg masih memakai XL pasca bayar. 6 bln sdh berjalan dan hasilnya cukup mencengangkan, saya berhasil menghemat sampai dengan 15-20%. Kalau dipikir, manfaat yg saya pakai hanya telp gratis ke call center(pasca bayar), sdgkan dgn pra bayar: lebih hemat, isi pulsa gak repot(lewat e-banking), bisa pakai fasilitas roaming international tanpa perlu deposit 1.5jt.
    Mungkin dilihat dari 1 sisi memang tidak ada yg salah dgn kebijakan XL, namun dilihat dr sisi yg lain, alangkah kurang bijaknya policy “subsidi silang” yg dimiliki oleh XL. Namun seharusnya XL dapat memperhalus policy ini dengan memoles pendapatan dgn cara lain dan memangkas biaya yg diperlukan tanpa perlu merugikan pelanggan.(Setidaknya sy merasa dirugikan :)). Dgn pengalaman ini, XL istri saya akan saya migrasi juga ke pra bayar, jadi setidaknya kami berdua menjadi pihak yg di “subsidi” 🙂

    Pelayanan XL officer di XL center
    Saya baru pernah datang ke XL center 8x di 3 tmpt yg berbeda selama 4 thn. Selama kedatangan saya, 5 diantaranya (di 3 tmpt yg berbeda) saya sempat memperhatikan kerja officer yg sedang bertugas karena saya harus menunggu antrian(kebetulan saat itu antrian sdg ramai). Yg saya perhatikan adalah:
    (+) Dari seluruh meja officer yg ada, kadang ada 1 meja yg off-duty(di saat ramai)
    (+) Di 1 tempat, setiap officer tersebut telah berinteraksi dengan seorang customer, ada jeda 2-3 menit, terkadang 5 menit sebelum memanggil customer berikutnya (saya nilai officer tsb melakukan kegiatan yg non-business related, mis: bercanda dgn teman sblhnya-saya anggap bercanda karena terlihat tertawa setelah berbincang dgn temannya)
    Mungkin penilaian saya tidak bisa dibilang valid 100% karena baru diamati 5x di 3 tempat yg berbeda. Namun alangkah baiknya kalau saja ada sistem monitoring, baik yg manual (mis:ada supervisor yg mengawasi) maupun yg electronic (mis:membuat sistem perhitungan berapa customer yg dilayani di counter masing2 officer, sehingga bisa dibuat perbandingan antara counter yg 1 dengan yg lainnya) dari XL untuk mencegah hal2 di atas. Dengan demikian servis ke customer dapat dilakukan semaksimal mungkin dan hal2 seperti yg saya sebutkan di atas dapat dihindari.

    Sistem yg kurang up-to-date?
    Saya dan istri adalah pelanggan BB harian yg sering menyala-matikan servis BB. Terkadang ketika sedang mengaktifasikan servis BB, perlu menghubungi XL call center terlebih dahulu karena setelah menunggu 4 jam an, servis BB belum aktif juga. 10 menit setelah telp, baru bisa aktif. Begitu juga pada saat menonaktifasikannya. Biasanya saya suka menonaktifkan BB servis pada sabtu malam, namun pernah 2 kali kejadian, hari senin baru non-aktif (untungnya servis BB pd hari Minggunya tidak tercatat, jadi dapat gratis 1 hari BB servis :)). Saya paham bahwa mungkin pada saat saya mengaktifkan servis BB, byk pula org lain yg mengaktifkan BB servisnya dalam jangka waktu yg hampir bersamaan, sehingga terjadi queue yg cukup panjang (ini yg dikatakan officer XL ketika saya menelpon call center). Namun seharusnya XL dapat menciptakan/ menggunakan sistem yg lebih baik, sehingga hal2 seperti ini dapat diantisipasi terlebih dahulu dan dapat dihindari. Dan mungkin, point pertama saya (subsidi silang) dapat dihindari karena pemasukan XL dapat masuk ‘utuh’ karena servisnya dibayar sesuai dengan apa yg dipakai oleh pelanggan.

    Saya rasa, tulisan saya terlalu panjang 🙂 serasa jadi curhat di buku diari. Namun semoga tulisan saya ini bisa dilihat oleh XL officer dan dapat dicermati/ diambil manfaatnya. Sekian saja uneg2 yg ingin saya sampaikan, terima kasih atas perhatiannya. Sekali lagi mohon maaf kalau ada kata2 yg kurang berkenan. Hidup XL, semoga semakin berjaya.

  53. Hi, saya Julijanta, wiraswasta dari Jakarta.

    Didorong oleh dinamika bisnis saya yang mengharuskan saya aktif nyusuri seluruh bagian-bagian kota dari hari-ke-hari, saya memerlukan dukungan voice, sms & data yang handal. Kartu seluler yang saat ini saya gunakan adalah:
    *. Matrix Strong – Voice & SMS
    *. ESIA – Voice & SMS
    *. AXIS – BIS [BB]

    Memang tidak ada gading yang tidak retak, tapi sejauh ini saya masih bisa memakluminya.

    Sebelumnya saya sempat tertarik untuk menggunakan no XL. Kebetulan sudah sempat menggunakan layanan BIS XL harian selama 2 bulan.

    Akan tetapi karena saya temukan makin lama layanan yang saya gunakan makin jelek [sering jadi “gprs”], bahkan walaupun dapat “GPRS” sering tidak bisa menerima e-mail / lambat sekali untuk browsing + ditambahkan kebetulan ada tawaran menarik dari OPS baru [mendapatkan no. cantik + layanan BIS termurah], akhirnya pindah ke lain hati deh.

    Sekiranya dalam ikut serta merayakan ultah XL ke-13 ini, saya mendapatkan paket unlimited 100rb + nomor super cantik dari XL, inginnya dipadukan dengan handset Android [untuk mengetest sampai sejauh mana kualitas jaringan data XL + handset Android dipasaran].

    Semoga pada ultah XL yang ke-tiga belas ini, layanan + ARPU + kepuasan pelanggan-nya naik menjadi lebih “XL” lagi [maksudnya menjadi lebih besar – red]

    Happy birthday 13th anniversary XL..

    Salam SUKSES LUAR BIASA,
    Julijanta

  54. saya Lily seorang karyawati di Jakarta. Saat ini sy memakai Telkomsel. Sebelumnya sy pernah menjadi pelanggan XL selama 10th lebih.Sy dikecewakan oleh sebuah peristiwa yg membuat sy berpindah ke provider lain. kronologis sbb: sy sering kali harus melakukan perjalanan ke LN dlm rangka tugas. Sy tahu dgn pasti melakukan panggilan atau menerima telpon melalui HP di LN biayanya sangat tinggi. Sejauh ini sy hnya berkomunikasi via SMS atau membeli telpon kartu utk melakukan komunikasi dgn keluarga. Pd saat itu sy mendapat tugas ke Eropa dan sy menerima tagihan dimana pd lembar tagihan tsb dnyatakan sy melakukan panggilan dr Netherlands ke Jakarta (kebetulan no Esia suami sy) selama 17 mnt dgn biaya sekitar 600rb. Sy sgt kaget krn sy tdk merasa melakukan panggilan tsb. Sy lalu mendatangi XL customer service di Menara Rajawali dan mereka menjanjikan akan memberi kabar krn mereka harus investigasi terlebih dahulu. Beberapa lama akhirnya sy mendpt kabar bahwa sy memang melakukan panggilan tsb. Sy tetap bersikeras dan memberi bukti call list dr HP sy. Disana terlihat bhw sy tdk pernah melakukan panggilan tsb. Akan tetapi bukti tsb ternyata tidak kuat krn call list yg ada pd HP sy akan naik ke list paling awal jk sy melakukan panggilan utk no tsb dr call list tsb. Dikarenakan tdk adanya pertimbangan atau win win solution dr XL, mk sy memutuskan utk menutup no XL sy yg sdh menemani sy cukup lama. Sy terpaksa hrs membayar sesuatu yg tdk sy lakukan (kebetulan tagihan XL sy dibayarkan langsung melalui credit card sy) sehingga tdk memungkinkan sy utk tdk membayar. Sesungguhnya sy teramat sayang utk mengganti no XL sy dgn Telkomsel sy saat ini. Sejauh ini dgn Telkomsel sy tidak mendapat masalah tsb. Sy berharap XL dpt memberikan solusi yg lebih baik lagi di masa mendatang kpd pelanggannya, terutama pelanggan setia spt sy. No XL sy: 0818755805 dan saat ini no tsb sdh dipakai oleh orang lain.

  55. Sebelumnya saya mohon maaf karena pengumuman pemenang baru bisa saya
    lakukan hari ini. Banyaknya partisipan dan relatif meratanya materi yang
    diposting oleh peserta membuat saya harus membaca seluruh tulisan sampai
    berkali-kali. Setelah saya rapikan, panjang total tulisan partisipan
    mencapai 39 halaman A4. Salut untuk para peserta!

    Inilah dua partisipan sayembara iseng ultah XL yang beruntung:

    1. Pak Felix. Sehari-hari tinggal di Depok. Ia bekerja di sebuah
    perusahaan swasta di Jakarta.

    Atas masukannya yang panjang dan komprehensif, ia berhak memperoleh satu
    lembar voucher belanja senilai Rp 100 ribu dan satu buah kartu perdana
    XL Unlimited Prabayar. Kartu unlimited-nya yang cukup mengisi ulang
    pulsa Rp 100 ribu per bulan, bukan yang Rp 150 ribu.

    2. Pak David Reinhart, seorang pengusaha jasa layanan antar-jemput
    dokumen dan paket. Ia berdomisili di Jakarta Timur.

    Postingnya yang berisi pengalaman nyata plus harapan untuk XL berbuah
    voucher belanja senilai Rp 100 ribu. Plus, nomor XL Pascabayar cantik
    senilai Rp 3 juta. Nomor itu 100 persen gratis dan tanpa kontrak, tetapi
    tidak boleh dimigrasikan ke XL prabayar. Pemenang boleh memilih nomor
    yang diinginkannya dengan datang ke XL Center.

    Selamat untuk Pak Felix dan Pak David. Setelah ini saya japri ya.

    Terima kasih kepada seluruh partisipan yang telah meramaikan sayembara
    iseng kali ini.

    Semua posting yang masuk, baik manis, pahit, asam, kriuk-kriuk, maupun
    melempem sudah saya sampaikan ke rekan-rekan XL. Semoga dapat mereka
    gunakan sebagai masukan dan bahan evaluasi dalam melangkah.

  56. di tempat saya Desa Sukodono Kec. Pujer Kab. Bondowoso Jatim pertama kali saya yang menggunakan GSM Xl . Sekarang di tempat saya jaringan sangat sulit kalah dengan Telkomsel . Termasuk yang menjadi kendala karena kurang tower dari Xl. Walau demikian hingga sa’at ini saya tetap memakai XL hanya dibuat untuk SMS-an . Kalau digunakan untuk perbincangan sering terputus putus . Adapun No, yang saya pergunakan sekarang : 081937569253.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *